Archive for September, 2005
Menuju Air Terjun Warsa di Biak Utara
Pantai Wasori, Menuju Desa Warsa disepanjang jalan utama, pemandangan pantai menyertai perjalanan anda, berhenti sebentar di Desa Wasori untuk sekedar melepas lelah dan mengambil gambar merupakan pilihan yang baik. Jika cuaca cerah, indahnya pemandangan pantai dengan langit birunya memberi kesan yang segar untuk dinikmati. Ombak di Pantai Wasori lumayan cukup besar, anak-anak disekitar desa sering memanfaatkan Pantai ini sebagai tempat bermain dengan ombak.
Menyusuri Pantai Sepanjang Biak Timur
Kolam Biru, Masyarakat sekitar Desa Paray menyebutnya Kolam Biru, yang sebenarnya adalah kolam pemandian alam didalam gua (karst). Air yang tertampung oleh gua tersebut menyisakan ruangan seperti kolam pemandian. Masyarakat sekitar memanfaatkan tempat tersebut untuk mandi dan tempat bermain untuk anak-anak.
Kolam Biru masih termasuk dalam wilayah Kecamatan Biak Kota, posisinya tidak teralu jauh dari Pantai Paray dan Monumen Perang Dunia II. Meski posisinya berada di sisi jalan utama, agak kesulitan menemukannya jika tidak bertanya pada masyarakat sekitar, karena tidak adanya papan informasi petunjuk lokasi dan arealnya tersembunyi di bawah lembah.
detail
Menapak Jejak Perang Dunia II di Biak Kota
Situs Gua Jepang Binsari, Melihat langsung bukti sejarah terjadinya Perang Dunia II di Biak, salah satu tempat yang dapat memberikan informasi cukup lengkap dan dekat dengan kota adalah di Situs Gua Jepang, yang terletak sebelah barat kota, persisnya di desa Sumberker, Kabupaten Biak Numfor. Situs Gua Jepang, begitulah masyarakat luas menyebut dan mengenal tempat bersejarah ini, masyarakat setempat menamai gua ini dengan “Abiyau Binzar” yang berarti wanita tua karena menurut legenda, sebelum digunakan oleh tentara Jepang, gua tersebut pernah ditinggali oleh seorang wanita tua.
Melacak Jejak di Kepulauan Biak
Biak Numfor terletak di Teluk Cendrawasih, sebelah utara Papua. Terdiri dari tiga pulau-pulau besar yaitu Pulau Biak, Pulau Supiori dan Pulau Numfor dan enam puluh dua pulau-pulau kecil, dapat disebut sebagai kabupaten kepaulauan karena letaknya yang terpisah dari pulau utama Irian Jaya. Biak Numfor terletak pada garis 0′55’ – 30′ Lintang Selatan dan 134′ 47’ – 136′ 45’ Bujur Timur. Daerah sebelah utara dan timur berbatasan dengan Samudera Pasifik, sebelah Selatan berbatasan dengan Selat Yapen dan sebelah barat berbatasan dengan Selat Wonial.Sebagian besar wilayah Kabupaten Biak Numfor adalah daerah Karst, wajar jika kondisi sekitar tidak terlalu subur untuk ditanami, kering, dan banyak terdapat gua alam dari proses hidrologi karst dalam tanah. Cuaca di kota Biak dan di daerah-daerah sekitarnya relatif cukup panas, wajar jika masyarakat Biak Numfor memberikan julukan pulau ini dengan sebutan “Karang Panas”, pulau kecil yang panas. detail
Kampung Tua Padwa

Tidak lengkap jika berkunjung ke Biak Numfor tapi tidak menyempatkan diri datang ke Desa Urfu Kecamatan Biak Kota, dengan kendaraan pribadi anda dapat menempuhnya hanya 20 menit dari kota. Tempat ini sangat lengkap, syarat dengan berbagai macam materi sebagai tujuan wisata, panorama laut dan pantai yang sangat menawan, budaya masyarakat lokal, sejarah Suku Biak bahkan untuk kepentingan pendidikan dan arkeologi, datang ke Kampung Tua Padwa adalah pilihan yang sangat tepat. detail





