May 8

Padepokane Wong Jowo

Gunung Arjuna

Menara Pengawas, mengawasi Puncak Arjuna dan Kita....

Padepokan, tempat yang asing tapi akrab di telinga, saya mengenalnya sebagai tempat yang bernuansa magis, kumpulan laki-laki berpakaian serba hitam, rambut gondrong, pinter silat, mengadu kesaktian, merapal ajian pamungkas, tempat belajar kanuragan dan tentu saja mereka dikenal sebagai para Jawara. Singkatnya, orang-orang di padepokan bukanlah orang sembarangan dan perlu diperhitungkan kemampuannya yang juga tidak biasa, karena mereka secara sungguh-sungguh belajar ditempat ini dengan pola “nyantrek/nyantri”, meninggalkan kampung dan keluarga dan mendiami padepokan untuk waktu yang cukup lama, sampai bener-bener tujuan belajarnya tercapai.

Mas Bambs, saudara kembar saya, karena banyak orang melihat kita berdua ibarat pinang dibelah kampak, jadi sama-sama rusak, memberikan pengertian yang cukup matang tentang padepokan sebagai model pendidikan milik dan asli Nusantara, disandingkan dengan model pendidikan alternatif seperti Home Schooling, Sekolah Alam bahkan model pendidikan import ala Sekolah-sekolah internasional lainnya, yang akhir-akhir ini menjadi pilihan penting bagi para orang tua yang bosen dengan pendidikan formal umum.

Gerbang Masuk Kaliandra

Gapuro, Pintu Gerbang menuju lokasi belajar di pesanggrahan alam

Pak Bagus nama sebenarnya, adalah Jawara penggagas ide Padepokan ini, bermula dari kecintaan, minat dan hoby dengan kesenian dan arsitek Jawa dengan cara mengumpulkan pernik-pernik Meubel dan perabot khas Jawa mulai dari Perangkat meja kursi, amben (tempat tidur), lampu tempel, bahkan sampe tegel dan genteng. Pernah dapat cerita saat saya melihat tumpukan genteng dan tegel bekas di sekitar lokasi padepokan, barang bekas ini buat apa?, mau dibuang yah?. Lho justru ini yang mau dicari, dikumpul dan berikutnya difungsikan sebagai bangunan disini. Kebetulan tegel dan genteng ini didapat dari Sekolahan SD disebuah Desa di Jawa Timur, bapak penggemar ornamen Jawa ini langsung aja menawarkan diri sebagai pembeli genteng dan tegel, tidak itu saja, penawaran berikutnya termasuk mengganti dengan tegel dan genteng baru, biar gedung sekolahan lebih terlihat mentereng dari sebelumnya.

Gedung Arjuna

Air Mancur didepan Penginapan Arjuno

Dari sekedar hobby, akhirnya terkumpul menjadi beberapa bangunan, saya sendiri menyebut lokasi ini sebagai Musium Jawa yang hidup, saya sebut hidup karena bangunan ini tidak cuman untuk dilihat sejarahnya, dinikmati pesona arsitekturnya tapi juga masih berfungsi melayani tiap tamu yang berniat belajar dan berkunjung. Mereka biasanya menyempatkan diri untuk menginap di akhir pekan sekalian memanfaatkan beberapa program kegiatan yang ditawarkan oleh pengelola. Yang sering saya liat sasaran program lebih ke usia pendidikan sekolah, dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi, disediakan juga untuk para eksekutif dan karyawan yang ingin melakukan kegiatan outbond.

Pendopo Parikesit

Pendopo Parikesit, untuk pertunjukan kesenian

Padepokan itu apa sih?

Ngalor ngidul cerita padepokan, gak lengkap kalo nggak mengupas sedikit tentang istilah ini, biar lebih gamblang lagi dan lebih ngeh, syukur-syukur kalo setelah ngerti istilahnya selanjutnya ada kunjungan langsung, biar tambah gamblang gitu.

Padepokan, menurut kamus besar Indonesia berarti Tempat Persemedian, tempat pengasingan r
aja-raja dimasa lalu. Di era sekarang, istilah padepokan lebih sering digunakan oleh kegiatan “Sanggar Seni Tari” dan “Pencak Silat”, difungsikan sebagai tempat bertemu, bersilaturahim dan berlatih bersama. Sedangkan dari istilah Arsitekturnya padepokan juga mempunyai makna sebagai komplek perumahan (bangunan) dengan areal yang cukup luas yang disediakan sebagai tempat untuk proses belajar dan mengajar keterampilan tertentu.

Joglo

Joglo kala Malam Temaram

Komponen bangunan di padepokan umumnya dicirikan adanya bangunan-bangunan khusus, seperti Gapura, Pondok Pertemuan (joglo), Pondok Penginapan, Pondok Pengobatan, Pondok Kesenian, Pondok Dahar dan beberapa kelengkapan khusus yang dibangun untuk menyesuaikan kepentigan proses belajar misalnya Pondok Pustaka, dan Pondok Serbaguna.

Padepokan juga umumnya dibangun di lokasi-lokasi yang jauh dari keramaian, di kaki gunung, di pelosok mungkin karena kepentingan proses belajar biar konsentrasinya gak kemana-mana karena gangguan hiruk pikuk lingkungan sekitar.

Pendopo Gunung Ringgit

Asrama Ringgit, Murah meriah terjangkau

Padepokan Alam dan Budaya Pesanggrahan Arjuno

Demikian juga dengan padepokan yang berlokasi di kaki Gunung Arjuno ini, sangat memenuhi syarat-syarat ketentuan sebuah Padepokan masa lalu, lokasi padepokan yang serasa di ujung langit, boleh dibilang sebagai rumah terakhir di perkampungan, sebuah bangunan luas di ujung kampung dan dikelilingi oleh bukit-bukit kecil serta hamparan luas rumput dan hutan lebat.

Gerbang Masuk Kaliandra

Boleh dibilang sebagai Padepokan Modern, karena dikelola oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (NGO) yang bertitle Yayasan Kaliandra Sejati. Mempunyai kegiatan Pendidikan Lingkungan Hidup dan Budaya serta Pusat Pelatihan dan Rekreasi.

Aktifitas dan Kegiatan

Datang ke Padepokan, kita bisa datang ke Padepokan ini atas nama perorangan ataupun kelompok, Kaliandra menyediakan beberapa paket program menarik untuk kita, dikemas dengan metode belajar partisipatif, melalui praktek, permainan, kunjungan lapang, seni, lokakarya, diantaranya antara lain:

  1. Berkunjung dan Belajar tentang hutan, naik gunung, berpetualang, kemah dsb
  2. Belajar Budaya Jawa (seni tembang dan karawitan, pewayangan, tari, arsitektur, dsb)
  3. Mengunjungi benda-benda cagar budaya seperti pertapaan Indrokilo, Candi Sepilar dsb.
  4. Belajar pertanian termasuk budidaya tanaman hias dan tanaman obat, destilasi minyak serei.
  5. Melukis dan membuat kerajinan
  6. PPAB juga membuka kesempatan kepada institusi pendidikan untuk melakukan penelitian, kerja lapang maupun kegiatan pengabdian masyarakat serta voluntary

Asrama Istirahat Tengger

Wisma Tengger, Penginapan dengan pesona Jawa

Fasilitas Layanan Program

Lembaga ini berkonsentrasi pada masalah Pendidikan Lingkungan Hidup dan Kebudayaan Jawa, hal ini akan nampak pada ciri khas masing-masing bangunan yang terdapat di kaliandra, mulai dari pintu gerbang, kantor, tempat pertemuan, maupun tempat untuk penginapan, semua khas bangunan Rumah Jawa (joglo).

Ruang Pertemuan

Ruang pertemuan dalam adat jawa sering disebut Pendopo, Terdapat 2 (dua) buah bangungan Pendopo di kaliandra, yang pertama adalah Pendopo Mahameru yang akan langsung menyambut siapapun yang mengunjungi Kaliandra, sedangkan Pendopo Parikesit mempunyai ukuran lebih besar, berada di lokasi komplek Hastinapura dan mempunyai fasilitas yang lebih lengkap, seringkali digunakan untuk kegiatan pertunjukan kesenian dan acara yang melibatkan tamu lebih banyak.

nRumah Kayu

Omah Kayu gae Turu

Akomodasi

Yayasan Kaliandra memiliki fasilitas penginapan bagi tamu atau pengunjung yang sedang menjalankan program, terdapat 5 bungalow yang terletak dalam kompleks Hastinapura, bangunan bungalow terdiri dari 2 (dua) lantai dengan kamar mandi terbuka, untuk alasan kesehatan namun sangat menjaga kenyamanan pribadi.

Pilihan lainnya adalah 2 (dua) buah Griya Tamu berarsitektur Jawa Asli yang menghadap Pendopo Mahameru, selain itu dalam komplek yang sama, terdapat dua buah asrama yang bisa menampung sekitar 92 orang sekaligus.Rumah Dahar

Rumah Dahar, Ruangan Makan sederhana Khas Jawa

Griya Dahar

Kaliandra mempunyai dua tempat makan (griya dahar) yang terletak pada komplek Hastinapura bernama Griya Dahar Sembadra, dan satunya berada di area Mahameru. Masing-masing lokasi mempunyai keistimewaan masing-masing. Griya Dahar Sembadra mempunyai pemandangan bebas dari puncak gunung Arjuna, sedangkan rumah makan Mahameru dikelilingi oleh berbagai tanaman hias yang merupakan khas dari Yayasan Kaliandra Sejati.

Bunga Lotus

Bunga Lotus di Kolam

Klenengan Gending Jawa

Padepokan Alam ini disamping menerima tamu dari luar, juga menjadi ajang pertemuan rutin warga sekitar, lebih khusus lagi warga yang tertarik dengan bidang kesenian. Jadi kalo pas kebetulan kita berkunjung, sayup-sayup di sore hari mendengar suara gending dan melantunkan lagu Jawa, tentu saja jangan berharap akan diterjemahkan ke bahasa indonesia, saya sendiri meski orang jawa juga gak mudeng artinya apa kok, mending menikmati alunan musiknya yang cukup syahdu, lebih-lebih pas saat patah hati, lalu bunuh diri wakakkakkakkaka

Oke, mampir aja kesana yah, dan jangan lupa sampaikan salam saya buat para penunggu Alas Lali Jiwo di Gunung Arjuno ini, hampir semuanya kenal saya kok, lumayan sering bikin masalah disana soale, syukur-syukur kalo anda tau lokasi ini karena blog ini, saya kan dapet uang makelaran, setidaknya dapat undangan gratis sekampung hehehhehhe

Kolam Angsa

Banyak

Menuju Kaliandra

Dari Malang/Surabaya: naik bis reguler jurusan Surabaya-Malang atau sebaliknya, turun di Pasar Palang, kemudian perjalanan dilanjutkan dengan menyewa ojek yang tersedia di pinggir jalan, selama 15 menit

Dari Pasuruan: naik bis regular ke Malang, turun di Purwosari (sekitar 1 jam perjalanan), naik minibis jurusan Surabaya menuju Pasar Palang, Lanjutkan perjalanan dengan menggunakan ojek selama 15 menit

Alamat Kontak

Yayasan Kaliandra Sejati (BATAKO)
Dusun Gamoh Desa Dayurejo Kecamatan Prigen
Jawa Timur Indonesia
Phone. 62-343-417357
Fax. 62-343-417358
e-mail : sekretariat@kaliandra.or.id, kalian@indo.net.id
Website: www.kaliandra.or.id, www.kaliandrasejati.org

Bookmark and Share

8 Jabat Erat

  1. dudi May 9th, 2008 10:29 pm

    ngerti jeneng’e kaliandra wes suwi sejak hosting kae, tapi bener-bener liat wajahnya ya baru kali. lewat blog ini. sepertinya kok menarik ya kalo kesana. hmmm….

  2. edi siswanto May 15th, 2008 8:41 pm

    it’s good, how to apply?

  3. Ken Wishnu October 14th, 2008 2:28 am

    Wooow kereeeen abiiiiis!! Hee3x kalo ditempatku.. Senduro Lumajang, nama kaliandra itu mrpkn nama tanaman sejenis petai cina, nmn warna batang dan daun sedikit gelap. Masyarakat didaerah Senduro di kaki gunung semeru suka memberi makan ternak sapi perah dan kambing etawa dg tanaman ini… kaliandra! Bahkan istilah ‘merumput’ (mencari rumput)yaaa mencari tanaman kaliandra utk makan ternaknya.

  4. ViTa 14th,2008 5:38 pm November 24th, 2008 5:40 pm

    KALIANDRA is The BEST lho……

  5. ViTa St.Clara November 24th, 2008 5:58 pm

    Wow… wkt dtg ke sana aku sdh seneng lho soalnya tmptnya indah&enak utk ditempati,sayangnya anak2 St.Clara cuma nginep 2hari 1 malam.Aku jd pengen ke sana lagi deh…

  6. hermin Dwi s. January 1st, 2009 3:00 pm

    terima kasih masih ingat Kaliandra, ternyata lama tidak dengar kabarnya mas uconk sudah punya anissa dan Zaqi, kapan keluarga kecil diajak berlibur keKaliandra?????????? teman-teman disini rindu dengan bang uconk

    Hermin Kaliandra

  7. chaacha March 2nd, 2009 1:49 pm

    kali andra emank asik bwaanget……….

    pengen ikt outboun aaGy……………
    klo politeknik indonesia outbound aGy,q pngen ikt agy.meskipun ak udah lu2s,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

  8. fendi May 6th, 2009 10:47 am

    kepengen lebih dekat dengan kaliandra terutama tentang budaya-budaya jawa tempoedoeloe

Tinggalkan Jejak Disini!

XHTML:Jangan bunuh apapun kecuali waktu, Jangan ambil apapun kecuali gambar dan kesan, Jangan tinggalkan sesuatu kecuali kata-kata manis, baik hati dan tidak Sombong. Untuk itu silahkan menyisipkan ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Google
 

Jusron Faizal Banner uconk