<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Perjalanan Laksamana Cheng Ho</title>
	<atom:link href="http://faizal.web.id/cakrawala/perjalanan-laksamana-cheng-ho.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://faizal.web.id/cakrawala/perjalanan-laksamana-cheng-ho.html</link>
	<description>Learning is Journey for Freedom of Life</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Jun 2010 12:38:46 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Lokoi</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/perjalanan-laksamana-cheng-ho.html/comment-page-1#comment-515</link>
		<dc:creator>Lokoi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 May 2010 13:04:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/?p=36#comment-515</guid>
		<description>Pejabat kita mestinya belajar dr ceng ho, yg setiap kwn, setia damai,setia pd negara,setia pd peraturan hkm,setia memharumkan negara,setia agama,setia tanggungjawab,setia pd kaisar, hebat kan,,kl ad pejabat skr bs spt org zaman dl,pasti dunia akn damai,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pejabat kita mestinya belajar dr ceng ho, yg setiap kwn, setia damai,setia pd negara,setia pd peraturan hkm,setia memharumkan negara,setia agama,setia tanggungjawab,setia pd kaisar, hebat kan,,kl ad pejabat skr bs spt org zaman dl,pasti dunia akn damai,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Irawan</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/perjalanan-laksamana-cheng-ho.html/comment-page-1#comment-439</link>
		<dc:creator>Irawan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 06:20:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/?p=36#comment-439</guid>
		<description>Cheng Ho di Nagarakrtagama 

Dalam buku Meluruskan Penyimpangan Sistematis Sejarah Majapahit, kedatangan Cheng Ho ke Jawa Majapahit merupakan bukti pembenaran data Nagarakrtagama karya Prapanca. Nagarakrtagama pupuh 83.4 mencatat utusan dari Cina, India, Karnataka (India Selatan), Goda (India Timur) dan Syangka (Siam) dikirim ke Majapahit. Utusan tersebut dipimpin oleh para pendetanya. Mereka datang untuk mengagungkan Raja Rajasanagara. Prapanca mencatat beberapa pemimpin utusan tersebut yang diantaranya adalah Bhiksu Buddhaditya dari Kancipuri Sadwihara India, dan Brahmana Mutali Sahrdayawat. 

Pada tahun 1365 pada tahun Nagarakrtagama dibuat, wilayah Cina masih diduduki oleh bangsa Mongolia. Penyebutan utusan Cina yang datang ke Majapahit dan bukan utusan Tatar (pada masa Jawa Kuna bangsa Mongolia disebut sebagai bangsa Tatar) menunjukkan Majapahit menerapkan politik satu Cina dan bukan politik bebas aktif. Keberanian penerapan politik luar negeri Majapahit dipengaruhi oleh kemenangannya atas Dinasti Yuan (bangsa Mongolia) sebagaimana yang dicatat oleh Odorico di Pardenone tahun 1321.

Pada tahun 1368 selisih 3 tahun setelah pemberitaan Prapanca, Dinasti Ming yang berasal dari bangsa Han terbukti mampu mengusir bangsa Mongolia. Ini membuktikan pemihakan Majapahit atas merdekanya Cina berhasil. 

Kedatangan Cheng Ho dan Ma Huan selanjutnya merupakan pembenar informasi Prapanca dan merupakan kelanjutan utusan sebelumnya. Menurut informasi Ma Huan rombongan utusan Cina ditempatkan di ’daerah’ 1,5 hari perjalanan darat dari Canggu. Daerah tersebut bukan merupakan Majapahit. Karena jarak Majapahit-Canggu ditempuh perjalanan darat selama 3 hari. Penempatan ini menempatkan utusan Cina sebagaimana utusan dari Sunda yang ditempatkan di Bubat. Bila Raja Sunda tidak berkenan datang tanpa pengawalan ke Majapahit karena menganggap kedatangan seperti itu sebagai tanda takluk, sehingga terjadi peristiwa Pasundan Bubat. Utusan Cina bersedia. Karena itu utusan para pendeta Cina yang datang tanpa pengawalan Cheng Ho dengan mudah kemudian terbunuh dalam peristiwa huru-hara di Majapahit. 

Informasi Ma Huan tentang para pendeta yang datang ke Majapahit merupakan bukti kebenaran Informasi Prapanca dalam Nagarakrtagama. Bukan Cheng Ho yang diterima di Majapahit tapi pemimpinnya yaitu para pendeta.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Cheng Ho di Nagarakrtagama </p>
<p>Dalam buku Meluruskan Penyimpangan Sistematis Sejarah Majapahit, kedatangan Cheng Ho ke Jawa Majapahit merupakan bukti pembenaran data Nagarakrtagama karya Prapanca. Nagarakrtagama pupuh 83.4 mencatat utusan dari Cina, India, Karnataka (India Selatan), Goda (India Timur) dan Syangka (Siam) dikirim ke Majapahit. Utusan tersebut dipimpin oleh para pendetanya. Mereka datang untuk mengagungkan Raja Rajasanagara. Prapanca mencatat beberapa pemimpin utusan tersebut yang diantaranya adalah Bhiksu Buddhaditya dari Kancipuri Sadwihara India, dan Brahmana Mutali Sahrdayawat. </p>
<p>Pada tahun 1365 pada tahun Nagarakrtagama dibuat, wilayah Cina masih diduduki oleh bangsa Mongolia. Penyebutan utusan Cina yang datang ke Majapahit dan bukan utusan Tatar (pada masa Jawa Kuna bangsa Mongolia disebut sebagai bangsa Tatar) menunjukkan Majapahit menerapkan politik satu Cina dan bukan politik bebas aktif. Keberanian penerapan politik luar negeri Majapahit dipengaruhi oleh kemenangannya atas Dinasti Yuan (bangsa Mongolia) sebagaimana yang dicatat oleh Odorico di Pardenone tahun 1321.</p>
<p>Pada tahun 1368 selisih 3 tahun setelah pemberitaan Prapanca, Dinasti Ming yang berasal dari bangsa Han terbukti mampu mengusir bangsa Mongolia. Ini membuktikan pemihakan Majapahit atas merdekanya Cina berhasil. </p>
<p>Kedatangan Cheng Ho dan Ma Huan selanjutnya merupakan pembenar informasi Prapanca dan merupakan kelanjutan utusan sebelumnya. Menurut informasi Ma Huan rombongan utusan Cina ditempatkan di ’daerah’ 1,5 hari perjalanan darat dari Canggu. Daerah tersebut bukan merupakan Majapahit. Karena jarak Majapahit-Canggu ditempuh perjalanan darat selama 3 hari. Penempatan ini menempatkan utusan Cina sebagaimana utusan dari Sunda yang ditempatkan di Bubat. Bila Raja Sunda tidak berkenan datang tanpa pengawalan ke Majapahit karena menganggap kedatangan seperti itu sebagai tanda takluk, sehingga terjadi peristiwa Pasundan Bubat. Utusan Cina bersedia. Karena itu utusan para pendeta Cina yang datang tanpa pengawalan Cheng Ho dengan mudah kemudian terbunuh dalam peristiwa huru-hara di Majapahit. </p>
<p>Informasi Ma Huan tentang para pendeta yang datang ke Majapahit merupakan bukti kebenaran Informasi Prapanca dalam Nagarakrtagama. Bukan Cheng Ho yang diterima di Majapahit tapi pemimpinnya yaitu para pendeta.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: edo</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/perjalanan-laksamana-cheng-ho.html/comment-page-1#comment-309</link>
		<dc:creator>edo</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 18:21:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/?p=36#comment-309</guid>
		<description>Ceng ho....,kasihan banget yah...,ganteng2 kok d kebiri......,hmm..nama aslinya zheng he yah..?apa masih Punya Hubungan saudara sama zhang he d zaman 3 raja...?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ceng ho&#8230;.,kasihan banget yah&#8230;,ganteng2 kok d kebiri&#8230;&#8230;,hmm..nama aslinya zheng he yah..?apa masih Punya Hubungan saudara sama zhang he d zaman 3 raja&#8230;?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: radenmasadhie</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/perjalanan-laksamana-cheng-ho.html/comment-page-1#comment-126</link>
		<dc:creator>radenmasadhie</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 12:39:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/?p=36#comment-126</guid>
		<description>ijin copy paste bang...tertarik mo pelajari cheng ho nih...
trims, sebelum dan sesudahnya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ijin copy paste bang&#8230;tertarik mo pelajari cheng ho nih&#8230;<br />
trims, sebelum dan sesudahnya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: iwansetya</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/perjalanan-laksamana-cheng-ho.html/comment-page-1#comment-120</link>
		<dc:creator>iwansetya</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 07:43:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/?p=36#comment-120</guid>
		<description>Apa kesamaan antara Yusril dan cheng ho .. ??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apa kesamaan antara Yusril dan cheng ho .. ??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dhany</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/perjalanan-laksamana-cheng-ho.html/comment-page-1#comment-119</link>
		<dc:creator>dhany</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Aug 2008 16:58:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/?p=36#comment-119</guid>
		<description>patungnya kok bengis ya..?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>patungnya kok bengis ya..?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kotiman</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/perjalanan-laksamana-cheng-ho.html/comment-page-1#comment-111</link>
		<dc:creator>kotiman</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 14:08:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/?p=36#comment-111</guid>
		<description>putra dewata sama pulau dewata berhubungan tidak ya bos....??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>putra dewata sama pulau dewata berhubungan tidak ya bos&#8230;.??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: chenk ung</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/perjalanan-laksamana-cheng-ho.html/comment-page-1#comment-106</link>
		<dc:creator>chenk ung</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 07:15:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/?p=36#comment-106</guid>
		<description>jenengku chenk ung, sampeyan iki kan u chonk</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jenengku chenk ung, sampeyan iki kan u chonk</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
