<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jusron[at]Faizal.WEB/INDONESIA &#187; Cakrawala</title>
	<atom:link href="http://faizal.web.id/category/cakrawala/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://faizal.web.id</link>
	<description>Learning is Journey for Freedom of Life</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Apr 2010 20:22:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>kopipahit.com</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/kopipahitcom.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cakrawala/kopipahitcom.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2009 16:46:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Keanekaragaman]]></category>
		<category><![CDATA[Khatulistiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[fauna]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[
Pada suatu tengah malam sendirian, saya berpikir dalam hati *jangan-jangan di kepala gak ada otaknya????, kenapa ya Kopi selalu identik dengan begadang dan tidak tidur?,  tidak berselang lama ternyata saya temukan jawabannya disini [Minuman Lezat yang sempat Terlaran]. Tapi kenapa juga Luwak ; Musang, jawa: Garangan (Paradoxurus hermaphroditus) juga senang makan kopi? Apa juga dia suka ngelembur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="kopi pahit dot com" src="http://faizal.web.id/doc/kopipahit.jpg" alt="Kopi Pahit dot com" width="550" height="254" /></p>
<p>Pada suatu tengah malam sendirian, saya berpikir dalam hati *<em>jangan-jangan di kepala gak ada otaknya????, </em>kenapa ya Kopi selalu identik dengan <em>begadang dan tidak tidur?</em>,  tidak berselang lama ternyata saya temukan jawabannya disini [<a title="Kopi Minuman Lezat" href="http://netsains.com/2008/03/kopi-minuman-lezat-yang-sempat-terlarang/" target="_blank">Minuman Lezat yang sempat Terlaran</a>]. Tapi kenapa juga Luwak ; <em>Musang, </em>jawa<em>: Garangan (<span style="text-decoration: underline;">Paradoxurus</span> <span style="text-decoration: underline;">hermaphroditus</span>) </em>juga senang makan kopi? Apa juga dia suka <em>ngelembur</em> bikin <a title="Spider-Web" href="http://register.spider.web.id" target="_blank">website</a> dan coding PHP, atau lagi banyak proyek!. Jangan-jangan kita (Kopi, Luwak dan Manusia) memang tersusun dalam satu rantai &#8220;Jaring Makanan&#8221;<br />
<span id="more-96"></span></p>
<h2>Kopi Luwak</h2>
<p>Matahari &#8211;&gt; Tanaman Kopi &#8211;&gt; Luwak &#8211;&gt; Pengumpul Kotoran Luwak &#8211;&gt; Di Proses Tukang Kopi &#8211;&gt; Di Minum Tukang Ngopi</p>
<p><img title="Luwak" src="/doc/luwak.jpg" alt="Luwak - Musang - Garangan" width="550" height="310" /></p>
<p><strong>Kopi Luwak</strong> atau <strong>Kopi Musang, </strong>adalah kopi yang terbuat dari biji kopi yang telah dimakan dan telah lulus melalui sistem pencernaan Musang. Melalui kotorannya itulah akhirnya biji kopi berkualitas ini akan diproses hingga bisa tersedia untuk para penikmat Wedang Kopi.  Proses pembuatan biji kopi tersebut banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa dan Sulawesi Indonesia, beberapa dikenal juga di Filipina.</p>
<p>Dunia International mengenalnya juga sebagai <strong>Kopi Luwak</strong>, tidak ada padanan kata lainnya karena proses ini lebih banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia demi menghasilkan biji kopi yang aduhaiii&#8230; wekekekeke. Kopi apa yang paling mahal di dunia?.. Jika anda pernah tau tentang Jamaican Blue Mountain, Ethiopia Harrar, atau pun Kona Hawaii,  ketiga jenis tersebut  termasuk golongan biji Kopi berkualitas dan tentu saja mahal.  Tapi bukan itu yang termahal,  karena Kopi Luwak Asal Indonesia yang telah memiliki rekor harga tertinggi. Di Jepang dan Amerika, kopi ini terjual kepada para pengolah usaha Warung Kopi setiap Kilogramnya dibandrol $120 &#8211; $600.</p>
<p>Salah satu Kafe kecil di Australia, menjual secangkir  Kopi Luwak untuk pelanggannya dengan pasang harga $ 50, di London malah meningkat menjadi $ 99. Pemerintah Indonesia sudah seharusnya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kopi dan spesies yang satu ini, karenanya Dunia Internasional mengenal Indonesia melalui kolaborasi Flora dan Faunanya dalam wujud Kopi Luwak.</p>
<p><img class="alignnone" title="kopi luwak juga" src="http://fnctrl.com/img/faizal/kopi_luwak.jpg" alt="" width="208" height="173" /> <img class="alignnone" title="kopi luwak" src="http://fnctrl.com/img/faizal/kopi_luwak_logo.jpg" alt="" width="200" height="173" /></p>
<p>Anda mungkin benar-benar belum tahu kalo Kopi Luwak dikenal dunia International sebagai produk eksklusive, coba saja liat tayangan CNN tentang produk ini, meskipun judul tayangan ini menunjukkan <em>claim</em> yang tidak profesional. &#8220;Michigan Cat Poop Coffee&#8221; bener-bener judul yang tidak tepat karena kurang informasi&#8230;.gaul dong boss!! Luwak aja gaull kok..</p>
<p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=Gb13iFRYIvA"><img src="http://img.youtube.com/vi/Gb13iFRYIvA/default.jpg" width="130" height="97" border=0></a></p>
<p>Bagaimana si Luwak bisa merubah rasa pada tiap-tiap biji kopi sehingga bisa menghasilkan &#8220;Rasa Mahal&#8221;. Pada habitatnya Musang tidak saja makan biji kopi saja, melainkan juga buah-buahan lainnya. Yang dia makan dan pilih hanyalah biji kopi yang tua dan matang saja, tidak dikunyahnya langsung kecuali ditelannya bulat dengan hanya menguliti bagian luar buah Kopi.</p>
<p><img class="alignnone" title="kopi dan luwak" src="http://fnctrl.com/img/faizal/luwaknkopi.jpg" alt="" width="500" height="375" /></p>
<p>Didalam lambung musang, biji kopi tidak dapat terurai dan tetap utuh, tetapi pada proses di lambung tersebut biji kopi mengalami modifikasi, enzym lambung merubah rasa yang tajam dan pahit diduga telah terserap dan tergantikan dengan rasa unik dan meningkatkan rasa manis pada biji kopi tersebut. Prosentase kandungan kafein juga lebih menurun dari sebelumnya.</p>
<p><img title="kotoran luwak" src="http://fnctrl.com/img/faizal/kotoranluwak.jpg" alt="Kotoran dan Biji Luwak Basah, masih perlu proses menjadi biji kering" width="550" height="246" /></p>
<h2>Hitam itu tidak selalu manis</h2>
<p>Saya sendiri termasuk golongan luwak.. ups.. maksud saya penggemar berat Kopi Hitam, beda banyak sama Luwak, soale biji kopi gak langsung di <em>untal</em> (telen). Dulunya termasuk golongan Nasgitel &#8211; Panas Legi Kentel, campuran gula dan kopi hampir sebanding takarannya, bau gula pada kopi harus terasa bener. Tapi sekarang selera agak beda berputar 360 derajat  * <em>lak balik lagi mas&#8230;??. </em> Karena udah ngerasa Manis, campuran gula udah gak dibutuhkan lagi, Kopi Hitam gak usah pake gula, manisnya kopi ditengah-tengah pahitnya punya <em>taste</em> yang agak berbeda timbang gula, rasanya menyengat pada jari kelingking saya * <em>udah mulai gak fokus</em></p>
<h2>Resep Rahasia Kopi Pahit</h2>
<p>Gak lengkap rasanya kalo cuman baca blog tapi gak ada yang dibawa pulang sebagai hidangan pagi atau sebelum tidur malem. Ini juga karena dapat bocoran dari beberapa restoran terkemuka bagaimana menghidangkan Kopi enak dengan bahan murah. Kebanyakan pembuat Kopi jarang memperhatikan detail teknis sehingga seringkali merusak rasa yang seharusnya tidak terjadi, contohnya saja  menggunakan gelas plastik untuk minum kopi, jelas-jelas sangat tidak disarankan.</p>
<h3>Alat dan Bahan</h3>
<ul>
<li>Gelas dan Sendok dari bahan beling</li>
<li>Kopi Kapal Api</li>
<li>Gula</li>
<li>Air Putih</li>
<li>Kompor, bahan bakar dan panci</li>
</ul>
<h3>Proses dan Resep Pertama</h3>
<ol>
<li>Masak Air hingga mendidih dalam panci di atas kompor, pastikan mendidih jangan anget atau suam-suam kuku. Tidak diperkenankan pake air panas dari water heater dan turunannya, panasnya kurang mantep.</li>
<li>Masukkan takaran kopi secukupnya, kali ini jangan langsung di campur dengan gula. Resikonya memang gelas bisa pecah/retak jika dituang air mendidih. Apalagi jika gelas biasanya dipake minum air dingin.</li>
<li>Tuang air panas ke gelas dan aduk secara merata, umumnya akan terlihat buih kopi dan tercium aroma wangi kopi</li>
<li>Campurkan gula secukupnya dan aduk lagi hingga merata.</li>
<li>Gelas di tutup dan siap di sruput jika sudah tidak terlalu panas.</li>
</ol>
<h3>Proses dan Resep Kedua</h3>
<ol>
<li>Campurkan takaran umumnya anda membuat kopi pada gelas, Kopi, Gula dan Air dingin</li>
<li>Campuran tersebut tuang di panci dan masaklah sampai benar-benar mendidih</li>
<li>Siap di sajikan dalam gelas beling dengan tutup gelasnya</li>
<li>Selamat mencoba</li>
</ol>
<h2>Warung Kopi</h2>
<p>Kalo ada yang mau buka Warung Kopi, ajak-ajak saya yah&#8230; setidaknya jadi tester sebelum dibuka untuk umum.</p>
<h2>Pranala Rujukan</h2>
<ol>
<li>This Coffee Kids -<a title="starbucks" href=" http://thiscoffeekids.com" target="_blank"> http://thiscoffeekids.com</a></li>
<li>Coffee Online Magazine - <a title="Coffee Online" href="http://coffeeonlinemagazine.com" target="_blank">http://coffeeonlinemagazine.com</a></li>
<li>Merdeka Coffee - <a title="Merdeka Coffe" href="http://www.merdekacoffee.com" target="_blank">http://www.merdekacoffee.com</a></li>
<li>Anomali Coffee - <a title="Anomali Coffee" href="http://www.anomalicoffee.com" target="_blank">http://www.anomalicoffee.com</a></li>
<li>Kopi Luwak Wikipedia &#8211;  <a title="Kopi Luwak" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kopi_Luwak">http://en.wikipedia.org/wiki/Kopi_Luwak</a></li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cakrawala/kopipahitcom.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Partisipasi dan Teknologinya</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/teknologi-partisipas.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cakrawala/teknologi-partisipas.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 10:11:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Mozaik]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[ornop]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari di sebuah undangan pelatihan dengan bau-bauan partisipasi, saya mendapat sebuah pertanyaan yang cukup unik dan tidak biasa, &#8220;Bagaimana cara menghabiskan gajah?&#8220;, waduh pak saya tidak pernah makan gajah, dengan sendok dan garpu, pake kecap dan kerupuk lebih enak, dimakan pelan-pelan sampe habis, dikunyah pake mulut, disembelih lalu dibuat dendeng dan dimakan sampe [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><img title="aku dan gajah" src="http://farm4.static.flickr.com/3240/3050802382_5dc0cce5b4_o.jpg" alt="diantara selangkangan kartijah (kartini gajah) dari lampung" width="550" height="268" /><p class="wp-caption-text">diantara selangkangan kartijah (kartini gajah) di Taman Nasional Way Kambas Lampung</p></div>
<p>Pada suatu hari di sebuah undangan pelatihan dengan bau-bauan <em>partisipasi</em>, saya mendapat sebuah pertanyaan yang cukup unik dan tidak biasa, &#8220;<strong>Bagaimana cara menghabiskan gajah?</strong>&#8220;, waduh pak saya tidak pernah makan gajah, dengan sendok dan garpu, pake kecap dan kerupuk lebih enak, dimakan pelan-pelan sampe habis, dikunyah pake mulut, disembelih lalu dibuat dendeng dan dimakan sampe habis dan berbagai jawaban aneh dan lucu lainnya. Diantara sekian banyak jawaban yang ada, hampir dari kita semua tertuju untuk bersepakat pada sebuah jawaban &#8220;<em>Kita makan bareng-bareng, lama-lama akan habis juga</em>&#8220;. Betul tidak??<span id="more-43"></span></p>
<p>Jika Gajah adalah sebagai simbol tentang cita-cita, visi, atau mimpi kita bersama, tentunya cara untuk mencapainya seharusnya juga kudu bareng-bareng, tidak sendiri-sendiri tetapi melibatkan berbagai komponen, berbagai pihak (<em>stakeholder</em>)<em> </em> dan banyak orang. Melibatkan lebih dari satu orang ini umumnya dikenal sebagai <strong>Partisipasi</strong>.</p>
<p>Bahasa dasar untuk Partisipasi adalah <em>keikutsertaan</em> atau <em>andil</em> dari sebuah status terhadap peran dan tanggungjawab masyarakat pada sebuah &#8220;gagasan&#8221;. Pada  teori tentang <a title="Tipologi Partisipasi" href="http://doc.faizal.web.id/tipologi_partisipasi.pdf" target="_blank">Tipologi Partisipasi [<em>pdf</em>]</a>, partisipasi yang telah terjadi di masyarakat dibaginya menjadi tujuh tingkat.  Dan yang menjadi <em>level </em>tertinggi adalah <em>Self Mobilisation</em> (Mandiri), dengan ciri utamanya adalah masyarakat dapat mengambil inisiatif secara bebas tanpa tekanan, dan memegang kendali atas pemanfaatan sumberdaya yang ada.</p>
<h1>Analisa ORID</h1>
<p>Dalam benak saya, pernah mempertanyakan tentang &#8220;Apakah tingkat partisipasi kita sudah mulai kurang yah?, sehingga perlu dikembangkan Teknologinya? Partisipasi mulai hilang atau permasalahan sudah beranjak pelik, sudah mulai bermunculan komponen baru yang sebelumnya tidak tersedia?, atau bisa juga ada pihak lain yang sengaja mencabut dan menghilangkannya?. Silahkan di Analisa sendiri yah tentang ini.</p>
<p>Dan jika saat ini anda sudah mulai memikirkannya, saya sarankan untuk tidak sendirian dan segeralah mengajak rekan anda lain untuk terlibat. Resiko paling jelek jika bisa gila karena memikirkan ini, anda sudah tidak sendirian lagi heheheehe. Dan saya sarankan lagi anda bisa menggunakan salah metode ORID, singkatan dari urutan langkah mulai dari <a title="ORID pada Teknologi Partisipasi" href="http://doc.faizal.web.id/teknologi_partisipasi.pdf" target="_blank">Objectif-Reflektif-Interpretatif dan Diskusi [<em>pdf</em>]</a>.</p>
<p><em> </em></p>
<blockquote><p><em>Ilustrasi:</em> Suatu pagi di kantor pemerintah, salah satu pegawai mulai bercerita &#8220;Abdul Rahman Wahid, sejak sore kemaren sudah bisa digendong untuk masuk kamarnya sendiri&#8221;. Spontan beberapa mulut mulai berkomentar, &#8220;kasian yah Gus Dur rupanya sakitnya mulai parah&#8221;, lainnya nyambung &#8220;lha usianya kan sudah mulai lanjut&#8221;, ditimpali satunya lagi &#8220;Kapan kita akan menjenguk untuk mendoakan biar segera sehat&#8221;.</p>
<p>Si ibu pemberi berita menutup perbincangan mereka, &#8220;Lho, Abdul Rahman Wahid ini nama bayi Ibu Nenci yang dua hari lalu lahir di R.S. Harapan Kita dan sore kemaren sudah boleh pulang kerumahnya sendiri.</p></blockquote>
<p>Nah, jika anda mulai biasa menggunakan model ORID untuk merespon setiap permasalahan, contoh tersebut diatas tidak akan pernah terjadi lagi. Energi yang terbuang &#8220;<em>percum tak bergun</em>&#8221; bisa diantisipasi dari awal proses merespon berita atau gagasan baru.</p>
<p>Bagi saya metode ini seperti mampu menyingkat dengan cara-cara yang cukup sederhana sebagai &#8220;Metode Penelitian&#8221;, secara berurutan diawali dari <em>Hipotesa</em> atau pendugaan masalah, menetapkan Analisa berikut membahasnya sebelum menyimpulkannya pada ujung akhirnya. Intinya adalah tanpa harus melalui jenjang pendidikan Strata Satu (S1), ORID sebagai alat analisa dapat membantu memecahkan permasalahan kehidupan sehari-hari, bahkan untuk anak-anak kita. Mottonya adalah &#8220;Mengambil yang baik dari yang sudah ada, membuang yang tidak penting dan memunculkan <em>inovasi</em> baru.</p>
<h1>Kekuatan Partisipasi berikut Teknologinya</h1>
<p>Inovasi dan gagasan baru pasti bisa dibangun bersama-sama secara Partisipatif, dan semoga beberapa Teknologi yang akan saya munculkan disini bisa membantu prosesnya. Yang penting dan perlu diingat adalah Teknologi hanyalah sebuah &#8220;alat&#8221; untuk membantu mewujudkan apa yang menjadi kehendak bersama, dan bukanlah tujuan akhirnya.</p>
<h2>ZOPP-Zielorientierte Projektplanung- GOPP Goal Oriented Project Planning</h2>
<p>Kenalan pertama saya dengan Teknologi Partisipasi ini adalah melalui merk yang terdaftar oleh GTZ, sebuah lembaga milik negara Jerman. Adalah ZOPP (Zielorientierte Projektplanung)- atau dikenal dengan bahasa inggris sebagai GOPP-Goal Oriented: Project Planning terjemahan bebasnya adalah &#8220;Perencanaan Kegiatan yang berbasis pada Tujuan&#8221;.  Kekuatan dari ZOPP adalah dapat menyampaikan banyak informasi melalui <strong>Matrik</strong>. Sehingga secara singkat kita dapat mengenali dan memahami berbagai permasalahan hingga pemecahannya hanya melalui beberapa lembar saja.</p>
<p>Upaya ZOPP untuk memetakan permasalahan cukup menarik, melalui metode <em>Meta Plan</em> yang disusun dan dirangkai untuk mengetahui <a title="Pemetaan Masalah dengan ZOPP" href="http://doc.faizal.web.id/zopp.pdf" target="_blank"><em>saling keterkaitan </em>masalah [<em>pdf</em>]</a> satu dengan masalah lainnya, Atau satu masalah akan bisa menyebabkan munculnya masalah baru lainnya. Bisa memunculkan peta masalah itu berarti sekaligus sanggup memunculkan peta harapan, dengan langkah yang cukup mudah, membalik kalimat negatif menjadi kalimat positif, berarti mengubah permasalahan menjadi masa depan lebih baik.</p>
<p>ZOPP juga berkemampuan menyampaikan kebutuhan dokumentasi program lebih ringkas dan sederhana dalam bentuk bagan-bagan Matrik. Pengajuan Usulan Kegiatan hanya dengan dua lembar halaman, dapat difasilitasi oleh metode ini, sehingga lebih padat mengurangi bahasan yang tidak perlu sekedar membuat tebal halaman. Pada kesempatan terpisah dapat dilihat contoh hasil simulasi untuk <a title="Ekowisata TNBTS" href="http://doc.faizal.web.id/ekowisataTNBTS.pdf" target="_blank">Program Pengembangan Ekowisata di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru [pdf]</a></p>
<h2>PRA &#8211; Participatory Rural Appraisal</h2>
<p>Gagasan dasar dari PRA banyak dilatarbelakangi dari bidang Pertanian dan Petani, yang mengemukakan bahwa Orang miskin itu Kreatif dan Mampu, serta dapat dan harus melakukan banyak penelitian atas diri mereka sendiri, menganalisisnya dan serta menyusun perencanaan dan program kerja. Bantuan dari orang luar adalah hanya sebagai Penyelenggara, Katalis dan Fasilitator, karena mereka memang harus diberdayakan.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><img title="Participatory Rural Appraisal" src="http://www.geocities.com/uconkie/pra.jpg" alt="Sejarah Perkembangan PRA" width="550" height="188" /><p class="wp-caption-text">Sejarah Perkembangan PRA</p></div>
<p>Pada tahap aplikasinya, PRA menggunakan teknik-teknik khusus dengan menggunakan bagan-bagan sederhana, grafik dan gambar-gambar yang mudah dimengerti dan dipahami oleh Masyarakat. Beberapa contoh diantaranya adalah menggunakan Peta Transek, Diagram Kelembagaan, Kalendar Musim, Perimbangan Tenaga  Kerja berdasar Gender dan lain sebagainya.</p>
<p>Masyarakat sendiri yang akan menuangkan data-data otentik yang ada di lingkungannya, sangat disadari bahwa penduduk asli punya ingatan yang cukup kuat dengan apa yang pernah terjadi di tempatnya tumbuh.  Ukuran-ukuran pasti seperti tanggal (waktu) berdasar kalender jika dibutuhkan sebagai data dapat digantikan dengan kejadian-kejadian besar lainnya yang pernah terjadi, seperti saat masyarakat aceh dan indonesia mengingat kejadian Tsunami.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><img title="Peta Desa" src="http://www.geocities.com/uconkie/img/petadesa.jpg" alt="Peta Desa - Memotret Potensi Desa berikut untuk peluang pengembangannya" width="550" height="397" /><p class="wp-caption-text">Peta Desa - Memotret Potensi Desa berikut untuk peluang pengembangannya</p></div>
<p>Masyarakat akan menyajikan data menurut mereka sendiri, berikutnya adalah menganalisa dan memproyeksikan langkah kedepan lebih baik bersama melalui proses diskusi. Memilih prioritas, dan menentukan langkah kunci. Pada tahapan proses diskusi, akan terdapat sanggahan-sanggahan antar mereka untuk memperkuat data lebih lengkap dan valid. Tanpa sadar melalui langkah-langkah sederhana, masyarakat dikembalikan pada fungsi yang seharusnya untuk menentukan nasib mereka sendiri di masa mendatang.</p>
<h2>TOP &#8211; Technology of Partisipation</h2>
<p>Secara umum, metode ini tidak jauh berbeda tujuannya dengan dua contoh diatas, dengan menggunakan ORID untuk Metode Diskusi, Metode Workshop (Lokakarya) sehingga sampai pada penetapan program-program realistis yang dapat dikerjakan untuk mencapai cita-cita. Dengan panduan bagan, matrik melalui Meta Plan, kertas-kertas kecil yang dituliskan satu ide dan ditempel di dinding sehingga bisa terlihat oleh semua peserta. Dan memberikan kesempatan untuk semua bisa membahas bersama-sama.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img title="Program Kerja" src="http://farm4.static.flickr.com/3051/3055820725_592354d0c3.jpg?v=0" alt="Hasil kerja keras menyusun program dua tahun dalam bentuk tabel dan matrik" width="500" height="333" /><p class="wp-caption-text">Hasil kerja keras menyusun program dua tahun dalam bentuk tabel dan matrik</p></div>
<p>Disini saya juga mendengar sesuatu yang baru tentang SOAR (Strengths, opportunities, aspirations, results) yang dapat digunakan sebagai alternatif dalam perencanaan strategis, lebih mementingkan unsur berpikir positif, sehinggu cukup mempertimbangkan hal-hal yang bermuara potensi dan peluang ketimbang masalah dan ancaman seperti pada SWOT (strengths, weaknesses,opportunities, threats). Mungkin juga karena Era SWOT di inspirasi oleh para Tentara yang sedang berperang sehingga harus mempertimbangkan unsur lawan dan ancaman.</p>
<h1>Partisipasi juga Budaya Indonesia</h1>
<p>Benarkah Teknologi Partisipasi memang hanya milik Barat, NGO dan Lembaga-lembaga donor? tidakkah partisipasi ini juga terdapat pada suku-suku dan anak desa yang tinggal di Indonesia?, berikut dengan teknologinya?. Dengan tidak bermaksud mementahkan metode yang ada diatas, tapi bukan berarti juga meninggalkan atau bahkan meniadakan mutiara kampung yang sudah berakar sejak dulu.</p>
<p>Desain rumah Jawa dengan <em>teras </em>dan <em>amben</em> di depan rumah, demikian juga rumah-rumah Betawi, berikut dengan Pendopo sebagai pusat Musyawarah Plenonya. Acara makan pinang Suku Dayak juga bagian dari proses Partipasi Masyarakat dengan model <em>Master Mind</em> nya. Yang perlu dikembangkan adalah proses dokumentasinya (pencatatan), sehingga terbentuk alur dan struktur yang lebih runut untuk mencapai kesimpulan dan rencana tindak lanjut. Saya menyadari bahwa masyarakat kita pada umumnya memang lemah pada proses ini.</p>
<h2>Referensi Link</h2>
<ul>
<li><a title="Goal Oriented PRoject Planning" href="http://web.mit.edu/urbanupgrading/upgrading/issues-tools/tools/ZOPP.html" target="_blank">ZOPP-GOOP: Goal Oriented Project Planning</a></li>
<li><a title="PRa" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Participatory_rural_appraisal" target="_blank">Participatory Rural Appraisal &#8211; Wikipedia</a></li>
<li><a title="swot vs soar" href="http://www.gsn-soeki.com/wouw/a000901.php" target="_blank">Dari SWOT menuju SOAR</a></li>
<li><a title="Forum Pengembangan Partisipasi Masyarakat" href="http://fppm.org" target="_blank">Forum Pengembangan Partisipasi Masyarakat</a></li>
</ul>
<h2>Dokumen <em>Participatory Training Approach</em></h2>
<ul>
<li><a title="Desain Kegiatan Interaktif" href="http://www.lgsp.or.id/publications/index.cfm?fuseaction=throwpub&amp;id=342" target="_blank">Mendesain Kegiatan Interaktif (pegangan Fasilitator) </a>- LGSP USAID</li>
<li><a title="Permainan Kreatif" href="http://www.lgsp.or.id/publications/index.cfm?fuseaction=throwpub&amp;id=271" target="_blank">Permainan Kreatif untuk Kegiatan Partisipatif</a> &#8211; LGSP-USAID</li>
<li><a title="Menyiapkan Kegiatan Partisipatif" href="http://www.lgsp.or.id/publications/index.cfm?fuseaction=throwpub&amp;id=272" target="_blank">Menyiapkan Kegiatan Partisipatif</a> &#8211; LGSP-USAID</li>
<li><a title="Metode Dasar Partisipasi" href="http://www.lgsp.or.id/publications/index.cfm?fuseaction=throwpub&amp;id=270" target="_blank">Metode-metode Dasar Partisipasi</a> &#8211; LGSP USAID</li>
<li><a title="Teknologi Partisipasi" href="http://doc.faizal.web.id/teknologi_partisipasi.pdf" target="_self">Pedoman Dasar Fasilitasi Kelompok</a> &#8211; Teknologi Partisipasi-USAID</li>
<li><a title="Participatory Impack Monitoring" href="http://doc.faizal.web.id/Participatory_Impact_Monitoring_Syst.pdf" target="_blank">Participatory Impack Monitoring</a> &#8211; GTZ</li>
<li><a title="ZOOP" href="http://doc.faizal.web.id/zopp.pdf" target="_blank">Contoh Proposal dengan Metode ZOOP</a> &#8211; Dokumen Pribadi</li>
<li><a title="Objective Oriented Project Planning" href="http://www.serd.ait.ac.th/ump/html/books%5Czopp_e.pdf" target="_blank">ZOPP-Objective Oriented Project Planning</a> &#8211; GTZ</li>
</ul>
<p><em>uconkie: mempelajari sekian banyak model dan teknologi partisipasi ini agar saya bisa lebih bertindak lebih partisipatif untuk diri saya sendiri, memunculkan spirit partisipasi pada keluarga saya (anak dan istri), dan di lingkungan sosial.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cakrawala/teknologi-partisipas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Laksamana Cheng Ho</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/perjalanan-laksamana-cheng-ho.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cakrawala/perjalanan-laksamana-cheng-ho.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 07:00:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Keanekaragaman]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[
Pada tanggal 30-31 Juli 2008 nanti adalah perayaan kedatangan Laksamana Cheng Ho yang ke 6003 dan akan digelar serangkaian acara di Klenteng Agung Sam Poo Kong, Gedung Batu, Kawasan Simongan, Semarang, Jawa Tengah. Detail Acaranya bisa dilihat di website Sam Poo Kong

Laksamana Cheng Ho (english: Zheng He) boleh disebut sebagai penjelajah laut yang tersohor dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- ckey="47B2761A" -->
<p style="text-align: left;"><em>Pada tanggal 30-31 Juli 2008 nanti adalah perayaan kedatangan Laksamana Cheng Ho yang ke 6003 dan akan digelar serangkaian acara di Klenteng Agung Sam Poo Kong, Gedung Batu, Kawasan Simongan, Semarang, Jawa Tengah. Detail Acaranya bisa dilihat di <a title="Laksamana Cheng Ho" href="http://sampookong.com" target="_blank">website Sam Poo Kong</a></em></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="border: 0pt none;" src="http://lh3.ggpht.com/jusronfaizal/SH7eDEGEtCI/AAAAAAAAAqE/lE32rKncNdo/sampookong38.jpg?imgmax=512" alt="Klenteng Agung Sam Poo Kong" width="560" height="340" /></p>
<p style="text-align: left;">Laksamana <a title="Laksamana Cheng Ho" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cheng_Ho" target="_blank">Cheng Ho</a> (english: <a title="Zheng He" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Zheng_He" target="_blank">Zheng He</a>) boleh disebut sebagai penjelajah laut yang tersohor dari Tiongkok, perjalananan dan namanya disejajarkan dengan nama besar penjelajah dunia lainnya seperti <a title="Marcopolo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Marco_Polo" target="_blank">Marcopolo</a>, <a title="Christoper Columbus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Christopher_Columbus" target="_blank">Columbus</a> dan <a title="Vasco Da Gama Bartolemeus Dias" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vasco_da_Gama" target="_blank">Vasco de Gama.</a> Armada kapal besarnya, meliputi  dari kurun waktu 1405 hingga 1433 paling sedikit telah melakukan ekspedis sebanyak <a title="tujuh kali ekspedisi" href="http://admiralchenghovoyages.wordpress.com/" target="_blank">7 (tujuh) kali</a> dengan mengemban misi perdamaian mengunjungi 37 negara di belahan benua Asia dan Afrika.</p>
<p style="text-align: left;">Dalam menjalankan misi &#8220;Diplomasi Laut&#8221; ini Kaisar Yung Lo memberikan perbekalan dalam bentuk armada sejumlah 62 kapal besar dan 225 junk (kapal berukuran lebih kecil) dan ditopang 27.550 orang perwira dan prajurit termasuk didalamnya ahli astronomi, politisi, pembuat peta, ahli bahasa, ahli geografi, para tabib, juru tulis dan intelektual agama.</p>
<p style="text-align: left;"><span id="more-36"></span></p>
<h2>Nenek Moyang Kita adalah Pelaut</h2>
<p>Kisah pelayaran Laksamana Cheng Ho memang sangat melegenda, tidak hanya menorehkan jejak sejarah yang mengagumkan di setiap negara yang dilaluinya (lebih lengkap bisa dilihat laporan Time dengan Tajuk <a title="he Asian Voyage: In teh Wake of the Admiral" href="http://www.time.com/time/asia/features/journey2001/" target="_blank">The Asian Voyage: In teh Wake of the Admiral</a>) tetapi juga telah memberikan ilham ratusan karya ilmiah baik fiksi maupun non-fiksi serta penemuan berbagai teknologi kelautan-perkapalan di Eropa khususnya pasca penjelajahan sang maestro. Legenda Sinbad Sang Pelaut yang begitu populer di Timur Tengah juga diinspirasi oleh kisah legendaris Cheng Ho ini.</p>
<p style="text-align: center;"><img style="border: 0pt none;" src="http://lh3.ggpht.com/jusronfaizal/SH7dCAIQpJI/AAAAAAAAAmk/CA5sklCbqc8/sampookong06.jpg?imgmax=512" alt="sugeng rawuh" width="560" height="340" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>Anda bisa berpose dengan pakaian china dan di photo oleh tukang propesional</em></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="border: 0pt none;" src="http://lh4.ggpht.com/jusronfaizal/SH7c_nVzUrI/AAAAAAAAAmc/1oNuqk54VoM/sampookong04.jpg?imgmax=512" alt="Pendopo desain Jawa" width="560" height="340" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>Satu-satunya bangunan yang berbentuk joglo (jawa) yang berpadu dengan china</em></p>
<p><strong>Christopher Columbus</strong>, salah satu dari navigator dunia mungkin juga terinspirasi oleh Cheng Ho, dengan memberangkatkan kapal Santa Maria dan dua kapal besar lainnya pada awal perjalanannya dari Palos de la Frontera pada 3 Agustus 1492, itu artinya selisih 87 tahun lebih awal dengan perjalanan pertamanya armada Cheng Ho.  Sangat dimungkinkan juga jika Cheng Ho juga dikenal baik dan akrab sama para Nenek Moyang kita yang juga dikenal sebagai Pelaut.  Pasti mereka sempat kenalan, karena Cheng Ho pada 7 perjalanannya selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi beberapa tempat di Nusantara, beberapa tempat diantaranya adalah di Jawa, Malaka, Palembang, Pahang, dan Sumatra.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="border: 0pt none;" src="http://geocities.com/uconkie/img/zheng_he.jpg" alt="Kapal Laksamana Cheng Ho" width="560" height="420" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>perbandingan antara perahu Cheng Ho dengan kapal Sancta Maria</em></p>
<p>Meskipun berangkat dengan perangkat armada yang sangat besar, seperti layaknya siap untuk menaklukan dan berperang, tapi rupanya tidak terjadi &#8220;penaklukan&#8221; dalam ekspedisi ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengangkat nama besar Dinasti Ming ke seluruh dunia. Sang Kaisar berharap dengan adanya ekspedisi ini negara-negara lain mengakui keberadaan Kaisar Cina sebagai &#8220;The Son of Heaven&#8221; (Putra Dewata)</p>
<p style="text-align: center;"><img style="border: 0pt none;" src="http://lh6.ggpht.com/jusronfaizal/SH7dZY5W-4I/AAAAAAAAAns/hkn6ZVyNE2M/sampookong20.jpg?imgmax=512" alt="Tiga Bangunan Utama" width="560" height="350" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>Tiga Bangunan utama di Klenteng Agung Sam Poo Kong, lainnya masih dalam pengembangan<br />
</em></p>
<h2>Orang Kasim yang Muslim</h2>
<p>Terlahir dengan nama Ma He pada sekitar tahun 1371 M di Propinsi Yunan sebelah barat daya China, dia tumbuh dan dibesarkan sebagai masyarakat biasa di keluarga Muslim dengan marga Ma, nama marga yang merujuk dari Muhammad. Dan pada usia 10 tahun (1381 M), Ma He kecil beserta anak-anak lainnya ditangkap oleh tentara Cina yang menginvasi wilayah Yunan, yang berakhir sebagai tawanan untuk waktu berikutnya. <a title="Cheng Ho Muslim" href="http://augustaracing.wordpress.com/2008/05/03/cheng-ho-laksamana-muslim-yang-taat/" target="_blank"><em>kisah lengkap tentang kemusliman cheng ho</em></a></p>
<p><img style="border: 0pt none;" src="http://lh6.ggpht.com/jusronfaizal/SH7dqfJiE_I/AAAAAAAAAok/x_Gn6VzgC0I/s288/sampookong28.jpg" alt="Tempat Sembahyang" width="275" height="182" /> <img style="border: 0pt none;" src="http://lh6.ggpht.com/jusronfaizal/SH7dqfJiE_I/AAAAAAAAAok/x_Gn6VzgC0I/s288/sampookong25.jpg" alt="prajurit" width="275" height="182" /></p>
<pre>Monumen Sam Poo Kong yang dikelilingi oleh Prajurit setianya</pre>
<p>Perjalanan sebagai tawanan akhirnya berakhir sebagai pelayan rumah tangga pangeran Zhu Di &#8211; anak keempat kaisar Cina, dan Cheng Ho dapat menempatkan posisinya sebagai pelayan khusus karena kecakapannya dalam bekerja. Pada zaman tersebut, konsekuensi sebagai tawanan, pelayan atau orang kepercayaan harus ditempuh sebagai <a title="orang kasim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Orang_kasim" target="_blank">orang kasim</a>, laki-laki yang dengan terpaksa harus dikebiri (<em>dibuang buah pelirnya)</em> untuk alasan tertentu, yang awalnya adalah sebagai hukuman tradisional bagi para tawanan dan bahkan sebagai prasyarat untuk bisa bekerja di kalangan Kaisar Istana. Orang-orang kasim akan bisa diberi jabatan-jabatan tinggi dengan alasan mereka tidak akan bisa mempunyai anak, sehingga mereka tidak akan tergoda untuk merebut kekuasaan dan memulai dinasti baru. Sebuah angka yang cukup fantastik pada akhir Dinasti Ming, jumlah orang kasim saat itu pernah mencapai hingga 70.000 orang.</p>
<p><img style="border: 0pt none;" src="http://lh6.ggpht.com/jusronfaizal/SH7dWwe4S8I/AAAAAAAAAnk/hQWHRI4F0Mw/s288/sampookong13.jpg" alt="prajurit" width="132" height="208" /> <img style="border: 0pt none;" src="http://lh3.ggpht.com/jusronfaizal/SH7dfmcmY0I/AAAAAAAAAoE/3E-mBdgqiUE/s288/sampookong15.jpg" alt="prajurit laksamana" width="132" height="208" /> <img style="border: 0pt none;" src="http://lh5.ggpht.com/jusronfaizal/SH7dkvW4VMI/AAAAAAAAAoU/X9cU4haV4LU/s288/sampookong22.jpg" alt="prajurit cheng ho" width="132" height="208" /> <img style="border: 0pt none;" src="http://lh3.ggpht.com/jusronfaizal/SH7dy7wVuGI/AAAAAAAAApE/a97-L1Eum-w/s288/sampookong23.jpg" alt="prajurit cheng ho" width="132" height="208" /></p>
<pre>Empat Prajurit Cheng Ho, Salaman, kenalan om...!!</pre>
<p>Kedekatannya dengan Zhu Di membuat Ma Ho tumbuh sebagai pemuda yang cakap dan tangkas, kemampuannya terus meningkat dari kemampuan melakukan diplomasi hingga penguasaan seni berperang, nama kecilnyapun akhirnya diubah menjadi Cheng Ho juga  dilakukan oleh Pangeran Zhu Di.  Posisi karirnya juga semakin menguat ketika pada 1402 Pangeran diangkat menjadi Kaisar China, sehingga menempatkan Ceng Ho sebagai Laksamana untuk melakukan ekspedisi pelayarannya yang pertama.</p>
<p style="text-align: center;"><img style="border: 0pt none;" src="http://lh3.ggpht.com/jusronfaizal/SH7eJITE9xI/AAAAAAAAAqU/q0eiFXWNzyU/sampookong34.jpg?imgmax=512" alt="bedug" width="560" height="350" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>Bangunan utama tempat beribadah</em></p>
<h2>Yusril dan Laksamana Cheng Ho</h2>
<p>Agustus 2008 mendatang, Film yang mengisahkan tentang Laksamana Cheng Ho akan ditayangkan, dalam film tersebut mantan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra berperan sebagai Cheng Ho, didukung juga oleh mantan Menteri PDT Syaifullah Yusuf.</p>
<p>Apakah ini juga sekalian dipakai oleh Kang Yus sebagai alat kampanye politik menjelang menjelang pemilu 2009 nanti? Kalo ada yang berpikir seperti itu yah silahkan saja, begitu jawab Akang di <a title="Kampanye Yusril" href="http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/05/08/14305453/film.laksamana.cheng.ho.alat.kampanye.yusril." target="_blank">Kompas</a>.  Tapi dapat dipastikan kalo Akang <em>akan maju terus pantat mundur </em>pada pemilihan calon Presiden Indonesia 2009 nanti, kalo Cawapres Kang? enggak ach kalo Cawapres. Wahh kalo gitu Cawapres biar saya isi yah Kang&#8230;.sambut uconk dengan penuh harapan dan semangat dalam blognya sendiri hehehheehhe, daftarnya kemana yah Kang untuk pencalonan Cawapres?&#8230; disebelah loket gedung bioskop yang memutar film Laksamana Cheng Ho!! dan jangan lupa beli 2 tiket, tiket untuk nonton dan tiket jadi Cawapres!.  Kumpul-kumpul duit dulu ach..</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.youtube.com/watch?v=k6Ftajuaneo"><img src="http://img.youtube.com/vi/k6Ftajuaneo/default.jpg" width="130" height="97" border=0></a></p>
<p>Tapi Film Drama Kolosal ini dikemas dalam 32 episode dengan masing-masing episodenya mempunyai durasi selama 50 menit. Film yang digarap bareng-bareng oleh perusahaan Thailand, China dan Indonesia, lokasi pengambilan gambar banyak dilakukan di China dan Thailand, 20% sisanya di Jakarta dan Jawa Barat.  Dan klarifikasi dari <a title="Preview Filem Laksamana Cheng Ho" href="http://yusril.ihzamahendra.com/2008/02/06/preview-episode-i-film-laksamana-cheng-ho/" target="_blank">preview episode Film Laksamana Cheng Ho</a>, bahwa film ini akan diputar di salah satu Telivisi Nasional kita dan bukan di Gedung Bioskop seperti kata saya tadi diatas.</p>
<h2>Pranala Terkait</h2>
<ul>
<li><a title="Sam poo Kong" href="http://sampookong.com" target="_blank">Klenteng Agung Sam Poo Kong</a> (www.sampookong.com)</li>
<li><a title="Cheng Ho Society" href="http://www.chengho.org/" target="_blank">International Zheng He Society</a> (www.chengho.com)</li>
<li><a title="In The Wake of The Admiral" href="http://www.time.com/time/asia/features/journey2001/intro.html" target="_blank">The Asian Voyage: In the Wake of the Admiral</a></li>
</ul>
<p><em>conkie: perkenalkan sederek, nama china saya <strong>Chonk Lee</strong>,  lha nama china sampean sopo pak? </em></p>
<table style="width: 194px;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="background: transparent url(http://picasaweb.google.com/f/img/transparent_album_background.gif) no-repeat scroll left center; height: 194px; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" align="center"><a href="http://picasaweb.google.com/jusronfaizal/Sampookong"><img style="margin:1px 0 0 4px;" src="http://lh3.ggpht.com/jusronfaizal/SH7cyAVJWVE/AAAAAAAAAtM/j8nIlP4g2Js/s160-c/Sampookong.jpg" alt="" width="160" height="160" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align:center;font-family:arial,sans-serif;font-size:11px"><a style="color:#4D4D4D;font-weight:bold;text-decoration:none;" href="http://picasaweb.google.com/jusronfaizal/Sampookong">sampookong</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cakrawala/perjalanan-laksamana-cheng-ho.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Outbound Ciseeng</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/outbound-ciseeng.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cakrawala/outbound-ciseeng.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 06:02:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[ornop]]></category>
		<category><![CDATA[outbond]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[
Kalo anda ketikkan kata kunci Outbound Ciseeng di Google dengan maksud mencari lokasi kegiatan outdoor untuk aktifitas anak-anak, maka yang anda temukan adalah sekian sederet catatan dari blog personal yang mengisahkan pengalaman atas kunjungannya ke tempat ini, komentar yang hampir seragam adalah &#8220;murah&#8221;. Pelanggannya kebanyakan dari kalangan anak sekolah, dari PAUD, TK hingga Sekolah Menengah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="border: 0pt none; margin-left: 10px; margin-right: 10px; float: left;" src="http://lh6.ggpht.com/jusronfaizal/SGSM8yzSsfI/AAAAAAAAAes/lHXODpJ6-O8/s288/pkbm01.jpg" alt="PKM" width="288" height="216" /></p>
<p>Kalo anda ketikkan kata kunci Outbound Ciseeng di Google dengan maksud mencari lokasi kegiatan outdoor untuk aktifitas anak-anak, maka yang anda temukan adalah sekian sederet catatan dari blog personal yang mengisahkan pengalaman atas kunjungannya ke tempat ini, komentar yang hampir seragam adalah &#8220;murah&#8221;. Pelanggannya kebanyakan dari kalangan anak sekolah, dari PAUD, TK hingga Sekolah Menengah, disamping harga terjangkau juga lokasinya tidak jauh dari Jakarta, tepatnya di Jalan H. Miing Rawa Bangsa, Kelurahan Putat Nutug, Kecamatan Ciseeng, Bogor, Jawa Barat, persis di seberang sungai Cisadane.<span id="more-35"></span></p>
<p><a title="PKBM Pelita Desa Ciseeng" href="http://pkbmpelitadesaciseeng.blogspot.com/" target="_blank"><strong>PKBM Pelita Desa</strong></a>, (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Pelita Desa adalah nama lembaga pengelola lokasi pendidikan ini dan kegiatan Outbound bukanlah satu-satunya aktifitas yang dilakukan oleh pengelola, karena ada 15 jenis unit usaha lainnya yang dikelola oleh warga belajar PKBM. Outbound adalah salah satu diantara usaha salon dan kosmetik, sembako, souvenir dan voucher, jus buah, ikan hias, shooting film dan lainnya.  Kegiatan di unit usaha ini nantinya akan dipergunakan untuk membiayai aktifitas belajar mengajar di PKBM Pelita Desa.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="border: 0pt none;" src="http://lh4.ggpht.com/jusronfaizal/SGSNH7isCpI/AAAAAAAAAfM/hNDf9dC4_1Q/elviswalk.jpg?imgmax=512" alt="Lintasan balance beam" width="512" height="384" /></p>
<p>PKMB Pelita Desa adalah sebuah lembaga resmi penyelenggara pendidikan di bawah naungan Direktorat Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Depdiknas.  Mulai dirintis dari tahun 1998 oleh staff <a title="Yayasan Pelita Ilmu" href="http://ypi.or.id" target="_blank">Yayasan Pelita Ilmu</a> dengan luasan lokasi sekitar 2,5 hektar, yang akhirnya dikelola sebagai wahana pendidikan di alam dengan mengkombinasikan rekreasi dan belajar.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="border: 0pt none;" src="http://lh6.ggpht.com/jusronfaizal/SGSN3R0ovMI/AAAAAAAAAhE/MSrOAM-uIYY/pkbm20.jpg?imgmax=512" alt="Jembatan Pintas" width="512" height="384" /></p>
<p>Saya sempat bertanya sama salah satu tenaga pengajar ketika ada kesempatan mengadakan kunjungan dadakan ke lokasi, mas.. lokasi ini hebat yah mas menurut saya, publikasi dan promosi justru dilakukan oleh penggiatnya, melalui jasa MLM (mulut lewat mulut) dan dari blog ke blog, bagaimana nanti jika dari lembaga juga ada aktifitas promosi secara khusus ke sekolah-sekolah di Jabodetabek?&#8230;itulah mas, ini aja kita sudah membatasi jumlah rombongan pengunjung,  kalo tidak dibatasi bisa jadi kapasitas lokasi tidak memadai lagi oleh kepadatan pengunjung. Tapi yang lebih penting lagi mas, sambungnya&#8230;. ini tidaklah melulu sekedar mencari keuntungan, tapi juga sebagai wahana proses belajar secara langsung dari warga PKBM dengan dunia yang sebenarnya.</p>
<p><img style="border: 0pt none;" src="http://lh3.ggpht.com/jusronfaizal/SGSNpJ9elCI/AAAAAAAAAgc/mKvdgTSb48E/s288/pkbm15.jpg" alt="Sawah Percontohan" width="275" height="206" /> <img style="border: 0pt none;" src="http://lh4.ggpht.com/jusronfaizal/SGSNli8ZQPI/AAAAAAAAAgU/jof9JdshFIQ/s288/biogas.jpg" alt="Biogas" width="275" height="206" /></p>
<p>Wow, itulah sisi menarik dari lembaga pengelola wahana ini, dunia Outbound adalah hanya salah satu unit dari pengembangan unit-unit usaha, dengan ini mereka punya media untuk belajar tentang wirausaha, pelayanan dan menjaga kualitas juga banyak hal lainnya yang terkait dengan namanaya &#8220;Mandiri&#8221;.</p>
<p>PKBM Pelita Desa memberikan sentuhan yang berbeda dalam dunia pendidikan kita sepertinya harus segera dimulai. Metode sekolah yang mengandalkan teori tanpa praktek mulai dianggap ketinggalan, terbukti murid lulusan sekolah umum kurang mampu bersaing dengan sekolah kejuruan. Mengkombinasikan teori, praktek ditambah keterampilan hidup (life skill) menjadi kelebihan lembaga ini.</p>
<p><img style="border: 0pt none;" src="http://lh3.ggpht.com/jusronfaizal/SGSTAbcZd2I/AAAAAAAAAi8/ZTPFc7yHBWA/s288/Brosur1.preview.jpg" alt="Brousr Outbond" width="275" height="206" /> <img style="border: 0pt none;" src="http://lh4.ggpht.com/jusronfaizal/SGSTCZS6gaI/AAAAAAAAAjI/cAqtjKVSRPo/s288/Brosur2.preview.jpg" alt="Brousr Outbond" width="275" height="206" /></p>
<pre>Klik kanan brosur diatas, lalu tekan save as utk mendapat image aslinya</pre>
<p>Album Photo Selengkapnya:</p>
<table style="width: 194px;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="background: transparent url(http://picasaweb.google.com/f/img/transparent_album_background.gif) no-repeat scroll left center; height: 194px; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" align="center"><a href="http://picasaweb.google.com/jusronfaizal/OutbondCiseeng"><img style="margin:1px 0 0 4px;" src="http://lh4.ggpht.com/jusronfaizal/SGSMp1ApSsE/AAAAAAAAAjM/wiCDild6tZ4/s160-c/OutbondCiseeng.jpg" alt="" width="160" height="160" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align:center;font-family:arial,sans-serif;font-size:11px"><a style="color:#4D4D4D;font-weight:bold;text-decoration:none;" href="http://picasaweb.google.com/jusronfaizal/OutbondCiseeng">outbond ciseeng</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cakrawala/outbound-ciseeng.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>THE Tungku THE Hemat THE Energy and The Gun</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/the-tungku-the-hemat-the-energy-and-the-gun.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cakrawala/the-tungku-the-hemat-the-energy-and-the-gun.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 06:25:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[energi]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Adalah THE, bacanya bukan de (seperti pada bahasa english) tapi dibaca perhuruf te-ha-e, karena THE kepanjangan dari Tungku Hemat Energi, sebuah alat memasak berbentuk tungku yang sengaja dirancang untuk lebih menghemat pasokan bahan bakar kayu dan lebih mengoptimalkan panas, sehingga memasak bisa lebih cepat dan tidak boros kayu.
Tungku adalah kenalanku pertama dengan istilah yang pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Adalah THE, bacanya bukan <em>de</em> (seperti pada bahasa english) tapi dibaca perhuruf <em>te-ha-e</em>, karena THE kepanjangan dari Tungku Hemat Energi, sebuah alat memasak berbentuk tungku yang sengaja dirancang untuk lebih menghemat pasokan bahan bakar kayu dan lebih mengoptimalkan panas, sehingga memasak bisa lebih cepat dan tidak boros kayu.</p>
<p>Tungku adalah kenalanku pertama dengan istilah yang pada saat itu sangat ngetop, TTL/TTG Teknologi Tepat Guna dan Teknologi Tepat Lingkungan.  Pertama kali melihatnya di rumah panggung orang <a title="Anglo Bugis Makasar" href="http://www.tungku.or.id/ina/?pilih=lihatberita&amp;beritaid=13&amp;kategori=10" target="_blank">Bugis di Makasar</a>, dengan bentuk tungkunya yang  kecil, ringan, dan portable, bisa dipindahkan kesana kemari, tungku ini yang biasa disebut anglo juga di desain secara khusus untuk tidak mudah membakar lantai rumah panggung mereka yang terbuat dari kayu.</p>
<p><img style="border: 0pt none;" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/tungku_the.jpg" alt="Tungku Hemat Energi" width="560" height="256" /></p>
<pre>Tungku untuk memasak dan 2 buah bahan bakarnya!!<span id="more-34"></span></pre>
<p>Yang saya lakukan sangatlah sederhana saja, saya menemukan secara tidak sengaja (ada gak sih yang kebetulan itu?) buku tentang teknik membuat tungku, terus ada bapak-bapak yang mau mencoba dan akhirnya kita bareng-bareng bikin. Jadi tidak ada yang baru dari hal ini kecuali buat saya pribadi untuk mempraktekkan dari apa yang saya tau menjadi bentuk nyata yang bisa digunakan.</p>
<p>Cara kerja THE sangatlah sederhana, mencoba mengetahui dan memahami bagaimana api dan sumbernya bekerja, dan membangun desain untuk mengefektifkan panas untuk kepentingan memasak, sehingga tidak banyak panas yang terbuang percuma.  Untuk membuat lebih optimal, tungku sebaiknya bukan hanya satu lobang masak, bisa dibuat 2 (dua) atau 3 (tiga) secara berurutan dengan bentuk memanjang, bukan melebar, dengan posisi lubang ke dua dan tiga lebih tinggi posisinya dibanding dengan lubang masak pertama.</p>
<h2>Cara Membuat Tungku Sederhana</h2>
<p>Adonan untuk membuat THE adalah terdiri dari Tanah Liat : Pasir : Sekam dengan perbandingan 2 : 1 : 1. Fungsi dari sekam adalah sebagai perekat dan penguat, ada juga yang menambahkannya dengan abu untuk mencegah retakan tungku jika kena panas api.</p>
<p>Media cetak juga cukup menggunakan alat sederhana, sebilah papan untuk menahan dinding-dindingnya tungku dan cetakan lobang cukup menggunakan batang pisang, diletakkan horisontal dan vertikal, ditimbun pelan-pelan sehingga membentuk sosok Tungku.  Dan jangan lupa sebelum tungku dicetakan benar-benar sudah kering, dibuatkan beberapa lubang kecil udara di samping dan lubang pembuangan.</p>
<h2>Tungku dan Masyarakat Tungku</h2>
<p>Membahas topik tentang Tungku sepertinya ini hal sederhana, khususnya kita yang tidak terkait secara langsung dengan urusan masak-memasak, atau kita yang mungkin tidak pernah memasuki dapur dan berikut tetek bengeknya tentang dapur atau kita yang belum pernah tau bahwa ada sebagian masyarakat yang memposisikan dapur sebagai ruangan utama keluarga atau menyambut tamu.</p>
<p>Yang jelas saya sendiri pada proses pembuatan tungku saat itu menganggap setelah proses pembuatan tuntas, masalah sudah beres, mereka tinggal langsung bisa pakai, namun kesimpulan saya akhirnya terpangkas oleh satu komentar dari salah satu warga setelah melihat hasil akhir dari kerja kita&#8230;. ooo ini kan tungku orang Jawa, karena berbentuk panjang bukannya melebar seperti halnya bentuk rumah mereka, bentuk Tungku dan Rumah sepertinya saling terkait di antara orang Jawa dan Madura.</p>
<p><img class="alignleft" style="border: 0pt none; margin: 5px; float: left;" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/tungkuSAE.jpg" alt="Tungku SAE" width="300" height="184" />Saya lupa bahwa saya saat itu berada di komunitas masyarakat Madura, awalnya memang merasa tidak ada hubungannya antara orang Jawa, Madura dengan Tungku, karena yang kita lakukan dengan Tungku baru ini adalah bicara tentang Efesiensi dan penghematan Energi, dan saya lupa jika Masyarakat kita memang terdiri dari berbagai budaya yang unik dan berbeda satu sama lain. Dari pengalaman ini saya yakin mereka tidak akan pernah memakai dan merobah bentukTungku mereka, merobah Tungku Madura menjadi Tungku Jawa.</p>
<p><em>Ilustrasi Tungku : http://tungku.or.id</em></p>
<p>Dari Tungku, juga melahirkan sebuah jaringan antar lembaga, <a title="Jaringan kerja Tungku Indonesia" href="http://tungku.or.id" target="_blank">Jaringan Kerja Tungku Indonesia (JKTI),</a> sebuah Jaringan Kerja dari Lembaga Nirlaba di Indonesia yang secara khusus membahas tuntas tentang Dapur, Tungku dan Biomassa.  Menurut JKTI, tungku pun juga terkait dengan masalah perspektif gender, hal ini termaktup dalam Visi dan Misi Jaringan Kerja ini.</p>
<h2>Tentang The Gun</h2>
<p>Nah, kalo ini memang tidak ada kaitannya dengan masalah Tungku, apalagi dengan senjata api dan cowboy, karena yang dimaksud adalah kelapa muda yang diambil air buahnya dan dicampur dengan es batu, jadilah es degan (es kelapa muda). Pada saat kita mengerjakan Tungku ini kebetulan bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, yang sudah jelas sehari-harinya kita umat muslim diwajibkan berpuasa sehari penuh selama sebulan. Apalagi di tengah komunitas warga Madura yang sudah pasti sebagian besar melaksanakan ibadah rukun islam yang ke 3 ini, berarti Sholat nomor 2 yah&#8230;hehehhehhe</p>
<p>Ditengah matahari pas diubun-ubun, ujug-ujug (sekonyong-konyong) datang pak Sobari dengan membawa beban berat dikedua tangannya, buah kelapa yang masih muda belia dan beberapa gelas beserta es batunya&#8230;. setengah berteriak beliau membuka percakapan dengan kita, eh dik&#8230;.Mau es degan gak? eee tapi ini pilihan lho&#8230;kalo yang puasa dapat pahala&#8230;.yang gak puasa dapat kelapa&#8230;. pilih yang mana dik???&#8230;.</p>
<p>Pleaaseeeee pembaca yang Budiman&#8230;..tolong pilihan yang pas dong pada saat-saat sulit begini&#8230;.</p>
<p><img style="border: 0pt none;" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/tungku_kunti.jpg" alt="tungku dan kunti" width="560" height="347" /></p>
<p><em>Anda yang beruntung minggu ini dengan lingkaran merah, silahkan kirimkan jatidiri anda ke redaksi untuk mendapatkan hadiahnya. kabar terakhir anda yang berlingkar merah tinggalnya di seputaran Pamulang dan Tangerang. Sangat ditunggu..</em></p>
<p><em>uconkie: yak bener, pilihan tepat&#8230;.saya memilih es kelapa muda dan pahala sekaligus&#8230;..hehehhehehhe habis buka puasa bedug, terus lanjut lagi sampe magrib&#8230;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cakrawala/the-tungku-the-hemat-the-energy-and-the-gun.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pulau Sipadan Bukan Lagi Milik Kita</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/7-keajaiban-alam-di-dunia.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cakrawala/7-keajaiban-alam-di-dunia.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 11:29:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Khatulistiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Kutipan]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[
prosedur dan proses pemilihan nominasi 7 keajaiban dunia
Sekali saya pernah mengirimkan informasi tentang 7 keajaiban alam di dunia versi www.n7w.com melalui milis alumni sekolah, dan berikutnya malah saya yang dapat kiriman balik tentang informasi ini dari beberapa milis lainnya, rupanya kontes kali ini lebih diminati kalangan luas dari sebelumnya, syukurlah&#8230;setidaknya informasinya sudah tersebar meluas sehingga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/n7w.jpg" alt="New 7 Wonders" width="570" height="330" /></p>
<pre>prosedur dan proses pemilihan nominasi 7 keajaiban dunia</pre>
<p>Sekali saya pernah mengirimkan informasi tentang 7 keajaiban alam di dunia versi <a href="http://www.n7w.com">www.n7w.com</a> melalui milis <a title="Impala Unibraw" href="http://groups.yahoo.com/group/impala_unibraw" target="_blank">alumni sekolah</a>, dan berikutnya malah saya yang dapat kiriman balik tentang informasi ini dari beberapa milis lainnya, rupanya kontes kali ini lebih diminati kalangan luas dari sebelumnya, syukurlah&#8230;setidaknya informasinya sudah <a title="google n7w" href="http://http://www.google.com/search?hl=id&amp;rls=com.microsoft%3Aen-US&amp;q=7+keajaiban+dunia&amp;lr=" target="_blank">tersebar meluas </a>sehingga lebih banyak yang mengetahuinya, tentang memutuskan ikut memilih atau tidak yah diserahkan masing-masing.  Tahun lalu, situs ini sudah berhasil mengumpulkan 100 juta pemilih untuk penentuan 7 keajaiban dunia yang dibuat oleh tangan manusia.<span id="more-33"></span></p>
<p><img src="http://uk.geocities.com/uconkie/7/komodo.jpg" alt="Komodo" width="570" height="384" /></p>
<pre>Pulau Komodo milik Indonesia <a title="flickr" href="http://www.flickr.com/photos/jungle_boy/" target="_blank"><img style="border: 0px;" src="http://geocities.com/uconkie/cc.gif" alt="creative commons" width="32" height="32" /></a></pre>
<p>Kontes kedua yang dikelola oleh new7wonder Foundation kali ini akan menilai hasil karya Tuhan sebagai penciptanya, memberi kategori pada &#8220;Alam&#8221; sebagai obyek yang akan dipilih terbaik sebanyak 7 tempat se-dunia.  Saat ini sudah terdapat 77 tempat dari penjuru dunia yang sudah mendapatkan nominasi terbaik, namun masih ada kesempatan berikutnya untuk mengajukan nominasi tambahan dengan beberapa persyaratan lain. Dari 77 tempat yang terpilih terbagi dari beberapa macam kategori (pengelompokan),  diantaranya adalah Taman Nasional, Cagar Alam, Goa, Oasis, Sungai, Gunung, Bukit, Pantai, Danau, Pulau, Gunung Berapi dan lainnya.</p>
<h2>Kontes dan Kontroversinya</h2>
<p>Kampanye pemilihan 7 keajaiban dunia ini boleh dibilang bisa disandingkan atau disamakan prosesnya dengan kontes-kontes pemilihan idola macam Indonesian Idol, AFI, kontes Dangdut atau kontes-kontes jadi seleb instan lainnya, karena penilaian didasarkan pada jumlah terbanyak melalui voting, bedanya cuman dari sms dan internet, satunya memilih lewat handpone lainnya lewat browser dan komputer. Sebenernya bisa lebih murah, namun berapa prosentase penduduknya yang bisa mengakses internet.</p>
<p><img style="border: 0px;" src="http://uk.geocities.com/uconkie/7/danautoba.jpg" alt="Danau Toba Indonesia" width="570" height="381" /></p>
<pre>Danau Toba, Sumatra Utara, Indonesia <a title="flickr" href="http://www.flickr.com/photos/sebr/" target="_self"><img style="border: 0px;" src="http://geocities.com/uconkie/cc.gif" alt="creative commons" /></a></pre>
<p>Ada juga yang tidak setuju dengan pemilihan 7 keajaiban versi n7w, karena sebelumnya berpendapat kalo penentu 7 keajaiban dunia selayaknya penyelenggaranya adalah badan dunia (PBB/United Nation), itu juga karena Candi Borobudur yang sebelumnya pernah kita anggap masuk sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia dan ternyata dikalahkan pada kontes n7w tahun kemaren.</p>
<p><img style="border: 0px;" src="http://uk.geocities.com/uconkie/7/krakatau.jpg" alt="Gunung Krakatau" width="570" height="428" /></p>
<pre>Gunung Krakatau Indonesia <a title="flickr" href="http://www.flickr.com/photos/flydime/" target="_blank"><img style="border: 0px;" src="http://geocities.com/uconkie/cc.gif" alt="cc" /></a></pre>
<p>Kalo kita kemaren banyak tau informasi ini dari media jurnalistik, baik dari koran atau lebih banyak dari radio, negara lain malah didukung oleh pemerintahnya demi pilihannya bisa masuk dalam jajaran 7 besar, mereka bahkan memfasilitasi rakyatnya yang tidak terhubung dengan internet, dipasang di tempat-tempat umum seperti pasar, kantor pos, terminal khusus untuk memenangkan negaranya. Dipublikasikan secara meluas, dan ada tutorial (petunjuk) untuk memilih, tentu saja semuanya diarahkan untuk memilih pilihan negaranya biar menang kontes.</p>
<h2>Indonesia Kali ini</h2>
<p>Sudah ada 3 lokasi eksotik yang dipilih dan terpilih untuk Indonesia, yaitu:</p>
<ol>
<li>Danau Toba</li>
<li>Pulau Komodo, dan</li>
<li>Gunung Krakatau</li>
</ol>
<p>Sedangkan di belahan benua Asia, sudah terpilih sebanyak 57 lokasi yang menjadi nominasi pilihan, Indonesia dengan  3 nominasi termasuk cukup bagus untuk start awal, setidaknya bisa mengenalkan ke dunia kalo negara ini punya 3 lokasi eksotik yang patut untuk dikunjungi.  Malaysia yang telah mencalonkan Pulau Sipadan sebagai satu diantara dua yang dinominasikan. Pulau Sipadan-Ligitan memang sudah bukan lagi milik kita, dari sengketa perebutan sebelumnya sudah diputuskan oleh Mahkamah Internasional <span class="content">(International Court of Justice) </span>telah memberikan kedaulatan penuh atas Pulau Sipadan-Ligitan kepada Malaysia.</p>
<p>Oke, silahkan kunjungi situsnya jika anda tergerak untuk mengenalkan Indonesia kepada Dunia Vote Disini</p>
<p style="text-align: center;"><a title="Pilih Indonesia" href="http://www.new7wonders.com/nature/en/nominees/asia/" target="_blank"><img class="aligncenter" style="border: 0px;" src="http://uk.geocities.com/uconkie/n7w.jpg" alt="New 7 Wonders" width="360" height="550" /></a></p>
<p><em>uconkie: iseng-iseng berhadiah, kita bikin acara kontes untuk 7 keajaiban Indonesia yuk&#8230;</em></p>
<h2>Artikel Lainnya:</h2>
<p><a title="Tujuh Keajaiban Dunia" href="http://faizal.web.id/sky/keanekaragaman/tujuh-keajaiban-dunia/" target="_self">http://faizal.web.id/sky/keanekaragaman/tujuh-keajaiban-dunia/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cakrawala/7-keajaiban-alam-di-dunia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Kyai, Pastor dan Petani</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/kyai-pastor-petani.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cakrawala/kyai-pastor-petani.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 May 2008 02:50:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Keanekaragaman]]></category>
		<category><![CDATA[Mozaik]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[energi]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[ornop]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Setiap Organ melayani Organisme, dan setiap Organisme memelihara setiap Organnya (Hukum yang berlangsung di Alam).
Lalu seharusnya ditiru oleh manusia :

Saya kerja agar semua yang lain berkembang, dan semua mendukung perkembangan saya.
Setiap orang mendukung seluruh Masyarakat, dan seluruh masyarakat memperdulikan setiap warganya.
Setiap warga negara mendukung Pemerintah, dan pemerintah melayani setiap warga negara.
Sayur Alami meningkatkan kesehatan kita, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" style="float: right; margin-left: 10px; margin-right: 10px;" src="/images/pertanian/darulfallah.jpg" alt="Pesantren Darul Fallah" width="180" height="272" />Setiap Organ melayani Organisme, dan setiap Organisme memelihara setiap Organnya (<strong><em>Hukum yang berlangsung di Alam</em></strong>).</p>
<p><strong>Lalu seharusnya ditiru oleh manusia</strong> :</p>
<ul>
<li>Saya kerja agar semua yang lain berkembang, dan semua mendukung perkembangan saya.</li>
<li>Setiap orang mendukung seluruh Masyarakat, dan seluruh masyarakat memperdulikan setiap warganya.</li>
<li>Setiap warga negara mendukung Pemerintah, dan pemerintah melayani setiap warga negara.</li>
<li>Sayur Alami meningkatkan kesehatan kita, dan kita melayani alam agar menghasilkan sayur sehat.</li>
</ul>
<p>Rangkaian kata diatas adalah menerjemahkan tentang pengertian &#8220;<strong>Organis</strong>&#8220;, saya dapatkan di kartu pengenal sebagai tamu (pengunjung) di Pusat Pengembangan Organis atau yang umumnya dikenal sebagai Pusat Pertanian Organik Agatho (Agatho Organic Farm) di Cisarua, Bogor.<span id="more-1"></span></p>
<p>Menyimak pesan-pesan agama dalam bentuk Kotbah di Masjid atau Madrasah yang disampaikan oleh  Kyai itu sudah biasa dan sepantasnya, memang demikianlah tuntutan peran yang dimainkan oleh seorang Rohaniwan, seirama  mendengarkan seorang Pastor melantunan tembang Al-Kitab di sebuah Gereja atau rumah ibadah umat Katolik lainnya. Namun bagaimana jika mereka para Kyai dan Pastor berbicara tentang hal lain?, bidang Tanaman, Budidaya, Peternakan bahkan tentang Pertanian Organik?, mampukah mereka berbicara tentang itu dan adakah keterkaitannya dengan status dan peran utama yang mereka sandang bagi Umat?</p>
<p><img src="/images/pertanian/susu_kambing.jpg" alt="Kambing untuk Susunya" width="570" height="730" /></p>
<pre>Hallo!! Saya Kambing, kamu siapa?</pre>
<p>Beruntung saya mendapatkan kesempatan bagus pada minggu-minggu ini, pada dua kesempatan dan waktu yang berbeda, secara langsung berkunjung dan bertemu dengan kedua Tokoh yang mempunyai jabatan Dunia-Akherat, Petani yang sekaligus Rohaniwan serta menyaksikan karya mereka dalam memajukan dunia Pertanian dan Pendidikan untuk Indonesia.</p>
<h2>Rumah Para Petani</h2>
<p>Berawal dari Masjid di Pesantren Darul Fallah, selepas sholat Dhuhur kami mendapat sapaan dan jabatan hangat dari Pria paruhbaya , rupanya beliau adalah Kyai pimpinan Pondok Pesantren Darul Fallah yang ditemani salah satu Staff Manager Operasionalnya. Tanpa basa-basi akhirnya bersama-sama keliling dikomplek pesantren yang mempunyai luas sekitar 26 Hektar.</p>
<p><img src="/images/pertanian/peternakan.jpg" alt="Unit Peternakan" width="570" height="312" /></p>
<pre>Unit Peternakan Sapi Perah Ponpes Darul Fallah, maaf mas belakang kepala masih kosong.</pre>
<p>Selamat datang di Rumah Petani, Kyai membuka perkenalan dengan bercerita mengenai sejarah Ponpes pada kami, dari perkenalan awal ini saya juga baru tahu kalo Fallah berarti Petani. Sejalan dengan waktu ponpes ini telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan sejak mulai berdirinya dari tahun 1960, usia yang cukup matang sehingga pengembangan unit-unit di Pertanian tidak berarti hanya untuk bidang bercocok tanam saja, bidang Peternakan dan Perikanan juga termasuk sebagai wadah pengembangannya.</p>
<p>Kenapa ada Pertanian di Pesantren ini?, bisa saja pak Kyai menjawabnya dengan, Kenapa tidak? emang gak boleh? Suka-suka Kyai dong hehehe, tentu saja bukan seperti itu cara menanggapi pertanyaan yang mungkin sudah terlalu sering dilontarkan oleh para pengunjung Ponpes ini. Dengan lemah lembut tapi dengan wajah serius Pak Kyai menegaskan bahwa Ponpes ini mengharapkan tiap santrinya (anak didik) bisa lebih mandiri dalam berkarya dan berupaya.</p>
<p>Di Ponpes ini tidak saja pengen mencetak dan memberi bekal santri dengan pengetahuan-pengetahuan Agama saja, tetapi juga dengan Kompetensi dan keahlian khusus  sehingga selepas  dari belajar nanti dia  tidak hanya bisa duduk termenung dan melamunkan tentang sukses dunia, tetapi sang santri tau persis apa yang seharusnya dia lakukan untuk menyambut kesuksesannya nanti.  Dia pasti tau &#8220;Kemana akan pergi&#8221; pasca belajar nanti.</p>
<p><img src="/images/pertanian/kandang-kambing.jpg" alt="Kandang Kambing" width="570" height="318" /></p>
<pre>Kandang Kambing memproduksi susu kambing untuk pengobatan</pre>
<p>Pelajaran tentang Ilmu Fiqih, Tauhid, Tarikh, Al-Quran, Bahasa Arab dan masih banyak lagi cabang ilmu pengetahuan agama Islam yang menjadi kajian pokok bagi para santri dan pada tiap-tiap hari mengisi lembaran belajarnya, tapi ada banyak hal yang tidak bisa dipelajari hanya melalui kitab dan buku saja, Akhlak dan Amal Sholeh misalnya, bagaimana mereka bisa belajar tentang Sabar, Gigih, Tawakkal, Amanah dan Syukur?.  Belajar tentang sabar yah harus menanam, dan belajar bersyukur pada saat panen, begitu Pak Kyai memberi penjelasan singkat tapi gamblang mengenai materi yang tidak cukup jika diajarkan hanya melalui bahasa tutur, kecuali memperoleh pengalamannya langsung.</p>
<p>Pertanian adalah media pembelajaran tentang Akhlak sekaligus sebagai Ilmu Pengetahuan (science) untuk melengkapi ketrampilan para santri sebagai bekal hidup. Kitab Kuning adalah teorinya dan Pertanian adalah Aplikasinya, kira-kira begitulah caraku membahasakan gampangnya.</p>
<p><img src="/images/pertanian/yogurt-susukambing.jpg" alt="Hasil Olahan susu kambing" width="570" height="300" /></p>
<pre>Yogurt (susu asam) dari Susu Kambing, jajanan sehat untuk anak dan saya suka</pre>
<p>Sejarah yang panjang serta luasnya lahan tak cukup buat saya untuk menggali dalam waktu singkat tentang upaya gigih Ponpes ini untuk memberikan pendidikan terbaik buat para santrinya, namun petikan sajak yang tertempel di dinding ini semoga bisa memberi gambaran lebih jauh dari apa yang bisa saya tulis.</p>
<h3>Puisi Kecil Buat Pesantren Darul Fallah</h3>
<p>Dari puncak bukit kecil ini kita melihat anak-anak berjalan diantara batang ilalang<br />
Anak-anak santri yang lahir dari rahim sejarah pendidikan tak berkesudahan<br />
Ada Seribu Mata Tua menatap Masa<br />
Ada tangan-tangan mungil menata cita-cita<br />
Ada suara perempuan tertawa merajut cinta, dalam tangis bayi dan air mata<br />
Ada wajah teduh tanpa keluh diantara kitab dan ucap<br />
Ada suara Dzikir dan Doa<br />
di kolam ikan berkejaran<br />
di lumpur sapi dan kambing mengembik<br />
di tanah ranah dan pematang<br />
Alam telah menunggu waktu dan kesempatan bagi tangan-tangan cekatan</p>
<p>Tanpa kita mengerti,<br />
Masa membawa kita anak-anak sejarah, para santri, para ustadz, para pencari nama di hadapan Allah<br />
Untuk bergerak tanpa henti, mencatat, merekam, berpikir dan berjalan menguak rahasia ayat Nya diantara buku dan  semesta alam.</p>
<p>Disini, di Pesantren Pertanian DARUL FALLAH, Suara kita menjelma cinta, Kehendak kita lebur dalam syukur dan menjadi proses panjang kebangkitan umat menuju negeri yang diberkahi.<br />
Baldatun Thoyyibatun wa robbun Ghofur</p>
<p>Pesantren Pertanian Darul Fallah ( PPDF ) terletak di ciampea Bogor Jawa Barat, tidak jauh dari kampus IPB  ( Institut Pertanian Bogor ) darmaga.</p>
<p><strong>Pesantren Pertanian Darul Fallah</strong><br />
Kp. <strong>Darul Fallah</strong> Ds. Benteng Rt. 02/04 Ciampea, Bogor<br />
Telp  :  0251-622303, 622278<br />
Fax :  (0251) 622472<br />
<a title="Pesantren Pertanian" href="http://darulfallah.org" target="_blank"> http://www.darulfallah.org</a></p>
<h2>The Organic Way, All in Harmony</h2>
<p><strong>Sayuran Organik</strong> adalah sayur yang ditanam di tanah asli (bukan hidroponik) dengan menggunakan bibit asli (bukan hibrida) dan menggunakan supplai makanan tanaman dari kotoran ternak atau kompos (bukan pupuk urea buatan pabrik) dan jika ada pengganggu tanaman dalam bentuk hewan atau tanaman lain tidak dibasmi (dimusnahkan dari peradaban tanah pertanian) tetapi dikendalikan  oleh unsur alam lainnya yang ada disekitarnya, bisa dalam bentuk tanaman  lain (warna  dan bau) dan  hewan predator alami bukannya dengan pestisida atau senyawa kimia buatan pabrik, sehingga Petani harus membeli untuk mendapatkannya. Tambahan lebih tegas lagi bahwa Pertanian Organik selalu berpihak pada pola tanam Tumpangsari bukannya Monoculture (melakukan praktek tanam-menanam dengan hanya menggunakan satu jenis tanaman pada luasan areal tertentu).</p>
<p><img src="/images/pertanian/organikfarm.jpg" alt="Pertanian Organik" width="275" height="206" /> <img src="/images/pertanian/organikfarm2.jpg" alt="Bedeng Beton" width="275" height="206" /></p>
<pre>Bedeng-bedeng dari Beton untuk pendayaan Pertanian di Kota dan Rumah Susun</pre>
<p>Urusan Pertanian Organik adalah sekedar urusan tanam-menanam, meniadakan pengaruh kimia atau buatan pabrik untuk memenuhi pangan Manusia, karena melalui beberapa ulasan ilmiah telah terbukti pengaruh buruk secara perlahan-lahan bagi Manusia yang mengkonsumsi makanan dari bahan Non-Organik.</p>
<p>Itulah tersebut diatas <strong>Pergertian Organik </strong>yang saya kenal sebelumnya, juga pada umumnya masyarakat luas. Dan saya sarankan kepada anda untuk datang secara langsung di lokasi Pertanian Organik ini untuk setidaknya memahami lebih dalam lagi bahwa Organik tidak saja urusan tanam menanam saja. Bahwa Organis adalah sikap, prilaku, akhlak dan idealisme bahkan Organis adalah Keyakinan atau Agama. Setidaknya itulah perubahan makna yang dapat saya simpulkan setelah pernah selama hampir sebulan saya nyantri di tempat ini. Ruarrr biasa&#8230;karena Ilmu Pertanian tidak saja memberikan kepada para pelakunya ilmu pengetahuan alam tetapi juga berdampak sebagai proses mengenal umat manusia lain dan mendekatkan diri pada Tuhannya.</p>
<p><img src="/images/pertanian/organicfarm.jpg" alt="Agatho Organic Farm" width="570" height="299" /></p>
<pre>Atap pun juga bisa ditanami, genteng dengan bonus sayuran sehat</pre>
<p><strong>Yayasan Bina Sarana Bakti &#8211; Pusat Pengembangan Organis</strong><br />
PO Box 32 Cisarua &#8211; Bogor 16750<br />
Telp. +62-251-254531<br />
Fax. +62-251-253334<br />
e-mail. bsb_agatho@telkom.net</p>
<h2>Energi Alternatif</h2>
<p>Ada yang menarik minatku kepada dua lembaga ini, yaitu tentang penggunaan dan pemanfaatan energi terbarui yang secara sengaja diadakan dalam rangka pemanfaatan sumberdaya alam di areal lahan pertanian yang dimilikinya. Ponpes Pertanian Darul Fallah, saya comot sebuah gambar mencolok diantara kandang ternak sapi perahnya, yaitu pemanfaatan kotoran ternak menjadi sumber bahan bakar untuk memasak, menggantikan minyak tanah dan LPG melalui teknologi dari india ini, BIOGAS.  Kotoran sapi dengan dibuat saluran pembuangan khusus, diarahkan pada tabung beton yang tertanam di tanah untuk diolah menjadi gas, lepas termanfaatkan melalui si api biru untuk keperluan masak, sisa kotoran diangkat menjadi pupuk cair, atau biasa dikenal dengan istilah pupuk slury untuk kebutuhan pertanian.</p>
<p><img src="/images/pertanian/biogas.jpg" alt="Biogas" width="570" height="333" /></p>
<pre>Biogas, pemanfaatan kotoran ternak untuk energi alternatif</pre>
<p>Sedangkan di lahan Pertanian Organik Cisarua, dibalik gudang yang atapnya ditanami berbagai macam jenis sayuran itu, ternyata terdapat mesin pengolah Listrik bertenaga air. Ada 2 (dua) jenis dan metode PLTA Microhidro yang dimiliki, yang pertama adalah sistem air terjun, memanfaatkan limpahan air  irigasi  dari lahan tertinggi untuk memberikan tendangan pada kincir penggerak dinamo listrik berkekuatan 24 Kwa. Satunya lagi menggunakan teknologi hisap dengan output tenaga listrik sebesar 7 Kwa untuk memenuhi kebutuhan listrik gedung pengepakan dan gedung lain di sekitar lahan pertanian.</p>
<p><img src="/images/pertanian/microhidro.jpg" alt="Listrik 7000 Watt" width="275" height="163" /> <img src="/images/pertanian/microhidro2.jpg" alt="Listrik 24000 Watt" width="275" height="163" /></p>
<pre>Pemanfaatan untuk Listrik (MIcroHidro) kekuatan 7000 dan 24000 Watt</pre>
<p>Selama dua hari berada di tempat dan jumpa dengan orang-orang hebat beserta hasil karyanya dalam bidang pertanian ini adalah pengalaman yang luar biasa karena punya kesempatan untuk belajar pada orang-orang yang bekerja untuk dunia dan akheratnya. Setidaknya bisa memberikan bekal pada diri saya pribadi untuk perubahan dan punya karya lebih baik lagi. Semoga&#8230;.Aminnnn!!!</p>
<p><em>uconkie: saya bukan kyai juga bukan pastor tetapi petani yang tidak punya lahan juga tanah dan sementara menyewa lahan di jagad maya untuk mencangkul sawah virtualnya bersama para laba-laba. Masa depan dengan penuh harap bisa memegang cangkul yang sebenarnya, berbasah sekujur badan dengan lumpur dan bisa meniup seruling bambu diatas punggung kebo bersama para kuntul yang bertengger mencari makan. Sesekali nge-Buzz teman di jakarta yang sedang duduk serius dibelakang meja kantor konsultannya.</em></p>
<table style="width: 194px;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="background: transparent url(http://picasaweb.google.com/f/img/transparent_album_background.gif) no-repeat scroll left center; height: 194px;" align="center"><a href="http://picasaweb.google.com/jusronfaizal/KyaiPasturDanPetani"><img style="margin:1px 0 0 4px;" src="http://lh5.ggpht.com/jusronfaizal/SCuspJb-BNE/AAAAAAAAAcY/JrNIJbD6ews/s160-c/KyaiPasturDanPetani.jpg" alt="" width="160" height="160" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align:center;font-family:arial,sans-serif;font-size:11px"><a style="color:#4D4D4D;font-weight:bold;text-decoration:none;" href="http://picasaweb.google.com/jusronfaizal/KyaiPasturDanPetani">kyai, pastur dan petani</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cakrawala/kyai-pastor-petani.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lanting Kincir Air</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/lanting-kincir-air.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cakrawala/lanting-kincir-air.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 07:21:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[energi]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[sungai]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Lanting, asal kata dari bahasa Dayak Kahayan yang saya artikan dalam bentuk bangunan yang berdiri diatas air dengan ditopang oleh balok-balok kayu sehingga bisa mengambang dan bergerak mengikuti ketinggian air. Supaya tidak terseret oleh arus, umumnya ditambatkan dengan tali yang cukup kuat pada sebilah pohon  besar melalui cincin yang melingkar  di batangnya,  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Lanting</strong>, asal kata dari bahasa Dayak Kahayan yang saya artikan dalam bentuk bangunan yang berdiri diatas air dengan ditopang oleh balok-balok kayu sehingga bisa mengambang dan bergerak mengikuti ketinggian air. Supaya tidak terseret oleh arus, umumnya ditambatkan dengan tali yang cukup kuat pada sebilah pohon  besar melalui cincin yang melingkar  di batangnya,  rangkaian cincin dan  tali  tersebut  orang menyebutnya   <strong>Tambuhak</strong>. Di Jambi saya dikenalkan dengan istilah &#8220;<em>Rumah Rakit</em>&#8220;, tapi di Kahayan lanting tidak harus berbentuk rumah, dia bisa Rumah Makan, Warung, Pom Bensin, Mesin Sedot Emas, Kandang Babi, Peternakan Ayam, Sandaran Perahu atau Kincir Air yang sedang kita ceritakan ini.</p>
<p><img src="/images/tekno/lanting_kincir_air.jpg" alt="Micro Hidro Lanting" width="570" height="364" /><span id="more-30"></span></p>
<p>Namanya Mantan Kali (bekas sungai), tapi sungai di belahan bumi Borneo ini lebarnya gak kira-kira, bisa puluhan kali lipat dari sungai-sungai yang ada di Jawa, kalo ada upaya bikin bendungan mestinya biayanya juga berlipat-lipat, untungnya juga kali yah&#8230;. Mungkinkah bikin bendungan di Hulu Kahayan ini? Mungkin saja, gak ada yang tidak mungkin dilakukan, asal jalur transportasi masyarakat yang masih 100% mengandalkan lewat kayuhan baling-baling ini digantikan dengan roda kuda besi.</p>
<h2>Pembangkit Energi Listrik</h2>
<p>Kebutuhan masyarakat Hulu Kahayan terhadap listrik nampaknya sudah tidak dapat terbendung lagi, mereka menggunakannya untuk kebutuhan peralatan pertanian, khususnya pasca panen padi (giling padi), pertukangan (alat  serut), hiburan (televisi, play station) dan tentu saja penerangan, baik penerangan di rumah maupun jalan kampung. Lebih-lebih jika ada acara adat seperti perkawinan atau kematian, kebutuhan penerangan terasa sangat mendesak sehingga bener-bener mereka upayakan sedapatnya, dengan meminjam genset atau mesin diesel tetangga atau kerabat mereka.</p>
<p>Bagaimana dengan bahan bakarnya? pernah saya nyoba berhitung kebutuhan mereka untuk tiap malemnya jika ada hajatan penting yang membutuhkan peralatan penerangan dengan menggunakan mesin diesel Dong Peng, setidaknya perlu lampu nyala dari lepas Maghrib hingga minimal tengah malam jam 24.00, itu berarti 6 jam, bisa menghabiskan sebanyak 2-4 liter solar.  Yang membedakan sehingga menjadi beban mahal karena patokan harga solar tidak ikut standard Pertamina, karena mereka harus mengangkutnya secara mandiri selama 2 hari hingga sampai di kota Kecamatan, lah kalo solar diangkut dengan mesin solar jatuh terakhirnya bisa 2-4 kali lipat harga bandrol. Semalam menghabiskan solar untuk penerangan sebesar Rp. 30.000,- itu masih sangat mahal.  Untuk sebulan kudu bayar tagihan listrik berapa jadinya?</p>
<p>Bahan dah cukup neh untuk bergerak, saya bersama Amay Sandy dan Amay Sinder mau nyoba iseng-iseng bikin rancangan Pembangkit Listrik yang bisa diaplikasikan sesuai dengan  kondisi lokal,  sama-sama gak punya pengalaman,  gak kenal  teorinya, yang kita tau di desa sebrang pernah membuat kincir untuk penghancur batu, untuk mencari emasnya.  Tanya sana-sini tentang kincir, arus sungai dan listrik, malah sempet dikenalkan sama <a title="Ahmad Suwandi" href="http://wandi.web.id" target="_blank">wandi </a>dengan dosen pengairannya <a title="Dudi Gurnadi Kartasasmita" href="http://dgk.or.id" target="_blank">dudi </a>untuk tanya tanyi biar semakin lengkap, karena mendengar kabar sang dosen tersebut yang pernah bikin project gelombang laut untuk energi.</p>
<h2>Tak Mengenal Gagal</h2>
<p>Yang kami pikirkan adalah membuat Lanting dengan kincir air untuk menggerakkan dinamo, outputnya memang tidaklah besar, karena sasaran kami adalah kebutuhan listrik untuk satu rumah atau setidaknya untuk menerangi jalan kampung, tentang Teknologi Kelistrikannya rencana menggunakan teknik sederhana yang pernah saya posting sebelumnya disini <a title="Energi Alternatif" href="http://faizal.web.id/sky/tutorial/energi-alternatif-dari-gunung-halimun/">Energi Alternatif dari Gunung Halimun</a></p>
<p><img src="/images/tekno/kincir_air.jpg" alt="Pak Sandy dan Pak sinderman" width="570" height="391" /></p>
<pre>Pak Sandy dan Pak Sinderman bekerja, aku yang memotret hehehheehe</pre>
<p>Akhirnya kita hanya sampe menuntaskan  sebatas miniaturnya saja, belum sampe ke bentuk nyatanya karena beberapa kendala, saya posting ulang untung mengenang semangat bapak-bapak ini yang tak pernah kenal lelah mengarungi arus kehidupan yang begitu deras di daerah udik sana.  Juga daripada photo ini jadi sekedar album kenangan yang tidak bisa bercerita dan membusuk di hardisk, syukur-syukur ada pembaca atau sarjana yang  tau banyak tentang air  dan kincir  bisa kasih saran  rembug. Dan berharap kerjaan yang setengah ini masih bisa memberi inspirasi.</p>
<p><em>uconk: kincir air itu ternyata bisa muter-muter, kadang di kenceng, kadang alon, seng penting kelakon&#8230;opo sih iki&#8230;???</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cakrawala/lanting-kincir-air.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Padepokane Wong Jowo</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/padepokane-wong-jowo.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cakrawala/padepokane-wong-jowo.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 05:14:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[gunung]]></category>
		<category><![CDATA[hutan]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[ornop]]></category>
		<category><![CDATA[outbond]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[wisata alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/jejak/padepokane-wong-jowo/</guid>
		<description><![CDATA[
Menara Pengawas, mengawasi Puncak Arjuna dan Kita....
Padepokan, tempat yang asing tapi akrab di telinga, saya mengenalnya sebagai tempat yang bernuansa magis, kumpulan laki-laki berpakaian serba hitam, rambut gondrong, pinter silat, mengadu kesaktian, merapal ajian pamungkas, tempat belajar kanuragan dan tentu saja mereka dikenal sebagai para Jawara. Singkatnya, orang-orang di padepokan bukanlah orang sembarangan dan perlu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/gunung_arjuna.jpg" alt="Gunung Arjuna" width="570" height="219" /></p>
<pre>Menara Pengawas, mengawasi Puncak Arjuna dan Kita....</pre>
<p>Padepokan, tempat yang asing tapi akrab di telinga, saya mengenalnya sebagai tempat yang bernuansa magis, kumpulan laki-laki berpakaian serba hitam, rambut gondrong, pinter silat, mengadu kesaktian, merapal ajian pamungkas, tempat belajar kanuragan dan tentu saja mereka dikenal sebagai para Jawara. Singkatnya, orang-orang di padepokan bukanlah orang sembarangan dan perlu diperhitungkan kemampuannya yang juga tidak biasa, karena mereka secara sungguh-sungguh belajar ditempat ini dengan pola “nyantrek/nyantri”, meninggalkan kampung dan keluarga dan mendiami padepokan untuk waktu yang cukup lama, sampai bener-bener tujuan belajarnya tercapai.<span id="more-29"></span></p>
<p><a title="Mas Bambs" href="http://bambs.co.nr/" target="_blank">Mas Bambs</a>, saudara kembar saya, karena banyak orang melihat kita berdua ibarat pinang dibelah kampak, jadi sama-sama rusak, memberikan pengertian yang cukup matang  tentang  <a title="Mas Bambs" href="http://bamton.wordpress.com/2007/12/22/padepokan/" target="_blank">padepokan</a> sebagai model pendidikan  milik dan asli Nusantara, disandingkan dengan model pendidikan alternatif seperti Home Schooling, Sekolah Alam bahkan model pendidikan import ala Sekolah-sekolah internasional lainnya, yang akhir-akhir ini menjadi pilihan penting bagi para orang tua yang bosen dengan pendidikan formal umum.</p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/kaliandra_gerbang.jpg" alt="Gerbang Masuk Kaliandra" width="570" height="325" /></p>
<pre>Gapuro, Pintu Gerbang menuju lokasi belajar di pesanggrahan alam</pre>
<p>Pak Bagus nama sebenarnya, adalah Jawara penggagas ide Padepokan ini, bermula dari kecintaan, minat dan hoby dengan kesenian dan arsitek Jawa dengan cara mengumpulkan pernik-pernik Meubel dan perabot khas Jawa mulai dari Perangkat meja kursi, amben (tempat tidur), lampu tempel, bahkan sampe tegel dan genteng.  Pernah dapat cerita saat saya melihat tumpukan genteng dan tegel bekas di sekitar lokasi padepokan, barang bekas ini buat apa?, mau dibuang yah?. Lho justru ini yang mau dicari, dikumpul dan berikutnya difungsikan sebagai bangunan disini. Kebetulan tegel dan genteng ini didapat dari Sekolahan SD disebuah Desa di Jawa Timur, bapak penggemar ornamen Jawa ini langsung aja menawarkan diri sebagai pembeli genteng dan tegel, tidak itu saja, penawaran berikutnya termasuk mengganti dengan tegel dan genteng baru, biar gedung sekolahan lebih terlihat mentereng dari sebelumnya.</p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/arjuna_dua.jpg" alt="Gedung Arjuna" width="570" height="378" /></p>
<pre>Air Mancur didepan Penginapan Arjuno</pre>
<p>Dari sekedar hobby, akhirnya terkumpul menjadi beberapa bangunan, saya sendiri menyebut lokasi ini sebagai Musium Jawa yang hidup, saya sebut hidup karena bangunan ini tidak cuman untuk dilihat sejarahnya, dinikmati pesona arsitekturnya tapi juga masih berfungsi melayani tiap tamu yang berniat belajar dan berkunjung. Mereka biasanya menyempatkan diri untuk menginap di akhir pekan sekalian memanfaatkan beberapa program kegiatan yang ditawarkan oleh pengelola.  Yang sering saya liat sasaran program lebih ke usia pendidikan sekolah, dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi, disediakan juga untuk para eksekutif dan karyawan yang ingin melakukan kegiatan outbond.</p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/pendopo_parikesit.jpg" alt="Pendopo Parikesit" width="570" /></p>
<pre>Pendopo Parikesit, untuk pertunjukan kesenian</pre>
<h2>Padepokan itu apa sih?</h2>
<p>Ngalor ngidul cerita padepokan, gak lengkap kalo nggak mengupas sedikit tentang istilah ini, biar lebih gamblang lagi dan lebih ngeh, syukur-syukur kalo setelah ngerti istilahnya selanjutnya ada kunjungan langsung, biar tambah gamblang gitu.</p>
<p><strong>Padepokan,</strong> menurut kamus besar Indonesia berarti Tempat Persemedian, tempat pengasingan r<br />
aja-raja dimasa lalu. Di era sekarang, istilah padepokan lebih sering digunakan oleh kegiatan &#8220;Sanggar Seni Tari&#8221; dan &#8220;Pencak Silat&#8221;,  difungsikan sebagai tempat bertemu, bersilaturahim dan berlatih bersama.  Sedangkan dari istilah Arsitekturnya padepokan juga mempunyai makna sebagai komplek perumahan (bangunan) dengan areal yang cukup luas yang disediakan sebagai tempat untuk proses belajar dan mengajar keterampilan tertentu.</p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/joglo.jpg" alt="Joglo" width="570" height="362" /></p>
<pre>Joglo kala Malam Temaram</pre>
<p>Komponen bangunan di padepokan umumnya dicirikan adanya bangunan-bangunan khusus, seperti  Gapura, Pondok Pertemuan (joglo), Pondok Penginapan, Pondok Pengobatan, Pondok Kesenian, Pondok Dahar dan beberapa kelengkapan khusus yang dibangun untuk menyesuaikan kepentigan proses belajar misalnya Pondok Pustaka,  dan Pondok Serbaguna.</p>
<p>Padepokan juga umumnya dibangun di lokasi-lokasi yang jauh dari keramaian, di kaki gunung, di pelosok mungkin karena kepentingan proses belajar biar konsentrasinya gak kemana-mana karena gangguan hiruk pikuk lingkungan sekitar.</p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/gunung_ringgit.jpg" alt="Pendopo Gunung Ringgit" width="570" height="420" /></p>
<pre>Asrama Ringgit, Murah meriah terjangkau<!--more--></pre>
<h2>Padepokan Alam dan Budaya Pesanggrahan Arjuno</h2>
<p>Demikian juga dengan padepokan yang berlokasi di kaki Gunung Arjuno ini, sangat memenuhi syarat-syarat ketentuan sebuah Padepokan masa lalu, lokasi padepokan yang serasa di ujung langit, boleh dibilang sebagai rumah terakhir di perkampungan, sebuah bangunan luas di ujung kampung dan dikelilingi oleh bukit-bukit kecil serta hamparan luas rumput dan hutan lebat.</p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/kaliandra.jpg" alt="Gerbang Masuk Kaliandra" width="550" height="75" /></p>
<p>Boleh dibilang sebagai Padepokan Modern, karena dikelola oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (NGO) yang bertitle Yayasan Kaliandra Sejati. Mempunyai kegiatan Pendidikan Lingkungan Hidup dan Budaya serta Pusat Pelatihan dan Rekreasi.</p>
<h3>Aktifitas dan Kegiatan</h3>
<p>Datang ke Padepokan, kita bisa datang ke Padepokan ini atas nama perorangan ataupun kelompok, Kaliandra menyediakan beberapa paket program menarik untuk kita, dikemas dengan metode belajar partisipatif, melalui praktek, permainan, kunjungan lapang, seni, lokakarya, diantaranya antara lain:</p>
<ol>
<li>Berkunjung dan Belajar tentang hutan, naik gunung, berpetualang, kemah dsb</li>
<li>Belajar Budaya Jawa (seni tembang dan karawitan, pewayangan, tari, arsitektur, dsb)</li>
<li>Mengunjungi benda-benda cagar budaya seperti pertapaan Indrokilo, Candi Sepilar dsb.</li>
<li>Belajar pertanian termasuk budidaya tanaman hias dan tanaman obat, destilasi minyak serei.</li>
<li>Melukis dan membuat kerajinan</li>
<li>PPAB juga membuka kesempatan kepada institusi pendidikan untuk melakukan penelitian, kerja lapang maupun kegiatan pengabdian masyarakat serta voluntary</li>
</ol>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/gunung_tengger.jpg" alt="Asrama Istirahat Tengger" width="570" height="420" /></p>
<pre>Wisma Tengger, Penginapan dengan pesona Jawa</pre>
<h3>Fasilitas Layanan Program</h3>
<p>Lembaga ini berkonsentrasi pada masalah Pendidikan Lingkungan Hidup dan Kebudayaan Jawa, hal ini akan nampak pada ciri khas masing-masing bangunan yang terdapat di kaliandra, mulai dari pintu gerbang, kantor, tempat pertemuan, maupun tempat untuk penginapan, semua khas bangunan Rumah Jawa (joglo).</p>
<h4>Ruang Pertemuan</h4>
<p>Ruang pertemuan dalam adat jawa sering disebut Pendopo, Terdapat 2 (dua) buah bangungan Pendopo di kaliandra, yang pertama adalah Pendopo Mahameru yang akan langsung menyambut siapapun yang mengunjungi Kaliandra, sedangkan Pendopo Parikesit mempunyai ukuran lebih besar, berada di lokasi komplek Hastinapura dan mempunyai fasilitas yang lebih lengkap, seringkali digunakan untuk kegiatan pertunjukan kesenian dan acara yang melibatkan tamu lebih banyak.</p>
<p>n<img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/omakayu.jpg" alt="Rumah Kayu" width="570" height="200" /></p>
<pre>Omah Kayu gae Turu</pre>
<h4>Akomodasi</h4>
<p>Yayasan Kaliandra memiliki fasilitas penginapan bagi tamu atau pengunjung yang sedang menjalankan program, terdapat 5 bungalow yang terletak dalam kompleks Hastinapura, bangunan bungalow terdiri dari 2 (dua) lantai dengan kamar mandi terbuka, untuk alasan kesehatan namun sangat menjaga kenyamanan pribadi.</p>
<p>Pilihan lainnya adalah 2 (dua) buah Griya Tamu berarsitektur Jawa Asli yang menghadap Pendopo Mahameru, selain itu dalam komplek yang sama, terdapat dua buah asrama yang bisa menampung sekitar 92 orang sekaligus.<img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/pendopo_dahar.jpg" alt="Rumah Dahar" width="570" height="210" /></p>
<pre>Rumah Dahar, Ruangan Makan sederhana Khas Jawa</pre>
<h4>Griya Dahar</h4>
<p>Kaliandra mempunyai dua tempat makan (griya dahar) yang terletak pada komplek Hastinapura bernama Griya Dahar Sembadra, dan satunya berada di area Mahameru. Masing-masing lokasi mempunyai keistimewaan masing-masing. Griya Dahar Sembadra mempunyai pemandangan bebas dari puncak gunung Arjuna, sedangkan rumah makan Mahameru dikelilingi oleh berbagai tanaman hias yang merupakan khas dari Yayasan Kaliandra Sejati.</p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/lotus.jpg" alt="Bunga Lotus" width="570" height="404" /></p>
<pre>Bunga Lotus di Kolam</pre>
<h2>Klenengan Gending Jawa</h2>
<p>Padepokan Alam ini disamping menerima tamu dari luar, juga menjadi ajang pertemuan rutin warga sekitar, lebih khusus lagi warga yang tertarik dengan bidang kesenian. Jadi kalo pas kebetulan kita berkunjung, sayup-sayup di sore hari mendengar suara gending dan melantunkan lagu Jawa, tentu saja jangan berharap akan diterjemahkan ke bahasa indonesia, saya sendiri meski orang jawa juga gak mudeng artinya apa kok, mending menikmati alunan musiknya yang cukup syahdu,  lebih-lebih pas saat patah hati, lalu bunuh diri wakakkakkakkaka</p>
<p>Oke, mampir aja kesana yah, dan jangan lupa sampaikan salam saya buat para penunggu Alas Lali Jiwo di Gunung Arjuno ini, hampir semuanya kenal saya kok, lumayan sering bikin masalah disana soale, syukur-syukur kalo anda tau lokasi ini karena blog ini, saya kan dapet uang makelaran, setidaknya dapat undangan gratis sekampung hehehhehhe</p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/kolam_angsa.jpg" alt="Kolam Angsa" width="570" height="760" /></p>
<pre>Banyak</pre>
<h3>Menuju Kaliandra</h3>
<p>Dari Malang/Surabaya: naik bis reguler jurusan Surabaya-Malang atau sebaliknya, turun di Pasar Palang, kemudian perjalanan dilanjutkan dengan menyewa ojek yang tersedia di pinggir jalan, selama 15 menit</p>
<p>Dari Pasuruan: naik bis regular ke Malang, turun di Purwosari (sekitar 1 jam perjalanan), naik minibis jurusan Surabaya menuju Pasar Palang, Lanjutkan perjalanan dengan menggunakan ojek selama 15 menit</p>
<p><strong>Alamat Kontak</strong></p>
<p>Yayasan Kaliandra Sejati (BATAKO)<br />
Dusun Gamoh Desa Dayurejo Kecamatan Prigen<br />
Jawa Timur Indonesia<br />
Phone. 62-343-417357<br />
Fax.     62-343-417358<br />
e-mail :   sekretariat@kaliandra.or.id, kalian@indo.net.id<br />
Website: www.kaliandra.or.id, www.kaliandrasejati.org</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cakrawala/padepokane-wong-jowo.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lembuswana, penjaga Sungai Mahakam</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/lembuswana-penjaga-sungai-mahakam.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cakrawala/lembuswana-penjaga-sungai-mahakam.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2008 10:29:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Khatulistiwa]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[sungai]]></category>
		<category><![CDATA[wisata alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/jejak/lembuswana-penjaga-sungai-mahakam/</guid>
		<description><![CDATA[ &#8220;Bermahkota bukannya raja. Berbelalai. Bergading lainnya gajah. Bersayap bukannya  burung. Bersisik lainnya ikan. Bertaji bukannya ayam. Binatang apakah ini?&#8221;
Kuis tebak-tebakan yang tidak berhadiah ini tertulis di bawah kaki Patung berbentuk binatang aneh dan unik di depan Musium Mulawarman.  Jawabannya memang sudah pasti &#8220;Lembuswana&#8221;,  spesies langka yang tidak termasuk dalam daftar Appendix [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1324/712149073_7b82ce06f8_m.jpg" alt="Lembuswana" align="left" height="240" hspace="10" width="160" /> &#8220;<em>Bermahkota bukannya raja. Berbelalai. Bergading lainnya gajah. Bersayap bukannya  burung. Bersisik lainnya ikan. Bertaji bukannya ayam. Binatang apakah ini?</em>&#8221;</p>
<p>Kuis tebak-tebakan yang tidak berhadiah ini tertulis di bawah kaki Patung berbentuk binatang aneh dan unik di depan <a href="http://www.kutaikartanegara.com/wisata/museum_mulawarman.html" title="Musium Mulawarman Samarinda" target="_blank" class="snap_shots">Musium Mulawarman</a>.  Jawabannya memang sudah pasti &#8220;Lembuswana&#8221;,  spesies langka yang tidak termasuk dalam daftar <acronym title="berarti perdagangan spesies tersebut dikontrol sangat ketat dan tidak dapat diperdagangkan secara internasional kecuali hasil penangkaran">Appendix I</acronym> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/CITES" title="CITES" target="_blank" class="snap_shots">Cites</a> ini dapat anda jumpai di <a href="http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=309264&amp;page=4" title="Wisata di Tenggarong" class="snap_shots" target="_blank">3 (tiga) lokasi</a> utama Kota Tenggarong, di Pintu Gerbang memasuki kota Tenggarong, di depan Musium Mulawarman dan yang terbesar di Pulau Wisata Kumala. Yang terakhir akan menjadi tokoh utama kita kali ini, soale dapat undangan gratis keliling Pulau Kumala sih, pilihannya cuman satu aja, kalo pengen kisah lainnya boleh kok mengundang aku lagi&#8230;..hehehehehe<span id="more-24"></span></p>
<h2>Makan Siang sambil Terapung</h2>
<p>Wong ndeso ini pantas girang banget, soale baru nyadar kalo Rumah Makannya tidak saja bisa ngambang di atas air, tapi bisa mengelilingi Pulau Kumala, pantas saja ini kan Kapal Layar, layaknya sebuah kapal tentu ada mesinnya, setir, Anak Buah, Layar, dan yang paling penting semua yang tersebut tadi dapat imbukan kata &#8220;Kapal&#8221;, sekedar untuk membedakan kebiasaan di darat sama di Sungai, termasuk juga ada organ (<em>itu lho, alat musik yang tutnya cuman ada 2 warna, hitam dan putih</em>)&#8230;&#8230; hahahah dasar ndesit. Tentu saja dengan alat musik tersebut nyanyinya pake irama Country-an, terasa rada jadul dikit,  penyanyinya pun lengkap dengan atribut koboi dengan kisaran usia 15-an (lima belas ngikut pemilu pak&#8230;), kita-kita yang masih kinyis cuman bisa ngikut goyang-goyang kaki aja, soale gak apal, bolehlah sekali-kali teriak hhheeeyyya&#8230;&#8230;heeeyyyaaaa&#8230;&#8230;.halah&#8230;.koboi kok melaut seh pak&#8230;&#8230;koboi yah angon wedus.</p>
<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1226/712149095_e3284936cf.jpg?v=0" alt="Lembuswana" height="332" width="500" /></p>
<p>Sambil makan siang, kita ber-banyak orang ini dibawa mengelilingi Pulau Kumala, sambil menikmati nikmatnya ikan Patin bakar, Gulai Kambing dan Es Jeruk, sebagai penutup buah-buahan khas Kaltim tersedia berlebih, mulai Jeruk, pisang sampai duku semuanya pas dan lengkap, dan yang penting akhirnya tak tersisa, buat kucing sekalipun, tandas.</p>
<p>Mendekati tujuan, pintu gerbang  Pulau Kumala,  terlihat sosok monumen yang cukup besar dan megah dibuatnya, Patung Lumbuswana raksasa sebagai hasil karya pematung terkenal <a href="http://www.nuarta.com/" title="Nyoman Nuarta" class="snap_shots" target="_blank">Nyoman Nuarta</a>. Ini pertama kalinya aku melihat sosok symbol mitologi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Kutai_Kartanegara" title="Kerajaan Kutai Kertanegara" class="snap_shots" target="_blank">Kerajaan Kutai Kertanegara</a> dari dekat, inikah binatang yang gaya hidupnya amphibi plus?, plus karena punya sisik,  kebayang bisa hidup di air, punya kaki empat pasti mamalia, namanya lembu tapi kepalanya gajah, punya sayap berarti bisa terbang, imaginasiku membayangkan pada suatu pagi lepas bangun tidur, terlihat para lembuswana bertengger di ranting dan bercicit cuit menyongsong mentari.</p>
<p>Mencari sejarah sang Lembu ini rada kesulitan, malah ketemu beberapa blogger yang minta diinformasikan tentang <a href="http://www.google.co.id/search?hl=id&amp;q=sejarah+lembuswana&amp;btnG=Telusur<br />
i+dengan+Google&amp;meta=" title="Sejarah Lembuswana" class="snap_shots" target="_blank">history of lembuswana</a> kalo ada yang tau. Mitologi Kutai lainnya yang ketemu malah tentang <a href="http://www.kutaikartanegara.com/kesultanan/mitologi2.html" title="Naga Erau" class="snap_shots" target="_blank">Naga Erau</a> yang menjadi rujukan <a href="http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=309264&amp;page=4" title="FEstival Erau" class="snap_shots" target="_blank">Festival Erau</a> yang sudah menjadi <a href="http://www.kutaikartanegara.com/wisata/" title="Peta Wisata di Kutai" class="snap_shots" target="_blank">kegiatan wisata</a> rutin Kota Tenggarong.</p>
<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1187/712149115_e64747542e.jpg?v=0" alt="Gerbang Pulau Kumala" height="332" width="500" /></p>
<pre>Gerbang Pulau Wisata Kumala</pre>
<p>Kalo Jakarta punya <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dufan" title="Dunia Fantasi Ancol" class="snap_shots" target="_blank">Dunia Fantasi</a>, inilah andalan dari Provinsi Kaltim, Pulau Kumala, Dufan yang dibangun di daerah pesisir pantai, Pulau Kumala dibangun diatas pulau di tengah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sungai_Mahakam" class="snap_shots" title="Sungai Mahakam">Sungai Mahakam</a> atas prakarsa <a href="http://www.tokohindonesia.com/majalah/khusus/01-36/02/07.shtml" title="Pak Kaning" class="snap_shots" target="_blank">Bupati Syaukani</a> (pak Kaning) Pulau seluas 76 ha itu dibangun dan diurug tak kurang dari sejuta setengah kubik pasir ditanam disana, hingga kini terlihat sebagai lokasi wisata modern bagi masyarakat.</p>
<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1341/713062754_10e46a3f6f.jpg?v=0" alt="restoran berjalan" height="332" width="500" /></p>
<pre>Kapalku segera mendaratkan awaknya</pre>
<p>Ada dua cara menuju Pulau Kumala ini, bisa dengan cara menyeberangi sungai Mahakam atau lebih menarik lagi melalui Sky Tower, dengan kendaraannya kereta gantung (cable car), diatas ketinggian 75 meter anda bisa melihat panorama kota dengan leluasa dari kaca kereta,  Sky Tower sekaligus penghubung antara Tenggarong Seberang dengan Pulau Kumala.</p>
<h2>Dayak Long House</h2>
<p>Rumah Panjang, atau rumah komunal Suku Dayak biasa disebut dengan Lamin (Lou) di Kalteng dikenal dengan istilah Rumah Betang, Masyarakat Kutei umumnya mengenal sekaligus mempopulerkan nama rumah dayak dengan sebutan Lamin, sedangkan Orang Dayak Benuaq lebih senang dan bangga dengan sebutan Lou ketimbang Lamin. Tapi bukan hanya karena kisah seorang ibu-ibu muda yang mengundang tamu laki-laki paruh baya untuk bertandang ke rumahnya, Pak saya dan keluarga akan senang dan hormat jika bapak menyempatkan main ke Lamin saya malam ini&#8230;&#8230;lho&#8230;. gawat, kalo sang bapak tamu tadi gak ngerti istilahnya, bisa salah tangkep maksud baiknya. hehehe, tapi yang jelas istilah Lou lebih berasal dari akar bahasa benuaq.</p>
<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1291/712149161_eabdbbb54a.jpg?v=0" alt="Lou atau lamin" height="332" width="500" /></p>
<p>Iklim di Tenggarong termasuk cukup hangat bagi para pendatang,  untuk beraktifitas ringan jalan kaki saja sudah cukup menguras keringat, tapi jangan kuatir mengelilingi pulau kumala sudah tersedia angkutan mobil gandeng yang selalu siap mengantar anda mengitari pulau ini, melihat-lihat fasilitas yang tersedia untuk wisata.</p>
<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1063/712149179_2ce9fdb359.jpg?v=0" alt="Lou -Rumah Adat Suku Dayak di Kaltim" height="332" width="500" /></p>
<pre>Lou, rumah adat dayak kaltim</pre>
<p>Nampaknya tidak ada kegiatan sosial di tempat ini, apa karena saya datangnya bukan pas hari libur, di tanah seluas 76 ha ini nampaknya cuman kami dan beberapa orang saja pengunjungnya, saya berharap ada agenda menarik dari sekedar menikmati panorama dan bangunan rupanya tidak terfasilitasi, seandainya lokasi wisata ini tidak hanya mengandalkan kekuatannya dari bangunan dan fasilitas saja, pasti akan lebih semarak lagi. Kalau konsep wisata andalannya hanya fisik, kecenderungannya mereka hanya perlu datang sekali saja, dan akan kembali lagi hanya karena m<br />
engantar tamu atau teman yang bertandang.</p>
<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1301/712149137_897188307d.jpg?v=0" alt="Vihara" height="332" width="500" /></p>
<pre>memang akan menjadi menarik jika ada aktifitas ibadah masyarakat</pre>
<p>Hampir tiga jam kita berkeliling dan melihat-lihat Pulau, rasa-rasa kerongkongan udah mulai kering, keringat juga udah membasahi badan, sudah waktunya untuk undur diri, angkat sauh, dan kapal kitapun berlayar menuju daratan Indonesia&#8230;. udah lama yah rasanya kita meninggalkan negara Indonesia Raya tercinta&#8230;&#8230; kalo saja setiap kesan yang dibawa pengunjung seperti itu, pasti tidak lama lagi dia akan bawa orang sekampungnya untuk datang ke Tenggarong dengan bangga, anda akan diisi dan diservis luar dalam, lahir batin dengan program wisatanyaa&#8230;begitu kira-kira isi promosinya.</p>
<p>tabek</p>
<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1154/713062728_31d9f88462.jpg?v=0" alt="Guest House" height="332" width="500" /></p>
<pre>nginep di Guest House</pre>
<p><em>conkie: pengen kenal lebih mendalam tentang tenggarong dan kutei kartanegara ing martadipura </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cakrawala/lembuswana-penjaga-sungai-mahakam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
