<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jusron[at]Faizal.WEB/INDONESIA &#187; Jelajah</title>
	<atom:link href="http://faizal.web.id/category/jelajah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://faizal.web.id</link>
	<description>Learning is Journey for Freedom of Life</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Apr 2010 20:22:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Amanda Ratu di Ujung Genteng</title>
		<link>http://faizal.web.id/jelajah/amanda-ratu-ujung-genteng.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/jelajah/amanda-ratu-ujung-genteng.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 16:00:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[Khatulistiwa]]></category>
		<category><![CDATA[air terjun]]></category>
		<category><![CDATA[fauna]]></category>
		<category><![CDATA[laut]]></category>
		<category><![CDATA[wisata alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[
Pada hampir separoh malam, kita berempat akan melaju  menuju 200 km arah Timur Laut (ngawur) menuju Ujung Genteng. Perjalanan darat di malam hari memang sangat menarik,  tapi lebih menarik lagi kalo disamping saya ini badannya gak terlalu gendut sehingga butuh parkiran yang cukup luas  ditambah lagi mengeluarkan suara-suara aneh dari mulutnya. Krrrookkk&#8230;krrokkk, serasa menginap di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="amandaratu ujung genteng" src="/doc/amandaratu.jpg" alt="" width="550" height="230" /></p>
<p>Pada hampir separoh malam, kita berempat akan melaju  menuju 200 km arah Timur Laut (<em>ngawur</em>) menuju Ujung Genteng. Perjalanan darat di malam hari memang sangat menarik,  tapi lebih menarik lagi kalo disamping saya ini badannya gak terlalu gendut sehingga butuh parkiran yang cukup luas  ditambah lagi mengeluarkan suara-suara aneh dari mulutnya. Krrrookkk&#8230;krrokkk, serasa menginap di kandang ya perjalanan kali ini.  Mas..mas&#8230; bangun dong mas, atau setidaknya Tone-nya dipelanin dikit, atau bisa gak nadanya diganti dengan salah satunya lagunya Ridho Rhoma??.   Sampean ngoroknya kenceng banget sih,  ini kan lagi musim Flu Babi!!! bisa nularin yang lainnya lho mas.</p>
<p><span id="more-86"></span></p>
<div  style="text-align: left;"  class="xmlgmdiv" id="xmlgmdiv_2"><iframe class="xmlgm" id="xmlgm_2"src="http://faizal.web.id/wp-content/plugins/xml-google-maps/xmlgooglemaps_show.php?myid=2" style="border: 0px; width: 560px; height: 300px;" name="My_XML_Google_Maps" frameborder="0"></iframe></div>
<p>Kita memang harus menempuh perjalanan selama 6 jam dengan Kijang Innovanya Boss Richie, pilihan jadi penumpang yang paling nyaman adalah bisa tidur sepanjang perjalanan. Mau liat pemandangan juga gak mungkin gelap-gelap gini, mau maen pesbuk kayak teman saya di belakang  juga gak bisa, lha hari gene punya hape yang layarnya masih <em>Black White</em> bukannya yang berjudul nama buah-buahan.  Beli buah sekarang tidak harus di pasar buah lho, di toko komputer atau peralatan komunikasi juga tersedia. Saking namanya buah,  dulu sempat mikir  belinya bisa kiloan.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 560px"><img title="Amandaratu Resort" src="/doc/villaamanda.jpg" alt="Kalo mandi di kolam renang, enaknya malam-malam.. sepiiii" width="550" height="272" /><p class="wp-caption-text">Kalo mandi di kolam renang, enaknya malam-malam.. sepiiii</p></div>
<p>Memang udah zamannya penuh  <em>fenomena</em>,  di jalan-jalan raya kita mudah ketemu segala macam <em>kewan-kewanan</em> berkeliaran dari tempat asalnya Hutan belantara, mulai dari jenis mamalia &#8211; kuda, kijang, kancil, karnivora &#8211; jaguar, tiger hingga  sampe ke kodok dari Jerman. Dan kini pasar elektronik kita akan segera dibanjiri dari jenis tanaman cuci mulut.</p>
<p><a title="duren.inc" href="http://duren.web.id" target="_blank"><img title="duren inc" src="/doc/duren.gif" alt="duren.inc" hspace="5" width="364" height="164" align="right" /></a>Teman baik saya yang juga bukan petani, <a title="Rony Hakim" href="http://ronyhakim.com" target="_blank">penthol</a> namanya.  Yang hidup dari zaman <a title="pentholitikum" href="http://profiles.yahoo.com/pentholitikum" target="_blank">pentholitikum</a>,  adalah dunia tentang kreatifitas dan seni olah digital,  sekarang juga sudah mulai mencoba menanam. Terpilih adalah buah duren, buah buruk rupa tapi kuning, bersih dan manis isinya, kira-kira itu lah sebuah pesen yang pengen disampaikan kepada calon pembelinya. Logonyapun diambil mentah-mentah langsung dari wujud aslinya, buah Durian dan sekedar eksyen dibuatnya keroakan bekas gigitan dibagian atasnya. Itu kalo Codot (kelelawar) yang makan pasti codotnya Batman, dan kalo manusia yang makan pasti Batmannya Codot. Sedikit berbeda dengan petani buah yang lain,  Duren.Inc yang satu ini bermain di perangkat lunak bukan hardware. Dengan ini Tukang Duren bersumpah bahwa <a title="duren.inc" href="http://duren.web.id" target="_blank">duren.inc</a> adalah  &#8220;<em>the right partner to optimize your communication strategy</em>&#8220;, artine opo iki tol? Sukses besar ya tol!! dadi bakul duren! kerja bareng terus karo tukang <a title="spider-web" href="http://register.spider.web.id" target="_blank">jaring laba-laba</a>.</p>
<p><a title="amandaratu resort ujung genteng" href="http://amandaratu.com" target="_blank"><img src="http://profile.ak.facebook.com/object3/625/63/n202752155290_7662.jpg" alt="Amandaratu Resort Ujung Genteng" hspace="5" width="200" height="267" align="right" /></a></p>
<p>Eiitsss.. ngomongin tentang buah, sebenernya ada kaitan juga dengan yang akan kita datangi kali ini, tidak berbeda jauh profesinya, juga sebagai tukang buah.  Tapi yang ini tukang buah beneran,  jenis buah yang dipilih untuk dikembangkan adalah Kelapa dengan payung utamanya dikelola oleh PT. Wira Citaspong, yang mengelola perkebunan Kelapa sebanyak 200-an ribu pohon di luas lahan 100-an hektar di sepanjang Muara Sungai Cikarang Ujung Genteng.</p>
<p>Kelapa yan g dikelola oleh perkebunan ini sebagian besar akan diambil Niranya dan di jual dalam bentuk Gula Kelapa/Gula Merah/Gula Jawa melalui proses pengolahan sebelumnya.</p>
<h2>Tanah Lot Amanda Ratu</h2>
<p>Pada bagian ujung lahan yang dikelola oleh perkebunan ini, persisnya di Muara Sungai Cikarang pesona alamnya cukup menarik dan menawan, lebih-lebih bagi anda yang hobby ngintip di balik perangkat penangkap <em>moment.</em> Ada pulau kecil di ujung sungai Cikarang, dari kejauhan jika melihat bentuk pulau penghadang tersebut pasti akan teringat Tanah Lot di Bali.  Jadi, kalo gak pernah ke Pulau Bali, melihat bentuk pulau tersebut pasti gak ingat apa-apa, ke Bali sana dulu biar cepet sembuh ingatannya&#8230;. lho!!!????</p>
<p>Kira-kira begitulah prosesnya bagaimana tempat ini memiliki nama Tanah Lot, biar membedakan karena letakknya bukan di Bali dan deket lokasinya dengan Amanda Ratu Resort Ujung Genteng (<em>menulisnya kudu lengkap, pesan sponsor rek</em>), maka tempat tersebut ditandai oleh publik dan masyarakat setempat sebagai Tanah Lot Amanda Ratu.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 560px"><img title="Tanah Lot Amandaratu" src="/doc/tanahlot.jpg" alt="Bukan di Bali, apalagi di Balitar" width="550" height="211" /><p class="wp-caption-text">Bukan di Bali, apalagi di Balitar</p></div>
<p>Karena pemandangannya menarik bagi masyarakat setempat, pihak perkebunan pada tahun 1981 mencoba membuka lokasi ini sebagai lokasi wisata dan penginapan yang dibuka untuk umum dan di kelola secara terpisah sebagai usaha lain dari bidang perkebunan hingga saat ini (<em>maaf, saya potong prosesnya karena terlalu panjang</em>).</p>
<p>Umumnya orang mengenal kata <em>Sunrise </em>(matahari terbit)<em> </em>di gunung dan <em>Sunsite </em>(matahari terbenam)<em> </em>di pantai. Tapi itu tidak berlaku di Amanda Ratu,  justru banyak orang lebih menikmati pemandangan <em>sunsite</em> terindah di kawasan Resort ini. Untung saja kami tiba di lokasi pas sebelum Subuh, jadi sempet menyaksikan dengan mata sendiri dan mata kamera pesona indah yang dijanjikan sebelumnya.  Mayan penat juga sih, padahal udah istirahat banyak sambil kopi malem di salah satu Restorant Pelabuhan Ratu. Kentang goreng, Pisang Goreng Keju dan Kopi Jahenya mayan bikin melek mata dan mulut.  Seperti apa kata pepatah.. Melek Matane, Melek Cangkeme.</p>
<h2>Anak Pantai Suka Santai</h2>
<p>&#8230;dan setelah puas menikmati pesona <em>sunrise</em>, saatnya tidur sebentar buat kumpulin energi untuk jalan-jalan di pantai beberapa jam nanti, sambil nunggu langit dan laut berwarna lebih biru.  Iya kenapa langit kok warnanya biru sih? terus kalo pas Sunsite warnanya berubah jadi merah dan kuning dan kadang-kadang juga jadi putih. Ada hubungannya gak dengan warna laut yang ikut-ikutan jadi biru?.. biar dijawab sama <a title="Langit Biru" href="http://nineta.multiply.com/journal/item/50/Kenapa_Langit_Biru_Bu_Guru" target="_blank">Ibu Guru TK</a> mu aja yah adik-adik, kakak udah ngantuk, mau bobok duyu.</p>
<p>Sebelum panas, kita tuntaskan pekerjaan senang-senang kita disini sampe besok Minggu.  Hari ini menjelajah mulai dari Dermaga Tua di wilayah Pantai Ujung Genteng yang juga dikenal sebagai Pantai Aquarium, di saat laut surut air masih tersisa se mata kaki orang dewasa.  Kita dapat melihat banyaknya ikan-ikan hias yang terperangkap di batu-batu karang, menyaksikan mereka berkejar-kejaran dalam air seperti melihatnya di Aquarium.  Dan dilanjut di pantai-pantai sekitar seperti Pantai Cibuaya, Pantai Mina Jaya terakhir berhenti di Pantai Pangumbahan.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 560px"><img title="keong macan" src="/doc/keongmacan.jpg" alt="Keong macan dengan bumbu gulai" width="550" height="205" /><p class="wp-caption-text">Keong macan dengan bumbu gulai</p></div>
<p>Puas jalan-jalan sore di pesisir Ujung Genteng, sebelum pulang mampir dulu di tempat Pelelangan Ikan.  Dari sekian banyak jenis ikan, yang paling menarik buatku adalah Keong Macan, bukan keong berbentuk Macan, yang mirip cuman warna dan corak cangkangnya,  warna orange dengan bintik/ totol hitam kayak macan tutul.  Main di pantai gak makan ikan laut juga kurang bisa bikin tidur nyenyak sih.</p>
<h2>Menunggu Penyu Hijau bertelur di  Pantai Pangumbahan</h2>
<p>Malam ini saatnya belajar, jangan bobok dulu setelah makan kenyang.  Bagi kalian yang tidak pernah hormat dengan orang tua, mungkin dengan perjalanan malam ini akan ada artinya untuk  berobah dan bertobat,  kita akan  melihat bagaimana beratnya Penyu Hijau bertelur ke darat, saking beratnya semoga ini bisa jadi inspirasi bagimu buat selalu patuh dan taat sama orang tua, khususnya sama ibumu yang melahirkanmu.  Begitu pesen dari <em>guide (</em>gus de<em>) </em>yang nanti akan mendampingi kita selama proses penyu bertelur.  Sampe segitunya yah pikiran orang ini pada kita ???!!! karena udah males mikir sama otak, aku dengerin ocehanya dalam hati aja.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 560px"><img title="penyu hijau" src="/doc/penyuhijau.jpg" alt="Proses bertelurnya dibantu bidan sebanyak ini?" width="550" height="257" /><p class="wp-caption-text">Proses bertelurnya dibantu bidan sebanyak ini?</p></div>
<p>Gak nyangka masukknya, begitu deket dengan pantai ternyata udah berkumpul banyak orang di tengah malam gelap gulita gini, apalagi ini malam minggu waktu pasaran buat plesir dan pacaran.  Lain waktu kita kesininya malam jum&#8217;at aja ya om, biar ketemunya sama dukun yang juga lagi pengen plesir liat penyu <em>ngendok</em> (nelur).</p>
<p>Proses bertelurnya penyu dari awal kita diperbolehkan mendekat, pas si penyu sudah memulai mengeluarkan telurnya satu demi satu hingga hitungan 80 &#8211; 100 butir. Sebelumnya kita udah dikontek kalo selama jalan jangan menghidupkan alat penerangan, kalo pas ketemu ada penyu mau naik pasti terganggu dan mengurungkan niatnya bertelur. Seluruh proses kalo pengen tidak melewatkan melihat penyu sampe balik lagi ke laut kurang lebih selama 2 (dua) jam.</p>
<h2>Curug adalah Air Terjun: Cikaso</h2>
<p>Setelah kemaren kita berasin-asin di Pantai hingga tengah malam, hari ini kita akan cari suasana baru di Sungai Cikaso. Di sekitar Ujung Genteng rupanya menyimpan banyak tempat wisata alam Air Terjun atau Curug (bahasa lokal).  Anda bisa melihat data dan potensi wisata secara lengkap di situs pribadinya Bapak <a title="Jelajah Ujung Genteng" href="http://www.geocities.com/ujunggenteng" target="_blank">Petrus Suryadi</a>,  format situsnya masih menggunakan html, tapi muatan data dan informasinya sangat padat.  Sebelum ada CMS (Content Management System) yang canggih-canggih seperti sekarang ini, Pak Petrus Suryadi sudah mulai menyusun data dan informasi seputar Ujung Genteng secara konsisten hingga saat ini. &#8221; <em>Saya ingin Ujung Genteng dikenal masyarakat sebagai Nirwana Pantai Selatan Jawa Barat</em>&#8220;  dan pengen lebih dikenal masyarakat banyak seperti halnya mereka mengenal Pantai Anyer Mas, tulisnya melalui surat elektronik saat saya sapa lewat Fesbuk.  Mantap pak, saya juga mau <em>support</em> jika dibutuhkan pak, mungkin bisa bantunya buat urusan domain dan hosting laba-laba.,hehhehe</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 560px"><img title="air terjun cikaso" src="/doc/cikaso.jpg" alt="dingin...dingin....empuk" width="550" height="247" /><p class="wp-caption-text">dingin...dingin....empuk</p></div>
<p>Sekali lagi, Curug atau Air Terjun di daerah Ujung Genteng tidak hanya di Cikaso, bahkan jika anda suka dunia gelap di beberapa titik lokasi juga ada Gua. Rupanya disini termasuk daerah Karst (batu gamping), yang memang memungkinkan terdapat gua-gua alam, stalagtit dan stalagmit. Kesimpulannya&#8230; kalo mau menjelajah dari ujung ke ujung di Ujung Genteng, sebaiknya anda sediakan setidaknya waktu 3 (tiga hari), berangkat kamis malam, pulangnya minggu sore, dijamin puasss sampai titik darah penghabisan&#8230;.hehehhe</p>
<p>Mandi di Air Terjun rupanya acara terakhir jadi anak pantai, kebayang perjalanan pulang ke Jakarta lagi&#8230;..</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="400" height="267" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="flashvars" value="host=picasaweb.google.com&amp;captions=1&amp;hl=en_US&amp;feat=flashalbum&amp;RGB=0x000000&amp;feed=http%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2Fjusronfaizal%2Falbumid%2F5339096918121438113%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US" /><param name="src" value="http://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="400" height="267" src="http://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" flashvars="host=picasaweb.google.com&amp;captions=1&amp;hl=en_US&amp;feat=flashalbum&amp;RGB=0x000000&amp;feed=http%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2Fjusronfaizal%2Falbumid%2F5339096918121438113%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US"></embed></object></p>
<p><strong>Amandaratu Resort Ujung Genteng</strong><br />
Jl. Raya Ujung Genteng, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Sukabumi<br />
+62 (266) 649 2808 &#8211; +62 812 2143 3365 &#8211; +62 856 2450 4345<br />
resort@amandaratu.com<br />
<a title="amandaratu resort ujung genteng" href="http://amandaratu.com" target="_blank">www.amandaratu.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/jelajah/amanda-ratu-ujung-genteng.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perahu dan Cadik Nusantara</title>
		<link>http://faizal.web.id/jelajah/perahu-dan-cadik-nusantara.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/jelajah/perahu-dan-cadik-nusantara.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 17:56:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[Keanekaragaman]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sungai]]></category>
		<category><![CDATA[wisata alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu sore di sungai Batanghari Jambi, naik Ketek dan berkeliling sungai rupanya sudah menjadi ajang rekreasi bagi wisatawan kayak saya pada saat itu. Status saya bersama kawan lain saat itu memang sebagai pelancong kota, tapi tidak pernah mengira kalo akhirnya harus dibawa keliling sungai naik Ketek, perahu kayu dengan mesin diesel buatan cina. 
 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img title="ketek batanghari" src="http://farm3.static.flickr.com/2371/2503946329_0739055a9a.jpg?v=0" alt="Naik Ketek di Sungai Batanghari Jambi" width="500" height="332" /><p class="wp-caption-text">Naik Ketek di Sungai Batanghari Jambi</p></div>
<p>Pada suatu sore di sungai Batanghari Jambi, naik Ketek dan berkeliling sungai rupanya sudah menjadi ajang rekreasi bagi wisatawan kayak saya pada saat itu. Status saya bersama kawan lain saat itu memang sebagai pelancong kota, tapi tidak pernah mengira kalo akhirnya harus dibawa keliling sungai naik Ketek, perahu kayu dengan mesin diesel buatan cina. <span id="more-61"></span></p>
<p><img class="alignnone" style="border: 0pt none;" title="jukung" src="http://lh3.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/SSuLsH2XGmI/AAAAAAAAAv4/sF0hp18fmWM/s288/jukung.jpg" alt="" width="270" height="134" /> <img class="alignnone" title="dayung" src="http://lh4.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/SSuLr-udddI/AAAAAAAAAvg/XLkbFumI4Cc/s288/dayung.jpg" alt="" width="270" height="137" /></p>
<p>Indonesia memang memiliki tingkat keanekaragaman budaya yang cukup berlimpah, jumlah suku dan bahasa daerah, juga jenis dan bentuk perahu atau cadik yang cukup beragam dari masing-masing daerah. Yang terkenal di Nusantara bahkan dikenal dunia adalah Kapal Pinisi nya orang Bugis &#8211; Makasar.  Pinisi adalah kapal kayu lokal yang difungsikan membelah lautan Indonesia untuk misi perdagangan dan penangkap ikan.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 522px"><img title="Bandara Lanting" src="http://lh3.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/SSuNAOWz0EI/AAAAAAAAAwc/MRvDP_xsoS8/lanting.jpg" alt="Bersandar di dermaga Lanting depan Rumah" width="512" height="334" /><p class="wp-caption-text">Bersandar di dermaga Lanting depan Rumah</p></div>
<p>Jika dilaut ada Pinisi, di sungai Indonesia lebih banyak lagi merek perahu/cadik bertebaran. <strong>Ketek</strong> di Sungai Batanghari Jambi, <strong>Kelotok</strong> di Sungai Kahayan mulai dari Palangkaraya hingga Banjarmasin, <strong>Ketinting</strong> di Sungai Mahakam Samarinda, <strong>Jonson</strong> di Papua dan masih banyak lagi yang belum saya tahu. Soale cuman yang bisa disebut disini saja yang pernah langsung saya nikmatin. Belum lagi sejumlah kapal-kapal penangkap ikan.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 522px"><img title="taken" src="http://lh3.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/SSuNRMqvR_I/AAAAAAAAAws/2fJtYqtXC6M/taken.jpg" alt="Seorang Taken sedang membantu mengarahkan laju Perahu" width="512" height="363" /><p class="wp-caption-text">Seorang Taken sedang membantu mengarahkan laju Perahu</p></div>
<p>Rata-rata dari Perahu tersebut diatas menggunakan mesin diesel buatan china, yang terkenal adalah merek <strong>Dong Feng</strong>. Di Papua mungkin lebih ngetop dengan Merek Johnson sehingga juga menjadi nama perahunya. Seperti warga Malang dulu menyebut motor bebek dengan Honda, &#8220;kamu kesini naik Honda yah?&#8221;, &#8220;enggak pak, saya kesini pake Honda Yamaha&#8221; (maksudnya adalah motor bebek merek Yamaha).</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 522px"><img title="kahayan miri" src="http://lh6.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/SSuM_1dHRqI/AAAAAAAAAwE/n-6biCm3yns/kahayan.jpg" alt="Pak Sandi sebagai Taken sedang istirahat di ujung perahu, " width="512" height="334" /><p class="wp-caption-text">Pak Sandi sebagai Taken sedang istirahat di ujung perahu</p></div>
<p>Setiap perahu hanya dibutuhkan satu orang sopir, yang bertugas mengendalikan laju pada tujuan yang hendak dihampirinya. Jika ada lebih dari satu pendayung pada perahu, fungsinya adalah sebagai menambah tenaga dorong. Tapi khusus pada saat perahu harus menerjang riam dangkal, perlu ditambahkan satu orang tenaga lagi yang berdiri di ujung perahu lengkap dengan galah panjangnya, peran seorang “Taken” dari hulu sungai Kahayan ini  adalah mendorongkan galah sekuat mungkin untuk mendorong pergerakan perahu di riam dangkal. Dengan dorongan kuat hingga ujung perahu terangkat dari permukaan, memudahkan untuk terhindar dari jebakan batu dan dasar sungai.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 522px"><img title="rotan" src="http://lh6.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/SSuNAqUoKdI/AAAAAAAAAwk/kcdK50IcwV4/rotan.jpg" alt="Rotan satu ton, dimuat dari hulu ke hilir" width="512" height="302" /><p class="wp-caption-text">Rotan satu ton, dimuat dari hulu ke hilir</p></div>
<p>Pengalaman pertama naik perahu bermesin diesel sangat mengesankan, lebih-lebih buat kedua telinga saya. Perjalanan saat itu ditempuh tidak kurang dari lima jam, dan begitu turun dari <strong>Kelotok</strong> suasana terasa hening dan sepi, tidak ada lagi suara bising memekakkan telinga, sampai disadarkan dengan sapaan dari warga yang tidak saya dengar kecuali lambaian tangannya. Rupanya telingaku sudah buntu karena gencaran gemuruh mesin diesel perahu.</p>
<p>Hampir dapat dipastikan, semua baling-baling penggerak laju perahu diposisikan dibagian belakang, sedangkan untuk setir sebagai alat kemudi bisa diletakkan di bagian belakang atau dengan modifikasi di letakkan di depan seperti halnya letak setir mobil, lengkap dengan setir asli mobil. Jenis perahu dengan sebutan <strong>Perahu Motor</strong> bahkan menggunakan mesin mobil sungguhan sebagai penggerak kincirnya, Brrmm Brrmm Brrmm persis seperti sopir Taxi sedang mencari penumpang di jalanan.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 513px"><img title="driver" src="http://lh4.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/SSuLsIA88MI/AAAAAAAAAvo/SVIN8oJvqds/driver.jpg" alt="Setir Bunder Muter Munyer" width="503" height="278" /><p class="wp-caption-text">Setir Bunder Muter Munyer</p></div>
<p>Perlu anda ketahui bahwa perahu tidak ada pedal rem dan kopling mundur, beberapa diantaranya sudah menggunakan klakson sebagai accessories menarik, dimainkan untuk menyapa atau mengingatkan penumpang untuk segera cepat naik, karena perahu sudah hendak melaju. Karena tidak menggunakan rem, ada sebuah kesepakatan tidak tertulis khusus untuk perahu yang melaju menuruni arus, mendapat prioritas untuk meluncur lebih dulu jika berpapasan dengan perahu lain yang akan menerjang jeram (naik).</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 522px"><img title="getek" src="http://lh3.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/SSuLsOE3AqI/AAAAAAAAAvw/s6YW_s0HBy4/getek.jpg" alt="Mengantar Kakek, Nenek, Bapak Ibu dan Kendaraan Motor Menyebrang Sungai" width="512" height="190" /><p class="wp-caption-text">Mengantar Kakek, Nenek, Bapak Ibu dan Kendaraan Motor Menyebrang Sungai</p></div>
<p><strong>Perahu Jukung</strong>, disebut sebagai perahu tanpa mesin atau menggunakan tenaga dayung berbahan bakar sepiring nasi empat sehat lima sempurna. Dipergunakan untuk transportasi jarak dekat antar desa, saat ini sudah jarang dipergunakan untuk perjalanan jauh, karena sudah ada alternatif mesin kecil menggunakan bahan bakar minyak tanah, sebutan umum untuk perahu jenis ini adalah <strong>Cess.</strong></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 364px"><img title="kelotok melaju" src="http://lh5.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/SSuM_x_6_eI/AAAAAAAAAwM/At7npkhKMhU/s512/kelotok.jpg" alt="Melaju seekor Kelotok Bermesin Dongpeng buatan cina" width="354" height="512" /><p class="wp-caption-text">Melaju seekor Kelotok Bermesin Dongpeng buatan cina</p></div>
<p><em>uconkie: naik perahuan yuk!!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/jelajah/perahu-dan-cadik-nusantara.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peta Jawa, Bali dan Sumatra</title>
		<link>http://faizal.web.id/jelajah/peta-jawa-bali-dan-sumatra.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/jelajah/peta-jawa-bali-dan-sumatra.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 08:36:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[Kutipan]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[peta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[
klik peta untuk download peta jawa bali [jpg:4 mb]
Pada suatu hari menjelang perayaan lebaran Idul Fitri, semua orang sudah siap-siap sibuk untuk mudik, pulang ke kampung halaman, bertemu emak, bapak, adik, pacar juga kerabat dan teman nostalgia jaman sekolah.  Ini juga saatnya berbagi tips, info dan peta dari berbagai media layanan publik dan dapat dipastikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a title="Peta Jawa Bali Indonesia" href="http://doc.faizal.web.id/peta_jawa_bali.jpg" target="_blank"><img class="aligncenter" style="border: 0pt none;" src="http://jusronfaizal.googlepages.com/peta_jawa_bali_t.jpg" alt="Peta Jawa Bali" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>klik peta untuk download peta jawa bali [jpg:4 mb]</em></p>
<p>Pada suatu hari menjelang perayaan lebaran Idul Fitri, semua orang sudah siap-siap sibuk untuk mudik, pulang ke kampung halaman, bertemu emak, bapak, adik, pacar juga kerabat dan teman nostalgia jaman sekolah.  Ini juga saatnya berbagi tips, info dan peta dari berbagai media layanan publik dan dapat dipastikan semuanya gratis.  Ini juga saatnya meluangkan hoby tahunan saya, berburu peta.  Bukan tak manfaatin untuk mudik, karena kemungkinan mudiknya gak pake kendaraan sendiri, tapi pasti saat nanti akan kepake untuk perjalanan lainnya.</p>
<p><span id="more-37"></span></p>
<p style="text-align: center;"><a class="aligncenter" title="Peta Wisata Bali Indonesia" href="http://doc.faizal.web.id/peta_wisata_bali.jpg" target="_blank"><img class="aligncenter" style="border: 0pt none;" src="http://jusronfaizal.googlepages.com/peta_wisata_bali_t.jpg" alt="Peta Wisata Bali" width="500" height="199" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Peta Wisata Bali [jpg:5mb]<br />
</em></p>
<p>Penyedia jasa layanan informasi untuk peta, yang banyak bertebaran di internet ujungnya mampir ke peta yang diproduksi oleh CBN, lengkap dan cukup detail dan bener-bener dapat dipakai acuan sebagai peta pemandu perjalanan.</p>
<p style="text-align: center;"><a title="Peta Jalan Lintas Sumatra" href="http://doc.faizal.web.id/peta_sumatra.xls" target="_blank"><img class="aligncenter" style="border: 0pt none;" src="http://jusronfaizal.googlepages.com/sketsa_jalan_sumatra.jpg" alt="Sketsa Jalur Sumatra" width="500" height="205" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Sketsa Jalan Lintas Sumatra, [sumatra.xls: 1mb] diproduksi Ir. Mulyadi<br />
</em></p>
<p>Peta untuk mudik yang tersedia di internet adalah Peta Jawa, Peta Bali dan Peta Sumatra. Bentuk dan desain penyajian untuk Jawa dan Bali memang lebih cantik, Peta Sumatra yang lengkap juga jarang didapat. Rata-rata merujuk pada Peta Sketsa  Jalan Lintas Sumatera yang dibuat oleh perorangan yaitu Ir. Mulyadi, pegawai PUSRI.</p>
<p>Peta Lintas Sumatra, meski hanya berbentuk sketsa, tapi sangat akurat khususnya mengenai jarak, waktu tempuh dan kondisi jalan. Sungguh peta ini pernah sangat membantu saya dan rombongan pada kegiatan &#8220;<strong>Sumatra Roadshow</strong>&#8220;, perjalanan darat dari Jakarta ke Palembang melewati daerah-daerah kecil disepanjang jalur perjalanannya, akurasi dari perencanaan ke perjalanan kebenarannya hingga 85% sehingga membantu schedule rombongan lebih terencana.</p>
<p>Pak Ir. Mulyadi, melalui blog ini kami ingin mengucapkan banyak terima kasih karena telah dapat mengantarkan kami dan rombongan melewati jalur lintas sumatra 2 (dua) tahun yang lalu, hingga tidak saja dapat berjalan dengan lancar dan aman, melainkan juga membantu detail perencanaan dan jadwal lebih akurat karena panduan dari peta tersebut. btw..keinginan untuk bisa menyampaikan secara langsung sebenernya sudah jadi keinginan kita dari dulu sejak mendapat acuan peta Sumatra ini.</p>
<p style="text-align: center;"><a class="aligncenter" title="Peta Jawa Bali Indonesia 2006" href="http://doc.faizal.web.id/peta_jawa_bali06.pdf" target="_blank"><img class="aligncenter" style="border: 0pt none;" src="http://jusronfaizal.googlepages.com/peta_jawa_2006.jpg" alt="peta jawa bali 2006" width="500" height="274" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Peta Jawa Bali 2006, di produksi cbn sybermudik [jpg: 3mb]<br />
</em></p>
<p>CBN dengan Program Cybermudiknya memang secara rutin melakukan proses update dan memperbaharui, dari tahun ketahun selalu ada perbedaan informasi yang disajikan melalui peta. Untuk tahun ini di peta terbarunya juga ada tambahan informasi pom bensin.</p>
<h2>Situs Informasi Mudik:</h2>
<ol>
<li><a title="Info Mudik Polda Jateng" href="http://www.info-mudik.com" target="_blank">http://www.info-mudik.com</a> &gt; Diltantas Polda Jateng</li>
<li><a title="Cyber Mudik" href="http://cybermap.co.id/cybermudik" target="_blank">http://cybermap.co.id/cybermudik</a>/ &gt; Cybermap dari CBN</li>
</ol>
<p>Ada lagi gak?</p>
<p><em>uconk: aku iso moleh gak yo di?</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/jelajah/peta-jawa-bali-dan-sumatra.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tingginya Gunung kan KuDaki, Derasnya Sungai kan KuArungi</title>
		<link>http://faizal.web.id/jelajah/tingginya-gunung-kan-kudaki-derasnya-sungai-kan-kuarungi.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/jelajah/tingginya-gunung-kan-kudaki-derasnya-sungai-kan-kuarungi.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 01:00:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[Keanekaragaman]]></category>
		<category><![CDATA[back pack]]></category>
		<category><![CDATA[gunung]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sungai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[
Jeep 4x4 Tjap Sabar Mas dengan nomor dada 02
Kuda besi terbitan antara tahun 1960-1985 ini kerap dapat julukan &#8220;Toyota Hardtop&#8221;, udah keras kepala dan pasti top , terkenal tangguh dalam sejarah Land Cruiser dalam menjajaki medan-medan yang tidak bersahabat, wajar  jika kendaraan ini identik dengan  Tentara dan Proyek.  Seri FJ/BJ 40 yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="/doc/sabarmas.jpg" alt="Hardtop tjap Sabar Mas" width="570" height="293" /></p>
<pre>Jeep 4x4 Tjap Sabar Mas dengan nomor dada 02</pre>
<p>Kuda besi terbitan antara tahun 1960-1985 ini kerap dapat julukan &#8220;Toyota Hardtop&#8221;, udah keras kepala dan pasti top , terkenal tangguh dalam sejarah Land Cruiser dalam menjajaki medan-medan yang tidak bersahabat, wajar  jika kendaraan ini identik dengan  <strong>Tentara</strong> dan <strong>Proyek</strong>.  Seri FJ/BJ 40 yang model awalnya menggunakan mesin F 3878 cc ini masih saja terlihat keluyuran bebas di pelosok-pelosok daerah, dengan berbagai model mulai dari model Hardtop, Canvas Top (<em>short dan medium wheelbase</em>), Pick up, Station Wagon serta Troopwarrior berpacu menandingi mobil-mobil era 2000-an. Tiga model terakhir memang sudah mulai jarang terlihat, mungkin karena jarang diminati oleh pemilik perorangan.   <span id="more-32"></span></p>
<p>Beruntung saya pernah berkesempatan menikmati beberapa waktu yang cukup lama  Hardtop dengan model Pickup medium wheelbase, mendapatkannya juga tidak gampang dengan bentuk fisik yang masih lumayan bagus, terpaksa harus sedikit bersabar menunggu waktu yang cukup lama dan mencari dibeberapa lokasi proyek, kalo toh dapat menemukan belum tentu juga si empunya bersedia melepas. Entah kenapa harus fanatik dengan seri yang satu ini, sementara pabrik eropa juga sudah banyak memproduksi model yang lebih kinyis dan macho, tapi emang jika pernah membandingkan dedikasinya di medan berat jadi gak salah kok kalo sampe bener-bener gandrung dengan model yang satu ini. Memang handal, peminum bensin nomor wahid ini sepertinya hanya bisa dihentikan lajunya oleh pedagang besi tua atau kolektor mobil antik, suatu waktu nanti&#8230;</p>
<p><img src="/doc/terjebak.jpg" alt="pohon tumbang" width="570" height="333" /></p>
<pre>Jalan Putus karena Pohon Tumbang, yah kudu mandeg pak...</pre>
<p>Suatukali di daerah Gunung Pananjakan, sekitar wilayah Gunung Bromo, di dataran tinggi yang kemiringannya bisa bikin tubuh kita ikut condong jika berdiri itu, Toyota model Canvas <em>Medium Wheelbase</em> masih bisa berjalan dengan tenang dengan memuat lebih dari kapasitas beban yang tertulis di body sampingnya, sekitar 25 orang lebih ikut memberi semangat laju mobil..Ayoo..kamu bisul!!&#8230;Bersama, Kita Bisulan!!!, mereka berteriak kencang dari atap mobil, sementara yang didalam cuman bisa ho-o aja sambil empet-empetan diantara ketiak para penumpang lain. Ini mobil atau Tank sih? pikirku, atau..jangan-jangan tank yang lagi menyamar? Tank-Ronk-Ris..gawat!!!!</p>
<p>Bagaimana kalo dia dikota? wah rasanya gak kepikiran pengen punya kalo gak sekalian bisa bikin pom bensin sendiri, sangat tidak ramah lingkungan, khususnya di lingkungan yang BBM-nya baru naik akhir-akhir ini. Pedagang eceran macam saya ini disarankan jangan jauh-jauh dari rumah apalagi kelayapan di jalur truk logging yang ban serepnya aja bisa lebih dari satu, jika tunggangan pake bebek model suprafit  sebaiknya paling jauh 3 setopan (<em>baca=trafic light</em>) dari rumah. Pulang pergi cukup dengan sepuluh ribu rupiah untuk premium.</p>
<h2>Terjang Jeram ke Hulu Sungai</h2>
<p>Jika diatas saya menceritakan tentang kendaraan tumpangan paling seksi yang bergerak di atas tanah (darat), lalu kendaraan jenis apa yang paling lincah dan cekatan untuk jenis angkutan di air (sungai) ?,  berdasar pada pengalaman saya sendiri, tanpa ragu saya menjawabnya dengan <strong>Jukung</strong>!!. Jukung adalah sebutan untuk perahu kecil dengan motor tempel yang cukup ringan berbahan bakar Bensin atau minyak tanah, versi lebih besar umumnya orang menyebutnya dengan Kelotok, bermesin diesel, umumnya dikenal dengan Dongpeng, meskipun dongpeng sendiri adalah salah satu merk mesin diesel ini diantara sekian banyak merk lainnya produksi china.</p>
<p><img src="/doc/jukung.jpg" alt="Jukung" width="570" height="505" /></p>
<pre>Uuggghhhhh udah ucjan, betcek tak ada otjeg</pre>
<p>Kelincahan Jukung bisa disetarakan dengan motor bebek (kendaraan roda dua), jika di belantara Ibu Kota,  motor bebek mampu bergerak dengan gesit dan  tidak beraturan diantara sela-sela mobil, bis dan kedaraan roda empat lainnya, bisa menembus segala rintangan kemacetan lalu lintas, sejauh masih ada celah sempit yang masih bisa dimanfaatkan untuk melaju.  Jika dibandingkan dengan mobil, sudah jelas mesin motor punya kemampuan lebih kecil, tetapi jika beradu kecepatan di jalan raya ibu kota, motor bisa menandingi 2 kali lebih cepat dari kecepatan mesin yang bergerak dengan empat roda ini, karena body yang besar bisa menjadi hambatan, khususnya ditengah padatnya arus lalu lintas kota. Demikian kiranya saya mencoba menggambarkan ketangguhan dan kelincahan kendaraan yang dibikin sendiri oleh masyarakat tanpa karoseri ini.</p>
<p><img src="/doc/arung_jukung.jpg" alt="Terjang Badai" width="570" height="866" /></p>
<pre>Ini masih di Indonesia kok</pre>
<p>Saya menyebutnya bukan Arung Jeram tetapi lebih pas dengan Terjang Jeram, istilah arung jeram yang kita kenal sebagai olah raga alam bebas yang menggunakan perahu karet, dengan penumpang lima orang pendayung ini aktifitasnya adalah mengikuti arus sungai, mereka sebagai team harus bisa mengendalikan perahu karet tersebut melewati rintangan dan celah dari ketinggian menuju posisi yang lebih rendah, sedangkan mereka semua yang nampak di photo ini sedang menerjang arus, bergerak dari bawah menuju tempat tertinggi, mereka sering menyebutnya tempat dimana air menetes atau mata air.</p>
<p><img src="/doc/arusderas.jpg" alt="Arus Deras" width="570" height="305" /></p>
<pre>Buih Putih</pre>
<h2>Perjalanan mereka adalah..</h2>
<p>Perjalanan untuk pemenuhan kebutuhan hidup, kebutuhan untuk bekerja dan bekerja untuk hidup. Perjalanan yang mereka lakukan tidak saja bergerak dari titik A menuju titik B, berpindah tempat dan waktu, juga berpindah dimensi, karena ada dampak dan akibat karena proses perpindahan tersebut.  Rintangan dan hambatan sudah menjadi kawan akrab mereka tetapi dengan Semangat dan Tujuan menjadi bekal utama untuk dibawa kembali ke rumah mereka masing-masing, menyongsong harapan masa depan lebih cerah dan ceria dari hari ini.</p>
<p><img src="/doc/arung_batu.jpg" alt="Terjang Batu dan Padas" width="570" height="298" /></p>
<p>Ini masih di Indonesia, ujung bumi Khatulistiwa</p>
<p>Ini memang bukan di negeri Antah Berantah, ini masih di Indonesia, di antara gunung dan mata air yang melimpah sehingga bisa membentuk aliran sungai, dari hulu mengaliri hilir dan akhirnya ke lauuuuutttt&#8230; Tempat mereka yang sulit terjangkau karena sulitnya kondisi topografi dan alam. Kondisi, selalu saja dengan mudah dapat dipakai sebagai alasan untuk ketertinggalan informasi juga uluran tangan, meski hanya butuh sedikit keberanian untuk mencapainya, butuh sedikit berarti tidak banyak.</p>
<p><img src="/doc/helijukung.jpg" alt="Heli Jukung" width="570" height="218" /></p>
<pre>Perahu kok naik heli?, cara jitu dan cepat pengarungan sungai</pre>
<p>Ada satu aturan tidak tertulis tapi sudah menjadi kesepakatan bersama bagi para pemanfaat jalur sungai, di sungai pun juga ada tingkat kepadatan arus lalu lintas, tentunya perlu sebuah pengaturan bersama untuk mengurangi tingkat kecelakaan yang terjadi. Meski jalur di sungai cukup lebar untuk dipergunakan bersama, tapi adakalanya beberapa titik jeram, jalur mulai menyempit sehingga cuman bisa dipergunakan hanya untuk satu buah perahu saja, ini seperti ada di perempatan jalan raya, empat arus bertumpuk menjadi satu pada satu titik, lampu merah, setopan atau <em>traffic light</em> sebagai alat kontrol dan pengendali biar tidak saling serobot, perlu diatur satu-satu bergantian untuk memenuhi kebutuhan bersama.</p>
<p>Tentu saja tidak perlu membangun Traffic Light di sungai, atau memasang polisi cepek di tiap-tiap tikungan dan jeram, mereka hanya membuat kesepakatan bersama jika ada pertemuan dua perahu dari arah yang berlawanan pada satu arus penyempitan, yang layak didahulukan adalah Jukung yang dari atas (meluncur) terlebih dahulu, sedangkan jukung yang sedang melaju ke Hulu, diharapkan berhenti sejenak menunggu sampai Jukung tersebut melintas dengan selamat. Kenapa harus didahulukan yang diatas? jawabnya cukup sederhana kok, karena perahu gak ada remnya&#8230;. apalagi klakson!!</p>
<p><em>conkie: mayn ayyer yuucc.. ewnack.. pasty addhemm</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/jelajah/tingginya-gunung-kan-kudaki-derasnya-sungai-kan-kuarungi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Padepokane Wong Jowo</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/padepokane-wong-jowo.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cakrawala/padepokane-wong-jowo.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 05:14:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[gunung]]></category>
		<category><![CDATA[hutan]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[ornop]]></category>
		<category><![CDATA[outbond]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[wisata alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/jejak/padepokane-wong-jowo/</guid>
		<description><![CDATA[
Menara Pengawas, mengawasi Puncak Arjuna dan Kita....
Padepokan, tempat yang asing tapi akrab di telinga, saya mengenalnya sebagai tempat yang bernuansa magis, kumpulan laki-laki berpakaian serba hitam, rambut gondrong, pinter silat, mengadu kesaktian, merapal ajian pamungkas, tempat belajar kanuragan dan tentu saja mereka dikenal sebagai para Jawara. Singkatnya, orang-orang di padepokan bukanlah orang sembarangan dan perlu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/gunung_arjuna.jpg" alt="Gunung Arjuna" width="570" height="219" /></p>
<pre>Menara Pengawas, mengawasi Puncak Arjuna dan Kita....</pre>
<p>Padepokan, tempat yang asing tapi akrab di telinga, saya mengenalnya sebagai tempat yang bernuansa magis, kumpulan laki-laki berpakaian serba hitam, rambut gondrong, pinter silat, mengadu kesaktian, merapal ajian pamungkas, tempat belajar kanuragan dan tentu saja mereka dikenal sebagai para Jawara. Singkatnya, orang-orang di padepokan bukanlah orang sembarangan dan perlu diperhitungkan kemampuannya yang juga tidak biasa, karena mereka secara sungguh-sungguh belajar ditempat ini dengan pola “nyantrek/nyantri”, meninggalkan kampung dan keluarga dan mendiami padepokan untuk waktu yang cukup lama, sampai bener-bener tujuan belajarnya tercapai.<span id="more-29"></span></p>
<p><a title="Mas Bambs" href="http://bambs.co.nr/" target="_blank">Mas Bambs</a>, saudara kembar saya, karena banyak orang melihat kita berdua ibarat pinang dibelah kampak, jadi sama-sama rusak, memberikan pengertian yang cukup matang  tentang  <a title="Mas Bambs" href="http://bamton.wordpress.com/2007/12/22/padepokan/" target="_blank">padepokan</a> sebagai model pendidikan  milik dan asli Nusantara, disandingkan dengan model pendidikan alternatif seperti Home Schooling, Sekolah Alam bahkan model pendidikan import ala Sekolah-sekolah internasional lainnya, yang akhir-akhir ini menjadi pilihan penting bagi para orang tua yang bosen dengan pendidikan formal umum.</p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/kaliandra_gerbang.jpg" alt="Gerbang Masuk Kaliandra" width="570" height="325" /></p>
<pre>Gapuro, Pintu Gerbang menuju lokasi belajar di pesanggrahan alam</pre>
<p>Pak Bagus nama sebenarnya, adalah Jawara penggagas ide Padepokan ini, bermula dari kecintaan, minat dan hoby dengan kesenian dan arsitek Jawa dengan cara mengumpulkan pernik-pernik Meubel dan perabot khas Jawa mulai dari Perangkat meja kursi, amben (tempat tidur), lampu tempel, bahkan sampe tegel dan genteng.  Pernah dapat cerita saat saya melihat tumpukan genteng dan tegel bekas di sekitar lokasi padepokan, barang bekas ini buat apa?, mau dibuang yah?. Lho justru ini yang mau dicari, dikumpul dan berikutnya difungsikan sebagai bangunan disini. Kebetulan tegel dan genteng ini didapat dari Sekolahan SD disebuah Desa di Jawa Timur, bapak penggemar ornamen Jawa ini langsung aja menawarkan diri sebagai pembeli genteng dan tegel, tidak itu saja, penawaran berikutnya termasuk mengganti dengan tegel dan genteng baru, biar gedung sekolahan lebih terlihat mentereng dari sebelumnya.</p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/arjuna_dua.jpg" alt="Gedung Arjuna" width="570" height="378" /></p>
<pre>Air Mancur didepan Penginapan Arjuno</pre>
<p>Dari sekedar hobby, akhirnya terkumpul menjadi beberapa bangunan, saya sendiri menyebut lokasi ini sebagai Musium Jawa yang hidup, saya sebut hidup karena bangunan ini tidak cuman untuk dilihat sejarahnya, dinikmati pesona arsitekturnya tapi juga masih berfungsi melayani tiap tamu yang berniat belajar dan berkunjung. Mereka biasanya menyempatkan diri untuk menginap di akhir pekan sekalian memanfaatkan beberapa program kegiatan yang ditawarkan oleh pengelola.  Yang sering saya liat sasaran program lebih ke usia pendidikan sekolah, dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi, disediakan juga untuk para eksekutif dan karyawan yang ingin melakukan kegiatan outbond.</p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/pendopo_parikesit.jpg" alt="Pendopo Parikesit" width="570" /></p>
<pre>Pendopo Parikesit, untuk pertunjukan kesenian</pre>
<h2>Padepokan itu apa sih?</h2>
<p>Ngalor ngidul cerita padepokan, gak lengkap kalo nggak mengupas sedikit tentang istilah ini, biar lebih gamblang lagi dan lebih ngeh, syukur-syukur kalo setelah ngerti istilahnya selanjutnya ada kunjungan langsung, biar tambah gamblang gitu.</p>
<p><strong>Padepokan,</strong> menurut kamus besar Indonesia berarti Tempat Persemedian, tempat pengasingan r<br />
aja-raja dimasa lalu. Di era sekarang, istilah padepokan lebih sering digunakan oleh kegiatan &#8220;Sanggar Seni Tari&#8221; dan &#8220;Pencak Silat&#8221;,  difungsikan sebagai tempat bertemu, bersilaturahim dan berlatih bersama.  Sedangkan dari istilah Arsitekturnya padepokan juga mempunyai makna sebagai komplek perumahan (bangunan) dengan areal yang cukup luas yang disediakan sebagai tempat untuk proses belajar dan mengajar keterampilan tertentu.</p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/joglo.jpg" alt="Joglo" width="570" height="362" /></p>
<pre>Joglo kala Malam Temaram</pre>
<p>Komponen bangunan di padepokan umumnya dicirikan adanya bangunan-bangunan khusus, seperti  Gapura, Pondok Pertemuan (joglo), Pondok Penginapan, Pondok Pengobatan, Pondok Kesenian, Pondok Dahar dan beberapa kelengkapan khusus yang dibangun untuk menyesuaikan kepentigan proses belajar misalnya Pondok Pustaka,  dan Pondok Serbaguna.</p>
<p>Padepokan juga umumnya dibangun di lokasi-lokasi yang jauh dari keramaian, di kaki gunung, di pelosok mungkin karena kepentingan proses belajar biar konsentrasinya gak kemana-mana karena gangguan hiruk pikuk lingkungan sekitar.</p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/gunung_ringgit.jpg" alt="Pendopo Gunung Ringgit" width="570" height="420" /></p>
<pre>Asrama Ringgit, Murah meriah terjangkau<!--more--></pre>
<h2>Padepokan Alam dan Budaya Pesanggrahan Arjuno</h2>
<p>Demikian juga dengan padepokan yang berlokasi di kaki Gunung Arjuno ini, sangat memenuhi syarat-syarat ketentuan sebuah Padepokan masa lalu, lokasi padepokan yang serasa di ujung langit, boleh dibilang sebagai rumah terakhir di perkampungan, sebuah bangunan luas di ujung kampung dan dikelilingi oleh bukit-bukit kecil serta hamparan luas rumput dan hutan lebat.</p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/kaliandra.jpg" alt="Gerbang Masuk Kaliandra" width="550" height="75" /></p>
<p>Boleh dibilang sebagai Padepokan Modern, karena dikelola oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (NGO) yang bertitle Yayasan Kaliandra Sejati. Mempunyai kegiatan Pendidikan Lingkungan Hidup dan Budaya serta Pusat Pelatihan dan Rekreasi.</p>
<h3>Aktifitas dan Kegiatan</h3>
<p>Datang ke Padepokan, kita bisa datang ke Padepokan ini atas nama perorangan ataupun kelompok, Kaliandra menyediakan beberapa paket program menarik untuk kita, dikemas dengan metode belajar partisipatif, melalui praktek, permainan, kunjungan lapang, seni, lokakarya, diantaranya antara lain:</p>
<ol>
<li>Berkunjung dan Belajar tentang hutan, naik gunung, berpetualang, kemah dsb</li>
<li>Belajar Budaya Jawa (seni tembang dan karawitan, pewayangan, tari, arsitektur, dsb)</li>
<li>Mengunjungi benda-benda cagar budaya seperti pertapaan Indrokilo, Candi Sepilar dsb.</li>
<li>Belajar pertanian termasuk budidaya tanaman hias dan tanaman obat, destilasi minyak serei.</li>
<li>Melukis dan membuat kerajinan</li>
<li>PPAB juga membuka kesempatan kepada institusi pendidikan untuk melakukan penelitian, kerja lapang maupun kegiatan pengabdian masyarakat serta voluntary</li>
</ol>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/gunung_tengger.jpg" alt="Asrama Istirahat Tengger" width="570" height="420" /></p>
<pre>Wisma Tengger, Penginapan dengan pesona Jawa</pre>
<h3>Fasilitas Layanan Program</h3>
<p>Lembaga ini berkonsentrasi pada masalah Pendidikan Lingkungan Hidup dan Kebudayaan Jawa, hal ini akan nampak pada ciri khas masing-masing bangunan yang terdapat di kaliandra, mulai dari pintu gerbang, kantor, tempat pertemuan, maupun tempat untuk penginapan, semua khas bangunan Rumah Jawa (joglo).</p>
<h4>Ruang Pertemuan</h4>
<p>Ruang pertemuan dalam adat jawa sering disebut Pendopo, Terdapat 2 (dua) buah bangungan Pendopo di kaliandra, yang pertama adalah Pendopo Mahameru yang akan langsung menyambut siapapun yang mengunjungi Kaliandra, sedangkan Pendopo Parikesit mempunyai ukuran lebih besar, berada di lokasi komplek Hastinapura dan mempunyai fasilitas yang lebih lengkap, seringkali digunakan untuk kegiatan pertunjukan kesenian dan acara yang melibatkan tamu lebih banyak.</p>
<p>n<img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/omakayu.jpg" alt="Rumah Kayu" width="570" height="200" /></p>
<pre>Omah Kayu gae Turu</pre>
<h4>Akomodasi</h4>
<p>Yayasan Kaliandra memiliki fasilitas penginapan bagi tamu atau pengunjung yang sedang menjalankan program, terdapat 5 bungalow yang terletak dalam kompleks Hastinapura, bangunan bungalow terdiri dari 2 (dua) lantai dengan kamar mandi terbuka, untuk alasan kesehatan namun sangat menjaga kenyamanan pribadi.</p>
<p>Pilihan lainnya adalah 2 (dua) buah Griya Tamu berarsitektur Jawa Asli yang menghadap Pendopo Mahameru, selain itu dalam komplek yang sama, terdapat dua buah asrama yang bisa menampung sekitar 92 orang sekaligus.<img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/pendopo_dahar.jpg" alt="Rumah Dahar" width="570" height="210" /></p>
<pre>Rumah Dahar, Ruangan Makan sederhana Khas Jawa</pre>
<h4>Griya Dahar</h4>
<p>Kaliandra mempunyai dua tempat makan (griya dahar) yang terletak pada komplek Hastinapura bernama Griya Dahar Sembadra, dan satunya berada di area Mahameru. Masing-masing lokasi mempunyai keistimewaan masing-masing. Griya Dahar Sembadra mempunyai pemandangan bebas dari puncak gunung Arjuna, sedangkan rumah makan Mahameru dikelilingi oleh berbagai tanaman hias yang merupakan khas dari Yayasan Kaliandra Sejati.</p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/lotus.jpg" alt="Bunga Lotus" width="570" height="404" /></p>
<pre>Bunga Lotus di Kolam</pre>
<h2>Klenengan Gending Jawa</h2>
<p>Padepokan Alam ini disamping menerima tamu dari luar, juga menjadi ajang pertemuan rutin warga sekitar, lebih khusus lagi warga yang tertarik dengan bidang kesenian. Jadi kalo pas kebetulan kita berkunjung, sayup-sayup di sore hari mendengar suara gending dan melantunkan lagu Jawa, tentu saja jangan berharap akan diterjemahkan ke bahasa indonesia, saya sendiri meski orang jawa juga gak mudeng artinya apa kok, mending menikmati alunan musiknya yang cukup syahdu,  lebih-lebih pas saat patah hati, lalu bunuh diri wakakkakkakkaka</p>
<p>Oke, mampir aja kesana yah, dan jangan lupa sampaikan salam saya buat para penunggu Alas Lali Jiwo di Gunung Arjuno ini, hampir semuanya kenal saya kok, lumayan sering bikin masalah disana soale, syukur-syukur kalo anda tau lokasi ini karena blog ini, saya kan dapet uang makelaran, setidaknya dapat undangan gratis sekampung hehehhehhe</p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/kolam_angsa.jpg" alt="Kolam Angsa" width="570" height="760" /></p>
<pre>Banyak</pre>
<h3>Menuju Kaliandra</h3>
<p>Dari Malang/Surabaya: naik bis reguler jurusan Surabaya-Malang atau sebaliknya, turun di Pasar Palang, kemudian perjalanan dilanjutkan dengan menyewa ojek yang tersedia di pinggir jalan, selama 15 menit</p>
<p>Dari Pasuruan: naik bis regular ke Malang, turun di Purwosari (sekitar 1 jam perjalanan), naik minibis jurusan Surabaya menuju Pasar Palang, Lanjutkan perjalanan dengan menggunakan ojek selama 15 menit</p>
<p><strong>Alamat Kontak</strong></p>
<p>Yayasan Kaliandra Sejati (BATAKO)<br />
Dusun Gamoh Desa Dayurejo Kecamatan Prigen<br />
Jawa Timur Indonesia<br />
Phone. 62-343-417357<br />
Fax.     62-343-417358<br />
e-mail :   sekretariat@kaliandra.or.id, kalian@indo.net.id<br />
Website: www.kaliandra.or.id, www.kaliandrasejati.org</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cakrawala/padepokane-wong-jowo.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memasang Jerat</title>
		<link>http://faizal.web.id/jelajah/memasang-jerat.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/jelajah/memasang-jerat.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2008 04:30:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[Khatulistiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[fauna]]></category>
		<category><![CDATA[hutan]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[sungai]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/jejak/memasang-jerat/</guid>
		<description><![CDATA[
Amay Penyang Surung sedang Mempersiapkan Perangkap Ikan
Sejak pagi sehabis sarapan, Rolan dan Melky sibuk memainkan Mandaunya masing-masing, memotong gulungan tali plastik sepanjang 100 meteran menjadi puluhan bagian kecil-kecil, John pun tak kalah giatnya membantu membuat ikatan dan simpul merangkai potongan-potongan tali tersebut menjadi satu bagian utuh. Sementara aku masih dengan posisi duduk jongkok sambil memperhatikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><img src="http://img.faizal.web.id/penyangsurung.jpg" alt="Bapak Penyangsurung dengan Bubunya" height="266" width="499" /></p>
<pre>Amay Penyang Surung sedang Mempersiapkan Perangkap Ikan</pre>
<p>Sejak pagi sehabis sarapan, Rolan dan Melky sibuk memainkan Mandaunya masing-masing, memotong gulungan tali plastik sepanjang 100 meteran menjadi puluhan bagian kecil-kecil, John pun tak kalah giatnya membantu membuat ikatan dan simpul merangkai potongan-potongan tali tersebut menjadi satu bagian utuh. Sementara aku masih dengan posisi duduk jongkok sambil memperhatikan yang sedang mereka lakukan, yang bisa aku kerjakan cuman mengepulkan asap dari sebatang 234 yang melekat di jari-jariku.<span id="more-28"></span></p>
<p style="text-align: center"><img src="http://img.faizal.web.id/mangkuliang.jpg" alt="Di depan tebing Mangkuliang" height="298" width="499" /></p>
<pre>Stop dulu, ada pemandangan bagus, berpose di depan Tebing Mangkuliang</pre>
<p>Yak, kita adalah 4 sekawan yang sedang berpetualang persis seperti cerita-cerita yang dikisahkan dalam buku cerita anak itu he he he. Pagi ini memang kita akan jalan-jalan di seputaran Sungai Beruang sambil mencari temannya sesuap nasi, nafas kita memang masih dibutuhkan untuk beberapa bulan lagi kedepan disini, gak mungkin tiap hari selalu makan makanan kaleng, saya sendiri baru merasakan langsung dampak buruk karena terlalu sering mengkonsumsi makanan yang terbungkus dengan merek dan label.</p>
<p>Minggu pertama biasanya masih bisa menikmati, jarang-jarang juga bisa beli karena tergolong makanan mahal dan mewah, minggu berikutnya lidah mulai terasa hambar, makanan jenis apapun yang dibikin sudah tidak ada nikmatnya lagi, dan kalo udah itungan bulan, baru ngeliatnya aja sudah pengen muntah, tidak jarang juga beberapa kawan mulai timbul gatal-gatal dan alergi, sepertinya badan kita sudah mulai keracunan. Kalo udah seperti itu, seikat daun pepaya segar dan sambal lebih nikmat dibanding sepanci daging kaleng, dan yang pasti lebih sehat dan berguzi, mengandung minamin tanpa ewek-ewek sampingan.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://img.faizal.web.id/sungaiberuang.jpg" alt="Melintasi Sungai Beruang" height="307" width="499" /></p>
<pre>Melintasi Sungai Beruang</pre>
<p><strong>Sungai Beruang</strong>, Hari ini kita akan bekerja keras mencari pengganti makanan sampah, sekaligus cari hiburan selingan jalan-jalan di sekitar kaki pegunungan Schwan Muller, syukur-syukur dapat ikan segar dari Sungai Beruang dan se ekor daging Rusa.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://img.faizal.web.id/jejakrusa.jpg" alt="Melihat Jejak Rusa" height="714" width="497" /></p>
<pre>Pemasangan Jerat dilakukan di areal Jejak yang terlihat</pre>
<p><strong>Memasang Jerat</strong>,  umumnya biasa dilakukan pada musim kemarau, kenapa? jawabnya sudah pasti karena sungai-sungai kecil sudah pada surut, kubangan-kubangan juga sudah pada kering, yang tersisa hanyalah sungai yang cukup mendapat suplai sumber dan mata air yang bisa tetap mengalir. Kondisi ini mendorong semua binatang di hutan harus menuju titik yang sama, mereka tidak bisa lagi tersebar tetapi pada waktu yang sama akan berkumpul pada sumber-sumber air yang memadai.</p>
<p>Inilah titik awal kita, start penempatan jerat selalu berawal dari sumber-sumber air potensial, sambil memperhatikan dan memperhitungkan jejak-jejak kaki yang ditinggalkan ditanah basah. Masing-masing jenis binatang ternyata punya pola dan jalur perjalanan, celeng (babi hutan) punya kecenderungan melakukan perjalanan dengan jalur yang sama, pulang pergi (pp) tarip sama, tidak demikian dengan Rusa atau Kijang, mereka lebih acak, mungkin karena punya kaki yang panjang dan postur tubuh ramping sehingga lebih leluasa belok kiri dan kanan tanpa lampu riting, tentunya tidak demikian dengan badan penuh lemak dan kaki pendek macam celeng, untuk belok dia harus memutarkan seluruh anggota tubuhnya.</p>
<p style="text-align: cente<br />
r"><img src="http://img.faizal.web.id/jeratceleng.jpg" alt="Bentuk Jerat untuk Rusa dan Celeng" height="329" width="499" /></p>
<pre>Diusahakan tidak terlihat, ditutup dengan daun kering</pre>
<p>Lebih dari satu macam teknik menangkap hewan dengan jerat, jika kaki rusa/celeng tertangkap jerat, maka dia tersangkut di kayu penjeratnya atau bisa juga dengan sistem pelampung, si binatang masih bisa lari kesana-kemari dengan membawa kayu gelondongan yang terikat di salah satu kakinya, seperti Buldozer yang sedang menarik beban, sayangnya tinggal menunggu waktu dan lokasi yang pas sampai akhirnya kayu gelondongan tersebut tersangkut oleh batang atau semak di hutan, di hutan kan penuh dengan halang rintang alami, lain halnya kalo dia lari narik gelondongan di jalan tol, yang bisa nangkep paling pintu gerbang pembayaran tol, namanya aja jalan bebas hambatan pak de&#8230;</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://img.faizal.web.id/jerat2.jpg" alt="Jerat di sekitar jejak" height="576" width="482" /></p>
<pre>Roland dan Jerat Rusa-nya</pre>
<p>Yang nampak di photo atas adalah baru saja disiapkan jerat untuk rusa/celeng, masih ada proses selanjutnya, adalah memberikan kamuflase diantara warna-warna tali dan jerat yang mencolok, kebetulan kali ini untuk jeratnya menggunakan tali plastik yang warnanya sangat aduhai di antara hijau dan coklat tanah, ini harus disembunyikan dengan cara menutupi dan menimbun dengan daun-daun kering dan tanah biar lebih tersamar, yang sangat sensitif dengan warna adalah rusa/kijang.</p>
<p>Oke, satu jerat sudah selesai dipasang, masih kurang 99 jerat lagi harus dipasang di seputar lokasi target kita. Hmmmm banyak banget yah? tidak seperti yang aku kira sebelumnya, sebelumnya memang satu-satunya referensiku tentang bertahan hidup di alam bebas adalah buku yang bertitel <a href="http://www.4shared.com/file/4590973/5be31404/The_Survival_handbook.html?cau2=403tNull" title="Download Buku Survival Handbook" target="_blank">The Survival Handbook</a>, dari situ untuk pemasangan jerat yang terpikir paling cuman bikin satu buah saja.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://img.faizal.web.id/perangkapburung.jpg" alt="Jerat untuk Burung" height="265" width="499" /></p>
<pre>Jerat untuk Burung, tapi bukan jerat burungnya Pak Sandy</pre>
<p>Dari celeng, rusa, luwak (musang), landak, monyet hingga burung semuanya bisa ditangkap dengan jerat, tetapi jelas berbeda tekniknya, disesuaikan dengan karakter binatang yang hendak dijadikan target, beberapa diantaranya diperlukan umpan, baik umpan yang diam atau umpan yang bergerak, termasuk juga pemilihan umpan dengan warna dan bau yang mencolok dan mengundang selera, prinsip-prinsipnya tidak beda jauh dengan memasang jerat-jerat cinta juga kok&#8230;hehhehhe</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://img.faizal.web.id/amaysandi.jpg" alt="Penerangan dan Penjelasan" height="323" width="499" /></p>
<pre>Amay Sandy dengan burungnya....</pre>
<p>Memelihara burung di rumah, menikmati indah bulunya atau suaranya bukanlah kebiasaan yang diturunkan kepada mereka, apalagi harus sibuk setiap hari memberi makan dan minum, kita manusia yang memiliki dia atau justru dia yang menjadikan kita sebagai buruhnya, yang setiap hari harus memperhatikan tiap kebutuhan hidupnya, celetukan ini memang pernah aku dengar saat teman saya lagi kesel banget sama binatang peliharaannya hehehehe. Lha iya pak, kan lebih enak menikmatinya langsung di alam, pada setiap pagi kan kita bisa liat mereka ikut nongkrong di depan rumah kita sambil ber cicit cuit&#8230;. kenapa harus merepotkan diri kudu nangkep dan memelihara segala&#8230;.tapi seringkali memang harus ditangkep karena memenuhi pesenan orang lain, kalo yang ini memang agak rumit, yang mencicit cuit adalah kebutuhan dapur.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://img.faizal.web.id/jerat4.jpg" alt="Jerat untuk Burung" height="720" width="495" /></p>
<p>Mereka kok jahat yah sampe menangkap binatang dengan cara-cara sadis seperti ini?, pertanyaan i<br />
ni adalah tidak tepat untuk diungkapkan, yang jelas jika diliat dari niatnya mereka melakukan ini bukan cuman untuk kesenangan dan kepuasan, tapi lebih untuk memenuhi kebutuhan hidup, jerat seperti ini sangatlah aman, aman bagi binatangnya karena tidak kesakitan, mreka mungkin mengira sedang terbelit akar di hutan, disamping itu juga aman bagi manusianya jika tidak sengaja kaki tertangkap jerat.  Jangan sembarangan melangkah di sekitaran Gunung Biru  di Malang, kalo tidak kenal daerah salah-salah kaki anda bisa putus karena tertangkap jerat yang bergerigi yang terbuat dari besi, persis seperti perangkap tikus cuman dalam bentuk yang lebih kuat dan kokoh.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://img.faizal.web.id/rolanmelkydanjohn.jpg" alt="Mejeng lagi achh" height="344" width="500" /></p>
<pre>Pantang tidak mejeng</pre>
<p>Gak terasa, ternyata kita berempat telah menghabiskan waktu sepanjang pagi hingga sore, kita tuntaskan dan segera balik, sambil sekalian mampir di sungai, sapa tau pukat kita yang dipasang tadi pagi sebelum berangkat sudah ada penghuninya, sambil sekalian membasuh badan di sungai yang sepi dan jernih.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://img.faizal.web.id/sungoi.jpg" alt="Mandi di Sungai" height="322" width="492" /></p>
<pre>Tidak lupa mandi dulu sebelum balik</pre>
<p>Selanjutnya adalah tinggal nunggu dan cek rutin tiap hari, yang jelas tugas selanjutnya bukan untuk aku, gimana bisa ngapalin lokasinya di hutan belantara kayak gitu, di komplek perumahan aja aku bisa nyasar kok hehehhehhe. Itulah hebatnya teman-temanku itu, mereka pasti punya daya ingat atau setidaknya tau alat bantu untuk mengingat lokasi dan tempat di luasan seperti itu. Bisa masang jerat tapi gak mengingat lokasi pemasangannya sama aja seperti bikin rumah tapi tidak tau alamatnya. Mau nanya ke siapa kalo bikinnya di alas, kecuali bisa berkomunikasi dengan para wewe gombel.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://img.faizal.web.id/kijang.jpg" alt="Tripot, si Kijang" height="302" width="500" /></p>
<pre>Tripot, si Rusa Betina</pre>
<p>Aku panggil  Tripot karena kakinya cuman ada tiga, Tripot juga yang terjebak dengan jerat kami, sudah ketangkap maunya di sembelih kok pada kasian, akhirnya jadi teman main kami mandi pagi dan sore di sungai hehehhehe begitulah mereka&#8230;.</p>
<p><em>congkie: satu dua tiga sayang semuanya&#8230;&#8230;.. </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/jelajah/memasang-jerat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Parkour dan Jumpolitan</title>
		<link>http://faizal.web.id/jelajah/parkour-dan-jumpolitan.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/jelajah/parkour-dan-jumpolitan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Feb 2008 04:32:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[Kutipan]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/jejak/parkour-dan-jumpolitan/</guid>
		<description><![CDATA[
Traceur, photo by baston, original in flickr cc
Ini adalah kisah tentang kebebasan, sekawanan pemuda kota yang sudah jenuh dengan kondisi, mulai mencari sesuatu yang benar-benar baru dan tidak membosankan yang bisa dilakukan sepulang sekolah. Di ceritakan secara khusus mulai tahun 1987 oleh David Belle, pria kelahiran Vietnam dan berwarganegara Prancis (French Indochina) sebagai pendiri Klub [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://uk.geocities.com/uconkie/img/parkour.jpg" alt="Parkour" height="192" width="499" /></p>
<pre>Traceur, photo by <a href="http://www.flickr.com/photos/baston" title="Baston Flickr Photo" target="_blank">baston</a>, original in <a href="http://www.flickr.com/photos/baston/36660122/" title="Park Our" target="_blank">flickr</a> cc</pre>
<p>Ini adalah kisah tentang kebebasan, sekawanan pemuda kota yang sudah jenuh dengan kondisi, mulai mencari sesuatu yang benar-benar baru dan tidak membosankan yang bisa dilakukan sepulang sekolah. Di ceritakan secara khusus mulai tahun 1987 oleh <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/David_Belle" title="David Belle" target="_blank" class="snap_shots">David Belle</a>, pria kelahiran Vietnam dan berwarganegara Prancis (French Indochina) sebagai pendiri Klub Yamakasi yang dikenal juga sebagai klub pertama dari olahraga ini, Parkour.  Yamakasi  juga  sebagai  film pertamanya untuk olah raga ini.<span id="more-26"></span></p>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/parkour" title="Parkour Wikipedia" target="_blank" class="snap_shots">Parkour</a>, biasa disingkat PK, berasal dari kata <em>&#8220;parcours du combattant&#8221;</em> yang berarti halang rintang untuk latihan militer. Aktifitas para Traceurs (sebutan bagi para pelaku Parkour) bergerak dari titik A menuju titik B dengan gerakan bebas, dan seefesien mungkin, mengedepankan seni olah tubuh dan kelenturan fisik, bukan saja kekuatan fisik, kekuatan imaginasi justru yang menjadi utama bagi olah raga ini untuk menghasilkan gerakan-gerakan indah, terjadi karena perpaduan dari atletik, gymnastik, beladiri dan seni. Dikenal juga oleh kebanyakan sebagai seni melarikan diri.<img src="http://uk.geocities.com/uconkie/img/parkour2.jpg" alt="parkour dan free running" height="333" width="500" /></p>
<pre>Akrobatik Traceur photo by <a href="http://www.flickr.com/photos/safesolvent" title="Safe Solvent" target="_blank">Safe Solvent</a>, on <a href="http://www.flickr.com/photos/safesolvent" title="Safe Solvent Photos" target="_blank">Flickr</a></pre>
<p>Masyarakat London mengenal olah raga ini dengan sebutan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/free_running" title="Free Running" target="_blank">Free Running</a>, yang dikembangkan oleh <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sébastien_Foucan" title="Sebastien Faucan" target="_blank" class="snap_shots">Sebastien Faucan</a>, yang pada awalnya kedua istilah ini adalah aktifitas yang sama, namun karena kedua pendiri ini mempunyai perbedaan pada prinsip-prinsipnya, akhirnya berakhir menjadi dua aktifitas yang berbeda. Aktifitas Free Running di dokumentasikan dalam bentuk film &#8220;Jump London&#8221;</p>
<blockquote><p>free running and parkour are separate, distinct concepts — a distinction which  is often missed due to the aesthetic similarities. Parkour as a discipline  comprises efficiency, whilst free running embodies complete freedom of movement  — and often includes many acrobatic maneuvers. Although often times the two are  physically similar, the mindsets of each are vastly different.</p></blockquote>
<p>Meskipun aktifitasnya terlihat sama, tapi secara konsep bisa berbeda. Kedua olah raga ini tidak memerlukan alat apapun untuk berlaga,  mereka hanya mengandalkan  kekuatan  Kaki dan Tangan kosong, menggunakan ketrampilan yang unik dalam menjelajah kota dan menggunakan inspirasi bebas mereka guna menemukan jalur dan celah alternatif, bergerak se efisien dan seindah mungkin.</p>
<p><img src="http://uk.geocities.com/uconkie/img/parkour3.jpg" alt="Parkour" height="335" width="500" /></p>
<pre>Melompat,photo by <a href="http://www.flickr.com/photos/amf" title="AMF" target="_blank">amf</a> on <a href="http://www.flickr.com/photos/amf/146161890" title="Parkour on Flickr by amf" target="_blank">Flickr</a></pre>
<p><strong>Zorro inspirator Parkour</strong>, sebelum David Belle dan kawan-kawannya melakukan aktifitas ini, <span id="BeginvidDescBuUzdjaSIN4"><strong>Douglas</strong><strong> Fairbanks </strong>dalam filmnya </span>Zorro pahlawan bertobeng pada tahun 1915-1920, malah sudah memprak<br />
tekkan aktifitas ini, salah satu petikannya dikisahkan saat Zorro lagi dikejar-kejar gerombolan penjahat yang berupaya menangkap dan membunuhnya.  Bisa jadi sang Zorro inilah Inspirator sekaligus Mahagurunya para Traceurs&#8230;sapa tau?</p>
<p align="center"><a href="http://www.youtube.com/watch?v=yaBud6ii5Wk"><img src="http://img.youtube.com/vi/yaBud6ii5Wk/default.jpg" width="130" height="97" border=0></a></p>
<p>Gerakannya akan terlihat memukau bagi kalangan awam, terkesan liar dan kasar, cenderung ugal-ugalan, melewati segala rintangan dengan cara yang unik, melompat, salto, meluncur, memanjat dan beberapa macam teknik yang secara terus menerus dikembangkan sesuai dengan filosofi kebebasan mereka. Tidak salah sehingga beberapa kalangan menggolongkan olah raga ini sebagai olahraga ekstrem yang beresiko tinggi.  Meski demikian para Traceur merasa lebih senang jika Parkour digolongkan sebagai urban sport, karena mereka menegaskan bahwa aktifitas ini bisa dilakukan oleh siapa saja yang berminat untuk belajar dan berlatih. Resiko pasti ada, tapi semuanya dicoba di kurangi melalui proses berlatih terus menerus.</p>
<p><img src="http://uk.geocities.com/uconkie/img/free-running.jpg" alt="Free Running" height="332" width="500" /></p>
<pre>Photo by <a href="http://www.flickr.com/photos/nfg/370797105" title="Parkour by nfg" target="_blank">nfg</a> on <a href="http://www.flickr.com/photos/nfg/370797105" title="Park Our on Flickr by Nfg" target="_blank">Flickr </a></pre>
<p>Olahraga tentang seni, kreatifitas dan kebebasan ini rupanya juga telah sampai di Indonesia, yang awalnya mengetahui informasi ini dari internet, saat ini parkour telah menyebar ke kota-kota besar di Indonesia, untuk mempersatukan mereka juga telah membangun situs informasi bersama di <a href="http://parkourindonesia.web.id" title="Parkour Indonesia" target="_blank">www.parkourindonesia.web.id</a>. Dari sinilah komunitas Parkour Indonesia saling mengenal dan berkembang bersama.</p>
<p><img src="http://uk.geocities.com/uconkie/img/parkour_latihan.jpg" alt="Latihan parkour" height="375" width="500" /></p>
<pre>Berlatih photo by <a href="http://www.flickr.com/photos/marcogomes" title="marco gomez" target="_blank">Marco Gomes</a> on <a href="http://www.flickr.com/photos/marcogomes/95567666" title="Parkour by marcogomes" target="_blank">Flickr </a></pre>
<p>Jenis-jenis olah raga yang bisa berkembang dan bertambah di kota-kota besar biasa di kelompokkan dalam Urban Sport, olah raga kaum urban yang biasanya muncul karena keinginan ber kompetisi atau kebutuhan akan kreatifitas yang cenderung berlebih, atau keterbatasan akses. Sebagai salah satu contoh misalnya aktifitas berlatih mengenal tebing dari olah raga Rock Climbing yang dikenal dengan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/bouldering" title="Bouldering" target="_blank">Bouldering</a> yang berarti aktifitas panjang tebing yang bergerak menyamping, mengalami pengembangan menjadi <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/buildering" title="Pemanjatan Gedung" target="_blank" class="snap_shots">Buildering</a>, contoh lainnya adalah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Street_stunts" title="Stunment Jalanan" target="_blank" class="snap_shots">Street Stunts</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/trickling" title="trickling" target="_blank" class="snap_shots">Tricking</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Soliton" title="soliton" target="_blank" class="snap_shots">Soliton</a> dan masih banyak yang lainnya.</p>
<p>Saya, sebagai kalangan yang ikut mensukseskan Urbanisasi, mencoba ingin ikut berpartisipasi dengan mengingat aktifitas yang sering saya lakukan saat sekolah menengah pertama di Surabaya, setidaknya menjadi aktifitas sehari-hari sepulang sekolah selama kurang lebih dua tahun dari kelas 2 sampai lulus. Menempuh jarak kurang lebih 20 Km dari Wonokromo ke Tanjung Perak. Sapa tau bisa menginternasional dan diikuti oleh kaum urban dunia, minimal bisa di catet di wikipedia indonesia hehhehehehe, simak aja tulisan berikutnya, dan jangan lupa mohon dukungannya.</p>
<h2>Binatang apakah Jumpolitan itu?</h2>
<p>Jelas bukan binatang atau spesies langka karena ini adalah olah raga rintisan. Kita bahas istilahnya terlebih<br />
dahulu, saya yakin anda baru mendengarnya (yakin 100%), karena memang belum pernah ada, karena ini masih dalam taraf ide dan usulan, proposalnyapun lagi dikonsep dan sayangnya masih dalam angan-angan. Pada tahap ini, Saya masih mengira-ngira mungkin seperti inilah nama Parkour dikenal oleh dunia. Si Pelakon tentunya perlu sebuah sebutan ringkas, sebuah nama aktifitas untuk saling berkomunikasi dengan komunitasnya dan yang penting bisa saling mengerti dan dimengerti sesuai dengan kaidah dan tatacara berkomunikasi yang baik dan benar.</p>
<p>Satu kata “Parkour” bisa lebih dimengerti oleh komunitasnya sebagai bentuk penjelasan, ajakan, sebutan, dan tentu saja penerjemahan dari serangkaian aktifitas tersebut, memang akan sedikit asing pada awalnya karena istilah ini belum pernah ada sebelumnya, tapi lambat laun istilah pasti dikenal khalayak karena seringnya dipakai. Dari pada kita menyatakannya dengan kalimat panjang, ayo prend, kita berlari, melompat, menerjang dan berakrobat dari sini ke sana…nah ribet kan!!?? oke, kita sederhanakan aja dengan Parkour, wusshhh…</p>
<p>Nah, sekarang saatnya Jumpolitan, istilah ini berasal dari gabungan 2 (dua) kata, Jump dan Metropolitan, ada sedikit gubahan dari bahasa ibunya “Jempalitan” biar gak kelihatan ndeso dan biar punya harapan akan bergaung International, juga karena yakin pasti akan ada Olimpiadenya. Isin to pak ne, kalo ditanya sama Bu le tentang asal bahasa ini, terus kita njawabnya, soko Wonokromo Pak le.</p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/jumpolitan" title="Jumpolitan on wikipedia" target="_blank" class="snap_shots">Jumpolitan</a>, arti bebasnya adalah Lompatan di Kota Metropolitan. Olahraga ini adalah gabungan dari Lari cepat, Lompat jauh, Pencak Silat, Pernafasan dan tentu saja Seni. Para Jompoliter, harus memulai startnya dari lampu merah (bang jo), setopan kereta api atau tikungan-tikungan karena olahraga ini membutuhkan selain sepatu yang daya cengkramnya cukup bagus, juga benda bermesin dan berbahan bakar bensin atau solar yang bergerak dengan kecepatan rata-rata antara 50-100 km/jam, bisa berbentuk Mobil Pickup (bak terbuka) atau Truk Diesel, tentang merk sesuai pilihan dan selera, karena sangat beragam mulai dari Colt Diesel, Kuda, Kijang, Panther dan segala macem nama Margasatwa lainnya yang berkeliaran di jalan raya, yang prinsip adalah punya bak dibelakangnya, diusahakan kosong dan tidak tertutup oleh terpal atau barang lain.</p>
<p>Jumper, sebutan ringkas buat lakon olah raga ini, sudah pasti pantang bilang, Bang, numpang yah…atau melambaikan tangan sebagai isyarat untuk kendaraan agar memperlambat kecepatan, karena Jumper adalah gesit, tangkas, cepat, kuat dan yang pasti adalah irit, karena tidak mengeluarkan ongkos sepeserpun untuk balas budi tumpangannya. Jumper segera naik ke bak berjalan dengan caranya masing-masing, tentu saja dengan sentuhan seni melompat ke atas bak kosong tersebut.</p>
<h2>Solidaritas, ketangkasan dan kecepatan</h2>
<p>Melompat ke bak pick up, tidak dilakukan secara individu, karena semangat kerja Team disini sangat dijunjung tinggi, bisa dilakukan bertiga, berempat atau lebih. Target utamanya adalah jangan sampai ada rekan Team yang ketinggalan tercecer dijalan raya karena tidak ikut terangkut, jika ini terjadi maka team yang sudah berhasil terpaksa harus turun lagi dan mengulang dari awal, masalah tersebut bisa terjadi karena orang pertama kurang cekatan membantu rekan lain atau kendaraan melaju terlalu kencang. Sebenarnya tidak terlalu sulit, asal tangan kita tertangkap sama rekan yang sudah berada di kendaraan, hanya dengan lompatan kecil saja, dan oleh efek momentum yang tepat, badan kita akan terangkat dengan cepat dan mudah ke atas bak. Kondisi akan terkendali jika semuanya sudah berkumpul diatas bak, tinggal mengikuti laju kendaraan hingga sampai ke tujuan.</p>
<p>Tantangan olahraga ini yang sebenarnya adalah saat harus turun, karena mobil tiba-tiba belok arah tidak sesuai dengan tujuan akhir kita atau memang kita sudah sampai pada lokasi yang ditetapkan sebelumnya. Pengalaman sih mengatakan sangat jarang tujuan ditempu<br />
h langsung sekali jalan, kebanyakan harus berganti-ganti kendaraan karena memang dari awal kita pantang tanya sama pak sopirnya, mau ke arah mana pak?</p>
<p>Sedikit berbeda dengan Lompat Jauh, statis dan aman karena yang bergerak hanya pelompatnya, Jumper lebih dinamis karena semua komponennya ikut bergerak bersama, belum lagi tantangan kendaraan yang ada di belakang, bisa jadi posisi landing aman dan selamat tapi justru tertabrak mobil atau motor yang juga sedang melaju. Arah melompat bisa lurus dengan catatan arus Lalin dibelakang lagi kosong (sepi), tapi kalo pas lagi padat, Jumper harus punya keahlian bergerak menyamping, melompat dari sudut kanan atau kiri bak, mantap man&#8230;karena hal ini sering membuat panik pengemudi dibelakangnya, seakan menantang untuk saling berbenturan.</p>
<h2>Pengalaman Masa SMP</h2>
<p>Setidaknya saya dan gang melakukan kegiatan ini selama kurang lebih 2 tahun, sayangnya belum sempat bikin klub, apalagi filmnya.  Hanya dua tahun karena setelahnya lulus dan masuk tahun ajaran baru tingkat SMA, jarak sekolah SMA yang baru dengan rumah sangat dekat, akhirnya Bapak kasih modal transpor cukup dengan Sepeda Pancal saja.</p>
<p>Ada juga kelompok lain yang mengembangkan olahraga yang sejenis dengan ini yang banyak dikenal dengan &#8220;Bajing Loncat&#8221;, meskipun sama aktifitasnya tapi beda niatannya. Jika para Jumper bermotivasikan cari tantangan sekaligus nyari tumpangan sedangkan Bajing Loncat memang dasar Bajingan, soalnya beraktifitas kriminil, soale nyolong barang/sesuatu di truk, kalo ketangkep bisa digebukin massa dan berakhir di bui. Dari dasar tersebut, kami tetap memisahkan kedua istilah ini sebagai aktifitas yang berbeda.</p>
<h2>Sisi Menariknya</h2>
<p>Rasa yang paling menantang dan bikin ketagihan dari kedua aktifitas ini adalah pas kita berada di udara, sesaat dalam hitungan beberapa detik sebelum kembali mendarat di landasan pacu, kembali ke mem-Bumi. Rasa-rasa hilang sesaat dari peredaran, meski detik berikutnya kita sudah menapakkan lagi kebumi, dengan selamat ataupun tidak.<br />
Baiklah, saatnya memilih dan memihak, kalo anda ingin bergabung dengan para Traceur indonesia, silahkan bergabung di Parkour Indonesia, dan kalo tertarik beraktifitas dengan jumper silahkan bergabung melalui isian komentar dibawah ini, itung-itung nambah amal bikin saya tambah ngetop sebagai pencipta (founder) aktifitas urban sport yang baru di indonesia ini.</p>
<p><em>Congkie: jangan banyak loncat-loncat mas, bisa susah pipis&#8230;. </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/jelajah/parkour-dan-jumpolitan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lembuswana, penjaga Sungai Mahakam</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/lembuswana-penjaga-sungai-mahakam.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cakrawala/lembuswana-penjaga-sungai-mahakam.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2008 10:29:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Khatulistiwa]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[sungai]]></category>
		<category><![CDATA[wisata alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/jejak/lembuswana-penjaga-sungai-mahakam/</guid>
		<description><![CDATA[ &#8220;Bermahkota bukannya raja. Berbelalai. Bergading lainnya gajah. Bersayap bukannya  burung. Bersisik lainnya ikan. Bertaji bukannya ayam. Binatang apakah ini?&#8221;
Kuis tebak-tebakan yang tidak berhadiah ini tertulis di bawah kaki Patung berbentuk binatang aneh dan unik di depan Musium Mulawarman.  Jawabannya memang sudah pasti &#8220;Lembuswana&#8221;,  spesies langka yang tidak termasuk dalam daftar Appendix [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1324/712149073_7b82ce06f8_m.jpg" alt="Lembuswana" align="left" height="240" hspace="10" width="160" /> &#8220;<em>Bermahkota bukannya raja. Berbelalai. Bergading lainnya gajah. Bersayap bukannya  burung. Bersisik lainnya ikan. Bertaji bukannya ayam. Binatang apakah ini?</em>&#8221;</p>
<p>Kuis tebak-tebakan yang tidak berhadiah ini tertulis di bawah kaki Patung berbentuk binatang aneh dan unik di depan <a href="http://www.kutaikartanegara.com/wisata/museum_mulawarman.html" title="Musium Mulawarman Samarinda" target="_blank" class="snap_shots">Musium Mulawarman</a>.  Jawabannya memang sudah pasti &#8220;Lembuswana&#8221;,  spesies langka yang tidak termasuk dalam daftar <acronym title="berarti perdagangan spesies tersebut dikontrol sangat ketat dan tidak dapat diperdagangkan secara internasional kecuali hasil penangkaran">Appendix I</acronym> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/CITES" title="CITES" target="_blank" class="snap_shots">Cites</a> ini dapat anda jumpai di <a href="http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=309264&amp;page=4" title="Wisata di Tenggarong" class="snap_shots" target="_blank">3 (tiga) lokasi</a> utama Kota Tenggarong, di Pintu Gerbang memasuki kota Tenggarong, di depan Musium Mulawarman dan yang terbesar di Pulau Wisata Kumala. Yang terakhir akan menjadi tokoh utama kita kali ini, soale dapat undangan gratis keliling Pulau Kumala sih, pilihannya cuman satu aja, kalo pengen kisah lainnya boleh kok mengundang aku lagi&#8230;..hehehehehe<span id="more-24"></span></p>
<h2>Makan Siang sambil Terapung</h2>
<p>Wong ndeso ini pantas girang banget, soale baru nyadar kalo Rumah Makannya tidak saja bisa ngambang di atas air, tapi bisa mengelilingi Pulau Kumala, pantas saja ini kan Kapal Layar, layaknya sebuah kapal tentu ada mesinnya, setir, Anak Buah, Layar, dan yang paling penting semua yang tersebut tadi dapat imbukan kata &#8220;Kapal&#8221;, sekedar untuk membedakan kebiasaan di darat sama di Sungai, termasuk juga ada organ (<em>itu lho, alat musik yang tutnya cuman ada 2 warna, hitam dan putih</em>)&#8230;&#8230; hahahah dasar ndesit. Tentu saja dengan alat musik tersebut nyanyinya pake irama Country-an, terasa rada jadul dikit,  penyanyinya pun lengkap dengan atribut koboi dengan kisaran usia 15-an (lima belas ngikut pemilu pak&#8230;), kita-kita yang masih kinyis cuman bisa ngikut goyang-goyang kaki aja, soale gak apal, bolehlah sekali-kali teriak hhheeeyyya&#8230;&#8230;heeeyyyaaaa&#8230;&#8230;.halah&#8230;.koboi kok melaut seh pak&#8230;&#8230;koboi yah angon wedus.</p>
<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1226/712149095_e3284936cf.jpg?v=0" alt="Lembuswana" height="332" width="500" /></p>
<p>Sambil makan siang, kita ber-banyak orang ini dibawa mengelilingi Pulau Kumala, sambil menikmati nikmatnya ikan Patin bakar, Gulai Kambing dan Es Jeruk, sebagai penutup buah-buahan khas Kaltim tersedia berlebih, mulai Jeruk, pisang sampai duku semuanya pas dan lengkap, dan yang penting akhirnya tak tersisa, buat kucing sekalipun, tandas.</p>
<p>Mendekati tujuan, pintu gerbang  Pulau Kumala,  terlihat sosok monumen yang cukup besar dan megah dibuatnya, Patung Lumbuswana raksasa sebagai hasil karya pematung terkenal <a href="http://www.nuarta.com/" title="Nyoman Nuarta" class="snap_shots" target="_blank">Nyoman Nuarta</a>. Ini pertama kalinya aku melihat sosok symbol mitologi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Kutai_Kartanegara" title="Kerajaan Kutai Kertanegara" class="snap_shots" target="_blank">Kerajaan Kutai Kertanegara</a> dari dekat, inikah binatang yang gaya hidupnya amphibi plus?, plus karena punya sisik,  kebayang bisa hidup di air, punya kaki empat pasti mamalia, namanya lembu tapi kepalanya gajah, punya sayap berarti bisa terbang, imaginasiku membayangkan pada suatu pagi lepas bangun tidur, terlihat para lembuswana bertengger di ranting dan bercicit cuit menyongsong mentari.</p>
<p>Mencari sejarah sang Lembu ini rada kesulitan, malah ketemu beberapa blogger yang minta diinformasikan tentang <a href="http://www.google.co.id/search?hl=id&amp;q=sejarah+lembuswana&amp;btnG=Telusur<br />
i+dengan+Google&amp;meta=" title="Sejarah Lembuswana" class="snap_shots" target="_blank">history of lembuswana</a> kalo ada yang tau. Mitologi Kutai lainnya yang ketemu malah tentang <a href="http://www.kutaikartanegara.com/kesultanan/mitologi2.html" title="Naga Erau" class="snap_shots" target="_blank">Naga Erau</a> yang menjadi rujukan <a href="http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=309264&amp;page=4" title="FEstival Erau" class="snap_shots" target="_blank">Festival Erau</a> yang sudah menjadi <a href="http://www.kutaikartanegara.com/wisata/" title="Peta Wisata di Kutai" class="snap_shots" target="_blank">kegiatan wisata</a> rutin Kota Tenggarong.</p>
<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1187/712149115_e64747542e.jpg?v=0" alt="Gerbang Pulau Kumala" height="332" width="500" /></p>
<pre>Gerbang Pulau Wisata Kumala</pre>
<p>Kalo Jakarta punya <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dufan" title="Dunia Fantasi Ancol" class="snap_shots" target="_blank">Dunia Fantasi</a>, inilah andalan dari Provinsi Kaltim, Pulau Kumala, Dufan yang dibangun di daerah pesisir pantai, Pulau Kumala dibangun diatas pulau di tengah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sungai_Mahakam" class="snap_shots" title="Sungai Mahakam">Sungai Mahakam</a> atas prakarsa <a href="http://www.tokohindonesia.com/majalah/khusus/01-36/02/07.shtml" title="Pak Kaning" class="snap_shots" target="_blank">Bupati Syaukani</a> (pak Kaning) Pulau seluas 76 ha itu dibangun dan diurug tak kurang dari sejuta setengah kubik pasir ditanam disana, hingga kini terlihat sebagai lokasi wisata modern bagi masyarakat.</p>
<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1341/713062754_10e46a3f6f.jpg?v=0" alt="restoran berjalan" height="332" width="500" /></p>
<pre>Kapalku segera mendaratkan awaknya</pre>
<p>Ada dua cara menuju Pulau Kumala ini, bisa dengan cara menyeberangi sungai Mahakam atau lebih menarik lagi melalui Sky Tower, dengan kendaraannya kereta gantung (cable car), diatas ketinggian 75 meter anda bisa melihat panorama kota dengan leluasa dari kaca kereta,  Sky Tower sekaligus penghubung antara Tenggarong Seberang dengan Pulau Kumala.</p>
<h2>Dayak Long House</h2>
<p>Rumah Panjang, atau rumah komunal Suku Dayak biasa disebut dengan Lamin (Lou) di Kalteng dikenal dengan istilah Rumah Betang, Masyarakat Kutei umumnya mengenal sekaligus mempopulerkan nama rumah dayak dengan sebutan Lamin, sedangkan Orang Dayak Benuaq lebih senang dan bangga dengan sebutan Lou ketimbang Lamin. Tapi bukan hanya karena kisah seorang ibu-ibu muda yang mengundang tamu laki-laki paruh baya untuk bertandang ke rumahnya, Pak saya dan keluarga akan senang dan hormat jika bapak menyempatkan main ke Lamin saya malam ini&#8230;&#8230;lho&#8230;. gawat, kalo sang bapak tamu tadi gak ngerti istilahnya, bisa salah tangkep maksud baiknya. hehehe, tapi yang jelas istilah Lou lebih berasal dari akar bahasa benuaq.</p>
<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1291/712149161_eabdbbb54a.jpg?v=0" alt="Lou atau lamin" height="332" width="500" /></p>
<p>Iklim di Tenggarong termasuk cukup hangat bagi para pendatang,  untuk beraktifitas ringan jalan kaki saja sudah cukup menguras keringat, tapi jangan kuatir mengelilingi pulau kumala sudah tersedia angkutan mobil gandeng yang selalu siap mengantar anda mengitari pulau ini, melihat-lihat fasilitas yang tersedia untuk wisata.</p>
<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1063/712149179_2ce9fdb359.jpg?v=0" alt="Lou -Rumah Adat Suku Dayak di Kaltim" height="332" width="500" /></p>
<pre>Lou, rumah adat dayak kaltim</pre>
<p>Nampaknya tidak ada kegiatan sosial di tempat ini, apa karena saya datangnya bukan pas hari libur, di tanah seluas 76 ha ini nampaknya cuman kami dan beberapa orang saja pengunjungnya, saya berharap ada agenda menarik dari sekedar menikmati panorama dan bangunan rupanya tidak terfasilitasi, seandainya lokasi wisata ini tidak hanya mengandalkan kekuatannya dari bangunan dan fasilitas saja, pasti akan lebih semarak lagi. Kalau konsep wisata andalannya hanya fisik, kecenderungannya mereka hanya perlu datang sekali saja, dan akan kembali lagi hanya karena m<br />
engantar tamu atau teman yang bertandang.</p>
<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1301/712149137_897188307d.jpg?v=0" alt="Vihara" height="332" width="500" /></p>
<pre>memang akan menjadi menarik jika ada aktifitas ibadah masyarakat</pre>
<p>Hampir tiga jam kita berkeliling dan melihat-lihat Pulau, rasa-rasa kerongkongan udah mulai kering, keringat juga udah membasahi badan, sudah waktunya untuk undur diri, angkat sauh, dan kapal kitapun berlayar menuju daratan Indonesia&#8230;. udah lama yah rasanya kita meninggalkan negara Indonesia Raya tercinta&#8230;&#8230; kalo saja setiap kesan yang dibawa pengunjung seperti itu, pasti tidak lama lagi dia akan bawa orang sekampungnya untuk datang ke Tenggarong dengan bangga, anda akan diisi dan diservis luar dalam, lahir batin dengan program wisatanyaa&#8230;begitu kira-kira isi promosinya.</p>
<p>tabek</p>
<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1154/713062728_31d9f88462.jpg?v=0" alt="Guest House" height="332" width="500" /></p>
<pre>nginep di Guest House</pre>
<p><em>conkie: pengen kenal lebih mendalam tentang tenggarong dan kutei kartanegara ing martadipura </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cakrawala/lembuswana-penjaga-sungai-mahakam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dunia Biota di Leuwiliang</title>
		<link>http://faizal.web.id/jelajah/dunia-biota-di-leuwiliang.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/jelajah/dunia-biota-di-leuwiliang.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Dec 2007 08:52:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[outbond]]></category>
		<category><![CDATA[wisata alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/jejak/dunia-biota-di-lewuiliang/</guid>
		<description><![CDATA[Awalnya mau nyari lokasi kegiatan di alam bebas buat kelompok remaja di akhir tahun, biar ada tantangan dikit dari pada dikasih banyak-banyak materi di kelas, sudah pasti banyak boringnya. Seharian menghabiskan waktu di 5 lokasi mulai dari Desa Pancawati, desa yang lumayan banyak ditempati operator kegiatan alam hingga sampai di Danau Lido, menurutku masih kurang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Awalnya mau nyari lokasi kegiatan di alam bebas buat kelompok remaja di akhir tahun, biar ada tantangan dikit dari pada dikasih banyak-banyak materi di kelas, sudah pasti banyak boringnya. Seharian menghabiskan waktu di 5 lokasi mulai dari Desa Pancawati, desa yang lumayan banyak ditempati operator kegiatan alam hingga sampai di Danau Lido, menurutku masih kurang memuaskan, penyajiannya terlalu konvensional, jadinya kayak main di taman kota. Di Biota world ini juga sekaligus jadi penutupan aktifitasku di akhir tahun yang cukup menyenangkan. Selamat Tahun Baru !!!</p>
<p><img src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YLr9qa4oI/AAAAAAAAAOg/lNq9DRuMlyc/s288/biotaword03.jpg" title="Biota World" alt="Biota World" width="270" />  <img src="http://lh6.google.com/jusronfaizal/R2YLjdqa4nI/AAAAAAAAAOY/c8lX8KnPVcQ/s288/biotaword02.jpg" title="Biota World" alt="Biota World" width="270" /></p>
<p><span id="more-22"></span><strong>Biota World</strong>, diantara kehabisan waktu seharian dan kelelahan muter-muter di sekitaran puncak, denger namanya aja sudah menarik minat, sudah terbayang ada apa yah dibalik nama keren ini? pasti ada yang baru dan menantang di lokasi ini. Wah….menemukan lokasinya aja sudah awal tantangan bagi kami Team Surveynya, dah kesasar kemana-mana, gak ada peta, petunjuk dan informasi yang cukup, satu-satunya alat navigasi kami yang jadi andalan adalah Kompas Congor.</p>
<p><img src="http://lh3.google.com/jusronfaizal/R2YLctqa4mI/AAAAAAAAAOQ/XBXCFV7Dgn8/biotaword01.jpg?imgmax=512" title="Tebing batu dipandang dari Pos pertama" alt="Tebing batu dipandang dari Pos pertama" width="570" /></p>
<p><strong>Kompas Congor</strong>, meskipun gak ada manual book-nya cara penggunaannya gak susah kok, ini juga lazim dilakukan banyak orang kalo pas lagi nyasar atau gak ada data yang cukup akurat. Yang harus dilakukan adalah mencari tanda-tanda alam, bisa berupa orang duduk-duduk di depan rumah, warung rokok, abang Tukang Ojek. Kalo nemu bapak-bapak yang berseragam lebih bagus, biasanya lebih akurat informasinya, polisi misalnya, bisa dipilih polisi milik negara atau yang partikelir sekalipun, Polisi Cepek. Singkatnya, kalo udah ketemu dengan salah satu dari pahlawan kita tadi, proses berikutnya adalah mulut kita yang bekerja, karena kekuatan kompas kita kali ini terletak di detail pertanyaan yang terlontar, semakin jelas nama lokasi jalan, desa, RT/RW akan dapat lebih rinci arah yang dituju.</p>
<p><img src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YLW9qa4lI/AAAAAAAAAOI/rMX1YZgxZ_o/biotaword00.jpg?imgmax=512" title="Jalan masuk ke Cottage" alt="Jalan masuk ke Cottage" width="570" /></p>
<p>Setelah muter-muter gak keruan, sampe di kantor camat segala, ternyata patokan yang pas adalah Rumah Bersalin As-Syifa di Leuwiliang, Jalan Raya Leuwiliang &#8211; Jasinga KM 21, di sebelah barat kota bogor yang kurang lebih 28,25 kilometer dari Tol Jagorawi<font face="Franklin Gothic Book">, </font>Persisnya di sebelah <strong>Perusahaan Bangunan atau P.B. Agung</strong>, maklum aja susah nyarinya, emang gak ada tanda-tanda identitas resmi, apalagi berharap melihat papan nama Biota World, ketemunya adalah pintu gerbang gede yang di jaga sama penjaga warung rokok, kalo gak dibantu sama Kompas HP (hand phone) penjaganya udah pasti gak ketemu lokasi ini.</p>
<p><img src="http://lh3.google.com/jusronfaizal/R2YNHtqa41I/AAAAAAAAAQM/AgJZNGSDdCU/biotaword16.jpg?imgmax=512" title="Cottage Sederhana" alt="Cottage Sederhana" width="570" /></p>
<p>Memasuki pintu gerbang serasa gak meyakinkan, yang terlihat didepan adalah sebuah bukit yang cukup lebat, sementara disamping kanan kiri berupa pemukiman dan sawah milik masyarakat setempat. Tapi setelah masuk sejauh 500 meter jalan menanjak, wow…kita seperti mau masuk hutan yang sebenarnya, sepertinya lokasi ini bekas kebun karet yang sudah tidak difungsikan lagi.</p>
<p><img src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YMU9qa4tI/AAAAAAAAAPI/2X4QtQgKkA8/biotaword08.jpg?imgmax=512" title="Lokasi api unggun ditengah pemukiman" alt="Lokasi api unggun ditengah pemukiman" width="570" /<br />
></p>
<p><strong>Biota World</strong>, memiliki lokasi seluas 159 ha, termasuk di daerah <a href="http://subterra.web.id/content/view/9/5/" title="Karst" target="_blank">Karst (batu gamping)</a>, ciri-ciri yang khas adalah di lokasi ini terdapat tebing kapur setinggi 1 pitch (45 meter). Lokasinya berbukit-bukit, didalamnya terdapat sekitar 18 gua alam, baik yang horizontal maupun vertical, kategorinya adalah Karst Muda, terlihat sekilas dari proses pembentukan ornamen gua-nya. Tidak cuman bisa Climbing dan Caving disini, Rafting pun sangat memungkinkan, lebih-lebih untuk pemula, karena sungai yang melewati lokasi ini arusnya tidak terlalu curam (grade rendah).  Pokoknya lengkap deh kalo mau beraktifitas Outdoor disini, lokasi untuk Off Road maupun Sepeda Gunung juga sudah ada jalurnya, semua kegiatan yang berakhiran <em>ing</em>, tersedia disini. Pemilik lokasi ini juga mempromosikan untuk kegiatan Paragliding (paralayang), di Biota World merupakan pintu gerbangnya angin (istilah buat paralayang), jadi kalo beraktifitas melayang, anda gak akan kehabisan angin untuk mengawali terbang, kata pemilik lokasi ini di Biota House Jakarta.</p>
<p><img src="http://lh6.google.com/jusronfaizal/R2YMxdqa4xI/AAAAAAAAAPo/6O298hhKWoU/biotaword12.jpg?imgmax=512" title="Pas buat Arung Jeram" alt="Pas buat Arung Jeram" width="570" /></p>
<p>Pokoke seru banget buat kegiatan alam bebas di Biota World, kalo tempat lain menawarkan pelayanan, kemodernan, dan tertata, sebaliknya lokasi ini dikemas lebih sederhana, satu-satunya yang kelihatan teratur di jajaran cottage yang berada di lembah dengan pemandangan tebingnya. Ada 6 bangunan bambu ber konsep asrama untuk istirahat kelompok besar, masing-masing bisa muat 15 orang, dan satu saung terbuka untuk pertemuan dan sholat bersama. Dibawahnya terdapat ruang makan terbuka dengan menu makanan khas Sunda. kalo ada acara api unggun, di tempat ini pas banget, karena bangunan-bangunan ini di buat melingkari lapangan.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://lh3.google.com/jusronfaizal/R2YMrtqa4wI/AAAAAAAAAPg/7CwMbwmxTaU/biotaword11.jpg?imgmax=512" title="Tukang Panjat Pinang" alt="Tukang Panjat Pinang" height="512" width="384" /></p>
<pre style="text-align: center">Lagi mengenang masa-masa mbiyen</pre>
<p>Hanya satu yang kurang kalo menurutku, aku belum menemukan penerjemahan tentang dimana Dunia Biota yang sebenarnya kecuali lokasi buat berkegiatan fisik di alam, akan lebih mantap lagi kalo ada aktifitas wisata pendidikannya, sesuai dengan tema “Dunia Biota”nya. Mungkin lain waktu sambil bergulir yah pak, seiring dengan terkumpulnya modal segunung emas… Selamat berkarya dan beraktifitas !!!</p>
<p><img src="http://lh6.google.com/jusronfaizal/R3dakNqa42I/AAAAAAAAASI/LaWoIVN7aKs/biotaworld.jpg?imgmax=512" title="Peta Lokasi Biota World" alt="Peta Lokasi Biota World" width="570" /></p>
<p>Penting diingat juga, untuk bisa pakai tempat ini, syarat utama kudu bisa bayar full di depan hehehehehe, ini sempet bikin kita hampir tak berkutik karena persepsinya bisa dua kali proses, diawal dan setelah kegiatan, ternyata enggak gitu, gak papa deh, namanya juga pengen naik-naik tebing&#8230;</p>
<p><img src="http://lh6.google.com/jusronfaizal/R3dakNqa43I/AAAAAAAAASQ/hzx44Sy8l2s/pasukan.jpg?imgmax=512" title="Perang-perangan" alt="Perang-perangan" width="570" /></p>
<p>Disini juga bisa muasin diri buat nembak temen-temen kita sampai mati beberapa kali, namanya juga paint ball, matinya bisa di set berulang-ulang.</p>
<table style="width: 194px">
<tr>
<td style="background: transparent url('http://picasaweb.google.com/f/img/transparent_album_background.gif') no-repeat scroll left center; height: 194px; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial" align="center"><a href="http://picasaweb.google.com/jusronfaizal/BiotaWorld"><img src="http://lh3.google.com/jusronfaizal/R2YLM9qa4kE/AAAAAAAAASU/u6zSMBPih7o/s160-c/BiotaWorld.jpg" style="margin: 1px 0pt 0pt 4px" height="160" width="160" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td style="text-<br />
align: center; font-family: arial,sans-serif; font-size: 11px"><a href="http://picasaweb.google.com/jusronfaizal/BiotaWorld" style="color: #4d4d4d; font-weight: bold; text-decoration: none">Biota World</a></td>
</tr>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/jelajah/dunia-biota-di-leuwiliang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anjangsana di Desa Watu Gajah</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/pplh-seloliman-trawas.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cakrawala/pplh-seloliman-trawas.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Dec 2007 09:25:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[gunung]]></category>
		<category><![CDATA[ornop]]></category>
		<category><![CDATA[outbond]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/piknik/anjangsana-di-desa-watu-gajah/</guid>
		<description><![CDATA[
Pintu masuk, gerbang utama Pusat Pendidikan Lingkungan HIdup - PPLH Seloliman
Ini tak bawain oleh-oleh dari mudik lebaran di kampung, sambil silaturahim ke tempat saudara di Malang bersama sak rombong keluarga besar Moch. Busri, tumplek blek se mobil mulai dari aku beserta Dinda, Nisa dan Zaqy, Ibu, adik-adikku, ipar dan para keponakan. Lepas acara inti, dilanjutkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="Pintu Gerbang PPLH" src="http://geocities.com/uconkie/web/seloliman06.jpg" alt="Pintu Gerbang PPLH" width="570" height="249" /></p>
<pre>Pintu masuk, gerbang utama Pusat Pendidikan Lingkungan HIdup - PPLH Seloliman</pre>
<p>Ini tak bawain oleh-oleh dari mudik lebaran di kampung, sambil silaturahim ke tempat saudara di Malang bersama sak rombong keluarga besar Moch. Busri, tumplek blek se mobil mulai dari aku beserta Dinda, Nisa dan Zaqy, Ibu, adik-adikku, ipar dan para keponakan. Lepas acara inti, dilanjutkan acara seneng-seneng sekalian sambang sedulur di Desa Seloliman, persisnya di padepokan para Begawan Lingkungan &#8211; <a class="snap_shots" title="Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup Seloliman" href="http://pplh.or.id" target="_blank">PPLH Seloliman</a>, Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup di  Desa Seloliman. Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto , Propinsi Jawa Timur.<span id="more-19"></span></p>
<p><img title="Pemandian Air Panas cangar" src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YD39qa4eI/AAAAAAAAANU/K1Ywb5rq7ZU/cangar.jpg?imgmax=512" alt="Pemandian Air Panas cangar" width="570" /></p>
<p>Menuju PPLH Seloliman, kita ambil rute dari malang lewat Kota Apel Batu &#8211; Cangar &#8211; Trawas, sayang banget dilewatkan kalo sampai di cangar tapi gak mandi air angetnya. Sayangnya saat itu emang bener rame pengunjung, jadi yang sempet mandi cuman Nisa sama Zaqy. Wuaah, mereka berdua kalo udah main air bener-bener bisa tahan lama, apalagi pake air anget dari alam.</p>
<p>Dari Cangar menuju Trawas melewati punggungan <a title="Gunung Arjuna, Pandaan, Jatim" href="http://khatulistiwa.info/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=7&amp;Itemid=1" target="_blank">Gunung Arjuna</a>,  jalanan emang sepi, apalagi kalo udah sore hari, pernah waktu lalu jalan habis maghrib lewat sini, bener-bener sepanjang perjalanan gak ketemu kendaraan lain yang papasan, apalagi yang nyalip, malah sesekali ketemu binatang-binatang malam yang nyebrang jalan, kalo beruntung kijang atau kucing hutanpun bisa ketemu, gak usah takut, yang penting kita nyapa duluan kalo pas ketemuan. Dan yang lebih penting lagi, kalo lewat jalur ini, jangan sekali-kali ngebut, karena tanjakan, tikungan dan turunan bener-bener tajem. Pas kita lewat aja, dah ketemu dua mobil nyungsep ke dinding tebing, perkiraanku dia gak bisa kendaliin mobilnya pas kena turunan tajam.</p>
<p><img title="Anyun anyun" src="http://lh3.google.com/jusronfaizal/R2YEKtqa4jI/AAAAAAAAAN8/CNxbxi_ttao/pplh00.jpg?imgmax=512" alt="Anyun anyun" width="570" /></p>
<p>Sampe di Seloliman, langsung aja nuju Guest Housenya, capek berat karena dari pagi dari surabaya, baru sampe diseloliman pas maghrib. Kita nginep di Guest House yang kapasitasnya untuk 10 orang, ada 2 lantai, dan tentu saja di ruangan terbuka, sambil tidur masih bisa ngeliat ikan di kolam yang mengelilingi bangunan.</p>
<p><img src="http://lh6.google.com/jusronfaizal/R2YEBdqa4hI/AAAAAAAAANs/ZN2O2a4ktgY/s288/pplh02.jpg" alt="Anyun anyun" width="275" /> <img src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YEF9qa4iI/AAAAAAAAAN0/y3YrIEDTxW4/s288/pplh01.jpg" alt="Main Air" width="275" /></p>
<p>Pagi-pagi banget, mereka dah pada bangun, dan langsung main ke sungai kecil, di belakang restoran Alas, kalo udah liat air dan ayunan, Nisa dan Zaqy udah gak tahan, langsung aja Mbah Putrinya ditinggal lari&#8230;lumayan kualahan njaga Nisa kalo udah lari-lari di sungai kecil, gak mau digandeng, maunya sendiri. <!--more--></p>
<p>Sungguh, di tempat ini masih jadi Favoritku sekaligus andalan sebagai lokasi yang pas dan tepat untuk rekreasi sambil belajar, wisata panorama sekaligus wisata pendidikan. Sejauh pernah mengunjungi beberapa lokasi sejenis, nilai tertinggi masih tertuju buat PPLH Seloliman, khususnya menyangkut tentang kekuatan Konsep Materi yang tertuang dalam bentuk Seni Arsitekturnya dan Landscape, terasa sangat <strong>konsisten</strong> dan <strong>detail</strong> dari hulu hingga hilir, dari a sampai z dan dari rambut sampai kaki. Sebagai sales lepas tanpa ikatan, kalo udah menceritakan lokasi ini, sebagai an<br />
dalan pemikatnya sering saya katakan kalo disini, bangunan fisiknya saja bisa bicara, benda mati di lokasi ini serasa bisa memberikan informasi baru pada setiap yang melihatnya.</p>
<p><img src="http://lh6.google.com/jusronfaizal/R2YDLdqa4WI/AAAAAAAAAMU/q4EWhHlR_mE/seloliman12.jpg?imgmax=512" alt="Jalur masuk menuju kantor" width="570" /></p>
<p><em>*setelah melewati pintu gerbang, anda akan menyusuri jalan batu, diantarkan menuju ruang informasi, sebelah kanan kiri yang terlihat adalah gambaran aktifitas pertanian dan papan informasi kegiatan minggu.</em></p>
<p>Kalo bangunan fisiknya saja bisa berbicara, apalagi manusia penghuninya, dari direktur sampai tukang masaknya punya kemampuan sebagai fasilitator yang kalo udah ber-cas-cis-cus, audiens seringkali bisa tertipu, ini para staffnya pasti pendidikannya berkualitas, minimal S1-lah&#8230;padahal&#8230;hampir 90% staff PPLH adalah berasal dari masyarakat desa sekitarnya. Dapat dipastikan kalo masalah Ijazah formal, jarang dan hampir gak ada dari mereka yang memegang sampai Strata Satu, tapi jangan ditanya kalo masalah kemampuan. Pengalaman perantauannya aja gak bisa diremehkan bo&#8230;yang jelas, gambaran ini buatku sebagai bukti nyata keberhasilan tentang &#8220;Metode Belajar&#8221;, mendidik diri sendiri, berbagi dengan orang lain, yang pasti sangatlah tak cukup kalo saya cuman bisa ngucapin &#8220;Selamat boss, ente-ente sudah bisa berperan <strong><em>meng-inspirasi</em> </strong>sekian banyak orang, dan salah satunya adalah aku.</p>
<p><img src="http://lh3.google.com/jusronfaizal/R2YCWtqa4LI/AAAAAAAAAK4/Zj4Gvjg_pXs/seloliman23.jpg?imgmax=512" alt="Ruang Informasi" width="570" /></p>
<pre>Informasi seputar umum tentang PPLH dapat dibaca di Majalah Dinding ini.</pre>
<p>Kalo anda coba googling dengan kata kunci &#8220;Seloliman&#8221;, yang anda dapatkan adalah sebuah gambaran kegiatan dan aktifitas para begawan di sebuah desa kecil di kaki Gunung Penanggungan, dalam bahasa jawa, selo berarti watu (<strong>batu</strong>) dan liman berarti <strong>gajah</strong>, Batu Gajah. Apakah benar-benar ada batu yang berbentuk gajah atau gajah yang berubah jadi batu, lebih pasnya silahkan datang dan tanyakan sebab akibatnya nama ini ada disana.</p>
<p>Ini dia kira-kira beberapa bangungan yang masih menjadi favorit bagi saya:</p>
<p><strong>1. Kantor PPLH </strong></p>
<p><img src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YCl9qa4PI/AAAAAAAAALc/hbMfBpRC3S8/s288/seloliman11.jpg" alt="Kantor PPLH" width="275" /> <img src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YCh9qa4OI/AAAAAAAAALU/tnlw_o7Weng/s288/seloliman18.jpg" alt="Kantor PPLH" width="275" /></p>
<p>Kalo pengen ketemu boss-nya PPLH masuk aja diruangan ini, bekerja didepan komputer disamping jendela kaca, sesekali kalo sedang mencari inspirasi tinggal noleh dikit aja ke samping, terlihat ada angsa berenang diantara ikan-ikan mas, rasa-rasanya kita emang udah tenggelam, berenang bersama ikan sambil ngetik atau baca koran&#8230;.wuihhh sedap nian&#8230;</p>
<p style="text-align: center"><img title="Air Wudhu" src="http://lh3.google.com/jusronfaizal/R2YCZtqa4MI/AAAAAAAAALA/Q2BKJnUEw6g/seloliman08.jpg?imgmax=512" alt="Air Wudhu" width="384" height="512" /></p>
<p>Diatas kantor, ada ruangan serbaguna untuk rapat team kecil dan Musola disampingnya,  air pancuran diatas ini akan mengalir terus menerus tanpa henti,  di pergunakan untuk berwudhu sekaligus mengisi air kolam ikan, sumbernya pun dari Gunung Penanggungan.<strong>2. Restoran Alas</strong></p>
<p><img src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YBv9qa4EI/AAAAAAAAAKA/Onoo2mFVSy8/s288/seloliman32.jpg" alt="Restoran Makanan Ekologis" width="275" /> <img src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YCH9qa4II/AAAAAAAAAKg/dbcE2WWlNg4/s288/seloliman20.jpg" alt="Restoran Alas" width="275" /></p>
<p>Urusan sehat, jangan kuatir, di Restoran Alas, disamping menyediakan segala urusan lapar, semua makanan disajikan dari bahan-bahan alami tanpa pengawet, penyedap sintetis, pewarna, gak mengandung pestisida dan pupuk kimia dan yang pasti dijamin mengandung minamin tanpa ewek-ewek sampingan.</p>
<p><img src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YB&lt;br /&gt; 69qa4GI/AAAAAAAAAKQ/Fm8LXtyvV0U/seloliman34.jpg?imgmax=512" alt="Isi Perut sambil cuci mata" width="570" /></p>
<p><em>* isi perut, sambil cuci mata </em></p>
<p><strong>3. Ruang Seminar</strong></p>
<p><img src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YBz9qa4FI/AAAAAAAAAKI/5Wyhhzc2YC8/seloliman33.jpg?imgmax=512" alt="Berdiskusi di Bungalow gajah" width="570" /></p>
<p>Desain Ruangan untuk pertemuan di desain sangat asri, saking sejuknya karena lantainya dari kayu ulin, pasti dijamin ngantuk, apalagi di bagian tempat duduk, selalu tersedia bantal. Mendengarkan penyaji atau presentasi boleh sambil tiduran. Tapi dijamin tak akan tidur, karena staff mereka mampu membawakan materi dengan sangat menarik tanpa harus pake baju badut.</p>
<p><img src="http://lh5.google.com/jusronfaizal/R2YCpNqa4QI/AAAAAAAAALk/Leqo3idSOyk/seloliman13.jpg?imgmax=512" alt="diskusi malam di bungalow gajah" width="570" /></p>
<p>Ini adalah suasana diskusi di malam hari, di pplh sudah menjadi kesepakatan untuk tidak menggunakan bola lampu neon yang berwarna putih.  Seluruh komplek PPLH memang masih dirancang untuk suasana tenang pedesaan. Bahkan dulu saya sempat merasakan kalo udah mau tidur harus bawa-bawa lampu minyak segala, karena listrik hanya disediakan untuk ruangan tertentu saja, listriknya pun bukan dipasok dari PLN melainkan membangun sendiri dengan Microhidro memanfaatkan potensi alam yang luar biasa di Desa Seloliman.</p>
<p><strong>4. Penginepan</strong></p>
<p>Ada tiga paket penginepan yang disediakan PPLH, Asrama, Bungalow dan Guest House. Asrama biasanya digunakan untuk rame-rame rombongan, dengan harga terjangkau menempati ruangan istirahat model barak, namun tetep tersusun rapi dan bersih.</p>
<p><img title="Tampak Depan Asrama" src="http://lh3.google.com/jusronfaizal/R2YD9tqa4gI/AAAAAAAAANk/aOEIId278vQ/s288/seloliman00.jpg" alt="Tampak Depan Asrama" width="270" /> <img title="Ruangan dalam Asrama" src="http://lh3.google.com/jusronfaizal/R2YA6tqa39I/AAAAAAAAAJI/nventxl4X5A/s288/seloliman26.jpg" alt="Ruangan dalam Asrama" width="270" /></p>
<p>*<em>Ruangan Asrama untuk penginapan rombongan</em></p>
<p><img title="Bungalow" src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YBi9qa4CI/AAAAAAAAAJw/Pm_Kbh9SMII/s288/seloliman36.jpg" alt="Bungalow" width="270" /> <img title="Tempat Tidur" src="http://lh6.google.com/jusronfaizal/R2YA_dqa3-I/AAAAAAAAAJQ/HOiact3yGRA/s288/seloliman27.jpg" alt="Tempat Tidur" width="270" /></p>
<p>*<em>bungalow</em></p>
<p><strong>5. Perpustakaan</strong></p>
<p><img title="Perpustakaan" src="http://lh3.google.com/jusronfaizal/R2YBStqa4AI/AAAAAAAAAJg/woYhNi-CwpE/seloliman29.jpg?imgmax=512" alt="Perpustakaan" width="570" /></p>
<p><img src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YCM9qa4JI/AAAAAAAAAKo/64N7J2BYeh0/seloliman21.jpg?imgmax=512" alt="Meeting di Luar" width="570" /></p>
<p>Udah ach&#8230;..datang aja kesini, bawa serombongan lebih asyik..selengkapnya liat info selengkapnya di  <a title="Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup Seloliman" href="http://pplh.or.id" target="_blank">www.pplh.or.id</a></p>
<p>Lanjutkan Perjalanan anda ke <a title="Kaliandra Sejati" href="http://faizal.web.id/sky/cakrawala/padepokane-wong-jowo/" target="_self">http://faizal.web.id/sky/cakrawala/padepokane-wong-jowo</a>, mumpung deket.</p>
<p>Foto selengkapnya bisa dilihat dibawah ini:</p>
<table style="width: 194px;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="background: transparent url('http://picasaweb.google.com/f/img/transparent_album_background.gif') no-repeat scroll left center; height: 194px; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial" align="center"><a href="http://picasaweb.google.com/jusronfaizal/PPLHSeloliman"><img style="margin: 1px 0pt 0pt 4px" src="http://lh6.google.com/jusronfaizal/R2X5T9qa36E/AAAAAAAAAQw/kjzk5DvHQLs/s160-c/PPLHSeloliman.jpg" alt="" width="160" height="160" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center; font-family: arial,sans-serif; font-size: 11px"><a style="color: #4d4d4d; font-weight: bold; text-decoration: none" href="http://picasaweb.google.com/jusronfaizal/PPLHSeloliman">PPLH Seloliman</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cakrawala/pplh-seloliman-trawas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
