<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jusron[at]Faizal.WEB/INDONESIA &#187; Keluarga</title>
	<atom:link href="http://faizal.web.id/category/keluarga/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://faizal.web.id</link>
	<description>Learning is Journey for Freedom of Life</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Apr 2010 20:22:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Jika handak meRakit ke Hulu, sebaiknya Bisa Berenang ke Tepian</title>
		<link>http://faizal.web.id/sosok/belajar-berenang-ke-tepian.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/sosok/belajar-berenang-ke-tepian.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 17:37:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[olah raga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu saat di pinggiran kolam renang Klub Hijau Bilabong. Conk, kayaknya elo cocok dan pas banget kalo mau jadi instruktur renang!, usul Acil (anak cilandak) penuh semangat dengan gaya dan logat Betawinya. Duitnya lumayan itu Conk!, ratusan ribu per anak lagi..!, lebih bersemangat lagi dari sebelumnya. Mungkin juga karena dia tahu aku gak pernah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignnone" style="width: 560px"><img title="belajar berenang" src="http://jusronfaizal.googlepages.com/renang.jpg" alt="dari sekian yang ada, gaya manakah yang tidak layak untuk di kolam renang?" width="550" height="247" /><p class="wp-caption-text">gaya manakah yang tidak layak untuk di kolam renang? @Klub Hijau Billabong</p></div>
<p>Pada suatu saat di pinggiran kolam renang Klub Hijau Bilabong. Conk, kayaknya elo cocok dan pas banget kalo mau jadi instruktur renang!, usul Acil (<em>anak cilandak</em>) penuh semangat dengan gaya dan logat Betawinya. Duitnya lumayan itu Conk!, ratusan ribu per anak lagi..!, lebih bersemangat lagi dari sebelumnya. Mungkin juga karena dia tahu aku gak pernah pegang duit tapi bisa berenang??. Emangnya orang sini kalo pengen belajar berenang kudu nyari Guru yah Cil?, bukannya sudah cukup belajar dan berGuru langsung kepada Sang Air Cil??!!&#8230;(<em>mulai rada ngawur</em>)&#8230;Mboohh kahh Conk!!! reflek serapah Acil dengan logat Maduranya,  <em>ujug-ujug </em>dia lupa dengan gaya Padangnya. Cil, sebenernya kamu itu Betawi, Madura atau Padang sih?!!!! gemess!!<span id="more-89"></span></p>
<p>Wokeh!, lupakan aja sejenak tentang Belajar Berenang dengan Kursus dan Guru Renang,  Sang Acil akhirnya meng-inspirasi saya untuk menuliskan pengalaman Belajar Berenang bareng <a title="annisa azzahra" href="http://azzahra.co.cc" target="_blank">Annisa Azzahra</a>, anak perempuan saya yang berumur 3 (tiga) tahun dan lagi mencoba menemukan gaya terbaiknya di Air (Kolam Renang) dan <a title="zahran bahy faizal" href="http://zahranbahy.co.cc" target="_blank">Zahran Bahy Faizal</a> yang saat ini masih berumur 2 (dua) tahun dan lagi meniru-niru gerakan Kakaknya.</p>
<h2>Kenapa harus bisa berenang? Pentingkah?</h2>
<p>Alasan kenapa saya lebih memilih olahraga renang, karena olahraga lainnya gak bisa! suer!!, mungkin karena gak suka akhirnya gak pernah belajar untuk bisa, mulai dari volley, sepakbola, catur, ping pong, tapi kalo bulu tangkis bolehlah dikit-dikit. Tapi lain kasusnya lho kalo untuk olah raga yang mengandung &#8220;ing&#8221;, selain mancing misalnya hiking, climbing, caving, rafting dan ing-ing lainnya *<em>kencing</em> dan <em>ngising</em> bukan termasuk olah raga lho ya.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 522px"><img title="berenang sama bebek" src="http://lh4.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWGjXZV05I/AAAAAAAABGA/vGoEr4qSxEk/s512/renang-15.jpg" alt="Kalo gak bisa renang, kemana-mana kudu gak malu pake ban bebek" width="512" height="384" /><p class="wp-caption-text">Kalo gak bisa renang, kemana-mana kudu gak malu pake ban bebek @Telaga Golf</p></div>
<p>Pengalaman nyata menarik lainnya pas <em>interview</em> saat hendak bekerja di Kalimantan Tengah, setelah Boss melihat segala kelengkapan dan persyaratan untuk bekerja semuanya dah oke.  Tinggal satu lagi pertanyaan sepele tapi sangat menentukan jadi atau batal kerja.  &#8220;<strong>Bisa berenang gak mas?</strong>&#8221; dengan senang hati Bisa pak!!, jawabku manstaff. Wah syukur mas, besok berangkat langsung yah&#8230;!! kalo anda gak bisa berenang wah&#8230; bisa jadi pertimbangan penting gak jadi kerja atau belajar dulu. Di Kalimantan kan banyak sungai yang mengandur air mas, saya pastikan akan pernah mengalami kecebur sungai karena beberapa hal. Wahhhh&#8230;..</p>
<blockquote><p>Rasulullah SAW juga berpesan kepada kaum Muslimin untuk mengajarkan olahraga pada anak-anaknya.&#8221;<em>Hak anak (atas orang tuanya) adalah diajari menulis, berenang, dan melempar (panah dan tombak)</em>.&#8221; (HR Ibnu Baihaqi). Pesan senada juga disampaikan Umar bin Khathab, &#8221;<em>Ajarilah anak-anak Kamu sekalian belajar memanah, berenang, dan berkuda</em>.&#8221;</p></blockquote>
<p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=oFUuozz5hXQ"><img src="http://img.youtube.com/vi/oFUuozz5hXQ/default.jpg" width="130" height="97" border=0></a></p>
<p>Satu lagi alasan lainnya kenapa saya suka dan hobby renang.  <strong>Karena olah raga ini sangat irit</strong>, cuman modal celana dalam aja dah oke,  malah lucu kalo pake pakaian lengkap, cukup punya <em>kancut</em>.   Lainnya yang saya sukai lagi adalah olah raga ini, meski cukup menguras energi tapi gak mengeluarkan keringat hehehehehe</p>
<p><strong>Buat Keluarga</strong>,  tidak perlu susah kalo ente mau mendefinisikan <em><strong>Rekreasi atau Wisata</strong></em> bersama keluarga. Rekreasi bukan berarti harus menunggu hari libur yang panjang, tempat yang jauh dari rumah, menginap di hotel.  Berenang adalah rekreasi juga kok, bisa diakses kapan aja, dengan biaya yang murah. Ada banyak manfaatnya bagi keluarga, karena dengan bermain air bersama, gendong-gendongan, main pelambung juga menjadikan jalinan hubungan fisik dan  emosional yang cukup baik antara si anak dan orangtua.  Cobalah!!&#8230;.</p>
<h2>Salah Kaprah yang Umum tentang belajar berenang.</h2>
<ul>
<li>Baru pertama nyemplung air sudah belajar tentang gerakan berenang. Sebenarnya gak masalah juga sih, tapi umumnya selalu kalah dengan bagaimana mengatasi kondisi pas kepala kelelep ke dalam air. Sebelum pernah merasa enjoy ada di dalam air, rasanya belum perlu belajar tentang gerakan.</li>
<li>Kalo yang ini khusus peringatan buat Kaum Perempuan jika dapat Tutor dadakan di Kolam renang. Mendadak dia akan menawarkan diri untuk memegangi kedua tangan anda atau menopang perut anda sementara anda dengan posisi tengkurap dan sibuk dengan gerakan tangan dan kaki, moga-moga sang tutor memang tulus dan tidak punya niatan lainnya hehhehehhe</li>
<li>Berharap bisa Berenang hanya dengan membaca blog ini, tutorial atau buku pelajaran renang, belajar berenang ya harus di air mas!!</li>
</ul>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 522px"><img title="main air" src="http://lh3.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWFml5XurI/AAAAAAAABFc/jw6QWBPobx0/s512/renang-6.jpg" alt="Berenang yukk Annisa@Margorejo Surabaya" width="512" height="384" /><p class="wp-caption-text">Berenang yukk Annisa@Margorejo Surabaya</p></div>
<p><strong>Catatan Penting</strong>, sebelum membaca tahap demi tahap yang harus diyakini (<em>kalo gak yakin berarti bukan termasuk golongan yang beriman</em>) bahwa bisa berenang itu tidak cukup hanya dengan membaca blog ini, tentu saja saya tidak menyarankan anda untuk membawa dan membaca catatan saat lagi nyemplung di air nanti.  Intinya, untuk belajar berenang syarat mutlaknya adalah harus ada air dan kolam atau kolam dan air.</p>
<h2>Tips yang Pertama : Berguru kepada Air</h2>
<h3>Tips awalan buat Usia Dewasa</h3>
<p>Kalo anda sudah terlanjur tua dan masih belum bisa berenang, perlu anda sadari bahwa bagian anggota tubuh kita yang jarang kecelup air adalah bagian leher dan kepala. Jika anda gak punya rambut dan gak perlu keramas, bisa jadi bagian ini hampir gak pernah kesentuh air, kecuali pas untuk memenuhi kebutuhan persyaratan suci dari hadats besar.</p>
<p>Kenapa bagian ini agak gak suka air? ya karena banyak lobang! mohon diingat bahwa air bergerak dari atas ke bawah dan memenuhi ruang-ruang kosong, dan pasti kalo kepala masuk ke air ruang kosongnya adalah Mulut, Hidung dan Kuping.  Kuping dan lainnya kemasukan air itu sebenernya lumrah aja sih, masalahnya karena kita tidak terbiasa dan yang terakhir Panik!! karena panik akhirnya semua gerakan semakin tidak terkontrol, termasuk tanpa sengaja menghirup air sebanyak-banyaknya.</p>
<p><img class="alignnone" title="tenggelamkan kepalamu" src="http://lh5.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWFrwpwnGI/AAAAAAAABFg/dVQ9lPgVz14/s288/renang-7.jpg" alt="" width="216" height="288" /> <img class="alignnone" title="jangan nangis" src="http://lh3.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWFO2Ze3pI/AAAAAAAABFM/L2jrFuNfqG0/s288/renang-2.jpg" alt="" width="216" height="288" /></p>
<p><em>tenggelamkan kepalamu dan jangan nangis, apalagi teriak-teriak</em></p>
<p>Yang harus anda lakukan di level pertama ini adalah, Biasakan kepalamu terbenam ke dalam air dan ciptakan rasa tenang ketika semua terbenam kedalam air. Saya sangat menyarankan untuk tidak mencoba di kolam yang keruh dan tidak terlihat dasarnya. Kolam renang sangat tepat untuk level ini.</p>
<ul>
<li>Anda berpura-pura seperti sandal jepit yang sedang mengambang di atas air, kepala dan seluruh tubuh menghadap ke dalam air. Kita-kira begitulah posisi saat anda mati di air nanti.. hussshhhh!! kok sampe ke masalah mati sih??!!! maaf pemirsa, agaknya saya kesulitan menggambarkan situasi dalam tulisan, karena posisi ini seperti orang mati di air&#8230;hiks&#8230; kira-kira gitu lah yah..gak usah diperpanjang. Masak kok disuruh membayangkan mati mengambang di air??!!! gak masuk akal!!!!</li>
<li>Cobalah di kedalaman yang anda tidak harus tenggelam seluruhnya, bisa mulai dengan duduk, kedua tangan memegang kuat kedua kaki kita dalam posisi duduk kayak kodok, dan bervisualisasi seperti batu yang tenggelam di dalam air. Rasakan titik tenang diri anda disini, pelan-pelan dari tenggelam akan mengambang sehingga akhirnya bagian kepala akan menyentuh permukaan air.</li>
<li>Bermain batu, ambil sebiji atau beberapa batu.. suruh orang lain melemparkan ke dalam kolam.. dan anda yang mengambilnya untuk diserahkan kembali ke tuan anda.. lho??!! lebih menarik lagi kalo ada pengunjung lain yang mau melemparkan uang koinnya untuk anda. Cara ini sangat efektif khususnya untuk melatih anak kecil, dengan permainan ini mereka sudah gak sadar ternyata dan pelan-pelan akan bisa menguasai diri di dalam air. Kemasan lainnya bisa dengan lomba tahan nafas di dalam air, berlama-lama memegang dasar kolam dan silahkan dikembangkan sendiri biar lebih menarik.</li>
</ul>
<h3>Tips mengawali Untuk Anak-anak anda</h3>
<p>Melatih anak-anak dari dini sangat baik, saya memulainya dengan anak-anak mulai dari umur 6 (enam) bulan. Dan hampir setiap minggu dapat dipastikan selalu bermain air di kolam renang bareng-bareng. Awalnya saya perkirakan Annisa akan berani mengambang dan bergerak di air sekitar 4 (empat) tahunan, namun ternyata lebih cepet dari yang saya perkirakan. Saat ini dia sudah enggan pake ban (pelampung) dan sangat menikmati tiap kali memakai kaca mata renang pink-nya.</p>
<p><img class="alignnone" title="sabar" src="http://lh5.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWFWOKLbwI/AAAAAAAABFQ/qECV8PZ18BQ/s288/renang-3.jpg" alt="" width="216" height="288" /> <img class="alignnone" title="gendong" src="http://lh6.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWFbqU-nnI/AAAAAAAABFU/-hvyFNV4iLU/s288/renang-4.jpg" alt="" width="216" height="288" /></p>
<p><em>selalu diawali dengan takut, tapi itu gak akan lama kok.. tunggu aja</em></p>
<ul>
<li>Konsepnya adalah bermain, sebagai orang tua (<em>ente lahir duluan, lebih sabar dong</em>) tidak perlu memaksakan diri kepada anaknya segera cepet bisa berenang. 3 (tiga) bulan bisa berenang? iya? buat apa?. anak-anak gak akan kehabisan waktu kok untuk belajar dan berenang, mereka selalu punya waktu yang cukup banyak untuk bermain dengan air. Annisa butuh 4 kali hadir, sampe bener-bener dia berani masuk ke kolam air dan bermain air, Zaqy adeknya malah lebih cepet, sekali dah langsung mau masuk. Semuanya oke kok, salah satu tidak lebih baik dari yang lain. Biarkan aja lepas, dan kasih waktu mereka untuk mengenalinya lebih baik. Jangan dipaksa!! ini kan sudah negara Merdeka!! sudah lepas dari belenggu penjajahan dan pemaksaan.</li>
</ul>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 522px"><img title="main batu" src="http://lh6.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWFyEvo6PI/AAAAAAAABFk/qJlu8AUWx3g/s512/renang-8.jpg" alt="ambil batunya di dalam air annisa...." width="512" height="384" /><p class="wp-caption-text">ambil batunya di dalam air annisa.... @cimanggis</p></div>
<ul>
<li>Sebaiknya anda sebagai orang tuanya juga sudah bisa berenang, ini pasti akan memicu keinginan sang anak untuk meniru bapak/ibunya yang bisa berenang, meniru orang lain juga gak masalah sih. Dari tahap main-main sampe ada keinginan bisa berenang, pengalaman dengan Annisa membutuhkan cukup banyak waktu, tidak sebentar, setahun-dua tahun-tiga tahun.. oke aja semua. Bakat meniru dari anak kepada orang tua memang sangat dahsyat. Kira-kira gini, kalo anda pengen mengajarkan anak agar mau belajar sholat, ya kudu dimulai dari diri sendiri dulu, sang anak pasti akan mencoba meniru apa yang sering anda lakukan, salah satunya sholat lima waktu.</li>
</ul>
<h2>Tips Ke Dua : Mulailah meluncur seperti Torpedo</h2>
<p>Mulailah dengan gerakan mendorong dari kaki ke dinding kolam renang sekuatnya, dan meluncur dengan kecepatan penuh sampai perlahan melambat, di awal latihan anda cukup menikmati gerakan dorongan tadi sampai benar-benar berhenti. Latihan ini seperti latihan keseimbangan jika belajar Bersepeda, anda cukup menahan keseimbangan tubuh agar tetap lurus dan tidak bergoyang ndangdut.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 522px"><img title="torpedo" src="http://lh5.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWGxIObfyI/AAAAAAAABGM/XiblrKo-Jz4/s512/renang-18.jpg" alt="annisa mulai menikmati gerakan majunya" width="512" height="384" /><p class="wp-caption-text">annisa mulai menikmati gerakan majunya @tirtamaya 1</p></div>
<p>Latih berulang-ulang tahapan meluncur ini sampai menemukan sendiri titik keseimbangan anda dengan air, jika dirasa cukup mulailah dengan gerakan mendayung dengan kaki. Bertahap sesekali mendayung, berhenti, mendayung lagi, berhenti dan seterusnya sampai bisa melakukan gerakan mendayung terus menerus.</p>
<h2>Tips Ke Tiga : Jangan tutup matamu dengan tanganmu, tapi gerakkanlah keduanya.</h2>
<p>Gerakan kaki dan tangan dalam berenang seperti juga gerakan kaki dan tangan saat kita berjalan/berlari. Saling bergantian membentuk irama dan ritme. Tidaklah mungkin saling bertabrakan satu sama lainnya.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 522px"><img title="gerakan tangan" src="http://lh6.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWGnCZocHI/AAAAAAAABGE/MaHO5wKgOBc/s512/renang-16.jpg" alt="Gerakan tangan annisa mengayun dengan kekuatan penuh" width="512" height="384" /><p class="wp-caption-text">Gerakan tangan annisa mengayun dengan kekuatan penuh @tirtamaya 2</p></div>
<h2>Tips Ke Empat : Bernafaslah dengan udara, selayaknya seperti para manusia lainnya.</h2>
<p>Karena kita punya paru-paru dan bukan insang, juga dipastikan bukan Deny Manusia Ikan. Maka.. tahapan terakhir setelah lancar dengan gerakan tangan dan kaki adalah mengambil nafas. Gerakan mengambil nafas tidak berdiri sendiri, terkait dengan gerakan tangan ataupun kaki (<em>tergantung gaya renang yang dipilih</em>). Bisa jadi gerakan kaki ikut mendorong naiknya kepala untuk ambil nafas atau gerakan tangan memberikan kesempatan kepala untuk bisa miring sedikit dan mengambil nafas.  Secukupnya aja yah&#8230; dan sebaiknya melatih ambil nafas dengan Mulut, bukan dengan hidung, timbang keselek.</p>
<p><img class="alignnone" title="dadah" src="http://lh4.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWGeu_cgVI/AAAAAAAABF8/DwuIXIwYYbw/s220/renang-14.jpg" alt="" width="220" height="165" /> <img class="alignnone" title="kacamata" src="http://lh4.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWGWYJxkTI/AAAAAAAABF4/OmmwDGlnFw8/s220/renang-13.jpg" alt="" width="220" height="165" /></p>
<p>Pemirsa, itulah secara ringkas tahap demi tahap tentang bagaimana belajar berenang. Kalo sampe titik terakhir ini masih saja males belajar sendiri, silahkan panggil guru atau belajar di <a title="akademi renang" href="http://www.akademi-renang.com/" target="_blank">Akademi Renang</a> (<a title="akademi renang" href="http://www.akademi-renang.com/" target="_blank">http://www.akademi-renang.com</a>) yang diasuh oleh tenaga-tenaga profesional, mungkin juga bisa mengantarkan anda jadi atlit renang di kemudian hari. Dan kalo pengen mempelajari teknik gerakan yang sempurna bisa juga belajar disini <a title="belajar renang" href="http://abdurrosyid.wordpress.com/2008/04/01/belajar-berenang/" target="_blank">http://abdurrosyid.wordpress.com/2008/04/01/belajar-berenang/</a></p>
<p><object width="400" height="267" data="http://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" type="application/x-shockwave-flash"><param name="flashvars" value="host=picasaweb.google.com&amp;captions=1&amp;hl=en_US&amp;feat=flashalbum&amp;RGB=0x000000&amp;feed=http%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2Fjusronfaizal%2Falbumid%2F5338319092524012945%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US" /><param name="src" value="http://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" /></object><br />
<em>uconkie: masih panjang dan masih banyak waktu bisa berenang  bareng  nisa dan zaqy  pada tiap-tiap minggunya</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/sosok/belajar-berenang-ke-tepian.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat Kolam Renang di Belakang Rumah</title>
		<link>http://faizal.web.id/tutorial/membuat-kolam-renang-di-belakang-rumah.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/tutorial/membuat-kolam-renang-di-belakang-rumah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2008 16:20:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu sore di belakang rumah, Tidak satupun ada anak kecil yang tidak suka main air, demikian juga dengan Nisa dan Zaqy dari sejak umur 5 bulan selalu dibawa main ke kolam renang tiap minggu sama Ramanya, pada setiap ada kesempatan dan hari libur. Melihat cucunya hoby berenang muncul ide kreatif dari Eyang Kakungnya untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><img title="kolam ikan patin" src="/doc/kolam_patin.jpg" alt="Kolam Pengembangan Bibit Ikan Patin, cikal bakal ide awalnya" width="550" height="303" /><p class="wp-caption-text">Kolam Pengembangan Bibit Ikan Patin, cikal bakal ide awalnya</p></div>
<p>Pada suatu sore di belakang rumah, Tidak satupun ada anak kecil yang tidak suka main air, demikian juga dengan Nisa dan Zaqy dari sejak umur 5 bulan selalu dibawa main ke kolam renang tiap minggu sama Ramanya, pada setiap ada kesempatan dan hari libur. Melihat cucunya hoby berenang muncul ide kreatif dari Eyang Kakungnya untuk membuatkan kolam renang sendiri di belakang rumah. Itung-itung ngobati para cucu yang kecewa karena kolam renang bulat tiupnya yang kedua kalinya dibeli harus bocor lagi.<span id="more-72"></span></p>
<p>Definisi kolam renang bagi anak-anak adalah bangunan seperti bak dengan ukuran besar dan berisi air, badan kita bisa masuk didalamnya, bergerak bebas untuk berlari dan tenggelam, lebih bagus jika ada air mancur dan bunyi-bunyian lagu anak-anak. Anak-anak memang tidak pernah memilih dengan bagus bentuknya, mahal harganya, bahkan masalah kebersihan sekalipun.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><img title="Kolam Renang" src="/doc/kolam.jpg" alt="Senengnya mereka bisa maen air di belakang rumah tiap pagi dan sore" width="550" height="273" /><p class="wp-caption-text">Senengnya mereka bisa maen air di belakang rumah tiap pagi dan sore</p></div>
<p>Karena pernah suatu kali main di kolam renang pada hari libur besar, dengan kondisi air kolam keruh karena saking banyaknya pengunjung, mereka tetap saja enjoy, tidak terusik dengan penuh sesak dan sampah yang mengambang dimana-mana, justru kita yang dewasa ini merasa jorok dan jijik. Tapi coba saja pas saat itu kira urungkan untuk berenang dan membawa mereka kembali pulang……wah bisa terjadi perang bintang, teriakan mereka berdua lebih kenceng dari meriam dan granat jika kita nyoba mencegah untuk tidak nyemplung ke kolam saat itu.</p>
<h1>Bahan Murah dan Buatan Keluarga sendiri</h1>
<p>Kolam renang permanen dirumah? saya rasa juga tidak terlalu penting untuk diadakan, adanya kolam renang di rumah bukan berarti meniadakan jadwal renang di luar rumah. Oke..berarti saya cuman butuh kolam yang sederhana, bisa dibongkar mudah dan tentu saja biaya murah.</p>
<p>Membangun sebuah kolam renang kecil ukuran 1.2 m x 2.5 m tidaklah susah, hanya dengan menggunakan bahan-bahan sederhana dan mudah didapat di toko bangunan disekitar rumah anda. Batako tanah untuk bagian dinding kolam yang direkat dengan campuran semen dan pasir, bambu dibelah dua bagian untuk bagian permukaan agar tidak tajam sehingga bisa menggores tubuh, dan terpal warna biru untuk menampung air, sangatlah tepat jika memilih warna biru bernuansa warna laut atau langit, karena tidak silau jika terkena sinar matahari, tidak terlalu gelap dan terlihat jernih.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><img title="pancuran" src="/doc/pancuran.jpg" alt="Lebih lengkap jika ditambah pancuran, juga masih buatan sendiri" width="550" height="320" /><p class="wp-caption-text">Lebih lengkap jika ditambah pancuran, juga masih buatan sendiri</p></div>
<p>Agar lebih menarik, selang pemasukan untuk mengisi air kolam dibuatkan dalam bentuk pancuran, ini juga dari bahan-bahan pipa paralon yang ada dan tinggal tempel dan pasang. Jika pengen lebih menarik dan dapat mengatur besar kecilnya keluaran air, dapat dibelikan pancuran siap jadi yang bisa dibeli di toko bangunan.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.youtube.com/watch?v=NQ9OFWTkWG4"><img src="http://img.youtube.com/vi/NQ9OFWTkWG4/default.jpg" width="130" height="97" border=0></a></p>
<p>Karena di rumah ada alat untuk sit up yang tidak lagi digunakan, sama Eyang Kakungnya dimasukkan ke Kolam renang dan jadilah Papan Luncuran yang aman untuk anak-anak, karena menggunakan permukaan dari busa dan plastik sehingga tidak akan mencederai kulit anak-anak. Tahu sendiri bagaimana anak-anak main air, lari-lari, loncat, bahkan bisa terjun bebas. Tingkah yang demikian Ini yang bikin kolam bundar mereka sering bocor, mungkin memang tidak dirancang untuk anak yang bertingkah berlebih.</p>
<h1>Biar Tetap Bersih dan Bebas Kuman</h1>
<p>Setiap kali usai berenang, tentu saja air kolam tidak langsung dibuang, sayang dan memang masih terlihat bersih. Tapi jika kolam berada di kebun tentu akan cepat kotor apalagi jika kemasukan air dari genteng ketika hujan. Dalam beberapa hari berada di areal terbuka, dasar kolam biasanya muncul binatang-binatang kecil seperti cacing, dan beberapa kotoran akan bisa menyebabkan gatal-gatal jika hari berikutnya masih dipakai untuk berenang.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><img title="Berenang kayak ikan" src="/doc/kolam_renang.jpg" alt="Sesekali perlu juga di keringkan dan dibiarkan terkena matahari, biar kuman pada lenyap" width="550" height="360" /><p class="wp-caption-text">Eyang Putrinya dengan sabar menunggui dan menjaga cucu-cucunya berenang</p></div>
<p>Awalnya, Eyang Putrinya memberikan obat anti kuman untuk bayi, tapi dengan luasan seperti itu akan terasa boros dan mahal. Solusinya terpaksa harus melakukan perawatan dan bersih kuman seperti halnya kolam renang umumnya. Tambahkan sedikit kaporit untuk membersihkan air sekaligus menghilangkan kuman dan binatang pengganggu lainnya. Kolam renang aman dan bersih serta anak-anak tetap bisa bermain sepuasnya.</p>
<h1>Jadi Kolam Ikan Gurame dan Patin, juga Oke!</h1>
<p>Dengan prinsip 3 M, mudah, murah dan mereka bisa tetep main air adalah tips dan info untuk kali ini. Kalo mereka sudah mulai bosan dan tidak mau lagi berenang, gantikan aja sebagai kolam ikan untuk kebutuhan konsumsi sendiri. Tapi sepertinya sampai sekarang ini mereka kok belum ada bosannya yah? hehhehe</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><img title="kolam gurame" src="/doc/kolam_gurame.jpg" alt="Kolam pembesaran Ikan Gurame" width="550" height="349" /><p class="wp-caption-text">Kolam pembesaran Ikan Gurame</p></div>
<p><em>uconkie: pengen bisa kayak mereka lagi, pencilakan!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/tutorial/membuat-kolam-renang-di-belakang-rumah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anjangsana di Desa Watu Gajah</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/pplh-seloliman-trawas.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cakrawala/pplh-seloliman-trawas.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Dec 2007 09:25:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[gunung]]></category>
		<category><![CDATA[ornop]]></category>
		<category><![CDATA[outbond]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/piknik/anjangsana-di-desa-watu-gajah/</guid>
		<description><![CDATA[
Pintu masuk, gerbang utama Pusat Pendidikan Lingkungan HIdup - PPLH Seloliman
Ini tak bawain oleh-oleh dari mudik lebaran di kampung, sambil silaturahim ke tempat saudara di Malang bersama sak rombong keluarga besar Moch. Busri, tumplek blek se mobil mulai dari aku beserta Dinda, Nisa dan Zaqy, Ibu, adik-adikku, ipar dan para keponakan. Lepas acara inti, dilanjutkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="Pintu Gerbang PPLH" src="http://geocities.com/uconkie/web/seloliman06.jpg" alt="Pintu Gerbang PPLH" width="570" height="249" /></p>
<pre>Pintu masuk, gerbang utama Pusat Pendidikan Lingkungan HIdup - PPLH Seloliman</pre>
<p>Ini tak bawain oleh-oleh dari mudik lebaran di kampung, sambil silaturahim ke tempat saudara di Malang bersama sak rombong keluarga besar Moch. Busri, tumplek blek se mobil mulai dari aku beserta Dinda, Nisa dan Zaqy, Ibu, adik-adikku, ipar dan para keponakan. Lepas acara inti, dilanjutkan acara seneng-seneng sekalian sambang sedulur di Desa Seloliman, persisnya di padepokan para Begawan Lingkungan &#8211; <a class="snap_shots" title="Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup Seloliman" href="http://pplh.or.id" target="_blank">PPLH Seloliman</a>, Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup di  Desa Seloliman. Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto , Propinsi Jawa Timur.<span id="more-19"></span></p>
<p><img title="Pemandian Air Panas cangar" src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YD39qa4eI/AAAAAAAAANU/K1Ywb5rq7ZU/cangar.jpg?imgmax=512" alt="Pemandian Air Panas cangar" width="570" /></p>
<p>Menuju PPLH Seloliman, kita ambil rute dari malang lewat Kota Apel Batu &#8211; Cangar &#8211; Trawas, sayang banget dilewatkan kalo sampai di cangar tapi gak mandi air angetnya. Sayangnya saat itu emang bener rame pengunjung, jadi yang sempet mandi cuman Nisa sama Zaqy. Wuaah, mereka berdua kalo udah main air bener-bener bisa tahan lama, apalagi pake air anget dari alam.</p>
<p>Dari Cangar menuju Trawas melewati punggungan <a title="Gunung Arjuna, Pandaan, Jatim" href="http://khatulistiwa.info/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=7&amp;Itemid=1" target="_blank">Gunung Arjuna</a>,  jalanan emang sepi, apalagi kalo udah sore hari, pernah waktu lalu jalan habis maghrib lewat sini, bener-bener sepanjang perjalanan gak ketemu kendaraan lain yang papasan, apalagi yang nyalip, malah sesekali ketemu binatang-binatang malam yang nyebrang jalan, kalo beruntung kijang atau kucing hutanpun bisa ketemu, gak usah takut, yang penting kita nyapa duluan kalo pas ketemuan. Dan yang lebih penting lagi, kalo lewat jalur ini, jangan sekali-kali ngebut, karena tanjakan, tikungan dan turunan bener-bener tajem. Pas kita lewat aja, dah ketemu dua mobil nyungsep ke dinding tebing, perkiraanku dia gak bisa kendaliin mobilnya pas kena turunan tajam.</p>
<p><img title="Anyun anyun" src="http://lh3.google.com/jusronfaizal/R2YEKtqa4jI/AAAAAAAAAN8/CNxbxi_ttao/pplh00.jpg?imgmax=512" alt="Anyun anyun" width="570" /></p>
<p>Sampe di Seloliman, langsung aja nuju Guest Housenya, capek berat karena dari pagi dari surabaya, baru sampe diseloliman pas maghrib. Kita nginep di Guest House yang kapasitasnya untuk 10 orang, ada 2 lantai, dan tentu saja di ruangan terbuka, sambil tidur masih bisa ngeliat ikan di kolam yang mengelilingi bangunan.</p>
<p><img src="http://lh6.google.com/jusronfaizal/R2YEBdqa4hI/AAAAAAAAANs/ZN2O2a4ktgY/s288/pplh02.jpg" alt="Anyun anyun" width="275" /> <img src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YEF9qa4iI/AAAAAAAAAN0/y3YrIEDTxW4/s288/pplh01.jpg" alt="Main Air" width="275" /></p>
<p>Pagi-pagi banget, mereka dah pada bangun, dan langsung main ke sungai kecil, di belakang restoran Alas, kalo udah liat air dan ayunan, Nisa dan Zaqy udah gak tahan, langsung aja Mbah Putrinya ditinggal lari&#8230;lumayan kualahan njaga Nisa kalo udah lari-lari di sungai kecil, gak mau digandeng, maunya sendiri. <!--more--></p>
<p>Sungguh, di tempat ini masih jadi Favoritku sekaligus andalan sebagai lokasi yang pas dan tepat untuk rekreasi sambil belajar, wisata panorama sekaligus wisata pendidikan. Sejauh pernah mengunjungi beberapa lokasi sejenis, nilai tertinggi masih tertuju buat PPLH Seloliman, khususnya menyangkut tentang kekuatan Konsep Materi yang tertuang dalam bentuk Seni Arsitekturnya dan Landscape, terasa sangat <strong>konsisten</strong> dan <strong>detail</strong> dari hulu hingga hilir, dari a sampai z dan dari rambut sampai kaki. Sebagai sales lepas tanpa ikatan, kalo udah menceritakan lokasi ini, sebagai an<br />
dalan pemikatnya sering saya katakan kalo disini, bangunan fisiknya saja bisa bicara, benda mati di lokasi ini serasa bisa memberikan informasi baru pada setiap yang melihatnya.</p>
<p><img src="http://lh6.google.com/jusronfaizal/R2YDLdqa4WI/AAAAAAAAAMU/q4EWhHlR_mE/seloliman12.jpg?imgmax=512" alt="Jalur masuk menuju kantor" width="570" /></p>
<p><em>*setelah melewati pintu gerbang, anda akan menyusuri jalan batu, diantarkan menuju ruang informasi, sebelah kanan kiri yang terlihat adalah gambaran aktifitas pertanian dan papan informasi kegiatan minggu.</em></p>
<p>Kalo bangunan fisiknya saja bisa berbicara, apalagi manusia penghuninya, dari direktur sampai tukang masaknya punya kemampuan sebagai fasilitator yang kalo udah ber-cas-cis-cus, audiens seringkali bisa tertipu, ini para staffnya pasti pendidikannya berkualitas, minimal S1-lah&#8230;padahal&#8230;hampir 90% staff PPLH adalah berasal dari masyarakat desa sekitarnya. Dapat dipastikan kalo masalah Ijazah formal, jarang dan hampir gak ada dari mereka yang memegang sampai Strata Satu, tapi jangan ditanya kalo masalah kemampuan. Pengalaman perantauannya aja gak bisa diremehkan bo&#8230;yang jelas, gambaran ini buatku sebagai bukti nyata keberhasilan tentang &#8220;Metode Belajar&#8221;, mendidik diri sendiri, berbagi dengan orang lain, yang pasti sangatlah tak cukup kalo saya cuman bisa ngucapin &#8220;Selamat boss, ente-ente sudah bisa berperan <strong><em>meng-inspirasi</em> </strong>sekian banyak orang, dan salah satunya adalah aku.</p>
<p><img src="http://lh3.google.com/jusronfaizal/R2YCWtqa4LI/AAAAAAAAAK4/Zj4Gvjg_pXs/seloliman23.jpg?imgmax=512" alt="Ruang Informasi" width="570" /></p>
<pre>Informasi seputar umum tentang PPLH dapat dibaca di Majalah Dinding ini.</pre>
<p>Kalo anda coba googling dengan kata kunci &#8220;Seloliman&#8221;, yang anda dapatkan adalah sebuah gambaran kegiatan dan aktifitas para begawan di sebuah desa kecil di kaki Gunung Penanggungan, dalam bahasa jawa, selo berarti watu (<strong>batu</strong>) dan liman berarti <strong>gajah</strong>, Batu Gajah. Apakah benar-benar ada batu yang berbentuk gajah atau gajah yang berubah jadi batu, lebih pasnya silahkan datang dan tanyakan sebab akibatnya nama ini ada disana.</p>
<p>Ini dia kira-kira beberapa bangungan yang masih menjadi favorit bagi saya:</p>
<p><strong>1. Kantor PPLH </strong></p>
<p><img src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YCl9qa4PI/AAAAAAAAALc/hbMfBpRC3S8/s288/seloliman11.jpg" alt="Kantor PPLH" width="275" /> <img src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YCh9qa4OI/AAAAAAAAALU/tnlw_o7Weng/s288/seloliman18.jpg" alt="Kantor PPLH" width="275" /></p>
<p>Kalo pengen ketemu boss-nya PPLH masuk aja diruangan ini, bekerja didepan komputer disamping jendela kaca, sesekali kalo sedang mencari inspirasi tinggal noleh dikit aja ke samping, terlihat ada angsa berenang diantara ikan-ikan mas, rasa-rasanya kita emang udah tenggelam, berenang bersama ikan sambil ngetik atau baca koran&#8230;.wuihhh sedap nian&#8230;</p>
<p style="text-align: center"><img title="Air Wudhu" src="http://lh3.google.com/jusronfaizal/R2YCZtqa4MI/AAAAAAAAALA/Q2BKJnUEw6g/seloliman08.jpg?imgmax=512" alt="Air Wudhu" width="384" height="512" /></p>
<p>Diatas kantor, ada ruangan serbaguna untuk rapat team kecil dan Musola disampingnya,  air pancuran diatas ini akan mengalir terus menerus tanpa henti,  di pergunakan untuk berwudhu sekaligus mengisi air kolam ikan, sumbernya pun dari Gunung Penanggungan.<strong>2. Restoran Alas</strong></p>
<p><img src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YBv9qa4EI/AAAAAAAAAKA/Onoo2mFVSy8/s288/seloliman32.jpg" alt="Restoran Makanan Ekologis" width="275" /> <img src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YCH9qa4II/AAAAAAAAAKg/dbcE2WWlNg4/s288/seloliman20.jpg" alt="Restoran Alas" width="275" /></p>
<p>Urusan sehat, jangan kuatir, di Restoran Alas, disamping menyediakan segala urusan lapar, semua makanan disajikan dari bahan-bahan alami tanpa pengawet, penyedap sintetis, pewarna, gak mengandung pestisida dan pupuk kimia dan yang pasti dijamin mengandung minamin tanpa ewek-ewek sampingan.</p>
<p><img src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YB&lt;br /&gt; 69qa4GI/AAAAAAAAAKQ/Fm8LXtyvV0U/seloliman34.jpg?imgmax=512" alt="Isi Perut sambil cuci mata" width="570" /></p>
<p><em>* isi perut, sambil cuci mata </em></p>
<p><strong>3. Ruang Seminar</strong></p>
<p><img src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YBz9qa4FI/AAAAAAAAAKI/5Wyhhzc2YC8/seloliman33.jpg?imgmax=512" alt="Berdiskusi di Bungalow gajah" width="570" /></p>
<p>Desain Ruangan untuk pertemuan di desain sangat asri, saking sejuknya karena lantainya dari kayu ulin, pasti dijamin ngantuk, apalagi di bagian tempat duduk, selalu tersedia bantal. Mendengarkan penyaji atau presentasi boleh sambil tiduran. Tapi dijamin tak akan tidur, karena staff mereka mampu membawakan materi dengan sangat menarik tanpa harus pake baju badut.</p>
<p><img src="http://lh5.google.com/jusronfaizal/R2YCpNqa4QI/AAAAAAAAALk/Leqo3idSOyk/seloliman13.jpg?imgmax=512" alt="diskusi malam di bungalow gajah" width="570" /></p>
<p>Ini adalah suasana diskusi di malam hari, di pplh sudah menjadi kesepakatan untuk tidak menggunakan bola lampu neon yang berwarna putih.  Seluruh komplek PPLH memang masih dirancang untuk suasana tenang pedesaan. Bahkan dulu saya sempat merasakan kalo udah mau tidur harus bawa-bawa lampu minyak segala, karena listrik hanya disediakan untuk ruangan tertentu saja, listriknya pun bukan dipasok dari PLN melainkan membangun sendiri dengan Microhidro memanfaatkan potensi alam yang luar biasa di Desa Seloliman.</p>
<p><strong>4. Penginepan</strong></p>
<p>Ada tiga paket penginepan yang disediakan PPLH, Asrama, Bungalow dan Guest House. Asrama biasanya digunakan untuk rame-rame rombongan, dengan harga terjangkau menempati ruangan istirahat model barak, namun tetep tersusun rapi dan bersih.</p>
<p><img title="Tampak Depan Asrama" src="http://lh3.google.com/jusronfaizal/R2YD9tqa4gI/AAAAAAAAANk/aOEIId278vQ/s288/seloliman00.jpg" alt="Tampak Depan Asrama" width="270" /> <img title="Ruangan dalam Asrama" src="http://lh3.google.com/jusronfaizal/R2YA6tqa39I/AAAAAAAAAJI/nventxl4X5A/s288/seloliman26.jpg" alt="Ruangan dalam Asrama" width="270" /></p>
<p>*<em>Ruangan Asrama untuk penginapan rombongan</em></p>
<p><img title="Bungalow" src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YBi9qa4CI/AAAAAAAAAJw/Pm_Kbh9SMII/s288/seloliman36.jpg" alt="Bungalow" width="270" /> <img title="Tempat Tidur" src="http://lh6.google.com/jusronfaizal/R2YA_dqa3-I/AAAAAAAAAJQ/HOiact3yGRA/s288/seloliman27.jpg" alt="Tempat Tidur" width="270" /></p>
<p>*<em>bungalow</em></p>
<p><strong>5. Perpustakaan</strong></p>
<p><img title="Perpustakaan" src="http://lh3.google.com/jusronfaizal/R2YBStqa4AI/AAAAAAAAAJg/woYhNi-CwpE/seloliman29.jpg?imgmax=512" alt="Perpustakaan" width="570" /></p>
<p><img src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YCM9qa4JI/AAAAAAAAAKo/64N7J2BYeh0/seloliman21.jpg?imgmax=512" alt="Meeting di Luar" width="570" /></p>
<p>Udah ach&#8230;..datang aja kesini, bawa serombongan lebih asyik..selengkapnya liat info selengkapnya di  <a title="Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup Seloliman" href="http://pplh.or.id" target="_blank">www.pplh.or.id</a></p>
<p>Lanjutkan Perjalanan anda ke <a title="Kaliandra Sejati" href="http://faizal.web.id/sky/cakrawala/padepokane-wong-jowo/" target="_self">http://faizal.web.id/sky/cakrawala/padepokane-wong-jowo</a>, mumpung deket.</p>
<p>Foto selengkapnya bisa dilihat dibawah ini:</p>
<table style="width: 194px;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="background: transparent url('http://picasaweb.google.com/f/img/transparent_album_background.gif') no-repeat scroll left center; height: 194px; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial" align="center"><a href="http://picasaweb.google.com/jusronfaizal/PPLHSeloliman"><img style="margin: 1px 0pt 0pt 4px" src="http://lh6.google.com/jusronfaizal/R2X5T9qa36E/AAAAAAAAAQw/kjzk5DvHQLs/s160-c/PPLHSeloliman.jpg" alt="" width="160" height="160" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center; font-family: arial,sans-serif; font-size: 11px"><a style="color: #4d4d4d; font-weight: bold; text-decoration: none" href="http://picasaweb.google.com/jusronfaizal/PPLHSeloliman">PPLH Seloliman</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cakrawala/pplh-seloliman-trawas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekolah di Alam</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/sekolah-di-alam.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cakrawala/sekolah-di-alam.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Nov 2007 07:07:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/pendidikan/sekolah-di-alam/</guid>
		<description><![CDATA[Aku udah kebingungan aja mau ngajak jalan nisa dan zaqy, gak ada ide, dan pastinya lagi gak ada duit untuk beli tiket hehheheh, dengan modal sisa bensin di motor, bundanya punya usul, gimana kalo jalan-jalan ke ciganjur aja, sekalian liat dan nyari sekolah alam.  Wah, usul bagus itu, cemerlang dibanding diem di rumah pas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1230/1247654254_6217e2fa54_m.jpg" title="Sekolah Alam" alt="Sekolah Alam" align="left" height="240" hspace="10" width="180" />Aku udah kebingungan aja mau ngajak jalan nisa dan zaqy, gak ada ide, dan pastinya lagi gak ada duit untuk beli tiket hehheheh, dengan modal sisa bensin di motor, bundanya punya usul, gimana kalo jalan-jalan ke ciganjur aja, sekalian liat dan nyari sekolah alam.  Wah, usul bagus itu, cemerlang dibanding diem di rumah pas weekend.  Ketemu juga lokasinya, meskinya yang dimaksud <a href="http://sekolahalam.org" title="Sekolah Alam Ciganjur" target="_blank" class="snap_shots">sekolah alam ciganjur</a>, ternyata yang kita temukan malah <a href="http://www.citraalam.org" title="Sekolah Alam Citra Alam Ciganjur" target="_blank" class="snap_shots">citra alam.</a></p>
<p>It&#8217;s Ok, soalnya kedua sekolah tersebut emang berbasis Sekolah Alam, sesuai dengan namanya sekolah ini boleh disebut sebagai sekolah alternartif, karena metode dan pendekatannya emang berbeda dengan sekolah kebanyakan. Perbedaan yang mendasarnya adalah pada Tujuan Akhirnya, Sekolah ini dibuat agar pembelajarnya berhasil menghadapi <strong>Kehidupan</strong>, bukan hanya untuk menghadapi <strong>Soal-soal Ujian</strong>.<span id="more-13"></span></p>
<p>Di Depok dan seputarannya boleh dibilang kaya dengan model sekolah ini, referensi yang paling ku tahu adalah Sekolah Alam yang digagas oleh Lendo Novo (sosok <a href="http://blog.hafidz.web.id/2005/08/20/the-most-dangerous-man/" title="The Most dangerous man" target="_blank">The Most Dangerous Man</a>). Pernah sekali bertemu dan mengikuti presentasinya Team Sekolah Alam, cukup takjub juga dengan menempatkan beberapa sasaran utama yang harus dihasilkan dari peserta didik. <a href="http://faizal.web.id/docs/sekolahalam.pdf" title="Presentasi Sekolah Alam Oleh Ir. Lendo Novo" target="_blank">Sekolah Alam.pdf</a></p>
<ol>
<li>Akhlakul  Karimah</li>
<li>Logika Ilmiah</li>
<li>Kepemimpinan (Leadership) dan</li>
<li>Jiwa Wirausaha</li>
</ol>
<p>Boleh dibilang sekolah alam adalah sebuah gerakan moral terhadap bangsa ini, mereka juga memberikan alternatif pemecahan masalah terhadap kebutuhan ijazah pada umumnya, untuk ujian mendapatkan ijazah standart pendidikan umum (penyetaraan), sekolah alam mempersiapkan waktu khusus selama 3 (tiga) bulan untuk khusus menghadapinya. Selanjutnya kembali ke alam lagi&#8230;&#8230;kembali kehidupan yang sebenarnya&#8230;..</p>
<p>Silahkan Baca-baca Link Sekolah ini juga:</p>
<ul>
<li><a href="http://sekolahalam.org" title="Sekolah Alam Ciganjur" target="_blank" class="previewlink">Sekolah Alam Ciganjur</a></li>
<li><a href="http://www.citraalam.org" title="Sekolah Alam Citra Alam Ciganjur" target="_blank" class="snap_shots">Sekolah Citra Alam</a></li>
<li><a href="http://sacikeas.com" title="Sekolah Alam Cikeas" target="_blank" class="snap_shots">Sekolah Alam Cikeas</a></li>
<li><a href="http://www.semut-semut.com" title="Yayasan Semut Beriringan" target="_blank" class="snap_shots">Sekolah Semut-Semut</a></li>
<li>Sekolah Jerapah Kecil</li>
<li><a href="http://sa-depok.blogspot.com/" title="Sekolah Alam Sawangan" target="_blank">Sekolah Alam Sawangan Depok</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cakrawala/sekolah-di-alam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
