<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jusron[at]Faizal.WEB/INDONESIA &#187; Kutipan</title>
	<atom:link href="http://faizal.web.id/category/kutipan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://faizal.web.id</link>
	<description>Learning is Journey for Freedom of Life</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Apr 2010 20:22:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Peta Jawa, Bali dan Sumatra</title>
		<link>http://faizal.web.id/jelajah/peta-jawa-bali-dan-sumatra.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/jelajah/peta-jawa-bali-dan-sumatra.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 08:36:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[Kutipan]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[peta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[
klik peta untuk download peta jawa bali [jpg:4 mb]
Pada suatu hari menjelang perayaan lebaran Idul Fitri, semua orang sudah siap-siap sibuk untuk mudik, pulang ke kampung halaman, bertemu emak, bapak, adik, pacar juga kerabat dan teman nostalgia jaman sekolah.  Ini juga saatnya berbagi tips, info dan peta dari berbagai media layanan publik dan dapat dipastikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a title="Peta Jawa Bali Indonesia" href="http://doc.faizal.web.id/peta_jawa_bali.jpg" target="_blank"><img class="aligncenter" style="border: 0pt none;" src="http://jusronfaizal.googlepages.com/peta_jawa_bali_t.jpg" alt="Peta Jawa Bali" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>klik peta untuk download peta jawa bali [jpg:4 mb]</em></p>
<p>Pada suatu hari menjelang perayaan lebaran Idul Fitri, semua orang sudah siap-siap sibuk untuk mudik, pulang ke kampung halaman, bertemu emak, bapak, adik, pacar juga kerabat dan teman nostalgia jaman sekolah.  Ini juga saatnya berbagi tips, info dan peta dari berbagai media layanan publik dan dapat dipastikan semuanya gratis.  Ini juga saatnya meluangkan hoby tahunan saya, berburu peta.  Bukan tak manfaatin untuk mudik, karena kemungkinan mudiknya gak pake kendaraan sendiri, tapi pasti saat nanti akan kepake untuk perjalanan lainnya.</p>
<p><span id="more-37"></span></p>
<p style="text-align: center;"><a class="aligncenter" title="Peta Wisata Bali Indonesia" href="http://doc.faizal.web.id/peta_wisata_bali.jpg" target="_blank"><img class="aligncenter" style="border: 0pt none;" src="http://jusronfaizal.googlepages.com/peta_wisata_bali_t.jpg" alt="Peta Wisata Bali" width="500" height="199" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Peta Wisata Bali [jpg:5mb]<br />
</em></p>
<p>Penyedia jasa layanan informasi untuk peta, yang banyak bertebaran di internet ujungnya mampir ke peta yang diproduksi oleh CBN, lengkap dan cukup detail dan bener-bener dapat dipakai acuan sebagai peta pemandu perjalanan.</p>
<p style="text-align: center;"><a title="Peta Jalan Lintas Sumatra" href="http://doc.faizal.web.id/peta_sumatra.xls" target="_blank"><img class="aligncenter" style="border: 0pt none;" src="http://jusronfaizal.googlepages.com/sketsa_jalan_sumatra.jpg" alt="Sketsa Jalur Sumatra" width="500" height="205" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Sketsa Jalan Lintas Sumatra, [sumatra.xls: 1mb] diproduksi Ir. Mulyadi<br />
</em></p>
<p>Peta untuk mudik yang tersedia di internet adalah Peta Jawa, Peta Bali dan Peta Sumatra. Bentuk dan desain penyajian untuk Jawa dan Bali memang lebih cantik, Peta Sumatra yang lengkap juga jarang didapat. Rata-rata merujuk pada Peta Sketsa  Jalan Lintas Sumatera yang dibuat oleh perorangan yaitu Ir. Mulyadi, pegawai PUSRI.</p>
<p>Peta Lintas Sumatra, meski hanya berbentuk sketsa, tapi sangat akurat khususnya mengenai jarak, waktu tempuh dan kondisi jalan. Sungguh peta ini pernah sangat membantu saya dan rombongan pada kegiatan &#8220;<strong>Sumatra Roadshow</strong>&#8220;, perjalanan darat dari Jakarta ke Palembang melewati daerah-daerah kecil disepanjang jalur perjalanannya, akurasi dari perencanaan ke perjalanan kebenarannya hingga 85% sehingga membantu schedule rombongan lebih terencana.</p>
<p>Pak Ir. Mulyadi, melalui blog ini kami ingin mengucapkan banyak terima kasih karena telah dapat mengantarkan kami dan rombongan melewati jalur lintas sumatra 2 (dua) tahun yang lalu, hingga tidak saja dapat berjalan dengan lancar dan aman, melainkan juga membantu detail perencanaan dan jadwal lebih akurat karena panduan dari peta tersebut. btw..keinginan untuk bisa menyampaikan secara langsung sebenernya sudah jadi keinginan kita dari dulu sejak mendapat acuan peta Sumatra ini.</p>
<p style="text-align: center;"><a class="aligncenter" title="Peta Jawa Bali Indonesia 2006" href="http://doc.faizal.web.id/peta_jawa_bali06.pdf" target="_blank"><img class="aligncenter" style="border: 0pt none;" src="http://jusronfaizal.googlepages.com/peta_jawa_2006.jpg" alt="peta jawa bali 2006" width="500" height="274" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Peta Jawa Bali 2006, di produksi cbn sybermudik [jpg: 3mb]<br />
</em></p>
<p>CBN dengan Program Cybermudiknya memang secara rutin melakukan proses update dan memperbaharui, dari tahun ketahun selalu ada perbedaan informasi yang disajikan melalui peta. Untuk tahun ini di peta terbarunya juga ada tambahan informasi pom bensin.</p>
<h2>Situs Informasi Mudik:</h2>
<ol>
<li><a title="Info Mudik Polda Jateng" href="http://www.info-mudik.com" target="_blank">http://www.info-mudik.com</a> &gt; Diltantas Polda Jateng</li>
<li><a title="Cyber Mudik" href="http://cybermap.co.id/cybermudik" target="_blank">http://cybermap.co.id/cybermudik</a>/ &gt; Cybermap dari CBN</li>
</ol>
<p>Ada lagi gak?</p>
<p><em>uconk: aku iso moleh gak yo di?</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/jelajah/peta-jawa-bali-dan-sumatra.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pulau Sipadan Bukan Lagi Milik Kita</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/7-keajaiban-alam-di-dunia.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cakrawala/7-keajaiban-alam-di-dunia.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 11:29:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Khatulistiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Kutipan]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[
prosedur dan proses pemilihan nominasi 7 keajaiban dunia
Sekali saya pernah mengirimkan informasi tentang 7 keajaiban alam di dunia versi www.n7w.com melalui milis alumni sekolah, dan berikutnya malah saya yang dapat kiriman balik tentang informasi ini dari beberapa milis lainnya, rupanya kontes kali ini lebih diminati kalangan luas dari sebelumnya, syukurlah&#8230;setidaknya informasinya sudah tersebar meluas sehingga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/n7w.jpg" alt="New 7 Wonders" width="570" height="330" /></p>
<pre>prosedur dan proses pemilihan nominasi 7 keajaiban dunia</pre>
<p>Sekali saya pernah mengirimkan informasi tentang 7 keajaiban alam di dunia versi <a href="http://www.n7w.com">www.n7w.com</a> melalui milis <a title="Impala Unibraw" href="http://groups.yahoo.com/group/impala_unibraw" target="_blank">alumni sekolah</a>, dan berikutnya malah saya yang dapat kiriman balik tentang informasi ini dari beberapa milis lainnya, rupanya kontes kali ini lebih diminati kalangan luas dari sebelumnya, syukurlah&#8230;setidaknya informasinya sudah <a title="google n7w" href="http://http://www.google.com/search?hl=id&amp;rls=com.microsoft%3Aen-US&amp;q=7+keajaiban+dunia&amp;lr=" target="_blank">tersebar meluas </a>sehingga lebih banyak yang mengetahuinya, tentang memutuskan ikut memilih atau tidak yah diserahkan masing-masing.  Tahun lalu, situs ini sudah berhasil mengumpulkan 100 juta pemilih untuk penentuan 7 keajaiban dunia yang dibuat oleh tangan manusia.<span id="more-33"></span></p>
<p><img src="http://uk.geocities.com/uconkie/7/komodo.jpg" alt="Komodo" width="570" height="384" /></p>
<pre>Pulau Komodo milik Indonesia <a title="flickr" href="http://www.flickr.com/photos/jungle_boy/" target="_blank"><img style="border: 0px;" src="http://geocities.com/uconkie/cc.gif" alt="creative commons" width="32" height="32" /></a></pre>
<p>Kontes kedua yang dikelola oleh new7wonder Foundation kali ini akan menilai hasil karya Tuhan sebagai penciptanya, memberi kategori pada &#8220;Alam&#8221; sebagai obyek yang akan dipilih terbaik sebanyak 7 tempat se-dunia.  Saat ini sudah terdapat 77 tempat dari penjuru dunia yang sudah mendapatkan nominasi terbaik, namun masih ada kesempatan berikutnya untuk mengajukan nominasi tambahan dengan beberapa persyaratan lain. Dari 77 tempat yang terpilih terbagi dari beberapa macam kategori (pengelompokan),  diantaranya adalah Taman Nasional, Cagar Alam, Goa, Oasis, Sungai, Gunung, Bukit, Pantai, Danau, Pulau, Gunung Berapi dan lainnya.</p>
<h2>Kontes dan Kontroversinya</h2>
<p>Kampanye pemilihan 7 keajaiban dunia ini boleh dibilang bisa disandingkan atau disamakan prosesnya dengan kontes-kontes pemilihan idola macam Indonesian Idol, AFI, kontes Dangdut atau kontes-kontes jadi seleb instan lainnya, karena penilaian didasarkan pada jumlah terbanyak melalui voting, bedanya cuman dari sms dan internet, satunya memilih lewat handpone lainnya lewat browser dan komputer. Sebenernya bisa lebih murah, namun berapa prosentase penduduknya yang bisa mengakses internet.</p>
<p><img style="border: 0px;" src="http://uk.geocities.com/uconkie/7/danautoba.jpg" alt="Danau Toba Indonesia" width="570" height="381" /></p>
<pre>Danau Toba, Sumatra Utara, Indonesia <a title="flickr" href="http://www.flickr.com/photos/sebr/" target="_self"><img style="border: 0px;" src="http://geocities.com/uconkie/cc.gif" alt="creative commons" /></a></pre>
<p>Ada juga yang tidak setuju dengan pemilihan 7 keajaiban versi n7w, karena sebelumnya berpendapat kalo penentu 7 keajaiban dunia selayaknya penyelenggaranya adalah badan dunia (PBB/United Nation), itu juga karena Candi Borobudur yang sebelumnya pernah kita anggap masuk sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia dan ternyata dikalahkan pada kontes n7w tahun kemaren.</p>
<p><img style="border: 0px;" src="http://uk.geocities.com/uconkie/7/krakatau.jpg" alt="Gunung Krakatau" width="570" height="428" /></p>
<pre>Gunung Krakatau Indonesia <a title="flickr" href="http://www.flickr.com/photos/flydime/" target="_blank"><img style="border: 0px;" src="http://geocities.com/uconkie/cc.gif" alt="cc" /></a></pre>
<p>Kalo kita kemaren banyak tau informasi ini dari media jurnalistik, baik dari koran atau lebih banyak dari radio, negara lain malah didukung oleh pemerintahnya demi pilihannya bisa masuk dalam jajaran 7 besar, mereka bahkan memfasilitasi rakyatnya yang tidak terhubung dengan internet, dipasang di tempat-tempat umum seperti pasar, kantor pos, terminal khusus untuk memenangkan negaranya. Dipublikasikan secara meluas, dan ada tutorial (petunjuk) untuk memilih, tentu saja semuanya diarahkan untuk memilih pilihan negaranya biar menang kontes.</p>
<h2>Indonesia Kali ini</h2>
<p>Sudah ada 3 lokasi eksotik yang dipilih dan terpilih untuk Indonesia, yaitu:</p>
<ol>
<li>Danau Toba</li>
<li>Pulau Komodo, dan</li>
<li>Gunung Krakatau</li>
</ol>
<p>Sedangkan di belahan benua Asia, sudah terpilih sebanyak 57 lokasi yang menjadi nominasi pilihan, Indonesia dengan  3 nominasi termasuk cukup bagus untuk start awal, setidaknya bisa mengenalkan ke dunia kalo negara ini punya 3 lokasi eksotik yang patut untuk dikunjungi.  Malaysia yang telah mencalonkan Pulau Sipadan sebagai satu diantara dua yang dinominasikan. Pulau Sipadan-Ligitan memang sudah bukan lagi milik kita, dari sengketa perebutan sebelumnya sudah diputuskan oleh Mahkamah Internasional <span class="content">(International Court of Justice) </span>telah memberikan kedaulatan penuh atas Pulau Sipadan-Ligitan kepada Malaysia.</p>
<p>Oke, silahkan kunjungi situsnya jika anda tergerak untuk mengenalkan Indonesia kepada Dunia Vote Disini</p>
<p style="text-align: center;"><a title="Pilih Indonesia" href="http://www.new7wonders.com/nature/en/nominees/asia/" target="_blank"><img class="aligncenter" style="border: 0px;" src="http://uk.geocities.com/uconkie/n7w.jpg" alt="New 7 Wonders" width="360" height="550" /></a></p>
<p><em>uconkie: iseng-iseng berhadiah, kita bikin acara kontes untuk 7 keajaiban Indonesia yuk&#8230;</em></p>
<h2>Artikel Lainnya:</h2>
<p><a title="Tujuh Keajaiban Dunia" href="http://faizal.web.id/sky/keanekaragaman/tujuh-keajaiban-dunia/" target="_self">http://faizal.web.id/sky/keanekaragaman/tujuh-keajaiban-dunia/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cakrawala/7-keajaiban-alam-di-dunia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hydram Pump dengan Paralon dari Ciwidey</title>
		<link>http://faizal.web.id/kutipan/hydram-pump-dengan-paralon-dari-ciwidey.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/kutipan/hydram-pump-dengan-paralon-dari-ciwidey.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 08:32:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kutipan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[energi]]></category>
		<category><![CDATA[hidram]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/tutorial/hydram-pump-dengan-paralon-dari-ciwidey/</guid>
		<description><![CDATA[  
Design type satu dan dua hydram pump yang dibuat dari paralon
Desain Pompa Hydram yang dibuat dari paralon pernah saya liat di Ruang Pameran Balai Kota di Malang yang di prakarsai oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang, namun yang dipamerkan adalah miniaturnya, pakai ukuran pipa paralon 1 inchi, yang memang tujuannya untuk melihat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/ram_pump_12.jpg" alt="Design Hydram Tipe Pertama" width="176" height="220" /> <img src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/ram_pump_21.jpg" alt="Design Hydram Tipe Dua" width="176" height="220" /> <img src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/ram_pump_22.jpg" alt="Design Hydram Tipe Dua" width="176" height="220" /></p>
<pre>Design type satu dan dua hydram pump yang dibuat dari paralon</pre>
<p>Desain Pompa Hydram yang dibuat dari paralon pernah saya liat di Ruang Pameran Balai Kota di Malang yang di prakarsai oleh <a title="Fakultas Pertanian Unibraw" href="http://fp.brawijaya.ac.id" target="_blank">Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang</a>, namun yang dipamerkan adalah miniaturnya, pakai ukuran pipa paralon 1 inchi, yang memang tujuannya untuk melihat cara kerja Pompa Hydram kepada pengunjung. Tapi kali ini saya ditunjukkan sama Bapak Eko dari Bandung tentang rancangaannya sendiri membuat Pompa Hydram dari bahan yang murah dan mudah pemasangannya.  Inilah  hasil diskusi  saya lewat email dengan  Bapak Eko, dan   bersyukurlah saya karena  atas ijin dari  Pak  Eko, beliau menyediakan photo hasil dokumentasinya untuk menyertai catatan ini.<span id="more-27"></span></p>
<p><img src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/hydram_pump_ciwidey05.jpg" alt="Pompa Hydram" width="550" height="412" /></p>
<p>Pak Eko menemukan saya melalui Pompa Hidram yang sempet saya tulis sebelumnya di blog ini juga. Perencanaan memang sangat penting, sebagai upaya untuk menentukan tujuan dan target, cukup detail juga bapak ini dalam &#8220;ngonceki&#8221; data dan permasalahnya.</p>
<blockquote><p>Saya memang tidak membuat seperti yang telah anda buat dalam web anda. Menurut saya terlalu ruwet. Saya pingin buat yang mudah,dari bahan yang juga mudah didapat, dengan cara buat yang mudah. Tapi ternyata prakteknya tidak mudah juga. Saya terinspirasi dari model-2 di web site orang-2 bule yang katanya dengan bahan sekitar 1.25-1.5 inchi dan dari bahan pralon bisa jua. Makanya saya coba buat. Kalau jarak tandon air 100 m, ketinggian 10 m di atas pompa, pipa penyalur .5 inch, maka berapa lama air sampai di tujuan? Diameter pompa 1.25 inchi, sumber air 1m di atas pompa, debit mata air 35 l/menit.</p></blockquote>
<p><img src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/hydram_pump_ciwidey03.jpg" alt="hydram pump" width="550" height="412" /></p>
<p>Sungguh, saya pun tidak punya dasar bagus untuk materi itungan materi Fluida seperti itu. Mohon maaf pak eko, kalo tentang itungan ilmiahnya saya &#8220;tidak mudeng babar blas&#8221;, cuman memahami kerangka dasar prinsip kerjanya. Pesen dari Mbahnya Pak Eko memberi sentuhan semangatku.</p>
<blockquote><p>Aku juga bukan ahlinya pak, jadi gak ngerti itung-itungannya. Tapi saya seneng mencoba hal baru yang menarik. Tak anggap ini adalah ilmu katon kata orang jawa, sehingga dengan eksperimen bida diatasi. Kata Nabi, jangan serahkan suatu urusan kepada yang bukan ahlinya, kalau dilakukan ya tunggu kehancurannya.<br />
Pesan ini saya balik, kalau pengin jadi ahlinya maka perlu pengorbanan dan perjuangan (sebagai ganti dari kehancuran), atau kita harus berani hancur-2-an. <strong>JER BASUKI MOWO BEYO</strong>, katanya Mbahku.</p></blockquote>
<p><img src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/hydram_pump_ciwidey06.jpg" alt="Pompa Hydram" width="550" height="412" /></p>
<p>Perjuangan dan semangat pantang mundur, mungkin inilah yang menjadi modal dasar bagi kita semua yang sedang berupaya untuk maju, kata berhasil juga selalu ada di akhir, ikut menjadi pertanda terhadap kegigihan berupaya.</p>
<blockquote><p>Wah rupanya usaha saya mulai membuahkan hasil. Da kita rupanya sama-2 gak ngerti masalah itung-2an pompa ini, ha&#8230;..ha&#8230;&#8230;ha&#8230;&#8230;.Percobaan saya yang pertama adalah menggunakan pralon 1.25 inchi input dan outputnya 3/4 inchi yang saya sambungin ke 1/2 inchi. Yah debit air outputnya kalo saya ukur dari air mutahan lewat klep buang adalah 250 cc. (inipun belum menggambarkan debit air yang dikeluarkan pompa ini&#8230;&#8230;.)</p></blockquote>
<blockquote><p>Waktu itu saya mungkin kurang sabar, sehingga saya putuskan untuk berhenti dan evaluasi dulu. Maklum saya bukan orang yang ngerti masalah fluida. Makanya saya coba buat lagi tapi saya rakit dari bahan pipa besi dengan ukuran yang sama. Nah yang ini, insyaallah akan saya coba dikebun teman di ciwidey minggu depan.</p></blockquote>
<p><img src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/hydram_pump_ciwidey01.jpg" alt="Pompa Hydram" width="550" height="412" /></p>
<p>Dari 2 (dua) desain hasil karya Pak Eko, saya cenderung memilih desain yang menggunakan pipa pendek di ujung tabung, disamping lebih kokoh jika di berdirikan, menggunakan pipa panjang untuk Tabung jusru memberi ruang sempit antara jarak sumber air dengan tekanan, asumsi kasar kalo jarak tabung dengan sumber terlalu pendek pasti akan mempengaruhi tekanan dalam tabung tersebut. Tahap berikutnya Pak Eko sudah bisa melanjutkan pemasangan di lapangan di kebun temannya di Ciwedey, Jawa Barat.</p>
<p><img src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/hydram_pump_ciwidey02.jpg" alt="Pompa Hydram" width="550" height="412" /></p>
<p>Nah ini dia yang pengen saya komentari, tentang input air, jika kedua photo ini digabungkan, asumsi saya berarti  beda jarak ketinggian antara input dengan tabung menjadi sangat pendek, atau bahkan bisa jadi lebih tinggi tabungnya, saya pikir inilah jadi permasalahan kenapa air tidak bisa naik maksimal.  Usulan teknis saya bagaimana jika disambungkan langsung ke pipa keluaran air tersebut, untuk mendapatkan beda jarak, sehingga akan menaikkan tekanan dalam tabung. Coba bisa dilihat ulang di <a title="Hydraulic Ram Pumps" href="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/hydraulic_ram_pumps.pdf" target="_blank">file prinsip kerja hydram pump disini</a></p>
<blockquote><p>Lalu saya coba buka-2 referensi yang saya punyai, ternyata kesimpukan saya ada beberapa misalnya :</p>
<ol>
<li>Disain pralon full atau saya sebut DRP-1 saya ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, jarak antar klep terlalu panjang, jarak tabung dengan pipa output terlalu panjang. Meskipun di produk dan penjelasan disain pompa ini gak ada ukuran-2nya, kayaknya main feeling kali.</li>
<li>Saya putuskan untuk mengganti pralon dengan pipa ledeng, supaya jarak-2 menjadi lebih pendek. Saya buat DRP-2</li>
<li>Saya juga mau eksperimen dengan pralon full, tapi jarak-2nya dijadikan pendek, cuma belum punya waktu, bikin eksperimen.</li>
<li>Kesalahan perhitungan di lokasi, maklum karena kedinginan, jadi ngehang semuanya. Hal ini menghasilkan kesimpulan yang salah.</li>
</ol>
</blockquote>
<p><img src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/hydram_pump_ciwidey04.jpg" alt="Pompa Hydram" width="550" height="412" /></p>
<pre>Jarak input dengan tabung lebih ditinggikan untuk mencapai tekanan udara di tabung</pre>
<p>Dari saya, menyimak pesan yang diterima oleh Pak Eko&#8230;..</p>
<blockquote><p>Yang saya lakukan hanya iqro, pesan pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi saw. Saya lihat gambar-gambar yang ada, saya iqra terhadap gambar-2 tersebut, saya bandingkan dengan punya saya, saya analisa dengan kemampuan yang ada pada saya, saya perkirakan kemungkinannya. Hanya itu pak, saya bukan ahli fisika, saya hanya diberi keahlian oleh Allah untuk berfikir, ya karunia itulah yang saya pake. he&#8230;.he&#8230;.he&#8230;.. mari kita bikin hidup ini sederhana biar mudah pak&#8230;&#8230; kalo teori kan rumit, bikin mumet dan belum tentu menyelesaikan masalah&#8230;&#8230;&#8230;. he&#8230;&#8230;.he&#8230;..he&#8230;&#8230;&#8230;</p></blockquote>
<p>Jadilah sudah apa yang sedang dibangun, sesuai dengan harapan, meski perlu proses yang panjang dan butuh kesabaran disamping ketelitian dan kecermatan. Dengan perkembangan saat ini membuat Pompa Hidram udah gak perlu lagi pake las atau besi, sudah dipermudah seperti merangkai Puzzle.</p>
<p><img src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/hydram_pump_ciwidey07.jpg" alt="Pompa Hydram" width="550" height="412" /></p>
<pre>Tandon tampungan untuk air bersih</pre>
<p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=f4ngVxNF7Uw&amp;NR=1"><img src="http://img.youtube.com/vi/f4ngVxNF7Uw&amp;NR=1/default.jpg" width="130" height="97" border=0></a></p>
<p>Selamat Mencoba,  terima kasih banyak Pak Eko telah memberikan banyak pengetahuan dan informasi dari pengalamannya, dan juga semoga ini sebagai ajang silaturahim kita.</p>
<h2>Artikel Lainnya</h2>
<p><a title="Pompa Hidram" href="http://faizal.web.id/tutorial/pompa-hidraulik-ram-hidram/" target="_self">http://faizal.web.id/tutorial/pompa-hidraulik-ram-hidram/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/kutipan/hydram-pump-dengan-paralon-dari-ciwidey.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Parkour dan Jumpolitan</title>
		<link>http://faizal.web.id/jelajah/parkour-dan-jumpolitan.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/jelajah/parkour-dan-jumpolitan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Feb 2008 04:32:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[Kutipan]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/jejak/parkour-dan-jumpolitan/</guid>
		<description><![CDATA[
Traceur, photo by baston, original in flickr cc
Ini adalah kisah tentang kebebasan, sekawanan pemuda kota yang sudah jenuh dengan kondisi, mulai mencari sesuatu yang benar-benar baru dan tidak membosankan yang bisa dilakukan sepulang sekolah. Di ceritakan secara khusus mulai tahun 1987 oleh David Belle, pria kelahiran Vietnam dan berwarganegara Prancis (French Indochina) sebagai pendiri Klub [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://uk.geocities.com/uconkie/img/parkour.jpg" alt="Parkour" height="192" width="499" /></p>
<pre>Traceur, photo by <a href="http://www.flickr.com/photos/baston" title="Baston Flickr Photo" target="_blank">baston</a>, original in <a href="http://www.flickr.com/photos/baston/36660122/" title="Park Our" target="_blank">flickr</a> cc</pre>
<p>Ini adalah kisah tentang kebebasan, sekawanan pemuda kota yang sudah jenuh dengan kondisi, mulai mencari sesuatu yang benar-benar baru dan tidak membosankan yang bisa dilakukan sepulang sekolah. Di ceritakan secara khusus mulai tahun 1987 oleh <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/David_Belle" title="David Belle" target="_blank" class="snap_shots">David Belle</a>, pria kelahiran Vietnam dan berwarganegara Prancis (French Indochina) sebagai pendiri Klub Yamakasi yang dikenal juga sebagai klub pertama dari olahraga ini, Parkour.  Yamakasi  juga  sebagai  film pertamanya untuk olah raga ini.<span id="more-26"></span></p>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/parkour" title="Parkour Wikipedia" target="_blank" class="snap_shots">Parkour</a>, biasa disingkat PK, berasal dari kata <em>&#8220;parcours du combattant&#8221;</em> yang berarti halang rintang untuk latihan militer. Aktifitas para Traceurs (sebutan bagi para pelaku Parkour) bergerak dari titik A menuju titik B dengan gerakan bebas, dan seefesien mungkin, mengedepankan seni olah tubuh dan kelenturan fisik, bukan saja kekuatan fisik, kekuatan imaginasi justru yang menjadi utama bagi olah raga ini untuk menghasilkan gerakan-gerakan indah, terjadi karena perpaduan dari atletik, gymnastik, beladiri dan seni. Dikenal juga oleh kebanyakan sebagai seni melarikan diri.<img src="http://uk.geocities.com/uconkie/img/parkour2.jpg" alt="parkour dan free running" height="333" width="500" /></p>
<pre>Akrobatik Traceur photo by <a href="http://www.flickr.com/photos/safesolvent" title="Safe Solvent" target="_blank">Safe Solvent</a>, on <a href="http://www.flickr.com/photos/safesolvent" title="Safe Solvent Photos" target="_blank">Flickr</a></pre>
<p>Masyarakat London mengenal olah raga ini dengan sebutan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/free_running" title="Free Running" target="_blank">Free Running</a>, yang dikembangkan oleh <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sébastien_Foucan" title="Sebastien Faucan" target="_blank" class="snap_shots">Sebastien Faucan</a>, yang pada awalnya kedua istilah ini adalah aktifitas yang sama, namun karena kedua pendiri ini mempunyai perbedaan pada prinsip-prinsipnya, akhirnya berakhir menjadi dua aktifitas yang berbeda. Aktifitas Free Running di dokumentasikan dalam bentuk film &#8220;Jump London&#8221;</p>
<blockquote><p>free running and parkour are separate, distinct concepts — a distinction which  is often missed due to the aesthetic similarities. Parkour as a discipline  comprises efficiency, whilst free running embodies complete freedom of movement  — and often includes many acrobatic maneuvers. Although often times the two are  physically similar, the mindsets of each are vastly different.</p></blockquote>
<p>Meskipun aktifitasnya terlihat sama, tapi secara konsep bisa berbeda. Kedua olah raga ini tidak memerlukan alat apapun untuk berlaga,  mereka hanya mengandalkan  kekuatan  Kaki dan Tangan kosong, menggunakan ketrampilan yang unik dalam menjelajah kota dan menggunakan inspirasi bebas mereka guna menemukan jalur dan celah alternatif, bergerak se efisien dan seindah mungkin.</p>
<p><img src="http://uk.geocities.com/uconkie/img/parkour3.jpg" alt="Parkour" height="335" width="500" /></p>
<pre>Melompat,photo by <a href="http://www.flickr.com/photos/amf" title="AMF" target="_blank">amf</a> on <a href="http://www.flickr.com/photos/amf/146161890" title="Parkour on Flickr by amf" target="_blank">Flickr</a></pre>
<p><strong>Zorro inspirator Parkour</strong>, sebelum David Belle dan kawan-kawannya melakukan aktifitas ini, <span id="BeginvidDescBuUzdjaSIN4"><strong>Douglas</strong><strong> Fairbanks </strong>dalam filmnya </span>Zorro pahlawan bertobeng pada tahun 1915-1920, malah sudah memprak<br />
tekkan aktifitas ini, salah satu petikannya dikisahkan saat Zorro lagi dikejar-kejar gerombolan penjahat yang berupaya menangkap dan membunuhnya.  Bisa jadi sang Zorro inilah Inspirator sekaligus Mahagurunya para Traceurs&#8230;sapa tau?</p>
<p align="center"><a href="http://www.youtube.com/watch?v=yaBud6ii5Wk"><img src="http://img.youtube.com/vi/yaBud6ii5Wk/default.jpg" width="130" height="97" border=0></a></p>
<p>Gerakannya akan terlihat memukau bagi kalangan awam, terkesan liar dan kasar, cenderung ugal-ugalan, melewati segala rintangan dengan cara yang unik, melompat, salto, meluncur, memanjat dan beberapa macam teknik yang secara terus menerus dikembangkan sesuai dengan filosofi kebebasan mereka. Tidak salah sehingga beberapa kalangan menggolongkan olah raga ini sebagai olahraga ekstrem yang beresiko tinggi.  Meski demikian para Traceur merasa lebih senang jika Parkour digolongkan sebagai urban sport, karena mereka menegaskan bahwa aktifitas ini bisa dilakukan oleh siapa saja yang berminat untuk belajar dan berlatih. Resiko pasti ada, tapi semuanya dicoba di kurangi melalui proses berlatih terus menerus.</p>
<p><img src="http://uk.geocities.com/uconkie/img/free-running.jpg" alt="Free Running" height="332" width="500" /></p>
<pre>Photo by <a href="http://www.flickr.com/photos/nfg/370797105" title="Parkour by nfg" target="_blank">nfg</a> on <a href="http://www.flickr.com/photos/nfg/370797105" title="Park Our on Flickr by Nfg" target="_blank">Flickr </a></pre>
<p>Olahraga tentang seni, kreatifitas dan kebebasan ini rupanya juga telah sampai di Indonesia, yang awalnya mengetahui informasi ini dari internet, saat ini parkour telah menyebar ke kota-kota besar di Indonesia, untuk mempersatukan mereka juga telah membangun situs informasi bersama di <a href="http://parkourindonesia.web.id" title="Parkour Indonesia" target="_blank">www.parkourindonesia.web.id</a>. Dari sinilah komunitas Parkour Indonesia saling mengenal dan berkembang bersama.</p>
<p><img src="http://uk.geocities.com/uconkie/img/parkour_latihan.jpg" alt="Latihan parkour" height="375" width="500" /></p>
<pre>Berlatih photo by <a href="http://www.flickr.com/photos/marcogomes" title="marco gomez" target="_blank">Marco Gomes</a> on <a href="http://www.flickr.com/photos/marcogomes/95567666" title="Parkour by marcogomes" target="_blank">Flickr </a></pre>
<p>Jenis-jenis olah raga yang bisa berkembang dan bertambah di kota-kota besar biasa di kelompokkan dalam Urban Sport, olah raga kaum urban yang biasanya muncul karena keinginan ber kompetisi atau kebutuhan akan kreatifitas yang cenderung berlebih, atau keterbatasan akses. Sebagai salah satu contoh misalnya aktifitas berlatih mengenal tebing dari olah raga Rock Climbing yang dikenal dengan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/bouldering" title="Bouldering" target="_blank">Bouldering</a> yang berarti aktifitas panjang tebing yang bergerak menyamping, mengalami pengembangan menjadi <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/buildering" title="Pemanjatan Gedung" target="_blank" class="snap_shots">Buildering</a>, contoh lainnya adalah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Street_stunts" title="Stunment Jalanan" target="_blank" class="snap_shots">Street Stunts</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/trickling" title="trickling" target="_blank" class="snap_shots">Tricking</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Soliton" title="soliton" target="_blank" class="snap_shots">Soliton</a> dan masih banyak yang lainnya.</p>
<p>Saya, sebagai kalangan yang ikut mensukseskan Urbanisasi, mencoba ingin ikut berpartisipasi dengan mengingat aktifitas yang sering saya lakukan saat sekolah menengah pertama di Surabaya, setidaknya menjadi aktifitas sehari-hari sepulang sekolah selama kurang lebih dua tahun dari kelas 2 sampai lulus. Menempuh jarak kurang lebih 20 Km dari Wonokromo ke Tanjung Perak. Sapa tau bisa menginternasional dan diikuti oleh kaum urban dunia, minimal bisa di catet di wikipedia indonesia hehhehehehe, simak aja tulisan berikutnya, dan jangan lupa mohon dukungannya.</p>
<h2>Binatang apakah Jumpolitan itu?</h2>
<p>Jelas bukan binatang atau spesies langka karena ini adalah olah raga rintisan. Kita bahas istilahnya terlebih<br />
dahulu, saya yakin anda baru mendengarnya (yakin 100%), karena memang belum pernah ada, karena ini masih dalam taraf ide dan usulan, proposalnyapun lagi dikonsep dan sayangnya masih dalam angan-angan. Pada tahap ini, Saya masih mengira-ngira mungkin seperti inilah nama Parkour dikenal oleh dunia. Si Pelakon tentunya perlu sebuah sebutan ringkas, sebuah nama aktifitas untuk saling berkomunikasi dengan komunitasnya dan yang penting bisa saling mengerti dan dimengerti sesuai dengan kaidah dan tatacara berkomunikasi yang baik dan benar.</p>
<p>Satu kata “Parkour” bisa lebih dimengerti oleh komunitasnya sebagai bentuk penjelasan, ajakan, sebutan, dan tentu saja penerjemahan dari serangkaian aktifitas tersebut, memang akan sedikit asing pada awalnya karena istilah ini belum pernah ada sebelumnya, tapi lambat laun istilah pasti dikenal khalayak karena seringnya dipakai. Dari pada kita menyatakannya dengan kalimat panjang, ayo prend, kita berlari, melompat, menerjang dan berakrobat dari sini ke sana…nah ribet kan!!?? oke, kita sederhanakan aja dengan Parkour, wusshhh…</p>
<p>Nah, sekarang saatnya Jumpolitan, istilah ini berasal dari gabungan 2 (dua) kata, Jump dan Metropolitan, ada sedikit gubahan dari bahasa ibunya “Jempalitan” biar gak kelihatan ndeso dan biar punya harapan akan bergaung International, juga karena yakin pasti akan ada Olimpiadenya. Isin to pak ne, kalo ditanya sama Bu le tentang asal bahasa ini, terus kita njawabnya, soko Wonokromo Pak le.</p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/jumpolitan" title="Jumpolitan on wikipedia" target="_blank" class="snap_shots">Jumpolitan</a>, arti bebasnya adalah Lompatan di Kota Metropolitan. Olahraga ini adalah gabungan dari Lari cepat, Lompat jauh, Pencak Silat, Pernafasan dan tentu saja Seni. Para Jompoliter, harus memulai startnya dari lampu merah (bang jo), setopan kereta api atau tikungan-tikungan karena olahraga ini membutuhkan selain sepatu yang daya cengkramnya cukup bagus, juga benda bermesin dan berbahan bakar bensin atau solar yang bergerak dengan kecepatan rata-rata antara 50-100 km/jam, bisa berbentuk Mobil Pickup (bak terbuka) atau Truk Diesel, tentang merk sesuai pilihan dan selera, karena sangat beragam mulai dari Colt Diesel, Kuda, Kijang, Panther dan segala macem nama Margasatwa lainnya yang berkeliaran di jalan raya, yang prinsip adalah punya bak dibelakangnya, diusahakan kosong dan tidak tertutup oleh terpal atau barang lain.</p>
<p>Jumper, sebutan ringkas buat lakon olah raga ini, sudah pasti pantang bilang, Bang, numpang yah…atau melambaikan tangan sebagai isyarat untuk kendaraan agar memperlambat kecepatan, karena Jumper adalah gesit, tangkas, cepat, kuat dan yang pasti adalah irit, karena tidak mengeluarkan ongkos sepeserpun untuk balas budi tumpangannya. Jumper segera naik ke bak berjalan dengan caranya masing-masing, tentu saja dengan sentuhan seni melompat ke atas bak kosong tersebut.</p>
<h2>Solidaritas, ketangkasan dan kecepatan</h2>
<p>Melompat ke bak pick up, tidak dilakukan secara individu, karena semangat kerja Team disini sangat dijunjung tinggi, bisa dilakukan bertiga, berempat atau lebih. Target utamanya adalah jangan sampai ada rekan Team yang ketinggalan tercecer dijalan raya karena tidak ikut terangkut, jika ini terjadi maka team yang sudah berhasil terpaksa harus turun lagi dan mengulang dari awal, masalah tersebut bisa terjadi karena orang pertama kurang cekatan membantu rekan lain atau kendaraan melaju terlalu kencang. Sebenarnya tidak terlalu sulit, asal tangan kita tertangkap sama rekan yang sudah berada di kendaraan, hanya dengan lompatan kecil saja, dan oleh efek momentum yang tepat, badan kita akan terangkat dengan cepat dan mudah ke atas bak. Kondisi akan terkendali jika semuanya sudah berkumpul diatas bak, tinggal mengikuti laju kendaraan hingga sampai ke tujuan.</p>
<p>Tantangan olahraga ini yang sebenarnya adalah saat harus turun, karena mobil tiba-tiba belok arah tidak sesuai dengan tujuan akhir kita atau memang kita sudah sampai pada lokasi yang ditetapkan sebelumnya. Pengalaman sih mengatakan sangat jarang tujuan ditempu<br />
h langsung sekali jalan, kebanyakan harus berganti-ganti kendaraan karena memang dari awal kita pantang tanya sama pak sopirnya, mau ke arah mana pak?</p>
<p>Sedikit berbeda dengan Lompat Jauh, statis dan aman karena yang bergerak hanya pelompatnya, Jumper lebih dinamis karena semua komponennya ikut bergerak bersama, belum lagi tantangan kendaraan yang ada di belakang, bisa jadi posisi landing aman dan selamat tapi justru tertabrak mobil atau motor yang juga sedang melaju. Arah melompat bisa lurus dengan catatan arus Lalin dibelakang lagi kosong (sepi), tapi kalo pas lagi padat, Jumper harus punya keahlian bergerak menyamping, melompat dari sudut kanan atau kiri bak, mantap man&#8230;karena hal ini sering membuat panik pengemudi dibelakangnya, seakan menantang untuk saling berbenturan.</p>
<h2>Pengalaman Masa SMP</h2>
<p>Setidaknya saya dan gang melakukan kegiatan ini selama kurang lebih 2 tahun, sayangnya belum sempat bikin klub, apalagi filmnya.  Hanya dua tahun karena setelahnya lulus dan masuk tahun ajaran baru tingkat SMA, jarak sekolah SMA yang baru dengan rumah sangat dekat, akhirnya Bapak kasih modal transpor cukup dengan Sepeda Pancal saja.</p>
<p>Ada juga kelompok lain yang mengembangkan olahraga yang sejenis dengan ini yang banyak dikenal dengan &#8220;Bajing Loncat&#8221;, meskipun sama aktifitasnya tapi beda niatannya. Jika para Jumper bermotivasikan cari tantangan sekaligus nyari tumpangan sedangkan Bajing Loncat memang dasar Bajingan, soalnya beraktifitas kriminil, soale nyolong barang/sesuatu di truk, kalo ketangkep bisa digebukin massa dan berakhir di bui. Dari dasar tersebut, kami tetap memisahkan kedua istilah ini sebagai aktifitas yang berbeda.</p>
<h2>Sisi Menariknya</h2>
<p>Rasa yang paling menantang dan bikin ketagihan dari kedua aktifitas ini adalah pas kita berada di udara, sesaat dalam hitungan beberapa detik sebelum kembali mendarat di landasan pacu, kembali ke mem-Bumi. Rasa-rasa hilang sesaat dari peredaran, meski detik berikutnya kita sudah menapakkan lagi kebumi, dengan selamat ataupun tidak.<br />
Baiklah, saatnya memilih dan memihak, kalo anda ingin bergabung dengan para Traceur indonesia, silahkan bergabung di Parkour Indonesia, dan kalo tertarik beraktifitas dengan jumper silahkan bergabung melalui isian komentar dibawah ini, itung-itung nambah amal bikin saya tambah ngetop sebagai pencipta (founder) aktifitas urban sport yang baru di indonesia ini.</p>
<p><em>Congkie: jangan banyak loncat-loncat mas, bisa susah pipis&#8230;. </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/jelajah/parkour-dan-jumpolitan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asal Usul Nama Indonesia</title>
		<link>http://faizal.web.id/keanekaragaman/asal-usul-nama-indonesia.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/keanekaragaman/asal-usul-nama-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Dec 2007 03:51:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keanekaragaman]]></category>
		<category><![CDATA[Kutipan]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/tahukah-anda/asal-usul-nama-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[PADA zaman purba, kepulauan tanah air kita disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan kita dinamai Nan-hai(Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang) nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar,seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Valmiki yang termasyhur itu menceritakan pencarian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PADA zaman purba, kepulauan tanah air kita disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan kita dinamai Nan-hai(Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang) nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar,seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Valmiki yang termasyhur itu menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Ravana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.</p>
<p><span id="more-17"></span></p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/web/indonesia.jpg" alt="Indonesia dalam Peta" /></p>
<p>Bangsa Arab menyebut tanah air kita Jaza&#8217;ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan adalah benzoe, berasal dari bahasa Arab luban jawi (kemenyan Jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang dahulu hanya tumbuh di Sumatra. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil &#8220;Jawa&#8221; oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. Samathrah, Sholibis, Sundah, kulluh Jawi(Sumatra, Sulawesi, Sunda, semuanya Jawa)&#8221; kata seorang pedagang di Pasar Seng, Mekah.</p>
<p>Lalu tibalah zaman kedatangan orang Eropa ke Asia. Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang itu beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab, Persia, India, dan Cina. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Cina semuanya adalah &#8220;Hindia&#8221;. Semenanjung Asia Selatan mereka sebut &#8220;Hindia Muka&#8221; dan daratan Asia Tenggara dinamai &#8220;Hindia Belakang&#8221;. Sedangkan tanah air kita memperoleh nama &#8220;Kepulauan Hindia&#8221; (Indische Archipel, Indian Archipelago, l&#8217;Archipel Indien) atau &#8220;Hindia Timur&#8221; (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Nama lain yang juga dipakai adalah &#8220;Kepulauan Melayu&#8221; (Maleische Archipel, Malay Archipelago, l&#8217;Archipel Malais).</p>
<p>Ketika tanah air kita terjajah oleh bangsa Belanda, nama resmi yang digunakan adalah Nederlandsch- Indie (Hindia Belanda), sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur). Eduard Douwes Dekker (1820-1887), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu Insulinde, yang artinya juga &#8220;Kepulauan Hindia&#8221; (bahasa Latin insula berarti pulau). Tetapi rupanya nama Insulinde ini ku rang populer. Bagi orang Bandung,Insulinde mungkin cuma dikenal sebagai nama toko buku yang pernah ada di Jalan Otista.</p>
<p>Pada tahun 1920-an, Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (1879-1950), yang kita kenal sebagai Dr. Setiabudi (beliau adalah cucu dari adik Multatuli), memopulerkan suatu nama untuk tanah air kita yang tidak mengandung unsur kata &#8220;India&#8221;. Nama itu tiada lain adalah Nusantara, suatu istilah yang telah tenggelam berabad-abad lamanya. Setiabudi mengambil nama itu dari Pararaton, naskah kuno zaman Majapahit yang ditemukan di Bali pada akhir abad ke-19 lalu diterjemahkan oleh J.L.A. Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920.</p>
<p>Namun perlu dicatat bahwa pengertian Nusantara yang diusulkan Setiabudi jauh berbeda dengan pengertian, nusantara zaman Majapahit. Pada masa Majapahit Nusantara digunakan untuk menyebutkan pulau-pulau di luar Jawa (antara dalam bahasa Sansekerta artinya luar, seberang) sebagai lawan dari Jawadwipa (Pulau Jawa).</p>
<p>Kita tentu pernah mendengar Sumpah Palapa dari Gajah Mada, &#8220;Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa&#8221; (Jika telah kalah pulau-pulau seberang, barulah saya menikmati istirahat). Oleh Dr. Setiabudi kata nusantara zaman Majapahit yang berkonotasi jahiliyah(kerendaha n peradaban) itu diberi pengertian yang nasionalistis. Dengan mengambil kata Melayu asli antara, maka Nusantara kini memiliki arti yang baru yaitu &#8220;nusa di antara dua benua dan dua samudra&#8221;, sehingga Jawa pun termasuk dalam definisi nusantara yang modern. Istilah nusantara dari Setiabudi ini dengan cepat menjadi populer penggunaannya sebagai alternatif da<br />
ri nama Hindia Belanda.</p>
<p>Sampai hari ini istilah nusantara tetap kita pakai untuk menyebutkan wilayah tanah air kita dari Sabang sampai Merauke. Tetapi nama resmi bangsa dan negara kita adalah Indonesia. Kini akan kita telusuri dari mana gerangan nama yang sukar bagi lidah Melayu ini muncul.</p>
<p>Nama Indonesia Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), orang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA. Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74,Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis: .. the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians.</p>
<p>Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives (Maladewa). Lagi pula, kata Earl, bukankah bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini? Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia.</p>
<p>Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah &#8220;Indian Archipelago&#8221; terlalu panjang dan membingungkan. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia. Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan: Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago. Ketika mengusulkan nama &#8221; Indonesia &#8220;agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akanmenjadi nama bangsa dan negara yang jumlah penduduknya peringkat keempat terbesar di muka bumi!</p>
<p>Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama &#8221; Indonesia &#8221; dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi. Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air kita tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah &#8221; Indonesia &#8221; di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah &#8221; Indonesia &#8221; itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch- Indie tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilah &#8220;Indonesia&#8221; itu daritulisan- tulisan Logan.</p>
<p>Putra ibu pertiwi yang mula-mula menggunakanistilah &#8220;Indonesia&#8221; adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara).Ketika di buang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau.</p>
<p>Makna politis Pada dasawarsa 1920-an, nama &#8220;Indonesia&#8221; yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehi<br />
ngga nama &#8220;Indonesia&#8221; akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitassuatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan! Akibatnya pemerintah Belanda mulai curigadan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Loganitu.</p>
<p>Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging) berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.</p>
<p>Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya, &#8220;Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut &#8220;Hindia Belanda&#8221;. Juga tidak &#8220;Hindia&#8221; saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya. &#8221;</p>
<p>Sementara itu, di tanah air Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924. Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Lalu pada tahun 1925 Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij). Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama &#8220;Indonesia&#8221;. Akhirnya nama &#8220;Indonesia&#8221; dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa kita pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini kita sebut Sumpah Pemuda. Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggotaVolksraad (Dewan Rakyat; DPR zaman Belanda), Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo, dan Sutardjo Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Belanda agar nama &#8220;Indonesia&#8221; diresmikan sebagai pengganti nama &#8220;Nederlandsch- Indie&#8221;. Tetapi Belanda keras kepala sehingga mosi ini ditolak mentah-mentah.</p>
<p>Maka kehendak Allah pun berlaku. Dengan jatuhnya tanah air kita ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama &#8220;Hindia Belanda&#8221; untuk selama-lamanya. Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945, atas berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, lahirlah Republik Indonesia.</p>
<p>Dirgahayu Indonesiaku! ***</p>
<p>Disarikan oleh Hartono dari tulisan IRFAN ANSHORY  (Penulis, Direktur Pendidikan &#8220;Ganesha Operation&#8221;)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/keanekaragaman/asal-usul-nama-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
