<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jusron[at]Faizal.WEB/INDONESIA</title>
	<atom:link href="http://faizal.web.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://faizal.web.id</link>
	<description>Learning is Journey for Freedom of Life</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Feb 2010 19:28:24 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Membuat Katup Limbah Pompa Hidram</title>
		<link>http://faizal.web.id/tutorial/membuat-katup-limbah-pompa-hidram.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/tutorial/membuat-katup-limbah-pompa-hidram.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2009 14:21:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[hidram]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;kami coba membuat hydram cuman kami kesulitan untuk membuat tuas klep buangan dan klep yang ketabung udara mohon dikirimi gambar dan syukur ada fotonya&#8221;
Artikel ini adalah respon balik untuk berbagi pengalaman dalam membuat Pompa Hidram sendiri, artikel-artikel tutorial membuat Pompa Hidram dari pipa besi sebelumnya memang tidak secara detail menceritakan bagaimana membuat katup limbahnya, baik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignnone" style="width: 560px"><img title="bendungan hidram" src="/images/tekno/hidramania.jpg" alt="di depan bendungan di Lewu Napoi Kahayan Hulu Utara" width="550" height="248" /><p class="wp-caption-text">di depan bendungan kayu di Lewu Napoi Kahayan Hulu Utara</p></div>
<p><em>&#8220;kami coba membuat hydram cuman kami kesulitan untuk membuat tuas klep buangan dan klep yang ketabung udara mohon dikirimi gambar dan syukur ada fotonya&#8221;</em></p>
<p>Artikel ini adalah respon balik untuk berbagi pengalaman dalam <a title="Membuat Pompa Hidram" href="http://faizal.web.id/tag/hidram" target="_blank">membuat Pompa Hidram</a> sendiri, artikel-artikel <em>tutorial</em> <a title="Membuat Pompa Hidram" href="http://faizal.web.id/tag/hidram" target="_self">membuat Pompa Hidram</a> dari pipa besi sebelumnya memang tidak secara detail menceritakan bagaimana membuat katup limbahnya, baik yang ada di bagian pompanya atau menuju tabung.<span id="more-102"></span></p>
<h1>Ban Bekas</h1>
<p>Mengenalkan teknologi alternatif  kepada masyarakat desa, penting dan perlu memperhatikan masalah &#8216;perawatan rutin&#8217;, kerumitan teknologinya, ketersediaan bahan baku dan penggantian perangkat yang mudah aus atau rusak.  Seringkali saya mendapatkan email yang menanyakan &#8220;berapa harga pompa hidram ini di pasaran?&#8221;, bagaimana kalo saya beli saja?.  Setiap kali juga selalu saya sarankan untuk membuat saja sendiri, panduannya dapat dilihat lengkap<a title="panduan pompa hidram" href="http://faizal.web.id/tag/hidram" target="_self"> klik disini</a>.  Setidaknya dengan membuat sendiri, kita juga belajar tentang proses kerja pompa ini dan memungkinkan untuk memodifikasi sesuai dengan kebutuhan.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 570px"><img title="klep pompa hidram" src="/images/tekno/hidramklep.jpg" alt="Katup buang dan katup simpan pada bagian pompa hidram" width="560" height="352" /><p class="wp-caption-text">Katup buang dan katup simpan pada bagian pompa hidram</p></div>
<p>Pompa Hidram buatan sendiri ini sangat murah jika dibikin sendiri, termasuk juga tentang perawatannya. Bagian penting yang perlu diganti jika sudah mulai menipis karena gesekan adalah pada Katup (klep) Pompa Hidram yang terbuat dari ban bekas. Ada 2 (dua) bagian katup pompa hidram, yang pertama bagian <strong>katup limbah</strong> dan <strong>katup tabung</strong>.</p>
<h2>Membuat Katup Limbah Hidram</h2>
<p><img class="alignnone" style="border: 0pt none;" title="katub limbah pompa hidram" src="/images/tekno/hidram-katup.jpg" alt="" width="550" height="442" /></p>
<p>Dibagian pembuangan limbah inilah yang umumnya sering mengalami penggantian,  dari pengalaman menggunakan pompa ini, setidaknya tiap 3 bulan selalu mengganti karet pada tuas hidram ini.  Tuas hidram yang selalu bergerak naik turun dan mengeluarkan limpahan air, menyebabkan tabrakan antara karet dengan dinding buangan sehingga menyebabkan keausan.</p>
<p><strong>Karet Katup</strong>,  pada nomor 4 di gambar atas adalah terbuat dari ban luar, anda bisa menggunakan dari ban bekas mobil atau motor.  Prinsipnya adalah diameter lingkaran ban bekas tersebut dapat menutup dinding buangan, sehingga dapat memperlancar arus air menuju tabung. Mur penjepit atas-bawah dipergunakan dengan maksud untuk menghambat pergerakan karet katup. Untuk tangkai katup, karena yang dibutuhkan bagian bawahnya memiliki ulir untuk mur, tinggal beli di toko bangunan baut panjang sesuai dengan ukuran yang diinginkan.</p>
<h1>Membuat Katup Tabung</h1>
<p><strong>Tahap pertama</strong>, anda harus membuat lempengan logam berbentuk lingkaran sesuai dengan ukuran lingkar tabung, pada bagian tengahnya diberi beberapa lobang kecil tidak beraturan, silahkan lihat pada gambar dibawah ini.</p>
<p><img class="alignnone" title="klep hidram" src="/images/tekno/klephidram.jpg" alt="" width="550" height="294" /></p>
<p><strong>Tahap kedua</strong>, lempengan tersebut akan dipasang diantara sambungan pipa dan tabung seperti pada gambar bagian bawah ini.</p>
<p><img class="alignnone" title="katup tabung hidram" src="/images/tekno/hidramkatuptabung.jpg" alt="" width="550" height="261" /></p>
<p><strong>Tahap Ketiga</strong>,  selanjutnya anda harus membuat <em>karet katup</em> dari bahan tipis ban dalam,  jika dirasa terlalu lemas bisa dirangkap menjadi dua bagian atau memang dicari bahan yang sedikit keras tapi tidak terlalu tebal.</p>
<p><img class="alignnone" title="katup tabung hidram" src="/images/tekno/hidramkatuptabung2.jpg" alt="" width="550" height="640" /></p>
<p>Karet katup yang sudah dibikin dari karet ban bekas, selanjutnya dijepit dengan baut dan mur (<em>di bagian lobang dengan warna merah</em>).</p>
<p>Silahkan dicoba <em>tutorial</em> singkat dan sederhana ini, mohon maaf sebelumnya kalo istilah-istilah yang saya bikin tidak sama persis dengan istilah pasaran.. hehehe.</p>
<p><em>peringatan : jangan bikin katup hidram ini kalo gak berniat bikin pompa hidramnya yah..hehe </em></p>
<div id="_mcePaste" style="overflow: hidden; position: absolute; left: -10000px; top: 1115px; width: 1px; height: 1px;">http://faizal.web.id/tag/hidram</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/tutorial/membuat-katup-limbah-pompa-hidram.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Amanda Ratu di Ujung Genteng</title>
		<link>http://faizal.web.id/jelajah/amanda-ratu-ujung-genteng.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/jelajah/amanda-ratu-ujung-genteng.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 16:00:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[Khatulistiwa]]></category>
		<category><![CDATA[air terjun]]></category>
		<category><![CDATA[fauna]]></category>
		<category><![CDATA[laut]]></category>
		<category><![CDATA[wisata alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[
Pada hampir separoh malam, kita berempat akan melaju  menuju 200 km arah Timur Laut (ngawur) menuju Ujung Genteng. Perjalanan darat di malam hari memang sangat menarik,  tapi lebih menarik lagi kalo disamping saya ini badannya gak terlalu gendut sehingga butuh parkiran yang cukup luas  ditambah lagi mengeluarkan suara-suara aneh dari mulutnya. Krrrookkk&#8230;krrokkk, serasa menginap di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="amandaratu ujung genteng" src="/doc/amandaratu.jpg" alt="" width="550" height="230" /></p>
<p>Pada hampir separoh malam, kita berempat akan melaju  menuju 200 km arah Timur Laut (<em>ngawur</em>) menuju Ujung Genteng. Perjalanan darat di malam hari memang sangat menarik,  tapi lebih menarik lagi kalo disamping saya ini badannya gak terlalu gendut sehingga butuh parkiran yang cukup luas  ditambah lagi mengeluarkan suara-suara aneh dari mulutnya. Krrrookkk&#8230;krrokkk, serasa menginap di kandang ya perjalanan kali ini.  Mas..mas&#8230; bangun dong mas, atau setidaknya Tone-nya dipelanin dikit, atau bisa gak nadanya diganti dengan salah satunya lagunya Ridho Rhoma??.   Sampean ngoroknya kenceng banget sih,  ini kan lagi musim Flu Babi!!! bisa nularin yang lainnya lho mas.</p>
<p><span id="more-86"></span></p>
<div  style="text-align: left;"  class="xmlgmdiv" id="xmlgmdiv_2"><iframe class="xmlgm" id="xmlgm_2"src="http://faizal.web.id/wp-content/plugins/xml-google-maps/xmlgooglemaps_show.php?myid=2" style="border: 0px; width: 560px; height: 300px;" name="My_XML_Google_Maps" frameborder="0"></iframe></div>
<p>Kita memang harus menempuh perjalanan selama 6 jam dengan Kijang Innovanya Boss Richie, pilihan jadi penumpang yang paling nyaman adalah bisa tidur sepanjang perjalanan. Mau liat pemandangan juga gak mungkin gelap-gelap gini, mau maen pesbuk kayak teman saya di belakang  juga gak bisa, lha hari gene punya hape yang layarnya masih <em>Black White</em> bukannya yang berjudul nama buah-buahan.  Beli buah sekarang tidak harus di pasar buah lho, di toko komputer atau peralatan komunikasi juga tersedia. Saking namanya buah,  dulu sempat mikir  belinya bisa kiloan.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 560px"><img title="Amandaratu Resort" src="/doc/villaamanda.jpg" alt="Kalo mandi di kolam renang, enaknya malam-malam.. sepiiii" width="550" height="272" /><p class="wp-caption-text">Kalo mandi di kolam renang, enaknya malam-malam.. sepiiii</p></div>
<p>Memang udah zamannya penuh  <em>fenomena</em>,  di jalan-jalan raya kita mudah ketemu segala macam <em>kewan-kewanan</em> berkeliaran dari tempat asalnya Hutan belantara, mulai dari jenis mamalia &#8211; kuda, kijang, kancil, karnivora &#8211; jaguar, tiger hingga  sampe ke kodok dari Jerman. Dan kini pasar elektronik kita akan segera dibanjiri dari jenis tanaman cuci mulut.</p>
<p><a title="duren.inc" href="http://duren.web.id" target="_blank"><img title="duren inc" src="/doc/duren.gif" alt="duren.inc" hspace="5" width="364" height="164" align="right" /></a>Teman baik saya yang juga bukan petani, <a title="Rony Hakim" href="http://ronyhakim.com" target="_blank">penthol</a> namanya.  Yang hidup dari zaman <a title="pentholitikum" href="http://profiles.yahoo.com/pentholitikum" target="_blank">pentholitikum</a>,  adalah dunia tentang kreatifitas dan seni olah digital,  sekarang juga sudah mulai mencoba menanam. Terpilih adalah buah duren, buah buruk rupa tapi kuning, bersih dan manis isinya, kira-kira itu lah sebuah pesen yang pengen disampaikan kepada calon pembelinya. Logonyapun diambil mentah-mentah langsung dari wujud aslinya, buah Durian dan sekedar eksyen dibuatnya keroakan bekas gigitan dibagian atasnya. Itu kalo Codot (kelelawar) yang makan pasti codotnya Batman, dan kalo manusia yang makan pasti Batmannya Codot. Sedikit berbeda dengan petani buah yang lain,  Duren.Inc yang satu ini bermain di perangkat lunak bukan hardware. Dengan ini Tukang Duren bersumpah bahwa <a title="duren.inc" href="http://duren.web.id" target="_blank">duren.inc</a> adalah  &#8220;<em>the right partner to optimize your communication strategy</em>&#8220;, artine opo iki tol? Sukses besar ya tol!! dadi bakul duren! kerja bareng terus karo tukang <a title="spider-web" href="http://register.spider.web.id" target="_blank">jaring laba-laba</a>.</p>
<p><a title="amandaratu resort ujung genteng" href="http://amandaratu.com" target="_blank"><img src="http://profile.ak.facebook.com/object3/625/63/n202752155290_7662.jpg" alt="Amandaratu Resort Ujung Genteng" hspace="5" width="200" height="267" align="right" /></a></p>
<p>Eiitsss.. ngomongin tentang buah, sebenernya ada kaitan juga dengan yang akan kita datangi kali ini, tidak berbeda jauh profesinya, juga sebagai tukang buah.  Tapi yang ini tukang buah beneran,  jenis buah yang dipilih untuk dikembangkan adalah Kelapa dengan payung utamanya dikelola oleh PT. Wira Citaspong, yang mengelola perkebunan Kelapa sebanyak 200-an ribu pohon di luas lahan 100-an hektar di sepanjang Muara Sungai Cikarang Ujung Genteng.</p>
<p>Kelapa yan g dikelola oleh perkebunan ini sebagian besar akan diambil Niranya dan di jual dalam bentuk Gula Kelapa/Gula Merah/Gula Jawa melalui proses pengolahan sebelumnya.</p>
<h2>Tanah Lot Amanda Ratu</h2>
<p>Pada bagian ujung lahan yang dikelola oleh perkebunan ini, persisnya di Muara Sungai Cikarang pesona alamnya cukup menarik dan menawan, lebih-lebih bagi anda yang hobby ngintip di balik perangkat penangkap <em>moment.</em> Ada pulau kecil di ujung sungai Cikarang, dari kejauhan jika melihat bentuk pulau penghadang tersebut pasti akan teringat Tanah Lot di Bali.  Jadi, kalo gak pernah ke Pulau Bali, melihat bentuk pulau tersebut pasti gak ingat apa-apa, ke Bali sana dulu biar cepet sembuh ingatannya&#8230;. lho!!!????</p>
<p>Kira-kira begitulah prosesnya bagaimana tempat ini memiliki nama Tanah Lot, biar membedakan karena letakknya bukan di Bali dan deket lokasinya dengan Amanda Ratu Resort Ujung Genteng (<em>menulisnya kudu lengkap, pesan sponsor rek</em>), maka tempat tersebut ditandai oleh publik dan masyarakat setempat sebagai Tanah Lot Amanda Ratu.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 560px"><img title="Tanah Lot Amandaratu" src="/doc/tanahlot.jpg" alt="Bukan di Bali, apalagi di Balitar" width="550" height="211" /><p class="wp-caption-text">Bukan di Bali, apalagi di Balitar</p></div>
<p>Karena pemandangannya menarik bagi masyarakat setempat, pihak perkebunan pada tahun 1981 mencoba membuka lokasi ini sebagai lokasi wisata dan penginapan yang dibuka untuk umum dan di kelola secara terpisah sebagai usaha lain dari bidang perkebunan hingga saat ini (<em>maaf, saya potong prosesnya karena terlalu panjang</em>).</p>
<p>Umumnya orang mengenal kata <em>Sunrise </em>(matahari terbit)<em> </em>di gunung dan <em>Sunsite </em>(matahari terbenam)<em> </em>di pantai. Tapi itu tidak berlaku di Amanda Ratu,  justru banyak orang lebih menikmati pemandangan <em>sunsite</em> terindah di kawasan Resort ini. Untung saja kami tiba di lokasi pas sebelum Subuh, jadi sempet menyaksikan dengan mata sendiri dan mata kamera pesona indah yang dijanjikan sebelumnya.  Mayan penat juga sih, padahal udah istirahat banyak sambil kopi malem di salah satu Restorant Pelabuhan Ratu. Kentang goreng, Pisang Goreng Keju dan Kopi Jahenya mayan bikin melek mata dan mulut.  Seperti apa kata pepatah.. Melek Matane, Melek Cangkeme.</p>
<h2>Anak Pantai Suka Santai</h2>
<p>&#8230;dan setelah puas menikmati pesona <em>sunrise</em>, saatnya tidur sebentar buat kumpulin energi untuk jalan-jalan di pantai beberapa jam nanti, sambil nunggu langit dan laut berwarna lebih biru.  Iya kenapa langit kok warnanya biru sih? terus kalo pas Sunsite warnanya berubah jadi merah dan kuning dan kadang-kadang juga jadi putih. Ada hubungannya gak dengan warna laut yang ikut-ikutan jadi biru?.. biar dijawab sama <a title="Langit Biru" href="http://nineta.multiply.com/journal/item/50/Kenapa_Langit_Biru_Bu_Guru" target="_blank">Ibu Guru TK</a> mu aja yah adik-adik, kakak udah ngantuk, mau bobok duyu.</p>
<p>Sebelum panas, kita tuntaskan pekerjaan senang-senang kita disini sampe besok Minggu.  Hari ini menjelajah mulai dari Dermaga Tua di wilayah Pantai Ujung Genteng yang juga dikenal sebagai Pantai Aquarium, di saat laut surut air masih tersisa se mata kaki orang dewasa.  Kita dapat melihat banyaknya ikan-ikan hias yang terperangkap di batu-batu karang, menyaksikan mereka berkejar-kejaran dalam air seperti melihatnya di Aquarium.  Dan dilanjut di pantai-pantai sekitar seperti Pantai Cibuaya, Pantai Mina Jaya terakhir berhenti di Pantai Pangumbahan.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 560px"><img title="keong macan" src="/doc/keongmacan.jpg" alt="Keong macan dengan bumbu gulai" width="550" height="205" /><p class="wp-caption-text">Keong macan dengan bumbu gulai</p></div>
<p>Puas jalan-jalan sore di pesisir Ujung Genteng, sebelum pulang mampir dulu di tempat Pelelangan Ikan.  Dari sekian banyak jenis ikan, yang paling menarik buatku adalah Keong Macan, bukan keong berbentuk Macan, yang mirip cuman warna dan corak cangkangnya,  warna orange dengan bintik/ totol hitam kayak macan tutul.  Main di pantai gak makan ikan laut juga kurang bisa bikin tidur nyenyak sih.</p>
<h2>Menunggu Penyu Hijau bertelur di  Pantai Pangumbahan</h2>
<p>Malam ini saatnya belajar, jangan bobok dulu setelah makan kenyang.  Bagi kalian yang tidak pernah hormat dengan orang tua, mungkin dengan perjalanan malam ini akan ada artinya untuk  berobah dan bertobat,  kita akan  melihat bagaimana beratnya Penyu Hijau bertelur ke darat, saking beratnya semoga ini bisa jadi inspirasi bagimu buat selalu patuh dan taat sama orang tua, khususnya sama ibumu yang melahirkanmu.  Begitu pesen dari <em>guide (</em>gus de<em>) </em>yang nanti akan mendampingi kita selama proses penyu bertelur.  Sampe segitunya yah pikiran orang ini pada kita ???!!! karena udah males mikir sama otak, aku dengerin ocehanya dalam hati aja.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 560px"><img title="penyu hijau" src="/doc/penyuhijau.jpg" alt="Proses bertelurnya dibantu bidan sebanyak ini?" width="550" height="257" /><p class="wp-caption-text">Proses bertelurnya dibantu bidan sebanyak ini?</p></div>
<p>Gak nyangka masukknya, begitu deket dengan pantai ternyata udah berkumpul banyak orang di tengah malam gelap gulita gini, apalagi ini malam minggu waktu pasaran buat plesir dan pacaran.  Lain waktu kita kesininya malam jum&#8217;at aja ya om, biar ketemunya sama dukun yang juga lagi pengen plesir liat penyu <em>ngendok</em> (nelur).</p>
<p>Proses bertelurnya penyu dari awal kita diperbolehkan mendekat, pas si penyu sudah memulai mengeluarkan telurnya satu demi satu hingga hitungan 80 &#8211; 100 butir. Sebelumnya kita udah dikontek kalo selama jalan jangan menghidupkan alat penerangan, kalo pas ketemu ada penyu mau naik pasti terganggu dan mengurungkan niatnya bertelur. Seluruh proses kalo pengen tidak melewatkan melihat penyu sampe balik lagi ke laut kurang lebih selama 2 (dua) jam.</p>
<h2>Curug adalah Air Terjun: Cikaso</h2>
<p>Setelah kemaren kita berasin-asin di Pantai hingga tengah malam, hari ini kita akan cari suasana baru di Sungai Cikaso. Di sekitar Ujung Genteng rupanya menyimpan banyak tempat wisata alam Air Terjun atau Curug (bahasa lokal).  Anda bisa melihat data dan potensi wisata secara lengkap di situs pribadinya Bapak <a title="Jelajah Ujung Genteng" href="http://www.geocities.com/ujunggenteng" target="_blank">Petrus Suryadi</a>,  format situsnya masih menggunakan html, tapi muatan data dan informasinya sangat padat.  Sebelum ada CMS (Content Management System) yang canggih-canggih seperti sekarang ini, Pak Petrus Suryadi sudah mulai menyusun data dan informasi seputar Ujung Genteng secara konsisten hingga saat ini. &#8221; <em>Saya ingin Ujung Genteng dikenal masyarakat sebagai Nirwana Pantai Selatan Jawa Barat</em>&#8220;  dan pengen lebih dikenal masyarakat banyak seperti halnya mereka mengenal Pantai Anyer Mas, tulisnya melalui surat elektronik saat saya sapa lewat Fesbuk.  Mantap pak, saya juga mau <em>support</em> jika dibutuhkan pak, mungkin bisa bantunya buat urusan domain dan hosting laba-laba.,hehhehe</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 560px"><img title="air terjun cikaso" src="/doc/cikaso.jpg" alt="dingin...dingin....empuk" width="550" height="247" /><p class="wp-caption-text">dingin...dingin....empuk</p></div>
<p>Sekali lagi, Curug atau Air Terjun di daerah Ujung Genteng tidak hanya di Cikaso, bahkan jika anda suka dunia gelap di beberapa titik lokasi juga ada Gua. Rupanya disini termasuk daerah Karst (batu gamping), yang memang memungkinkan terdapat gua-gua alam, stalagtit dan stalagmit. Kesimpulannya&#8230; kalo mau menjelajah dari ujung ke ujung di Ujung Genteng, sebaiknya anda sediakan setidaknya waktu 3 (tiga hari), berangkat kamis malam, pulangnya minggu sore, dijamin puasss sampai titik darah penghabisan&#8230;.hehehhe</p>
<p>Mandi di Air Terjun rupanya acara terakhir jadi anak pantai, kebayang perjalanan pulang ke Jakarta lagi&#8230;..</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="400" height="267" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="flashvars" value="host=picasaweb.google.com&amp;captions=1&amp;hl=en_US&amp;feat=flashalbum&amp;RGB=0x000000&amp;feed=http%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2Fjusronfaizal%2Falbumid%2F5339096918121438113%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US" /><param name="src" value="http://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="400" height="267" src="http://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" flashvars="host=picasaweb.google.com&amp;captions=1&amp;hl=en_US&amp;feat=flashalbum&amp;RGB=0x000000&amp;feed=http%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2Fjusronfaizal%2Falbumid%2F5339096918121438113%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US"></embed></object></p>
<p><strong>Amandaratu Resort Ujung Genteng</strong><br />
Jl. Raya Ujung Genteng, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Sukabumi<br />
+62 (266) 649 2808 &#8211; +62 812 2143 3365 &#8211; +62 856 2450 4345<br />
resort@amandaratu.com<br />
<a title="amandaratu resort ujung genteng" href="http://amandaratu.com" target="_blank">www.amandaratu.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/jelajah/amanda-ratu-ujung-genteng.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kopipahit.com</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/kopipahitcom.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cakrawala/kopipahitcom.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2009 16:46:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Keanekaragaman]]></category>
		<category><![CDATA[Khatulistiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[fauna]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[
Pada suatu tengah malam sendirian, saya berpikir dalam hati *jangan-jangan di kepala gak ada otaknya????, kenapa ya Kopi selalu identik dengan begadang dan tidak tidur?,  tidak berselang lama ternyata saya temukan jawabannya disini [Minuman Lezat yang sempat Terlaran]. Tapi kenapa juga Luwak ; Musang, jawa: Garangan (Paradoxurus hermaphroditus) juga senang makan kopi? Apa juga dia suka ngelembur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="kopi pahit dot com" src="http://faizal.web.id/doc/kopipahit.jpg" alt="Kopi Pahit dot com" width="550" height="254" /></p>
<p>Pada suatu tengah malam sendirian, saya berpikir dalam hati *<em>jangan-jangan di kepala gak ada otaknya????, </em>kenapa ya Kopi selalu identik dengan <em>begadang dan tidak tidur?</em>,  tidak berselang lama ternyata saya temukan jawabannya disini [<a title="Kopi Minuman Lezat" href="http://netsains.com/2008/03/kopi-minuman-lezat-yang-sempat-terlarang/" target="_blank">Minuman Lezat yang sempat Terlaran</a>]. Tapi kenapa juga Luwak ; <em>Musang, </em>jawa<em>: Garangan (<span style="text-decoration: underline;">Paradoxurus</span> <span style="text-decoration: underline;">hermaphroditus</span>) </em>juga senang makan kopi? Apa juga dia suka <em>ngelembur</em> bikin <a title="Spider-Web" href="http://register.spider.web.id" target="_blank">website</a> dan coding PHP, atau lagi banyak proyek!. Jangan-jangan kita (Kopi, Luwak dan Manusia) memang tersusun dalam satu rantai &#8220;Jaring Makanan&#8221;<br />
<span id="more-96"></span></p>
<h2>Kopi Luwak</h2>
<p>Matahari &#8211;&gt; Tanaman Kopi &#8211;&gt; Luwak &#8211;&gt; Pengumpul Kotoran Luwak &#8211;&gt; Di Proses Tukang Kopi &#8211;&gt; Di Minum Tukang Ngopi</p>
<p><img title="Luwak" src="/doc/luwak.jpg" alt="Luwak - Musang - Garangan" width="550" height="310" /></p>
<p><strong>Kopi Luwak</strong> atau <strong>Kopi Musang, </strong>adalah kopi yang terbuat dari biji kopi yang telah dimakan dan telah lulus melalui sistem pencernaan Musang. Melalui kotorannya itulah akhirnya biji kopi berkualitas ini akan diproses hingga bisa tersedia untuk para penikmat Wedang Kopi.  Proses pembuatan biji kopi tersebut banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa dan Sulawesi Indonesia, beberapa dikenal juga di Filipina.</p>
<p>Dunia International mengenalnya juga sebagai <strong>Kopi Luwak</strong>, tidak ada padanan kata lainnya karena proses ini lebih banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia demi menghasilkan biji kopi yang aduhaiii&#8230; wekekekeke. Kopi apa yang paling mahal di dunia?.. Jika anda pernah tau tentang Jamaican Blue Mountain, Ethiopia Harrar, atau pun Kona Hawaii,  ketiga jenis tersebut  termasuk golongan biji Kopi berkualitas dan tentu saja mahal.  Tapi bukan itu yang termahal,  karena Kopi Luwak Asal Indonesia yang telah memiliki rekor harga tertinggi. Di Jepang dan Amerika, kopi ini terjual kepada para pengolah usaha Warung Kopi setiap Kilogramnya dibandrol $120 &#8211; $600.</p>
<p>Salah satu Kafe kecil di Australia, menjual secangkir  Kopi Luwak untuk pelanggannya dengan pasang harga $ 50, di London malah meningkat menjadi $ 99. Pemerintah Indonesia sudah seharusnya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kopi dan spesies yang satu ini, karenanya Dunia Internasional mengenal Indonesia melalui kolaborasi Flora dan Faunanya dalam wujud Kopi Luwak.</p>
<p><img class="alignnone" title="kopi luwak juga" src="http://fnctrl.com/img/faizal/kopi_luwak.jpg" alt="" width="208" height="173" /> <img class="alignnone" title="kopi luwak" src="http://fnctrl.com/img/faizal/kopi_luwak_logo.jpg" alt="" width="200" height="173" /></p>
<p>Anda mungkin benar-benar belum tahu kalo Kopi Luwak dikenal dunia International sebagai produk eksklusive, coba saja liat tayangan CNN tentang produk ini, meskipun judul tayangan ini menunjukkan <em>claim</em> yang tidak profesional. &#8220;Michigan Cat Poop Coffee&#8221; bener-bener judul yang tidak tepat karena kurang informasi&#8230;.gaul dong boss!! Luwak aja gaull kok..</p>
<p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=Gb13iFRYIvA"><img src="http://img.youtube.com/vi/Gb13iFRYIvA/default.jpg" width="130" height="97" border=0></a></p>
<p>Bagaimana si Luwak bisa merubah rasa pada tiap-tiap biji kopi sehingga bisa menghasilkan &#8220;Rasa Mahal&#8221;. Pada habitatnya Musang tidak saja makan biji kopi saja, melainkan juga buah-buahan lainnya. Yang dia makan dan pilih hanyalah biji kopi yang tua dan matang saja, tidak dikunyahnya langsung kecuali ditelannya bulat dengan hanya menguliti bagian luar buah Kopi.</p>
<p><img class="alignnone" title="kopi dan luwak" src="http://fnctrl.com/img/faizal/luwaknkopi.jpg" alt="" width="500" height="375" /></p>
<p>Didalam lambung musang, biji kopi tidak dapat terurai dan tetap utuh, tetapi pada proses di lambung tersebut biji kopi mengalami modifikasi, enzym lambung merubah rasa yang tajam dan pahit diduga telah terserap dan tergantikan dengan rasa unik dan meningkatkan rasa manis pada biji kopi tersebut. Prosentase kandungan kafein juga lebih menurun dari sebelumnya.</p>
<p><img title="kotoran luwak" src="http://fnctrl.com/img/faizal/kotoranluwak.jpg" alt="Kotoran dan Biji Luwak Basah, masih perlu proses menjadi biji kering" width="550" height="246" /></p>
<h2>Hitam itu tidak selalu manis</h2>
<p>Saya sendiri termasuk golongan luwak.. ups.. maksud saya penggemar berat Kopi Hitam, beda banyak sama Luwak, soale biji kopi gak langsung di <em>untal</em> (telen). Dulunya termasuk golongan Nasgitel &#8211; Panas Legi Kentel, campuran gula dan kopi hampir sebanding takarannya, bau gula pada kopi harus terasa bener. Tapi sekarang selera agak beda berputar 360 derajat  * <em>lak balik lagi mas&#8230;??. </em> Karena udah ngerasa Manis, campuran gula udah gak dibutuhkan lagi, Kopi Hitam gak usah pake gula, manisnya kopi ditengah-tengah pahitnya punya <em>taste</em> yang agak berbeda timbang gula, rasanya menyengat pada jari kelingking saya * <em>udah mulai gak fokus</em></p>
<h2>Resep Rahasia Kopi Pahit</h2>
<p>Gak lengkap rasanya kalo cuman baca blog tapi gak ada yang dibawa pulang sebagai hidangan pagi atau sebelum tidur malem. Ini juga karena dapat bocoran dari beberapa restoran terkemuka bagaimana menghidangkan Kopi enak dengan bahan murah. Kebanyakan pembuat Kopi jarang memperhatikan detail teknis sehingga seringkali merusak rasa yang seharusnya tidak terjadi, contohnya saja  menggunakan gelas plastik untuk minum kopi, jelas-jelas sangat tidak disarankan.</p>
<h3>Alat dan Bahan</h3>
<ul>
<li>Gelas dan Sendok dari bahan beling</li>
<li>Kopi Kapal Api</li>
<li>Gula</li>
<li>Air Putih</li>
<li>Kompor, bahan bakar dan panci</li>
</ul>
<h3>Proses dan Resep Pertama</h3>
<ol>
<li>Masak Air hingga mendidih dalam panci di atas kompor, pastikan mendidih jangan anget atau suam-suam kuku. Tidak diperkenankan pake air panas dari water heater dan turunannya, panasnya kurang mantep.</li>
<li>Masukkan takaran kopi secukupnya, kali ini jangan langsung di campur dengan gula. Resikonya memang gelas bisa pecah/retak jika dituang air mendidih. Apalagi jika gelas biasanya dipake minum air dingin.</li>
<li>Tuang air panas ke gelas dan aduk secara merata, umumnya akan terlihat buih kopi dan tercium aroma wangi kopi</li>
<li>Campurkan gula secukupnya dan aduk lagi hingga merata.</li>
<li>Gelas di tutup dan siap di sruput jika sudah tidak terlalu panas.</li>
</ol>
<h3>Proses dan Resep Kedua</h3>
<ol>
<li>Campurkan takaran umumnya anda membuat kopi pada gelas, Kopi, Gula dan Air dingin</li>
<li>Campuran tersebut tuang di panci dan masaklah sampai benar-benar mendidih</li>
<li>Siap di sajikan dalam gelas beling dengan tutup gelasnya</li>
<li>Selamat mencoba</li>
</ol>
<h2>Warung Kopi</h2>
<p>Kalo ada yang mau buka Warung Kopi, ajak-ajak saya yah&#8230; setidaknya jadi tester sebelum dibuka untuk umum.</p>
<h2>Pranala Rujukan</h2>
<ol>
<li>This Coffee Kids -<a title="starbucks" href=" http://thiscoffeekids.com" target="_blank"> http://thiscoffeekids.com</a></li>
<li>Coffee Online Magazine - <a title="Coffee Online" href="http://coffeeonlinemagazine.com" target="_blank">http://coffeeonlinemagazine.com</a></li>
<li>Merdeka Coffee - <a title="Merdeka Coffe" href="http://www.merdekacoffee.com" target="_blank">http://www.merdekacoffee.com</a></li>
<li>Anomali Coffee - <a title="Anomali Coffee" href="http://www.anomalicoffee.com" target="_blank">http://www.anomalicoffee.com</a></li>
<li>Kopi Luwak Wikipedia &#8211;  <a title="Kopi Luwak" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kopi_Luwak">http://en.wikipedia.org/wiki/Kopi_Luwak</a></li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cakrawala/kopipahitcom.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jika handak meRakit ke Hulu, sebaiknya Bisa Berenang ke Tepian</title>
		<link>http://faizal.web.id/sosok/belajar-berenang-ke-tepian.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/sosok/belajar-berenang-ke-tepian.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 17:37:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[olah raga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu saat di pinggiran kolam renang Klub Hijau Bilabong. Conk, kayaknya elo cocok dan pas banget kalo mau jadi instruktur renang!, usul Acil (anak cilandak) penuh semangat dengan gaya dan logat Betawinya. Duitnya lumayan itu Conk!, ratusan ribu per anak lagi..!, lebih bersemangat lagi dari sebelumnya. Mungkin juga karena dia tahu aku gak pernah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignnone" style="width: 560px"><img title="belajar berenang" src="http://jusronfaizal.googlepages.com/renang.jpg" alt="dari sekian yang ada, gaya manakah yang tidak layak untuk di kolam renang?" width="550" height="247" /><p class="wp-caption-text">gaya manakah yang tidak layak untuk di kolam renang? @Klub Hijau Billabong</p></div>
<p>Pada suatu saat di pinggiran kolam renang Klub Hijau Bilabong. Conk, kayaknya elo cocok dan pas banget kalo mau jadi instruktur renang!, usul Acil (<em>anak cilandak</em>) penuh semangat dengan gaya dan logat Betawinya. Duitnya lumayan itu Conk!, ratusan ribu per anak lagi..!, lebih bersemangat lagi dari sebelumnya. Mungkin juga karena dia tahu aku gak pernah pegang duit tapi bisa berenang??. Emangnya orang sini kalo pengen belajar berenang kudu nyari Guru yah Cil?, bukannya sudah cukup belajar dan berGuru langsung kepada Sang Air Cil??!!&#8230;(<em>mulai rada ngawur</em>)&#8230;Mboohh kahh Conk!!! reflek serapah Acil dengan logat Maduranya,  <em>ujug-ujug </em>dia lupa dengan gaya Padangnya. Cil, sebenernya kamu itu Betawi, Madura atau Padang sih?!!!! gemess!!<span id="more-89"></span></p>
<p>Wokeh!, lupakan aja sejenak tentang Belajar Berenang dengan Kursus dan Guru Renang,  Sang Acil akhirnya meng-inspirasi saya untuk menuliskan pengalaman Belajar Berenang bareng <a title="annisa azzahra" href="http://azzahra.co.cc" target="_blank">Annisa Azzahra</a>, anak perempuan saya yang berumur 3 (tiga) tahun dan lagi mencoba menemukan gaya terbaiknya di Air (Kolam Renang) dan <a title="zahran bahy faizal" href="http://zahranbahy.co.cc" target="_blank">Zahran Bahy Faizal</a> yang saat ini masih berumur 2 (dua) tahun dan lagi meniru-niru gerakan Kakaknya.</p>
<h2>Kenapa harus bisa berenang? Pentingkah?</h2>
<p>Alasan kenapa saya lebih memilih olahraga renang, karena olahraga lainnya gak bisa! suer!!, mungkin karena gak suka akhirnya gak pernah belajar untuk bisa, mulai dari volley, sepakbola, catur, ping pong, tapi kalo bulu tangkis bolehlah dikit-dikit. Tapi lain kasusnya lho kalo untuk olah raga yang mengandung &#8220;ing&#8221;, selain mancing misalnya hiking, climbing, caving, rafting dan ing-ing lainnya *<em>kencing</em> dan <em>ngising</em> bukan termasuk olah raga lho ya.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 522px"><img title="berenang sama bebek" src="http://lh4.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWGjXZV05I/AAAAAAAABGA/vGoEr4qSxEk/s512/renang-15.jpg" alt="Kalo gak bisa renang, kemana-mana kudu gak malu pake ban bebek" width="512" height="384" /><p class="wp-caption-text">Kalo gak bisa renang, kemana-mana kudu gak malu pake ban bebek @Telaga Golf</p></div>
<p>Pengalaman nyata menarik lainnya pas <em>interview</em> saat hendak bekerja di Kalimantan Tengah, setelah Boss melihat segala kelengkapan dan persyaratan untuk bekerja semuanya dah oke.  Tinggal satu lagi pertanyaan sepele tapi sangat menentukan jadi atau batal kerja.  &#8220;<strong>Bisa berenang gak mas?</strong>&#8221; dengan senang hati Bisa pak!!, jawabku manstaff. Wah syukur mas, besok berangkat langsung yah&#8230;!! kalo anda gak bisa berenang wah&#8230; bisa jadi pertimbangan penting gak jadi kerja atau belajar dulu. Di Kalimantan kan banyak sungai yang mengandur air mas, saya pastikan akan pernah mengalami kecebur sungai karena beberapa hal. Wahhhh&#8230;..</p>
<blockquote><p>Rasulullah SAW juga berpesan kepada kaum Muslimin untuk mengajarkan olahraga pada anak-anaknya.&#8221;<em>Hak anak (atas orang tuanya) adalah diajari menulis, berenang, dan melempar (panah dan tombak)</em>.&#8221; (HR Ibnu Baihaqi). Pesan senada juga disampaikan Umar bin Khathab, &#8221;<em>Ajarilah anak-anak Kamu sekalian belajar memanah, berenang, dan berkuda</em>.&#8221;</p></blockquote>
<p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=oFUuozz5hXQ"><img src="http://img.youtube.com/vi/oFUuozz5hXQ/default.jpg" width="130" height="97" border=0></a></p>
<p>Satu lagi alasan lainnya kenapa saya suka dan hobby renang.  <strong>Karena olah raga ini sangat irit</strong>, cuman modal celana dalam aja dah oke,  malah lucu kalo pake pakaian lengkap, cukup punya <em>kancut</em>.   Lainnya yang saya sukai lagi adalah olah raga ini, meski cukup menguras energi tapi gak mengeluarkan keringat hehehehehe</p>
<p><strong>Buat Keluarga</strong>,  tidak perlu susah kalo ente mau mendefinisikan <em><strong>Rekreasi atau Wisata</strong></em> bersama keluarga. Rekreasi bukan berarti harus menunggu hari libur yang panjang, tempat yang jauh dari rumah, menginap di hotel.  Berenang adalah rekreasi juga kok, bisa diakses kapan aja, dengan biaya yang murah. Ada banyak manfaatnya bagi keluarga, karena dengan bermain air bersama, gendong-gendongan, main pelambung juga menjadikan jalinan hubungan fisik dan  emosional yang cukup baik antara si anak dan orangtua.  Cobalah!!&#8230;.</p>
<h2>Salah Kaprah yang Umum tentang belajar berenang.</h2>
<ul>
<li>Baru pertama nyemplung air sudah belajar tentang gerakan berenang. Sebenarnya gak masalah juga sih, tapi umumnya selalu kalah dengan bagaimana mengatasi kondisi pas kepala kelelep ke dalam air. Sebelum pernah merasa enjoy ada di dalam air, rasanya belum perlu belajar tentang gerakan.</li>
<li>Kalo yang ini khusus peringatan buat Kaum Perempuan jika dapat Tutor dadakan di Kolam renang. Mendadak dia akan menawarkan diri untuk memegangi kedua tangan anda atau menopang perut anda sementara anda dengan posisi tengkurap dan sibuk dengan gerakan tangan dan kaki, moga-moga sang tutor memang tulus dan tidak punya niatan lainnya hehhehehhe</li>
<li>Berharap bisa Berenang hanya dengan membaca blog ini, tutorial atau buku pelajaran renang, belajar berenang ya harus di air mas!!</li>
</ul>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 522px"><img title="main air" src="http://lh3.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWFml5XurI/AAAAAAAABFc/jw6QWBPobx0/s512/renang-6.jpg" alt="Berenang yukk Annisa@Margorejo Surabaya" width="512" height="384" /><p class="wp-caption-text">Berenang yukk Annisa@Margorejo Surabaya</p></div>
<p><strong>Catatan Penting</strong>, sebelum membaca tahap demi tahap yang harus diyakini (<em>kalo gak yakin berarti bukan termasuk golongan yang beriman</em>) bahwa bisa berenang itu tidak cukup hanya dengan membaca blog ini, tentu saja saya tidak menyarankan anda untuk membawa dan membaca catatan saat lagi nyemplung di air nanti.  Intinya, untuk belajar berenang syarat mutlaknya adalah harus ada air dan kolam atau kolam dan air.</p>
<h2>Tips yang Pertama : Berguru kepada Air</h2>
<h3>Tips awalan buat Usia Dewasa</h3>
<p>Kalo anda sudah terlanjur tua dan masih belum bisa berenang, perlu anda sadari bahwa bagian anggota tubuh kita yang jarang kecelup air adalah bagian leher dan kepala. Jika anda gak punya rambut dan gak perlu keramas, bisa jadi bagian ini hampir gak pernah kesentuh air, kecuali pas untuk memenuhi kebutuhan persyaratan suci dari hadats besar.</p>
<p>Kenapa bagian ini agak gak suka air? ya karena banyak lobang! mohon diingat bahwa air bergerak dari atas ke bawah dan memenuhi ruang-ruang kosong, dan pasti kalo kepala masuk ke air ruang kosongnya adalah Mulut, Hidung dan Kuping.  Kuping dan lainnya kemasukan air itu sebenernya lumrah aja sih, masalahnya karena kita tidak terbiasa dan yang terakhir Panik!! karena panik akhirnya semua gerakan semakin tidak terkontrol, termasuk tanpa sengaja menghirup air sebanyak-banyaknya.</p>
<p><img class="alignnone" title="tenggelamkan kepalamu" src="http://lh5.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWFrwpwnGI/AAAAAAAABFg/dVQ9lPgVz14/s288/renang-7.jpg" alt="" width="216" height="288" /> <img class="alignnone" title="jangan nangis" src="http://lh3.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWFO2Ze3pI/AAAAAAAABFM/L2jrFuNfqG0/s288/renang-2.jpg" alt="" width="216" height="288" /></p>
<p><em>tenggelamkan kepalamu dan jangan nangis, apalagi teriak-teriak</em></p>
<p>Yang harus anda lakukan di level pertama ini adalah, Biasakan kepalamu terbenam ke dalam air dan ciptakan rasa tenang ketika semua terbenam kedalam air. Saya sangat menyarankan untuk tidak mencoba di kolam yang keruh dan tidak terlihat dasarnya. Kolam renang sangat tepat untuk level ini.</p>
<ul>
<li>Anda berpura-pura seperti sandal jepit yang sedang mengambang di atas air, kepala dan seluruh tubuh menghadap ke dalam air. Kita-kira begitulah posisi saat anda mati di air nanti.. hussshhhh!! kok sampe ke masalah mati sih??!!! maaf pemirsa, agaknya saya kesulitan menggambarkan situasi dalam tulisan, karena posisi ini seperti orang mati di air&#8230;hiks&#8230; kira-kira gitu lah yah..gak usah diperpanjang. Masak kok disuruh membayangkan mati mengambang di air??!!! gak masuk akal!!!!</li>
<li>Cobalah di kedalaman yang anda tidak harus tenggelam seluruhnya, bisa mulai dengan duduk, kedua tangan memegang kuat kedua kaki kita dalam posisi duduk kayak kodok, dan bervisualisasi seperti batu yang tenggelam di dalam air. Rasakan titik tenang diri anda disini, pelan-pelan dari tenggelam akan mengambang sehingga akhirnya bagian kepala akan menyentuh permukaan air.</li>
<li>Bermain batu, ambil sebiji atau beberapa batu.. suruh orang lain melemparkan ke dalam kolam.. dan anda yang mengambilnya untuk diserahkan kembali ke tuan anda.. lho??!! lebih menarik lagi kalo ada pengunjung lain yang mau melemparkan uang koinnya untuk anda. Cara ini sangat efektif khususnya untuk melatih anak kecil, dengan permainan ini mereka sudah gak sadar ternyata dan pelan-pelan akan bisa menguasai diri di dalam air. Kemasan lainnya bisa dengan lomba tahan nafas di dalam air, berlama-lama memegang dasar kolam dan silahkan dikembangkan sendiri biar lebih menarik.</li>
</ul>
<h3>Tips mengawali Untuk Anak-anak anda</h3>
<p>Melatih anak-anak dari dini sangat baik, saya memulainya dengan anak-anak mulai dari umur 6 (enam) bulan. Dan hampir setiap minggu dapat dipastikan selalu bermain air di kolam renang bareng-bareng. Awalnya saya perkirakan Annisa akan berani mengambang dan bergerak di air sekitar 4 (empat) tahunan, namun ternyata lebih cepet dari yang saya perkirakan. Saat ini dia sudah enggan pake ban (pelampung) dan sangat menikmati tiap kali memakai kaca mata renang pink-nya.</p>
<p><img class="alignnone" title="sabar" src="http://lh5.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWFWOKLbwI/AAAAAAAABFQ/qECV8PZ18BQ/s288/renang-3.jpg" alt="" width="216" height="288" /> <img class="alignnone" title="gendong" src="http://lh6.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWFbqU-nnI/AAAAAAAABFU/-hvyFNV4iLU/s288/renang-4.jpg" alt="" width="216" height="288" /></p>
<p><em>selalu diawali dengan takut, tapi itu gak akan lama kok.. tunggu aja</em></p>
<ul>
<li>Konsepnya adalah bermain, sebagai orang tua (<em>ente lahir duluan, lebih sabar dong</em>) tidak perlu memaksakan diri kepada anaknya segera cepet bisa berenang. 3 (tiga) bulan bisa berenang? iya? buat apa?. anak-anak gak akan kehabisan waktu kok untuk belajar dan berenang, mereka selalu punya waktu yang cukup banyak untuk bermain dengan air. Annisa butuh 4 kali hadir, sampe bener-bener dia berani masuk ke kolam air dan bermain air, Zaqy adeknya malah lebih cepet, sekali dah langsung mau masuk. Semuanya oke kok, salah satu tidak lebih baik dari yang lain. Biarkan aja lepas, dan kasih waktu mereka untuk mengenalinya lebih baik. Jangan dipaksa!! ini kan sudah negara Merdeka!! sudah lepas dari belenggu penjajahan dan pemaksaan.</li>
</ul>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 522px"><img title="main batu" src="http://lh6.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWFyEvo6PI/AAAAAAAABFk/qJlu8AUWx3g/s512/renang-8.jpg" alt="ambil batunya di dalam air annisa...." width="512" height="384" /><p class="wp-caption-text">ambil batunya di dalam air annisa.... @cimanggis</p></div>
<ul>
<li>Sebaiknya anda sebagai orang tuanya juga sudah bisa berenang, ini pasti akan memicu keinginan sang anak untuk meniru bapak/ibunya yang bisa berenang, meniru orang lain juga gak masalah sih. Dari tahap main-main sampe ada keinginan bisa berenang, pengalaman dengan Annisa membutuhkan cukup banyak waktu, tidak sebentar, setahun-dua tahun-tiga tahun.. oke aja semua. Bakat meniru dari anak kepada orang tua memang sangat dahsyat. Kira-kira gini, kalo anda pengen mengajarkan anak agar mau belajar sholat, ya kudu dimulai dari diri sendiri dulu, sang anak pasti akan mencoba meniru apa yang sering anda lakukan, salah satunya sholat lima waktu.</li>
</ul>
<h2>Tips Ke Dua : Mulailah meluncur seperti Torpedo</h2>
<p>Mulailah dengan gerakan mendorong dari kaki ke dinding kolam renang sekuatnya, dan meluncur dengan kecepatan penuh sampai perlahan melambat, di awal latihan anda cukup menikmati gerakan dorongan tadi sampai benar-benar berhenti. Latihan ini seperti latihan keseimbangan jika belajar Bersepeda, anda cukup menahan keseimbangan tubuh agar tetap lurus dan tidak bergoyang ndangdut.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 522px"><img title="torpedo" src="http://lh5.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWGxIObfyI/AAAAAAAABGM/XiblrKo-Jz4/s512/renang-18.jpg" alt="annisa mulai menikmati gerakan majunya" width="512" height="384" /><p class="wp-caption-text">annisa mulai menikmati gerakan majunya @tirtamaya 1</p></div>
<p>Latih berulang-ulang tahapan meluncur ini sampai menemukan sendiri titik keseimbangan anda dengan air, jika dirasa cukup mulailah dengan gerakan mendayung dengan kaki. Bertahap sesekali mendayung, berhenti, mendayung lagi, berhenti dan seterusnya sampai bisa melakukan gerakan mendayung terus menerus.</p>
<h2>Tips Ke Tiga : Jangan tutup matamu dengan tanganmu, tapi gerakkanlah keduanya.</h2>
<p>Gerakan kaki dan tangan dalam berenang seperti juga gerakan kaki dan tangan saat kita berjalan/berlari. Saling bergantian membentuk irama dan ritme. Tidaklah mungkin saling bertabrakan satu sama lainnya.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 522px"><img title="gerakan tangan" src="http://lh6.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWGnCZocHI/AAAAAAAABGE/MaHO5wKgOBc/s512/renang-16.jpg" alt="Gerakan tangan annisa mengayun dengan kekuatan penuh" width="512" height="384" /><p class="wp-caption-text">Gerakan tangan annisa mengayun dengan kekuatan penuh @tirtamaya 2</p></div>
<h2>Tips Ke Empat : Bernafaslah dengan udara, selayaknya seperti para manusia lainnya.</h2>
<p>Karena kita punya paru-paru dan bukan insang, juga dipastikan bukan Deny Manusia Ikan. Maka.. tahapan terakhir setelah lancar dengan gerakan tangan dan kaki adalah mengambil nafas. Gerakan mengambil nafas tidak berdiri sendiri, terkait dengan gerakan tangan ataupun kaki (<em>tergantung gaya renang yang dipilih</em>). Bisa jadi gerakan kaki ikut mendorong naiknya kepala untuk ambil nafas atau gerakan tangan memberikan kesempatan kepala untuk bisa miring sedikit dan mengambil nafas.  Secukupnya aja yah&#8230; dan sebaiknya melatih ambil nafas dengan Mulut, bukan dengan hidung, timbang keselek.</p>
<p><img class="alignnone" title="dadah" src="http://lh4.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWGeu_cgVI/AAAAAAAABF8/DwuIXIwYYbw/s220/renang-14.jpg" alt="" width="220" height="165" /> <img class="alignnone" title="kacamata" src="http://lh4.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWGWYJxkTI/AAAAAAAABF4/OmmwDGlnFw8/s220/renang-13.jpg" alt="" width="220" height="165" /></p>
<p>Pemirsa, itulah secara ringkas tahap demi tahap tentang bagaimana belajar berenang. Kalo sampe titik terakhir ini masih saja males belajar sendiri, silahkan panggil guru atau belajar di <a title="akademi renang" href="http://www.akademi-renang.com/" target="_blank">Akademi Renang</a> (<a title="akademi renang" href="http://www.akademi-renang.com/" target="_blank">http://www.akademi-renang.com</a>) yang diasuh oleh tenaga-tenaga profesional, mungkin juga bisa mengantarkan anda jadi atlit renang di kemudian hari. Dan kalo pengen mempelajari teknik gerakan yang sempurna bisa juga belajar disini <a title="belajar renang" href="http://abdurrosyid.wordpress.com/2008/04/01/belajar-berenang/" target="_blank">http://abdurrosyid.wordpress.com/2008/04/01/belajar-berenang/</a></p>
<p><object width="400" height="267" data="http://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" type="application/x-shockwave-flash"><param name="flashvars" value="host=picasaweb.google.com&amp;captions=1&amp;hl=en_US&amp;feat=flashalbum&amp;RGB=0x000000&amp;feed=http%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2Fjusronfaizal%2Falbumid%2F5338319092524012945%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US" /><param name="src" value="http://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" /></object><br />
<em>uconkie: masih panjang dan masih banyak waktu bisa berenang  bareng  nisa dan zaqy  pada tiap-tiap minggunya</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/sosok/belajar-berenang-ke-tepian.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat Kolam Renang di Belakang Rumah</title>
		<link>http://faizal.web.id/tutorial/membuat-kolam-renang-di-belakang-rumah.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/tutorial/membuat-kolam-renang-di-belakang-rumah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2008 16:20:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu sore di belakang rumah, Tidak satupun ada anak kecil yang tidak suka main air, demikian juga dengan Nisa dan Zaqy dari sejak umur 5 bulan selalu dibawa main ke kolam renang tiap minggu sama Ramanya, pada setiap ada kesempatan dan hari libur. Melihat cucunya hoby berenang muncul ide kreatif dari Eyang Kakungnya untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><img title="kolam ikan patin" src="/doc/kolam_patin.jpg" alt="Kolam Pengembangan Bibit Ikan Patin, cikal bakal ide awalnya" width="550" height="303" /><p class="wp-caption-text">Kolam Pengembangan Bibit Ikan Patin, cikal bakal ide awalnya</p></div>
<p>Pada suatu sore di belakang rumah, Tidak satupun ada anak kecil yang tidak suka main air, demikian juga dengan Nisa dan Zaqy dari sejak umur 5 bulan selalu dibawa main ke kolam renang tiap minggu sama Ramanya, pada setiap ada kesempatan dan hari libur. Melihat cucunya hoby berenang muncul ide kreatif dari Eyang Kakungnya untuk membuatkan kolam renang sendiri di belakang rumah. Itung-itung ngobati para cucu yang kecewa karena kolam renang bulat tiupnya yang kedua kalinya dibeli harus bocor lagi.<span id="more-72"></span></p>
<p>Definisi kolam renang bagi anak-anak adalah bangunan seperti bak dengan ukuran besar dan berisi air, badan kita bisa masuk didalamnya, bergerak bebas untuk berlari dan tenggelam, lebih bagus jika ada air mancur dan bunyi-bunyian lagu anak-anak. Anak-anak memang tidak pernah memilih dengan bagus bentuknya, mahal harganya, bahkan masalah kebersihan sekalipun.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><img title="Kolam Renang" src="/doc/kolam.jpg" alt="Senengnya mereka bisa maen air di belakang rumah tiap pagi dan sore" width="550" height="273" /><p class="wp-caption-text">Senengnya mereka bisa maen air di belakang rumah tiap pagi dan sore</p></div>
<p>Karena pernah suatu kali main di kolam renang pada hari libur besar, dengan kondisi air kolam keruh karena saking banyaknya pengunjung, mereka tetap saja enjoy, tidak terusik dengan penuh sesak dan sampah yang mengambang dimana-mana, justru kita yang dewasa ini merasa jorok dan jijik. Tapi coba saja pas saat itu kira urungkan untuk berenang dan membawa mereka kembali pulang……wah bisa terjadi perang bintang, teriakan mereka berdua lebih kenceng dari meriam dan granat jika kita nyoba mencegah untuk tidak nyemplung ke kolam saat itu.</p>
<h1>Bahan Murah dan Buatan Keluarga sendiri</h1>
<p>Kolam renang permanen dirumah? saya rasa juga tidak terlalu penting untuk diadakan, adanya kolam renang di rumah bukan berarti meniadakan jadwal renang di luar rumah. Oke..berarti saya cuman butuh kolam yang sederhana, bisa dibongkar mudah dan tentu saja biaya murah.</p>
<p>Membangun sebuah kolam renang kecil ukuran 1.2 m x 2.5 m tidaklah susah, hanya dengan menggunakan bahan-bahan sederhana dan mudah didapat di toko bangunan disekitar rumah anda. Batako tanah untuk bagian dinding kolam yang direkat dengan campuran semen dan pasir, bambu dibelah dua bagian untuk bagian permukaan agar tidak tajam sehingga bisa menggores tubuh, dan terpal warna biru untuk menampung air, sangatlah tepat jika memilih warna biru bernuansa warna laut atau langit, karena tidak silau jika terkena sinar matahari, tidak terlalu gelap dan terlihat jernih.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><img title="pancuran" src="/doc/pancuran.jpg" alt="Lebih lengkap jika ditambah pancuran, juga masih buatan sendiri" width="550" height="320" /><p class="wp-caption-text">Lebih lengkap jika ditambah pancuran, juga masih buatan sendiri</p></div>
<p>Agar lebih menarik, selang pemasukan untuk mengisi air kolam dibuatkan dalam bentuk pancuran, ini juga dari bahan-bahan pipa paralon yang ada dan tinggal tempel dan pasang. Jika pengen lebih menarik dan dapat mengatur besar kecilnya keluaran air, dapat dibelikan pancuran siap jadi yang bisa dibeli di toko bangunan.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.youtube.com/watch?v=NQ9OFWTkWG4"><img src="http://img.youtube.com/vi/NQ9OFWTkWG4/default.jpg" width="130" height="97" border=0></a></p>
<p>Karena di rumah ada alat untuk sit up yang tidak lagi digunakan, sama Eyang Kakungnya dimasukkan ke Kolam renang dan jadilah Papan Luncuran yang aman untuk anak-anak, karena menggunakan permukaan dari busa dan plastik sehingga tidak akan mencederai kulit anak-anak. Tahu sendiri bagaimana anak-anak main air, lari-lari, loncat, bahkan bisa terjun bebas. Tingkah yang demikian Ini yang bikin kolam bundar mereka sering bocor, mungkin memang tidak dirancang untuk anak yang bertingkah berlebih.</p>
<h1>Biar Tetap Bersih dan Bebas Kuman</h1>
<p>Setiap kali usai berenang, tentu saja air kolam tidak langsung dibuang, sayang dan memang masih terlihat bersih. Tapi jika kolam berada di kebun tentu akan cepat kotor apalagi jika kemasukan air dari genteng ketika hujan. Dalam beberapa hari berada di areal terbuka, dasar kolam biasanya muncul binatang-binatang kecil seperti cacing, dan beberapa kotoran akan bisa menyebabkan gatal-gatal jika hari berikutnya masih dipakai untuk berenang.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><img title="Berenang kayak ikan" src="/doc/kolam_renang.jpg" alt="Sesekali perlu juga di keringkan dan dibiarkan terkena matahari, biar kuman pada lenyap" width="550" height="360" /><p class="wp-caption-text">Eyang Putrinya dengan sabar menunggui dan menjaga cucu-cucunya berenang</p></div>
<p>Awalnya, Eyang Putrinya memberikan obat anti kuman untuk bayi, tapi dengan luasan seperti itu akan terasa boros dan mahal. Solusinya terpaksa harus melakukan perawatan dan bersih kuman seperti halnya kolam renang umumnya. Tambahkan sedikit kaporit untuk membersihkan air sekaligus menghilangkan kuman dan binatang pengganggu lainnya. Kolam renang aman dan bersih serta anak-anak tetap bisa bermain sepuasnya.</p>
<h1>Jadi Kolam Ikan Gurame dan Patin, juga Oke!</h1>
<p>Dengan prinsip 3 M, mudah, murah dan mereka bisa tetep main air adalah tips dan info untuk kali ini. Kalo mereka sudah mulai bosan dan tidak mau lagi berenang, gantikan aja sebagai kolam ikan untuk kebutuhan konsumsi sendiri. Tapi sepertinya sampai sekarang ini mereka kok belum ada bosannya yah? hehhehe</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><img title="kolam gurame" src="/doc/kolam_gurame.jpg" alt="Kolam pembesaran Ikan Gurame" width="550" height="349" /><p class="wp-caption-text">Kolam pembesaran Ikan Gurame</p></div>
<p><em>uconkie: pengen bisa kayak mereka lagi, pencilakan!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/tutorial/membuat-kolam-renang-di-belakang-rumah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perahu dan Cadik Nusantara</title>
		<link>http://faizal.web.id/jelajah/perahu-dan-cadik-nusantara.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/jelajah/perahu-dan-cadik-nusantara.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 17:56:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[Keanekaragaman]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sungai]]></category>
		<category><![CDATA[wisata alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu sore di sungai Batanghari Jambi, naik Ketek dan berkeliling sungai rupanya sudah menjadi ajang rekreasi bagi wisatawan kayak saya pada saat itu. Status saya bersama kawan lain saat itu memang sebagai pelancong kota, tapi tidak pernah mengira kalo akhirnya harus dibawa keliling sungai naik Ketek, perahu kayu dengan mesin diesel buatan cina. 
 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img title="ketek batanghari" src="http://farm3.static.flickr.com/2371/2503946329_0739055a9a.jpg?v=0" alt="Naik Ketek di Sungai Batanghari Jambi" width="500" height="332" /><p class="wp-caption-text">Naik Ketek di Sungai Batanghari Jambi</p></div>
<p>Pada suatu sore di sungai Batanghari Jambi, naik Ketek dan berkeliling sungai rupanya sudah menjadi ajang rekreasi bagi wisatawan kayak saya pada saat itu. Status saya bersama kawan lain saat itu memang sebagai pelancong kota, tapi tidak pernah mengira kalo akhirnya harus dibawa keliling sungai naik Ketek, perahu kayu dengan mesin diesel buatan cina. <span id="more-61"></span></p>
<p><img class="alignnone" style="border: 0pt none;" title="jukung" src="http://lh3.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/SSuLsH2XGmI/AAAAAAAAAv4/sF0hp18fmWM/s288/jukung.jpg" alt="" width="270" height="134" /> <img class="alignnone" title="dayung" src="http://lh4.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/SSuLr-udddI/AAAAAAAAAvg/XLkbFumI4Cc/s288/dayung.jpg" alt="" width="270" height="137" /></p>
<p>Indonesia memang memiliki tingkat keanekaragaman budaya yang cukup berlimpah, jumlah suku dan bahasa daerah, juga jenis dan bentuk perahu atau cadik yang cukup beragam dari masing-masing daerah. Yang terkenal di Nusantara bahkan dikenal dunia adalah Kapal Pinisi nya orang Bugis &#8211; Makasar.  Pinisi adalah kapal kayu lokal yang difungsikan membelah lautan Indonesia untuk misi perdagangan dan penangkap ikan.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 522px"><img title="Bandara Lanting" src="http://lh3.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/SSuNAOWz0EI/AAAAAAAAAwc/MRvDP_xsoS8/lanting.jpg" alt="Bersandar di dermaga Lanting depan Rumah" width="512" height="334" /><p class="wp-caption-text">Bersandar di dermaga Lanting depan Rumah</p></div>
<p>Jika dilaut ada Pinisi, di sungai Indonesia lebih banyak lagi merek perahu/cadik bertebaran. <strong>Ketek</strong> di Sungai Batanghari Jambi, <strong>Kelotok</strong> di Sungai Kahayan mulai dari Palangkaraya hingga Banjarmasin, <strong>Ketinting</strong> di Sungai Mahakam Samarinda, <strong>Jonson</strong> di Papua dan masih banyak lagi yang belum saya tahu. Soale cuman yang bisa disebut disini saja yang pernah langsung saya nikmatin. Belum lagi sejumlah kapal-kapal penangkap ikan.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 522px"><img title="taken" src="http://lh3.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/SSuNRMqvR_I/AAAAAAAAAws/2fJtYqtXC6M/taken.jpg" alt="Seorang Taken sedang membantu mengarahkan laju Perahu" width="512" height="363" /><p class="wp-caption-text">Seorang Taken sedang membantu mengarahkan laju Perahu</p></div>
<p>Rata-rata dari Perahu tersebut diatas menggunakan mesin diesel buatan china, yang terkenal adalah merek <strong>Dong Feng</strong>. Di Papua mungkin lebih ngetop dengan Merek Johnson sehingga juga menjadi nama perahunya. Seperti warga Malang dulu menyebut motor bebek dengan Honda, &#8220;kamu kesini naik Honda yah?&#8221;, &#8220;enggak pak, saya kesini pake Honda Yamaha&#8221; (maksudnya adalah motor bebek merek Yamaha).</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 522px"><img title="kahayan miri" src="http://lh6.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/SSuM_1dHRqI/AAAAAAAAAwE/n-6biCm3yns/kahayan.jpg" alt="Pak Sandi sebagai Taken sedang istirahat di ujung perahu, " width="512" height="334" /><p class="wp-caption-text">Pak Sandi sebagai Taken sedang istirahat di ujung perahu</p></div>
<p>Setiap perahu hanya dibutuhkan satu orang sopir, yang bertugas mengendalikan laju pada tujuan yang hendak dihampirinya. Jika ada lebih dari satu pendayung pada perahu, fungsinya adalah sebagai menambah tenaga dorong. Tapi khusus pada saat perahu harus menerjang riam dangkal, perlu ditambahkan satu orang tenaga lagi yang berdiri di ujung perahu lengkap dengan galah panjangnya, peran seorang “Taken” dari hulu sungai Kahayan ini  adalah mendorongkan galah sekuat mungkin untuk mendorong pergerakan perahu di riam dangkal. Dengan dorongan kuat hingga ujung perahu terangkat dari permukaan, memudahkan untuk terhindar dari jebakan batu dan dasar sungai.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 522px"><img title="rotan" src="http://lh6.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/SSuNAqUoKdI/AAAAAAAAAwk/kcdK50IcwV4/rotan.jpg" alt="Rotan satu ton, dimuat dari hulu ke hilir" width="512" height="302" /><p class="wp-caption-text">Rotan satu ton, dimuat dari hulu ke hilir</p></div>
<p>Pengalaman pertama naik perahu bermesin diesel sangat mengesankan, lebih-lebih buat kedua telinga saya. Perjalanan saat itu ditempuh tidak kurang dari lima jam, dan begitu turun dari <strong>Kelotok</strong> suasana terasa hening dan sepi, tidak ada lagi suara bising memekakkan telinga, sampai disadarkan dengan sapaan dari warga yang tidak saya dengar kecuali lambaian tangannya. Rupanya telingaku sudah buntu karena gencaran gemuruh mesin diesel perahu.</p>
<p>Hampir dapat dipastikan, semua baling-baling penggerak laju perahu diposisikan dibagian belakang, sedangkan untuk setir sebagai alat kemudi bisa diletakkan di bagian belakang atau dengan modifikasi di letakkan di depan seperti halnya letak setir mobil, lengkap dengan setir asli mobil. Jenis perahu dengan sebutan <strong>Perahu Motor</strong> bahkan menggunakan mesin mobil sungguhan sebagai penggerak kincirnya, Brrmm Brrmm Brrmm persis seperti sopir Taxi sedang mencari penumpang di jalanan.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 513px"><img title="driver" src="http://lh4.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/SSuLsIA88MI/AAAAAAAAAvo/SVIN8oJvqds/driver.jpg" alt="Setir Bunder Muter Munyer" width="503" height="278" /><p class="wp-caption-text">Setir Bunder Muter Munyer</p></div>
<p>Perlu anda ketahui bahwa perahu tidak ada pedal rem dan kopling mundur, beberapa diantaranya sudah menggunakan klakson sebagai accessories menarik, dimainkan untuk menyapa atau mengingatkan penumpang untuk segera cepat naik, karena perahu sudah hendak melaju. Karena tidak menggunakan rem, ada sebuah kesepakatan tidak tertulis khusus untuk perahu yang melaju menuruni arus, mendapat prioritas untuk meluncur lebih dulu jika berpapasan dengan perahu lain yang akan menerjang jeram (naik).</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 522px"><img title="getek" src="http://lh3.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/SSuLsOE3AqI/AAAAAAAAAvw/s6YW_s0HBy4/getek.jpg" alt="Mengantar Kakek, Nenek, Bapak Ibu dan Kendaraan Motor Menyebrang Sungai" width="512" height="190" /><p class="wp-caption-text">Mengantar Kakek, Nenek, Bapak Ibu dan Kendaraan Motor Menyebrang Sungai</p></div>
<p><strong>Perahu Jukung</strong>, disebut sebagai perahu tanpa mesin atau menggunakan tenaga dayung berbahan bakar sepiring nasi empat sehat lima sempurna. Dipergunakan untuk transportasi jarak dekat antar desa, saat ini sudah jarang dipergunakan untuk perjalanan jauh, karena sudah ada alternatif mesin kecil menggunakan bahan bakar minyak tanah, sebutan umum untuk perahu jenis ini adalah <strong>Cess.</strong></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 364px"><img title="kelotok melaju" src="http://lh5.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/SSuM_x_6_eI/AAAAAAAAAwM/At7npkhKMhU/s512/kelotok.jpg" alt="Melaju seekor Kelotok Bermesin Dongpeng buatan cina" width="354" height="512" /><p class="wp-caption-text">Melaju seekor Kelotok Bermesin Dongpeng buatan cina</p></div>
<p><em>uconkie: naik perahuan yuk!!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/jelajah/perahu-dan-cadik-nusantara.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Partisipasi dan Teknologinya</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/teknologi-partisipas.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cakrawala/teknologi-partisipas.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 10:11:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Mozaik]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[ornop]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari di sebuah undangan pelatihan dengan bau-bauan partisipasi, saya mendapat sebuah pertanyaan yang cukup unik dan tidak biasa, &#8220;Bagaimana cara menghabiskan gajah?&#8220;, waduh pak saya tidak pernah makan gajah, dengan sendok dan garpu, pake kecap dan kerupuk lebih enak, dimakan pelan-pelan sampe habis, dikunyah pake mulut, disembelih lalu dibuat dendeng dan dimakan sampe [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><img title="aku dan gajah" src="http://farm4.static.flickr.com/3240/3050802382_5dc0cce5b4_o.jpg" alt="diantara selangkangan kartijah (kartini gajah) dari lampung" width="550" height="268" /><p class="wp-caption-text">diantara selangkangan kartijah (kartini gajah) di Taman Nasional Way Kambas Lampung</p></div>
<p>Pada suatu hari di sebuah undangan pelatihan dengan bau-bauan <em>partisipasi</em>, saya mendapat sebuah pertanyaan yang cukup unik dan tidak biasa, &#8220;<strong>Bagaimana cara menghabiskan gajah?</strong>&#8220;, waduh pak saya tidak pernah makan gajah, dengan sendok dan garpu, pake kecap dan kerupuk lebih enak, dimakan pelan-pelan sampe habis, dikunyah pake mulut, disembelih lalu dibuat dendeng dan dimakan sampe habis dan berbagai jawaban aneh dan lucu lainnya. Diantara sekian banyak jawaban yang ada, hampir dari kita semua tertuju untuk bersepakat pada sebuah jawaban &#8220;<em>Kita makan bareng-bareng, lama-lama akan habis juga</em>&#8220;. Betul tidak??<span id="more-43"></span></p>
<p>Jika Gajah adalah sebagai simbol tentang cita-cita, visi, atau mimpi kita bersama, tentunya cara untuk mencapainya seharusnya juga kudu bareng-bareng, tidak sendiri-sendiri tetapi melibatkan berbagai komponen, berbagai pihak (<em>stakeholder</em>)<em> </em> dan banyak orang. Melibatkan lebih dari satu orang ini umumnya dikenal sebagai <strong>Partisipasi</strong>.</p>
<p>Bahasa dasar untuk Partisipasi adalah <em>keikutsertaan</em> atau <em>andil</em> dari sebuah status terhadap peran dan tanggungjawab masyarakat pada sebuah &#8220;gagasan&#8221;. Pada  teori tentang <a title="Tipologi Partisipasi" href="http://doc.faizal.web.id/tipologi_partisipasi.pdf" target="_blank">Tipologi Partisipasi [<em>pdf</em>]</a>, partisipasi yang telah terjadi di masyarakat dibaginya menjadi tujuh tingkat.  Dan yang menjadi <em>level </em>tertinggi adalah <em>Self Mobilisation</em> (Mandiri), dengan ciri utamanya adalah masyarakat dapat mengambil inisiatif secara bebas tanpa tekanan, dan memegang kendali atas pemanfaatan sumberdaya yang ada.</p>
<h1>Analisa ORID</h1>
<p>Dalam benak saya, pernah mempertanyakan tentang &#8220;Apakah tingkat partisipasi kita sudah mulai kurang yah?, sehingga perlu dikembangkan Teknologinya? Partisipasi mulai hilang atau permasalahan sudah beranjak pelik, sudah mulai bermunculan komponen baru yang sebelumnya tidak tersedia?, atau bisa juga ada pihak lain yang sengaja mencabut dan menghilangkannya?. Silahkan di Analisa sendiri yah tentang ini.</p>
<p>Dan jika saat ini anda sudah mulai memikirkannya, saya sarankan untuk tidak sendirian dan segeralah mengajak rekan anda lain untuk terlibat. Resiko paling jelek jika bisa gila karena memikirkan ini, anda sudah tidak sendirian lagi heheheehe. Dan saya sarankan lagi anda bisa menggunakan salah metode ORID, singkatan dari urutan langkah mulai dari <a title="ORID pada Teknologi Partisipasi" href="http://doc.faizal.web.id/teknologi_partisipasi.pdf" target="_blank">Objectif-Reflektif-Interpretatif dan Diskusi [<em>pdf</em>]</a>.</p>
<p><em> </em></p>
<blockquote><p><em>Ilustrasi:</em> Suatu pagi di kantor pemerintah, salah satu pegawai mulai bercerita &#8220;Abdul Rahman Wahid, sejak sore kemaren sudah bisa digendong untuk masuk kamarnya sendiri&#8221;. Spontan beberapa mulut mulai berkomentar, &#8220;kasian yah Gus Dur rupanya sakitnya mulai parah&#8221;, lainnya nyambung &#8220;lha usianya kan sudah mulai lanjut&#8221;, ditimpali satunya lagi &#8220;Kapan kita akan menjenguk untuk mendoakan biar segera sehat&#8221;.</p>
<p>Si ibu pemberi berita menutup perbincangan mereka, &#8220;Lho, Abdul Rahman Wahid ini nama bayi Ibu Nenci yang dua hari lalu lahir di R.S. Harapan Kita dan sore kemaren sudah boleh pulang kerumahnya sendiri.</p></blockquote>
<p>Nah, jika anda mulai biasa menggunakan model ORID untuk merespon setiap permasalahan, contoh tersebut diatas tidak akan pernah terjadi lagi. Energi yang terbuang &#8220;<em>percum tak bergun</em>&#8221; bisa diantisipasi dari awal proses merespon berita atau gagasan baru.</p>
<p>Bagi saya metode ini seperti mampu menyingkat dengan cara-cara yang cukup sederhana sebagai &#8220;Metode Penelitian&#8221;, secara berurutan diawali dari <em>Hipotesa</em> atau pendugaan masalah, menetapkan Analisa berikut membahasnya sebelum menyimpulkannya pada ujung akhirnya. Intinya adalah tanpa harus melalui jenjang pendidikan Strata Satu (S1), ORID sebagai alat analisa dapat membantu memecahkan permasalahan kehidupan sehari-hari, bahkan untuk anak-anak kita. Mottonya adalah &#8220;Mengambil yang baik dari yang sudah ada, membuang yang tidak penting dan memunculkan <em>inovasi</em> baru.</p>
<h1>Kekuatan Partisipasi berikut Teknologinya</h1>
<p>Inovasi dan gagasan baru pasti bisa dibangun bersama-sama secara Partisipatif, dan semoga beberapa Teknologi yang akan saya munculkan disini bisa membantu prosesnya. Yang penting dan perlu diingat adalah Teknologi hanyalah sebuah &#8220;alat&#8221; untuk membantu mewujudkan apa yang menjadi kehendak bersama, dan bukanlah tujuan akhirnya.</p>
<h2>ZOPP-Zielorientierte Projektplanung- GOPP Goal Oriented Project Planning</h2>
<p>Kenalan pertama saya dengan Teknologi Partisipasi ini adalah melalui merk yang terdaftar oleh GTZ, sebuah lembaga milik negara Jerman. Adalah ZOPP (Zielorientierte Projektplanung)- atau dikenal dengan bahasa inggris sebagai GOPP-Goal Oriented: Project Planning terjemahan bebasnya adalah &#8220;Perencanaan Kegiatan yang berbasis pada Tujuan&#8221;.  Kekuatan dari ZOPP adalah dapat menyampaikan banyak informasi melalui <strong>Matrik</strong>. Sehingga secara singkat kita dapat mengenali dan memahami berbagai permasalahan hingga pemecahannya hanya melalui beberapa lembar saja.</p>
<p>Upaya ZOPP untuk memetakan permasalahan cukup menarik, melalui metode <em>Meta Plan</em> yang disusun dan dirangkai untuk mengetahui <a title="Pemetaan Masalah dengan ZOPP" href="http://doc.faizal.web.id/zopp.pdf" target="_blank"><em>saling keterkaitan </em>masalah [<em>pdf</em>]</a> satu dengan masalah lainnya, Atau satu masalah akan bisa menyebabkan munculnya masalah baru lainnya. Bisa memunculkan peta masalah itu berarti sekaligus sanggup memunculkan peta harapan, dengan langkah yang cukup mudah, membalik kalimat negatif menjadi kalimat positif, berarti mengubah permasalahan menjadi masa depan lebih baik.</p>
<p>ZOPP juga berkemampuan menyampaikan kebutuhan dokumentasi program lebih ringkas dan sederhana dalam bentuk bagan-bagan Matrik. Pengajuan Usulan Kegiatan hanya dengan dua lembar halaman, dapat difasilitasi oleh metode ini, sehingga lebih padat mengurangi bahasan yang tidak perlu sekedar membuat tebal halaman. Pada kesempatan terpisah dapat dilihat contoh hasil simulasi untuk <a title="Ekowisata TNBTS" href="http://doc.faizal.web.id/ekowisataTNBTS.pdf" target="_blank">Program Pengembangan Ekowisata di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru [pdf]</a></p>
<h2>PRA &#8211; Participatory Rural Appraisal</h2>
<p>Gagasan dasar dari PRA banyak dilatarbelakangi dari bidang Pertanian dan Petani, yang mengemukakan bahwa Orang miskin itu Kreatif dan Mampu, serta dapat dan harus melakukan banyak penelitian atas diri mereka sendiri, menganalisisnya dan serta menyusun perencanaan dan program kerja. Bantuan dari orang luar adalah hanya sebagai Penyelenggara, Katalis dan Fasilitator, karena mereka memang harus diberdayakan.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><img title="Participatory Rural Appraisal" src="http://www.geocities.com/uconkie/pra.jpg" alt="Sejarah Perkembangan PRA" width="550" height="188" /><p class="wp-caption-text">Sejarah Perkembangan PRA</p></div>
<p>Pada tahap aplikasinya, PRA menggunakan teknik-teknik khusus dengan menggunakan bagan-bagan sederhana, grafik dan gambar-gambar yang mudah dimengerti dan dipahami oleh Masyarakat. Beberapa contoh diantaranya adalah menggunakan Peta Transek, Diagram Kelembagaan, Kalendar Musim, Perimbangan Tenaga  Kerja berdasar Gender dan lain sebagainya.</p>
<p>Masyarakat sendiri yang akan menuangkan data-data otentik yang ada di lingkungannya, sangat disadari bahwa penduduk asli punya ingatan yang cukup kuat dengan apa yang pernah terjadi di tempatnya tumbuh.  Ukuran-ukuran pasti seperti tanggal (waktu) berdasar kalender jika dibutuhkan sebagai data dapat digantikan dengan kejadian-kejadian besar lainnya yang pernah terjadi, seperti saat masyarakat aceh dan indonesia mengingat kejadian Tsunami.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><img title="Peta Desa" src="http://www.geocities.com/uconkie/img/petadesa.jpg" alt="Peta Desa - Memotret Potensi Desa berikut untuk peluang pengembangannya" width="550" height="397" /><p class="wp-caption-text">Peta Desa - Memotret Potensi Desa berikut untuk peluang pengembangannya</p></div>
<p>Masyarakat akan menyajikan data menurut mereka sendiri, berikutnya adalah menganalisa dan memproyeksikan langkah kedepan lebih baik bersama melalui proses diskusi. Memilih prioritas, dan menentukan langkah kunci. Pada tahapan proses diskusi, akan terdapat sanggahan-sanggahan antar mereka untuk memperkuat data lebih lengkap dan valid. Tanpa sadar melalui langkah-langkah sederhana, masyarakat dikembalikan pada fungsi yang seharusnya untuk menentukan nasib mereka sendiri di masa mendatang.</p>
<h2>TOP &#8211; Technology of Partisipation</h2>
<p>Secara umum, metode ini tidak jauh berbeda tujuannya dengan dua contoh diatas, dengan menggunakan ORID untuk Metode Diskusi, Metode Workshop (Lokakarya) sehingga sampai pada penetapan program-program realistis yang dapat dikerjakan untuk mencapai cita-cita. Dengan panduan bagan, matrik melalui Meta Plan, kertas-kertas kecil yang dituliskan satu ide dan ditempel di dinding sehingga bisa terlihat oleh semua peserta. Dan memberikan kesempatan untuk semua bisa membahas bersama-sama.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img title="Program Kerja" src="http://farm4.static.flickr.com/3051/3055820725_592354d0c3.jpg?v=0" alt="Hasil kerja keras menyusun program dua tahun dalam bentuk tabel dan matrik" width="500" height="333" /><p class="wp-caption-text">Hasil kerja keras menyusun program dua tahun dalam bentuk tabel dan matrik</p></div>
<p>Disini saya juga mendengar sesuatu yang baru tentang SOAR (Strengths, opportunities, aspirations, results) yang dapat digunakan sebagai alternatif dalam perencanaan strategis, lebih mementingkan unsur berpikir positif, sehinggu cukup mempertimbangkan hal-hal yang bermuara potensi dan peluang ketimbang masalah dan ancaman seperti pada SWOT (strengths, weaknesses,opportunities, threats). Mungkin juga karena Era SWOT di inspirasi oleh para Tentara yang sedang berperang sehingga harus mempertimbangkan unsur lawan dan ancaman.</p>
<h1>Partisipasi juga Budaya Indonesia</h1>
<p>Benarkah Teknologi Partisipasi memang hanya milik Barat, NGO dan Lembaga-lembaga donor? tidakkah partisipasi ini juga terdapat pada suku-suku dan anak desa yang tinggal di Indonesia?, berikut dengan teknologinya?. Dengan tidak bermaksud mementahkan metode yang ada diatas, tapi bukan berarti juga meninggalkan atau bahkan meniadakan mutiara kampung yang sudah berakar sejak dulu.</p>
<p>Desain rumah Jawa dengan <em>teras </em>dan <em>amben</em> di depan rumah, demikian juga rumah-rumah Betawi, berikut dengan Pendopo sebagai pusat Musyawarah Plenonya. Acara makan pinang Suku Dayak juga bagian dari proses Partipasi Masyarakat dengan model <em>Master Mind</em> nya. Yang perlu dikembangkan adalah proses dokumentasinya (pencatatan), sehingga terbentuk alur dan struktur yang lebih runut untuk mencapai kesimpulan dan rencana tindak lanjut. Saya menyadari bahwa masyarakat kita pada umumnya memang lemah pada proses ini.</p>
<h2>Referensi Link</h2>
<ul>
<li><a title="Goal Oriented PRoject Planning" href="http://web.mit.edu/urbanupgrading/upgrading/issues-tools/tools/ZOPP.html" target="_blank">ZOPP-GOOP: Goal Oriented Project Planning</a></li>
<li><a title="PRa" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Participatory_rural_appraisal" target="_blank">Participatory Rural Appraisal &#8211; Wikipedia</a></li>
<li><a title="swot vs soar" href="http://www.gsn-soeki.com/wouw/a000901.php" target="_blank">Dari SWOT menuju SOAR</a></li>
<li><a title="Forum Pengembangan Partisipasi Masyarakat" href="http://fppm.org" target="_blank">Forum Pengembangan Partisipasi Masyarakat</a></li>
</ul>
<h2>Dokumen <em>Participatory Training Approach</em></h2>
<ul>
<li><a title="Desain Kegiatan Interaktif" href="http://www.lgsp.or.id/publications/index.cfm?fuseaction=throwpub&amp;id=342" target="_blank">Mendesain Kegiatan Interaktif (pegangan Fasilitator) </a>- LGSP USAID</li>
<li><a title="Permainan Kreatif" href="http://www.lgsp.or.id/publications/index.cfm?fuseaction=throwpub&amp;id=271" target="_blank">Permainan Kreatif untuk Kegiatan Partisipatif</a> &#8211; LGSP-USAID</li>
<li><a title="Menyiapkan Kegiatan Partisipatif" href="http://www.lgsp.or.id/publications/index.cfm?fuseaction=throwpub&amp;id=272" target="_blank">Menyiapkan Kegiatan Partisipatif</a> &#8211; LGSP-USAID</li>
<li><a title="Metode Dasar Partisipasi" href="http://www.lgsp.or.id/publications/index.cfm?fuseaction=throwpub&amp;id=270" target="_blank">Metode-metode Dasar Partisipasi</a> &#8211; LGSP USAID</li>
<li><a title="Teknologi Partisipasi" href="http://doc.faizal.web.id/teknologi_partisipasi.pdf" target="_self">Pedoman Dasar Fasilitasi Kelompok</a> &#8211; Teknologi Partisipasi-USAID</li>
<li><a title="Participatory Impack Monitoring" href="http://doc.faizal.web.id/Participatory_Impact_Monitoring_Syst.pdf" target="_blank">Participatory Impack Monitoring</a> &#8211; GTZ</li>
<li><a title="ZOOP" href="http://doc.faizal.web.id/zopp.pdf" target="_blank">Contoh Proposal dengan Metode ZOOP</a> &#8211; Dokumen Pribadi</li>
<li><a title="Objective Oriented Project Planning" href="http://www.serd.ait.ac.th/ump/html/books%5Czopp_e.pdf" target="_blank">ZOPP-Objective Oriented Project Planning</a> &#8211; GTZ</li>
</ul>
<p><em>uconkie: mempelajari sekian banyak model dan teknologi partisipasi ini agar saya bisa lebih bertindak lebih partisipatif untuk diri saya sendiri, memunculkan spirit partisipasi pada keluarga saya (anak dan istri), dan di lingkungan sosial.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cakrawala/teknologi-partisipas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peta Jawa, Bali dan Sumatra</title>
		<link>http://faizal.web.id/jelajah/peta-jawa-bali-dan-sumatra.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/jelajah/peta-jawa-bali-dan-sumatra.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 08:36:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[Kutipan]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[peta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[
klik peta untuk download peta jawa bali [jpg:4 mb]
Pada suatu hari menjelang perayaan lebaran Idul Fitri, semua orang sudah siap-siap sibuk untuk mudik, pulang ke kampung halaman, bertemu emak, bapak, adik, pacar juga kerabat dan teman nostalgia jaman sekolah.  Ini juga saatnya berbagi tips, info dan peta dari berbagai media layanan publik dan dapat dipastikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a title="Peta Jawa Bali Indonesia" href="http://doc.faizal.web.id/peta_jawa_bali.jpg" target="_blank"><img class="aligncenter" style="border: 0pt none;" src="http://jusronfaizal.googlepages.com/peta_jawa_bali_t.jpg" alt="Peta Jawa Bali" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>klik peta untuk download peta jawa bali [jpg:4 mb]</em></p>
<p>Pada suatu hari menjelang perayaan lebaran Idul Fitri, semua orang sudah siap-siap sibuk untuk mudik, pulang ke kampung halaman, bertemu emak, bapak, adik, pacar juga kerabat dan teman nostalgia jaman sekolah.  Ini juga saatnya berbagi tips, info dan peta dari berbagai media layanan publik dan dapat dipastikan semuanya gratis.  Ini juga saatnya meluangkan hoby tahunan saya, berburu peta.  Bukan tak manfaatin untuk mudik, karena kemungkinan mudiknya gak pake kendaraan sendiri, tapi pasti saat nanti akan kepake untuk perjalanan lainnya.</p>
<p><span id="more-37"></span></p>
<p style="text-align: center;"><a class="aligncenter" title="Peta Wisata Bali Indonesia" href="http://doc.faizal.web.id/peta_wisata_bali.jpg" target="_blank"><img class="aligncenter" style="border: 0pt none;" src="http://jusronfaizal.googlepages.com/peta_wisata_bali_t.jpg" alt="Peta Wisata Bali" width="500" height="199" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Peta Wisata Bali [jpg:5mb]<br />
</em></p>
<p>Penyedia jasa layanan informasi untuk peta, yang banyak bertebaran di internet ujungnya mampir ke peta yang diproduksi oleh CBN, lengkap dan cukup detail dan bener-bener dapat dipakai acuan sebagai peta pemandu perjalanan.</p>
<p style="text-align: center;"><a title="Peta Jalan Lintas Sumatra" href="http://doc.faizal.web.id/peta_sumatra.xls" target="_blank"><img class="aligncenter" style="border: 0pt none;" src="http://jusronfaizal.googlepages.com/sketsa_jalan_sumatra.jpg" alt="Sketsa Jalur Sumatra" width="500" height="205" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Sketsa Jalan Lintas Sumatra, [sumatra.xls: 1mb] diproduksi Ir. Mulyadi<br />
</em></p>
<p>Peta untuk mudik yang tersedia di internet adalah Peta Jawa, Peta Bali dan Peta Sumatra. Bentuk dan desain penyajian untuk Jawa dan Bali memang lebih cantik, Peta Sumatra yang lengkap juga jarang didapat. Rata-rata merujuk pada Peta Sketsa  Jalan Lintas Sumatera yang dibuat oleh perorangan yaitu Ir. Mulyadi, pegawai PUSRI.</p>
<p>Peta Lintas Sumatra, meski hanya berbentuk sketsa, tapi sangat akurat khususnya mengenai jarak, waktu tempuh dan kondisi jalan. Sungguh peta ini pernah sangat membantu saya dan rombongan pada kegiatan &#8220;<strong>Sumatra Roadshow</strong>&#8220;, perjalanan darat dari Jakarta ke Palembang melewati daerah-daerah kecil disepanjang jalur perjalanannya, akurasi dari perencanaan ke perjalanan kebenarannya hingga 85% sehingga membantu schedule rombongan lebih terencana.</p>
<p>Pak Ir. Mulyadi, melalui blog ini kami ingin mengucapkan banyak terima kasih karena telah dapat mengantarkan kami dan rombongan melewati jalur lintas sumatra 2 (dua) tahun yang lalu, hingga tidak saja dapat berjalan dengan lancar dan aman, melainkan juga membantu detail perencanaan dan jadwal lebih akurat karena panduan dari peta tersebut. btw..keinginan untuk bisa menyampaikan secara langsung sebenernya sudah jadi keinginan kita dari dulu sejak mendapat acuan peta Sumatra ini.</p>
<p style="text-align: center;"><a class="aligncenter" title="Peta Jawa Bali Indonesia 2006" href="http://doc.faizal.web.id/peta_jawa_bali06.pdf" target="_blank"><img class="aligncenter" style="border: 0pt none;" src="http://jusronfaizal.googlepages.com/peta_jawa_2006.jpg" alt="peta jawa bali 2006" width="500" height="274" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Peta Jawa Bali 2006, di produksi cbn sybermudik [jpg: 3mb]<br />
</em></p>
<p>CBN dengan Program Cybermudiknya memang secara rutin melakukan proses update dan memperbaharui, dari tahun ketahun selalu ada perbedaan informasi yang disajikan melalui peta. Untuk tahun ini di peta terbarunya juga ada tambahan informasi pom bensin.</p>
<h2>Situs Informasi Mudik:</h2>
<ol>
<li><a title="Info Mudik Polda Jateng" href="http://www.info-mudik.com" target="_blank">http://www.info-mudik.com</a> &gt; Diltantas Polda Jateng</li>
<li><a title="Cyber Mudik" href="http://cybermap.co.id/cybermudik" target="_blank">http://cybermap.co.id/cybermudik</a>/ &gt; Cybermap dari CBN</li>
</ol>
<p>Ada lagi gak?</p>
<p><em>uconk: aku iso moleh gak yo di?</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/jelajah/peta-jawa-bali-dan-sumatra.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Laksamana Cheng Ho</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/perjalanan-laksamana-cheng-ho.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cakrawala/perjalanan-laksamana-cheng-ho.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 07:00:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Keanekaragaman]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[
Pada tanggal 30-31 Juli 2008 nanti adalah perayaan kedatangan Laksamana Cheng Ho yang ke 6003 dan akan digelar serangkaian acara di Klenteng Agung Sam Poo Kong, Gedung Batu, Kawasan Simongan, Semarang, Jawa Tengah. Detail Acaranya bisa dilihat di website Sam Poo Kong

Laksamana Cheng Ho (english: Zheng He) boleh disebut sebagai penjelajah laut yang tersohor dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- ckey="47B2761A" -->
<p style="text-align: left;"><em>Pada tanggal 30-31 Juli 2008 nanti adalah perayaan kedatangan Laksamana Cheng Ho yang ke 6003 dan akan digelar serangkaian acara di Klenteng Agung Sam Poo Kong, Gedung Batu, Kawasan Simongan, Semarang, Jawa Tengah. Detail Acaranya bisa dilihat di <a title="Laksamana Cheng Ho" href="http://sampookong.com" target="_blank">website Sam Poo Kong</a></em></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="border: 0pt none;" src="http://lh3.ggpht.com/jusronfaizal/SH7eDEGEtCI/AAAAAAAAAqE/lE32rKncNdo/sampookong38.jpg?imgmax=512" alt="Klenteng Agung Sam Poo Kong" width="560" height="340" /></p>
<p style="text-align: left;">Laksamana <a title="Laksamana Cheng Ho" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cheng_Ho" target="_blank">Cheng Ho</a> (english: <a title="Zheng He" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Zheng_He" target="_blank">Zheng He</a>) boleh disebut sebagai penjelajah laut yang tersohor dari Tiongkok, perjalananan dan namanya disejajarkan dengan nama besar penjelajah dunia lainnya seperti <a title="Marcopolo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Marco_Polo" target="_blank">Marcopolo</a>, <a title="Christoper Columbus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Christopher_Columbus" target="_blank">Columbus</a> dan <a title="Vasco Da Gama Bartolemeus Dias" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vasco_da_Gama" target="_blank">Vasco de Gama.</a> Armada kapal besarnya, meliputi  dari kurun waktu 1405 hingga 1433 paling sedikit telah melakukan ekspedis sebanyak <a title="tujuh kali ekspedisi" href="http://admiralchenghovoyages.wordpress.com/" target="_blank">7 (tujuh) kali</a> dengan mengemban misi perdamaian mengunjungi 37 negara di belahan benua Asia dan Afrika.</p>
<p style="text-align: left;">Dalam menjalankan misi &#8220;Diplomasi Laut&#8221; ini Kaisar Yung Lo memberikan perbekalan dalam bentuk armada sejumlah 62 kapal besar dan 225 junk (kapal berukuran lebih kecil) dan ditopang 27.550 orang perwira dan prajurit termasuk didalamnya ahli astronomi, politisi, pembuat peta, ahli bahasa, ahli geografi, para tabib, juru tulis dan intelektual agama.</p>
<p style="text-align: left;"><span id="more-36"></span></p>
<h2>Nenek Moyang Kita adalah Pelaut</h2>
<p>Kisah pelayaran Laksamana Cheng Ho memang sangat melegenda, tidak hanya menorehkan jejak sejarah yang mengagumkan di setiap negara yang dilaluinya (lebih lengkap bisa dilihat laporan Time dengan Tajuk <a title="he Asian Voyage: In teh Wake of the Admiral" href="http://www.time.com/time/asia/features/journey2001/" target="_blank">The Asian Voyage: In teh Wake of the Admiral</a>) tetapi juga telah memberikan ilham ratusan karya ilmiah baik fiksi maupun non-fiksi serta penemuan berbagai teknologi kelautan-perkapalan di Eropa khususnya pasca penjelajahan sang maestro. Legenda Sinbad Sang Pelaut yang begitu populer di Timur Tengah juga diinspirasi oleh kisah legendaris Cheng Ho ini.</p>
<p style="text-align: center;"><img style="border: 0pt none;" src="http://lh3.ggpht.com/jusronfaizal/SH7dCAIQpJI/AAAAAAAAAmk/CA5sklCbqc8/sampookong06.jpg?imgmax=512" alt="sugeng rawuh" width="560" height="340" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>Anda bisa berpose dengan pakaian china dan di photo oleh tukang propesional</em></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="border: 0pt none;" src="http://lh4.ggpht.com/jusronfaizal/SH7c_nVzUrI/AAAAAAAAAmc/1oNuqk54VoM/sampookong04.jpg?imgmax=512" alt="Pendopo desain Jawa" width="560" height="340" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>Satu-satunya bangunan yang berbentuk joglo (jawa) yang berpadu dengan china</em></p>
<p><strong>Christopher Columbus</strong>, salah satu dari navigator dunia mungkin juga terinspirasi oleh Cheng Ho, dengan memberangkatkan kapal Santa Maria dan dua kapal besar lainnya pada awal perjalanannya dari Palos de la Frontera pada 3 Agustus 1492, itu artinya selisih 87 tahun lebih awal dengan perjalanan pertamanya armada Cheng Ho.  Sangat dimungkinkan juga jika Cheng Ho juga dikenal baik dan akrab sama para Nenek Moyang kita yang juga dikenal sebagai Pelaut.  Pasti mereka sempat kenalan, karena Cheng Ho pada 7 perjalanannya selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi beberapa tempat di Nusantara, beberapa tempat diantaranya adalah di Jawa, Malaka, Palembang, Pahang, dan Sumatra.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="border: 0pt none;" src="http://geocities.com/uconkie/img/zheng_he.jpg" alt="Kapal Laksamana Cheng Ho" width="560" height="420" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>perbandingan antara perahu Cheng Ho dengan kapal Sancta Maria</em></p>
<p>Meskipun berangkat dengan perangkat armada yang sangat besar, seperti layaknya siap untuk menaklukan dan berperang, tapi rupanya tidak terjadi &#8220;penaklukan&#8221; dalam ekspedisi ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengangkat nama besar Dinasti Ming ke seluruh dunia. Sang Kaisar berharap dengan adanya ekspedisi ini negara-negara lain mengakui keberadaan Kaisar Cina sebagai &#8220;The Son of Heaven&#8221; (Putra Dewata)</p>
<p style="text-align: center;"><img style="border: 0pt none;" src="http://lh6.ggpht.com/jusronfaizal/SH7dZY5W-4I/AAAAAAAAAns/hkn6ZVyNE2M/sampookong20.jpg?imgmax=512" alt="Tiga Bangunan Utama" width="560" height="350" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>Tiga Bangunan utama di Klenteng Agung Sam Poo Kong, lainnya masih dalam pengembangan<br />
</em></p>
<h2>Orang Kasim yang Muslim</h2>
<p>Terlahir dengan nama Ma He pada sekitar tahun 1371 M di Propinsi Yunan sebelah barat daya China, dia tumbuh dan dibesarkan sebagai masyarakat biasa di keluarga Muslim dengan marga Ma, nama marga yang merujuk dari Muhammad. Dan pada usia 10 tahun (1381 M), Ma He kecil beserta anak-anak lainnya ditangkap oleh tentara Cina yang menginvasi wilayah Yunan, yang berakhir sebagai tawanan untuk waktu berikutnya. <a title="Cheng Ho Muslim" href="http://augustaracing.wordpress.com/2008/05/03/cheng-ho-laksamana-muslim-yang-taat/" target="_blank"><em>kisah lengkap tentang kemusliman cheng ho</em></a></p>
<p><img style="border: 0pt none;" src="http://lh6.ggpht.com/jusronfaizal/SH7dqfJiE_I/AAAAAAAAAok/x_Gn6VzgC0I/s288/sampookong28.jpg" alt="Tempat Sembahyang" width="275" height="182" /> <img style="border: 0pt none;" src="http://lh6.ggpht.com/jusronfaizal/SH7dqfJiE_I/AAAAAAAAAok/x_Gn6VzgC0I/s288/sampookong25.jpg" alt="prajurit" width="275" height="182" /></p>
<pre>Monumen Sam Poo Kong yang dikelilingi oleh Prajurit setianya</pre>
<p>Perjalanan sebagai tawanan akhirnya berakhir sebagai pelayan rumah tangga pangeran Zhu Di &#8211; anak keempat kaisar Cina, dan Cheng Ho dapat menempatkan posisinya sebagai pelayan khusus karena kecakapannya dalam bekerja. Pada zaman tersebut, konsekuensi sebagai tawanan, pelayan atau orang kepercayaan harus ditempuh sebagai <a title="orang kasim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Orang_kasim" target="_blank">orang kasim</a>, laki-laki yang dengan terpaksa harus dikebiri (<em>dibuang buah pelirnya)</em> untuk alasan tertentu, yang awalnya adalah sebagai hukuman tradisional bagi para tawanan dan bahkan sebagai prasyarat untuk bisa bekerja di kalangan Kaisar Istana. Orang-orang kasim akan bisa diberi jabatan-jabatan tinggi dengan alasan mereka tidak akan bisa mempunyai anak, sehingga mereka tidak akan tergoda untuk merebut kekuasaan dan memulai dinasti baru. Sebuah angka yang cukup fantastik pada akhir Dinasti Ming, jumlah orang kasim saat itu pernah mencapai hingga 70.000 orang.</p>
<p><img style="border: 0pt none;" src="http://lh6.ggpht.com/jusronfaizal/SH7dWwe4S8I/AAAAAAAAAnk/hQWHRI4F0Mw/s288/sampookong13.jpg" alt="prajurit" width="132" height="208" /> <img style="border: 0pt none;" src="http://lh3.ggpht.com/jusronfaizal/SH7dfmcmY0I/AAAAAAAAAoE/3E-mBdgqiUE/s288/sampookong15.jpg" alt="prajurit laksamana" width="132" height="208" /> <img style="border: 0pt none;" src="http://lh5.ggpht.com/jusronfaizal/SH7dkvW4VMI/AAAAAAAAAoU/X9cU4haV4LU/s288/sampookong22.jpg" alt="prajurit cheng ho" width="132" height="208" /> <img style="border: 0pt none;" src="http://lh3.ggpht.com/jusronfaizal/SH7dy7wVuGI/AAAAAAAAApE/a97-L1Eum-w/s288/sampookong23.jpg" alt="prajurit cheng ho" width="132" height="208" /></p>
<pre>Empat Prajurit Cheng Ho, Salaman, kenalan om...!!</pre>
<p>Kedekatannya dengan Zhu Di membuat Ma Ho tumbuh sebagai pemuda yang cakap dan tangkas, kemampuannya terus meningkat dari kemampuan melakukan diplomasi hingga penguasaan seni berperang, nama kecilnyapun akhirnya diubah menjadi Cheng Ho juga  dilakukan oleh Pangeran Zhu Di.  Posisi karirnya juga semakin menguat ketika pada 1402 Pangeran diangkat menjadi Kaisar China, sehingga menempatkan Ceng Ho sebagai Laksamana untuk melakukan ekspedisi pelayarannya yang pertama.</p>
<p style="text-align: center;"><img style="border: 0pt none;" src="http://lh3.ggpht.com/jusronfaizal/SH7eJITE9xI/AAAAAAAAAqU/q0eiFXWNzyU/sampookong34.jpg?imgmax=512" alt="bedug" width="560" height="350" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>Bangunan utama tempat beribadah</em></p>
<h2>Yusril dan Laksamana Cheng Ho</h2>
<p>Agustus 2008 mendatang, Film yang mengisahkan tentang Laksamana Cheng Ho akan ditayangkan, dalam film tersebut mantan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra berperan sebagai Cheng Ho, didukung juga oleh mantan Menteri PDT Syaifullah Yusuf.</p>
<p>Apakah ini juga sekalian dipakai oleh Kang Yus sebagai alat kampanye politik menjelang menjelang pemilu 2009 nanti? Kalo ada yang berpikir seperti itu yah silahkan saja, begitu jawab Akang di <a title="Kampanye Yusril" href="http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/05/08/14305453/film.laksamana.cheng.ho.alat.kampanye.yusril." target="_blank">Kompas</a>.  Tapi dapat dipastikan kalo Akang <em>akan maju terus pantat mundur </em>pada pemilihan calon Presiden Indonesia 2009 nanti, kalo Cawapres Kang? enggak ach kalo Cawapres. Wahh kalo gitu Cawapres biar saya isi yah Kang&#8230;.sambut uconk dengan penuh harapan dan semangat dalam blognya sendiri hehehheehhe, daftarnya kemana yah Kang untuk pencalonan Cawapres?&#8230; disebelah loket gedung bioskop yang memutar film Laksamana Cheng Ho!! dan jangan lupa beli 2 tiket, tiket untuk nonton dan tiket jadi Cawapres!.  Kumpul-kumpul duit dulu ach..</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.youtube.com/watch?v=k6Ftajuaneo"><img src="http://img.youtube.com/vi/k6Ftajuaneo/default.jpg" width="130" height="97" border=0></a></p>
<p>Tapi Film Drama Kolosal ini dikemas dalam 32 episode dengan masing-masing episodenya mempunyai durasi selama 50 menit. Film yang digarap bareng-bareng oleh perusahaan Thailand, China dan Indonesia, lokasi pengambilan gambar banyak dilakukan di China dan Thailand, 20% sisanya di Jakarta dan Jawa Barat.  Dan klarifikasi dari <a title="Preview Filem Laksamana Cheng Ho" href="http://yusril.ihzamahendra.com/2008/02/06/preview-episode-i-film-laksamana-cheng-ho/" target="_blank">preview episode Film Laksamana Cheng Ho</a>, bahwa film ini akan diputar di salah satu Telivisi Nasional kita dan bukan di Gedung Bioskop seperti kata saya tadi diatas.</p>
<h2>Pranala Terkait</h2>
<ul>
<li><a title="Sam poo Kong" href="http://sampookong.com" target="_blank">Klenteng Agung Sam Poo Kong</a> (www.sampookong.com)</li>
<li><a title="Cheng Ho Society" href="http://www.chengho.org/" target="_blank">International Zheng He Society</a> (www.chengho.com)</li>
<li><a title="In The Wake of The Admiral" href="http://www.time.com/time/asia/features/journey2001/intro.html" target="_blank">The Asian Voyage: In the Wake of the Admiral</a></li>
</ul>
<p><em>conkie: perkenalkan sederek, nama china saya <strong>Chonk Lee</strong>,  lha nama china sampean sopo pak? </em></p>
<table style="width: 194px;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="background: transparent url(http://picasaweb.google.com/f/img/transparent_album_background.gif) no-repeat scroll left center; height: 194px; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" align="center"><a href="http://picasaweb.google.com/jusronfaizal/Sampookong"><img style="margin:1px 0 0 4px;" src="http://lh3.ggpht.com/jusronfaizal/SH7cyAVJWVE/AAAAAAAAAtM/j8nIlP4g2Js/s160-c/Sampookong.jpg" alt="" width="160" height="160" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align:center;font-family:arial,sans-serif;font-size:11px"><a style="color:#4D4D4D;font-weight:bold;text-decoration:none;" href="http://picasaweb.google.com/jusronfaizal/Sampookong">sampookong</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cakrawala/perjalanan-laksamana-cheng-ho.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Outbound Ciseeng</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/outbound-ciseeng.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cakrawala/outbound-ciseeng.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 06:02:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[ornop]]></category>
		<category><![CDATA[outbond]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[
Kalo anda ketikkan kata kunci Outbound Ciseeng di Google dengan maksud mencari lokasi kegiatan outdoor untuk aktifitas anak-anak, maka yang anda temukan adalah sekian sederet catatan dari blog personal yang mengisahkan pengalaman atas kunjungannya ke tempat ini, komentar yang hampir seragam adalah &#8220;murah&#8221;. Pelanggannya kebanyakan dari kalangan anak sekolah, dari PAUD, TK hingga Sekolah Menengah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="border: 0pt none; margin-left: 10px; margin-right: 10px; float: left;" src="http://lh6.ggpht.com/jusronfaizal/SGSM8yzSsfI/AAAAAAAAAes/lHXODpJ6-O8/s288/pkbm01.jpg" alt="PKM" width="288" height="216" /></p>
<p>Kalo anda ketikkan kata kunci Outbound Ciseeng di Google dengan maksud mencari lokasi kegiatan outdoor untuk aktifitas anak-anak, maka yang anda temukan adalah sekian sederet catatan dari blog personal yang mengisahkan pengalaman atas kunjungannya ke tempat ini, komentar yang hampir seragam adalah &#8220;murah&#8221;. Pelanggannya kebanyakan dari kalangan anak sekolah, dari PAUD, TK hingga Sekolah Menengah, disamping harga terjangkau juga lokasinya tidak jauh dari Jakarta, tepatnya di Jalan H. Miing Rawa Bangsa, Kelurahan Putat Nutug, Kecamatan Ciseeng, Bogor, Jawa Barat, persis di seberang sungai Cisadane.<span id="more-35"></span></p>
<p><a title="PKBM Pelita Desa Ciseeng" href="http://pkbmpelitadesaciseeng.blogspot.com/" target="_blank"><strong>PKBM Pelita Desa</strong></a>, (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Pelita Desa adalah nama lembaga pengelola lokasi pendidikan ini dan kegiatan Outbound bukanlah satu-satunya aktifitas yang dilakukan oleh pengelola, karena ada 15 jenis unit usaha lainnya yang dikelola oleh warga belajar PKBM. Outbound adalah salah satu diantara usaha salon dan kosmetik, sembako, souvenir dan voucher, jus buah, ikan hias, shooting film dan lainnya.  Kegiatan di unit usaha ini nantinya akan dipergunakan untuk membiayai aktifitas belajar mengajar di PKBM Pelita Desa.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="border: 0pt none;" src="http://lh4.ggpht.com/jusronfaizal/SGSNH7isCpI/AAAAAAAAAfM/hNDf9dC4_1Q/elviswalk.jpg?imgmax=512" alt="Lintasan balance beam" width="512" height="384" /></p>
<p>PKMB Pelita Desa adalah sebuah lembaga resmi penyelenggara pendidikan di bawah naungan Direktorat Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Depdiknas.  Mulai dirintis dari tahun 1998 oleh staff <a title="Yayasan Pelita Ilmu" href="http://ypi.or.id" target="_blank">Yayasan Pelita Ilmu</a> dengan luasan lokasi sekitar 2,5 hektar, yang akhirnya dikelola sebagai wahana pendidikan di alam dengan mengkombinasikan rekreasi dan belajar.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="border: 0pt none;" src="http://lh6.ggpht.com/jusronfaizal/SGSN3R0ovMI/AAAAAAAAAhE/MSrOAM-uIYY/pkbm20.jpg?imgmax=512" alt="Jembatan Pintas" width="512" height="384" /></p>
<p>Saya sempat bertanya sama salah satu tenaga pengajar ketika ada kesempatan mengadakan kunjungan dadakan ke lokasi, mas.. lokasi ini hebat yah mas menurut saya, publikasi dan promosi justru dilakukan oleh penggiatnya, melalui jasa MLM (mulut lewat mulut) dan dari blog ke blog, bagaimana nanti jika dari lembaga juga ada aktifitas promosi secara khusus ke sekolah-sekolah di Jabodetabek?&#8230;itulah mas, ini aja kita sudah membatasi jumlah rombongan pengunjung,  kalo tidak dibatasi bisa jadi kapasitas lokasi tidak memadai lagi oleh kepadatan pengunjung. Tapi yang lebih penting lagi mas, sambungnya&#8230;. ini tidaklah melulu sekedar mencari keuntungan, tapi juga sebagai wahana proses belajar secara langsung dari warga PKBM dengan dunia yang sebenarnya.</p>
<p><img style="border: 0pt none;" src="http://lh3.ggpht.com/jusronfaizal/SGSNpJ9elCI/AAAAAAAAAgc/mKvdgTSb48E/s288/pkbm15.jpg" alt="Sawah Percontohan" width="275" height="206" /> <img style="border: 0pt none;" src="http://lh4.ggpht.com/jusronfaizal/SGSNli8ZQPI/AAAAAAAAAgU/jof9JdshFIQ/s288/biogas.jpg" alt="Biogas" width="275" height="206" /></p>
<p>Wow, itulah sisi menarik dari lembaga pengelola wahana ini, dunia Outbound adalah hanya salah satu unit dari pengembangan unit-unit usaha, dengan ini mereka punya media untuk belajar tentang wirausaha, pelayanan dan menjaga kualitas juga banyak hal lainnya yang terkait dengan namanaya &#8220;Mandiri&#8221;.</p>
<p>PKBM Pelita Desa memberikan sentuhan yang berbeda dalam dunia pendidikan kita sepertinya harus segera dimulai. Metode sekolah yang mengandalkan teori tanpa praktek mulai dianggap ketinggalan, terbukti murid lulusan sekolah umum kurang mampu bersaing dengan sekolah kejuruan. Mengkombinasikan teori, praktek ditambah keterampilan hidup (life skill) menjadi kelebihan lembaga ini.</p>
<p><img style="border: 0pt none;" src="http://lh3.ggpht.com/jusronfaizal/SGSTAbcZd2I/AAAAAAAAAi8/ZTPFc7yHBWA/s288/Brosur1.preview.jpg" alt="Brousr Outbond" width="275" height="206" /> <img style="border: 0pt none;" src="http://lh4.ggpht.com/jusronfaizal/SGSTCZS6gaI/AAAAAAAAAjI/cAqtjKVSRPo/s288/Brosur2.preview.jpg" alt="Brousr Outbond" width="275" height="206" /></p>
<pre>Klik kanan brosur diatas, lalu tekan save as utk mendapat image aslinya</pre>
<p>Album Photo Selengkapnya:</p>
<table style="width: 194px;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="background: transparent url(http://picasaweb.google.com/f/img/transparent_album_background.gif) no-repeat scroll left center; height: 194px; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" align="center"><a href="http://picasaweb.google.com/jusronfaizal/OutbondCiseeng"><img style="margin:1px 0 0 4px;" src="http://lh4.ggpht.com/jusronfaizal/SGSMp1ApSsE/AAAAAAAAAjM/wiCDild6tZ4/s160-c/OutbondCiseeng.jpg" alt="" width="160" height="160" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align:center;font-family:arial,sans-serif;font-size:11px"><a style="color:#4D4D4D;font-weight:bold;text-decoration:none;" href="http://picasaweb.google.com/jusronfaizal/OutbondCiseeng">outbond ciseeng</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cakrawala/outbound-ciseeng.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
