Sep 3

Melacak Jejak di Kepulauan Biak

papuaBiak Numfor terletak di Teluk Cendrawasih, sebelah utara Papua. Terdiri dari tiga pulau-pulau besar yaitu Pulau Biak, Pulau Supiori dan Pulau Numfor dan enam puluh dua pulau-pulau kecil, dapat disebut sebagai kabupaten kepaulauan karena letaknya yang terpisah dari pulau utama Irian Jaya. Biak Numfor terletak pada garis 0′55’ – 30′ Lintang Selatan dan 134′ 47’ – 136′ 45’ Bujur Timur. Daerah sebelah utara dan timur berbatasan dengan Samudera Pasifik, sebelah Selatan berbatasan dengan Selat Yapen dan sebelah barat berbatasan dengan Selat Wonial.Sebagian besar wilayah Kabupaten Biak Numfor adalah daerah Karst, wajar jika kondisi sekitar tidak terlalu subur untuk ditanami, kering, dan banyak terdapat gua alam dari proses hidrologi karst dalam tanah. Cuaca di kota Biak dan di daerah-daerah sekitarnya relatif cukup panas, wajar jika masyarakat Biak Numfor memberikan julukan pulau ini dengan sebutan “Karang Panas”, pulau kecil yang panas.Masyarakat Internasional mengenal pulau ini karena terdapat banyak menarik dan penting yang dimiliki oleh Biak, disamping keindahan dan pesona kekayaan baharinya, juga sejarah perang dunia ke II yang terjadi pada tahun 1943-1945 saat Jepang menduduki Indonesia. Menjadi sangat dikenal karena pada era tersebut tempat ini menjadi daerah basis pertahanan pasukan sekutu dan Jepang. Peristiwa tersebut banyak meninggalkan bukti sejarah, salah satunya adalah bekas landasan pesawat terbang Mokmer yang sekarang menjadi Bandara Frans Kaisiepo.

Biak “Bila Ingat Akan Kembali”. Ungkapan tersebut sering diucapkan oleh wisatawan. Untuk mendukung potensi pariwisata di Biak Numfor, pemerintah daerah telah menyiapkan sarana dan prasarana yang sangat memadai untuk itu. Bandara yang bertaraf Internasional “Frans Kaisiepo” merupakan bandara terbesar di propinsi paling timur ini, meskipun ibukota Papua bukan di Biak Numfor. Bandara Frans Kaisiepo sangat mendukung nilai stategis Biak Numfor, karena letaknya sebagai pintu gerbang internasional. Selain Bandara, pelabuhan lautnya bisa akses langsung ke kawasan Asia Pasifik, Australia dan Amerika.

Musium Cendrawasih

papuaJika sebelumnya anda belum pernah datang ke Pulau ini, sangat disarankan untuk mengunjungi Musium Cendrawasih yang terletak di Kota Biak sebagai perkenalan awal untuk mengenal Kota, Sejarah, Profil masyarakat Papua, dan mengenal adat budaya masyarakat Suku Biak. Anda akan dipandu dengan baik oleh penjaga Musium yang tahu banyak tentang daerahnya.

Musium Cendrawasih dibangun dengan Arsitektur tradisional ciri khas rumah Suku Biak yang dikenal dengan nama Rumstram. Di dalamnya terdapat banyak peninggalan perang Dunia II, berbagai macam alat perang dan senjata dari mulai jenis ringan hingga berat tersimpan di musium ini. Anda juga akan dikenalkan dengan adat budaya masyarakat Papua melalui profil beberapa suku yang tinggal di Pulau Papua.

Musium Cendrawasih dapat dicapai dengan mudah, karena dibangun di tengah kota, anda dapat mengunjunginya dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum, datang berombonganpun tersedia areal parkir yang cukup memadai.

Apa itu Karst?

kolam biruKita dapat menentukan bidang gua-gua dalam istilah yang sesuai dengan bentuk lahan dan dihubungkan dengan proses bentuk bumi. Daerah karst umumnya dicirikan dengan adanya closed depression, drainase permukaan
dan gua. Daer
ah ini dibentuk terutama oleh pelarutan batuan, kebanyakan batugamping yang lazim dan relatip mendekati. Tetapi pelarutan batuan terjadi di litologi lain, terutama batuan karbonat lain misalnya dolomit, dalam evaporit seperti halnya gips dan halite, dalam silika seperti halnya batupasir dan kwarsa, dan di basalt dan granit dimana ada bagian yang kondisinya cenderung terbentuk gua (favourable). Semua tersebut diatas adalah benar-benar karst. Daerah karst dapat juga terbentuk oleh proses yang lain – cuaca, kegiatan hidrolik, pergerakan tektonik, air dari pencairan salju dan pengosongan batu cair (lava). Karena proses dominan dari kasus tersebut adalah bukan pelarutan, kita dapat memilih untuk penyebutan bentuk lahan yang cocok adalah pseudokarst (karst palsu). (subterra.web.id)
Bookmark and Share

8 Jabat Erat

  1. Verdy M September 25th, 2007 1:01 pm

    Dengan melihat keindahan alam Biak dan juga daerah-daerah lain yang ada di Papua,saya mengharapkan pemerintah pusat maupun daerah untuk berusaha melestarikan dan menjaga semua yang ada di Papua baik alamnya maupun budaya yang ada,dan kalo bisa mempromosikan papua sebagai bulau budaya dengan alamnya yang indah sebagai tempat wisata, karena Papua merupakan pulau yang perlu dilestarikan alam dan budayanya karena ini merupakan anugera Tuhan bagi orang papua yang berkulit hitan di bumi pertiwi ini.

  2. hepi October 15th, 2007 12:03 pm

    mas, bukane bandara frans lebih kecil dibanding bandara sentani? opo aku salah deleng yo? hiks..hiks…

  3. andre February 1st, 2008 12:42 am

    biak mungkin bagus…..tapi coba telusuri daerah tanah merah dan moy kabupaten jayapura distrik sentani barat moy dan distrik tanah merah……lebih bagus mana??????? buktikan dulu

  4. uconk February 1st, 2008 1:41 am

    Andre : Terima Kasih informasi yang bagus ini ndre, segera akan meluncur kesana, apa barengan yah ndre, sekalian jadi teman jalan, gak kenal daerahnya sih, seringnya malah ke daerah tajah, sentani atas..

  5. acha September 3rd, 2008 8:25 am

    kota biak sangat bagus, banyak peninggalan sejarahnya jadi smua daerah pasti punya tempat bersejarah jadi dari masing2 orang untuk menilai tiap daerah toh…..

  6. budy October 9th, 2008 2:18 pm

    aku akan datang ke biak

  7. ssern June 29th, 2009 12:14 pm

    pulang kampung ah…

  8. ondi February 25th, 2010 12:24 am

    biak ko paling mantap oh…..!!!!!

Tinggalkan Jejak Disini!

XHTML:Jangan bunuh apapun kecuali waktu, Jangan ambil apapun kecuali gambar dan kesan, Jangan tinggalkan sesuatu kecuali kata-kata manis, baik hati dan tidak Sombong. Untuk itu silahkan menyisipkan ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Google
 

Jusron Faizal Banner uconk