Jul 16

Si Kecil Schisto

Schisto, panggilan akrab sehari-harinya cukup keren yak!!? tapi siapa yang ngira kalo schisto adalah panggilan seekor cacing, Schistosoma japonicum di Indonesia cacing schisto termasuk endemik dan hanya bisa ditemukan di dataran tinggi Lindu dan Napu, Sulawesi Tengah. Danau Lindu termasuk wilayah Taman Nasional Lore Lindu.

Danau Lindu

Pesona Danau Lindu dari kejauhan

Meski kecil, tapi kalo si schisto ini sudah berada di dalam tubuh manusia…, wah..cukup gawat juga, yang mula-mula penderita akan mengalami gejala keracunan, disentri, penurunan berat badan sehingga kurus yang berlebihan, hingga pada pembengkakan hati yang bisa diakhiri dengan kematian…

Tidak seperti proses cacingan yang sering kita dengar dan alami, cacing ini masuk ke tubuh manusia bukan dari mulut kita, tapi langsung menembus pori-pori kita menuju aliran darah menyerbu jantung dan paru-paru untuk selanjutnya menuju hati.

Lindu Enclave

Sungguh pertama kali aku denger informasi ini rodok keder juga, lah setelahnya aku diajak temen tinggal di Danau Napu untuk kira-kira seminggu lamanya. Yang jadi pegangan asal kita tidak berada di daerah merah (fokus) dan sering berendem di air, karena proses penularannya biasanya pas kita lagi mandi atau cuci di sungai atau areal fokus…….alhasil…aku gak mandi selama disana…kalo cuman seminggu seh lom seberapa kok.

daur hidup dan penularannya

lebih detail bisa tak ceritakan sebagai berikut: Mula-mula schistosomiasis menjangkiti orang melalui kulit dalam bentuk cercaria yang mempunyai ekor berbentuk seperti kulit manusia, parasit tersebut mengalami transformasi yaitu dengan cara membuang ekornya dan berubah menjadi cacing.

Daur hidup dan penularan schistosomiasis

Selanjutnya cacing ini menembus jaringan bawah kulit dan memasuki pembuluh darah menyerbu jantung dan paru-paru untuk selanjutnya menuju hati. Di dalam hati orang yang dijangkiti, cacing-cacing tersebut menjadi dewasa dalam bentuk jantan dan betina. Pada tingkat ini, tiap cacing betina memasuki celah tubuh cacing jantan dan tinggal di dalam hati orang yang dijangkiti untuk selamanya. Pada akhirnya pasangan-pasangan cacing Schistosoma bersama-sama pindah ke tempat tujuan terakhir yakni pembuluh darah usus kecil yang merupakan tempat persembunyian bagi pasangan cacing Schistosoma sekaligus tempat bertelur.

hmm….tapi jangan ini semua menjadikan nyali takut buat datang ke lindu lho….saat ini prosentase prevalensi penyakit cacingan di dataran tinggi lindu juga sudah mulai menurun hingga dibawah 1%, kan dah ada yang mikir bagaimana pencegahan dan penanggulangannya. Jangan sampek kaki telanjang nyasar sembarangan deh di sekitar Danau Lindu tanpa ada pendamping yang bener-bener ngenali daerah fokusnya si schisto.

Bookmark and Share

2 Jabat Erat

  1. Cipto Aris March 26th, 2009 11:00 am

    Infonya ini sangat bermanfaat untuk masyarakat dan juga anak kuliah kesmas

  2. idha March 24th, 2010 9:48 am

    Bguuus!!!
    aku anak SMA kelas 1 juga perlu ini…

Tinggalkan Jejak Disini!

XHTML:Jangan bunuh apapun kecuali waktu, Jangan ambil apapun kecuali gambar dan kesan, Jangan tinggalkan sesuatu kecuali kata-kata manis, baik hati dan tidak Sombong. Untuk itu silahkan menyisipkan ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Google
 

Jusron Faizal Banner uconk