May 23

Jika handak meRakit ke Hulu, sebaiknya Bisa Berenang ke Tepian

dari sekian yang ada, gaya manakah yang tidak layak untuk di kolam renang?

gaya manakah yang tidak layak untuk di kolam renang? @Klub Hijau Billabong

Pada suatu saat di pinggiran kolam renang Klub Hijau Bilabong. Conk, kayaknya elo cocok dan pas banget kalo mau jadi instruktur renang!, usul Acil (anak cilandak) penuh semangat dengan gaya dan logat Betawinya. Duitnya lumayan itu Conk!, ratusan ribu per anak lagi..!, lebih bersemangat lagi dari sebelumnya. Mungkin juga karena dia tahu aku gak pernah pegang duit tapi bisa berenang??. Emangnya orang sini kalo pengen belajar berenang kudu nyari Guru yah Cil?, bukannya sudah cukup belajar dan berGuru langsung kepada Sang Air Cil??!!…(mulai rada ngawur)…Mboohh kahh Conk!!! reflek serapah Acil dengan logat Maduranya,  ujug-ujug dia lupa dengan gaya Padangnya. Cil, sebenernya kamu itu Betawi, Madura atau Padang sih?!!!! gemess!!

Wokeh!, lupakan aja sejenak tentang Belajar Berenang dengan Kursus dan Guru Renang,  Sang Acil akhirnya meng-inspirasi saya untuk menuliskan pengalaman Belajar Berenang bareng Annisa Azzahra, anak perempuan saya yang berumur 3 (tiga) tahun dan lagi mencoba menemukan gaya terbaiknya di Air (Kolam Renang) dan Zahran Bahy Faizal yang saat ini masih berumur 2 (dua) tahun dan lagi meniru-niru gerakan Kakaknya.

Kenapa harus bisa berenang? Pentingkah?

Alasan kenapa saya lebih memilih olahraga renang, karena olahraga lainnya gak bisa! suer!!, mungkin karena gak suka akhirnya gak pernah belajar untuk bisa, mulai dari volley, sepakbola, catur, ping pong, tapi kalo bulu tangkis bolehlah dikit-dikit. Tapi lain kasusnya lho kalo untuk olah raga yang mengandung “ing”, selain mancing misalnya hiking, climbing, caving, rafting dan ing-ing lainnya *kencing dan ngising bukan termasuk olah raga lho ya.

Kalo gak bisa renang, kemana-mana kudu gak malu pake ban bebek

Kalo gak bisa renang, kemana-mana kudu gak malu pake ban bebek @Telaga Golf

Pengalaman nyata menarik lainnya pas interview saat hendak bekerja di Kalimantan Tengah, setelah Boss melihat segala kelengkapan dan persyaratan untuk bekerja semuanya dah oke.  Tinggal satu lagi pertanyaan sepele tapi sangat menentukan jadi atau batal kerja.  “Bisa berenang gak mas?” dengan senang hati Bisa pak!!, jawabku manstaff. Wah syukur mas, besok berangkat langsung yah…!! kalo anda gak bisa berenang wah… bisa jadi pertimbangan penting gak jadi kerja atau belajar dulu. Di Kalimantan kan banyak sungai yang mengandur air mas, saya pastikan akan pernah mengalami kecebur sungai karena beberapa hal. Wahhhh…..

Rasulullah SAW juga berpesan kepada kaum Muslimin untuk mengajarkan olahraga pada anak-anaknya.”Hak anak (atas orang tuanya) adalah diajari menulis, berenang, dan melempar (panah dan tombak).” (HR Ibnu Baihaqi). Pesan senada juga disampaikan Umar bin Khathab, ”Ajarilah anak-anak Kamu sekalian belajar memanah, berenang, dan berkuda.”

Satu lagi alasan lainnya kenapa saya suka dan hobby renang.  Karena olah raga ini sangat irit, cuman modal celana dalam aja dah oke,  malah lucu kalo pake pakaian lengkap, cukup punya kancut.   Lainnya yang saya sukai lagi adalah olah raga ini, meski cukup menguras energi tapi gak mengeluarkan keringat hehehehehe

Buat Keluarga,  tidak perlu susah kalo ente mau mendefinisikan Rekreasi atau Wisata bersama keluarga. Rekreasi bukan berarti harus menunggu hari libur yang panjang, tempat yang jauh dari rumah, menginap di hotel.  Berenang adalah rekreasi juga kok, bisa diakses kapan aja, dengan biaya yang murah. Ada banyak manfaatnya bagi keluarga, karena dengan bermain air bersama, gendong-gendongan, main pelambung juga menjadikan jalinan hubungan fisik dan  emosional yang cukup baik antara si anak dan orangtua.  Cobalah!!….

Salah Kaprah yang Umum tentang belajar berenang.

  • Baru pertama nyemplung air sudah belajar tentang gerakan berenang. Sebenarnya gak masalah juga sih, tapi umumnya selalu kalah dengan bagaimana mengatasi kondisi pas kepala kelelep ke dalam air. Sebelum pernah merasa enjoy ada di dalam air, rasanya belum perlu belajar tentang gerakan.
  • Kalo yang ini khusus peringatan buat Kaum Perempuan jika dapat Tutor dadakan di Kolam renang. Mendadak dia akan menawarkan diri untuk memegangi kedua tangan anda atau menopang perut anda sementara anda dengan posisi tengkurap dan sibuk dengan gerakan tangan dan kaki, moga-moga sang tutor memang tulus dan tidak punya niatan lainnya hehhehehhe
  • Berharap bisa Berenang hanya dengan membaca blog ini, tutorial atau buku pelajaran renang, belajar berenang ya harus di air mas!!
Berenang yukk Annisa@Margorejo Surabaya

Berenang yukk Annisa@Margorejo Surabaya

Catatan Penting, sebelum membaca tahap demi tahap yang harus diyakini (kalo gak yakin berarti bukan termasuk golongan yang beriman) bahwa bisa berenang itu tidak cukup hanya dengan membaca blog ini, tentu saja saya tidak menyarankan anda untuk membawa dan membaca catatan saat lagi nyemplung di air nanti.  Intinya, untuk belajar berenang syarat mutlaknya adalah harus ada air dan kolam atau kolam dan air.

Tips yang Pertama : Berguru kepada Air

Tips awalan buat Usia Dewasa

Kalo anda sudah terlanjur tua dan masih belum bisa berenang, perlu anda sadari bahwa bagian anggota tubuh kita yang jarang kecelup air adalah bagian leher dan kepala. Jika anda gak punya rambut dan gak perlu keramas, bisa jadi bagian ini hampir gak pernah kesentuh air, kecuali pas untuk memenuhi kebutuhan persyaratan suci dari hadats besar.

Kenapa bagian ini agak gak suka air? ya karena banyak lobang! mohon diingat bahwa air bergerak dari atas ke bawah dan memenuhi ruang-ruang kosong, dan pasti kalo kepala masuk ke air ruang kosongnya adalah Mulut, Hidung dan Kuping.  Kuping dan lainnya kemasukan air itu sebenernya lumrah aja sih, masalahnya karena kita tidak terbiasa dan yang terakhir Panik!! karena panik akhirnya semua gerakan semakin tidak terkontrol, termasuk tanpa sengaja menghirup air sebanyak-banyaknya.

tenggelamkan kepalamu dan jangan nangis, apalagi teriak-teriak

Yang harus anda lakukan di level pertama ini adalah, Biasakan kepalamu terbenam ke dalam air dan ciptakan rasa tenang ketika semua terbenam kedalam air. Saya sangat menyarankan untuk tidak mencoba di kolam yang keruh dan tidak terlihat dasarnya. Kolam renang sangat tepat untuk level ini.

  • Anda berpura-pura seperti sandal jepit yang sedang mengambang di atas air, kepala dan seluruh tubuh menghadap ke dalam air. Kita-kira begitulah posisi saat anda mati di air nanti.. hussshhhh!! kok sampe ke masalah mati sih??!!! maaf pemirsa, agaknya saya kesulitan menggambarkan situasi dalam tulisan, karena posisi ini seperti orang mati di air…hiks… kira-kira gitu lah yah..gak usah diperpanjang. Masak kok disuruh membayangkan mati mengambang di air??!!! gak masuk akal!!!!
  • Cobalah di kedalaman yang anda tidak harus tenggelam seluruhnya, bisa mulai dengan duduk, kedua tangan memegang kuat kedua kaki kita dalam posisi duduk kayak kodok, dan bervisualisasi seperti batu yang tenggelam di dalam air. Rasakan titik tenang diri anda disini, pelan-pelan dari tenggelam akan mengambang sehingga akhirnya bagian kepala akan menyentuh permukaan air.
  • Bermain batu, ambil sebiji atau beberapa batu.. suruh orang lain melemparkan ke dalam kolam.. dan anda yang mengambilnya untuk diserahkan kembali ke tuan anda.. lho??!! lebih menarik lagi kalo ada pengunjung lain yang mau melemparkan uang koinnya untuk anda. Cara ini sangat efektif khususnya untuk melatih anak kecil, dengan permainan ini mereka sudah gak sadar ternyata dan pelan-pelan akan bisa menguasai diri di dalam air. Kemasan lainnya bisa dengan lomba tahan nafas di dalam air, berlama-lama memegang dasar kolam dan silahkan dikembangkan sendiri biar lebih menarik.

Tips mengawali Untuk Anak-anak anda

Melatih anak-anak dari dini sangat baik, saya memulainya dengan anak-anak mulai dari umur 6 (enam) bulan. Dan hampir setiap minggu dapat dipastikan selalu bermain air di kolam renang bareng-bareng. Awalnya saya perkirakan Annisa akan berani mengambang dan bergerak di air sekitar 4 (empat) tahunan, namun ternyata lebih cepet dari yang saya perkirakan. Saat ini dia sudah enggan pake ban (pelampung) dan sangat menikmati tiap kali memakai kaca mata renang pink-nya.

selalu diawali dengan takut, tapi itu gak akan lama kok.. tunggu aja

  • Konsepnya adalah bermain, sebagai orang tua (ente lahir duluan, lebih sabar dong) tidak perlu memaksakan diri kepada anaknya segera cepet bisa berenang. 3 (tiga) bulan bisa berenang? iya? buat apa?. anak-anak gak akan kehabisan waktu kok untuk belajar dan berenang, mereka selalu punya waktu yang cukup banyak untuk bermain dengan air. Annisa butuh 4 kali hadir, sampe bener-bener dia berani masuk ke kolam air dan bermain air, Zaqy adeknya malah lebih cepet, sekali dah langsung mau masuk. Semuanya oke kok, salah satu tidak lebih baik dari yang lain. Biarkan aja lepas, dan kasih waktu mereka untuk mengenalinya lebih baik. Jangan dipaksa!! ini kan sudah negara Merdeka!! sudah lepas dari belenggu penjajahan dan pemaksaan.
ambil batunya di dalam air annisa....

ambil batunya di dalam air annisa.... @cimanggis

  • Sebaiknya anda sebagai orang tuanya juga sudah bisa berenang, ini pasti akan memicu keinginan sang anak untuk meniru bapak/ibunya yang bisa berenang, meniru orang lain juga gak masalah sih. Dari tahap main-main sampe ada keinginan bisa berenang, pengalaman dengan Annisa membutuhkan cukup banyak waktu, tidak sebentar, setahun-dua tahun-tiga tahun.. oke aja semua. Bakat meniru dari anak kepada orang tua memang sangat dahsyat. Kira-kira gini, kalo anda pengen mengajarkan anak agar mau belajar sholat, ya kudu dimulai dari diri sendiri dulu, sang anak pasti akan mencoba meniru apa yang sering anda lakukan, salah satunya sholat lima waktu.

Tips Ke Dua : Mulailah meluncur seperti Torpedo

Mulailah dengan gerakan mendorong dari kaki ke dinding kolam renang sekuatnya, dan meluncur dengan kecepatan penuh sampai perlahan melambat, di awal latihan anda cukup menikmati gerakan dorongan tadi sampai benar-benar berhenti. Latihan ini seperti latihan keseimbangan jika belajar Bersepeda, anda cukup menahan keseimbangan tubuh agar tetap lurus dan tidak bergoyang ndangdut.

annisa mulai menikmati gerakan majunya

annisa mulai menikmati gerakan majunya @tirtamaya 1

Latih berulang-ulang tahapan meluncur ini sampai menemukan sendiri titik keseimbangan anda dengan air, jika dirasa cukup mulailah dengan gerakan mendayung dengan kaki. Bertahap sesekali mendayung, berhenti, mendayung lagi, berhenti dan seterusnya sampai bisa melakukan gerakan mendayung terus menerus.

Tips Ke Tiga : Jangan tutup matamu dengan tanganmu, tapi gerakkanlah keduanya.

Gerakan kaki dan tangan dalam berenang seperti juga gerakan kaki dan tangan saat kita berjalan/berlari. Saling bergantian membentuk irama dan ritme. Tidaklah mungkin saling bertabrakan satu sama lainnya.

Gerakan tangan annisa mengayun dengan kekuatan penuh

Gerakan tangan annisa mengayun dengan kekuatan penuh @tirtamaya 2

Tips Ke Empat : Bernafaslah dengan udara, selayaknya seperti para manusia lainnya.

Karena kita punya paru-paru dan bukan insang, juga dipastikan bukan Deny Manusia Ikan. Maka.. tahapan terakhir setelah lancar dengan gerakan tangan dan kaki adalah mengambil nafas. Gerakan mengambil nafas tidak berdiri sendiri, terkait dengan gerakan tangan ataupun kaki (tergantung gaya renang yang dipilih). Bisa jadi gerakan kaki ikut mendorong naiknya kepala untuk ambil nafas atau gerakan tangan memberikan kesempatan kepala untuk bisa miring sedikit dan mengambil nafas.  Secukupnya aja yah… dan sebaiknya melatih ambil nafas dengan Mulut, bukan dengan hidung, timbang keselek.

Pemirsa, itulah secara ringkas tahap demi tahap tentang bagaimana belajar berenang. Kalo sampe titik terakhir ini masih saja males belajar sendiri, silahkan panggil guru atau belajar di Akademi Renang (http://www.akademi-renang.com) yang diasuh oleh tenaga-tenaga profesional, mungkin juga bisa mengantarkan anda jadi atlit renang di kemudian hari. Dan kalo pengen mempelajari teknik gerakan yang sempurna bisa juga belajar disini http://abdurrosyid.wordpress.com/2008/04/01/belajar-berenang/


uconkie: masih panjang dan masih banyak waktu bisa berenang  bareng  nisa dan zaqy  pada tiap-tiap minggunya

Bookmark and Share

7 Jabat Erat

  1. Arie May 25th, 2009 2:42 pm

    Jah, Bonek gak iso balbalan…… Becakaan ae cak :)

  2. Ajoull June 2nd, 2009 10:37 pm

    Gw sih suka berenang. Tapi bosen juga lama-lama di dalam air. Mungkin kalo punya laptop yang tahan di dalam air baru bisa berlama-lama ngutak-ngatik WP theme.

    Lho, mau berenang apa mau bikin website sih?

  3. sh4bl3nk June 3rd, 2009 10:15 pm

    anda akan sy tuntut..menampilkan foto “toples” sy pada web anda tanpa meminta ijin dahulu…

  4. uconk June 3rd, 2009 10:22 pm

    @ajoull
    iya, gak bisa lama-lama, di dalam air gak bisa konek internet
    @wiro shablenk
    wooo.. di foto itu ada sampean to pak wiro? yang mana sih pak? pengen kenal neh… mau minta tanda tangan
    pemirsa!!!! pengen kenalan sama pak wiro gak?

  5. sh4bl3nk June 3rd, 2009 10:27 pm

    lho..itu nyank pake gaya batu…wakakak
    sini tak kasih tanda tangan 212.
    gak da yg pengen knal kan???…bledukkk.

  6. acil June 17th, 2009 5:54 pm

    yo wess… jadi guru renang lumayan tuh

  7. Nur Aini June 24th, 2009 12:46 am

    Wah, dahsyat tips nya…
    Ada kelas khusus jarak jauh buat anak-anak nggak? ;)

Tinggalkan Jejak Disini!

XHTML:Jangan bunuh apapun kecuali waktu, Jangan ambil apapun kecuali gambar dan kesan, Jangan tinggalkan sesuatu kecuali kata-kata manis, baik hati dan tidak Sombong. Untuk itu silahkan menyisipkan ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Google
 

Jusron Faizal Banner uconk