<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jusron[at]Faizal.WEB/INDONESIA &#187; alam</title>
	<atom:link href="http://faizal.web.id/tag/alam/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://faizal.web.id</link>
	<description>Learning is Journey for Freedom of Life</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Apr 2010 20:22:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pulau Sipadan Bukan Lagi Milik Kita</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/7-keajaiban-alam-di-dunia.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cakrawala/7-keajaiban-alam-di-dunia.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 11:29:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Khatulistiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Kutipan]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[
prosedur dan proses pemilihan nominasi 7 keajaiban dunia
Sekali saya pernah mengirimkan informasi tentang 7 keajaiban alam di dunia versi www.n7w.com melalui milis alumni sekolah, dan berikutnya malah saya yang dapat kiriman balik tentang informasi ini dari beberapa milis lainnya, rupanya kontes kali ini lebih diminati kalangan luas dari sebelumnya, syukurlah&#8230;setidaknya informasinya sudah tersebar meluas sehingga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/n7w.jpg" alt="New 7 Wonders" width="570" height="330" /></p>
<pre>prosedur dan proses pemilihan nominasi 7 keajaiban dunia</pre>
<p>Sekali saya pernah mengirimkan informasi tentang 7 keajaiban alam di dunia versi <a href="http://www.n7w.com">www.n7w.com</a> melalui milis <a title="Impala Unibraw" href="http://groups.yahoo.com/group/impala_unibraw" target="_blank">alumni sekolah</a>, dan berikutnya malah saya yang dapat kiriman balik tentang informasi ini dari beberapa milis lainnya, rupanya kontes kali ini lebih diminati kalangan luas dari sebelumnya, syukurlah&#8230;setidaknya informasinya sudah <a title="google n7w" href="http://http://www.google.com/search?hl=id&amp;rls=com.microsoft%3Aen-US&amp;q=7+keajaiban+dunia&amp;lr=" target="_blank">tersebar meluas </a>sehingga lebih banyak yang mengetahuinya, tentang memutuskan ikut memilih atau tidak yah diserahkan masing-masing.  Tahun lalu, situs ini sudah berhasil mengumpulkan 100 juta pemilih untuk penentuan 7 keajaiban dunia yang dibuat oleh tangan manusia.<span id="more-33"></span></p>
<p><img src="http://uk.geocities.com/uconkie/7/komodo.jpg" alt="Komodo" width="570" height="384" /></p>
<pre>Pulau Komodo milik Indonesia <a title="flickr" href="http://www.flickr.com/photos/jungle_boy/" target="_blank"><img style="border: 0px;" src="http://geocities.com/uconkie/cc.gif" alt="creative commons" width="32" height="32" /></a></pre>
<p>Kontes kedua yang dikelola oleh new7wonder Foundation kali ini akan menilai hasil karya Tuhan sebagai penciptanya, memberi kategori pada &#8220;Alam&#8221; sebagai obyek yang akan dipilih terbaik sebanyak 7 tempat se-dunia.  Saat ini sudah terdapat 77 tempat dari penjuru dunia yang sudah mendapatkan nominasi terbaik, namun masih ada kesempatan berikutnya untuk mengajukan nominasi tambahan dengan beberapa persyaratan lain. Dari 77 tempat yang terpilih terbagi dari beberapa macam kategori (pengelompokan),  diantaranya adalah Taman Nasional, Cagar Alam, Goa, Oasis, Sungai, Gunung, Bukit, Pantai, Danau, Pulau, Gunung Berapi dan lainnya.</p>
<h2>Kontes dan Kontroversinya</h2>
<p>Kampanye pemilihan 7 keajaiban dunia ini boleh dibilang bisa disandingkan atau disamakan prosesnya dengan kontes-kontes pemilihan idola macam Indonesian Idol, AFI, kontes Dangdut atau kontes-kontes jadi seleb instan lainnya, karena penilaian didasarkan pada jumlah terbanyak melalui voting, bedanya cuman dari sms dan internet, satunya memilih lewat handpone lainnya lewat browser dan komputer. Sebenernya bisa lebih murah, namun berapa prosentase penduduknya yang bisa mengakses internet.</p>
<p><img style="border: 0px;" src="http://uk.geocities.com/uconkie/7/danautoba.jpg" alt="Danau Toba Indonesia" width="570" height="381" /></p>
<pre>Danau Toba, Sumatra Utara, Indonesia <a title="flickr" href="http://www.flickr.com/photos/sebr/" target="_self"><img style="border: 0px;" src="http://geocities.com/uconkie/cc.gif" alt="creative commons" /></a></pre>
<p>Ada juga yang tidak setuju dengan pemilihan 7 keajaiban versi n7w, karena sebelumnya berpendapat kalo penentu 7 keajaiban dunia selayaknya penyelenggaranya adalah badan dunia (PBB/United Nation), itu juga karena Candi Borobudur yang sebelumnya pernah kita anggap masuk sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia dan ternyata dikalahkan pada kontes n7w tahun kemaren.</p>
<p><img style="border: 0px;" src="http://uk.geocities.com/uconkie/7/krakatau.jpg" alt="Gunung Krakatau" width="570" height="428" /></p>
<pre>Gunung Krakatau Indonesia <a title="flickr" href="http://www.flickr.com/photos/flydime/" target="_blank"><img style="border: 0px;" src="http://geocities.com/uconkie/cc.gif" alt="cc" /></a></pre>
<p>Kalo kita kemaren banyak tau informasi ini dari media jurnalistik, baik dari koran atau lebih banyak dari radio, negara lain malah didukung oleh pemerintahnya demi pilihannya bisa masuk dalam jajaran 7 besar, mereka bahkan memfasilitasi rakyatnya yang tidak terhubung dengan internet, dipasang di tempat-tempat umum seperti pasar, kantor pos, terminal khusus untuk memenangkan negaranya. Dipublikasikan secara meluas, dan ada tutorial (petunjuk) untuk memilih, tentu saja semuanya diarahkan untuk memilih pilihan negaranya biar menang kontes.</p>
<h2>Indonesia Kali ini</h2>
<p>Sudah ada 3 lokasi eksotik yang dipilih dan terpilih untuk Indonesia, yaitu:</p>
<ol>
<li>Danau Toba</li>
<li>Pulau Komodo, dan</li>
<li>Gunung Krakatau</li>
</ol>
<p>Sedangkan di belahan benua Asia, sudah terpilih sebanyak 57 lokasi yang menjadi nominasi pilihan, Indonesia dengan  3 nominasi termasuk cukup bagus untuk start awal, setidaknya bisa mengenalkan ke dunia kalo negara ini punya 3 lokasi eksotik yang patut untuk dikunjungi.  Malaysia yang telah mencalonkan Pulau Sipadan sebagai satu diantara dua yang dinominasikan. Pulau Sipadan-Ligitan memang sudah bukan lagi milik kita, dari sengketa perebutan sebelumnya sudah diputuskan oleh Mahkamah Internasional <span class="content">(International Court of Justice) </span>telah memberikan kedaulatan penuh atas Pulau Sipadan-Ligitan kepada Malaysia.</p>
<p>Oke, silahkan kunjungi situsnya jika anda tergerak untuk mengenalkan Indonesia kepada Dunia Vote Disini</p>
<p style="text-align: center;"><a title="Pilih Indonesia" href="http://www.new7wonders.com/nature/en/nominees/asia/" target="_blank"><img class="aligncenter" style="border: 0px;" src="http://uk.geocities.com/uconkie/n7w.jpg" alt="New 7 Wonders" width="360" height="550" /></a></p>
<p><em>uconkie: iseng-iseng berhadiah, kita bikin acara kontes untuk 7 keajaiban Indonesia yuk&#8230;</em></p>
<h2>Artikel Lainnya:</h2>
<p><a title="Tujuh Keajaiban Dunia" href="http://faizal.web.id/sky/keanekaragaman/tujuh-keajaiban-dunia/" target="_self">http://faizal.web.id/sky/keanekaragaman/tujuh-keajaiban-dunia/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cakrawala/7-keajaiban-alam-di-dunia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Padepokane Wong Jowo</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/padepokane-wong-jowo.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cakrawala/padepokane-wong-jowo.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 05:14:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[gunung]]></category>
		<category><![CDATA[hutan]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[ornop]]></category>
		<category><![CDATA[outbond]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[wisata alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/jejak/padepokane-wong-jowo/</guid>
		<description><![CDATA[
Menara Pengawas, mengawasi Puncak Arjuna dan Kita....
Padepokan, tempat yang asing tapi akrab di telinga, saya mengenalnya sebagai tempat yang bernuansa magis, kumpulan laki-laki berpakaian serba hitam, rambut gondrong, pinter silat, mengadu kesaktian, merapal ajian pamungkas, tempat belajar kanuragan dan tentu saja mereka dikenal sebagai para Jawara. Singkatnya, orang-orang di padepokan bukanlah orang sembarangan dan perlu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/gunung_arjuna.jpg" alt="Gunung Arjuna" width="570" height="219" /></p>
<pre>Menara Pengawas, mengawasi Puncak Arjuna dan Kita....</pre>
<p>Padepokan, tempat yang asing tapi akrab di telinga, saya mengenalnya sebagai tempat yang bernuansa magis, kumpulan laki-laki berpakaian serba hitam, rambut gondrong, pinter silat, mengadu kesaktian, merapal ajian pamungkas, tempat belajar kanuragan dan tentu saja mereka dikenal sebagai para Jawara. Singkatnya, orang-orang di padepokan bukanlah orang sembarangan dan perlu diperhitungkan kemampuannya yang juga tidak biasa, karena mereka secara sungguh-sungguh belajar ditempat ini dengan pola “nyantrek/nyantri”, meninggalkan kampung dan keluarga dan mendiami padepokan untuk waktu yang cukup lama, sampai bener-bener tujuan belajarnya tercapai.<span id="more-29"></span></p>
<p><a title="Mas Bambs" href="http://bambs.co.nr/" target="_blank">Mas Bambs</a>, saudara kembar saya, karena banyak orang melihat kita berdua ibarat pinang dibelah kampak, jadi sama-sama rusak, memberikan pengertian yang cukup matang  tentang  <a title="Mas Bambs" href="http://bamton.wordpress.com/2007/12/22/padepokan/" target="_blank">padepokan</a> sebagai model pendidikan  milik dan asli Nusantara, disandingkan dengan model pendidikan alternatif seperti Home Schooling, Sekolah Alam bahkan model pendidikan import ala Sekolah-sekolah internasional lainnya, yang akhir-akhir ini menjadi pilihan penting bagi para orang tua yang bosen dengan pendidikan formal umum.</p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/kaliandra_gerbang.jpg" alt="Gerbang Masuk Kaliandra" width="570" height="325" /></p>
<pre>Gapuro, Pintu Gerbang menuju lokasi belajar di pesanggrahan alam</pre>
<p>Pak Bagus nama sebenarnya, adalah Jawara penggagas ide Padepokan ini, bermula dari kecintaan, minat dan hoby dengan kesenian dan arsitek Jawa dengan cara mengumpulkan pernik-pernik Meubel dan perabot khas Jawa mulai dari Perangkat meja kursi, amben (tempat tidur), lampu tempel, bahkan sampe tegel dan genteng.  Pernah dapat cerita saat saya melihat tumpukan genteng dan tegel bekas di sekitar lokasi padepokan, barang bekas ini buat apa?, mau dibuang yah?. Lho justru ini yang mau dicari, dikumpul dan berikutnya difungsikan sebagai bangunan disini. Kebetulan tegel dan genteng ini didapat dari Sekolahan SD disebuah Desa di Jawa Timur, bapak penggemar ornamen Jawa ini langsung aja menawarkan diri sebagai pembeli genteng dan tegel, tidak itu saja, penawaran berikutnya termasuk mengganti dengan tegel dan genteng baru, biar gedung sekolahan lebih terlihat mentereng dari sebelumnya.</p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/arjuna_dua.jpg" alt="Gedung Arjuna" width="570" height="378" /></p>
<pre>Air Mancur didepan Penginapan Arjuno</pre>
<p>Dari sekedar hobby, akhirnya terkumpul menjadi beberapa bangunan, saya sendiri menyebut lokasi ini sebagai Musium Jawa yang hidup, saya sebut hidup karena bangunan ini tidak cuman untuk dilihat sejarahnya, dinikmati pesona arsitekturnya tapi juga masih berfungsi melayani tiap tamu yang berniat belajar dan berkunjung. Mereka biasanya menyempatkan diri untuk menginap di akhir pekan sekalian memanfaatkan beberapa program kegiatan yang ditawarkan oleh pengelola.  Yang sering saya liat sasaran program lebih ke usia pendidikan sekolah, dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi, disediakan juga untuk para eksekutif dan karyawan yang ingin melakukan kegiatan outbond.</p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/pendopo_parikesit.jpg" alt="Pendopo Parikesit" width="570" /></p>
<pre>Pendopo Parikesit, untuk pertunjukan kesenian</pre>
<h2>Padepokan itu apa sih?</h2>
<p>Ngalor ngidul cerita padepokan, gak lengkap kalo nggak mengupas sedikit tentang istilah ini, biar lebih gamblang lagi dan lebih ngeh, syukur-syukur kalo setelah ngerti istilahnya selanjutnya ada kunjungan langsung, biar tambah gamblang gitu.</p>
<p><strong>Padepokan,</strong> menurut kamus besar Indonesia berarti Tempat Persemedian, tempat pengasingan r<br />
aja-raja dimasa lalu. Di era sekarang, istilah padepokan lebih sering digunakan oleh kegiatan &#8220;Sanggar Seni Tari&#8221; dan &#8220;Pencak Silat&#8221;,  difungsikan sebagai tempat bertemu, bersilaturahim dan berlatih bersama.  Sedangkan dari istilah Arsitekturnya padepokan juga mempunyai makna sebagai komplek perumahan (bangunan) dengan areal yang cukup luas yang disediakan sebagai tempat untuk proses belajar dan mengajar keterampilan tertentu.</p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/joglo.jpg" alt="Joglo" width="570" height="362" /></p>
<pre>Joglo kala Malam Temaram</pre>
<p>Komponen bangunan di padepokan umumnya dicirikan adanya bangunan-bangunan khusus, seperti  Gapura, Pondok Pertemuan (joglo), Pondok Penginapan, Pondok Pengobatan, Pondok Kesenian, Pondok Dahar dan beberapa kelengkapan khusus yang dibangun untuk menyesuaikan kepentigan proses belajar misalnya Pondok Pustaka,  dan Pondok Serbaguna.</p>
<p>Padepokan juga umumnya dibangun di lokasi-lokasi yang jauh dari keramaian, di kaki gunung, di pelosok mungkin karena kepentingan proses belajar biar konsentrasinya gak kemana-mana karena gangguan hiruk pikuk lingkungan sekitar.</p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/gunung_ringgit.jpg" alt="Pendopo Gunung Ringgit" width="570" height="420" /></p>
<pre>Asrama Ringgit, Murah meriah terjangkau<!--more--></pre>
<h2>Padepokan Alam dan Budaya Pesanggrahan Arjuno</h2>
<p>Demikian juga dengan padepokan yang berlokasi di kaki Gunung Arjuno ini, sangat memenuhi syarat-syarat ketentuan sebuah Padepokan masa lalu, lokasi padepokan yang serasa di ujung langit, boleh dibilang sebagai rumah terakhir di perkampungan, sebuah bangunan luas di ujung kampung dan dikelilingi oleh bukit-bukit kecil serta hamparan luas rumput dan hutan lebat.</p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/kaliandra.jpg" alt="Gerbang Masuk Kaliandra" width="550" height="75" /></p>
<p>Boleh dibilang sebagai Padepokan Modern, karena dikelola oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (NGO) yang bertitle Yayasan Kaliandra Sejati. Mempunyai kegiatan Pendidikan Lingkungan Hidup dan Budaya serta Pusat Pelatihan dan Rekreasi.</p>
<h3>Aktifitas dan Kegiatan</h3>
<p>Datang ke Padepokan, kita bisa datang ke Padepokan ini atas nama perorangan ataupun kelompok, Kaliandra menyediakan beberapa paket program menarik untuk kita, dikemas dengan metode belajar partisipatif, melalui praktek, permainan, kunjungan lapang, seni, lokakarya, diantaranya antara lain:</p>
<ol>
<li>Berkunjung dan Belajar tentang hutan, naik gunung, berpetualang, kemah dsb</li>
<li>Belajar Budaya Jawa (seni tembang dan karawitan, pewayangan, tari, arsitektur, dsb)</li>
<li>Mengunjungi benda-benda cagar budaya seperti pertapaan Indrokilo, Candi Sepilar dsb.</li>
<li>Belajar pertanian termasuk budidaya tanaman hias dan tanaman obat, destilasi minyak serei.</li>
<li>Melukis dan membuat kerajinan</li>
<li>PPAB juga membuka kesempatan kepada institusi pendidikan untuk melakukan penelitian, kerja lapang maupun kegiatan pengabdian masyarakat serta voluntary</li>
</ol>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/gunung_tengger.jpg" alt="Asrama Istirahat Tengger" width="570" height="420" /></p>
<pre>Wisma Tengger, Penginapan dengan pesona Jawa</pre>
<h3>Fasilitas Layanan Program</h3>
<p>Lembaga ini berkonsentrasi pada masalah Pendidikan Lingkungan Hidup dan Kebudayaan Jawa, hal ini akan nampak pada ciri khas masing-masing bangunan yang terdapat di kaliandra, mulai dari pintu gerbang, kantor, tempat pertemuan, maupun tempat untuk penginapan, semua khas bangunan Rumah Jawa (joglo).</p>
<h4>Ruang Pertemuan</h4>
<p>Ruang pertemuan dalam adat jawa sering disebut Pendopo, Terdapat 2 (dua) buah bangungan Pendopo di kaliandra, yang pertama adalah Pendopo Mahameru yang akan langsung menyambut siapapun yang mengunjungi Kaliandra, sedangkan Pendopo Parikesit mempunyai ukuran lebih besar, berada di lokasi komplek Hastinapura dan mempunyai fasilitas yang lebih lengkap, seringkali digunakan untuk kegiatan pertunjukan kesenian dan acara yang melibatkan tamu lebih banyak.</p>
<p>n<img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/omakayu.jpg" alt="Rumah Kayu" width="570" height="200" /></p>
<pre>Omah Kayu gae Turu</pre>
<h4>Akomodasi</h4>
<p>Yayasan Kaliandra memiliki fasilitas penginapan bagi tamu atau pengunjung yang sedang menjalankan program, terdapat 5 bungalow yang terletak dalam kompleks Hastinapura, bangunan bungalow terdiri dari 2 (dua) lantai dengan kamar mandi terbuka, untuk alasan kesehatan namun sangat menjaga kenyamanan pribadi.</p>
<p>Pilihan lainnya adalah 2 (dua) buah Griya Tamu berarsitektur Jawa Asli yang menghadap Pendopo Mahameru, selain itu dalam komplek yang sama, terdapat dua buah asrama yang bisa menampung sekitar 92 orang sekaligus.<img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/pendopo_dahar.jpg" alt="Rumah Dahar" width="570" height="210" /></p>
<pre>Rumah Dahar, Ruangan Makan sederhana Khas Jawa</pre>
<h4>Griya Dahar</h4>
<p>Kaliandra mempunyai dua tempat makan (griya dahar) yang terletak pada komplek Hastinapura bernama Griya Dahar Sembadra, dan satunya berada di area Mahameru. Masing-masing lokasi mempunyai keistimewaan masing-masing. Griya Dahar Sembadra mempunyai pemandangan bebas dari puncak gunung Arjuna, sedangkan rumah makan Mahameru dikelilingi oleh berbagai tanaman hias yang merupakan khas dari Yayasan Kaliandra Sejati.</p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/lotus.jpg" alt="Bunga Lotus" width="570" height="404" /></p>
<pre>Bunga Lotus di Kolam</pre>
<h2>Klenengan Gending Jawa</h2>
<p>Padepokan Alam ini disamping menerima tamu dari luar, juga menjadi ajang pertemuan rutin warga sekitar, lebih khusus lagi warga yang tertarik dengan bidang kesenian. Jadi kalo pas kebetulan kita berkunjung, sayup-sayup di sore hari mendengar suara gending dan melantunkan lagu Jawa, tentu saja jangan berharap akan diterjemahkan ke bahasa indonesia, saya sendiri meski orang jawa juga gak mudeng artinya apa kok, mending menikmati alunan musiknya yang cukup syahdu,  lebih-lebih pas saat patah hati, lalu bunuh diri wakakkakkakkaka</p>
<p>Oke, mampir aja kesana yah, dan jangan lupa sampaikan salam saya buat para penunggu Alas Lali Jiwo di Gunung Arjuno ini, hampir semuanya kenal saya kok, lumayan sering bikin masalah disana soale, syukur-syukur kalo anda tau lokasi ini karena blog ini, saya kan dapet uang makelaran, setidaknya dapat undangan gratis sekampung hehehhehhe</p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/kolam_angsa.jpg" alt="Kolam Angsa" width="570" height="760" /></p>
<pre>Banyak</pre>
<h3>Menuju Kaliandra</h3>
<p>Dari Malang/Surabaya: naik bis reguler jurusan Surabaya-Malang atau sebaliknya, turun di Pasar Palang, kemudian perjalanan dilanjutkan dengan menyewa ojek yang tersedia di pinggir jalan, selama 15 menit</p>
<p>Dari Pasuruan: naik bis regular ke Malang, turun di Purwosari (sekitar 1 jam perjalanan), naik minibis jurusan Surabaya menuju Pasar Palang, Lanjutkan perjalanan dengan menggunakan ojek selama 15 menit</p>
<p><strong>Alamat Kontak</strong></p>
<p>Yayasan Kaliandra Sejati (BATAKO)<br />
Dusun Gamoh Desa Dayurejo Kecamatan Prigen<br />
Jawa Timur Indonesia<br />
Phone. 62-343-417357<br />
Fax.     62-343-417358<br />
e-mail :   sekretariat@kaliandra.or.id, kalian@indo.net.id<br />
Website: www.kaliandra.or.id, www.kaliandrasejati.org</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cakrawala/padepokane-wong-jowo.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fenomena Alam</title>
		<link>http://faizal.web.id/cangkruk/fenomena-alam.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cangkruk/fenomena-alam.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Nov 2007 10:02:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cangkruk]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/cangkruk/fenomena-alam/</guid>
		<description><![CDATA[
Kisah ini hanya dikhususkan buat para pencinta alam, kalo anda bukan seorang pencinta alam, sebaiknya baca lainnya aja dari pada sakit hati, tidak enak hati atau hati-hati ada banyak galian disepanjang perjalanan anda&#8230;lho!!!. Kebanyakan para pencinta alam menyukai musik rock hingga dangdut, fenomena alam memang sudah biasa terjadi.

&#8220;Dulu saya ini anak punk, rock jenis hardcore [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://uk.geocities.com/uconkie/img/cibodas.jpg" title="Gunung Gede Pangrango dari Kebun Raya Cibodas" alt="Gunung Gede Pangrango dari Kebun Raya Cibodas" height="161" width="550" /></p>
<p>Kisah ini hanya dikhususkan buat para pencinta alam, kalo anda bukan seorang pencinta alam, sebaiknya baca lainnya aja dari pada sakit hati, tidak enak hati atau hati-hati ada banyak galian disepanjang perjalanan anda&#8230;lho!!!. Kebanyakan para pencinta alam menyukai musik rock hingga dangdut, fenomena alam memang sudah biasa terjadi.</p>
<p><span id="more-14"></span></p>
<p>&#8220;Dulu saya ini anak punk, rock jenis hardcore yang lebih keras dari rock biasa. Gun N&#8217;Roses itu bagi saya kurang keras,&#8221; kata Alam yang ditemui di Hotel Indonesia.</p>
<p>Fenomena Alam itu sebenarnya sudah biasa di blantika musik. Praktisi industri musik selalu mencari terobosan baru untuk meramaikan pasar. Demikian pula konsumen musik membutuhkan semacam kejutan di tengah bahan dengaran yang dianggap monoton. Alam dengan kolaborasi rock-dangdut itu nyatanya mampu merebut perhatian publik. Sebagai pendatang baru, album kaset yang diedarkan Blackboard sejak Februari sampai September 2002 ini terjual sekitar 400.000. Namun, menurut Alam, versi bajakan jauh lebih banyak beredar di pasar.</p>
<p>Secara formal, sukses Alam dikukuhkan dengan gelar Penyanyi Dangdut Pendatang Baru Pria Terbaik dari Anugerah Dangdut Televisi Pendidikan Indonesia (ADTPI) 2002 pada 5 September lalu.</p>
<p>Sehari kemudian Alam mendapat empat penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI) Sharp 2002, termasuk untuk kategori Artis Pendatang Baru Terbaik, dan Artis Solo Pria Dangdut Terbaik.</p>
<p>Yang paling kasat mata dari larisnya Alam adalah tingkat keseringannya ia tampil dalam pertunjukan di berbagai daerah. Dalam bulan September ini Alam tampil 20 kali di berbagai daerah seperti Klaten, Wonogiri, Boyolali, Sragen, Kediri, dan Banjarnegara. Sampai juga ia ke luar Jawa seperti Madura, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, serta ke negeri tetangga Brunei Darussalam.</p>
<p>Tawaran untuk manggung mulai berdatangan sekitar bulan Mei, atau sekitar tiga bulan setelah rilis album Mbah Dukun. Pada bulan Mei Alam tampil &#8220;cuma&#8221; enam kali. September lalu, dia memenuhi 20 undangan menyanyi. Hajjah Enok Erni, ibu kandung sekaligus manajer Alam, dengan telaten meladeni datangnya tawaran. Sewaktu ditemui di sebuah kamar di Hotel Indonesia, wanita yang akrab disapa Ibu Haji itu sedang menemui seorang penyelanggara dari Banjarnegara, Jawa Tengah, yang akan memanggungkan Alam bulan Oktober ini. Dua tamu lain datang meminta Alam tampil di Banjarmasin.</p>
<p>Telepon seluler Ibu haji berkali-kali berdering untuk keperluan yang sama. Ketika sang manajer sibuk melayani tawaran manggung, Alam, sampai pukul 13.00 masih tidur setelah semalam manggung di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Ritme tidur Alam memang membiasakan Alam untuk begadang hingga jauh malam. Alam yang lulus program diploma satu, jurusan mesin, Itenas, Bandung, memang betah melek.</p>
<p>***</p>
<p><img src="http://uk.geocities.com/uconkie/img/alam.jpg" title="Pencinta Alam" alt="Pencinta Alam" align="left" hspace="10" />ALAM boleh dibilang sebagai meteor yang melesat di jagat hiburan musik. Dengan satu album yang diterbitkan pada Februari lalu, suara Alam dengan cepat dikenali dan digemari publik. Musiknya diperdengarkan di angkutan umum, rumah-rumah di gang padat di Jakarta, sampai ke MTV, pangkalan hiburan musik yang peka menangkap gejala baru di blantika musik itu. Termasuk Alam yang membawa vokal metal ke pentas dangdut.</p>
<p>Vokal metal Alam terbentuk lewat pergaulan dengan band-band metal yang hidup di Bandung. Untuk mempertegas kesan metal dari vokalnya, Alam pernah menggunakan cara digorok. Dia menggunakan daun yang dimasukkan ke hidung lalu keluar dari mulut. Cara tersebut memang menyakitkan, namun menurut Alam, pernapasan menjadi lebih lega karena kotoran di tenggorokan keluar.</p>
<p>&#8220;Bolongan hidung jadi lebih besar, napas tidak tersendat dan tidak ada tekanan yang bisa menyumbat hidung. Suar<br />
a menjadi berlendir, serak-serak besar, heahhh&#8230;&#8221; kata Alam memberi contoh.</p>
<p>Suara Alam itu memang tidak lazim di khazanah dangdut yang antara lain dikenali dengan vokal mendayu-dayu. Namun, begitulah Alam mengakrabi metal sebagai realitas dengaran dalam lingkup pergaulan kaum muda. Sementara itu, di lingkungan keluarga, Alam tumbuh dengan tradisi orkes Melayu yang belakangan dikenal sebagai dangdut. Ayah Alam, Haji Ibrahim-yang mampu memainkan saksofon dan klarinet-pernah bergabung dengan orkes Melayu. Sang ibu, Hajjah Enok Erni, pernah menjadi penyanyi pop dangdut pada era tahun 1970-an yang dikenal di sekitar Tasikmalaya. Mereka kini tak lagi aktif bermusik, tapi mempunyai usaha, antara lain toko material.</p>
<p>Dari orangtua yang tergolong orang dangdut itu, lahirlah Vetty Vera, penyanyi dangdut yang dikenal sejak awal tahun 1990-an. Sepuluh tahun kemudian Alam menyusul ke pentas dangdut. Alam yang berjarak usia tujuh tahun dari Vetty Vera itu semula sering diajak manggung, meski sebatas sebagai pengawal sang kakak. Alam sesekali diberi kesempatan menyanyi satu lagu.</p>
<p>&#8220;Waktu itu saya cuma hafal satu lagu dari Meggy Z, Benang Biru. Saya menyanyikan dengan suara metal dan orang ada yang suka.&#8221;</p>
<p>Suatu kali pada tahun 2000, Vetty merekam album Gerimis di Studio Soneta milik Rhoma Irama, di Depok. Pada kesempatan itu Alam diperkenalkan dengan pencipta lagu dangdut Endang Kurnia. Alam kemudian diminta mencoba dua lagu dari Kurnia, dan baru setahun kemudian Alam mempersiapkan pembuatan album dangdut. Hasilnya adalah sebuah kejutan, yaitu ketika suara metal yang dikemas dalam musik dangdut, ternyata diterima publik.</p>
<p>&#8220;Dulu saya enggak mau ke dangdut. Tapi, ya, apa boleh buat, keluarga saya di dangdut semua. Tapi, di dangdut saya tidak mau diatur. Dangdut saya tetap dengan suara rock,&#8221; tutur Alam.</p>
<p>***</p>
<p>ALAM kini boleh disebut selebritis, dalam pengertian orang yang dikenal publik. Pelayan Hotel Indonesia hingga tamu hotel berdasi mengenali sosok Alam dengan menyapa sebagai &#8220;Mbah Dukun.&#8221; Namun, dia masih ingin berlaku sebagai Alam. Dia juga menolak predikat superlatif pada dirinya. Alam menolak ketika diminta membuat iklan pertunjukan yang akan disiarkan di radio yang mengharuskan Alam menyebut diri sebagai &#8220;penyanyi terheboh&#8221;.</p>
<p>&#8220;Jangan meminta saya mengatakan diri sebagai &#8216;penyanyi terheboh&#8217;, dong. Itu sama halnya saya mengagungkan diri sendiri.&#8221;</p>
<p>Alam mengakui masih baru di dunia hiburan yang penuh basa-basi &#8220;protokoler.&#8221; Termasuk harus tampil rapi dan menjaga gengsi. Popularitas Alam sendiri memang masih harus diuji di waktu mendatang.</p>
<p>&#8220;Kalau orang sudah terkenal itu seakan harus shopping, atau refreshing. Kalau saya, mah, mancing saja,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Selain bermain PlayStation atau mengutak-atik komputer, menurut Hajjah Enok, Alam masih suka menjalani hobi lamanya di Tasikmalaya. Dengan logat Sunda yang kental, sang ibu mengatakan, &#8220;Alam, mah, sukanya ngobor belut.&#8221;</p>
<p>Maksudnya, Alam suka mencari belut malam-malam dengan obor. Alam, &#8220;Mbah Dukun&#8221; yang nge-rock itu, rupanya masih alami. (frans sartono)</p>
<p><a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0210/02/naper/feno12.htm" title="Pencinta Alam" target="_blank">http://www.kompas.com/kompas-cetak/0210/02/naper/feno12.htm </a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cangkruk/fenomena-alam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekolah di Alam</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/sekolah-di-alam.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cakrawala/sekolah-di-alam.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Nov 2007 07:07:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/pendidikan/sekolah-di-alam/</guid>
		<description><![CDATA[Aku udah kebingungan aja mau ngajak jalan nisa dan zaqy, gak ada ide, dan pastinya lagi gak ada duit untuk beli tiket hehheheh, dengan modal sisa bensin di motor, bundanya punya usul, gimana kalo jalan-jalan ke ciganjur aja, sekalian liat dan nyari sekolah alam.  Wah, usul bagus itu, cemerlang dibanding diem di rumah pas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1230/1247654254_6217e2fa54_m.jpg" title="Sekolah Alam" alt="Sekolah Alam" align="left" height="240" hspace="10" width="180" />Aku udah kebingungan aja mau ngajak jalan nisa dan zaqy, gak ada ide, dan pastinya lagi gak ada duit untuk beli tiket hehheheh, dengan modal sisa bensin di motor, bundanya punya usul, gimana kalo jalan-jalan ke ciganjur aja, sekalian liat dan nyari sekolah alam.  Wah, usul bagus itu, cemerlang dibanding diem di rumah pas weekend.  Ketemu juga lokasinya, meskinya yang dimaksud <a href="http://sekolahalam.org" title="Sekolah Alam Ciganjur" target="_blank" class="snap_shots">sekolah alam ciganjur</a>, ternyata yang kita temukan malah <a href="http://www.citraalam.org" title="Sekolah Alam Citra Alam Ciganjur" target="_blank" class="snap_shots">citra alam.</a></p>
<p>It&#8217;s Ok, soalnya kedua sekolah tersebut emang berbasis Sekolah Alam, sesuai dengan namanya sekolah ini boleh disebut sebagai sekolah alternartif, karena metode dan pendekatannya emang berbeda dengan sekolah kebanyakan. Perbedaan yang mendasarnya adalah pada Tujuan Akhirnya, Sekolah ini dibuat agar pembelajarnya berhasil menghadapi <strong>Kehidupan</strong>, bukan hanya untuk menghadapi <strong>Soal-soal Ujian</strong>.<span id="more-13"></span></p>
<p>Di Depok dan seputarannya boleh dibilang kaya dengan model sekolah ini, referensi yang paling ku tahu adalah Sekolah Alam yang digagas oleh Lendo Novo (sosok <a href="http://blog.hafidz.web.id/2005/08/20/the-most-dangerous-man/" title="The Most dangerous man" target="_blank">The Most Dangerous Man</a>). Pernah sekali bertemu dan mengikuti presentasinya Team Sekolah Alam, cukup takjub juga dengan menempatkan beberapa sasaran utama yang harus dihasilkan dari peserta didik. <a href="http://faizal.web.id/docs/sekolahalam.pdf" title="Presentasi Sekolah Alam Oleh Ir. Lendo Novo" target="_blank">Sekolah Alam.pdf</a></p>
<ol>
<li>Akhlakul  Karimah</li>
<li>Logika Ilmiah</li>
<li>Kepemimpinan (Leadership) dan</li>
<li>Jiwa Wirausaha</li>
</ol>
<p>Boleh dibilang sekolah alam adalah sebuah gerakan moral terhadap bangsa ini, mereka juga memberikan alternatif pemecahan masalah terhadap kebutuhan ijazah pada umumnya, untuk ujian mendapatkan ijazah standart pendidikan umum (penyetaraan), sekolah alam mempersiapkan waktu khusus selama 3 (tiga) bulan untuk khusus menghadapinya. Selanjutnya kembali ke alam lagi&#8230;&#8230;kembali kehidupan yang sebenarnya&#8230;..</p>
<p>Silahkan Baca-baca Link Sekolah ini juga:</p>
<ul>
<li><a href="http://sekolahalam.org" title="Sekolah Alam Ciganjur" target="_blank" class="previewlink">Sekolah Alam Ciganjur</a></li>
<li><a href="http://www.citraalam.org" title="Sekolah Alam Citra Alam Ciganjur" target="_blank" class="snap_shots">Sekolah Citra Alam</a></li>
<li><a href="http://sacikeas.com" title="Sekolah Alam Cikeas" target="_blank" class="snap_shots">Sekolah Alam Cikeas</a></li>
<li><a href="http://www.semut-semut.com" title="Yayasan Semut Beriringan" target="_blank" class="snap_shots">Sekolah Semut-Semut</a></li>
<li>Sekolah Jerapah Kecil</li>
<li><a href="http://sa-depok.blogspot.com/" title="Sekolah Alam Sawangan" target="_blank">Sekolah Alam Sawangan Depok</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cakrawala/sekolah-di-alam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Si Kecil Schisto</title>
		<link>http://faizal.web.id/jelajah/si-kecil-schisto.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/jelajah/si-kecil-schisto.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jul 2007 10:24:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[back pack]]></category>
		<category><![CDATA[danau]]></category>
		<category><![CDATA[gunung]]></category>
		<category><![CDATA[wisata alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/2007/07/16/si-kecil-schisto/</guid>
		<description><![CDATA[Schisto, panggilan akrab sehari-harinya cukup keren yak!!? tapi siapa yang ngira kalo schisto adalah panggilan seekor cacing, Schistosoma japonicum di Indonesia cacing schisto termasuk endemik dan hanya bisa ditemukan di dataran tinggi Lindu dan Napu, Sulawesi Tengah. Danau Lindu termasuk wilayah Taman Nasional Lore Lindu.

Pesona Danau Lindu dari kejauhan
 Meski kecil, tapi kalo si schisto [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Schisto</strong>, panggilan akrab sehari-harinya cukup keren yak!!? tapi siapa yang ngira kalo schisto adalah panggilan seekor cacing, <em>Schistosoma japonicum</em> di Indonesia cacing schisto termasuk endemik dan hanya bisa ditemukan di dataran tinggi Lindu dan Napu, Sulawesi Tengah. Danau Lindu termasuk wilayah Taman Nasional Lore Lindu.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://geocities.com/uconkie/web/danau_lindu.jpg" alt="Danau Lindu" border="1" /></p>
<p align="center"><em>Pesona Danau Lindu dari kejauhan</em></p>
<p> <span id="more-12"></span>Meski kecil, tapi kalo si schisto ini sudah berada di dalam tubuh manusia&#8230;, wah..cukup gawat juga, yang mula-mula penderita akan mengalami gejala keracunan, disentri, penurunan berat badan sehingga kurus yang berlebihan, hingga pada pembengkakan hati yang bisa diakhiri dengan kematian&#8230;</p>
<p>Tidak seperti proses cacingan yang sering kita dengar dan alami, cacing ini masuk ke tubuh manusia bukan dari mulut kita, tapi langsung menembus pori-pori kita menuju aliran darah menyerbu jantung dan paru-paru untuk selanjutnya menuju hati.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://geocities.com/uconkie/web/lindu_enclave.jpg" alt="Lindu Enclave" border="1" /></p>
<p>Sungguh pertama kali aku denger informasi ini rodok keder juga, lah setelahnya aku diajak temen tinggal di Danau Napu untuk kira-kira seminggu lamanya. Yang jadi pegangan asal kita tidak berada di daerah merah (fokus) dan sering berendem di air, karena proses penularannya biasanya pas kita lagi mandi atau cuci di sungai atau areal fokus&#8230;&#8230;.alhasil&#8230;aku gak mandi selama disana&#8230;kalo cuman seminggu seh lom seberapa kok.</p>
<p><strong>daur hidup dan penularannya</strong></p>
<p>lebih detail bisa tak ceritakan sebagai berikut: Mula-mula schistosomiasis menjangkiti orang melalui kulit dalam bentuk cercaria yang mempunyai ekor berbentuk seperti kulit manusia, parasit tersebut mengalami transformasi yaitu dengan cara membuang ekornya dan berubah menjadi cacing.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/80/Schistosomiasis_Life_Cycle.jpeg" alt="Daur hidup dan penularan schistosomiasis" height="419" width="550" /></p>
<p>Selanjutnya cacing ini menembus jaringan bawah kulit dan memasuki pembuluh darah menyerbu jantung dan paru-paru untuk selanjutnya menuju hati. Di dalam hati orang yang dijangkiti, cacing-cacing tersebut menjadi dewasa dalam bentuk jantan dan betina. Pada tingkat ini, tiap cacing betina memasuki celah tubuh cacing jantan dan tinggal di dalam hati orang yang dijangkiti untuk selamanya. Pada akhirnya pasangan-pasangan cacing <em>Schistosoma</em> bersama-sama pindah ke tempat tujuan terakhir yakni pembuluh darah usus kecil yang merupakan tempat persembunyian bagi pasangan cacing <em>Schistosoma</em> sekaligus tempat bertelur.</p>
<p>hmm&#8230;.tapi jangan ini semua menjadikan nyali takut buat datang ke lindu lho&#8230;.saat ini prosentase prevalensi penyakit cacingan di dataran tinggi lindu juga sudah mulai menurun hingga dibawah 1%, kan dah ada yang mikir bagaimana pencegahan dan penanggulangannya. Jangan sampek kaki telanjang nyasar sembarangan deh di sekitar Danau Lindu tanpa ada pendamping yang bener-bener ngenali daerah fokusnya si schisto.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/jelajah/si-kecil-schisto.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
