<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jusron[at]Faizal.WEB/INDONESIA &#187; danau</title>
	<atom:link href="http://faizal.web.id/tag/danau/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://faizal.web.id</link>
	<description>Learning is Journey for Freedom of Life</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Apr 2010 20:22:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Si Kecil Schisto</title>
		<link>http://faizal.web.id/jelajah/si-kecil-schisto.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/jelajah/si-kecil-schisto.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jul 2007 10:24:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[back pack]]></category>
		<category><![CDATA[danau]]></category>
		<category><![CDATA[gunung]]></category>
		<category><![CDATA[wisata alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/2007/07/16/si-kecil-schisto/</guid>
		<description><![CDATA[Schisto, panggilan akrab sehari-harinya cukup keren yak!!? tapi siapa yang ngira kalo schisto adalah panggilan seekor cacing, Schistosoma japonicum di Indonesia cacing schisto termasuk endemik dan hanya bisa ditemukan di dataran tinggi Lindu dan Napu, Sulawesi Tengah. Danau Lindu termasuk wilayah Taman Nasional Lore Lindu.

Pesona Danau Lindu dari kejauhan
 Meski kecil, tapi kalo si schisto [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Schisto</strong>, panggilan akrab sehari-harinya cukup keren yak!!? tapi siapa yang ngira kalo schisto adalah panggilan seekor cacing, <em>Schistosoma japonicum</em> di Indonesia cacing schisto termasuk endemik dan hanya bisa ditemukan di dataran tinggi Lindu dan Napu, Sulawesi Tengah. Danau Lindu termasuk wilayah Taman Nasional Lore Lindu.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://geocities.com/uconkie/web/danau_lindu.jpg" alt="Danau Lindu" border="1" /></p>
<p align="center"><em>Pesona Danau Lindu dari kejauhan</em></p>
<p> <span id="more-12"></span>Meski kecil, tapi kalo si schisto ini sudah berada di dalam tubuh manusia&#8230;, wah..cukup gawat juga, yang mula-mula penderita akan mengalami gejala keracunan, disentri, penurunan berat badan sehingga kurus yang berlebihan, hingga pada pembengkakan hati yang bisa diakhiri dengan kematian&#8230;</p>
<p>Tidak seperti proses cacingan yang sering kita dengar dan alami, cacing ini masuk ke tubuh manusia bukan dari mulut kita, tapi langsung menembus pori-pori kita menuju aliran darah menyerbu jantung dan paru-paru untuk selanjutnya menuju hati.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://geocities.com/uconkie/web/lindu_enclave.jpg" alt="Lindu Enclave" border="1" /></p>
<p>Sungguh pertama kali aku denger informasi ini rodok keder juga, lah setelahnya aku diajak temen tinggal di Danau Napu untuk kira-kira seminggu lamanya. Yang jadi pegangan asal kita tidak berada di daerah merah (fokus) dan sering berendem di air, karena proses penularannya biasanya pas kita lagi mandi atau cuci di sungai atau areal fokus&#8230;&#8230;.alhasil&#8230;aku gak mandi selama disana&#8230;kalo cuman seminggu seh lom seberapa kok.</p>
<p><strong>daur hidup dan penularannya</strong></p>
<p>lebih detail bisa tak ceritakan sebagai berikut: Mula-mula schistosomiasis menjangkiti orang melalui kulit dalam bentuk cercaria yang mempunyai ekor berbentuk seperti kulit manusia, parasit tersebut mengalami transformasi yaitu dengan cara membuang ekornya dan berubah menjadi cacing.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/80/Schistosomiasis_Life_Cycle.jpeg" alt="Daur hidup dan penularan schistosomiasis" height="419" width="550" /></p>
<p>Selanjutnya cacing ini menembus jaringan bawah kulit dan memasuki pembuluh darah menyerbu jantung dan paru-paru untuk selanjutnya menuju hati. Di dalam hati orang yang dijangkiti, cacing-cacing tersebut menjadi dewasa dalam bentuk jantan dan betina. Pada tingkat ini, tiap cacing betina memasuki celah tubuh cacing jantan dan tinggal di dalam hati orang yang dijangkiti untuk selamanya. Pada akhirnya pasangan-pasangan cacing <em>Schistosoma</em> bersama-sama pindah ke tempat tujuan terakhir yakni pembuluh darah usus kecil yang merupakan tempat persembunyian bagi pasangan cacing <em>Schistosoma</em> sekaligus tempat bertelur.</p>
<p>hmm&#8230;.tapi jangan ini semua menjadikan nyali takut buat datang ke lindu lho&#8230;.saat ini prosentase prevalensi penyakit cacingan di dataran tinggi lindu juga sudah mulai menurun hingga dibawah 1%, kan dah ada yang mikir bagaimana pencegahan dan penanggulangannya. Jangan sampek kaki telanjang nyasar sembarangan deh di sekitar Danau Lindu tanpa ada pendamping yang bener-bener ngenali daerah fokusnya si schisto.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/jelajah/si-kecil-schisto.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
