<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jusron[at]Faizal.WEB/INDONESIA &#187; fauna</title>
	<atom:link href="http://faizal.web.id/tag/fauna/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://faizal.web.id</link>
	<description>Learning is Journey for Freedom of Life</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Apr 2010 20:22:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Amanda Ratu di Ujung Genteng</title>
		<link>http://faizal.web.id/jelajah/amanda-ratu-ujung-genteng.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/jelajah/amanda-ratu-ujung-genteng.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 16:00:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[Khatulistiwa]]></category>
		<category><![CDATA[air terjun]]></category>
		<category><![CDATA[fauna]]></category>
		<category><![CDATA[laut]]></category>
		<category><![CDATA[wisata alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[
Pada hampir separoh malam, kita berempat akan melaju  menuju 200 km arah Timur Laut (ngawur) menuju Ujung Genteng. Perjalanan darat di malam hari memang sangat menarik,  tapi lebih menarik lagi kalo disamping saya ini badannya gak terlalu gendut sehingga butuh parkiran yang cukup luas  ditambah lagi mengeluarkan suara-suara aneh dari mulutnya. Krrrookkk&#8230;krrokkk, serasa menginap di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="amandaratu ujung genteng" src="/doc/amandaratu.jpg" alt="" width="550" height="230" /></p>
<p>Pada hampir separoh malam, kita berempat akan melaju  menuju 200 km arah Timur Laut (<em>ngawur</em>) menuju Ujung Genteng. Perjalanan darat di malam hari memang sangat menarik,  tapi lebih menarik lagi kalo disamping saya ini badannya gak terlalu gendut sehingga butuh parkiran yang cukup luas  ditambah lagi mengeluarkan suara-suara aneh dari mulutnya. Krrrookkk&#8230;krrokkk, serasa menginap di kandang ya perjalanan kali ini.  Mas..mas&#8230; bangun dong mas, atau setidaknya Tone-nya dipelanin dikit, atau bisa gak nadanya diganti dengan salah satunya lagunya Ridho Rhoma??.   Sampean ngoroknya kenceng banget sih,  ini kan lagi musim Flu Babi!!! bisa nularin yang lainnya lho mas.</p>
<p><span id="more-86"></span></p>
<div  style="text-align: left;"  class="xmlgmdiv" id="xmlgmdiv_2"><iframe class="xmlgm" id="xmlgm_2"src="http://faizal.web.id/wp-content/plugins/xml-google-maps/xmlgooglemaps_show.php?myid=2" style="border: 0px; width: 560px; height: 300px;" name="My_XML_Google_Maps" frameborder="0"></iframe></div>
<p>Kita memang harus menempuh perjalanan selama 6 jam dengan Kijang Innovanya Boss Richie, pilihan jadi penumpang yang paling nyaman adalah bisa tidur sepanjang perjalanan. Mau liat pemandangan juga gak mungkin gelap-gelap gini, mau maen pesbuk kayak teman saya di belakang  juga gak bisa, lha hari gene punya hape yang layarnya masih <em>Black White</em> bukannya yang berjudul nama buah-buahan.  Beli buah sekarang tidak harus di pasar buah lho, di toko komputer atau peralatan komunikasi juga tersedia. Saking namanya buah,  dulu sempat mikir  belinya bisa kiloan.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 560px"><img title="Amandaratu Resort" src="/doc/villaamanda.jpg" alt="Kalo mandi di kolam renang, enaknya malam-malam.. sepiiii" width="550" height="272" /><p class="wp-caption-text">Kalo mandi di kolam renang, enaknya malam-malam.. sepiiii</p></div>
<p>Memang udah zamannya penuh  <em>fenomena</em>,  di jalan-jalan raya kita mudah ketemu segala macam <em>kewan-kewanan</em> berkeliaran dari tempat asalnya Hutan belantara, mulai dari jenis mamalia &#8211; kuda, kijang, kancil, karnivora &#8211; jaguar, tiger hingga  sampe ke kodok dari Jerman. Dan kini pasar elektronik kita akan segera dibanjiri dari jenis tanaman cuci mulut.</p>
<p><a title="duren.inc" href="http://duren.web.id" target="_blank"><img title="duren inc" src="/doc/duren.gif" alt="duren.inc" hspace="5" width="364" height="164" align="right" /></a>Teman baik saya yang juga bukan petani, <a title="Rony Hakim" href="http://ronyhakim.com" target="_blank">penthol</a> namanya.  Yang hidup dari zaman <a title="pentholitikum" href="http://profiles.yahoo.com/pentholitikum" target="_blank">pentholitikum</a>,  adalah dunia tentang kreatifitas dan seni olah digital,  sekarang juga sudah mulai mencoba menanam. Terpilih adalah buah duren, buah buruk rupa tapi kuning, bersih dan manis isinya, kira-kira itu lah sebuah pesen yang pengen disampaikan kepada calon pembelinya. Logonyapun diambil mentah-mentah langsung dari wujud aslinya, buah Durian dan sekedar eksyen dibuatnya keroakan bekas gigitan dibagian atasnya. Itu kalo Codot (kelelawar) yang makan pasti codotnya Batman, dan kalo manusia yang makan pasti Batmannya Codot. Sedikit berbeda dengan petani buah yang lain,  Duren.Inc yang satu ini bermain di perangkat lunak bukan hardware. Dengan ini Tukang Duren bersumpah bahwa <a title="duren.inc" href="http://duren.web.id" target="_blank">duren.inc</a> adalah  &#8220;<em>the right partner to optimize your communication strategy</em>&#8220;, artine opo iki tol? Sukses besar ya tol!! dadi bakul duren! kerja bareng terus karo tukang <a title="spider-web" href="http://register.spider.web.id" target="_blank">jaring laba-laba</a>.</p>
<p><a title="amandaratu resort ujung genteng" href="http://amandaratu.com" target="_blank"><img src="http://profile.ak.facebook.com/object3/625/63/n202752155290_7662.jpg" alt="Amandaratu Resort Ujung Genteng" hspace="5" width="200" height="267" align="right" /></a></p>
<p>Eiitsss.. ngomongin tentang buah, sebenernya ada kaitan juga dengan yang akan kita datangi kali ini, tidak berbeda jauh profesinya, juga sebagai tukang buah.  Tapi yang ini tukang buah beneran,  jenis buah yang dipilih untuk dikembangkan adalah Kelapa dengan payung utamanya dikelola oleh PT. Wira Citaspong, yang mengelola perkebunan Kelapa sebanyak 200-an ribu pohon di luas lahan 100-an hektar di sepanjang Muara Sungai Cikarang Ujung Genteng.</p>
<p>Kelapa yan g dikelola oleh perkebunan ini sebagian besar akan diambil Niranya dan di jual dalam bentuk Gula Kelapa/Gula Merah/Gula Jawa melalui proses pengolahan sebelumnya.</p>
<h2>Tanah Lot Amanda Ratu</h2>
<p>Pada bagian ujung lahan yang dikelola oleh perkebunan ini, persisnya di Muara Sungai Cikarang pesona alamnya cukup menarik dan menawan, lebih-lebih bagi anda yang hobby ngintip di balik perangkat penangkap <em>moment.</em> Ada pulau kecil di ujung sungai Cikarang, dari kejauhan jika melihat bentuk pulau penghadang tersebut pasti akan teringat Tanah Lot di Bali.  Jadi, kalo gak pernah ke Pulau Bali, melihat bentuk pulau tersebut pasti gak ingat apa-apa, ke Bali sana dulu biar cepet sembuh ingatannya&#8230;. lho!!!????</p>
<p>Kira-kira begitulah prosesnya bagaimana tempat ini memiliki nama Tanah Lot, biar membedakan karena letakknya bukan di Bali dan deket lokasinya dengan Amanda Ratu Resort Ujung Genteng (<em>menulisnya kudu lengkap, pesan sponsor rek</em>), maka tempat tersebut ditandai oleh publik dan masyarakat setempat sebagai Tanah Lot Amanda Ratu.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 560px"><img title="Tanah Lot Amandaratu" src="/doc/tanahlot.jpg" alt="Bukan di Bali, apalagi di Balitar" width="550" height="211" /><p class="wp-caption-text">Bukan di Bali, apalagi di Balitar</p></div>
<p>Karena pemandangannya menarik bagi masyarakat setempat, pihak perkebunan pada tahun 1981 mencoba membuka lokasi ini sebagai lokasi wisata dan penginapan yang dibuka untuk umum dan di kelola secara terpisah sebagai usaha lain dari bidang perkebunan hingga saat ini (<em>maaf, saya potong prosesnya karena terlalu panjang</em>).</p>
<p>Umumnya orang mengenal kata <em>Sunrise </em>(matahari terbit)<em> </em>di gunung dan <em>Sunsite </em>(matahari terbenam)<em> </em>di pantai. Tapi itu tidak berlaku di Amanda Ratu,  justru banyak orang lebih menikmati pemandangan <em>sunsite</em> terindah di kawasan Resort ini. Untung saja kami tiba di lokasi pas sebelum Subuh, jadi sempet menyaksikan dengan mata sendiri dan mata kamera pesona indah yang dijanjikan sebelumnya.  Mayan penat juga sih, padahal udah istirahat banyak sambil kopi malem di salah satu Restorant Pelabuhan Ratu. Kentang goreng, Pisang Goreng Keju dan Kopi Jahenya mayan bikin melek mata dan mulut.  Seperti apa kata pepatah.. Melek Matane, Melek Cangkeme.</p>
<h2>Anak Pantai Suka Santai</h2>
<p>&#8230;dan setelah puas menikmati pesona <em>sunrise</em>, saatnya tidur sebentar buat kumpulin energi untuk jalan-jalan di pantai beberapa jam nanti, sambil nunggu langit dan laut berwarna lebih biru.  Iya kenapa langit kok warnanya biru sih? terus kalo pas Sunsite warnanya berubah jadi merah dan kuning dan kadang-kadang juga jadi putih. Ada hubungannya gak dengan warna laut yang ikut-ikutan jadi biru?.. biar dijawab sama <a title="Langit Biru" href="http://nineta.multiply.com/journal/item/50/Kenapa_Langit_Biru_Bu_Guru" target="_blank">Ibu Guru TK</a> mu aja yah adik-adik, kakak udah ngantuk, mau bobok duyu.</p>
<p>Sebelum panas, kita tuntaskan pekerjaan senang-senang kita disini sampe besok Minggu.  Hari ini menjelajah mulai dari Dermaga Tua di wilayah Pantai Ujung Genteng yang juga dikenal sebagai Pantai Aquarium, di saat laut surut air masih tersisa se mata kaki orang dewasa.  Kita dapat melihat banyaknya ikan-ikan hias yang terperangkap di batu-batu karang, menyaksikan mereka berkejar-kejaran dalam air seperti melihatnya di Aquarium.  Dan dilanjut di pantai-pantai sekitar seperti Pantai Cibuaya, Pantai Mina Jaya terakhir berhenti di Pantai Pangumbahan.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 560px"><img title="keong macan" src="/doc/keongmacan.jpg" alt="Keong macan dengan bumbu gulai" width="550" height="205" /><p class="wp-caption-text">Keong macan dengan bumbu gulai</p></div>
<p>Puas jalan-jalan sore di pesisir Ujung Genteng, sebelum pulang mampir dulu di tempat Pelelangan Ikan.  Dari sekian banyak jenis ikan, yang paling menarik buatku adalah Keong Macan, bukan keong berbentuk Macan, yang mirip cuman warna dan corak cangkangnya,  warna orange dengan bintik/ totol hitam kayak macan tutul.  Main di pantai gak makan ikan laut juga kurang bisa bikin tidur nyenyak sih.</p>
<h2>Menunggu Penyu Hijau bertelur di  Pantai Pangumbahan</h2>
<p>Malam ini saatnya belajar, jangan bobok dulu setelah makan kenyang.  Bagi kalian yang tidak pernah hormat dengan orang tua, mungkin dengan perjalanan malam ini akan ada artinya untuk  berobah dan bertobat,  kita akan  melihat bagaimana beratnya Penyu Hijau bertelur ke darat, saking beratnya semoga ini bisa jadi inspirasi bagimu buat selalu patuh dan taat sama orang tua, khususnya sama ibumu yang melahirkanmu.  Begitu pesen dari <em>guide (</em>gus de<em>) </em>yang nanti akan mendampingi kita selama proses penyu bertelur.  Sampe segitunya yah pikiran orang ini pada kita ???!!! karena udah males mikir sama otak, aku dengerin ocehanya dalam hati aja.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 560px"><img title="penyu hijau" src="/doc/penyuhijau.jpg" alt="Proses bertelurnya dibantu bidan sebanyak ini?" width="550" height="257" /><p class="wp-caption-text">Proses bertelurnya dibantu bidan sebanyak ini?</p></div>
<p>Gak nyangka masukknya, begitu deket dengan pantai ternyata udah berkumpul banyak orang di tengah malam gelap gulita gini, apalagi ini malam minggu waktu pasaran buat plesir dan pacaran.  Lain waktu kita kesininya malam jum&#8217;at aja ya om, biar ketemunya sama dukun yang juga lagi pengen plesir liat penyu <em>ngendok</em> (nelur).</p>
<p>Proses bertelurnya penyu dari awal kita diperbolehkan mendekat, pas si penyu sudah memulai mengeluarkan telurnya satu demi satu hingga hitungan 80 &#8211; 100 butir. Sebelumnya kita udah dikontek kalo selama jalan jangan menghidupkan alat penerangan, kalo pas ketemu ada penyu mau naik pasti terganggu dan mengurungkan niatnya bertelur. Seluruh proses kalo pengen tidak melewatkan melihat penyu sampe balik lagi ke laut kurang lebih selama 2 (dua) jam.</p>
<h2>Curug adalah Air Terjun: Cikaso</h2>
<p>Setelah kemaren kita berasin-asin di Pantai hingga tengah malam, hari ini kita akan cari suasana baru di Sungai Cikaso. Di sekitar Ujung Genteng rupanya menyimpan banyak tempat wisata alam Air Terjun atau Curug (bahasa lokal).  Anda bisa melihat data dan potensi wisata secara lengkap di situs pribadinya Bapak <a title="Jelajah Ujung Genteng" href="http://www.geocities.com/ujunggenteng" target="_blank">Petrus Suryadi</a>,  format situsnya masih menggunakan html, tapi muatan data dan informasinya sangat padat.  Sebelum ada CMS (Content Management System) yang canggih-canggih seperti sekarang ini, Pak Petrus Suryadi sudah mulai menyusun data dan informasi seputar Ujung Genteng secara konsisten hingga saat ini. &#8221; <em>Saya ingin Ujung Genteng dikenal masyarakat sebagai Nirwana Pantai Selatan Jawa Barat</em>&#8220;  dan pengen lebih dikenal masyarakat banyak seperti halnya mereka mengenal Pantai Anyer Mas, tulisnya melalui surat elektronik saat saya sapa lewat Fesbuk.  Mantap pak, saya juga mau <em>support</em> jika dibutuhkan pak, mungkin bisa bantunya buat urusan domain dan hosting laba-laba.,hehhehe</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 560px"><img title="air terjun cikaso" src="/doc/cikaso.jpg" alt="dingin...dingin....empuk" width="550" height="247" /><p class="wp-caption-text">dingin...dingin....empuk</p></div>
<p>Sekali lagi, Curug atau Air Terjun di daerah Ujung Genteng tidak hanya di Cikaso, bahkan jika anda suka dunia gelap di beberapa titik lokasi juga ada Gua. Rupanya disini termasuk daerah Karst (batu gamping), yang memang memungkinkan terdapat gua-gua alam, stalagtit dan stalagmit. Kesimpulannya&#8230; kalo mau menjelajah dari ujung ke ujung di Ujung Genteng, sebaiknya anda sediakan setidaknya waktu 3 (tiga hari), berangkat kamis malam, pulangnya minggu sore, dijamin puasss sampai titik darah penghabisan&#8230;.hehehhe</p>
<p>Mandi di Air Terjun rupanya acara terakhir jadi anak pantai, kebayang perjalanan pulang ke Jakarta lagi&#8230;..</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="400" height="267" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="flashvars" value="host=picasaweb.google.com&amp;captions=1&amp;hl=en_US&amp;feat=flashalbum&amp;RGB=0x000000&amp;feed=http%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2Fjusronfaizal%2Falbumid%2F5339096918121438113%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US" /><param name="src" value="http://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="400" height="267" src="http://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" flashvars="host=picasaweb.google.com&amp;captions=1&amp;hl=en_US&amp;feat=flashalbum&amp;RGB=0x000000&amp;feed=http%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2Fjusronfaizal%2Falbumid%2F5339096918121438113%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US"></embed></object></p>
<p><strong>Amandaratu Resort Ujung Genteng</strong><br />
Jl. Raya Ujung Genteng, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Sukabumi<br />
+62 (266) 649 2808 &#8211; +62 812 2143 3365 &#8211; +62 856 2450 4345<br />
resort@amandaratu.com<br />
<a title="amandaratu resort ujung genteng" href="http://amandaratu.com" target="_blank">www.amandaratu.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/jelajah/amanda-ratu-ujung-genteng.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kopipahit.com</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/kopipahitcom.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cakrawala/kopipahitcom.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2009 16:46:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Keanekaragaman]]></category>
		<category><![CDATA[Khatulistiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[fauna]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[
Pada suatu tengah malam sendirian, saya berpikir dalam hati *jangan-jangan di kepala gak ada otaknya????, kenapa ya Kopi selalu identik dengan begadang dan tidak tidur?,  tidak berselang lama ternyata saya temukan jawabannya disini [Minuman Lezat yang sempat Terlaran]. Tapi kenapa juga Luwak ; Musang, jawa: Garangan (Paradoxurus hermaphroditus) juga senang makan kopi? Apa juga dia suka ngelembur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="kopi pahit dot com" src="http://faizal.web.id/doc/kopipahit.jpg" alt="Kopi Pahit dot com" width="550" height="254" /></p>
<p>Pada suatu tengah malam sendirian, saya berpikir dalam hati *<em>jangan-jangan di kepala gak ada otaknya????, </em>kenapa ya Kopi selalu identik dengan <em>begadang dan tidak tidur?</em>,  tidak berselang lama ternyata saya temukan jawabannya disini [<a title="Kopi Minuman Lezat" href="http://netsains.com/2008/03/kopi-minuman-lezat-yang-sempat-terlarang/" target="_blank">Minuman Lezat yang sempat Terlaran</a>]. Tapi kenapa juga Luwak ; <em>Musang, </em>jawa<em>: Garangan (<span style="text-decoration: underline;">Paradoxurus</span> <span style="text-decoration: underline;">hermaphroditus</span>) </em>juga senang makan kopi? Apa juga dia suka <em>ngelembur</em> bikin <a title="Spider-Web" href="http://register.spider.web.id" target="_blank">website</a> dan coding PHP, atau lagi banyak proyek!. Jangan-jangan kita (Kopi, Luwak dan Manusia) memang tersusun dalam satu rantai &#8220;Jaring Makanan&#8221;<br />
<span id="more-96"></span></p>
<h2>Kopi Luwak</h2>
<p>Matahari &#8211;&gt; Tanaman Kopi &#8211;&gt; Luwak &#8211;&gt; Pengumpul Kotoran Luwak &#8211;&gt; Di Proses Tukang Kopi &#8211;&gt; Di Minum Tukang Ngopi</p>
<p><img title="Luwak" src="/doc/luwak.jpg" alt="Luwak - Musang - Garangan" width="550" height="310" /></p>
<p><strong>Kopi Luwak</strong> atau <strong>Kopi Musang, </strong>adalah kopi yang terbuat dari biji kopi yang telah dimakan dan telah lulus melalui sistem pencernaan Musang. Melalui kotorannya itulah akhirnya biji kopi berkualitas ini akan diproses hingga bisa tersedia untuk para penikmat Wedang Kopi.  Proses pembuatan biji kopi tersebut banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa dan Sulawesi Indonesia, beberapa dikenal juga di Filipina.</p>
<p>Dunia International mengenalnya juga sebagai <strong>Kopi Luwak</strong>, tidak ada padanan kata lainnya karena proses ini lebih banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia demi menghasilkan biji kopi yang aduhaiii&#8230; wekekekeke. Kopi apa yang paling mahal di dunia?.. Jika anda pernah tau tentang Jamaican Blue Mountain, Ethiopia Harrar, atau pun Kona Hawaii,  ketiga jenis tersebut  termasuk golongan biji Kopi berkualitas dan tentu saja mahal.  Tapi bukan itu yang termahal,  karena Kopi Luwak Asal Indonesia yang telah memiliki rekor harga tertinggi. Di Jepang dan Amerika, kopi ini terjual kepada para pengolah usaha Warung Kopi setiap Kilogramnya dibandrol $120 &#8211; $600.</p>
<p>Salah satu Kafe kecil di Australia, menjual secangkir  Kopi Luwak untuk pelanggannya dengan pasang harga $ 50, di London malah meningkat menjadi $ 99. Pemerintah Indonesia sudah seharusnya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kopi dan spesies yang satu ini, karenanya Dunia Internasional mengenal Indonesia melalui kolaborasi Flora dan Faunanya dalam wujud Kopi Luwak.</p>
<p><img class="alignnone" title="kopi luwak juga" src="http://fnctrl.com/img/faizal/kopi_luwak.jpg" alt="" width="208" height="173" /> <img class="alignnone" title="kopi luwak" src="http://fnctrl.com/img/faizal/kopi_luwak_logo.jpg" alt="" width="200" height="173" /></p>
<p>Anda mungkin benar-benar belum tahu kalo Kopi Luwak dikenal dunia International sebagai produk eksklusive, coba saja liat tayangan CNN tentang produk ini, meskipun judul tayangan ini menunjukkan <em>claim</em> yang tidak profesional. &#8220;Michigan Cat Poop Coffee&#8221; bener-bener judul yang tidak tepat karena kurang informasi&#8230;.gaul dong boss!! Luwak aja gaull kok..</p>
<p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=Gb13iFRYIvA"><img src="http://img.youtube.com/vi/Gb13iFRYIvA/default.jpg" width="130" height="97" border=0></a></p>
<p>Bagaimana si Luwak bisa merubah rasa pada tiap-tiap biji kopi sehingga bisa menghasilkan &#8220;Rasa Mahal&#8221;. Pada habitatnya Musang tidak saja makan biji kopi saja, melainkan juga buah-buahan lainnya. Yang dia makan dan pilih hanyalah biji kopi yang tua dan matang saja, tidak dikunyahnya langsung kecuali ditelannya bulat dengan hanya menguliti bagian luar buah Kopi.</p>
<p><img class="alignnone" title="kopi dan luwak" src="http://fnctrl.com/img/faizal/luwaknkopi.jpg" alt="" width="500" height="375" /></p>
<p>Didalam lambung musang, biji kopi tidak dapat terurai dan tetap utuh, tetapi pada proses di lambung tersebut biji kopi mengalami modifikasi, enzym lambung merubah rasa yang tajam dan pahit diduga telah terserap dan tergantikan dengan rasa unik dan meningkatkan rasa manis pada biji kopi tersebut. Prosentase kandungan kafein juga lebih menurun dari sebelumnya.</p>
<p><img title="kotoran luwak" src="http://fnctrl.com/img/faizal/kotoranluwak.jpg" alt="Kotoran dan Biji Luwak Basah, masih perlu proses menjadi biji kering" width="550" height="246" /></p>
<h2>Hitam itu tidak selalu manis</h2>
<p>Saya sendiri termasuk golongan luwak.. ups.. maksud saya penggemar berat Kopi Hitam, beda banyak sama Luwak, soale biji kopi gak langsung di <em>untal</em> (telen). Dulunya termasuk golongan Nasgitel &#8211; Panas Legi Kentel, campuran gula dan kopi hampir sebanding takarannya, bau gula pada kopi harus terasa bener. Tapi sekarang selera agak beda berputar 360 derajat  * <em>lak balik lagi mas&#8230;??. </em> Karena udah ngerasa Manis, campuran gula udah gak dibutuhkan lagi, Kopi Hitam gak usah pake gula, manisnya kopi ditengah-tengah pahitnya punya <em>taste</em> yang agak berbeda timbang gula, rasanya menyengat pada jari kelingking saya * <em>udah mulai gak fokus</em></p>
<h2>Resep Rahasia Kopi Pahit</h2>
<p>Gak lengkap rasanya kalo cuman baca blog tapi gak ada yang dibawa pulang sebagai hidangan pagi atau sebelum tidur malem. Ini juga karena dapat bocoran dari beberapa restoran terkemuka bagaimana menghidangkan Kopi enak dengan bahan murah. Kebanyakan pembuat Kopi jarang memperhatikan detail teknis sehingga seringkali merusak rasa yang seharusnya tidak terjadi, contohnya saja  menggunakan gelas plastik untuk minum kopi, jelas-jelas sangat tidak disarankan.</p>
<h3>Alat dan Bahan</h3>
<ul>
<li>Gelas dan Sendok dari bahan beling</li>
<li>Kopi Kapal Api</li>
<li>Gula</li>
<li>Air Putih</li>
<li>Kompor, bahan bakar dan panci</li>
</ul>
<h3>Proses dan Resep Pertama</h3>
<ol>
<li>Masak Air hingga mendidih dalam panci di atas kompor, pastikan mendidih jangan anget atau suam-suam kuku. Tidak diperkenankan pake air panas dari water heater dan turunannya, panasnya kurang mantep.</li>
<li>Masukkan takaran kopi secukupnya, kali ini jangan langsung di campur dengan gula. Resikonya memang gelas bisa pecah/retak jika dituang air mendidih. Apalagi jika gelas biasanya dipake minum air dingin.</li>
<li>Tuang air panas ke gelas dan aduk secara merata, umumnya akan terlihat buih kopi dan tercium aroma wangi kopi</li>
<li>Campurkan gula secukupnya dan aduk lagi hingga merata.</li>
<li>Gelas di tutup dan siap di sruput jika sudah tidak terlalu panas.</li>
</ol>
<h3>Proses dan Resep Kedua</h3>
<ol>
<li>Campurkan takaran umumnya anda membuat kopi pada gelas, Kopi, Gula dan Air dingin</li>
<li>Campuran tersebut tuang di panci dan masaklah sampai benar-benar mendidih</li>
<li>Siap di sajikan dalam gelas beling dengan tutup gelasnya</li>
<li>Selamat mencoba</li>
</ol>
<h2>Warung Kopi</h2>
<p>Kalo ada yang mau buka Warung Kopi, ajak-ajak saya yah&#8230; setidaknya jadi tester sebelum dibuka untuk umum.</p>
<h2>Pranala Rujukan</h2>
<ol>
<li>This Coffee Kids -<a title="starbucks" href=" http://thiscoffeekids.com" target="_blank"> http://thiscoffeekids.com</a></li>
<li>Coffee Online Magazine - <a title="Coffee Online" href="http://coffeeonlinemagazine.com" target="_blank">http://coffeeonlinemagazine.com</a></li>
<li>Merdeka Coffee - <a title="Merdeka Coffe" href="http://www.merdekacoffee.com" target="_blank">http://www.merdekacoffee.com</a></li>
<li>Anomali Coffee - <a title="Anomali Coffee" href="http://www.anomalicoffee.com" target="_blank">http://www.anomalicoffee.com</a></li>
<li>Kopi Luwak Wikipedia &#8211;  <a title="Kopi Luwak" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kopi_Luwak">http://en.wikipedia.org/wiki/Kopi_Luwak</a></li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cakrawala/kopipahitcom.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Challenge</title>
		<link>http://faizal.web.id/cangkruk/the-challenge.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cangkruk/the-challenge.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 05:20:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cangkruk]]></category>
		<category><![CDATA[boso]]></category>
		<category><![CDATA[fauna]]></category>
		<category><![CDATA[humor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Malaria Papua iki pancen rodok kereng, lha mosok lagi sak ulan nang kene wes kenek penyakit iki peng papat, lah wong aku limang taon nang kalimantan ae cumak kenek peng pindo. Seng saiki kumat maneh iki rodok aneh pisan, sabendino kumate rodok rajin, ben tangi turu isuk biasane awak seger, koyok wong sehat seger waras..ras [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Malaria Papua iki pancen rodok kereng, lha mosok lagi sak ulan nang kene wes kenek penyakit iki peng papat, lah wong aku limang taon nang kalimantan ae cumak kenek peng pindo. Seng saiki kumat maneh iki rodok aneh pisan, sabendino kumate rodok rajin, ben tangi turu isuk biasane awak seger, koyok wong sehat seger waras..ras pokoke, mari adus, sarapan, ngopi sak rokokane kabeh mari sampek jam songo-an. Lah iki&#8230;..sejam maneh mulai arep teko, biasane sitik-sitik mulai nggreges, ngelu sampek akhire aku kudu bungkusan rapet koyok entung, mlungker dibrongsong selimut tebel, persis koyok uler arep dadi kupu. Biasane kondisi koyok ngene mari sampek jam papat sore, alon-alon waras maneh, seger buger koyok wong sehat. Seng koyok ngene iki rutin bendino, mulai nggreges jam sepuluh, mari jam papat, sek talah aku iki loro opo kesurupan yo? koyok kelebonon jin iprit, waras, gendeng, waras, gendeng&#8230;..<span id="more-31"></span></p>
<p>Isuk iki aku rodok seger, mari tangi turu metu tekan tendo langsung nang kali, mumpung jin-e durung teko tak sempetno adus nang kali soale lak wes wayahe, penyakit iki rodok gak kenêan karo banyu, njobo kulit panas tapi njero kademen, lak kenêk banyu tambah katukên. Mari adus pengen mlaku-mlaku nikmati howo seger, sekalian mampir nang gubuke wong bugis seng lagi kerjo nggesek kayu nang alas, sekalian nunut njaluk kopi, enak njaluk timbange nggawe dewe hehehhehehe</p>
<p>Kopi wes dibagi roto nang wong enem sêng lungguh ndeprok muteri  asbak, persis koyok arep kenduren.  Pak sugik, ketua rombongane  seng mbagi kopi sak gelas nang aku, monggo mas diunjuk kopine, pak sugik mbuka omongan karo aku.  Sampean lagi pisan nang papua yo mas, ora pak, iki seng kepindone, wingi sak ulan juga wes nandangi rene, sakulan nang lapangan, sakulan cuti pak, sekalian aku njelasno tugas penggaweanku gae mbuka kenalan.</p>
<p>Owwh, lak pak sugik iki wes lumayan puluhan taon nang deso kene mas, melok transmigrasi tekan sulawesi selatan, pengalaman pertama yo koyok sampean ngene iki, kenalan karo lamuk, jare wong kene lak durung kenek malaria karo pak lurahe ora oleh nggawe KTP mas hehehhehee. Tapi mas, seng paling berkesan gawe pak sugik pas kenalan karo kewan elek, sikile papat, congore lincip, wernone ireng, ambune sengak gak tau adus, munine nguik-nguik. Sektalah pak, tekan pertama nang papua kok aku mesti dikaitno karo masalah &#8220;congor lincip&#8221; yo pak? iki kewan opo maneh pak? ndadak aku nyela critone pak sugik soale penasaran karo masalah &#8220;congor&#8221;. Iku ngono Celeng mas&#8230;.</p>
<p>Nang kene celeng dadi tantanganku mas, nang kampunge wong bugis sakjane <a title="Celeng wedi karo menungso" href="http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0409/14/Pon/1265570.htm" target="_blank">celeng iku wedi karo menungso</a>, tapi celeng papua koyoke kok rodok bonek, pak sugik nyoba negesno nang aku, pengalaman iki kedaden karo konco-koncoku pas mlebu alas golek kayu wangi, lagi enak-enake mlaku Mbah bejo, siji-sijine wong jowo nang rombongan ujug-ujug mbêngok sak kencenge&#8230;Awass..onok celeng..Awas&#8230;onok celeng&#8230;.wah krungu celeng, kabeh podo mlayu pating kipat, onok seng mlayu ngetan njebur kali, mbah Bejo malah arep menek uwit Matoa, ketok kreyelan soale wes kewut tinggal balung, kulit karo êntot.</p>
<p>Pak Sugik sek tetep bertahan ngadeg jejeg karo pasang kuda-kuda, rodok bingung ndelok kelakuan wong-wong seng podo mlayu keweden karo celeng. Sektalah menungso kok karo celeng malah keplayon, lah iki seng kudune dadi menungso sopo, seng dadi celeng sopo rodok nggumun.  Pak Sugik gak gelem kalah, mosok seh aku kalah karo kewan cilik iki, lah wong celeng siji wae kok wedi, menyisan <a title="Republik Celeng" href="http://gubugbudaya.wordpress.com/2007/06/18/republik-celeng" target="_blank">celeng sak republik</a> kene tak tandangane, Pak Sugik mbeten tur gemes.</p>
<p>Singkat cerito, eleng-eleng koyok pilem jinggo, Pak Sugik karo Celeng wes posisi dep-depan koyok koboi seng arep siap tarung sampek matek. Si Celeng, moto karo atine wes panas ndelok menungso siji seng ngengkel arep nantang gelut iki, sikile wes njupuk ancang-ancang arep nyeruduk. Pisanane Pak Sugik misuh-misuh ndelok musuhe seng saiki, lah biasane nantang jawara eee kok saiki ditantang karo kewan, karo siap posisi, tangan tengene pak sugik wes menghunus pedang panjang&#8230;kalo berjalan prok..prok..prok..pak sugik seorang kapiten&#8230;. lha kok malah nyanyi seh&#8230;</p>
<p>Celeng wes mulai mlayu kenceng lurus (ket biyen lak kenceng iku artine lurus pak&#8230;tapi lak nang jakarta kenceng artine banter), yo wes&#8230;.kenceng, lurus tur banter, ngalahno kecepatane ojeg ngejar setoran, begitu wes cidek sasaran, rupane Pak Sugik gak kalah gesit karo celenge, ngeles sitik karo mbabat sak kenceng-kencenge (lak iki artine banter duduk lurus), jebreetttt!!!!! Ayo kenek kepret pedangku koen leng&#8230;(maksude celeng). Rupane Pak Sugik lumayan rodok titis, congor celenge kenek kepret gabyur getih gloyoran koyok wong mabuk. Mati koên&#8230;.</p>
<p>Duduk Celeng Papua aku pak lak baru kenek sebetan pisan ae wes ambruk, lak oleh ngomong kiro-kiro ngono jawabane celeng mbales sumpahe Pak Sugik. Bener&#8230;.rupane sek isok ngadek maneh, ngos-ngosan dilut soale mari mlayu sprint, njupuk ambekan terus arep nyruduk maneh&#8230;..</p>
<p>Semprul pancen celeng papua iki, wes kaping papat kenek sebet gak ambruk-ambruk, koyoke iki ojok sampek seng peng limone, isin rek dadi wong bugis lak gak isok ngalahno celeng, masio gak wani mangan soale karo agomo ora diparengi, tapi lak sampek mlayu mending isin timbang wirang..lha&#8230;.Iki jurus terakhir leng&#8230;.pas wes posisi cidek, Pak Sugik mencolot nang nduwur wusss&#8230;.bablas angine&#8230;&#8230;begitu pas karo posisi celeng Pak Sugik ngeluncur karo pedange ngarah nang endase&#8230;. mak tlesep&#8230;pas persis kenek gulune&#8230;gubrakkkk si celeng ndelosor ngambu lemah.</p>
<p>Lego rasane&#8230;.rodok kemringet Pak Sugik gedek-gedek karo pengalamane seng anyar iki, padu karo celeng sak umur urip baru dirasakno nang Papua iki. Kapan maneh lak ketemu celeng koyoke aku mending melok mlayu timbang nandangi, ketimbang apes lak penting golek slamet, lah lak isin lak kiro-kiro mbesok onok kabar Pak Sugik nang Rumah Sakit gara-gara perang karo Celeng&#8230;..Rupane iki duduk pengalamane ijen Pak Sugik, Pak Kembo seng asli wong kene pisanane tau ngalami kedaden seng podo, untung onok kancane seng langsung ngewangi, ditumbak tekan adoh, padahal pak Kembo wes tibo ndlosor gara-gara di sruduk celeng, kurang sitikae iso bablas.</p>
<p>Wah iki cerito seng paleng seru seng tau tak rungokno nang Papua, celeng Papua doyan tarung karo menungso, untung gak doyan duit koyok celeng jowo&#8230;lha iku Celeng Ngepet, kewan kok doyan nyolong duit, tapi ngomong-ngomong sedulur tau krungu &#8220;kecoak ngepet&#8221; gak? lah lak iku mending sampean takon <a title="Kecoak Ngepet" href="http://wandi.web.id" target="_blank">wandi</a> ae, dekne seng nguasai ilmune.  Tapi lak pengen ngerti CMS seng judule raiceleng, sampean coba kontak Perusahaan <a title="seng duwe duren.inc" href="http://ronyhakim.com" target="_blank">Duren.Inc</a>, perusahaan merek buah-buahan seng produksi kewan-kewanan.</p>
<p><img style="border: 0pt none ;" src="/images/babirusa.jpg" alt="babi rusa" width="525" height="349" /></p>
<pre><a title="Babi Rusa" href="http://www.celebio.org/content/view/31/51/" target="_blank">Babirusa</a>. Babi koyok Rusa opo Rusa koyok Babi</pre>
<h2>Celeng Ngepet</h2>
<p>Aku sempet kepikir, kenopo kok ilmu nyolong iki nggawe simbol celeng (babi) yo? kok gak codot, tikus opo bedes?&#8230;.lan jarene celeng ngepet iki mlakune gak ndlujur lurus, tapi miring&#8230;.coba sampean bayangno onok celeng mlayune mereng&#8230;wakakakaakak kok gak menisan njungkel pisan ae ben isok melok sirkus, dadi gak perlu nyolongi duite wong liyo maneh.</p>
<p>Sek, aku ngerti jawabane, soale ndisek wong jowo kenal istilah &#8220;nyelengi&#8221; kenopo kok gak &#8220;mbedesi&#8221; opo &#8220;nyodoti&#8221;? halah&#8230;soale pas jaman kolo biyen (=disebut jaman <a title="Jaman Pentholitikum" href="http://ronyhakim.com" target="_blank">penthol/pentholitikum</a>) iku wong ndisek sek doyan mangan celeng, dan soale durung onok Bank, wong mbiyen nabunge bentuke celeng, lak butuh duit mendadak yo tinggal ngedol celeng, mesti payune gae nyukupi kebutuhan bendinane. Mangkane lak krungu istilah &#8220;aku arep nyelengi&#8221; maksude yo nabung gae sangu bentuke celeng, nyelengi celeng.</p>
<p>Lak wong Bali lebih ngerti istilah &#8220;Patungan&#8221;, soale mari patungan mesti ditukokno patung, lak Amrozi aku yakin lebih kenal Bantingan, mari bantingan terus tuku Mercon banting. Lah lak saweran rek? mosok ditukokno sawer seh? pikiren dewe rek&#8230;</p>
<p><em>uconkie: lagi belajar nulis boso jowo seng gak gawe pakem, susah juga yo tibae, nge-blog boso jowo timuran yok ker&#8230;boso jowo timuran kie lebih penak ngawure, gak perlu nganggo tatanan ruwet, anggep ae koyok ludrukan&#8230;ngawur, lugas tapi jujur </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cangkruk/the-challenge.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memasang Jerat</title>
		<link>http://faizal.web.id/jelajah/memasang-jerat.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/jelajah/memasang-jerat.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2008 04:30:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[Khatulistiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[fauna]]></category>
		<category><![CDATA[hutan]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[sungai]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/jejak/memasang-jerat/</guid>
		<description><![CDATA[
Amay Penyang Surung sedang Mempersiapkan Perangkap Ikan
Sejak pagi sehabis sarapan, Rolan dan Melky sibuk memainkan Mandaunya masing-masing, memotong gulungan tali plastik sepanjang 100 meteran menjadi puluhan bagian kecil-kecil, John pun tak kalah giatnya membantu membuat ikatan dan simpul merangkai potongan-potongan tali tersebut menjadi satu bagian utuh. Sementara aku masih dengan posisi duduk jongkok sambil memperhatikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><img src="http://img.faizal.web.id/penyangsurung.jpg" alt="Bapak Penyangsurung dengan Bubunya" height="266" width="499" /></p>
<pre>Amay Penyang Surung sedang Mempersiapkan Perangkap Ikan</pre>
<p>Sejak pagi sehabis sarapan, Rolan dan Melky sibuk memainkan Mandaunya masing-masing, memotong gulungan tali plastik sepanjang 100 meteran menjadi puluhan bagian kecil-kecil, John pun tak kalah giatnya membantu membuat ikatan dan simpul merangkai potongan-potongan tali tersebut menjadi satu bagian utuh. Sementara aku masih dengan posisi duduk jongkok sambil memperhatikan yang sedang mereka lakukan, yang bisa aku kerjakan cuman mengepulkan asap dari sebatang 234 yang melekat di jari-jariku.<span id="more-28"></span></p>
<p style="text-align: center"><img src="http://img.faizal.web.id/mangkuliang.jpg" alt="Di depan tebing Mangkuliang" height="298" width="499" /></p>
<pre>Stop dulu, ada pemandangan bagus, berpose di depan Tebing Mangkuliang</pre>
<p>Yak, kita adalah 4 sekawan yang sedang berpetualang persis seperti cerita-cerita yang dikisahkan dalam buku cerita anak itu he he he. Pagi ini memang kita akan jalan-jalan di seputaran Sungai Beruang sambil mencari temannya sesuap nasi, nafas kita memang masih dibutuhkan untuk beberapa bulan lagi kedepan disini, gak mungkin tiap hari selalu makan makanan kaleng, saya sendiri baru merasakan langsung dampak buruk karena terlalu sering mengkonsumsi makanan yang terbungkus dengan merek dan label.</p>
<p>Minggu pertama biasanya masih bisa menikmati, jarang-jarang juga bisa beli karena tergolong makanan mahal dan mewah, minggu berikutnya lidah mulai terasa hambar, makanan jenis apapun yang dibikin sudah tidak ada nikmatnya lagi, dan kalo udah itungan bulan, baru ngeliatnya aja sudah pengen muntah, tidak jarang juga beberapa kawan mulai timbul gatal-gatal dan alergi, sepertinya badan kita sudah mulai keracunan. Kalo udah seperti itu, seikat daun pepaya segar dan sambal lebih nikmat dibanding sepanci daging kaleng, dan yang pasti lebih sehat dan berguzi, mengandung minamin tanpa ewek-ewek sampingan.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://img.faizal.web.id/sungaiberuang.jpg" alt="Melintasi Sungai Beruang" height="307" width="499" /></p>
<pre>Melintasi Sungai Beruang</pre>
<p><strong>Sungai Beruang</strong>, Hari ini kita akan bekerja keras mencari pengganti makanan sampah, sekaligus cari hiburan selingan jalan-jalan di sekitar kaki pegunungan Schwan Muller, syukur-syukur dapat ikan segar dari Sungai Beruang dan se ekor daging Rusa.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://img.faizal.web.id/jejakrusa.jpg" alt="Melihat Jejak Rusa" height="714" width="497" /></p>
<pre>Pemasangan Jerat dilakukan di areal Jejak yang terlihat</pre>
<p><strong>Memasang Jerat</strong>,  umumnya biasa dilakukan pada musim kemarau, kenapa? jawabnya sudah pasti karena sungai-sungai kecil sudah pada surut, kubangan-kubangan juga sudah pada kering, yang tersisa hanyalah sungai yang cukup mendapat suplai sumber dan mata air yang bisa tetap mengalir. Kondisi ini mendorong semua binatang di hutan harus menuju titik yang sama, mereka tidak bisa lagi tersebar tetapi pada waktu yang sama akan berkumpul pada sumber-sumber air yang memadai.</p>
<p>Inilah titik awal kita, start penempatan jerat selalu berawal dari sumber-sumber air potensial, sambil memperhatikan dan memperhitungkan jejak-jejak kaki yang ditinggalkan ditanah basah. Masing-masing jenis binatang ternyata punya pola dan jalur perjalanan, celeng (babi hutan) punya kecenderungan melakukan perjalanan dengan jalur yang sama, pulang pergi (pp) tarip sama, tidak demikian dengan Rusa atau Kijang, mereka lebih acak, mungkin karena punya kaki yang panjang dan postur tubuh ramping sehingga lebih leluasa belok kiri dan kanan tanpa lampu riting, tentunya tidak demikian dengan badan penuh lemak dan kaki pendek macam celeng, untuk belok dia harus memutarkan seluruh anggota tubuhnya.</p>
<p style="text-align: cente<br />
r"><img src="http://img.faizal.web.id/jeratceleng.jpg" alt="Bentuk Jerat untuk Rusa dan Celeng" height="329" width="499" /></p>
<pre>Diusahakan tidak terlihat, ditutup dengan daun kering</pre>
<p>Lebih dari satu macam teknik menangkap hewan dengan jerat, jika kaki rusa/celeng tertangkap jerat, maka dia tersangkut di kayu penjeratnya atau bisa juga dengan sistem pelampung, si binatang masih bisa lari kesana-kemari dengan membawa kayu gelondongan yang terikat di salah satu kakinya, seperti Buldozer yang sedang menarik beban, sayangnya tinggal menunggu waktu dan lokasi yang pas sampai akhirnya kayu gelondongan tersebut tersangkut oleh batang atau semak di hutan, di hutan kan penuh dengan halang rintang alami, lain halnya kalo dia lari narik gelondongan di jalan tol, yang bisa nangkep paling pintu gerbang pembayaran tol, namanya aja jalan bebas hambatan pak de&#8230;</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://img.faizal.web.id/jerat2.jpg" alt="Jerat di sekitar jejak" height="576" width="482" /></p>
<pre>Roland dan Jerat Rusa-nya</pre>
<p>Yang nampak di photo atas adalah baru saja disiapkan jerat untuk rusa/celeng, masih ada proses selanjutnya, adalah memberikan kamuflase diantara warna-warna tali dan jerat yang mencolok, kebetulan kali ini untuk jeratnya menggunakan tali plastik yang warnanya sangat aduhai di antara hijau dan coklat tanah, ini harus disembunyikan dengan cara menutupi dan menimbun dengan daun-daun kering dan tanah biar lebih tersamar, yang sangat sensitif dengan warna adalah rusa/kijang.</p>
<p>Oke, satu jerat sudah selesai dipasang, masih kurang 99 jerat lagi harus dipasang di seputar lokasi target kita. Hmmmm banyak banget yah? tidak seperti yang aku kira sebelumnya, sebelumnya memang satu-satunya referensiku tentang bertahan hidup di alam bebas adalah buku yang bertitel <a href="http://www.4shared.com/file/4590973/5be31404/The_Survival_handbook.html?cau2=403tNull" title="Download Buku Survival Handbook" target="_blank">The Survival Handbook</a>, dari situ untuk pemasangan jerat yang terpikir paling cuman bikin satu buah saja.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://img.faizal.web.id/perangkapburung.jpg" alt="Jerat untuk Burung" height="265" width="499" /></p>
<pre>Jerat untuk Burung, tapi bukan jerat burungnya Pak Sandy</pre>
<p>Dari celeng, rusa, luwak (musang), landak, monyet hingga burung semuanya bisa ditangkap dengan jerat, tetapi jelas berbeda tekniknya, disesuaikan dengan karakter binatang yang hendak dijadikan target, beberapa diantaranya diperlukan umpan, baik umpan yang diam atau umpan yang bergerak, termasuk juga pemilihan umpan dengan warna dan bau yang mencolok dan mengundang selera, prinsip-prinsipnya tidak beda jauh dengan memasang jerat-jerat cinta juga kok&#8230;hehhehhe</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://img.faizal.web.id/amaysandi.jpg" alt="Penerangan dan Penjelasan" height="323" width="499" /></p>
<pre>Amay Sandy dengan burungnya....</pre>
<p>Memelihara burung di rumah, menikmati indah bulunya atau suaranya bukanlah kebiasaan yang diturunkan kepada mereka, apalagi harus sibuk setiap hari memberi makan dan minum, kita manusia yang memiliki dia atau justru dia yang menjadikan kita sebagai buruhnya, yang setiap hari harus memperhatikan tiap kebutuhan hidupnya, celetukan ini memang pernah aku dengar saat teman saya lagi kesel banget sama binatang peliharaannya hehehehe. Lha iya pak, kan lebih enak menikmatinya langsung di alam, pada setiap pagi kan kita bisa liat mereka ikut nongkrong di depan rumah kita sambil ber cicit cuit&#8230;. kenapa harus merepotkan diri kudu nangkep dan memelihara segala&#8230;.tapi seringkali memang harus ditangkep karena memenuhi pesenan orang lain, kalo yang ini memang agak rumit, yang mencicit cuit adalah kebutuhan dapur.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://img.faizal.web.id/jerat4.jpg" alt="Jerat untuk Burung" height="720" width="495" /></p>
<p>Mereka kok jahat yah sampe menangkap binatang dengan cara-cara sadis seperti ini?, pertanyaan i<br />
ni adalah tidak tepat untuk diungkapkan, yang jelas jika diliat dari niatnya mereka melakukan ini bukan cuman untuk kesenangan dan kepuasan, tapi lebih untuk memenuhi kebutuhan hidup, jerat seperti ini sangatlah aman, aman bagi binatangnya karena tidak kesakitan, mreka mungkin mengira sedang terbelit akar di hutan, disamping itu juga aman bagi manusianya jika tidak sengaja kaki tertangkap jerat.  Jangan sembarangan melangkah di sekitaran Gunung Biru  di Malang, kalo tidak kenal daerah salah-salah kaki anda bisa putus karena tertangkap jerat yang bergerigi yang terbuat dari besi, persis seperti perangkap tikus cuman dalam bentuk yang lebih kuat dan kokoh.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://img.faizal.web.id/rolanmelkydanjohn.jpg" alt="Mejeng lagi achh" height="344" width="500" /></p>
<pre>Pantang tidak mejeng</pre>
<p>Gak terasa, ternyata kita berempat telah menghabiskan waktu sepanjang pagi hingga sore, kita tuntaskan dan segera balik, sambil sekalian mampir di sungai, sapa tau pukat kita yang dipasang tadi pagi sebelum berangkat sudah ada penghuninya, sambil sekalian membasuh badan di sungai yang sepi dan jernih.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://img.faizal.web.id/sungoi.jpg" alt="Mandi di Sungai" height="322" width="492" /></p>
<pre>Tidak lupa mandi dulu sebelum balik</pre>
<p>Selanjutnya adalah tinggal nunggu dan cek rutin tiap hari, yang jelas tugas selanjutnya bukan untuk aku, gimana bisa ngapalin lokasinya di hutan belantara kayak gitu, di komplek perumahan aja aku bisa nyasar kok hehehhehhe. Itulah hebatnya teman-temanku itu, mereka pasti punya daya ingat atau setidaknya tau alat bantu untuk mengingat lokasi dan tempat di luasan seperti itu. Bisa masang jerat tapi gak mengingat lokasi pemasangannya sama aja seperti bikin rumah tapi tidak tau alamatnya. Mau nanya ke siapa kalo bikinnya di alas, kecuali bisa berkomunikasi dengan para wewe gombel.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://img.faizal.web.id/kijang.jpg" alt="Tripot, si Kijang" height="302" width="500" /></p>
<pre>Tripot, si Rusa Betina</pre>
<p>Aku panggil  Tripot karena kakinya cuman ada tiga, Tripot juga yang terjebak dengan jerat kami, sudah ketangkap maunya di sembelih kok pada kasian, akhirnya jadi teman main kami mandi pagi dan sore di sungai hehehhehe begitulah mereka&#8230;.</p>
<p><em>congkie: satu dua tiga sayang semuanya&#8230;&#8230;.. </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/jelajah/memasang-jerat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sandro si Tarantula-Man</title>
		<link>http://faizal.web.id/keanekaragaman/sandro-si-tarantula-man.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/keanekaragaman/sandro-si-tarantula-man.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Feb 2008 04:13:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keanekaragaman]]></category>
		<category><![CDATA[Khatulistiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Mozaik]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[fauna]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/keanekaragaman/sandro-si-tarantula-man/</guid>
		<description><![CDATA[
Sandro adalah My Super Hero dari Udik Kahayan, sebut saja sebagai sosok pejuang dan penyelamat di lingkungannya, Tarantula-Man, meskipun gerakannya tidak mendunia, bahkan tidak cukup populer di negeri sendiri, karena  Sandro  merasa cukup  melakukan tindakan-tindakan sederhana dan dengan lingkup lokal di Lewu Napoi, di Kahayan Hulu sana, dua hari perjalanan menempuh jalur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><img src="http://farm1.static.flickr.com/80/214337657_8c3f20033f_o.jpg" alt="Sandro danTarantula" width="336" height="500" /></p>
<p>Sandro adalah <em>My Super Hero dari Udik Kahayan</em>, sebut saja sebagai sosok pejuang dan penyelamat di lingkungannya, Tarantula-Man, meskipun gerakannya tidak mendunia, bahkan tidak cukup populer di negeri sendiri, karena  Sandro  merasa cukup  melakukan tindakan-tindakan sederhana dan dengan lingkup lokal di Lewu Napoi, di Kahayan Hulu sana, dua hari perjalanan menempuh jalur sungai dari ibu kota propinsi Palangkaraya. Mungkin hanya Sandro satu-satunya sebagai Super Hero yang tidak bekerja sendirian layaknya Spider-Man atau Superman.<span id="more-25"></span></p>
<p><img src="http://farm1.static.flickr.com/80/214337739_205868a5e9.jpg?v=0" alt="Sandro dan Atis" width="500" height="348" /></p>
<pre>Dua anak seiring bersama</pre>
<p>Tarantula-Man punya seorang sahabat akrab, yang setia dan selalu bersama-sama, bersama bermain di sungai, di hutan, di ladang dan juga di sekolahnya yang letaknya ada di belakang lapangan sepak bola di kampungnya. Cukup bersahabat dengan satu orang saja? tentu saja tidak, dia sangat membutuhkan satu grup (kelompok) yang cukup aktif bisa bergerak bersama-sama. Belajar sambil bermain tentu saja. Langkah-langkah kecil itu bisa menembus kemana saja mereka mau, sesekali, langkah tanpa alas kaki itupun bahkan sanggup menembus duri-duri tanaman hutan.</p>
<p><img src="http://farm1.static.flickr.com/75/214337895_d4ab3f401e.jpg?v=0" alt="Sandro dan groupnya" width="500" height="342" /></p>
<pre>Bermain sambil mendulang di Sungai Miri</pre>
<p>Aku kenal sandro sejak dia belum bisa mandi dan berenang sendiri di depan rumahnya, biasanya sambil menemani Ibunya mencuci pakaian atau piring di Lanting. Seperti layaknya semua anak kecil yang selalu gembira bermain dengan air, sandro dan teman-temannya pun demikian, dia sanggup berlama-lama dan berkali-kali mandi di sungai. Sampai pernah aku sendiri mencoba ngetes, kira-kira kuat berapa lama dan berapa kali yah main air sepanjang seharinya? Ndro, Mandoi yuk&#8230;&#8230; dan selalu jawabannya bisa ditebak adalah&#8230;Ayyoookkkk!! langsung aja loncat, Byuuuurrrrr!!!</p>
<p>Setelah dhuhur, saya hitung sudah 6 kali kita buka baju dan pasang lagi, Sandro, gimana kalo kita mandi lagi? Ayookk Om&#8230;&#8230;ternyata aku sendiri yang kelenger gak tahan untuk ke 7 kali. Ampuuunnn&#8230;kamu pake batteray apa sih kok gak ada habisnya? dan terakhir kalinya dia pernah ngajak aku meluncur disungai dari ujung kampung mengalir hingga rumahnya..wah. Begitulah anak-anak, energinya yang seperti bisa bertambah karena semangatnya.</p>
<h2>Sekilas Fakta tentang Tarantula</h2>
<p>Suatu waktu Sandro datang ke saya sambil menunjukkan benda hitam berkaki delapan di telapak tangannya. Setelah tidak jauh dari pandanganku ternyata Tarantula, hampir saja ngibrit karena bayanganku di filem-filem binatang ini memang terlihat gak ramah dengan manusia, tapi sekarang malah ada di tangan anak kecil jadi mainannya.</p>
<p><img src="http://animals.nationalgeographic.com/staticfiles/NGS/Shared/StaticFiles/animals/images/primary/tarantula-feeding.jpg" alt="Tarantula dari Nationalgeographics" width="470" height="324" /></p>
<pre> Photo: National Geographics</pre>
<p>Aksi Sandro belum berhenti sampai disitu saja, om pinjam korek dong, sambil menyerahkan korek zippo-ku masih lom mudeng juga mau diapakan lagi ini. Dia ketok binatang ini hingga mati, terus di tusukin ke lidi dan langsung dibakarnya sebentar, sepenglihatanku kayaknya ini sekedar syarat mateng aja deh, begitu aja langsung diambilnya sejumput dan masuk mulutnya sambil mengernyitkan dahinya&#8230;..enak&#8230; mau om? wah&#8230;gak..gak ndro, makasih&#8230;.heheheehehe meski dalam benakku ini adalah protein bagus buat perkembangan mereka tapi kalo untukku masih gak tega makan mahluk berbulu ini.</p>
<p>Aku yakin kalo anda belum pernah melihat binatang ini langsung atau pernah liat tapi di tipi atau pilem, pasti kesimpulan yang ada dalam benak anda pastilah sangat berbeda den<br />
gan faktanya, beberapa fakta dari tarantula adalah:</p>
<ul>
<li>Sejauh anda tidak alergi atau phobia, Tarantula bukan termasuk binatang berbahaya.</li>
<li>Mempunyai kuku yang dapat ditarik masuk, seperti layaknya Kucing.</li>
<li>Tarantula bisa berganti kulit seperti ular, proses ini biasanya disebut dengan Molting.</li>
</ul>
<p>Di dunia terhitung sebanyak 900 spesies yang telah terdata, masyarakat lokal sering menyebutnya sebagai laba-laba tanah karena Tarantula memang tidak membuat jaring untuk menangkap mangsanya, orang eropa menyebutnya &#8220;Wolf Spider&#8221;, Afrika &#8220;Baboon Spider&#8221;, Asia mengenal sebagai &#8220;earth tigers&#8217; atau &#8220;bird spider&#8221;. Nama Tarantula sendiri berasal dari sebuah nama kota di Italy &#8220;Taranto&#8221;.</p>
<p>Tarantula termasuk digolongkan sebagai binarang Carnivora, makanan utamanya adalah serangga, kadal, tikus kecil, beberapa spesies yang lebih besar tubuhnya bisa memangsa anak burung, tentu saja tidak akan langsung di telan mentah-mentah saat itu juga, satu makan besar bisa membutuhkan waktu hingga sebulan.</p>
<p>Tarantula memang mempunyai reputasi yang tidak bagus bagi manusia, mungkin karena dia adalah laba-laba dengan badan yang besar, atau karena berbulu dan beracun, padahal disebutkan bahwa gigitan Tarantula tidak bisa menyebabkan manusia terbunuh, bisa jadi gigitan lebah masih lebih menyakitkan dibanding gigitan Tarantula.</p>
<p>Meski demikian dibelahan dunia barat, Tarantula bisa jadi binatang peliharaan di rumah, termasuk binatang yang dikagumi, unik dan exotic. Beberapa situs penjual Tarantula jelas-jelas bisa memasang harga minimal $ 50 untuk seekornya. Syukurlah masyarakat kita masih senang memelihara kucing dan anjing dibanding Tarantula, dan sebaiknya cukup melihat di alam tempat dia hidup, karena di alam binatang ini bisa berumur berkisar 2-5 tahun, bahkan diantaranya dapat bertahan hidup hingga 10 tahun lebih.</p>
<h2>Sosok yang Berbeda</h2>
<p>Mereka adalah sosok yang jelas berbeda, satu kesamaannya hanyalah mempunyai tempat tinggal di kampung yang sama. Sandro saat ini mungkin sudah beranjak mendekati usia Remaja, dan biasanya di usia ini kebiasaan dari mereka adalah pergi jauh dari rumah bapak ibunya untuk melanjutkan sekolah tingkat pertamanya, minimal di tingkat kecamatan yang perjalananya membutuhkan waktu 4-5 jam lewat sungai. Demikian seterusnya, semakin tinggi pendidikan yang pengen diraih, semakin dijauhkan dari asal kampungnya. Entah tinggal dengan sanak familinya atau dititipkan dengan orang lain sekalipun, semangat untuk menempuh jenjang tertinggi untuk pendidikannya memang cukup kuat dan bersemangat.</p>
<p>Sandro yang dulu kecilnya sangat takut menyeberang jembatan beton yang membentang sungai kahayan karena baru pertama melihat jembatan seluas dan segede itu, hingga memasuki toko pakaian yang berkeramik dia rela mencopot sandal jepitnya karena tidak ingin mengotori lantainya. Sekarang dia harus menghadapi semuanya itu dan beradaptasi dengan lingkungan barunya. Proses pendewasaannya pun tumbuh terus seiring dengan waktu dan kenyataan yang dihadapi.</p>
<p>Tarantula-Man saat ini mungkin hanya ada di imajinasiku, mungkin saat ini hanya aku yang menganggapnya sebagai Super Hero, tapi juga berharap suatu saat nanti dia adalah Super Hero yang sebenarnya. Anak muda berbakat yang akan memenangkan peperangan terhadap Kebodohan dan Kemiskinan, karena ini adalah perang yang sesungguhnya. Dan yang pasti, aku juga punya sebuah harapan dengannya, suatu saat nanti kita pasti akan ketemu lagi!!! dan kita akan punya banyak waktu untuk Mandoi seharian.</p>
<h3>Bahan bacaan:</h3>
<ul>
<li><a title="Tarantula by wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tarantula" target="_blank">http://en.wikipedia.org/wiki/Tarantula<br />
</a></li>
<li><a title="Golden Exotica" href="http://www.goldenphoenixexotica.com/pics.html" target="_blank">http://www.goldenphoenixexotica.com/pics.html</a></li>
<li><a title="tarantula national geographics" href="http://animals.nationalgeographic.com/animals/bugs/tarantula.html" target="_blank">http://animals.nationalgeographic.com/animals/bugs/<br />
tarantula.html</a></li>
</ul>
<p><em>Conkie: lagi ngeling-ngeling masa suka cita bermain dengan sandro dan gengnya</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/keanekaragaman/sandro-si-tarantula-man.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
