<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jusron[at]Faizal.WEB/INDONESIA &#187; gunung</title>
	<atom:link href="http://faizal.web.id/tag/gunung/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://faizal.web.id</link>
	<description>Learning is Journey for Freedom of Life</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Apr 2010 20:22:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tingginya Gunung kan KuDaki, Derasnya Sungai kan KuArungi</title>
		<link>http://faizal.web.id/jelajah/tingginya-gunung-kan-kudaki-derasnya-sungai-kan-kuarungi.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/jelajah/tingginya-gunung-kan-kudaki-derasnya-sungai-kan-kuarungi.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 01:00:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[Keanekaragaman]]></category>
		<category><![CDATA[back pack]]></category>
		<category><![CDATA[gunung]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sungai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[
Jeep 4x4 Tjap Sabar Mas dengan nomor dada 02
Kuda besi terbitan antara tahun 1960-1985 ini kerap dapat julukan &#8220;Toyota Hardtop&#8221;, udah keras kepala dan pasti top , terkenal tangguh dalam sejarah Land Cruiser dalam menjajaki medan-medan yang tidak bersahabat, wajar  jika kendaraan ini identik dengan  Tentara dan Proyek.  Seri FJ/BJ 40 yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="/doc/sabarmas.jpg" alt="Hardtop tjap Sabar Mas" width="570" height="293" /></p>
<pre>Jeep 4x4 Tjap Sabar Mas dengan nomor dada 02</pre>
<p>Kuda besi terbitan antara tahun 1960-1985 ini kerap dapat julukan &#8220;Toyota Hardtop&#8221;, udah keras kepala dan pasti top , terkenal tangguh dalam sejarah Land Cruiser dalam menjajaki medan-medan yang tidak bersahabat, wajar  jika kendaraan ini identik dengan  <strong>Tentara</strong> dan <strong>Proyek</strong>.  Seri FJ/BJ 40 yang model awalnya menggunakan mesin F 3878 cc ini masih saja terlihat keluyuran bebas di pelosok-pelosok daerah, dengan berbagai model mulai dari model Hardtop, Canvas Top (<em>short dan medium wheelbase</em>), Pick up, Station Wagon serta Troopwarrior berpacu menandingi mobil-mobil era 2000-an. Tiga model terakhir memang sudah mulai jarang terlihat, mungkin karena jarang diminati oleh pemilik perorangan.   <span id="more-32"></span></p>
<p>Beruntung saya pernah berkesempatan menikmati beberapa waktu yang cukup lama  Hardtop dengan model Pickup medium wheelbase, mendapatkannya juga tidak gampang dengan bentuk fisik yang masih lumayan bagus, terpaksa harus sedikit bersabar menunggu waktu yang cukup lama dan mencari dibeberapa lokasi proyek, kalo toh dapat menemukan belum tentu juga si empunya bersedia melepas. Entah kenapa harus fanatik dengan seri yang satu ini, sementara pabrik eropa juga sudah banyak memproduksi model yang lebih kinyis dan macho, tapi emang jika pernah membandingkan dedikasinya di medan berat jadi gak salah kok kalo sampe bener-bener gandrung dengan model yang satu ini. Memang handal, peminum bensin nomor wahid ini sepertinya hanya bisa dihentikan lajunya oleh pedagang besi tua atau kolektor mobil antik, suatu waktu nanti&#8230;</p>
<p><img src="/doc/terjebak.jpg" alt="pohon tumbang" width="570" height="333" /></p>
<pre>Jalan Putus karena Pohon Tumbang, yah kudu mandeg pak...</pre>
<p>Suatukali di daerah Gunung Pananjakan, sekitar wilayah Gunung Bromo, di dataran tinggi yang kemiringannya bisa bikin tubuh kita ikut condong jika berdiri itu, Toyota model Canvas <em>Medium Wheelbase</em> masih bisa berjalan dengan tenang dengan memuat lebih dari kapasitas beban yang tertulis di body sampingnya, sekitar 25 orang lebih ikut memberi semangat laju mobil..Ayoo..kamu bisul!!&#8230;Bersama, Kita Bisulan!!!, mereka berteriak kencang dari atap mobil, sementara yang didalam cuman bisa ho-o aja sambil empet-empetan diantara ketiak para penumpang lain. Ini mobil atau Tank sih? pikirku, atau..jangan-jangan tank yang lagi menyamar? Tank-Ronk-Ris..gawat!!!!</p>
<p>Bagaimana kalo dia dikota? wah rasanya gak kepikiran pengen punya kalo gak sekalian bisa bikin pom bensin sendiri, sangat tidak ramah lingkungan, khususnya di lingkungan yang BBM-nya baru naik akhir-akhir ini. Pedagang eceran macam saya ini disarankan jangan jauh-jauh dari rumah apalagi kelayapan di jalur truk logging yang ban serepnya aja bisa lebih dari satu, jika tunggangan pake bebek model suprafit  sebaiknya paling jauh 3 setopan (<em>baca=trafic light</em>) dari rumah. Pulang pergi cukup dengan sepuluh ribu rupiah untuk premium.</p>
<h2>Terjang Jeram ke Hulu Sungai</h2>
<p>Jika diatas saya menceritakan tentang kendaraan tumpangan paling seksi yang bergerak di atas tanah (darat), lalu kendaraan jenis apa yang paling lincah dan cekatan untuk jenis angkutan di air (sungai) ?,  berdasar pada pengalaman saya sendiri, tanpa ragu saya menjawabnya dengan <strong>Jukung</strong>!!. Jukung adalah sebutan untuk perahu kecil dengan motor tempel yang cukup ringan berbahan bakar Bensin atau minyak tanah, versi lebih besar umumnya orang menyebutnya dengan Kelotok, bermesin diesel, umumnya dikenal dengan Dongpeng, meskipun dongpeng sendiri adalah salah satu merk mesin diesel ini diantara sekian banyak merk lainnya produksi china.</p>
<p><img src="/doc/jukung.jpg" alt="Jukung" width="570" height="505" /></p>
<pre>Uuggghhhhh udah ucjan, betcek tak ada otjeg</pre>
<p>Kelincahan Jukung bisa disetarakan dengan motor bebek (kendaraan roda dua), jika di belantara Ibu Kota,  motor bebek mampu bergerak dengan gesit dan  tidak beraturan diantara sela-sela mobil, bis dan kedaraan roda empat lainnya, bisa menembus segala rintangan kemacetan lalu lintas, sejauh masih ada celah sempit yang masih bisa dimanfaatkan untuk melaju.  Jika dibandingkan dengan mobil, sudah jelas mesin motor punya kemampuan lebih kecil, tetapi jika beradu kecepatan di jalan raya ibu kota, motor bisa menandingi 2 kali lebih cepat dari kecepatan mesin yang bergerak dengan empat roda ini, karena body yang besar bisa menjadi hambatan, khususnya ditengah padatnya arus lalu lintas kota. Demikian kiranya saya mencoba menggambarkan ketangguhan dan kelincahan kendaraan yang dibikin sendiri oleh masyarakat tanpa karoseri ini.</p>
<p><img src="/doc/arung_jukung.jpg" alt="Terjang Badai" width="570" height="866" /></p>
<pre>Ini masih di Indonesia kok</pre>
<p>Saya menyebutnya bukan Arung Jeram tetapi lebih pas dengan Terjang Jeram, istilah arung jeram yang kita kenal sebagai olah raga alam bebas yang menggunakan perahu karet, dengan penumpang lima orang pendayung ini aktifitasnya adalah mengikuti arus sungai, mereka sebagai team harus bisa mengendalikan perahu karet tersebut melewati rintangan dan celah dari ketinggian menuju posisi yang lebih rendah, sedangkan mereka semua yang nampak di photo ini sedang menerjang arus, bergerak dari bawah menuju tempat tertinggi, mereka sering menyebutnya tempat dimana air menetes atau mata air.</p>
<p><img src="/doc/arusderas.jpg" alt="Arus Deras" width="570" height="305" /></p>
<pre>Buih Putih</pre>
<h2>Perjalanan mereka adalah..</h2>
<p>Perjalanan untuk pemenuhan kebutuhan hidup, kebutuhan untuk bekerja dan bekerja untuk hidup. Perjalanan yang mereka lakukan tidak saja bergerak dari titik A menuju titik B, berpindah tempat dan waktu, juga berpindah dimensi, karena ada dampak dan akibat karena proses perpindahan tersebut.  Rintangan dan hambatan sudah menjadi kawan akrab mereka tetapi dengan Semangat dan Tujuan menjadi bekal utama untuk dibawa kembali ke rumah mereka masing-masing, menyongsong harapan masa depan lebih cerah dan ceria dari hari ini.</p>
<p><img src="/doc/arung_batu.jpg" alt="Terjang Batu dan Padas" width="570" height="298" /></p>
<p>Ini masih di Indonesia, ujung bumi Khatulistiwa</p>
<p>Ini memang bukan di negeri Antah Berantah, ini masih di Indonesia, di antara gunung dan mata air yang melimpah sehingga bisa membentuk aliran sungai, dari hulu mengaliri hilir dan akhirnya ke lauuuuutttt&#8230; Tempat mereka yang sulit terjangkau karena sulitnya kondisi topografi dan alam. Kondisi, selalu saja dengan mudah dapat dipakai sebagai alasan untuk ketertinggalan informasi juga uluran tangan, meski hanya butuh sedikit keberanian untuk mencapainya, butuh sedikit berarti tidak banyak.</p>
<p><img src="/doc/helijukung.jpg" alt="Heli Jukung" width="570" height="218" /></p>
<pre>Perahu kok naik heli?, cara jitu dan cepat pengarungan sungai</pre>
<p>Ada satu aturan tidak tertulis tapi sudah menjadi kesepakatan bersama bagi para pemanfaat jalur sungai, di sungai pun juga ada tingkat kepadatan arus lalu lintas, tentunya perlu sebuah pengaturan bersama untuk mengurangi tingkat kecelakaan yang terjadi. Meski jalur di sungai cukup lebar untuk dipergunakan bersama, tapi adakalanya beberapa titik jeram, jalur mulai menyempit sehingga cuman bisa dipergunakan hanya untuk satu buah perahu saja, ini seperti ada di perempatan jalan raya, empat arus bertumpuk menjadi satu pada satu titik, lampu merah, setopan atau <em>traffic light</em> sebagai alat kontrol dan pengendali biar tidak saling serobot, perlu diatur satu-satu bergantian untuk memenuhi kebutuhan bersama.</p>
<p>Tentu saja tidak perlu membangun Traffic Light di sungai, atau memasang polisi cepek di tiap-tiap tikungan dan jeram, mereka hanya membuat kesepakatan bersama jika ada pertemuan dua perahu dari arah yang berlawanan pada satu arus penyempitan, yang layak didahulukan adalah Jukung yang dari atas (meluncur) terlebih dahulu, sedangkan jukung yang sedang melaju ke Hulu, diharapkan berhenti sejenak menunggu sampai Jukung tersebut melintas dengan selamat. Kenapa harus didahulukan yang diatas? jawabnya cukup sederhana kok, karena perahu gak ada remnya&#8230;. apalagi klakson!!</p>
<p><em>conkie: mayn ayyer yuucc.. ewnack.. pasty addhemm</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/jelajah/tingginya-gunung-kan-kudaki-derasnya-sungai-kan-kuarungi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Padepokane Wong Jowo</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/padepokane-wong-jowo.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cakrawala/padepokane-wong-jowo.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 05:14:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[gunung]]></category>
		<category><![CDATA[hutan]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[ornop]]></category>
		<category><![CDATA[outbond]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[wisata alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/jejak/padepokane-wong-jowo/</guid>
		<description><![CDATA[
Menara Pengawas, mengawasi Puncak Arjuna dan Kita....
Padepokan, tempat yang asing tapi akrab di telinga, saya mengenalnya sebagai tempat yang bernuansa magis, kumpulan laki-laki berpakaian serba hitam, rambut gondrong, pinter silat, mengadu kesaktian, merapal ajian pamungkas, tempat belajar kanuragan dan tentu saja mereka dikenal sebagai para Jawara. Singkatnya, orang-orang di padepokan bukanlah orang sembarangan dan perlu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/gunung_arjuna.jpg" alt="Gunung Arjuna" width="570" height="219" /></p>
<pre>Menara Pengawas, mengawasi Puncak Arjuna dan Kita....</pre>
<p>Padepokan, tempat yang asing tapi akrab di telinga, saya mengenalnya sebagai tempat yang bernuansa magis, kumpulan laki-laki berpakaian serba hitam, rambut gondrong, pinter silat, mengadu kesaktian, merapal ajian pamungkas, tempat belajar kanuragan dan tentu saja mereka dikenal sebagai para Jawara. Singkatnya, orang-orang di padepokan bukanlah orang sembarangan dan perlu diperhitungkan kemampuannya yang juga tidak biasa, karena mereka secara sungguh-sungguh belajar ditempat ini dengan pola “nyantrek/nyantri”, meninggalkan kampung dan keluarga dan mendiami padepokan untuk waktu yang cukup lama, sampai bener-bener tujuan belajarnya tercapai.<span id="more-29"></span></p>
<p><a title="Mas Bambs" href="http://bambs.co.nr/" target="_blank">Mas Bambs</a>, saudara kembar saya, karena banyak orang melihat kita berdua ibarat pinang dibelah kampak, jadi sama-sama rusak, memberikan pengertian yang cukup matang  tentang  <a title="Mas Bambs" href="http://bamton.wordpress.com/2007/12/22/padepokan/" target="_blank">padepokan</a> sebagai model pendidikan  milik dan asli Nusantara, disandingkan dengan model pendidikan alternatif seperti Home Schooling, Sekolah Alam bahkan model pendidikan import ala Sekolah-sekolah internasional lainnya, yang akhir-akhir ini menjadi pilihan penting bagi para orang tua yang bosen dengan pendidikan formal umum.</p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/kaliandra_gerbang.jpg" alt="Gerbang Masuk Kaliandra" width="570" height="325" /></p>
<pre>Gapuro, Pintu Gerbang menuju lokasi belajar di pesanggrahan alam</pre>
<p>Pak Bagus nama sebenarnya, adalah Jawara penggagas ide Padepokan ini, bermula dari kecintaan, minat dan hoby dengan kesenian dan arsitek Jawa dengan cara mengumpulkan pernik-pernik Meubel dan perabot khas Jawa mulai dari Perangkat meja kursi, amben (tempat tidur), lampu tempel, bahkan sampe tegel dan genteng.  Pernah dapat cerita saat saya melihat tumpukan genteng dan tegel bekas di sekitar lokasi padepokan, barang bekas ini buat apa?, mau dibuang yah?. Lho justru ini yang mau dicari, dikumpul dan berikutnya difungsikan sebagai bangunan disini. Kebetulan tegel dan genteng ini didapat dari Sekolahan SD disebuah Desa di Jawa Timur, bapak penggemar ornamen Jawa ini langsung aja menawarkan diri sebagai pembeli genteng dan tegel, tidak itu saja, penawaran berikutnya termasuk mengganti dengan tegel dan genteng baru, biar gedung sekolahan lebih terlihat mentereng dari sebelumnya.</p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/arjuna_dua.jpg" alt="Gedung Arjuna" width="570" height="378" /></p>
<pre>Air Mancur didepan Penginapan Arjuno</pre>
<p>Dari sekedar hobby, akhirnya terkumpul menjadi beberapa bangunan, saya sendiri menyebut lokasi ini sebagai Musium Jawa yang hidup, saya sebut hidup karena bangunan ini tidak cuman untuk dilihat sejarahnya, dinikmati pesona arsitekturnya tapi juga masih berfungsi melayani tiap tamu yang berniat belajar dan berkunjung. Mereka biasanya menyempatkan diri untuk menginap di akhir pekan sekalian memanfaatkan beberapa program kegiatan yang ditawarkan oleh pengelola.  Yang sering saya liat sasaran program lebih ke usia pendidikan sekolah, dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi, disediakan juga untuk para eksekutif dan karyawan yang ingin melakukan kegiatan outbond.</p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/pendopo_parikesit.jpg" alt="Pendopo Parikesit" width="570" /></p>
<pre>Pendopo Parikesit, untuk pertunjukan kesenian</pre>
<h2>Padepokan itu apa sih?</h2>
<p>Ngalor ngidul cerita padepokan, gak lengkap kalo nggak mengupas sedikit tentang istilah ini, biar lebih gamblang lagi dan lebih ngeh, syukur-syukur kalo setelah ngerti istilahnya selanjutnya ada kunjungan langsung, biar tambah gamblang gitu.</p>
<p><strong>Padepokan,</strong> menurut kamus besar Indonesia berarti Tempat Persemedian, tempat pengasingan r<br />
aja-raja dimasa lalu. Di era sekarang, istilah padepokan lebih sering digunakan oleh kegiatan &#8220;Sanggar Seni Tari&#8221; dan &#8220;Pencak Silat&#8221;,  difungsikan sebagai tempat bertemu, bersilaturahim dan berlatih bersama.  Sedangkan dari istilah Arsitekturnya padepokan juga mempunyai makna sebagai komplek perumahan (bangunan) dengan areal yang cukup luas yang disediakan sebagai tempat untuk proses belajar dan mengajar keterampilan tertentu.</p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/joglo.jpg" alt="Joglo" width="570" height="362" /></p>
<pre>Joglo kala Malam Temaram</pre>
<p>Komponen bangunan di padepokan umumnya dicirikan adanya bangunan-bangunan khusus, seperti  Gapura, Pondok Pertemuan (joglo), Pondok Penginapan, Pondok Pengobatan, Pondok Kesenian, Pondok Dahar dan beberapa kelengkapan khusus yang dibangun untuk menyesuaikan kepentigan proses belajar misalnya Pondok Pustaka,  dan Pondok Serbaguna.</p>
<p>Padepokan juga umumnya dibangun di lokasi-lokasi yang jauh dari keramaian, di kaki gunung, di pelosok mungkin karena kepentingan proses belajar biar konsentrasinya gak kemana-mana karena gangguan hiruk pikuk lingkungan sekitar.</p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/gunung_ringgit.jpg" alt="Pendopo Gunung Ringgit" width="570" height="420" /></p>
<pre>Asrama Ringgit, Murah meriah terjangkau<!--more--></pre>
<h2>Padepokan Alam dan Budaya Pesanggrahan Arjuno</h2>
<p>Demikian juga dengan padepokan yang berlokasi di kaki Gunung Arjuno ini, sangat memenuhi syarat-syarat ketentuan sebuah Padepokan masa lalu, lokasi padepokan yang serasa di ujung langit, boleh dibilang sebagai rumah terakhir di perkampungan, sebuah bangunan luas di ujung kampung dan dikelilingi oleh bukit-bukit kecil serta hamparan luas rumput dan hutan lebat.</p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/kaliandra.jpg" alt="Gerbang Masuk Kaliandra" width="550" height="75" /></p>
<p>Boleh dibilang sebagai Padepokan Modern, karena dikelola oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (NGO) yang bertitle Yayasan Kaliandra Sejati. Mempunyai kegiatan Pendidikan Lingkungan Hidup dan Budaya serta Pusat Pelatihan dan Rekreasi.</p>
<h3>Aktifitas dan Kegiatan</h3>
<p>Datang ke Padepokan, kita bisa datang ke Padepokan ini atas nama perorangan ataupun kelompok, Kaliandra menyediakan beberapa paket program menarik untuk kita, dikemas dengan metode belajar partisipatif, melalui praktek, permainan, kunjungan lapang, seni, lokakarya, diantaranya antara lain:</p>
<ol>
<li>Berkunjung dan Belajar tentang hutan, naik gunung, berpetualang, kemah dsb</li>
<li>Belajar Budaya Jawa (seni tembang dan karawitan, pewayangan, tari, arsitektur, dsb)</li>
<li>Mengunjungi benda-benda cagar budaya seperti pertapaan Indrokilo, Candi Sepilar dsb.</li>
<li>Belajar pertanian termasuk budidaya tanaman hias dan tanaman obat, destilasi minyak serei.</li>
<li>Melukis dan membuat kerajinan</li>
<li>PPAB juga membuka kesempatan kepada institusi pendidikan untuk melakukan penelitian, kerja lapang maupun kegiatan pengabdian masyarakat serta voluntary</li>
</ol>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/gunung_tengger.jpg" alt="Asrama Istirahat Tengger" width="570" height="420" /></p>
<pre>Wisma Tengger, Penginapan dengan pesona Jawa</pre>
<h3>Fasilitas Layanan Program</h3>
<p>Lembaga ini berkonsentrasi pada masalah Pendidikan Lingkungan Hidup dan Kebudayaan Jawa, hal ini akan nampak pada ciri khas masing-masing bangunan yang terdapat di kaliandra, mulai dari pintu gerbang, kantor, tempat pertemuan, maupun tempat untuk penginapan, semua khas bangunan Rumah Jawa (joglo).</p>
<h4>Ruang Pertemuan</h4>
<p>Ruang pertemuan dalam adat jawa sering disebut Pendopo, Terdapat 2 (dua) buah bangungan Pendopo di kaliandra, yang pertama adalah Pendopo Mahameru yang akan langsung menyambut siapapun yang mengunjungi Kaliandra, sedangkan Pendopo Parikesit mempunyai ukuran lebih besar, berada di lokasi komplek Hastinapura dan mempunyai fasilitas yang lebih lengkap, seringkali digunakan untuk kegiatan pertunjukan kesenian dan acara yang melibatkan tamu lebih banyak.</p>
<p>n<img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/omakayu.jpg" alt="Rumah Kayu" width="570" height="200" /></p>
<pre>Omah Kayu gae Turu</pre>
<h4>Akomodasi</h4>
<p>Yayasan Kaliandra memiliki fasilitas penginapan bagi tamu atau pengunjung yang sedang menjalankan program, terdapat 5 bungalow yang terletak dalam kompleks Hastinapura, bangunan bungalow terdiri dari 2 (dua) lantai dengan kamar mandi terbuka, untuk alasan kesehatan namun sangat menjaga kenyamanan pribadi.</p>
<p>Pilihan lainnya adalah 2 (dua) buah Griya Tamu berarsitektur Jawa Asli yang menghadap Pendopo Mahameru, selain itu dalam komplek yang sama, terdapat dua buah asrama yang bisa menampung sekitar 92 orang sekaligus.<img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/pendopo_dahar.jpg" alt="Rumah Dahar" width="570" height="210" /></p>
<pre>Rumah Dahar, Ruangan Makan sederhana Khas Jawa</pre>
<h4>Griya Dahar</h4>
<p>Kaliandra mempunyai dua tempat makan (griya dahar) yang terletak pada komplek Hastinapura bernama Griya Dahar Sembadra, dan satunya berada di area Mahameru. Masing-masing lokasi mempunyai keistimewaan masing-masing. Griya Dahar Sembadra mempunyai pemandangan bebas dari puncak gunung Arjuna, sedangkan rumah makan Mahameru dikelilingi oleh berbagai tanaman hias yang merupakan khas dari Yayasan Kaliandra Sejati.</p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/lotus.jpg" alt="Bunga Lotus" width="570" height="404" /></p>
<pre>Bunga Lotus di Kolam</pre>
<h2>Klenengan Gending Jawa</h2>
<p>Padepokan Alam ini disamping menerima tamu dari luar, juga menjadi ajang pertemuan rutin warga sekitar, lebih khusus lagi warga yang tertarik dengan bidang kesenian. Jadi kalo pas kebetulan kita berkunjung, sayup-sayup di sore hari mendengar suara gending dan melantunkan lagu Jawa, tentu saja jangan berharap akan diterjemahkan ke bahasa indonesia, saya sendiri meski orang jawa juga gak mudeng artinya apa kok, mending menikmati alunan musiknya yang cukup syahdu,  lebih-lebih pas saat patah hati, lalu bunuh diri wakakkakkakkaka</p>
<p>Oke, mampir aja kesana yah, dan jangan lupa sampaikan salam saya buat para penunggu Alas Lali Jiwo di Gunung Arjuno ini, hampir semuanya kenal saya kok, lumayan sering bikin masalah disana soale, syukur-syukur kalo anda tau lokasi ini karena blog ini, saya kan dapet uang makelaran, setidaknya dapat undangan gratis sekampung hehehhehhe</p>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/kaliandra/kolam_angsa.jpg" alt="Kolam Angsa" width="570" height="760" /></p>
<pre>Banyak</pre>
<h3>Menuju Kaliandra</h3>
<p>Dari Malang/Surabaya: naik bis reguler jurusan Surabaya-Malang atau sebaliknya, turun di Pasar Palang, kemudian perjalanan dilanjutkan dengan menyewa ojek yang tersedia di pinggir jalan, selama 15 menit</p>
<p>Dari Pasuruan: naik bis regular ke Malang, turun di Purwosari (sekitar 1 jam perjalanan), naik minibis jurusan Surabaya menuju Pasar Palang, Lanjutkan perjalanan dengan menggunakan ojek selama 15 menit</p>
<p><strong>Alamat Kontak</strong></p>
<p>Yayasan Kaliandra Sejati (BATAKO)<br />
Dusun Gamoh Desa Dayurejo Kecamatan Prigen<br />
Jawa Timur Indonesia<br />
Phone. 62-343-417357<br />
Fax.     62-343-417358<br />
e-mail :   sekretariat@kaliandra.or.id, kalian@indo.net.id<br />
Website: www.kaliandra.or.id, www.kaliandrasejati.org</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cakrawala/padepokane-wong-jowo.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anjangsana di Desa Watu Gajah</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/pplh-seloliman-trawas.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cakrawala/pplh-seloliman-trawas.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Dec 2007 09:25:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[gunung]]></category>
		<category><![CDATA[ornop]]></category>
		<category><![CDATA[outbond]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/piknik/anjangsana-di-desa-watu-gajah/</guid>
		<description><![CDATA[
Pintu masuk, gerbang utama Pusat Pendidikan Lingkungan HIdup - PPLH Seloliman
Ini tak bawain oleh-oleh dari mudik lebaran di kampung, sambil silaturahim ke tempat saudara di Malang bersama sak rombong keluarga besar Moch. Busri, tumplek blek se mobil mulai dari aku beserta Dinda, Nisa dan Zaqy, Ibu, adik-adikku, ipar dan para keponakan. Lepas acara inti, dilanjutkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="Pintu Gerbang PPLH" src="http://geocities.com/uconkie/web/seloliman06.jpg" alt="Pintu Gerbang PPLH" width="570" height="249" /></p>
<pre>Pintu masuk, gerbang utama Pusat Pendidikan Lingkungan HIdup - PPLH Seloliman</pre>
<p>Ini tak bawain oleh-oleh dari mudik lebaran di kampung, sambil silaturahim ke tempat saudara di Malang bersama sak rombong keluarga besar Moch. Busri, tumplek blek se mobil mulai dari aku beserta Dinda, Nisa dan Zaqy, Ibu, adik-adikku, ipar dan para keponakan. Lepas acara inti, dilanjutkan acara seneng-seneng sekalian sambang sedulur di Desa Seloliman, persisnya di padepokan para Begawan Lingkungan &#8211; <a class="snap_shots" title="Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup Seloliman" href="http://pplh.or.id" target="_blank">PPLH Seloliman</a>, Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup di  Desa Seloliman. Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto , Propinsi Jawa Timur.<span id="more-19"></span></p>
<p><img title="Pemandian Air Panas cangar" src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YD39qa4eI/AAAAAAAAANU/K1Ywb5rq7ZU/cangar.jpg?imgmax=512" alt="Pemandian Air Panas cangar" width="570" /></p>
<p>Menuju PPLH Seloliman, kita ambil rute dari malang lewat Kota Apel Batu &#8211; Cangar &#8211; Trawas, sayang banget dilewatkan kalo sampai di cangar tapi gak mandi air angetnya. Sayangnya saat itu emang bener rame pengunjung, jadi yang sempet mandi cuman Nisa sama Zaqy. Wuaah, mereka berdua kalo udah main air bener-bener bisa tahan lama, apalagi pake air anget dari alam.</p>
<p>Dari Cangar menuju Trawas melewati punggungan <a title="Gunung Arjuna, Pandaan, Jatim" href="http://khatulistiwa.info/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=7&amp;Itemid=1" target="_blank">Gunung Arjuna</a>,  jalanan emang sepi, apalagi kalo udah sore hari, pernah waktu lalu jalan habis maghrib lewat sini, bener-bener sepanjang perjalanan gak ketemu kendaraan lain yang papasan, apalagi yang nyalip, malah sesekali ketemu binatang-binatang malam yang nyebrang jalan, kalo beruntung kijang atau kucing hutanpun bisa ketemu, gak usah takut, yang penting kita nyapa duluan kalo pas ketemuan. Dan yang lebih penting lagi, kalo lewat jalur ini, jangan sekali-kali ngebut, karena tanjakan, tikungan dan turunan bener-bener tajem. Pas kita lewat aja, dah ketemu dua mobil nyungsep ke dinding tebing, perkiraanku dia gak bisa kendaliin mobilnya pas kena turunan tajam.</p>
<p><img title="Anyun anyun" src="http://lh3.google.com/jusronfaizal/R2YEKtqa4jI/AAAAAAAAAN8/CNxbxi_ttao/pplh00.jpg?imgmax=512" alt="Anyun anyun" width="570" /></p>
<p>Sampe di Seloliman, langsung aja nuju Guest Housenya, capek berat karena dari pagi dari surabaya, baru sampe diseloliman pas maghrib. Kita nginep di Guest House yang kapasitasnya untuk 10 orang, ada 2 lantai, dan tentu saja di ruangan terbuka, sambil tidur masih bisa ngeliat ikan di kolam yang mengelilingi bangunan.</p>
<p><img src="http://lh6.google.com/jusronfaizal/R2YEBdqa4hI/AAAAAAAAANs/ZN2O2a4ktgY/s288/pplh02.jpg" alt="Anyun anyun" width="275" /> <img src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YEF9qa4iI/AAAAAAAAAN0/y3YrIEDTxW4/s288/pplh01.jpg" alt="Main Air" width="275" /></p>
<p>Pagi-pagi banget, mereka dah pada bangun, dan langsung main ke sungai kecil, di belakang restoran Alas, kalo udah liat air dan ayunan, Nisa dan Zaqy udah gak tahan, langsung aja Mbah Putrinya ditinggal lari&#8230;lumayan kualahan njaga Nisa kalo udah lari-lari di sungai kecil, gak mau digandeng, maunya sendiri. <!--more--></p>
<p>Sungguh, di tempat ini masih jadi Favoritku sekaligus andalan sebagai lokasi yang pas dan tepat untuk rekreasi sambil belajar, wisata panorama sekaligus wisata pendidikan. Sejauh pernah mengunjungi beberapa lokasi sejenis, nilai tertinggi masih tertuju buat PPLH Seloliman, khususnya menyangkut tentang kekuatan Konsep Materi yang tertuang dalam bentuk Seni Arsitekturnya dan Landscape, terasa sangat <strong>konsisten</strong> dan <strong>detail</strong> dari hulu hingga hilir, dari a sampai z dan dari rambut sampai kaki. Sebagai sales lepas tanpa ikatan, kalo udah menceritakan lokasi ini, sebagai an<br />
dalan pemikatnya sering saya katakan kalo disini, bangunan fisiknya saja bisa bicara, benda mati di lokasi ini serasa bisa memberikan informasi baru pada setiap yang melihatnya.</p>
<p><img src="http://lh6.google.com/jusronfaizal/R2YDLdqa4WI/AAAAAAAAAMU/q4EWhHlR_mE/seloliman12.jpg?imgmax=512" alt="Jalur masuk menuju kantor" width="570" /></p>
<p><em>*setelah melewati pintu gerbang, anda akan menyusuri jalan batu, diantarkan menuju ruang informasi, sebelah kanan kiri yang terlihat adalah gambaran aktifitas pertanian dan papan informasi kegiatan minggu.</em></p>
<p>Kalo bangunan fisiknya saja bisa berbicara, apalagi manusia penghuninya, dari direktur sampai tukang masaknya punya kemampuan sebagai fasilitator yang kalo udah ber-cas-cis-cus, audiens seringkali bisa tertipu, ini para staffnya pasti pendidikannya berkualitas, minimal S1-lah&#8230;padahal&#8230;hampir 90% staff PPLH adalah berasal dari masyarakat desa sekitarnya. Dapat dipastikan kalo masalah Ijazah formal, jarang dan hampir gak ada dari mereka yang memegang sampai Strata Satu, tapi jangan ditanya kalo masalah kemampuan. Pengalaman perantauannya aja gak bisa diremehkan bo&#8230;yang jelas, gambaran ini buatku sebagai bukti nyata keberhasilan tentang &#8220;Metode Belajar&#8221;, mendidik diri sendiri, berbagi dengan orang lain, yang pasti sangatlah tak cukup kalo saya cuman bisa ngucapin &#8220;Selamat boss, ente-ente sudah bisa berperan <strong><em>meng-inspirasi</em> </strong>sekian banyak orang, dan salah satunya adalah aku.</p>
<p><img src="http://lh3.google.com/jusronfaizal/R2YCWtqa4LI/AAAAAAAAAK4/Zj4Gvjg_pXs/seloliman23.jpg?imgmax=512" alt="Ruang Informasi" width="570" /></p>
<pre>Informasi seputar umum tentang PPLH dapat dibaca di Majalah Dinding ini.</pre>
<p>Kalo anda coba googling dengan kata kunci &#8220;Seloliman&#8221;, yang anda dapatkan adalah sebuah gambaran kegiatan dan aktifitas para begawan di sebuah desa kecil di kaki Gunung Penanggungan, dalam bahasa jawa, selo berarti watu (<strong>batu</strong>) dan liman berarti <strong>gajah</strong>, Batu Gajah. Apakah benar-benar ada batu yang berbentuk gajah atau gajah yang berubah jadi batu, lebih pasnya silahkan datang dan tanyakan sebab akibatnya nama ini ada disana.</p>
<p>Ini dia kira-kira beberapa bangungan yang masih menjadi favorit bagi saya:</p>
<p><strong>1. Kantor PPLH </strong></p>
<p><img src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YCl9qa4PI/AAAAAAAAALc/hbMfBpRC3S8/s288/seloliman11.jpg" alt="Kantor PPLH" width="275" /> <img src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YCh9qa4OI/AAAAAAAAALU/tnlw_o7Weng/s288/seloliman18.jpg" alt="Kantor PPLH" width="275" /></p>
<p>Kalo pengen ketemu boss-nya PPLH masuk aja diruangan ini, bekerja didepan komputer disamping jendela kaca, sesekali kalo sedang mencari inspirasi tinggal noleh dikit aja ke samping, terlihat ada angsa berenang diantara ikan-ikan mas, rasa-rasanya kita emang udah tenggelam, berenang bersama ikan sambil ngetik atau baca koran&#8230;.wuihhh sedap nian&#8230;</p>
<p style="text-align: center"><img title="Air Wudhu" src="http://lh3.google.com/jusronfaizal/R2YCZtqa4MI/AAAAAAAAALA/Q2BKJnUEw6g/seloliman08.jpg?imgmax=512" alt="Air Wudhu" width="384" height="512" /></p>
<p>Diatas kantor, ada ruangan serbaguna untuk rapat team kecil dan Musola disampingnya,  air pancuran diatas ini akan mengalir terus menerus tanpa henti,  di pergunakan untuk berwudhu sekaligus mengisi air kolam ikan, sumbernya pun dari Gunung Penanggungan.<strong>2. Restoran Alas</strong></p>
<p><img src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YBv9qa4EI/AAAAAAAAAKA/Onoo2mFVSy8/s288/seloliman32.jpg" alt="Restoran Makanan Ekologis" width="275" /> <img src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YCH9qa4II/AAAAAAAAAKg/dbcE2WWlNg4/s288/seloliman20.jpg" alt="Restoran Alas" width="275" /></p>
<p>Urusan sehat, jangan kuatir, di Restoran Alas, disamping menyediakan segala urusan lapar, semua makanan disajikan dari bahan-bahan alami tanpa pengawet, penyedap sintetis, pewarna, gak mengandung pestisida dan pupuk kimia dan yang pasti dijamin mengandung minamin tanpa ewek-ewek sampingan.</p>
<p><img src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YB&lt;br /&gt; 69qa4GI/AAAAAAAAAKQ/Fm8LXtyvV0U/seloliman34.jpg?imgmax=512" alt="Isi Perut sambil cuci mata" width="570" /></p>
<p><em>* isi perut, sambil cuci mata </em></p>
<p><strong>3. Ruang Seminar</strong></p>
<p><img src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YBz9qa4FI/AAAAAAAAAKI/5Wyhhzc2YC8/seloliman33.jpg?imgmax=512" alt="Berdiskusi di Bungalow gajah" width="570" /></p>
<p>Desain Ruangan untuk pertemuan di desain sangat asri, saking sejuknya karena lantainya dari kayu ulin, pasti dijamin ngantuk, apalagi di bagian tempat duduk, selalu tersedia bantal. Mendengarkan penyaji atau presentasi boleh sambil tiduran. Tapi dijamin tak akan tidur, karena staff mereka mampu membawakan materi dengan sangat menarik tanpa harus pake baju badut.</p>
<p><img src="http://lh5.google.com/jusronfaizal/R2YCpNqa4QI/AAAAAAAAALk/Leqo3idSOyk/seloliman13.jpg?imgmax=512" alt="diskusi malam di bungalow gajah" width="570" /></p>
<p>Ini adalah suasana diskusi di malam hari, di pplh sudah menjadi kesepakatan untuk tidak menggunakan bola lampu neon yang berwarna putih.  Seluruh komplek PPLH memang masih dirancang untuk suasana tenang pedesaan. Bahkan dulu saya sempat merasakan kalo udah mau tidur harus bawa-bawa lampu minyak segala, karena listrik hanya disediakan untuk ruangan tertentu saja, listriknya pun bukan dipasok dari PLN melainkan membangun sendiri dengan Microhidro memanfaatkan potensi alam yang luar biasa di Desa Seloliman.</p>
<p><strong>4. Penginepan</strong></p>
<p>Ada tiga paket penginepan yang disediakan PPLH, Asrama, Bungalow dan Guest House. Asrama biasanya digunakan untuk rame-rame rombongan, dengan harga terjangkau menempati ruangan istirahat model barak, namun tetep tersusun rapi dan bersih.</p>
<p><img title="Tampak Depan Asrama" src="http://lh3.google.com/jusronfaizal/R2YD9tqa4gI/AAAAAAAAANk/aOEIId278vQ/s288/seloliman00.jpg" alt="Tampak Depan Asrama" width="270" /> <img title="Ruangan dalam Asrama" src="http://lh3.google.com/jusronfaizal/R2YA6tqa39I/AAAAAAAAAJI/nventxl4X5A/s288/seloliman26.jpg" alt="Ruangan dalam Asrama" width="270" /></p>
<p>*<em>Ruangan Asrama untuk penginapan rombongan</em></p>
<p><img title="Bungalow" src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YBi9qa4CI/AAAAAAAAAJw/Pm_Kbh9SMII/s288/seloliman36.jpg" alt="Bungalow" width="270" /> <img title="Tempat Tidur" src="http://lh6.google.com/jusronfaizal/R2YA_dqa3-I/AAAAAAAAAJQ/HOiact3yGRA/s288/seloliman27.jpg" alt="Tempat Tidur" width="270" /></p>
<p>*<em>bungalow</em></p>
<p><strong>5. Perpustakaan</strong></p>
<p><img title="Perpustakaan" src="http://lh3.google.com/jusronfaizal/R2YBStqa4AI/AAAAAAAAAJg/woYhNi-CwpE/seloliman29.jpg?imgmax=512" alt="Perpustakaan" width="570" /></p>
<p><img src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R2YCM9qa4JI/AAAAAAAAAKo/64N7J2BYeh0/seloliman21.jpg?imgmax=512" alt="Meeting di Luar" width="570" /></p>
<p>Udah ach&#8230;..datang aja kesini, bawa serombongan lebih asyik..selengkapnya liat info selengkapnya di  <a title="Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup Seloliman" href="http://pplh.or.id" target="_blank">www.pplh.or.id</a></p>
<p>Lanjutkan Perjalanan anda ke <a title="Kaliandra Sejati" href="http://faizal.web.id/sky/cakrawala/padepokane-wong-jowo/" target="_self">http://faizal.web.id/sky/cakrawala/padepokane-wong-jowo</a>, mumpung deket.</p>
<p>Foto selengkapnya bisa dilihat dibawah ini:</p>
<table style="width: 194px;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="background: transparent url('http://picasaweb.google.com/f/img/transparent_album_background.gif') no-repeat scroll left center; height: 194px; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial" align="center"><a href="http://picasaweb.google.com/jusronfaizal/PPLHSeloliman"><img style="margin: 1px 0pt 0pt 4px" src="http://lh6.google.com/jusronfaizal/R2X5T9qa36E/AAAAAAAAAQw/kjzk5DvHQLs/s160-c/PPLHSeloliman.jpg" alt="" width="160" height="160" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center; font-family: arial,sans-serif; font-size: 11px"><a style="color: #4d4d4d; font-weight: bold; text-decoration: none" href="http://picasaweb.google.com/jusronfaizal/PPLHSeloliman">PPLH Seloliman</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cakrawala/pplh-seloliman-trawas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggambar Pemandangan!?</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/menggambar-pemandangan.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cakrawala/menggambar-pemandangan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Dec 2007 04:29:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Cangkruk]]></category>
		<category><![CDATA[gunung]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/cangkruk/menggambar-pemandangan/</guid>
		<description><![CDATA[
Annisa sedang menggambar pemandangan alam indonesia
Ikuti perintah berikut:

Ambillah kertas kosong dan alat gambar, dan bersiap-siaplah hendak menggambarkan sesuatu.  Lakukan semuanya dalam imaginasimu aja, gak usah  pake repot-repot segala kecuali anda udah gak mampu lagi berimaginasi.
Gambarkanlah, lagi-lagi dalam imaginasimu, sebuah Gambar Pemandangan!
Silahkan sekarang segera menggambar, waktu yang disediakan hanya 5 menit, yang dibutuhkan cuman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sazara.co.nr" title="Annisa Azzahra" target="_blank"><img src="http://geocities.com/uconkie/web/menggambar.jpg" alt="Annisa Menggambar Pemandangan" height="166" width="570" /></a></p>
<pre>Annisa sedang menggambar pemandangan alam indonesia</pre>
<p>Ikuti perintah berikut:</p>
<ol>
<li>Ambillah kertas kosong dan alat gambar, dan bersiap-siaplah hendak menggambarkan sesuatu.  Lakukan semuanya dalam imaginasimu aja, gak usah  pake repot-repot segala kecuali anda udah gak mampu lagi berimaginasi.</li>
<li>Gambarkanlah, lagi-lagi dalam imaginasimu, sebuah <strong>Gambar Pemandangan!</strong></li>
<li>Silahkan sekarang segera menggambar, waktu yang disediakan hanya 5 menit, yang dibutuhkan cuman sketsa, gak usah apik-apik&#8230;dan gak usah keburu loncat ke halaman detail, sebelum gambarmu jadi, biar proses latihan ini ada manfaatnya.</li>
<li>Kalo sudah selesai, silahkan klik halaman berikutnya.</li>
</ol>
<p><span id="more-18"></span>Kira-kira yang anda gambarkan sebuah pemandangan, dapat saya tebak sama persis seperti berikut ini:</p>
<ol>
<li>Pasti menggambar <strong>Gunung</strong>, dan seringkali gunungnya ada dua buah, seperti layaknya gunung kembar dan ditengah-tengah gunung, biasanya selalu diselipkan sebuah gambar&#8230;</li>
<li><strong>Matahari</strong>, ada sinarnya dan untuk mempercantik bisa juga dikasih mata, hidung dan mulut yang tersenyum <img src='http://faizal.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
<li><strong>Awan</strong> mengepul pun makin memperindah pemandangan kita pagi hari ini dengan disertai suara..</li>
<li><strong>Burung-burung</strong>, cara menggambarkannya biasanya tampak depan, jarang sekali tampak samping, apalagi tampak samping tapi kepala menoleh pada yang menggambar&#8230;hehehe</li>
<li><strong>Jalan aspal</strong> lurus membelah <strong>petak sawah </strong>yang digambar tidak simetris dengan jalan dan gunung, kadang-kadang ada tanaman padinya yang digambar dengan huruf V.</li>
<li>Di kanan kirinya kalo gak <strong>pohon</strong> roboh, biasanya <strong>tiang listrik</strong> yang roboh juga, makanya di desa-desa kita program listrik masuk desa gak pernah berhasil yah&#8230;</li>
<li>Kalo toh ada gambar <strong>Rumah</strong>, biasanya gambar rumah gedek, dengan ada sedikit atap dibagian halaman rumah.</li>
</ol>
<p><img src="http://geocities.com/uconkie/web/pemandangan.jpg" alt="Gambar Sketsa Pemandangan Alam" height="357" width="570" /></p>
<pre>Gambar Pemandangan karya conkie umur 30 tahun</pre>
<p>Hayooo&#8230;..ngakuuuu!! Gambarnya sama kan??? kalo gambarnya gak sama seperti diatas ini, pasti gak pernah sekolah di Indonesia!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cakrawala/menggambar-pemandangan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ada Penampakan Di Gunung Baung</title>
		<link>http://faizal.web.id/jelajah/ada-penampakan-di-gunung-baung.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/jelajah/ada-penampakan-di-gunung-baung.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Dec 2007 05:21:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[air terjun]]></category>
		<category><![CDATA[gunung]]></category>
		<category><![CDATA[outbond]]></category>
		<category><![CDATA[sungai]]></category>
		<category><![CDATA[wisata alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/backpack/ada-penampakan-di-gunung-baung/</guid>
		<description><![CDATA[
 *perhatikan lebih seksama gambar ini dalam 10 detik

Itulah Andi, teman perjalanan, sahabat beraktifitas, dan saudara buat garap-garapan, gojek-gojekan dan olok-olokan hehehhehe, dari sekian tahun gak pernah ketemu (kurang lebih 5 tahun) eeehh ujug-ujug nongol di Gunung Baung. Sekarang dan sampai kedepan dia akan menjaga Gunung Baung dari setan gentayangan dan hantu penasaran hehhehehe.
Kaget juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="Penampakan di Gunung Baung" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/penampakan.gif" alt="Penampakan di Gunung Baung" width="550" height="412" /></p>
<p><em> *perhatikan lebih seksama gambar ini dalam 10 detik</em></p>
<p><span id="more-15"></span></p>
<p>Itulah Andi, teman perjalanan, sahabat beraktifitas, dan saudara buat garap-garapan, gojek-gojekan dan olok-olokan hehehhehe, dari sekian tahun gak pernah ketemu (kurang lebih 5 tahun) eeehh ujug-ujug nongol di <a class="snap_shots" title="Taman Wisata Gunung Baung" href="http://www.dephut.go.id/informasi/propinsi/jatim/wisata_baung.html" target="_blank">Gunung Baung</a>. Sekarang dan sampai kedepan dia akan menjaga Gunung Baung dari setan gentayangan dan hantu penasaran hehhehehe.</p>
<p>Kaget juga aku, lagi tenang-tenang membidik panorama di indah Sungai Gunung Baung, eee ndilalah muncul wajah sangarnya andik,&#8230;.ndikkk kamu kok tambah welek seeeeehhhhh wekekkekeek cocok tak sandingno karo mak lampir lho&#8230;.wes welek, gak konek internet maneh&#8230;.</p>
<p>Yang jelas, Andi dan gank-nya akan punya aktifitas dan kegiatan yang menarik di tempat ini, di Gunung Baung, lokasi menarik yang selama saya di Malang gak pernah menyadari kalo dibelakang Kebun Raya Purwodadi ada wilayah lain yang dikelola oleh Balai Konservasi Sumberdaya Alam Jatim.</p>
<p><img title="Air Terjun Di Gunung Baung" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/gunung_baung03.jpg" alt="Air Terjun Di Gunung Baung" width="550" height="412" /></p>
<p><em>*Air Terjun di Gunung Baung, di ambil dari Menara Pantau</em></p>
<p><strong>Gunung Baung</strong>, Taman Wisata Alam Gunung Baung, sebenarnya adalah sebuah bukit diwilayah hak konservasi BKSDA Jatim, potensi alamnya memang menarik, apalagi untuk mengakses lokasi ini tidaklah sulit dan tidak jauh dari jalan utama Lawang-Pandaan, persisnya ada di belakang Lokasi Kebun Raya Purwodadi, Malang. Ke depan lokasi Wisata Alam ini akan bertambah perannya menjadi Pusat Pendidikan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan.</p>
<p><img title="Air Terjun Gunung Baung dari Dekat" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/gunung_baung04.jpg" alt="Air Terjun Gunung Baung dari Dekat" width="375" height="500" /></p>
<p><em>* Lebih dekat lagi di Air Terjun</em></p>
<p><strong>Air Terjun</strong>,  orang kebanyakan lebih kenal air terjun Purwodadi ketimbang Gunung Baung, karena lokasi air terjun ini dapat juga diakses dari pintu belakang Kebun Raya Purwodadi, meski bukan pintu resmi, ada beberapa ruas pagar kawat yang sengaja dijebol untuk mengakses lokasi ini.</p>
<p><img title="Panorama Indah Gunung Baung" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/gunung_baung02.jpg" alt="Panorama Indah Gunung Baung" width="550" height="412" /></p>
<p><em>* dari lokasi ini nantinya akan ada berbagai macam aktifitas menarik bagi, kelompok atau perorangan.</em></p>
<p><strong>Kalong</strong>,  cukup banyak terlihat kalo pas waktunya, mereka bergelantungan di ranting-ranting pohon, berkerumun dan bergerombol. dari jauh nampak seperti pohon berbuah, karena kalong emang bukan bertengger, melainkan bergelantungan, badannya menjuntai jatuh ke bawah layaknya buah yang siap dipetik. Tapi gak ada istilah panen kalong lho ya, yang ada kalong panen buah&#8230;.</p>
<p><img title="Tangga Tanjakan" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/gunung_baung01.jpg" alt="Tangga Tanjakan" width="550" height="733" /></p>
<p><em>* tangga menuju Air Terjun ini kayaknya emang bukan untuk para pemalas hehehhehe dijamin ngos-ngosan.</em></p>
<p>Sepertinya hanya kalangan muda atau yang punya fisik kuat saja bisa mengakses lokasi air terjun ini melalui tangga batu, karena memang disamping lumayan tajam turunannya, jalurnya juga cukup bikin detak jantung tambah kenceng, keringatpun se biji jagung, palagi yang kerjaannya tukang ngopi dan ngerokok kayak aku&#8230;weleh&#8230;.sering istirahat bertolak pinggang alasan menikmati panorama alam. alasan klasik emang, tapi daripada njun<br />
gkel? ndlosor? terus nyonnyor? malah mbrodol gak keruan&#8230;..</p>
<p><img title="Tampak Atas Air Terjun" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/gunung_baung06.jpg" alt="Tampak Atas Air Terjun" width="550" height="412" /></p>
<p><em>* Sempatkan sebentar menuju Air Terjun dari sisi atasnya&#8230;wow&#8230;.</em></p>
<p>Mending langsung naik keatas Air Terjun, disamping aksesnya mudah, jalan datar aja, dan gak terlalu jauh, kalo pengen ngeliat air terjunnya emang paling enak langsung dari menara pantau, lebih menarik lagi kalo sempet bawa binokuler.</p>
<p><img title="Bersantai Ria di Atas Air Terjun" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/gunung_baung07.jpg" alt="Bersantai Ria di Atas Air Terjun" width="550" height="412" /></p>
<p>* <em>Kawasan ini terlarang bagi pengunjung jika masuk musim penghujan, tau-tau dapat kiriman banjir dari Malang wusss&#8230;</em></p>
<h2>Info Tambahan</h2>
<p>Kemaren, tepatnya tanggal 18 Februari 2008, Gunung Baung dengan Team ITnya telah meluncurkan situs informasi lengkapnya tentang Profil, Program serta aktifitas lainnya,  cukup padat program aktifitasnya, yang meliputi Program Binaan, Inventarisasi Flora Fauna, Pembibitan Tanaman Lokal, Penangkaran Fauna, Mekanikal dan Elektrikal, juga termasuk Program Penyuluhan dan Humas.  Aktifitas Rekreasi dan Kegiatan Petualangan di Alam Bebas juga sangat beragam dan bervariasi, mulai dari Camping, Hiking, Jungle Survival, Outdoor Training, Flyng Fox dan macem-macem. Selengkapnya bisa buka-bukaan di Situs Resminya <a title="Gunung Baung" href="http://baungcamp..com" target="_blank">www.BaungCamp.com </a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/jelajah/ada-penampakan-di-gunung-baung.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Si Kecil Schisto</title>
		<link>http://faizal.web.id/jelajah/si-kecil-schisto.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/jelajah/si-kecil-schisto.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jul 2007 10:24:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[back pack]]></category>
		<category><![CDATA[danau]]></category>
		<category><![CDATA[gunung]]></category>
		<category><![CDATA[wisata alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/2007/07/16/si-kecil-schisto/</guid>
		<description><![CDATA[Schisto, panggilan akrab sehari-harinya cukup keren yak!!? tapi siapa yang ngira kalo schisto adalah panggilan seekor cacing, Schistosoma japonicum di Indonesia cacing schisto termasuk endemik dan hanya bisa ditemukan di dataran tinggi Lindu dan Napu, Sulawesi Tengah. Danau Lindu termasuk wilayah Taman Nasional Lore Lindu.

Pesona Danau Lindu dari kejauhan
 Meski kecil, tapi kalo si schisto [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Schisto</strong>, panggilan akrab sehari-harinya cukup keren yak!!? tapi siapa yang ngira kalo schisto adalah panggilan seekor cacing, <em>Schistosoma japonicum</em> di Indonesia cacing schisto termasuk endemik dan hanya bisa ditemukan di dataran tinggi Lindu dan Napu, Sulawesi Tengah. Danau Lindu termasuk wilayah Taman Nasional Lore Lindu.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://geocities.com/uconkie/web/danau_lindu.jpg" alt="Danau Lindu" border="1" /></p>
<p align="center"><em>Pesona Danau Lindu dari kejauhan</em></p>
<p> <span id="more-12"></span>Meski kecil, tapi kalo si schisto ini sudah berada di dalam tubuh manusia&#8230;, wah..cukup gawat juga, yang mula-mula penderita akan mengalami gejala keracunan, disentri, penurunan berat badan sehingga kurus yang berlebihan, hingga pada pembengkakan hati yang bisa diakhiri dengan kematian&#8230;</p>
<p>Tidak seperti proses cacingan yang sering kita dengar dan alami, cacing ini masuk ke tubuh manusia bukan dari mulut kita, tapi langsung menembus pori-pori kita menuju aliran darah menyerbu jantung dan paru-paru untuk selanjutnya menuju hati.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://geocities.com/uconkie/web/lindu_enclave.jpg" alt="Lindu Enclave" border="1" /></p>
<p>Sungguh pertama kali aku denger informasi ini rodok keder juga, lah setelahnya aku diajak temen tinggal di Danau Napu untuk kira-kira seminggu lamanya. Yang jadi pegangan asal kita tidak berada di daerah merah (fokus) dan sering berendem di air, karena proses penularannya biasanya pas kita lagi mandi atau cuci di sungai atau areal fokus&#8230;&#8230;.alhasil&#8230;aku gak mandi selama disana&#8230;kalo cuman seminggu seh lom seberapa kok.</p>
<p><strong>daur hidup dan penularannya</strong></p>
<p>lebih detail bisa tak ceritakan sebagai berikut: Mula-mula schistosomiasis menjangkiti orang melalui kulit dalam bentuk cercaria yang mempunyai ekor berbentuk seperti kulit manusia, parasit tersebut mengalami transformasi yaitu dengan cara membuang ekornya dan berubah menjadi cacing.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/80/Schistosomiasis_Life_Cycle.jpeg" alt="Daur hidup dan penularan schistosomiasis" height="419" width="550" /></p>
<p>Selanjutnya cacing ini menembus jaringan bawah kulit dan memasuki pembuluh darah menyerbu jantung dan paru-paru untuk selanjutnya menuju hati. Di dalam hati orang yang dijangkiti, cacing-cacing tersebut menjadi dewasa dalam bentuk jantan dan betina. Pada tingkat ini, tiap cacing betina memasuki celah tubuh cacing jantan dan tinggal di dalam hati orang yang dijangkiti untuk selamanya. Pada akhirnya pasangan-pasangan cacing <em>Schistosoma</em> bersama-sama pindah ke tempat tujuan terakhir yakni pembuluh darah usus kecil yang merupakan tempat persembunyian bagi pasangan cacing <em>Schistosoma</em> sekaligus tempat bertelur.</p>
<p>hmm&#8230;.tapi jangan ini semua menjadikan nyali takut buat datang ke lindu lho&#8230;.saat ini prosentase prevalensi penyakit cacingan di dataran tinggi lindu juga sudah mulai menurun hingga dibawah 1%, kan dah ada yang mikir bagaimana pencegahan dan penanggulangannya. Jangan sampek kaki telanjang nyasar sembarangan deh di sekitar Danau Lindu tanpa ada pendamping yang bener-bener ngenali daerah fokusnya si schisto.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/jelajah/si-kecil-schisto.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
