Sandro si Tarantula-Man

Sandro adalah My Super Hero dari Udik Kahayan, sebut saja sebagai sosok pejuang dan penyelamat di lingkungannya, Tarantula-Man, meskipun gerakannya tidak mendunia, bahkan tidak cukup populer di negeri sendiri, karena Sandro merasa cukup melakukan tindakan-tindakan sederhana dan dengan lingkup lokal di Lewu Napoi, di Kahayan Hulu sana, dua hari perjalanan menempuh jalur sungai dari ibu kota propinsi Palangkaraya. Mungkin hanya Sandro satu-satunya sebagai Super Hero yang tidak bekerja sendirian layaknya Spider-Man atau Superman. detail
Lembuswana, penjaga Sungai Mahakam
“Bermahkota bukannya raja. Berbelalai. Bergading lainnya gajah. Bersayap bukannya burung. Bersisik lainnya ikan. Bertaji bukannya ayam. Binatang apakah ini?”
Kuis tebak-tebakan yang tidak berhadiah ini tertulis di bawah kaki Patung berbentuk binatang aneh dan unik di depan Musium Mulawarman. Jawabannya memang sudah pasti “Lembuswana”, spesies langka yang tidak termasuk dalam daftar Appendix I Cites ini dapat anda jumpai di 3 (tiga) lokasi utama Kota Tenggarong, di Pintu Gerbang memasuki kota Tenggarong, di depan Musium Mulawarman dan yang terbesar di Pulau Wisata Kumala. Yang terakhir akan menjadi tokoh utama kita kali ini, soale dapat undangan gratis keliling Pulau Kumala sih, pilihannya cuman satu aja, kalo pengen kisah lainnya boleh kok mengundang aku lagi…..hehehehehe detail
Menggambar Pemandangan!?
Annisa sedang menggambar pemandangan alam indonesia
Ikuti perintah berikut:
- Ambillah kertas kosong dan alat gambar, dan bersiap-siaplah hendak menggambarkan sesuatu. Lakukan semuanya dalam imaginasimu aja, gak usah pake repot-repot segala kecuali anda udah gak mampu lagi berimaginasi.
- Gambarkanlah, lagi-lagi dalam imaginasimu, sebuah Gambar Pemandangan!
- Silahkan sekarang segera menggambar, waktu yang disediakan hanya 5 menit, yang dibutuhkan cuman sketsa, gak usah apik-apik…dan gak usah keburu loncat ke halaman detail, sebelum gambarmu jadi, biar proses latihan ini ada manfaatnya.
- Kalo sudah selesai, silahkan klik halaman berikutnya.
Asal Usul Nama Indonesia
PADA zaman purba, kepulauan tanah air kita disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan kita dinamai Nan-hai(Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang) nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar,seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Valmiki yang termasyhur itu menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Ravana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.
Menuju Air Terjun Warsa di Biak Utara
Pantai Wasori, Menuju Desa Warsa disepanjang jalan utama, pemandangan pantai menyertai perjalanan anda, berhenti sebentar di Desa Wasori untuk sekedar melepas lelah dan mengambil gambar merupakan pilihan yang baik. Jika cuaca cerah, indahnya pemandangan pantai dengan langit birunya memberi kesan yang segar untuk dinikmati. Ombak di Pantai Wasori lumayan cukup besar, anak-anak disekitar desa sering memanfaatkan Pantai ini sebagai tempat bermain dengan ombak.
Menyusuri Pantai Sepanjang Biak Timur
Kolam Biru, Masyarakat sekitar Desa Paray menyebutnya Kolam Biru, yang sebenarnya adalah kolam pemandian alam didalam gua (karst). Air yang tertampung oleh gua tersebut menyisakan ruangan seperti kolam pemandian. Masyarakat sekitar memanfaatkan tempat tersebut untuk mandi dan tempat bermain untuk anak-anak.
Kolam Biru masih termasuk dalam wilayah Kecamatan Biak Kota, posisinya tidak teralu jauh dari Pantai Paray dan Monumen Perang Dunia II. Meski posisinya berada di sisi jalan utama, agak kesulitan menemukannya jika tidak bertanya pada masyarakat sekitar, karena tidak adanya papan informasi petunjuk lokasi dan arealnya tersembunyi di bawah lembah.
detail
Melacak Jejak di Kepulauan Biak
Biak Numfor terletak di Teluk Cendrawasih, sebelah utara Papua. Terdiri dari tiga pulau-pulau besar yaitu Pulau Biak, Pulau Supiori dan Pulau Numfor dan enam puluh dua pulau-pulau kecil, dapat disebut sebagai kabupaten kepaulauan karena letaknya yang terpisah dari pulau utama Irian Jaya. Biak Numfor terletak pada garis 0′55’ – 30′ Lintang Selatan dan 134′ 47’ – 136′ 45’ Bujur Timur. Daerah sebelah utara dan timur berbatasan dengan Samudera Pasifik, sebelah Selatan berbatasan dengan Selat Yapen dan sebelah barat berbatasan dengan Selat Wonial.Sebagian besar wilayah Kabupaten Biak Numfor adalah daerah Karst, wajar jika kondisi sekitar tidak terlalu subur untuk ditanami, kering, dan banyak terdapat gua alam dari proses hidrologi karst dalam tanah. Cuaca di kota Biak dan di daerah-daerah sekitarnya relatif cukup panas, wajar jika masyarakat Biak Numfor memberikan julukan pulau ini dengan sebutan “Karang Panas”, pulau kecil yang panas. detail






