Amanda Ratu di Ujung Genteng

June 17th, 2009 | Jelajah, Khatulistiwa 10

Pada hampir separoh malam, kita berempat akan melaju  menuju 200 km arah Timur Laut (ngawur) menuju Ujung Genteng. Perjalanan darat di malam hari memang sangat menarik,  tapi lebih menarik lagi kalo disamping saya ini badannya gak terlalu gendut sehingga butuh parkiran yang cukup luas  ditambah lagi mengeluarkan suara-suara aneh dari mulutnya. Krrrookkk…krrokkk, serasa menginap di kandang ya perjalanan kali ini.  Mas..mas… bangun dong mas, atau setidaknya Tone-nya dipelanin dikit, atau bisa gak nadanya diganti dengan salah satunya lagunya Ridho Rhoma??.   Sampean ngoroknya kenceng banget sih,  ini kan lagi musim Flu Babi!!! bisa nularin yang lainnya lho mas.

detail

Perahu dan Cadik Nusantara

December 01st, 2008 | Jelajah, Keanekaragaman 4
Naik Ketek di Sungai Batanghari Jambi

Naik Ketek di Sungai Batanghari Jambi

Pada suatu sore di sungai Batanghari Jambi, naik Ketek dan berkeliling sungai rupanya sudah menjadi ajang rekreasi bagi wisatawan kayak saya pada saat itu. Status saya bersama kawan lain saat itu memang sebagai pelancong kota, tapi tidak pernah mengira kalo akhirnya harus dibawa keliling sungai naik Ketek, perahu kayu dengan mesin diesel buatan cina. detail

Tingginya Gunung kan KuDaki, Derasnya Sungai kan KuArungi

June 15th, 2008 | Jelajah, Keanekaragaman 0

Hardtop tjap Sabar Mas

Jeep 4x4 Tjap Sabar Mas dengan nomor dada 02

Kuda besi terbitan antara tahun 1960-1985 ini kerap dapat julukan “Toyota Hardtop”, udah keras kepala dan pasti top , terkenal tangguh dalam sejarah Land Cruiser dalam menjajaki medan-medan yang tidak bersahabat, wajar jika kendaraan ini identik dengan Tentara dan Proyek. Seri FJ/BJ 40 yang model awalnya menggunakan mesin F 3878 cc ini masih saja terlihat keluyuran bebas di pelosok-pelosok daerah, dengan berbagai model mulai dari model Hardtop, Canvas Top (short dan medium wheelbase), Pick up, Station Wagon serta Troopwarrior berpacu menandingi mobil-mobil era 2000-an. Tiga model terakhir memang sudah mulai jarang terlihat, mungkin karena jarang diminati oleh pemilik perorangan. detail

Lembuswana, penjaga Sungai Mahakam

February 06th, 2008 | Cakrawala, Jelajah 22

LembuswanaBermahkota bukannya raja. Berbelalai. Bergading lainnya gajah. Bersayap bukannya burung. Bersisik lainnya ikan. Bertaji bukannya ayam. Binatang apakah ini?

Kuis tebak-tebakan yang tidak berhadiah ini tertulis di bawah kaki Patung berbentuk binatang aneh dan unik di depan Musium Mulawarman. Jawabannya memang sudah pasti “Lembuswana”, spesies langka yang tidak termasuk dalam daftar Appendix I Cites ini dapat anda jumpai di 3 (tiga) lokasi utama Kota Tenggarong, di Pintu Gerbang memasuki kota Tenggarong, di depan Musium Mulawarman dan yang terbesar di Pulau Wisata Kumala. Yang terakhir akan menjadi tokoh utama kita kali ini, soale dapat undangan gratis keliling Pulau Kumala sih, pilihannya cuman satu aja, kalo pengen kisah lainnya boleh kok mengundang aku lagi…..hehehehehe detail

Jusron Faizal Banner uconk