<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jusron[at]Faizal.WEB/INDONESIA &#187; kota</title>
	<atom:link href="http://faizal.web.id/tag/kota/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://faizal.web.id</link>
	<description>Learning is Journey for Freedom of Life</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Apr 2010 20:22:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Perjalanan Laksamana Cheng Ho</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/perjalanan-laksamana-cheng-ho.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cakrawala/perjalanan-laksamana-cheng-ho.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 07:00:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Keanekaragaman]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[
Pada tanggal 30-31 Juli 2008 nanti adalah perayaan kedatangan Laksamana Cheng Ho yang ke 6003 dan akan digelar serangkaian acara di Klenteng Agung Sam Poo Kong, Gedung Batu, Kawasan Simongan, Semarang, Jawa Tengah. Detail Acaranya bisa dilihat di website Sam Poo Kong

Laksamana Cheng Ho (english: Zheng He) boleh disebut sebagai penjelajah laut yang tersohor dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- ckey="47B2761A" -->
<p style="text-align: left;"><em>Pada tanggal 30-31 Juli 2008 nanti adalah perayaan kedatangan Laksamana Cheng Ho yang ke 6003 dan akan digelar serangkaian acara di Klenteng Agung Sam Poo Kong, Gedung Batu, Kawasan Simongan, Semarang, Jawa Tengah. Detail Acaranya bisa dilihat di <a title="Laksamana Cheng Ho" href="http://sampookong.com" target="_blank">website Sam Poo Kong</a></em></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="border: 0pt none;" src="http://lh3.ggpht.com/jusronfaizal/SH7eDEGEtCI/AAAAAAAAAqE/lE32rKncNdo/sampookong38.jpg?imgmax=512" alt="Klenteng Agung Sam Poo Kong" width="560" height="340" /></p>
<p style="text-align: left;">Laksamana <a title="Laksamana Cheng Ho" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cheng_Ho" target="_blank">Cheng Ho</a> (english: <a title="Zheng He" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Zheng_He" target="_blank">Zheng He</a>) boleh disebut sebagai penjelajah laut yang tersohor dari Tiongkok, perjalananan dan namanya disejajarkan dengan nama besar penjelajah dunia lainnya seperti <a title="Marcopolo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Marco_Polo" target="_blank">Marcopolo</a>, <a title="Christoper Columbus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Christopher_Columbus" target="_blank">Columbus</a> dan <a title="Vasco Da Gama Bartolemeus Dias" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vasco_da_Gama" target="_blank">Vasco de Gama.</a> Armada kapal besarnya, meliputi  dari kurun waktu 1405 hingga 1433 paling sedikit telah melakukan ekspedis sebanyak <a title="tujuh kali ekspedisi" href="http://admiralchenghovoyages.wordpress.com/" target="_blank">7 (tujuh) kali</a> dengan mengemban misi perdamaian mengunjungi 37 negara di belahan benua Asia dan Afrika.</p>
<p style="text-align: left;">Dalam menjalankan misi &#8220;Diplomasi Laut&#8221; ini Kaisar Yung Lo memberikan perbekalan dalam bentuk armada sejumlah 62 kapal besar dan 225 junk (kapal berukuran lebih kecil) dan ditopang 27.550 orang perwira dan prajurit termasuk didalamnya ahli astronomi, politisi, pembuat peta, ahli bahasa, ahli geografi, para tabib, juru tulis dan intelektual agama.</p>
<p style="text-align: left;"><span id="more-36"></span></p>
<h2>Nenek Moyang Kita adalah Pelaut</h2>
<p>Kisah pelayaran Laksamana Cheng Ho memang sangat melegenda, tidak hanya menorehkan jejak sejarah yang mengagumkan di setiap negara yang dilaluinya (lebih lengkap bisa dilihat laporan Time dengan Tajuk <a title="he Asian Voyage: In teh Wake of the Admiral" href="http://www.time.com/time/asia/features/journey2001/" target="_blank">The Asian Voyage: In teh Wake of the Admiral</a>) tetapi juga telah memberikan ilham ratusan karya ilmiah baik fiksi maupun non-fiksi serta penemuan berbagai teknologi kelautan-perkapalan di Eropa khususnya pasca penjelajahan sang maestro. Legenda Sinbad Sang Pelaut yang begitu populer di Timur Tengah juga diinspirasi oleh kisah legendaris Cheng Ho ini.</p>
<p style="text-align: center;"><img style="border: 0pt none;" src="http://lh3.ggpht.com/jusronfaizal/SH7dCAIQpJI/AAAAAAAAAmk/CA5sklCbqc8/sampookong06.jpg?imgmax=512" alt="sugeng rawuh" width="560" height="340" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>Anda bisa berpose dengan pakaian china dan di photo oleh tukang propesional</em></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="border: 0pt none;" src="http://lh4.ggpht.com/jusronfaizal/SH7c_nVzUrI/AAAAAAAAAmc/1oNuqk54VoM/sampookong04.jpg?imgmax=512" alt="Pendopo desain Jawa" width="560" height="340" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>Satu-satunya bangunan yang berbentuk joglo (jawa) yang berpadu dengan china</em></p>
<p><strong>Christopher Columbus</strong>, salah satu dari navigator dunia mungkin juga terinspirasi oleh Cheng Ho, dengan memberangkatkan kapal Santa Maria dan dua kapal besar lainnya pada awal perjalanannya dari Palos de la Frontera pada 3 Agustus 1492, itu artinya selisih 87 tahun lebih awal dengan perjalanan pertamanya armada Cheng Ho.  Sangat dimungkinkan juga jika Cheng Ho juga dikenal baik dan akrab sama para Nenek Moyang kita yang juga dikenal sebagai Pelaut.  Pasti mereka sempat kenalan, karena Cheng Ho pada 7 perjalanannya selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi beberapa tempat di Nusantara, beberapa tempat diantaranya adalah di Jawa, Malaka, Palembang, Pahang, dan Sumatra.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="border: 0pt none;" src="http://geocities.com/uconkie/img/zheng_he.jpg" alt="Kapal Laksamana Cheng Ho" width="560" height="420" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>perbandingan antara perahu Cheng Ho dengan kapal Sancta Maria</em></p>
<p>Meskipun berangkat dengan perangkat armada yang sangat besar, seperti layaknya siap untuk menaklukan dan berperang, tapi rupanya tidak terjadi &#8220;penaklukan&#8221; dalam ekspedisi ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengangkat nama besar Dinasti Ming ke seluruh dunia. Sang Kaisar berharap dengan adanya ekspedisi ini negara-negara lain mengakui keberadaan Kaisar Cina sebagai &#8220;The Son of Heaven&#8221; (Putra Dewata)</p>
<p style="text-align: center;"><img style="border: 0pt none;" src="http://lh6.ggpht.com/jusronfaizal/SH7dZY5W-4I/AAAAAAAAAns/hkn6ZVyNE2M/sampookong20.jpg?imgmax=512" alt="Tiga Bangunan Utama" width="560" height="350" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>Tiga Bangunan utama di Klenteng Agung Sam Poo Kong, lainnya masih dalam pengembangan<br />
</em></p>
<h2>Orang Kasim yang Muslim</h2>
<p>Terlahir dengan nama Ma He pada sekitar tahun 1371 M di Propinsi Yunan sebelah barat daya China, dia tumbuh dan dibesarkan sebagai masyarakat biasa di keluarga Muslim dengan marga Ma, nama marga yang merujuk dari Muhammad. Dan pada usia 10 tahun (1381 M), Ma He kecil beserta anak-anak lainnya ditangkap oleh tentara Cina yang menginvasi wilayah Yunan, yang berakhir sebagai tawanan untuk waktu berikutnya. <a title="Cheng Ho Muslim" href="http://augustaracing.wordpress.com/2008/05/03/cheng-ho-laksamana-muslim-yang-taat/" target="_blank"><em>kisah lengkap tentang kemusliman cheng ho</em></a></p>
<p><img style="border: 0pt none;" src="http://lh6.ggpht.com/jusronfaizal/SH7dqfJiE_I/AAAAAAAAAok/x_Gn6VzgC0I/s288/sampookong28.jpg" alt="Tempat Sembahyang" width="275" height="182" /> <img style="border: 0pt none;" src="http://lh6.ggpht.com/jusronfaizal/SH7dqfJiE_I/AAAAAAAAAok/x_Gn6VzgC0I/s288/sampookong25.jpg" alt="prajurit" width="275" height="182" /></p>
<pre>Monumen Sam Poo Kong yang dikelilingi oleh Prajurit setianya</pre>
<p>Perjalanan sebagai tawanan akhirnya berakhir sebagai pelayan rumah tangga pangeran Zhu Di &#8211; anak keempat kaisar Cina, dan Cheng Ho dapat menempatkan posisinya sebagai pelayan khusus karena kecakapannya dalam bekerja. Pada zaman tersebut, konsekuensi sebagai tawanan, pelayan atau orang kepercayaan harus ditempuh sebagai <a title="orang kasim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Orang_kasim" target="_blank">orang kasim</a>, laki-laki yang dengan terpaksa harus dikebiri (<em>dibuang buah pelirnya)</em> untuk alasan tertentu, yang awalnya adalah sebagai hukuman tradisional bagi para tawanan dan bahkan sebagai prasyarat untuk bisa bekerja di kalangan Kaisar Istana. Orang-orang kasim akan bisa diberi jabatan-jabatan tinggi dengan alasan mereka tidak akan bisa mempunyai anak, sehingga mereka tidak akan tergoda untuk merebut kekuasaan dan memulai dinasti baru. Sebuah angka yang cukup fantastik pada akhir Dinasti Ming, jumlah orang kasim saat itu pernah mencapai hingga 70.000 orang.</p>
<p><img style="border: 0pt none;" src="http://lh6.ggpht.com/jusronfaizal/SH7dWwe4S8I/AAAAAAAAAnk/hQWHRI4F0Mw/s288/sampookong13.jpg" alt="prajurit" width="132" height="208" /> <img style="border: 0pt none;" src="http://lh3.ggpht.com/jusronfaizal/SH7dfmcmY0I/AAAAAAAAAoE/3E-mBdgqiUE/s288/sampookong15.jpg" alt="prajurit laksamana" width="132" height="208" /> <img style="border: 0pt none;" src="http://lh5.ggpht.com/jusronfaizal/SH7dkvW4VMI/AAAAAAAAAoU/X9cU4haV4LU/s288/sampookong22.jpg" alt="prajurit cheng ho" width="132" height="208" /> <img style="border: 0pt none;" src="http://lh3.ggpht.com/jusronfaizal/SH7dy7wVuGI/AAAAAAAAApE/a97-L1Eum-w/s288/sampookong23.jpg" alt="prajurit cheng ho" width="132" height="208" /></p>
<pre>Empat Prajurit Cheng Ho, Salaman, kenalan om...!!</pre>
<p>Kedekatannya dengan Zhu Di membuat Ma Ho tumbuh sebagai pemuda yang cakap dan tangkas, kemampuannya terus meningkat dari kemampuan melakukan diplomasi hingga penguasaan seni berperang, nama kecilnyapun akhirnya diubah menjadi Cheng Ho juga  dilakukan oleh Pangeran Zhu Di.  Posisi karirnya juga semakin menguat ketika pada 1402 Pangeran diangkat menjadi Kaisar China, sehingga menempatkan Ceng Ho sebagai Laksamana untuk melakukan ekspedisi pelayarannya yang pertama.</p>
<p style="text-align: center;"><img style="border: 0pt none;" src="http://lh3.ggpht.com/jusronfaizal/SH7eJITE9xI/AAAAAAAAAqU/q0eiFXWNzyU/sampookong34.jpg?imgmax=512" alt="bedug" width="560" height="350" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>Bangunan utama tempat beribadah</em></p>
<h2>Yusril dan Laksamana Cheng Ho</h2>
<p>Agustus 2008 mendatang, Film yang mengisahkan tentang Laksamana Cheng Ho akan ditayangkan, dalam film tersebut mantan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra berperan sebagai Cheng Ho, didukung juga oleh mantan Menteri PDT Syaifullah Yusuf.</p>
<p>Apakah ini juga sekalian dipakai oleh Kang Yus sebagai alat kampanye politik menjelang menjelang pemilu 2009 nanti? Kalo ada yang berpikir seperti itu yah silahkan saja, begitu jawab Akang di <a title="Kampanye Yusril" href="http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/05/08/14305453/film.laksamana.cheng.ho.alat.kampanye.yusril." target="_blank">Kompas</a>.  Tapi dapat dipastikan kalo Akang <em>akan maju terus pantat mundur </em>pada pemilihan calon Presiden Indonesia 2009 nanti, kalo Cawapres Kang? enggak ach kalo Cawapres. Wahh kalo gitu Cawapres biar saya isi yah Kang&#8230;.sambut uconk dengan penuh harapan dan semangat dalam blognya sendiri hehehheehhe, daftarnya kemana yah Kang untuk pencalonan Cawapres?&#8230; disebelah loket gedung bioskop yang memutar film Laksamana Cheng Ho!! dan jangan lupa beli 2 tiket, tiket untuk nonton dan tiket jadi Cawapres!.  Kumpul-kumpul duit dulu ach..</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.youtube.com/watch?v=k6Ftajuaneo"><img src="http://img.youtube.com/vi/k6Ftajuaneo/default.jpg" width="130" height="97" border=0></a></p>
<p>Tapi Film Drama Kolosal ini dikemas dalam 32 episode dengan masing-masing episodenya mempunyai durasi selama 50 menit. Film yang digarap bareng-bareng oleh perusahaan Thailand, China dan Indonesia, lokasi pengambilan gambar banyak dilakukan di China dan Thailand, 20% sisanya di Jakarta dan Jawa Barat.  Dan klarifikasi dari <a title="Preview Filem Laksamana Cheng Ho" href="http://yusril.ihzamahendra.com/2008/02/06/preview-episode-i-film-laksamana-cheng-ho/" target="_blank">preview episode Film Laksamana Cheng Ho</a>, bahwa film ini akan diputar di salah satu Telivisi Nasional kita dan bukan di Gedung Bioskop seperti kata saya tadi diatas.</p>
<h2>Pranala Terkait</h2>
<ul>
<li><a title="Sam poo Kong" href="http://sampookong.com" target="_blank">Klenteng Agung Sam Poo Kong</a> (www.sampookong.com)</li>
<li><a title="Cheng Ho Society" href="http://www.chengho.org/" target="_blank">International Zheng He Society</a> (www.chengho.com)</li>
<li><a title="In The Wake of The Admiral" href="http://www.time.com/time/asia/features/journey2001/intro.html" target="_blank">The Asian Voyage: In the Wake of the Admiral</a></li>
</ul>
<p><em>conkie: perkenalkan sederek, nama china saya <strong>Chonk Lee</strong>,  lha nama china sampean sopo pak? </em></p>
<table style="width: 194px;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="background: transparent url(http://picasaweb.google.com/f/img/transparent_album_background.gif) no-repeat scroll left center; height: 194px; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" align="center"><a href="http://picasaweb.google.com/jusronfaizal/Sampookong"><img style="margin:1px 0 0 4px;" src="http://lh3.ggpht.com/jusronfaizal/SH7cyAVJWVE/AAAAAAAAAtM/j8nIlP4g2Js/s160-c/Sampookong.jpg" alt="" width="160" height="160" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align:center;font-family:arial,sans-serif;font-size:11px"><a style="color:#4D4D4D;font-weight:bold;text-decoration:none;" href="http://picasaweb.google.com/jusronfaizal/Sampookong">sampookong</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cakrawala/perjalanan-laksamana-cheng-ho.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Outbound Ciseeng</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/outbound-ciseeng.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cakrawala/outbound-ciseeng.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 06:02:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[ornop]]></category>
		<category><![CDATA[outbond]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[
Kalo anda ketikkan kata kunci Outbound Ciseeng di Google dengan maksud mencari lokasi kegiatan outdoor untuk aktifitas anak-anak, maka yang anda temukan adalah sekian sederet catatan dari blog personal yang mengisahkan pengalaman atas kunjungannya ke tempat ini, komentar yang hampir seragam adalah &#8220;murah&#8221;. Pelanggannya kebanyakan dari kalangan anak sekolah, dari PAUD, TK hingga Sekolah Menengah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="border: 0pt none; margin-left: 10px; margin-right: 10px; float: left;" src="http://lh6.ggpht.com/jusronfaizal/SGSM8yzSsfI/AAAAAAAAAes/lHXODpJ6-O8/s288/pkbm01.jpg" alt="PKM" width="288" height="216" /></p>
<p>Kalo anda ketikkan kata kunci Outbound Ciseeng di Google dengan maksud mencari lokasi kegiatan outdoor untuk aktifitas anak-anak, maka yang anda temukan adalah sekian sederet catatan dari blog personal yang mengisahkan pengalaman atas kunjungannya ke tempat ini, komentar yang hampir seragam adalah &#8220;murah&#8221;. Pelanggannya kebanyakan dari kalangan anak sekolah, dari PAUD, TK hingga Sekolah Menengah, disamping harga terjangkau juga lokasinya tidak jauh dari Jakarta, tepatnya di Jalan H. Miing Rawa Bangsa, Kelurahan Putat Nutug, Kecamatan Ciseeng, Bogor, Jawa Barat, persis di seberang sungai Cisadane.<span id="more-35"></span></p>
<p><a title="PKBM Pelita Desa Ciseeng" href="http://pkbmpelitadesaciseeng.blogspot.com/" target="_blank"><strong>PKBM Pelita Desa</strong></a>, (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Pelita Desa adalah nama lembaga pengelola lokasi pendidikan ini dan kegiatan Outbound bukanlah satu-satunya aktifitas yang dilakukan oleh pengelola, karena ada 15 jenis unit usaha lainnya yang dikelola oleh warga belajar PKBM. Outbound adalah salah satu diantara usaha salon dan kosmetik, sembako, souvenir dan voucher, jus buah, ikan hias, shooting film dan lainnya.  Kegiatan di unit usaha ini nantinya akan dipergunakan untuk membiayai aktifitas belajar mengajar di PKBM Pelita Desa.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="border: 0pt none;" src="http://lh4.ggpht.com/jusronfaizal/SGSNH7isCpI/AAAAAAAAAfM/hNDf9dC4_1Q/elviswalk.jpg?imgmax=512" alt="Lintasan balance beam" width="512" height="384" /></p>
<p>PKMB Pelita Desa adalah sebuah lembaga resmi penyelenggara pendidikan di bawah naungan Direktorat Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Depdiknas.  Mulai dirintis dari tahun 1998 oleh staff <a title="Yayasan Pelita Ilmu" href="http://ypi.or.id" target="_blank">Yayasan Pelita Ilmu</a> dengan luasan lokasi sekitar 2,5 hektar, yang akhirnya dikelola sebagai wahana pendidikan di alam dengan mengkombinasikan rekreasi dan belajar.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="border: 0pt none;" src="http://lh6.ggpht.com/jusronfaizal/SGSN3R0ovMI/AAAAAAAAAhE/MSrOAM-uIYY/pkbm20.jpg?imgmax=512" alt="Jembatan Pintas" width="512" height="384" /></p>
<p>Saya sempat bertanya sama salah satu tenaga pengajar ketika ada kesempatan mengadakan kunjungan dadakan ke lokasi, mas.. lokasi ini hebat yah mas menurut saya, publikasi dan promosi justru dilakukan oleh penggiatnya, melalui jasa MLM (mulut lewat mulut) dan dari blog ke blog, bagaimana nanti jika dari lembaga juga ada aktifitas promosi secara khusus ke sekolah-sekolah di Jabodetabek?&#8230;itulah mas, ini aja kita sudah membatasi jumlah rombongan pengunjung,  kalo tidak dibatasi bisa jadi kapasitas lokasi tidak memadai lagi oleh kepadatan pengunjung. Tapi yang lebih penting lagi mas, sambungnya&#8230;. ini tidaklah melulu sekedar mencari keuntungan, tapi juga sebagai wahana proses belajar secara langsung dari warga PKBM dengan dunia yang sebenarnya.</p>
<p><img style="border: 0pt none;" src="http://lh3.ggpht.com/jusronfaizal/SGSNpJ9elCI/AAAAAAAAAgc/mKvdgTSb48E/s288/pkbm15.jpg" alt="Sawah Percontohan" width="275" height="206" /> <img style="border: 0pt none;" src="http://lh4.ggpht.com/jusronfaizal/SGSNli8ZQPI/AAAAAAAAAgU/jof9JdshFIQ/s288/biogas.jpg" alt="Biogas" width="275" height="206" /></p>
<p>Wow, itulah sisi menarik dari lembaga pengelola wahana ini, dunia Outbound adalah hanya salah satu unit dari pengembangan unit-unit usaha, dengan ini mereka punya media untuk belajar tentang wirausaha, pelayanan dan menjaga kualitas juga banyak hal lainnya yang terkait dengan namanaya &#8220;Mandiri&#8221;.</p>
<p>PKBM Pelita Desa memberikan sentuhan yang berbeda dalam dunia pendidikan kita sepertinya harus segera dimulai. Metode sekolah yang mengandalkan teori tanpa praktek mulai dianggap ketinggalan, terbukti murid lulusan sekolah umum kurang mampu bersaing dengan sekolah kejuruan. Mengkombinasikan teori, praktek ditambah keterampilan hidup (life skill) menjadi kelebihan lembaga ini.</p>
<p><img style="border: 0pt none;" src="http://lh3.ggpht.com/jusronfaizal/SGSTAbcZd2I/AAAAAAAAAi8/ZTPFc7yHBWA/s288/Brosur1.preview.jpg" alt="Brousr Outbond" width="275" height="206" /> <img style="border: 0pt none;" src="http://lh4.ggpht.com/jusronfaizal/SGSTCZS6gaI/AAAAAAAAAjI/cAqtjKVSRPo/s288/Brosur2.preview.jpg" alt="Brousr Outbond" width="275" height="206" /></p>
<pre>Klik kanan brosur diatas, lalu tekan save as utk mendapat image aslinya</pre>
<p>Album Photo Selengkapnya:</p>
<table style="width: 194px;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="background: transparent url(http://picasaweb.google.com/f/img/transparent_album_background.gif) no-repeat scroll left center; height: 194px; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" align="center"><a href="http://picasaweb.google.com/jusronfaizal/OutbondCiseeng"><img style="margin:1px 0 0 4px;" src="http://lh4.ggpht.com/jusronfaizal/SGSMp1ApSsE/AAAAAAAAAjM/wiCDild6tZ4/s160-c/OutbondCiseeng.jpg" alt="" width="160" height="160" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align:center;font-family:arial,sans-serif;font-size:11px"><a style="color:#4D4D4D;font-weight:bold;text-decoration:none;" href="http://picasaweb.google.com/jusronfaizal/OutbondCiseeng">outbond ciseeng</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cakrawala/outbound-ciseeng.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Parkour dan Jumpolitan</title>
		<link>http://faizal.web.id/jelajah/parkour-dan-jumpolitan.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/jelajah/parkour-dan-jumpolitan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Feb 2008 04:32:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[Kutipan]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/jejak/parkour-dan-jumpolitan/</guid>
		<description><![CDATA[
Traceur, photo by baston, original in flickr cc
Ini adalah kisah tentang kebebasan, sekawanan pemuda kota yang sudah jenuh dengan kondisi, mulai mencari sesuatu yang benar-benar baru dan tidak membosankan yang bisa dilakukan sepulang sekolah. Di ceritakan secara khusus mulai tahun 1987 oleh David Belle, pria kelahiran Vietnam dan berwarganegara Prancis (French Indochina) sebagai pendiri Klub [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://uk.geocities.com/uconkie/img/parkour.jpg" alt="Parkour" height="192" width="499" /></p>
<pre>Traceur, photo by <a href="http://www.flickr.com/photos/baston" title="Baston Flickr Photo" target="_blank">baston</a>, original in <a href="http://www.flickr.com/photos/baston/36660122/" title="Park Our" target="_blank">flickr</a> cc</pre>
<p>Ini adalah kisah tentang kebebasan, sekawanan pemuda kota yang sudah jenuh dengan kondisi, mulai mencari sesuatu yang benar-benar baru dan tidak membosankan yang bisa dilakukan sepulang sekolah. Di ceritakan secara khusus mulai tahun 1987 oleh <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/David_Belle" title="David Belle" target="_blank" class="snap_shots">David Belle</a>, pria kelahiran Vietnam dan berwarganegara Prancis (French Indochina) sebagai pendiri Klub Yamakasi yang dikenal juga sebagai klub pertama dari olahraga ini, Parkour.  Yamakasi  juga  sebagai  film pertamanya untuk olah raga ini.<span id="more-26"></span></p>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/parkour" title="Parkour Wikipedia" target="_blank" class="snap_shots">Parkour</a>, biasa disingkat PK, berasal dari kata <em>&#8220;parcours du combattant&#8221;</em> yang berarti halang rintang untuk latihan militer. Aktifitas para Traceurs (sebutan bagi para pelaku Parkour) bergerak dari titik A menuju titik B dengan gerakan bebas, dan seefesien mungkin, mengedepankan seni olah tubuh dan kelenturan fisik, bukan saja kekuatan fisik, kekuatan imaginasi justru yang menjadi utama bagi olah raga ini untuk menghasilkan gerakan-gerakan indah, terjadi karena perpaduan dari atletik, gymnastik, beladiri dan seni. Dikenal juga oleh kebanyakan sebagai seni melarikan diri.<img src="http://uk.geocities.com/uconkie/img/parkour2.jpg" alt="parkour dan free running" height="333" width="500" /></p>
<pre>Akrobatik Traceur photo by <a href="http://www.flickr.com/photos/safesolvent" title="Safe Solvent" target="_blank">Safe Solvent</a>, on <a href="http://www.flickr.com/photos/safesolvent" title="Safe Solvent Photos" target="_blank">Flickr</a></pre>
<p>Masyarakat London mengenal olah raga ini dengan sebutan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/free_running" title="Free Running" target="_blank">Free Running</a>, yang dikembangkan oleh <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sébastien_Foucan" title="Sebastien Faucan" target="_blank" class="snap_shots">Sebastien Faucan</a>, yang pada awalnya kedua istilah ini adalah aktifitas yang sama, namun karena kedua pendiri ini mempunyai perbedaan pada prinsip-prinsipnya, akhirnya berakhir menjadi dua aktifitas yang berbeda. Aktifitas Free Running di dokumentasikan dalam bentuk film &#8220;Jump London&#8221;</p>
<blockquote><p>free running and parkour are separate, distinct concepts — a distinction which  is often missed due to the aesthetic similarities. Parkour as a discipline  comprises efficiency, whilst free running embodies complete freedom of movement  — and often includes many acrobatic maneuvers. Although often times the two are  physically similar, the mindsets of each are vastly different.</p></blockquote>
<p>Meskipun aktifitasnya terlihat sama, tapi secara konsep bisa berbeda. Kedua olah raga ini tidak memerlukan alat apapun untuk berlaga,  mereka hanya mengandalkan  kekuatan  Kaki dan Tangan kosong, menggunakan ketrampilan yang unik dalam menjelajah kota dan menggunakan inspirasi bebas mereka guna menemukan jalur dan celah alternatif, bergerak se efisien dan seindah mungkin.</p>
<p><img src="http://uk.geocities.com/uconkie/img/parkour3.jpg" alt="Parkour" height="335" width="500" /></p>
<pre>Melompat,photo by <a href="http://www.flickr.com/photos/amf" title="AMF" target="_blank">amf</a> on <a href="http://www.flickr.com/photos/amf/146161890" title="Parkour on Flickr by amf" target="_blank">Flickr</a></pre>
<p><strong>Zorro inspirator Parkour</strong>, sebelum David Belle dan kawan-kawannya melakukan aktifitas ini, <span id="BeginvidDescBuUzdjaSIN4"><strong>Douglas</strong><strong> Fairbanks </strong>dalam filmnya </span>Zorro pahlawan bertobeng pada tahun 1915-1920, malah sudah memprak<br />
tekkan aktifitas ini, salah satu petikannya dikisahkan saat Zorro lagi dikejar-kejar gerombolan penjahat yang berupaya menangkap dan membunuhnya.  Bisa jadi sang Zorro inilah Inspirator sekaligus Mahagurunya para Traceurs&#8230;sapa tau?</p>
<p align="center"><a href="http://www.youtube.com/watch?v=yaBud6ii5Wk"><img src="http://img.youtube.com/vi/yaBud6ii5Wk/default.jpg" width="130" height="97" border=0></a></p>
<p>Gerakannya akan terlihat memukau bagi kalangan awam, terkesan liar dan kasar, cenderung ugal-ugalan, melewati segala rintangan dengan cara yang unik, melompat, salto, meluncur, memanjat dan beberapa macam teknik yang secara terus menerus dikembangkan sesuai dengan filosofi kebebasan mereka. Tidak salah sehingga beberapa kalangan menggolongkan olah raga ini sebagai olahraga ekstrem yang beresiko tinggi.  Meski demikian para Traceur merasa lebih senang jika Parkour digolongkan sebagai urban sport, karena mereka menegaskan bahwa aktifitas ini bisa dilakukan oleh siapa saja yang berminat untuk belajar dan berlatih. Resiko pasti ada, tapi semuanya dicoba di kurangi melalui proses berlatih terus menerus.</p>
<p><img src="http://uk.geocities.com/uconkie/img/free-running.jpg" alt="Free Running" height="332" width="500" /></p>
<pre>Photo by <a href="http://www.flickr.com/photos/nfg/370797105" title="Parkour by nfg" target="_blank">nfg</a> on <a href="http://www.flickr.com/photos/nfg/370797105" title="Park Our on Flickr by Nfg" target="_blank">Flickr </a></pre>
<p>Olahraga tentang seni, kreatifitas dan kebebasan ini rupanya juga telah sampai di Indonesia, yang awalnya mengetahui informasi ini dari internet, saat ini parkour telah menyebar ke kota-kota besar di Indonesia, untuk mempersatukan mereka juga telah membangun situs informasi bersama di <a href="http://parkourindonesia.web.id" title="Parkour Indonesia" target="_blank">www.parkourindonesia.web.id</a>. Dari sinilah komunitas Parkour Indonesia saling mengenal dan berkembang bersama.</p>
<p><img src="http://uk.geocities.com/uconkie/img/parkour_latihan.jpg" alt="Latihan parkour" height="375" width="500" /></p>
<pre>Berlatih photo by <a href="http://www.flickr.com/photos/marcogomes" title="marco gomez" target="_blank">Marco Gomes</a> on <a href="http://www.flickr.com/photos/marcogomes/95567666" title="Parkour by marcogomes" target="_blank">Flickr </a></pre>
<p>Jenis-jenis olah raga yang bisa berkembang dan bertambah di kota-kota besar biasa di kelompokkan dalam Urban Sport, olah raga kaum urban yang biasanya muncul karena keinginan ber kompetisi atau kebutuhan akan kreatifitas yang cenderung berlebih, atau keterbatasan akses. Sebagai salah satu contoh misalnya aktifitas berlatih mengenal tebing dari olah raga Rock Climbing yang dikenal dengan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/bouldering" title="Bouldering" target="_blank">Bouldering</a> yang berarti aktifitas panjang tebing yang bergerak menyamping, mengalami pengembangan menjadi <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/buildering" title="Pemanjatan Gedung" target="_blank" class="snap_shots">Buildering</a>, contoh lainnya adalah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Street_stunts" title="Stunment Jalanan" target="_blank" class="snap_shots">Street Stunts</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/trickling" title="trickling" target="_blank" class="snap_shots">Tricking</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Soliton" title="soliton" target="_blank" class="snap_shots">Soliton</a> dan masih banyak yang lainnya.</p>
<p>Saya, sebagai kalangan yang ikut mensukseskan Urbanisasi, mencoba ingin ikut berpartisipasi dengan mengingat aktifitas yang sering saya lakukan saat sekolah menengah pertama di Surabaya, setidaknya menjadi aktifitas sehari-hari sepulang sekolah selama kurang lebih dua tahun dari kelas 2 sampai lulus. Menempuh jarak kurang lebih 20 Km dari Wonokromo ke Tanjung Perak. Sapa tau bisa menginternasional dan diikuti oleh kaum urban dunia, minimal bisa di catet di wikipedia indonesia hehhehehehe, simak aja tulisan berikutnya, dan jangan lupa mohon dukungannya.</p>
<h2>Binatang apakah Jumpolitan itu?</h2>
<p>Jelas bukan binatang atau spesies langka karena ini adalah olah raga rintisan. Kita bahas istilahnya terlebih<br />
dahulu, saya yakin anda baru mendengarnya (yakin 100%), karena memang belum pernah ada, karena ini masih dalam taraf ide dan usulan, proposalnyapun lagi dikonsep dan sayangnya masih dalam angan-angan. Pada tahap ini, Saya masih mengira-ngira mungkin seperti inilah nama Parkour dikenal oleh dunia. Si Pelakon tentunya perlu sebuah sebutan ringkas, sebuah nama aktifitas untuk saling berkomunikasi dengan komunitasnya dan yang penting bisa saling mengerti dan dimengerti sesuai dengan kaidah dan tatacara berkomunikasi yang baik dan benar.</p>
<p>Satu kata “Parkour” bisa lebih dimengerti oleh komunitasnya sebagai bentuk penjelasan, ajakan, sebutan, dan tentu saja penerjemahan dari serangkaian aktifitas tersebut, memang akan sedikit asing pada awalnya karena istilah ini belum pernah ada sebelumnya, tapi lambat laun istilah pasti dikenal khalayak karena seringnya dipakai. Dari pada kita menyatakannya dengan kalimat panjang, ayo prend, kita berlari, melompat, menerjang dan berakrobat dari sini ke sana…nah ribet kan!!?? oke, kita sederhanakan aja dengan Parkour, wusshhh…</p>
<p>Nah, sekarang saatnya Jumpolitan, istilah ini berasal dari gabungan 2 (dua) kata, Jump dan Metropolitan, ada sedikit gubahan dari bahasa ibunya “Jempalitan” biar gak kelihatan ndeso dan biar punya harapan akan bergaung International, juga karena yakin pasti akan ada Olimpiadenya. Isin to pak ne, kalo ditanya sama Bu le tentang asal bahasa ini, terus kita njawabnya, soko Wonokromo Pak le.</p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/jumpolitan" title="Jumpolitan on wikipedia" target="_blank" class="snap_shots">Jumpolitan</a>, arti bebasnya adalah Lompatan di Kota Metropolitan. Olahraga ini adalah gabungan dari Lari cepat, Lompat jauh, Pencak Silat, Pernafasan dan tentu saja Seni. Para Jompoliter, harus memulai startnya dari lampu merah (bang jo), setopan kereta api atau tikungan-tikungan karena olahraga ini membutuhkan selain sepatu yang daya cengkramnya cukup bagus, juga benda bermesin dan berbahan bakar bensin atau solar yang bergerak dengan kecepatan rata-rata antara 50-100 km/jam, bisa berbentuk Mobil Pickup (bak terbuka) atau Truk Diesel, tentang merk sesuai pilihan dan selera, karena sangat beragam mulai dari Colt Diesel, Kuda, Kijang, Panther dan segala macem nama Margasatwa lainnya yang berkeliaran di jalan raya, yang prinsip adalah punya bak dibelakangnya, diusahakan kosong dan tidak tertutup oleh terpal atau barang lain.</p>
<p>Jumper, sebutan ringkas buat lakon olah raga ini, sudah pasti pantang bilang, Bang, numpang yah…atau melambaikan tangan sebagai isyarat untuk kendaraan agar memperlambat kecepatan, karena Jumper adalah gesit, tangkas, cepat, kuat dan yang pasti adalah irit, karena tidak mengeluarkan ongkos sepeserpun untuk balas budi tumpangannya. Jumper segera naik ke bak berjalan dengan caranya masing-masing, tentu saja dengan sentuhan seni melompat ke atas bak kosong tersebut.</p>
<h2>Solidaritas, ketangkasan dan kecepatan</h2>
<p>Melompat ke bak pick up, tidak dilakukan secara individu, karena semangat kerja Team disini sangat dijunjung tinggi, bisa dilakukan bertiga, berempat atau lebih. Target utamanya adalah jangan sampai ada rekan Team yang ketinggalan tercecer dijalan raya karena tidak ikut terangkut, jika ini terjadi maka team yang sudah berhasil terpaksa harus turun lagi dan mengulang dari awal, masalah tersebut bisa terjadi karena orang pertama kurang cekatan membantu rekan lain atau kendaraan melaju terlalu kencang. Sebenarnya tidak terlalu sulit, asal tangan kita tertangkap sama rekan yang sudah berada di kendaraan, hanya dengan lompatan kecil saja, dan oleh efek momentum yang tepat, badan kita akan terangkat dengan cepat dan mudah ke atas bak. Kondisi akan terkendali jika semuanya sudah berkumpul diatas bak, tinggal mengikuti laju kendaraan hingga sampai ke tujuan.</p>
<p>Tantangan olahraga ini yang sebenarnya adalah saat harus turun, karena mobil tiba-tiba belok arah tidak sesuai dengan tujuan akhir kita atau memang kita sudah sampai pada lokasi yang ditetapkan sebelumnya. Pengalaman sih mengatakan sangat jarang tujuan ditempu<br />
h langsung sekali jalan, kebanyakan harus berganti-ganti kendaraan karena memang dari awal kita pantang tanya sama pak sopirnya, mau ke arah mana pak?</p>
<p>Sedikit berbeda dengan Lompat Jauh, statis dan aman karena yang bergerak hanya pelompatnya, Jumper lebih dinamis karena semua komponennya ikut bergerak bersama, belum lagi tantangan kendaraan yang ada di belakang, bisa jadi posisi landing aman dan selamat tapi justru tertabrak mobil atau motor yang juga sedang melaju. Arah melompat bisa lurus dengan catatan arus Lalin dibelakang lagi kosong (sepi), tapi kalo pas lagi padat, Jumper harus punya keahlian bergerak menyamping, melompat dari sudut kanan atau kiri bak, mantap man&#8230;karena hal ini sering membuat panik pengemudi dibelakangnya, seakan menantang untuk saling berbenturan.</p>
<h2>Pengalaman Masa SMP</h2>
<p>Setidaknya saya dan gang melakukan kegiatan ini selama kurang lebih 2 tahun, sayangnya belum sempat bikin klub, apalagi filmnya.  Hanya dua tahun karena setelahnya lulus dan masuk tahun ajaran baru tingkat SMA, jarak sekolah SMA yang baru dengan rumah sangat dekat, akhirnya Bapak kasih modal transpor cukup dengan Sepeda Pancal saja.</p>
<p>Ada juga kelompok lain yang mengembangkan olahraga yang sejenis dengan ini yang banyak dikenal dengan &#8220;Bajing Loncat&#8221;, meskipun sama aktifitasnya tapi beda niatannya. Jika para Jumper bermotivasikan cari tantangan sekaligus nyari tumpangan sedangkan Bajing Loncat memang dasar Bajingan, soalnya beraktifitas kriminil, soale nyolong barang/sesuatu di truk, kalo ketangkep bisa digebukin massa dan berakhir di bui. Dari dasar tersebut, kami tetap memisahkan kedua istilah ini sebagai aktifitas yang berbeda.</p>
<h2>Sisi Menariknya</h2>
<p>Rasa yang paling menantang dan bikin ketagihan dari kedua aktifitas ini adalah pas kita berada di udara, sesaat dalam hitungan beberapa detik sebelum kembali mendarat di landasan pacu, kembali ke mem-Bumi. Rasa-rasa hilang sesaat dari peredaran, meski detik berikutnya kita sudah menapakkan lagi kebumi, dengan selamat ataupun tidak.<br />
Baiklah, saatnya memilih dan memihak, kalo anda ingin bergabung dengan para Traceur indonesia, silahkan bergabung di Parkour Indonesia, dan kalo tertarik beraktifitas dengan jumper silahkan bergabung melalui isian komentar dibawah ini, itung-itung nambah amal bikin saya tambah ngetop sebagai pencipta (founder) aktifitas urban sport yang baru di indonesia ini.</p>
<p><em>Congkie: jangan banyak loncat-loncat mas, bisa susah pipis&#8230;. </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/jelajah/parkour-dan-jumpolitan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lembuswana, penjaga Sungai Mahakam</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/lembuswana-penjaga-sungai-mahakam.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cakrawala/lembuswana-penjaga-sungai-mahakam.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2008 10:29:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Khatulistiwa]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[sungai]]></category>
		<category><![CDATA[wisata alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/jejak/lembuswana-penjaga-sungai-mahakam/</guid>
		<description><![CDATA[ &#8220;Bermahkota bukannya raja. Berbelalai. Bergading lainnya gajah. Bersayap bukannya  burung. Bersisik lainnya ikan. Bertaji bukannya ayam. Binatang apakah ini?&#8221;
Kuis tebak-tebakan yang tidak berhadiah ini tertulis di bawah kaki Patung berbentuk binatang aneh dan unik di depan Musium Mulawarman.  Jawabannya memang sudah pasti &#8220;Lembuswana&#8221;,  spesies langka yang tidak termasuk dalam daftar Appendix [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1324/712149073_7b82ce06f8_m.jpg" alt="Lembuswana" align="left" height="240" hspace="10" width="160" /> &#8220;<em>Bermahkota bukannya raja. Berbelalai. Bergading lainnya gajah. Bersayap bukannya  burung. Bersisik lainnya ikan. Bertaji bukannya ayam. Binatang apakah ini?</em>&#8221;</p>
<p>Kuis tebak-tebakan yang tidak berhadiah ini tertulis di bawah kaki Patung berbentuk binatang aneh dan unik di depan <a href="http://www.kutaikartanegara.com/wisata/museum_mulawarman.html" title="Musium Mulawarman Samarinda" target="_blank" class="snap_shots">Musium Mulawarman</a>.  Jawabannya memang sudah pasti &#8220;Lembuswana&#8221;,  spesies langka yang tidak termasuk dalam daftar <acronym title="berarti perdagangan spesies tersebut dikontrol sangat ketat dan tidak dapat diperdagangkan secara internasional kecuali hasil penangkaran">Appendix I</acronym> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/CITES" title="CITES" target="_blank" class="snap_shots">Cites</a> ini dapat anda jumpai di <a href="http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=309264&amp;page=4" title="Wisata di Tenggarong" class="snap_shots" target="_blank">3 (tiga) lokasi</a> utama Kota Tenggarong, di Pintu Gerbang memasuki kota Tenggarong, di depan Musium Mulawarman dan yang terbesar di Pulau Wisata Kumala. Yang terakhir akan menjadi tokoh utama kita kali ini, soale dapat undangan gratis keliling Pulau Kumala sih, pilihannya cuman satu aja, kalo pengen kisah lainnya boleh kok mengundang aku lagi&#8230;..hehehehehe<span id="more-24"></span></p>
<h2>Makan Siang sambil Terapung</h2>
<p>Wong ndeso ini pantas girang banget, soale baru nyadar kalo Rumah Makannya tidak saja bisa ngambang di atas air, tapi bisa mengelilingi Pulau Kumala, pantas saja ini kan Kapal Layar, layaknya sebuah kapal tentu ada mesinnya, setir, Anak Buah, Layar, dan yang paling penting semua yang tersebut tadi dapat imbukan kata &#8220;Kapal&#8221;, sekedar untuk membedakan kebiasaan di darat sama di Sungai, termasuk juga ada organ (<em>itu lho, alat musik yang tutnya cuman ada 2 warna, hitam dan putih</em>)&#8230;&#8230; hahahah dasar ndesit. Tentu saja dengan alat musik tersebut nyanyinya pake irama Country-an, terasa rada jadul dikit,  penyanyinya pun lengkap dengan atribut koboi dengan kisaran usia 15-an (lima belas ngikut pemilu pak&#8230;), kita-kita yang masih kinyis cuman bisa ngikut goyang-goyang kaki aja, soale gak apal, bolehlah sekali-kali teriak hhheeeyyya&#8230;&#8230;heeeyyyaaaa&#8230;&#8230;.halah&#8230;.koboi kok melaut seh pak&#8230;&#8230;koboi yah angon wedus.</p>
<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1226/712149095_e3284936cf.jpg?v=0" alt="Lembuswana" height="332" width="500" /></p>
<p>Sambil makan siang, kita ber-banyak orang ini dibawa mengelilingi Pulau Kumala, sambil menikmati nikmatnya ikan Patin bakar, Gulai Kambing dan Es Jeruk, sebagai penutup buah-buahan khas Kaltim tersedia berlebih, mulai Jeruk, pisang sampai duku semuanya pas dan lengkap, dan yang penting akhirnya tak tersisa, buat kucing sekalipun, tandas.</p>
<p>Mendekati tujuan, pintu gerbang  Pulau Kumala,  terlihat sosok monumen yang cukup besar dan megah dibuatnya, Patung Lumbuswana raksasa sebagai hasil karya pematung terkenal <a href="http://www.nuarta.com/" title="Nyoman Nuarta" class="snap_shots" target="_blank">Nyoman Nuarta</a>. Ini pertama kalinya aku melihat sosok symbol mitologi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Kutai_Kartanegara" title="Kerajaan Kutai Kertanegara" class="snap_shots" target="_blank">Kerajaan Kutai Kertanegara</a> dari dekat, inikah binatang yang gaya hidupnya amphibi plus?, plus karena punya sisik,  kebayang bisa hidup di air, punya kaki empat pasti mamalia, namanya lembu tapi kepalanya gajah, punya sayap berarti bisa terbang, imaginasiku membayangkan pada suatu pagi lepas bangun tidur, terlihat para lembuswana bertengger di ranting dan bercicit cuit menyongsong mentari.</p>
<p>Mencari sejarah sang Lembu ini rada kesulitan, malah ketemu beberapa blogger yang minta diinformasikan tentang <a href="http://www.google.co.id/search?hl=id&amp;q=sejarah+lembuswana&amp;btnG=Telusur<br />
i+dengan+Google&amp;meta=" title="Sejarah Lembuswana" class="snap_shots" target="_blank">history of lembuswana</a> kalo ada yang tau. Mitologi Kutai lainnya yang ketemu malah tentang <a href="http://www.kutaikartanegara.com/kesultanan/mitologi2.html" title="Naga Erau" class="snap_shots" target="_blank">Naga Erau</a> yang menjadi rujukan <a href="http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=309264&amp;page=4" title="FEstival Erau" class="snap_shots" target="_blank">Festival Erau</a> yang sudah menjadi <a href="http://www.kutaikartanegara.com/wisata/" title="Peta Wisata di Kutai" class="snap_shots" target="_blank">kegiatan wisata</a> rutin Kota Tenggarong.</p>
<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1187/712149115_e64747542e.jpg?v=0" alt="Gerbang Pulau Kumala" height="332" width="500" /></p>
<pre>Gerbang Pulau Wisata Kumala</pre>
<p>Kalo Jakarta punya <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dufan" title="Dunia Fantasi Ancol" class="snap_shots" target="_blank">Dunia Fantasi</a>, inilah andalan dari Provinsi Kaltim, Pulau Kumala, Dufan yang dibangun di daerah pesisir pantai, Pulau Kumala dibangun diatas pulau di tengah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sungai_Mahakam" class="snap_shots" title="Sungai Mahakam">Sungai Mahakam</a> atas prakarsa <a href="http://www.tokohindonesia.com/majalah/khusus/01-36/02/07.shtml" title="Pak Kaning" class="snap_shots" target="_blank">Bupati Syaukani</a> (pak Kaning) Pulau seluas 76 ha itu dibangun dan diurug tak kurang dari sejuta setengah kubik pasir ditanam disana, hingga kini terlihat sebagai lokasi wisata modern bagi masyarakat.</p>
<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1341/713062754_10e46a3f6f.jpg?v=0" alt="restoran berjalan" height="332" width="500" /></p>
<pre>Kapalku segera mendaratkan awaknya</pre>
<p>Ada dua cara menuju Pulau Kumala ini, bisa dengan cara menyeberangi sungai Mahakam atau lebih menarik lagi melalui Sky Tower, dengan kendaraannya kereta gantung (cable car), diatas ketinggian 75 meter anda bisa melihat panorama kota dengan leluasa dari kaca kereta,  Sky Tower sekaligus penghubung antara Tenggarong Seberang dengan Pulau Kumala.</p>
<h2>Dayak Long House</h2>
<p>Rumah Panjang, atau rumah komunal Suku Dayak biasa disebut dengan Lamin (Lou) di Kalteng dikenal dengan istilah Rumah Betang, Masyarakat Kutei umumnya mengenal sekaligus mempopulerkan nama rumah dayak dengan sebutan Lamin, sedangkan Orang Dayak Benuaq lebih senang dan bangga dengan sebutan Lou ketimbang Lamin. Tapi bukan hanya karena kisah seorang ibu-ibu muda yang mengundang tamu laki-laki paruh baya untuk bertandang ke rumahnya, Pak saya dan keluarga akan senang dan hormat jika bapak menyempatkan main ke Lamin saya malam ini&#8230;&#8230;lho&#8230;. gawat, kalo sang bapak tamu tadi gak ngerti istilahnya, bisa salah tangkep maksud baiknya. hehehe, tapi yang jelas istilah Lou lebih berasal dari akar bahasa benuaq.</p>
<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1291/712149161_eabdbbb54a.jpg?v=0" alt="Lou atau lamin" height="332" width="500" /></p>
<p>Iklim di Tenggarong termasuk cukup hangat bagi para pendatang,  untuk beraktifitas ringan jalan kaki saja sudah cukup menguras keringat, tapi jangan kuatir mengelilingi pulau kumala sudah tersedia angkutan mobil gandeng yang selalu siap mengantar anda mengitari pulau ini, melihat-lihat fasilitas yang tersedia untuk wisata.</p>
<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1063/712149179_2ce9fdb359.jpg?v=0" alt="Lou -Rumah Adat Suku Dayak di Kaltim" height="332" width="500" /></p>
<pre>Lou, rumah adat dayak kaltim</pre>
<p>Nampaknya tidak ada kegiatan sosial di tempat ini, apa karena saya datangnya bukan pas hari libur, di tanah seluas 76 ha ini nampaknya cuman kami dan beberapa orang saja pengunjungnya, saya berharap ada agenda menarik dari sekedar menikmati panorama dan bangunan rupanya tidak terfasilitasi, seandainya lokasi wisata ini tidak hanya mengandalkan kekuatannya dari bangunan dan fasilitas saja, pasti akan lebih semarak lagi. Kalau konsep wisata andalannya hanya fisik, kecenderungannya mereka hanya perlu datang sekali saja, dan akan kembali lagi hanya karena m<br />
engantar tamu atau teman yang bertandang.</p>
<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1301/712149137_897188307d.jpg?v=0" alt="Vihara" height="332" width="500" /></p>
<pre>memang akan menjadi menarik jika ada aktifitas ibadah masyarakat</pre>
<p>Hampir tiga jam kita berkeliling dan melihat-lihat Pulau, rasa-rasa kerongkongan udah mulai kering, keringat juga udah membasahi badan, sudah waktunya untuk undur diri, angkat sauh, dan kapal kitapun berlayar menuju daratan Indonesia&#8230;. udah lama yah rasanya kita meninggalkan negara Indonesia Raya tercinta&#8230;&#8230; kalo saja setiap kesan yang dibawa pengunjung seperti itu, pasti tidak lama lagi dia akan bawa orang sekampungnya untuk datang ke Tenggarong dengan bangga, anda akan diisi dan diservis luar dalam, lahir batin dengan program wisatanyaa&#8230;begitu kira-kira isi promosinya.</p>
<p>tabek</p>
<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1154/713062728_31d9f88462.jpg?v=0" alt="Guest House" height="332" width="500" /></p>
<pre>nginep di Guest House</pre>
<p><em>conkie: pengen kenal lebih mendalam tentang tenggarong dan kutei kartanegara ing martadipura </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cakrawala/lembuswana-penjaga-sungai-mahakam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menapak Jejak Perang Dunia II di Biak Kota</title>
		<link>http://faizal.web.id/jelajah/menapak-jejak-perang-dunia-ii-di-biak-kota.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/jelajah/menapak-jejak-perang-dunia-ii-di-biak-kota.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Sep 2005 09:00:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[wisata alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/2005/09/03/menapak-jejak-perang-dunia-ii-di-biak-kota/</guid>
		<description><![CDATA[ Situs Gua Jepang Binsari,  Melihat langsung bukti sejarah terjadinya Perang Dunia II di Biak, salah satu tempat yang dapat memberikan informasi cukup lengkap dan dekat dengan kota adalah di Situs Gua Jepang, yang terletak sebelah barat kota, persisnya di desa Sumberker, Kabupaten Biak Numfor. Situs Gua Jepang, begitulah masyarakat luas menyebut dan mengenal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.faizal.web.id/bio/img/biak/binsari_cave.jpg" alt="binsari cave" align="left" height="127" hspace="10" width="169" /> <img src="http://www.faizal.web.id/bio/img/biak/binsari_cave2.jpg" alt="binsari cave" align="left" border="1" height="127" hspace="10" width="169" /><strong>Situs Gua Jepang Binsari, </strong> Melihat langsung bukti sejarah terjadinya Perang Dunia II di Biak, salah satu tempat yang dapat memberikan informasi cukup lengkap dan dekat dengan kota adalah di Situs Gua Jepang, yang terletak sebelah barat kota, persisnya di desa Sumberker, Kabupaten Biak Numfor. Situs Gua Jepang, begitulah masyarakat luas menyebut dan mengenal tempat bersejarah ini, masyarakat setempat menamai gua ini dengan “Abiyau Binzar” yang berarti wanita tua karena menurut legenda, sebelum digunakan oleh tentara Jepang, gua tersebut pernah ditinggali oleh seorang wanita tua.</p>
<p><span id="more-6"></span><br />
<img src="http://www.faizal.web.id/bio/img/biak/binsari_musium.jpg" alt="binsari musium" align="left" border="1" height="169" hspace="10" width="127" /> Berbeda dengan gua-gua Jepang pada umumnya, pada hampir seluruh Kabupaten Biak Numfor, gua yang dimanfaatkan oleh Jepang baik untuk perlindungan, pertahanan maupun gudang penyimpanan rata-rata adalah gua alam, gua yang terbentuk secara alami oleh proses Hidrologi Karst, sehingga dalam jangka waktu yang sangat lama terbentuklah lubang oleh aliran air.</p>
<p>Situs Gua Jepang yang saat ini dikelola oleh Yayasan Binsari dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun empat, dengan jarak tempuh sekitar 3 kilometer dari sebelah barat kota biak.</p>
<p>[Perjalanan berikutnya, menikmati pesona Anggrek khas biak di Taman Anggrek]</p>
<p><strong>Taman Anggrek Alam</strong></p>
<p><img src="http://www.faizal.web.id/bio/img/biak/taman_anggrek_alam.jpg" alt="Taman Anggrek Alam" align="left" border="1" height="127" hspace="10" width="169" /> Taman Anggrek alam, dibangun oleh pemerindah daerah Biak Numfor untuk memenuhi koleksi hayati, lebih spesifik lagi untuk kekayaan dan keragaman jenis Anggrek yang dimiliki oleh Biak Numfor. Konsep taman dibangun seperti kita berjalan di Kebun Alam, tidak berbeda dengan Kebun Raya. Pengunjung bisa berjalan dari satu tempat ke tempat lainnya, sambil menikmati keelokan dan keindahan bunga anggrek dari berbagai macam jenis lokal.</p>
<p>Lokasi Taman Anggrek Alam tidak jauh dari Gua Jepang Binsari, anda tinggal melanjutkan perjalanan menuju arah Pantai Paray, dari Gua Jepang jarak tempuh hanya 3 Km. Posisi Taman persis di pinggir jalan dengan ditandai oleh papan nama yang cukup jelas terlihat dari jalan raya.</p>
<p>[Monumen Perang Dunia II dan indahnya Patai Paray, masih dapat anda temui pada jalur perjalanan yang sama]</p>
<p><strong>Monumen Perang Dunia II</strong></p>
<p><img src="http://www.faizal.web.id/bio/img/biak/monumen_perang.jpg" alt="monumen perang dunia II" align="left" border="1" height="127" hspace="10" width="169" /><br />
Monumen Perang Dunia II ini dibangun atas kerja sama pemerintah Indonesia dan Jepang pada tanggal 24 Maret 1994, sebagai peringatan kepada setiap umat manusia atas kekejaman perang, dengan segala bentuk akibatnya agar tidak pernah terulang lagi.</p>
<p>Arsitektur monumen yang dirancang oleh Hiroshi Ogawa ini sangat unik dan mengandung banyak arti melalui simbol bangunannya. Sebuah lekukan menyerupai cangkang keong menjadi pelindung bagi 3 set meja lengkap dengan tempat duduknya, didepannya berbaris secara simetris dan teratur dua belas balok marmer, serasa mengawal kita membaca tulisan dalam bahasa indonesia, inggris dan jepang di monumen ini.</p>
<p>Terdapat sebuah lorong kecil berkelok tepat disamping monumen ini, untuk memasukinya anda harus melewati pintu kecil yang tidak setiap waktu terbuka. Dulunya lorong kecil tersebut adalah gua alam, yang berfungsi sebagai tempat persembunyian tentara Jepang saat diserang oleh tentara sekutu pada tahun 1994.</p>
<p>Setiap tahun pada musim liburan, selalu ada warga Jepang yang datang berombongan ke Biak Numfor khusus untuk mendoa<br />
kan arwah para prajurit Jepang yang gugur dalam pertempuran. Biasanya mereka datang berdoa pada malam hari dengan membawa lilin.</p>
<p>[keindahan Pantai Paray, dapat anda nikmati dari depan Monumen ini]</p>
<p><strong>Pantai Paray</strong></p>
<p><img src="http://www.faizal.web.id/bio/img/biak/paray_beach.jpg" alt="pantai paray" align="left" height="127" hspace="10" width="169" /> Antara tahun 1919 dan 1945, pantai yang indah ini digunakan bangsa Jepang sebagai pusat kegiatan dagang mereka. Namun selama masa Perang Dunia II, tempat ini dipergunakan sebagai pusat kegiatan militer. Selain karena nilai sejarahnya, pantai ini juga berpasir putih dan berair jernih yang menjadikannya sebagai tempat yang ideal untuk berekreasi. Suasana di pantai ini sangatlah damai. Pantai Parai terletak 5 kilometer di sebelah barat Biak dan dapat dijangkau dengan mobil dalam waktu 15 menit.</p>
<p><strong>Taman Burung dan Anggrek</strong></p>
<p><img src="http://www.faizal.web.id/bio/img/biak/taman_burung.jpg" alt="taman burung" align="left" border="1" height="127" hspace="10" width="169" /> Dibangun diatas tanah seluas 2 Ha di Desa Ruar Kecamatan Biak Timur. Taman Burung dan Anggrek merupakan kawasan pemeliharaan alam yang mengkoleksi berbagai macam jenis burung khas Papua seperti Cendrawasih, Beo dan burung endemik (asli) lainnya yang ada di Papua. Selain burung, koleksi lain Taman ini adalah tanaman Anggrek, disediakan dua sangkar besar yang memuat berbagai macam jenis anggrek lokal Papua.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/jelajah/menapak-jejak-perang-dunia-ii-di-biak-kota.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
