<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jusron[at]Faizal.WEB/INDONESIA &#187; Tutorial</title>
	<atom:link href="http://faizal.web.id/tag/tutorial/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://faizal.web.id</link>
	<description>Learning is Journey for Freedom of Life</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Apr 2010 20:22:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Membuat Katup Limbah Pompa Hidram</title>
		<link>http://faizal.web.id/tutorial/membuat-katup-limbah-pompa-hidram.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/tutorial/membuat-katup-limbah-pompa-hidram.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2009 14:21:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[hidram]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;kami coba membuat hydram cuman kami kesulitan untuk membuat tuas klep buangan dan klep yang ketabung udara mohon dikirimi gambar dan syukur ada fotonya&#8221;
Artikel ini adalah respon balik untuk berbagi pengalaman dalam membuat Pompa Hidram sendiri, artikel-artikel tutorial membuat Pompa Hidram dari pipa besi sebelumnya memang tidak secara detail menceritakan bagaimana membuat katup limbahnya, baik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignnone" style="width: 560px"><img title="bendungan hidram" src="/images/tekno/hidramania.jpg" alt="di depan bendungan di Lewu Napoi Kahayan Hulu Utara" width="550" height="248" /><p class="wp-caption-text">di depan bendungan kayu di Lewu Napoi Kahayan Hulu Utara</p></div>
<p><em>&#8220;kami coba membuat hydram cuman kami kesulitan untuk membuat tuas klep buangan dan klep yang ketabung udara mohon dikirimi gambar dan syukur ada fotonya&#8221;</em></p>
<p>Artikel ini adalah respon balik untuk berbagi pengalaman dalam <a title="Membuat Pompa Hidram" href="http://faizal.web.id/tag/hidram" target="_blank">membuat Pompa Hidram</a> sendiri, artikel-artikel <em>tutorial</em> <a title="Membuat Pompa Hidram" href="http://faizal.web.id/tag/hidram" target="_self">membuat Pompa Hidram</a> dari pipa besi sebelumnya memang tidak secara detail menceritakan bagaimana membuat katup limbahnya, baik yang ada di bagian pompanya atau menuju tabung.<span id="more-102"></span></p>
<h1>Ban Bekas</h1>
<p>Mengenalkan teknologi alternatif  kepada masyarakat desa, penting dan perlu memperhatikan masalah &#8216;perawatan rutin&#8217;, kerumitan teknologinya, ketersediaan bahan baku dan penggantian perangkat yang mudah aus atau rusak.  Seringkali saya mendapatkan email yang menanyakan &#8220;berapa harga pompa hidram ini di pasaran?&#8221;, bagaimana kalo saya beli saja?.  Setiap kali juga selalu saya sarankan untuk membuat saja sendiri, panduannya dapat dilihat lengkap<a title="panduan pompa hidram" href="http://faizal.web.id/tag/hidram" target="_self"> klik disini</a>.  Setidaknya dengan membuat sendiri, kita juga belajar tentang proses kerja pompa ini dan memungkinkan untuk memodifikasi sesuai dengan kebutuhan.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 570px"><img title="klep pompa hidram" src="/images/tekno/hidramklep.jpg" alt="Katup buang dan katup simpan pada bagian pompa hidram" width="560" height="352" /><p class="wp-caption-text">Katup buang dan katup simpan pada bagian pompa hidram</p></div>
<p>Pompa Hidram buatan sendiri ini sangat murah jika dibikin sendiri, termasuk juga tentang perawatannya. Bagian penting yang perlu diganti jika sudah mulai menipis karena gesekan adalah pada Katup (klep) Pompa Hidram yang terbuat dari ban bekas. Ada 2 (dua) bagian katup pompa hidram, yang pertama bagian <strong>katup limbah</strong> dan <strong>katup tabung</strong>.</p>
<h2>Membuat Katup Limbah Hidram</h2>
<p><img class="alignnone" style="border: 0pt none;" title="katub limbah pompa hidram" src="/images/tekno/hidram-katup.jpg" alt="" width="550" height="442" /></p>
<p>Dibagian pembuangan limbah inilah yang umumnya sering mengalami penggantian,  dari pengalaman menggunakan pompa ini, setidaknya tiap 3 bulan selalu mengganti karet pada tuas hidram ini.  Tuas hidram yang selalu bergerak naik turun dan mengeluarkan limpahan air, menyebabkan tabrakan antara karet dengan dinding buangan sehingga menyebabkan keausan.</p>
<p><strong>Karet Katup</strong>,  pada nomor 4 di gambar atas adalah terbuat dari ban luar, anda bisa menggunakan dari ban bekas mobil atau motor.  Prinsipnya adalah diameter lingkaran ban bekas tersebut dapat menutup dinding buangan, sehingga dapat memperlancar arus air menuju tabung. Mur penjepit atas-bawah dipergunakan dengan maksud untuk menghambat pergerakan karet katup. Untuk tangkai katup, karena yang dibutuhkan bagian bawahnya memiliki ulir untuk mur, tinggal beli di toko bangunan baut panjang sesuai dengan ukuran yang diinginkan.</p>
<h1>Membuat Katup Tabung</h1>
<p><strong>Tahap pertama</strong>, anda harus membuat lempengan logam berbentuk lingkaran sesuai dengan ukuran lingkar tabung, pada bagian tengahnya diberi beberapa lobang kecil tidak beraturan, silahkan lihat pada gambar dibawah ini.</p>
<p><img class="alignnone" title="klep hidram" src="/images/tekno/klephidram.jpg" alt="" width="550" height="294" /></p>
<p><strong>Tahap kedua</strong>, lempengan tersebut akan dipasang diantara sambungan pipa dan tabung seperti pada gambar bagian bawah ini.</p>
<p><img class="alignnone" title="katup tabung hidram" src="/images/tekno/hidramkatuptabung.jpg" alt="" width="550" height="261" /></p>
<p><strong>Tahap Ketiga</strong>,  selanjutnya anda harus membuat <em>karet katup</em> dari bahan tipis ban dalam,  jika dirasa terlalu lemas bisa dirangkap menjadi dua bagian atau memang dicari bahan yang sedikit keras tapi tidak terlalu tebal.</p>
<p><img class="alignnone" title="katup tabung hidram" src="/images/tekno/hidramkatuptabung2.jpg" alt="" width="550" height="640" /></p>
<p>Karet katup yang sudah dibikin dari karet ban bekas, selanjutnya dijepit dengan baut dan mur (<em>di bagian lobang dengan warna merah</em>).</p>
<p>Silahkan dicoba <em>tutorial</em> singkat dan sederhana ini, mohon maaf sebelumnya kalo istilah-istilah yang saya bikin tidak sama persis dengan istilah pasaran.. hehehe.</p>
<p><em>peringatan : jangan bikin katup hidram ini kalo gak berniat bikin pompa hidramnya yah..hehe</em></p>
<p><em>Tambahan:</em></p>
<p>Berkat bisa berkenalan dengan pak Fenani dari USAKTI,  karenanya saya bisa mendokumentasikan tiga jenis katup yang beliau pernah coba.  Silahkan dicermati gambar hasil jepretan kamera pocket digital.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 490px"><img class=" " title="katup hidram" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs493.ash1/26936_391201016760_149052371760_4303038_7773260_n.jpg" alt="" width="480" height="266" /><p class="wp-caption-text">Tiga macam katup hidram</p></div>
<p>1. katup dengan per   2. katup dengan baut  dan 3. beli pabrikan</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 490px"><img style="border: 0px initial initial;" title="katup hidram" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs513.snc3/26936_391201021760_149052371760_4303039_7806830_n.jpg" alt="Katup Hidram" width="480" height="342" /><p class="wp-caption-text">Katup Hidram</p></div>
<div id="_mcePaste" style="overflow: hidden; position: absolute; left: -10000px; top: 1115px; width: 1px; height: 1px;">http://faizal.web.id/tag/hidram</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/tutorial/membuat-katup-limbah-pompa-hidram.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kopipahit.com</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/kopipahitcom.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cakrawala/kopipahitcom.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2009 16:46:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Keanekaragaman]]></category>
		<category><![CDATA[Khatulistiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[fauna]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[
Pada suatu tengah malam sendirian, saya berpikir dalam hati *jangan-jangan di kepala gak ada otaknya????, kenapa ya Kopi selalu identik dengan begadang dan tidak tidur?,  tidak berselang lama ternyata saya temukan jawabannya disini [Minuman Lezat yang sempat Terlaran]. Tapi kenapa juga Luwak ; Musang, jawa: Garangan (Paradoxurus hermaphroditus) juga senang makan kopi? Apa juga dia suka ngelembur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="kopi pahit dot com" src="http://faizal.web.id/doc/kopipahit.jpg" alt="Kopi Pahit dot com" width="550" height="254" /></p>
<p>Pada suatu tengah malam sendirian, saya berpikir dalam hati *<em>jangan-jangan di kepala gak ada otaknya????, </em>kenapa ya Kopi selalu identik dengan <em>begadang dan tidak tidur?</em>,  tidak berselang lama ternyata saya temukan jawabannya disini [<a title="Kopi Minuman Lezat" href="http://netsains.com/2008/03/kopi-minuman-lezat-yang-sempat-terlarang/" target="_blank">Minuman Lezat yang sempat Terlaran</a>]. Tapi kenapa juga Luwak ; <em>Musang, </em>jawa<em>: Garangan (<span style="text-decoration: underline;">Paradoxurus</span> <span style="text-decoration: underline;">hermaphroditus</span>) </em>juga senang makan kopi? Apa juga dia suka <em>ngelembur</em> bikin <a title="Spider-Web" href="http://register.spider.web.id" target="_blank">website</a> dan coding PHP, atau lagi banyak proyek!. Jangan-jangan kita (Kopi, Luwak dan Manusia) memang tersusun dalam satu rantai &#8220;Jaring Makanan&#8221;<br />
<span id="more-96"></span></p>
<h2>Kopi Luwak</h2>
<p>Matahari &#8211;&gt; Tanaman Kopi &#8211;&gt; Luwak &#8211;&gt; Pengumpul Kotoran Luwak &#8211;&gt; Di Proses Tukang Kopi &#8211;&gt; Di Minum Tukang Ngopi</p>
<p><img title="Luwak" src="/doc/luwak.jpg" alt="Luwak - Musang - Garangan" width="550" height="310" /></p>
<p><strong>Kopi Luwak</strong> atau <strong>Kopi Musang, </strong>adalah kopi yang terbuat dari biji kopi yang telah dimakan dan telah lulus melalui sistem pencernaan Musang. Melalui kotorannya itulah akhirnya biji kopi berkualitas ini akan diproses hingga bisa tersedia untuk para penikmat Wedang Kopi.  Proses pembuatan biji kopi tersebut banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa dan Sulawesi Indonesia, beberapa dikenal juga di Filipina.</p>
<p>Dunia International mengenalnya juga sebagai <strong>Kopi Luwak</strong>, tidak ada padanan kata lainnya karena proses ini lebih banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia demi menghasilkan biji kopi yang aduhaiii&#8230; wekekekeke. Kopi apa yang paling mahal di dunia?.. Jika anda pernah tau tentang Jamaican Blue Mountain, Ethiopia Harrar, atau pun Kona Hawaii,  ketiga jenis tersebut  termasuk golongan biji Kopi berkualitas dan tentu saja mahal.  Tapi bukan itu yang termahal,  karena Kopi Luwak Asal Indonesia yang telah memiliki rekor harga tertinggi. Di Jepang dan Amerika, kopi ini terjual kepada para pengolah usaha Warung Kopi setiap Kilogramnya dibandrol $120 &#8211; $600.</p>
<p>Salah satu Kafe kecil di Australia, menjual secangkir  Kopi Luwak untuk pelanggannya dengan pasang harga $ 50, di London malah meningkat menjadi $ 99. Pemerintah Indonesia sudah seharusnya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kopi dan spesies yang satu ini, karenanya Dunia Internasional mengenal Indonesia melalui kolaborasi Flora dan Faunanya dalam wujud Kopi Luwak.</p>
<p><img class="alignnone" title="kopi luwak juga" src="http://fnctrl.com/img/faizal/kopi_luwak.jpg" alt="" width="208" height="173" /> <img class="alignnone" title="kopi luwak" src="http://fnctrl.com/img/faizal/kopi_luwak_logo.jpg" alt="" width="200" height="173" /></p>
<p>Anda mungkin benar-benar belum tahu kalo Kopi Luwak dikenal dunia International sebagai produk eksklusive, coba saja liat tayangan CNN tentang produk ini, meskipun judul tayangan ini menunjukkan <em>claim</em> yang tidak profesional. &#8220;Michigan Cat Poop Coffee&#8221; bener-bener judul yang tidak tepat karena kurang informasi&#8230;.gaul dong boss!! Luwak aja gaull kok..</p>
<p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=Gb13iFRYIvA"><img src="http://img.youtube.com/vi/Gb13iFRYIvA/default.jpg" width="130" height="97" border=0></a></p>
<p>Bagaimana si Luwak bisa merubah rasa pada tiap-tiap biji kopi sehingga bisa menghasilkan &#8220;Rasa Mahal&#8221;. Pada habitatnya Musang tidak saja makan biji kopi saja, melainkan juga buah-buahan lainnya. Yang dia makan dan pilih hanyalah biji kopi yang tua dan matang saja, tidak dikunyahnya langsung kecuali ditelannya bulat dengan hanya menguliti bagian luar buah Kopi.</p>
<p><img class="alignnone" title="kopi dan luwak" src="http://fnctrl.com/img/faizal/luwaknkopi.jpg" alt="" width="500" height="375" /></p>
<p>Didalam lambung musang, biji kopi tidak dapat terurai dan tetap utuh, tetapi pada proses di lambung tersebut biji kopi mengalami modifikasi, enzym lambung merubah rasa yang tajam dan pahit diduga telah terserap dan tergantikan dengan rasa unik dan meningkatkan rasa manis pada biji kopi tersebut. Prosentase kandungan kafein juga lebih menurun dari sebelumnya.</p>
<p><img title="kotoran luwak" src="http://fnctrl.com/img/faizal/kotoranluwak.jpg" alt="Kotoran dan Biji Luwak Basah, masih perlu proses menjadi biji kering" width="550" height="246" /></p>
<h2>Hitam itu tidak selalu manis</h2>
<p>Saya sendiri termasuk golongan luwak.. ups.. maksud saya penggemar berat Kopi Hitam, beda banyak sama Luwak, soale biji kopi gak langsung di <em>untal</em> (telen). Dulunya termasuk golongan Nasgitel &#8211; Panas Legi Kentel, campuran gula dan kopi hampir sebanding takarannya, bau gula pada kopi harus terasa bener. Tapi sekarang selera agak beda berputar 360 derajat  * <em>lak balik lagi mas&#8230;??. </em> Karena udah ngerasa Manis, campuran gula udah gak dibutuhkan lagi, Kopi Hitam gak usah pake gula, manisnya kopi ditengah-tengah pahitnya punya <em>taste</em> yang agak berbeda timbang gula, rasanya menyengat pada jari kelingking saya * <em>udah mulai gak fokus</em></p>
<h2>Resep Rahasia Kopi Pahit</h2>
<p>Gak lengkap rasanya kalo cuman baca blog tapi gak ada yang dibawa pulang sebagai hidangan pagi atau sebelum tidur malem. Ini juga karena dapat bocoran dari beberapa restoran terkemuka bagaimana menghidangkan Kopi enak dengan bahan murah. Kebanyakan pembuat Kopi jarang memperhatikan detail teknis sehingga seringkali merusak rasa yang seharusnya tidak terjadi, contohnya saja  menggunakan gelas plastik untuk minum kopi, jelas-jelas sangat tidak disarankan.</p>
<h3>Alat dan Bahan</h3>
<ul>
<li>Gelas dan Sendok dari bahan beling</li>
<li>Kopi Kapal Api</li>
<li>Gula</li>
<li>Air Putih</li>
<li>Kompor, bahan bakar dan panci</li>
</ul>
<h3>Proses dan Resep Pertama</h3>
<ol>
<li>Masak Air hingga mendidih dalam panci di atas kompor, pastikan mendidih jangan anget atau suam-suam kuku. Tidak diperkenankan pake air panas dari water heater dan turunannya, panasnya kurang mantep.</li>
<li>Masukkan takaran kopi secukupnya, kali ini jangan langsung di campur dengan gula. Resikonya memang gelas bisa pecah/retak jika dituang air mendidih. Apalagi jika gelas biasanya dipake minum air dingin.</li>
<li>Tuang air panas ke gelas dan aduk secara merata, umumnya akan terlihat buih kopi dan tercium aroma wangi kopi</li>
<li>Campurkan gula secukupnya dan aduk lagi hingga merata.</li>
<li>Gelas di tutup dan siap di sruput jika sudah tidak terlalu panas.</li>
</ol>
<h3>Proses dan Resep Kedua</h3>
<ol>
<li>Campurkan takaran umumnya anda membuat kopi pada gelas, Kopi, Gula dan Air dingin</li>
<li>Campuran tersebut tuang di panci dan masaklah sampai benar-benar mendidih</li>
<li>Siap di sajikan dalam gelas beling dengan tutup gelasnya</li>
<li>Selamat mencoba</li>
</ol>
<h2>Warung Kopi</h2>
<p>Kalo ada yang mau buka Warung Kopi, ajak-ajak saya yah&#8230; setidaknya jadi tester sebelum dibuka untuk umum.</p>
<h2>Pranala Rujukan</h2>
<ol>
<li>This Coffee Kids -<a title="starbucks" href=" http://thiscoffeekids.com" target="_blank"> http://thiscoffeekids.com</a></li>
<li>Coffee Online Magazine - <a title="Coffee Online" href="http://coffeeonlinemagazine.com" target="_blank">http://coffeeonlinemagazine.com</a></li>
<li>Merdeka Coffee - <a title="Merdeka Coffe" href="http://www.merdekacoffee.com" target="_blank">http://www.merdekacoffee.com</a></li>
<li>Anomali Coffee - <a title="Anomali Coffee" href="http://www.anomalicoffee.com" target="_blank">http://www.anomalicoffee.com</a></li>
<li>Kopi Luwak Wikipedia &#8211;  <a title="Kopi Luwak" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kopi_Luwak">http://en.wikipedia.org/wiki/Kopi_Luwak</a></li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cakrawala/kopipahitcom.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jika handak meRakit ke Hulu, sebaiknya Bisa Berenang ke Tepian</title>
		<link>http://faizal.web.id/sosok/belajar-berenang-ke-tepian.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/sosok/belajar-berenang-ke-tepian.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 17:37:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[olah raga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu saat di pinggiran kolam renang Klub Hijau Bilabong. Conk, kayaknya elo cocok dan pas banget kalo mau jadi instruktur renang!, usul Acil (anak cilandak) penuh semangat dengan gaya dan logat Betawinya. Duitnya lumayan itu Conk!, ratusan ribu per anak lagi..!, lebih bersemangat lagi dari sebelumnya. Mungkin juga karena dia tahu aku gak pernah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignnone" style="width: 560px"><img title="belajar berenang" src="http://jusronfaizal.googlepages.com/renang.jpg" alt="dari sekian yang ada, gaya manakah yang tidak layak untuk di kolam renang?" width="550" height="247" /><p class="wp-caption-text">gaya manakah yang tidak layak untuk di kolam renang? @Klub Hijau Billabong</p></div>
<p>Pada suatu saat di pinggiran kolam renang Klub Hijau Bilabong. Conk, kayaknya elo cocok dan pas banget kalo mau jadi instruktur renang!, usul Acil (<em>anak cilandak</em>) penuh semangat dengan gaya dan logat Betawinya. Duitnya lumayan itu Conk!, ratusan ribu per anak lagi..!, lebih bersemangat lagi dari sebelumnya. Mungkin juga karena dia tahu aku gak pernah pegang duit tapi bisa berenang??. Emangnya orang sini kalo pengen belajar berenang kudu nyari Guru yah Cil?, bukannya sudah cukup belajar dan berGuru langsung kepada Sang Air Cil??!!&#8230;(<em>mulai rada ngawur</em>)&#8230;Mboohh kahh Conk!!! reflek serapah Acil dengan logat Maduranya,  <em>ujug-ujug </em>dia lupa dengan gaya Padangnya. Cil, sebenernya kamu itu Betawi, Madura atau Padang sih?!!!! gemess!!<span id="more-89"></span></p>
<p>Wokeh!, lupakan aja sejenak tentang Belajar Berenang dengan Kursus dan Guru Renang,  Sang Acil akhirnya meng-inspirasi saya untuk menuliskan pengalaman Belajar Berenang bareng <a title="annisa azzahra" href="http://azzahra.co.cc" target="_blank">Annisa Azzahra</a>, anak perempuan saya yang berumur 3 (tiga) tahun dan lagi mencoba menemukan gaya terbaiknya di Air (Kolam Renang) dan <a title="zahran bahy faizal" href="http://zahranbahy.co.cc" target="_blank">Zahran Bahy Faizal</a> yang saat ini masih berumur 2 (dua) tahun dan lagi meniru-niru gerakan Kakaknya.</p>
<h2>Kenapa harus bisa berenang? Pentingkah?</h2>
<p>Alasan kenapa saya lebih memilih olahraga renang, karena olahraga lainnya gak bisa! suer!!, mungkin karena gak suka akhirnya gak pernah belajar untuk bisa, mulai dari volley, sepakbola, catur, ping pong, tapi kalo bulu tangkis bolehlah dikit-dikit. Tapi lain kasusnya lho kalo untuk olah raga yang mengandung &#8220;ing&#8221;, selain mancing misalnya hiking, climbing, caving, rafting dan ing-ing lainnya *<em>kencing</em> dan <em>ngising</em> bukan termasuk olah raga lho ya.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 522px"><img title="berenang sama bebek" src="http://lh4.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWGjXZV05I/AAAAAAAABGA/vGoEr4qSxEk/s512/renang-15.jpg" alt="Kalo gak bisa renang, kemana-mana kudu gak malu pake ban bebek" width="512" height="384" /><p class="wp-caption-text">Kalo gak bisa renang, kemana-mana kudu gak malu pake ban bebek @Telaga Golf</p></div>
<p>Pengalaman nyata menarik lainnya pas <em>interview</em> saat hendak bekerja di Kalimantan Tengah, setelah Boss melihat segala kelengkapan dan persyaratan untuk bekerja semuanya dah oke.  Tinggal satu lagi pertanyaan sepele tapi sangat menentukan jadi atau batal kerja.  &#8220;<strong>Bisa berenang gak mas?</strong>&#8221; dengan senang hati Bisa pak!!, jawabku manstaff. Wah syukur mas, besok berangkat langsung yah&#8230;!! kalo anda gak bisa berenang wah&#8230; bisa jadi pertimbangan penting gak jadi kerja atau belajar dulu. Di Kalimantan kan banyak sungai yang mengandur air mas, saya pastikan akan pernah mengalami kecebur sungai karena beberapa hal. Wahhhh&#8230;..</p>
<blockquote><p>Rasulullah SAW juga berpesan kepada kaum Muslimin untuk mengajarkan olahraga pada anak-anaknya.&#8221;<em>Hak anak (atas orang tuanya) adalah diajari menulis, berenang, dan melempar (panah dan tombak)</em>.&#8221; (HR Ibnu Baihaqi). Pesan senada juga disampaikan Umar bin Khathab, &#8221;<em>Ajarilah anak-anak Kamu sekalian belajar memanah, berenang, dan berkuda</em>.&#8221;</p></blockquote>
<p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=oFUuozz5hXQ"><img src="http://img.youtube.com/vi/oFUuozz5hXQ/default.jpg" width="130" height="97" border=0></a></p>
<p>Satu lagi alasan lainnya kenapa saya suka dan hobby renang.  <strong>Karena olah raga ini sangat irit</strong>, cuman modal celana dalam aja dah oke,  malah lucu kalo pake pakaian lengkap, cukup punya <em>kancut</em>.   Lainnya yang saya sukai lagi adalah olah raga ini, meski cukup menguras energi tapi gak mengeluarkan keringat hehehehehe</p>
<p><strong>Buat Keluarga</strong>,  tidak perlu susah kalo ente mau mendefinisikan <em><strong>Rekreasi atau Wisata</strong></em> bersama keluarga. Rekreasi bukan berarti harus menunggu hari libur yang panjang, tempat yang jauh dari rumah, menginap di hotel.  Berenang adalah rekreasi juga kok, bisa diakses kapan aja, dengan biaya yang murah. Ada banyak manfaatnya bagi keluarga, karena dengan bermain air bersama, gendong-gendongan, main pelambung juga menjadikan jalinan hubungan fisik dan  emosional yang cukup baik antara si anak dan orangtua.  Cobalah!!&#8230;.</p>
<h2>Salah Kaprah yang Umum tentang belajar berenang.</h2>
<ul>
<li>Baru pertama nyemplung air sudah belajar tentang gerakan berenang. Sebenarnya gak masalah juga sih, tapi umumnya selalu kalah dengan bagaimana mengatasi kondisi pas kepala kelelep ke dalam air. Sebelum pernah merasa enjoy ada di dalam air, rasanya belum perlu belajar tentang gerakan.</li>
<li>Kalo yang ini khusus peringatan buat Kaum Perempuan jika dapat Tutor dadakan di Kolam renang. Mendadak dia akan menawarkan diri untuk memegangi kedua tangan anda atau menopang perut anda sementara anda dengan posisi tengkurap dan sibuk dengan gerakan tangan dan kaki, moga-moga sang tutor memang tulus dan tidak punya niatan lainnya hehhehehhe</li>
<li>Berharap bisa Berenang hanya dengan membaca blog ini, tutorial atau buku pelajaran renang, belajar berenang ya harus di air mas!!</li>
</ul>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 522px"><img title="main air" src="http://lh3.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWFml5XurI/AAAAAAAABFc/jw6QWBPobx0/s512/renang-6.jpg" alt="Berenang yukk Annisa@Margorejo Surabaya" width="512" height="384" /><p class="wp-caption-text">Berenang yukk Annisa@Margorejo Surabaya</p></div>
<p><strong>Catatan Penting</strong>, sebelum membaca tahap demi tahap yang harus diyakini (<em>kalo gak yakin berarti bukan termasuk golongan yang beriman</em>) bahwa bisa berenang itu tidak cukup hanya dengan membaca blog ini, tentu saja saya tidak menyarankan anda untuk membawa dan membaca catatan saat lagi nyemplung di air nanti.  Intinya, untuk belajar berenang syarat mutlaknya adalah harus ada air dan kolam atau kolam dan air.</p>
<h2>Tips yang Pertama : Berguru kepada Air</h2>
<h3>Tips awalan buat Usia Dewasa</h3>
<p>Kalo anda sudah terlanjur tua dan masih belum bisa berenang, perlu anda sadari bahwa bagian anggota tubuh kita yang jarang kecelup air adalah bagian leher dan kepala. Jika anda gak punya rambut dan gak perlu keramas, bisa jadi bagian ini hampir gak pernah kesentuh air, kecuali pas untuk memenuhi kebutuhan persyaratan suci dari hadats besar.</p>
<p>Kenapa bagian ini agak gak suka air? ya karena banyak lobang! mohon diingat bahwa air bergerak dari atas ke bawah dan memenuhi ruang-ruang kosong, dan pasti kalo kepala masuk ke air ruang kosongnya adalah Mulut, Hidung dan Kuping.  Kuping dan lainnya kemasukan air itu sebenernya lumrah aja sih, masalahnya karena kita tidak terbiasa dan yang terakhir Panik!! karena panik akhirnya semua gerakan semakin tidak terkontrol, termasuk tanpa sengaja menghirup air sebanyak-banyaknya.</p>
<p><img class="alignnone" title="tenggelamkan kepalamu" src="http://lh5.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWFrwpwnGI/AAAAAAAABFg/dVQ9lPgVz14/s288/renang-7.jpg" alt="" width="216" height="288" /> <img class="alignnone" title="jangan nangis" src="http://lh3.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWFO2Ze3pI/AAAAAAAABFM/L2jrFuNfqG0/s288/renang-2.jpg" alt="" width="216" height="288" /></p>
<p><em>tenggelamkan kepalamu dan jangan nangis, apalagi teriak-teriak</em></p>
<p>Yang harus anda lakukan di level pertama ini adalah, Biasakan kepalamu terbenam ke dalam air dan ciptakan rasa tenang ketika semua terbenam kedalam air. Saya sangat menyarankan untuk tidak mencoba di kolam yang keruh dan tidak terlihat dasarnya. Kolam renang sangat tepat untuk level ini.</p>
<ul>
<li>Anda berpura-pura seperti sandal jepit yang sedang mengambang di atas air, kepala dan seluruh tubuh menghadap ke dalam air. Kita-kira begitulah posisi saat anda mati di air nanti.. hussshhhh!! kok sampe ke masalah mati sih??!!! maaf pemirsa, agaknya saya kesulitan menggambarkan situasi dalam tulisan, karena posisi ini seperti orang mati di air&#8230;hiks&#8230; kira-kira gitu lah yah..gak usah diperpanjang. Masak kok disuruh membayangkan mati mengambang di air??!!! gak masuk akal!!!!</li>
<li>Cobalah di kedalaman yang anda tidak harus tenggelam seluruhnya, bisa mulai dengan duduk, kedua tangan memegang kuat kedua kaki kita dalam posisi duduk kayak kodok, dan bervisualisasi seperti batu yang tenggelam di dalam air. Rasakan titik tenang diri anda disini, pelan-pelan dari tenggelam akan mengambang sehingga akhirnya bagian kepala akan menyentuh permukaan air.</li>
<li>Bermain batu, ambil sebiji atau beberapa batu.. suruh orang lain melemparkan ke dalam kolam.. dan anda yang mengambilnya untuk diserahkan kembali ke tuan anda.. lho??!! lebih menarik lagi kalo ada pengunjung lain yang mau melemparkan uang koinnya untuk anda. Cara ini sangat efektif khususnya untuk melatih anak kecil, dengan permainan ini mereka sudah gak sadar ternyata dan pelan-pelan akan bisa menguasai diri di dalam air. Kemasan lainnya bisa dengan lomba tahan nafas di dalam air, berlama-lama memegang dasar kolam dan silahkan dikembangkan sendiri biar lebih menarik.</li>
</ul>
<h3>Tips mengawali Untuk Anak-anak anda</h3>
<p>Melatih anak-anak dari dini sangat baik, saya memulainya dengan anak-anak mulai dari umur 6 (enam) bulan. Dan hampir setiap minggu dapat dipastikan selalu bermain air di kolam renang bareng-bareng. Awalnya saya perkirakan Annisa akan berani mengambang dan bergerak di air sekitar 4 (empat) tahunan, namun ternyata lebih cepet dari yang saya perkirakan. Saat ini dia sudah enggan pake ban (pelampung) dan sangat menikmati tiap kali memakai kaca mata renang pink-nya.</p>
<p><img class="alignnone" title="sabar" src="http://lh5.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWFWOKLbwI/AAAAAAAABFQ/qECV8PZ18BQ/s288/renang-3.jpg" alt="" width="216" height="288" /> <img class="alignnone" title="gendong" src="http://lh6.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWFbqU-nnI/AAAAAAAABFU/-hvyFNV4iLU/s288/renang-4.jpg" alt="" width="216" height="288" /></p>
<p><em>selalu diawali dengan takut, tapi itu gak akan lama kok.. tunggu aja</em></p>
<ul>
<li>Konsepnya adalah bermain, sebagai orang tua (<em>ente lahir duluan, lebih sabar dong</em>) tidak perlu memaksakan diri kepada anaknya segera cepet bisa berenang. 3 (tiga) bulan bisa berenang? iya? buat apa?. anak-anak gak akan kehabisan waktu kok untuk belajar dan berenang, mereka selalu punya waktu yang cukup banyak untuk bermain dengan air. Annisa butuh 4 kali hadir, sampe bener-bener dia berani masuk ke kolam air dan bermain air, Zaqy adeknya malah lebih cepet, sekali dah langsung mau masuk. Semuanya oke kok, salah satu tidak lebih baik dari yang lain. Biarkan aja lepas, dan kasih waktu mereka untuk mengenalinya lebih baik. Jangan dipaksa!! ini kan sudah negara Merdeka!! sudah lepas dari belenggu penjajahan dan pemaksaan.</li>
</ul>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 522px"><img title="main batu" src="http://lh6.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWFyEvo6PI/AAAAAAAABFk/qJlu8AUWx3g/s512/renang-8.jpg" alt="ambil batunya di dalam air annisa...." width="512" height="384" /><p class="wp-caption-text">ambil batunya di dalam air annisa.... @cimanggis</p></div>
<ul>
<li>Sebaiknya anda sebagai orang tuanya juga sudah bisa berenang, ini pasti akan memicu keinginan sang anak untuk meniru bapak/ibunya yang bisa berenang, meniru orang lain juga gak masalah sih. Dari tahap main-main sampe ada keinginan bisa berenang, pengalaman dengan Annisa membutuhkan cukup banyak waktu, tidak sebentar, setahun-dua tahun-tiga tahun.. oke aja semua. Bakat meniru dari anak kepada orang tua memang sangat dahsyat. Kira-kira gini, kalo anda pengen mengajarkan anak agar mau belajar sholat, ya kudu dimulai dari diri sendiri dulu, sang anak pasti akan mencoba meniru apa yang sering anda lakukan, salah satunya sholat lima waktu.</li>
</ul>
<h2>Tips Ke Dua : Mulailah meluncur seperti Torpedo</h2>
<p>Mulailah dengan gerakan mendorong dari kaki ke dinding kolam renang sekuatnya, dan meluncur dengan kecepatan penuh sampai perlahan melambat, di awal latihan anda cukup menikmati gerakan dorongan tadi sampai benar-benar berhenti. Latihan ini seperti latihan keseimbangan jika belajar Bersepeda, anda cukup menahan keseimbangan tubuh agar tetap lurus dan tidak bergoyang ndangdut.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 522px"><img title="torpedo" src="http://lh5.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWGxIObfyI/AAAAAAAABGM/XiblrKo-Jz4/s512/renang-18.jpg" alt="annisa mulai menikmati gerakan majunya" width="512" height="384" /><p class="wp-caption-text">annisa mulai menikmati gerakan majunya @tirtamaya 1</p></div>
<p>Latih berulang-ulang tahapan meluncur ini sampai menemukan sendiri titik keseimbangan anda dengan air, jika dirasa cukup mulailah dengan gerakan mendayung dengan kaki. Bertahap sesekali mendayung, berhenti, mendayung lagi, berhenti dan seterusnya sampai bisa melakukan gerakan mendayung terus menerus.</p>
<h2>Tips Ke Tiga : Jangan tutup matamu dengan tanganmu, tapi gerakkanlah keduanya.</h2>
<p>Gerakan kaki dan tangan dalam berenang seperti juga gerakan kaki dan tangan saat kita berjalan/berlari. Saling bergantian membentuk irama dan ritme. Tidaklah mungkin saling bertabrakan satu sama lainnya.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 522px"><img title="gerakan tangan" src="http://lh6.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWGnCZocHI/AAAAAAAABGE/MaHO5wKgOBc/s512/renang-16.jpg" alt="Gerakan tangan annisa mengayun dengan kekuatan penuh" width="512" height="384" /><p class="wp-caption-text">Gerakan tangan annisa mengayun dengan kekuatan penuh @tirtamaya 2</p></div>
<h2>Tips Ke Empat : Bernafaslah dengan udara, selayaknya seperti para manusia lainnya.</h2>
<p>Karena kita punya paru-paru dan bukan insang, juga dipastikan bukan Deny Manusia Ikan. Maka.. tahapan terakhir setelah lancar dengan gerakan tangan dan kaki adalah mengambil nafas. Gerakan mengambil nafas tidak berdiri sendiri, terkait dengan gerakan tangan ataupun kaki (<em>tergantung gaya renang yang dipilih</em>). Bisa jadi gerakan kaki ikut mendorong naiknya kepala untuk ambil nafas atau gerakan tangan memberikan kesempatan kepala untuk bisa miring sedikit dan mengambil nafas.  Secukupnya aja yah&#8230; dan sebaiknya melatih ambil nafas dengan Mulut, bukan dengan hidung, timbang keselek.</p>
<p><img class="alignnone" title="dadah" src="http://lh4.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWGeu_cgVI/AAAAAAAABF8/DwuIXIwYYbw/s220/renang-14.jpg" alt="" width="220" height="165" /> <img class="alignnone" title="kacamata" src="http://lh4.ggpht.com/_zMFkYusvtPU/ShWGWYJxkTI/AAAAAAAABF4/OmmwDGlnFw8/s220/renang-13.jpg" alt="" width="220" height="165" /></p>
<p>Pemirsa, itulah secara ringkas tahap demi tahap tentang bagaimana belajar berenang. Kalo sampe titik terakhir ini masih saja males belajar sendiri, silahkan panggil guru atau belajar di <a title="akademi renang" href="http://www.akademi-renang.com/" target="_blank">Akademi Renang</a> (<a title="akademi renang" href="http://www.akademi-renang.com/" target="_blank">http://www.akademi-renang.com</a>) yang diasuh oleh tenaga-tenaga profesional, mungkin juga bisa mengantarkan anda jadi atlit renang di kemudian hari. Dan kalo pengen mempelajari teknik gerakan yang sempurna bisa juga belajar disini <a title="belajar renang" href="http://abdurrosyid.wordpress.com/2008/04/01/belajar-berenang/" target="_blank">http://abdurrosyid.wordpress.com/2008/04/01/belajar-berenang/</a></p>
<p><object width="400" height="267" data="http://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" type="application/x-shockwave-flash"><param name="flashvars" value="host=picasaweb.google.com&amp;captions=1&amp;hl=en_US&amp;feat=flashalbum&amp;RGB=0x000000&amp;feed=http%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2Fjusronfaizal%2Falbumid%2F5338319092524012945%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US" /><param name="src" value="http://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" /></object><br />
<em>uconkie: masih panjang dan masih banyak waktu bisa berenang  bareng  nisa dan zaqy  pada tiap-tiap minggunya</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/sosok/belajar-berenang-ke-tepian.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>THE Tungku THE Hemat THE Energy and The Gun</title>
		<link>http://faizal.web.id/cakrawala/the-tungku-the-hemat-the-energy-and-the-gun.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/cakrawala/the-tungku-the-hemat-the-energy-and-the-gun.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 06:25:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[energi]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Adalah THE, bacanya bukan de (seperti pada bahasa english) tapi dibaca perhuruf te-ha-e, karena THE kepanjangan dari Tungku Hemat Energi, sebuah alat memasak berbentuk tungku yang sengaja dirancang untuk lebih menghemat pasokan bahan bakar kayu dan lebih mengoptimalkan panas, sehingga memasak bisa lebih cepat dan tidak boros kayu.
Tungku adalah kenalanku pertama dengan istilah yang pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Adalah THE, bacanya bukan <em>de</em> (seperti pada bahasa english) tapi dibaca perhuruf <em>te-ha-e</em>, karena THE kepanjangan dari Tungku Hemat Energi, sebuah alat memasak berbentuk tungku yang sengaja dirancang untuk lebih menghemat pasokan bahan bakar kayu dan lebih mengoptimalkan panas, sehingga memasak bisa lebih cepat dan tidak boros kayu.</p>
<p>Tungku adalah kenalanku pertama dengan istilah yang pada saat itu sangat ngetop, TTL/TTG Teknologi Tepat Guna dan Teknologi Tepat Lingkungan.  Pertama kali melihatnya di rumah panggung orang <a title="Anglo Bugis Makasar" href="http://www.tungku.or.id/ina/?pilih=lihatberita&amp;beritaid=13&amp;kategori=10" target="_blank">Bugis di Makasar</a>, dengan bentuk tungkunya yang  kecil, ringan, dan portable, bisa dipindahkan kesana kemari, tungku ini yang biasa disebut anglo juga di desain secara khusus untuk tidak mudah membakar lantai rumah panggung mereka yang terbuat dari kayu.</p>
<p><img style="border: 0pt none;" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/tungku_the.jpg" alt="Tungku Hemat Energi" width="560" height="256" /></p>
<pre>Tungku untuk memasak dan 2 buah bahan bakarnya!!<span id="more-34"></span></pre>
<p>Yang saya lakukan sangatlah sederhana saja, saya menemukan secara tidak sengaja (ada gak sih yang kebetulan itu?) buku tentang teknik membuat tungku, terus ada bapak-bapak yang mau mencoba dan akhirnya kita bareng-bareng bikin. Jadi tidak ada yang baru dari hal ini kecuali buat saya pribadi untuk mempraktekkan dari apa yang saya tau menjadi bentuk nyata yang bisa digunakan.</p>
<p>Cara kerja THE sangatlah sederhana, mencoba mengetahui dan memahami bagaimana api dan sumbernya bekerja, dan membangun desain untuk mengefektifkan panas untuk kepentingan memasak, sehingga tidak banyak panas yang terbuang percuma.  Untuk membuat lebih optimal, tungku sebaiknya bukan hanya satu lobang masak, bisa dibuat 2 (dua) atau 3 (tiga) secara berurutan dengan bentuk memanjang, bukan melebar, dengan posisi lubang ke dua dan tiga lebih tinggi posisinya dibanding dengan lubang masak pertama.</p>
<h2>Cara Membuat Tungku Sederhana</h2>
<p>Adonan untuk membuat THE adalah terdiri dari Tanah Liat : Pasir : Sekam dengan perbandingan 2 : 1 : 1. Fungsi dari sekam adalah sebagai perekat dan penguat, ada juga yang menambahkannya dengan abu untuk mencegah retakan tungku jika kena panas api.</p>
<p>Media cetak juga cukup menggunakan alat sederhana, sebilah papan untuk menahan dinding-dindingnya tungku dan cetakan lobang cukup menggunakan batang pisang, diletakkan horisontal dan vertikal, ditimbun pelan-pelan sehingga membentuk sosok Tungku.  Dan jangan lupa sebelum tungku dicetakan benar-benar sudah kering, dibuatkan beberapa lubang kecil udara di samping dan lubang pembuangan.</p>
<h2>Tungku dan Masyarakat Tungku</h2>
<p>Membahas topik tentang Tungku sepertinya ini hal sederhana, khususnya kita yang tidak terkait secara langsung dengan urusan masak-memasak, atau kita yang mungkin tidak pernah memasuki dapur dan berikut tetek bengeknya tentang dapur atau kita yang belum pernah tau bahwa ada sebagian masyarakat yang memposisikan dapur sebagai ruangan utama keluarga atau menyambut tamu.</p>
<p>Yang jelas saya sendiri pada proses pembuatan tungku saat itu menganggap setelah proses pembuatan tuntas, masalah sudah beres, mereka tinggal langsung bisa pakai, namun kesimpulan saya akhirnya terpangkas oleh satu komentar dari salah satu warga setelah melihat hasil akhir dari kerja kita&#8230;. ooo ini kan tungku orang Jawa, karena berbentuk panjang bukannya melebar seperti halnya bentuk rumah mereka, bentuk Tungku dan Rumah sepertinya saling terkait di antara orang Jawa dan Madura.</p>
<p><img class="alignleft" style="border: 0pt none; margin: 5px; float: left;" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/tungkuSAE.jpg" alt="Tungku SAE" width="300" height="184" />Saya lupa bahwa saya saat itu berada di komunitas masyarakat Madura, awalnya memang merasa tidak ada hubungannya antara orang Jawa, Madura dengan Tungku, karena yang kita lakukan dengan Tungku baru ini adalah bicara tentang Efesiensi dan penghematan Energi, dan saya lupa jika Masyarakat kita memang terdiri dari berbagai budaya yang unik dan berbeda satu sama lain. Dari pengalaman ini saya yakin mereka tidak akan pernah memakai dan merobah bentukTungku mereka, merobah Tungku Madura menjadi Tungku Jawa.</p>
<p><em>Ilustrasi Tungku : http://tungku.or.id</em></p>
<p>Dari Tungku, juga melahirkan sebuah jaringan antar lembaga, <a title="Jaringan kerja Tungku Indonesia" href="http://tungku.or.id" target="_blank">Jaringan Kerja Tungku Indonesia (JKTI),</a> sebuah Jaringan Kerja dari Lembaga Nirlaba di Indonesia yang secara khusus membahas tuntas tentang Dapur, Tungku dan Biomassa.  Menurut JKTI, tungku pun juga terkait dengan masalah perspektif gender, hal ini termaktup dalam Visi dan Misi Jaringan Kerja ini.</p>
<h2>Tentang The Gun</h2>
<p>Nah, kalo ini memang tidak ada kaitannya dengan masalah Tungku, apalagi dengan senjata api dan cowboy, karena yang dimaksud adalah kelapa muda yang diambil air buahnya dan dicampur dengan es batu, jadilah es degan (es kelapa muda). Pada saat kita mengerjakan Tungku ini kebetulan bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, yang sudah jelas sehari-harinya kita umat muslim diwajibkan berpuasa sehari penuh selama sebulan. Apalagi di tengah komunitas warga Madura yang sudah pasti sebagian besar melaksanakan ibadah rukun islam yang ke 3 ini, berarti Sholat nomor 2 yah&#8230;hehehhehhe</p>
<p>Ditengah matahari pas diubun-ubun, ujug-ujug (sekonyong-konyong) datang pak Sobari dengan membawa beban berat dikedua tangannya, buah kelapa yang masih muda belia dan beberapa gelas beserta es batunya&#8230;. setengah berteriak beliau membuka percakapan dengan kita, eh dik&#8230;.Mau es degan gak? eee tapi ini pilihan lho&#8230;kalo yang puasa dapat pahala&#8230;.yang gak puasa dapat kelapa&#8230;. pilih yang mana dik???&#8230;.</p>
<p>Pleaaseeeee pembaca yang Budiman&#8230;..tolong pilihan yang pas dong pada saat-saat sulit begini&#8230;.</p>
<p><img style="border: 0pt none;" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/tungku_kunti.jpg" alt="tungku dan kunti" width="560" height="347" /></p>
<p><em>Anda yang beruntung minggu ini dengan lingkaran merah, silahkan kirimkan jatidiri anda ke redaksi untuk mendapatkan hadiahnya. kabar terakhir anda yang berlingkar merah tinggalnya di seputaran Pamulang dan Tangerang. Sangat ditunggu..</em></p>
<p><em>uconkie: yak bener, pilihan tepat&#8230;.saya memilih es kelapa muda dan pahala sekaligus&#8230;..hehehhehehhe habis buka puasa bedug, terus lanjut lagi sampe magrib&#8230;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/cakrawala/the-tungku-the-hemat-the-energy-and-the-gun.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hydram Pump dengan Paralon dari Ciwidey</title>
		<link>http://faizal.web.id/kutipan/hydram-pump-dengan-paralon-dari-ciwidey.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/kutipan/hydram-pump-dengan-paralon-dari-ciwidey.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 08:32:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kutipan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[energi]]></category>
		<category><![CDATA[hidram]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/tutorial/hydram-pump-dengan-paralon-dari-ciwidey/</guid>
		<description><![CDATA[  
Design type satu dan dua hydram pump yang dibuat dari paralon
Desain Pompa Hydram yang dibuat dari paralon pernah saya liat di Ruang Pameran Balai Kota di Malang yang di prakarsai oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang, namun yang dipamerkan adalah miniaturnya, pakai ukuran pipa paralon 1 inchi, yang memang tujuannya untuk melihat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/ram_pump_12.jpg" alt="Design Hydram Tipe Pertama" width="176" height="220" /> <img src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/ram_pump_21.jpg" alt="Design Hydram Tipe Dua" width="176" height="220" /> <img src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/ram_pump_22.jpg" alt="Design Hydram Tipe Dua" width="176" height="220" /></p>
<pre>Design type satu dan dua hydram pump yang dibuat dari paralon</pre>
<p>Desain Pompa Hydram yang dibuat dari paralon pernah saya liat di Ruang Pameran Balai Kota di Malang yang di prakarsai oleh <a title="Fakultas Pertanian Unibraw" href="http://fp.brawijaya.ac.id" target="_blank">Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang</a>, namun yang dipamerkan adalah miniaturnya, pakai ukuran pipa paralon 1 inchi, yang memang tujuannya untuk melihat cara kerja Pompa Hydram kepada pengunjung. Tapi kali ini saya ditunjukkan sama Bapak Eko dari Bandung tentang rancangaannya sendiri membuat Pompa Hydram dari bahan yang murah dan mudah pemasangannya.  Inilah  hasil diskusi  saya lewat email dengan  Bapak Eko, dan   bersyukurlah saya karena  atas ijin dari  Pak  Eko, beliau menyediakan photo hasil dokumentasinya untuk menyertai catatan ini.<span id="more-27"></span></p>
<p><img src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/hydram_pump_ciwidey05.jpg" alt="Pompa Hydram" width="550" height="412" /></p>
<p>Pak Eko menemukan saya melalui Pompa Hidram yang sempet saya tulis sebelumnya di blog ini juga. Perencanaan memang sangat penting, sebagai upaya untuk menentukan tujuan dan target, cukup detail juga bapak ini dalam &#8220;ngonceki&#8221; data dan permasalahnya.</p>
<blockquote><p>Saya memang tidak membuat seperti yang telah anda buat dalam web anda. Menurut saya terlalu ruwet. Saya pingin buat yang mudah,dari bahan yang juga mudah didapat, dengan cara buat yang mudah. Tapi ternyata prakteknya tidak mudah juga. Saya terinspirasi dari model-2 di web site orang-2 bule yang katanya dengan bahan sekitar 1.25-1.5 inchi dan dari bahan pralon bisa jua. Makanya saya coba buat. Kalau jarak tandon air 100 m, ketinggian 10 m di atas pompa, pipa penyalur .5 inch, maka berapa lama air sampai di tujuan? Diameter pompa 1.25 inchi, sumber air 1m di atas pompa, debit mata air 35 l/menit.</p></blockquote>
<p><img src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/hydram_pump_ciwidey03.jpg" alt="hydram pump" width="550" height="412" /></p>
<p>Sungguh, saya pun tidak punya dasar bagus untuk materi itungan materi Fluida seperti itu. Mohon maaf pak eko, kalo tentang itungan ilmiahnya saya &#8220;tidak mudeng babar blas&#8221;, cuman memahami kerangka dasar prinsip kerjanya. Pesen dari Mbahnya Pak Eko memberi sentuhan semangatku.</p>
<blockquote><p>Aku juga bukan ahlinya pak, jadi gak ngerti itung-itungannya. Tapi saya seneng mencoba hal baru yang menarik. Tak anggap ini adalah ilmu katon kata orang jawa, sehingga dengan eksperimen bida diatasi. Kata Nabi, jangan serahkan suatu urusan kepada yang bukan ahlinya, kalau dilakukan ya tunggu kehancurannya.<br />
Pesan ini saya balik, kalau pengin jadi ahlinya maka perlu pengorbanan dan perjuangan (sebagai ganti dari kehancuran), atau kita harus berani hancur-2-an. <strong>JER BASUKI MOWO BEYO</strong>, katanya Mbahku.</p></blockquote>
<p><img src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/hydram_pump_ciwidey06.jpg" alt="Pompa Hydram" width="550" height="412" /></p>
<p>Perjuangan dan semangat pantang mundur, mungkin inilah yang menjadi modal dasar bagi kita semua yang sedang berupaya untuk maju, kata berhasil juga selalu ada di akhir, ikut menjadi pertanda terhadap kegigihan berupaya.</p>
<blockquote><p>Wah rupanya usaha saya mulai membuahkan hasil. Da kita rupanya sama-2 gak ngerti masalah itung-2an pompa ini, ha&#8230;..ha&#8230;&#8230;ha&#8230;&#8230;.Percobaan saya yang pertama adalah menggunakan pralon 1.25 inchi input dan outputnya 3/4 inchi yang saya sambungin ke 1/2 inchi. Yah debit air outputnya kalo saya ukur dari air mutahan lewat klep buang adalah 250 cc. (inipun belum menggambarkan debit air yang dikeluarkan pompa ini&#8230;&#8230;.)</p></blockquote>
<blockquote><p>Waktu itu saya mungkin kurang sabar, sehingga saya putuskan untuk berhenti dan evaluasi dulu. Maklum saya bukan orang yang ngerti masalah fluida. Makanya saya coba buat lagi tapi saya rakit dari bahan pipa besi dengan ukuran yang sama. Nah yang ini, insyaallah akan saya coba dikebun teman di ciwidey minggu depan.</p></blockquote>
<p><img src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/hydram_pump_ciwidey01.jpg" alt="Pompa Hydram" width="550" height="412" /></p>
<p>Dari 2 (dua) desain hasil karya Pak Eko, saya cenderung memilih desain yang menggunakan pipa pendek di ujung tabung, disamping lebih kokoh jika di berdirikan, menggunakan pipa panjang untuk Tabung jusru memberi ruang sempit antara jarak sumber air dengan tekanan, asumsi kasar kalo jarak tabung dengan sumber terlalu pendek pasti akan mempengaruhi tekanan dalam tabung tersebut. Tahap berikutnya Pak Eko sudah bisa melanjutkan pemasangan di lapangan di kebun temannya di Ciwedey, Jawa Barat.</p>
<p><img src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/hydram_pump_ciwidey02.jpg" alt="Pompa Hydram" width="550" height="412" /></p>
<p>Nah ini dia yang pengen saya komentari, tentang input air, jika kedua photo ini digabungkan, asumsi saya berarti  beda jarak ketinggian antara input dengan tabung menjadi sangat pendek, atau bahkan bisa jadi lebih tinggi tabungnya, saya pikir inilah jadi permasalahan kenapa air tidak bisa naik maksimal.  Usulan teknis saya bagaimana jika disambungkan langsung ke pipa keluaran air tersebut, untuk mendapatkan beda jarak, sehingga akan menaikkan tekanan dalam tabung. Coba bisa dilihat ulang di <a title="Hydraulic Ram Pumps" href="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/hydraulic_ram_pumps.pdf" target="_blank">file prinsip kerja hydram pump disini</a></p>
<blockquote><p>Lalu saya coba buka-2 referensi yang saya punyai, ternyata kesimpukan saya ada beberapa misalnya :</p>
<ol>
<li>Disain pralon full atau saya sebut DRP-1 saya ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, jarak antar klep terlalu panjang, jarak tabung dengan pipa output terlalu panjang. Meskipun di produk dan penjelasan disain pompa ini gak ada ukuran-2nya, kayaknya main feeling kali.</li>
<li>Saya putuskan untuk mengganti pralon dengan pipa ledeng, supaya jarak-2 menjadi lebih pendek. Saya buat DRP-2</li>
<li>Saya juga mau eksperimen dengan pralon full, tapi jarak-2nya dijadikan pendek, cuma belum punya waktu, bikin eksperimen.</li>
<li>Kesalahan perhitungan di lokasi, maklum karena kedinginan, jadi ngehang semuanya. Hal ini menghasilkan kesimpulan yang salah.</li>
</ol>
</blockquote>
<p><img src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/hydram_pump_ciwidey04.jpg" alt="Pompa Hydram" width="550" height="412" /></p>
<pre>Jarak input dengan tabung lebih ditinggikan untuk mencapai tekanan udara di tabung</pre>
<p>Dari saya, menyimak pesan yang diterima oleh Pak Eko&#8230;..</p>
<blockquote><p>Yang saya lakukan hanya iqro, pesan pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi saw. Saya lihat gambar-gambar yang ada, saya iqra terhadap gambar-2 tersebut, saya bandingkan dengan punya saya, saya analisa dengan kemampuan yang ada pada saya, saya perkirakan kemungkinannya. Hanya itu pak, saya bukan ahli fisika, saya hanya diberi keahlian oleh Allah untuk berfikir, ya karunia itulah yang saya pake. he&#8230;.he&#8230;.he&#8230;.. mari kita bikin hidup ini sederhana biar mudah pak&#8230;&#8230; kalo teori kan rumit, bikin mumet dan belum tentu menyelesaikan masalah&#8230;&#8230;&#8230;. he&#8230;&#8230;.he&#8230;..he&#8230;&#8230;&#8230;</p></blockquote>
<p>Jadilah sudah apa yang sedang dibangun, sesuai dengan harapan, meski perlu proses yang panjang dan butuh kesabaran disamping ketelitian dan kecermatan. Dengan perkembangan saat ini membuat Pompa Hidram udah gak perlu lagi pake las atau besi, sudah dipermudah seperti merangkai Puzzle.</p>
<p><img src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/hydram_pump_ciwidey07.jpg" alt="Pompa Hydram" width="550" height="412" /></p>
<pre>Tandon tampungan untuk air bersih</pre>
<p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=f4ngVxNF7Uw&amp;NR=1"><img src="http://img.youtube.com/vi/f4ngVxNF7Uw&amp;NR=1/default.jpg" width="130" height="97" border=0></a></p>
<p>Selamat Mencoba,  terima kasih banyak Pak Eko telah memberikan banyak pengetahuan dan informasi dari pengalamannya, dan juga semoga ini sebagai ajang silaturahim kita.</p>
<h2>Artikel Lainnya</h2>
<p><a title="Pompa Hidram" href="http://faizal.web.id/tutorial/pompa-hidraulik-ram-hidram/" target="_self">http://faizal.web.id/tutorial/pompa-hidraulik-ram-hidram/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/kutipan/hydram-pump-dengan-paralon-dari-ciwidey.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Energi Alternatif dari Gunung Halimun</title>
		<link>http://faizal.web.id/tutorial/energi-alternatif-dari-gunung-halimun.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/tutorial/energi-alternatif-dari-gunung-halimun.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jan 2008 13:26:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[energi]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[ornop]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/tutorial/energi-alternatif-dari-gunung-halimun/</guid>
		<description><![CDATA[Dari Gunung Halimun, kebutuhan listrik masyarakat dapat diupayakan secara mandiri, tanpa harus tergantung dengan PLN, memang daya yang dikeluarkan tidak bisa memenuhi kebutuhan se-desa, apalagi se-Kecamatan, karena daya yang dikeluarkan berkisar antara 1000 &#8211; 2500 watt, tapi lumayanlah buat nonton tipi rame-rame atau menerangi jalan desa. Saya yakin, dengan hanya melihat beberapa gambar yang ditampilkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari <strong>Gunung Halimun, </strong>kebutuhan listrik masyarakat dapat diupayakan secara mandiri, tanpa harus tergantung dengan PLN, memang daya yang dikeluarkan tidak bisa memenuhi kebutuhan se-desa, apalagi se-Kecamatan, karena daya yang dikeluarkan berkisar antara 1000 &#8211; 2500 watt, tapi lumayanlah buat nonton tipi rame-rame atau menerangi jalan desa. Saya yakin, dengan hanya melihat beberapa gambar yang ditampilkan disini, saya yakin anda bisa memahami sendiri bagaimana membuatnya. Selamat mencoba..!!</p>
<p><img src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/micro_hidro4.jpg" alt="Micro Hidro dari Gunung Halimun" width="570" height="300" /></p>
<p><span id="more-23"></span></p>
<p>Semua rangkaian dan komponen dari kincir ini bisa di beli di toko-toko listrik dan bangunan, kalo toh harus bikin mungkin bagian kincirnya, yang nampak pada gambar memang terbuat dari bahan logam, bisa juga di coba dengan bahan alternatif dari fiberglass, ringan dan kuat, tapi mungkin sedikit agak mahal.</p>
<p><img src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/micro_hidro.jpg" alt="Mini PLTA" width="570" height="330" /></p>
<p>Cara kerja mikohidro ini mudah dipahami, lebih jelasnya dapat diketahui dari ilustrasi yang tersaji berikut ini dari  <a title="Greenpeace UK" href="http://www.youtube.com/user/GreenpeaceUK" target="_blank">Greenpeace UK</a></p>
<p align="center"><a href="http://www.youtube.com/watch?v=S4B2gODY3Mk"><img src="http://img.youtube.com/vi/S4B2gODY3Mk/default.jpg" width="130" height="97" border=0></a></p>
<p>Untuk kapasitas masyarakat sekampung, memang agak terbatas, kecuali kampung yang jumlah anggota masyarakatnya belum membutuhkan banyak keperluan kecuali penerangan, memang sudah jadi kecenderungan kalo listrik mulai masuk wilayah, perubahan dan prilaku sosialpun seiring mengikuti, tidak cukup hanya kebutuhan penerangan rumah dan jalan, kebutuhan terhadap hiburan, informasi dan komunikasi selalu menjadi ikutan proses.</p>
<p><img src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/micro_hidro3.jpg" alt="Kincir Listrik Tenaga Air" width="570" height="371" /></p>
<p>Debit air memang menentukan, demikian juga dengan pasokannya harus dipertahankan tidak pernah berkurang (tekor) atau malah habis. Perhitungan kasarnya adalah menampung pasokan air dengan papan yang dibuat tertutup seperti pipa.</p>
<p><img src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/micro_hidro2.jpg" alt="PLTA Micro Hidro" width="570" height="336" /></p>
<p>Coba perhatikan terjunan air mengalir menuju kincir, dibuat patahan curam biar tendangannya semakin kenceng untuk memutar roda kincir.</p>
<p><img src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/micro_hidro1.jpg" width="570" height="708" /></p>
<p>Pak Haryo, gimana kabarnya pak?, masih malang melintang di desa-desa seluruh nusantara ya pak? saluuutt!! (saya menyapa yang pake kaos coklat dan celana pendek di photo ini&#8230;hehehehe)</p>
<p>-<em>conkie: hari ini aku melamunkan kapan yah ada yang ngajak main ke gunung halimun&#8230;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/tutorial/energi-alternatif-dari-gunung-halimun.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Air Mengalir Sampai Jauh, Akhirnya..</title>
		<link>http://faizal.web.id/tutorial/pompa-hidraulik-ram-hidram.html</link>
		<comments>http://faizal.web.id/tutorial/pompa-hidraulik-ram-hidram.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 03:07:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uconk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[energi]]></category>
		<category><![CDATA[hidram]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizal.web.id/sky/tutorial/air-mengalir-sampai-jauh-akhirnya/</guid>
		<description><![CDATA[Air, adalah hal penting bagi kehidupan, lebih penting lagi jika cara mendapatkannya tinggal putar kran dan langsung bisa dipergunakan setiap waktu, ini juga yang dimimpikan semua orang, khususnya yang tinggal di lokasi yang tidak tersentuh oleh pipa jaringan PDAM, bisa beli pompa Sanyo tapi kalo gak ada listrik?, lebih bermasalah lagi jika ada sumber (mata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 580px"><img style="border: 0pt none;" title="pompa hydram" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/pompa_hidram03.jpg" alt="Pompa Hidram di Napoi" width="570" height="366" /><p class="wp-caption-text">Pompa hidram di desa Tumbang Napoi</p></div>
<p>Air, adalah hal penting bagi kehidupan, lebih penting lagi jika cara mendapatkannya tinggal putar kran dan langsung bisa dipergunakan setiap waktu, ini juga yang dimimpikan semua orang, khususnya yang tinggal di lokasi yang tidak tersentuh oleh pipa jaringan PDAM, bisa beli pompa Sanyo tapi kalo gak ada listrik?, lebih bermasalah lagi jika ada sumber (mata air) tapi posisi lebih rendah dari rumah atau pemukiman.  Jika itu yang dialami, mungkin tutorial ini harus anda baca sampe titik air penghabisan, dan akhirnya anda harus bikin pompa hidram&#8230;hehehe</p>
<p><span id="more-16"></span></p>
<p>Sudah lama sebenernya pengen nulis tutorial pembuatan Pompa Hidram ini, semakin kuat lagi karena pas ketemu dengan bapak dan ibu pada suatu pelatihan yang dihadiri hampir 30 propinsi dalam program KAT (Komunitas Adat Terpencil) di Cibodas minggu lalu. Saking antusiasnya sebagian besar dari mereka bikin sesi baru di ruang makan khusus penjelasan pembuatan pompa ini. Melalui ini juga saya mohon maaf sebesar-besarnya pada Bapak/Ibu karena saat itu tidak dapat memfasilitasi seluruhnya, ternyata yang berminat pengen tahu lebih banyak dari yang saya perkirakan. Saat itu terpaksa harus segera ke Gunung Baung untuk alasan yang sama, bikin pompa.  Walah&#8230;jadi tukang ledeng rupanya, nyaingin Mario Brother, tokoh kartun yang kerjaannya emang tukang ledeng. Kalo yang terakhir ini karena peran besar dari pedagang <a class="snap_shots" title="Wandi Pedagang Keliling" href="http://wandi.web.id" target="_blank">wandi</a>, yang sehari-harinya pekerjaannya jualan temen <img src='http://faizal.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img style="border: 0pt none ;" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/pompa_hidram02.jpg" alt="Pompa Hidram di Napoi" width="570" height="398" /></p>
<p><strong>Pompa Hidram</strong>, Hidraulik Ram Automatic atau kebanyakan masyarakat Jawa menyebutnya dengan <em><strong>Pompa Dongkleng,</strong></em> karena lidah Jawa lebih mudah menyebut pompa ini dari suaranya waktu bekerja, dibanding nama aslinya. Pompa ini bekerja tanpa menggunakan bahan bakar, listrik atau tambahan energi dari luar. Pompa ini memanfaatkan tenaga aliran air yang jatuh dari sumber dan sebagian dari air tersebut di pompakan ketempat lebih tinggi. Catatan saya selama ini, pompa ini mampu mengalirkan sepanjang 600 meter horizontal (dataran/flat), dan di daerah Pujon Malang naik hingga 100 meter vertikal.</p>
<p>Kabarnya pompa hidraulik ram ini masuk indonesia dari Inggris pada tahun 1971 melalui ITB (Intitut Teknologi Bandung), buku panduannya untuk membuat dan pemasangan dengan Judul &#8220;<a title="Panduan Membuat Pompa Hidram" href="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/pompa_hidram.pdf" target="_blank">Teknologi Pompa Hidraulik Ram &#8211; Buku Petunjuk untuk Membuat dan Pemasangan</a>&#8221; keluar pada tahun 1979.  Dan saya sendiri tau tentang ini tahun 1994 dari program Pengabdian Masyarakat <a title="Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Brawijaya" href="http://impalaunibraw.or.id" target="_blank">Impala Unibraw</a> di Malang dan baru bisa mempraktekannya pada 2003 di Kahayan Hulu Utara Kalteng.</p>
<h2>Prinsip Kerja Pompa Hidram</h2>
<p><img style="border: 0pt none ;" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/pompa_hidram03.jpg" alt="Cara Pemasangan Pompa" width="570" height="380" /></p>
<p>Proses perubahan energi kinetis aliran air menjadi tekanan dinamik, dan sebagai akibatnya menimbulkan palu air (water hammer)  sehingga terjadi tekanan tinggi dalam pipa tabung. Dengan mengusahakan supaya katub limbah dan katub pengantar terbuka dan tertutup secara bergantian maka tekanan dinamik diteruskan sehingga tekanan inersia yang terjadi pada pipa pemasukan memaksa air naik ke pipa pengantar dan seterusnya, lebih detail silahkan donlot <a title="Buku Panduan Teknologi Pompa Hidram" href="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/pompa_hidram.pdf" target="_blank">Buku Panduan Teknologi Pompa Hidram</a>.</p>
<h2>Bahan-bahan yang harus disediakan</h2>
<p><img style="border: 0pt none;" src="http://lh5.ggpht.com/jusronfaizal/R1jjeqjSxBI/AAAAAAAAAEs/2FUQfytNpNs/alat_hidram1.jpg?imgmax=640" alt="Peralatan Pompa Hidram" width="570" height="359" /></p>
<ol>
<li>a. Pipa Besi diameter Ø  3 inchi,  b. Pipa besi diameter Ø  4 inchi</li>
<li>Knee Ø  3 inchi &#8211; 1 buah</li>
<li>Plat sambungan Pipa ukuran Ø  3 inchi sebanyak 6 buah</li>
<li>Plat besi</li>
<li>Karet Pelapis sambungan</li>
<li>Karet Luar ban mobil bekas secukupnya</li>
<li>Baut penyambung pipa 24 buah</li>
<li>Baut untuk tuas klep hidraulik panjang 1 buah</li>
</ol>
<h2>Langkah demi langkah pembuatan Pompa Hidram</h2>
<h3>1. Membuat Tabung Pompa</h3>
<p><img style="border: 0pt none ;" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/pompa_hidram04.jpg" alt="Tabung Pompa Hidram" width="270" height="202" /> <img style="border: 0pt none ;" src="http://jusronfaizal.googlepages.com/pompa_hidram05.jpg" alt="Tabung Pompa Hidram" width="270" height="202" /></p>
<p>JIka harus membuat sendiri tabung pompa hidram, bisa menggunakan tabung dengan Ø 4 inchi atau lebih, biasanya menggunakan 1 ukuran lebih dari ukuran pompa utama, memang akhirnya bentuknya bisa lebih panjang, jika memiliki tabung elpiji bekas atau tabung lain yang mempunyai ukuran lebih besar bisa juga dipergunakan.</p>
<h3>2. Membuat Badan Pompa</h3>
<p><img style="border: 0pt none ;" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/pompa_hidram06.jpg" alt="Badan Pompa Hidram" width="270" height="202" /> <img style="border: 0pt none ;" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/pompa_hidram07.jpg" alt="Badan Pompa Hidram" width="270" height="202" /></p>
<p><img style="border: 0pt none ;" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/pompa_hidram08.jpg" alt="Badan Pompa Hidram" width="270" height="202" /> <img style="border: 0pt none ;" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/pompa_hidram09.jpg" alt="Badan Pompa Hidram" width="270" height="202" /></p>
<h3>Membuat Tabung Limbah Hidram</h3>
<p><img style="border: 0pt none ;" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/pompa_hidram10.jpg" alt="Tabung Limbah Hidram" width="270" height="202" /> <img style="border: 0pt none ;" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/pompa_hidram11.jpg" alt="Tabung Limbah Hidram" width="270" height="202" /></p>
<p><img style="border: 0pt none ;" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/pompa_hidram12.jpg" alt="Tabung Limbah Hidram" width="270" height="202" /> <img style="border: 0pt none ;" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/pompa_hidram13.jpg" alt="Tabung Limbah Hidram" width="270" height="202" /></p>
<h3>Membuat Tuas Pompa</h3>
<p><img style="border: 0pt none ;" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/pompa_hidram14.jpg" alt="Tuas Pompa Hidram" width="350" height="262" /> <img style="border: 0pt none ;" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/pompa_hidram15.jpg" alt="Tuas Pompa Hidram" width="202" height="262" /></p>
<h3>Membuat Klep Tabung Hidram</h3>
<p><img style="border: 0pt none ;" src="http://jusronfaizal.googlepages.com/pompa_hidram16.jpg" alt="Klep Tabung" width="270" height="202" /> <img style="border: 0pt none ;" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/pompa_hidram17.jpg" alt="Klep Tabung" width="270" height="202" /></p>
<h3>Membuat Dudukan Pompa Hidram</h3>
<p><img style="border: 0pt none ;" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/pompa_hidram18.jpg" alt="Dudukan Pompa Hidram" width="570" height="427" /></p>
<h3>Pipa Keluaran</h3>
<p><img style="border: 0pt none ;" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/pompa_hidram19.jpg" alt="Pipa Pengeluaran" width="570" height="760" /></p>
<h3>Membuat Tuas Klep</h3>
<p>sorry, belum ada photonya, ini sebenarnya bikin sendiri klep dari ban bekas bagian luarnya yang dilekatkan di baut panjang sebagai tuasnya. Tuas inilah yang nantinya akan bergerak keatas dan kebawah menutup dan mengeluarkan air limpahan.</p>
<h3>Memasang Komponen utuh Pompa Hidram</h3>
<p><img style="border: 0pt none ;" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/pompa_hidram20.jpg" alt="Pemasangan Alat dan Komponen" width="350" height="262" /> <img style="border: 0pt none ;" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/pompa_hidram21.jpg" alt="Pemasangan Alat dan Komponen" width="202" height="262" /></p>
<p>Ada tips ringan untuk mengukur jarak antara tabung dengan pompa (besi segitiga dan tuas) adalah diambil dengan ukuran sedekatnya, jarak terlalu jauh antara keduanya mungkin akan berpengaruh terhadap kekuatan tekanan pompa, terlihat dalam photo keduanya berjarak dan posisi seimbang (rata).</p>
<p><img style="border: 0pt none;" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/pompa_hidram22.jpg" alt="Pompa Hidram Utuh" width="570" height="391" /></p>
<p><img style="border: 0pt none;" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/pompa_hidram23.jpg" alt="Pompa Hidram Utuh" width="570" height="400" /></p>
<p><img style="border: 0pt none;" src="http://sites.google.com/site/jusronfaizal/pompa_hidram24.jpg" alt="Pompa Hidram Utuh" width="570" height="842" /></p>
<pre>Pompa Hidram Utuh</pre>
<p>Selamat mencoba membuat Pompa Hidram, pada pembuatan yang pernah saya lakukan dengan menggunakan jasa tukang las, satu buah pompa menghabiskan biaya sekitar Tujuh ratus ribu rupiah. Akhirnya jika pengen lihat dokumentasiku selengkapnya bisa ke sini.</p>
<table style="width: 194px;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="background: transparent url(http://picasaweb.google.com/f/img/transparent_album_background.gif) no-repeat scroll left center; height: 194px;" align="center"><a href="http://picasaweb.google.com/jusronfaizal/PompaHidram"><img style="margin: 1px 0pt 0pt 4px" src="http://lh4.google.com/jusronfaizal/R1N9R6jSxAE/AAAAAAAAAHw/HEFTFjwK2Zc/s160-c/PompaHidram.jpg" alt="" width="160" height="160" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center; font-family: arial,sans-serif; font-size: 11px"><a style="color: #4d4d4d; font-weight: bold; text-decoration: none" href="http://picasaweb.google.com/jusronfaizal/PompaHidram">Pompa Hidram</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizal.web.id/tutorial/pompa-hidraulik-ram-hidram.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
