Amanda Ratu di Ujung Genteng

Pada hampir separoh malam, kita berempat akan melaju menuju 200 km arah Timur Laut (ngawur) menuju Ujung Genteng. Perjalanan darat di malam hari memang sangat menarik, tapi lebih menarik lagi kalo disamping saya ini badannya gak terlalu gendut sehingga butuh parkiran yang cukup luas ditambah lagi mengeluarkan suara-suara aneh dari mulutnya. Krrrookkk…krrokkk, serasa menginap di kandang ya perjalanan kali ini. Mas..mas… bangun dong mas, atau setidaknya Tone-nya dipelanin dikit, atau bisa gak nadanya diganti dengan salah satunya lagunya Ridho Rhoma??. Sampean ngoroknya kenceng banget sih, ini kan lagi musim Flu Babi!!! bisa nularin yang lainnya lho mas.
Perahu dan Cadik Nusantara

Naik Ketek di Sungai Batanghari Jambi
Pada suatu sore di sungai Batanghari Jambi, naik Ketek dan berkeliling sungai rupanya sudah menjadi ajang rekreasi bagi wisatawan kayak saya pada saat itu. Status saya bersama kawan lain saat itu memang sebagai pelancong kota, tapi tidak pernah mengira kalo akhirnya harus dibawa keliling sungai naik Ketek, perahu kayu dengan mesin diesel buatan cina. detail
Padepokane Wong Jowo

Menara Pengawas, mengawasi Puncak Arjuna dan Kita....
Padepokan, tempat yang asing tapi akrab di telinga, saya mengenalnya sebagai tempat yang bernuansa magis, kumpulan laki-laki berpakaian serba hitam, rambut gondrong, pinter silat, mengadu kesaktian, merapal ajian pamungkas, tempat belajar kanuragan dan tentu saja mereka dikenal sebagai para Jawara. Singkatnya, orang-orang di padepokan bukanlah orang sembarangan dan perlu diperhitungkan kemampuannya yang juga tidak biasa, karena mereka secara sungguh-sungguh belajar ditempat ini dengan pola “nyantrek/nyantri”, meninggalkan kampung dan keluarga dan mendiami padepokan untuk waktu yang cukup lama, sampai bener-bener tujuan belajarnya tercapai. detail
Lembuswana, penjaga Sungai Mahakam
“Bermahkota bukannya raja. Berbelalai. Bergading lainnya gajah. Bersayap bukannya burung. Bersisik lainnya ikan. Bertaji bukannya ayam. Binatang apakah ini?”
Kuis tebak-tebakan yang tidak berhadiah ini tertulis di bawah kaki Patung berbentuk binatang aneh dan unik di depan Musium Mulawarman. Jawabannya memang sudah pasti “Lembuswana”, spesies langka yang tidak termasuk dalam daftar Appendix I Cites ini dapat anda jumpai di 3 (tiga) lokasi utama Kota Tenggarong, di Pintu Gerbang memasuki kota Tenggarong, di depan Musium Mulawarman dan yang terbesar di Pulau Wisata Kumala. Yang terakhir akan menjadi tokoh utama kita kali ini, soale dapat undangan gratis keliling Pulau Kumala sih, pilihannya cuman satu aja, kalo pengen kisah lainnya boleh kok mengundang aku lagi…..hehehehehe detail
Dunia Biota di Leuwiliang
Awalnya mau nyari lokasi kegiatan di alam bebas buat kelompok remaja di akhir tahun, biar ada tantangan dikit dari pada dikasih banyak-banyak materi di kelas, sudah pasti banyak boringnya. Seharian menghabiskan waktu di 5 lokasi mulai dari Desa Pancawati, desa yang lumayan banyak ditempati operator kegiatan alam hingga sampai di Danau Lido, menurutku masih kurang memuaskan, penyajiannya terlalu konvensional, jadinya kayak main di taman kota. Di Biota world ini juga sekaligus jadi penutupan aktifitasku di akhir tahun yang cukup menyenangkan. Selamat Tahun Baru !!!

Anjangsana di Desa Watu Gajah

Pintu masuk, gerbang utama Pusat Pendidikan Lingkungan HIdup - PPLH Seloliman
Ini tak bawain oleh-oleh dari mudik lebaran di kampung, sambil silaturahim ke tempat saudara di Malang bersama sak rombong keluarga besar Moch. Busri, tumplek blek se mobil mulai dari aku beserta Dinda, Nisa dan Zaqy, Ibu, adik-adikku, ipar dan para keponakan. Lepas acara inti, dilanjutkan acara seneng-seneng sekalian sambang sedulur di Desa Seloliman, persisnya di padepokan para Begawan Lingkungan – PPLH Seloliman, Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup di Desa Seloliman. Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto , Propinsi Jawa Timur. detail






